[Sinopsis K-Movie] Introduction to Architecture (Part 1)

Introduction to Architecture


Directed by Lee Yong-joo
Produced by Shim Jae-myung
Lee Eun
Written by Lee Yong-joo
Starring Uhm Tae-woong
Han Ga-in
Lee Je-hoon
Bae Suzy
Music by Lee Ji-soo
Cinematography Jo Sang-yoon
Editing by Kim Sang-beom
Kim Jae-beom
Studio Myung Films
Distributed by Lotte Entertainment
Release date(s)
March 22, 2012
Running time 118 minutes
Country South Korea
Language Korean

credit: Wikipedia


PART 1




 
Tampak seorang wanita memasuki ruangan yang berantakan, sepertinya sebuah rumah. Melihat sekeliling lalu membuka pintu salah satu kamar di rumah itu. Dia tersenyum, mungkin mengenang masa lalunya. Kemudian dia keluar dan melihat sekali lagi ke arah rumah itu. Dia adalah Yang Seo Yeon.


Di sebuah kantor arsitektur, Kepala bagian tampak terkejut melihat Seung Min yang tertidur di mejanya. Kemudian dia mengomentari perubahan rancangan hasil Seung Min yang menurutnya tidak bagus. Seung Min pun menyanggah, dia sudah membuat desainnya lebih bagus dan Kepala bagian masih belum puas juga. Seung Min dan Kepala bagian kemudian beradu argumen tentang desain bangunan itu. Seung-Min mengeluh, bahkan dia belum pulang selama 2 hari.


Kemudian seorang wanita datang untuk memberitahu bahwa ada teman Seung Min yang mencarinya. Seung Min bertanya, teman siapa? Teman yang mana? Tapi dijawab tidak tahu.


Seung Min pun kemudian menghampiri temannya. Ternyata dia adalah Seo Yeon yang langsung menyapa Seung Min dengan mengatakan susahnya mencari alamat di buku alumni. Namun Seung Min masih terlihat bingung, dan bertanya “Siapa kau?”
Seo Yeon pun terperanjat bingung, apakah Seung Min tidak tau siapa dia. Seung Min garuk-garuk kepala, masih bingung… “aku teman mu di tingkat pertama, Yang Seo Yeon. Di Jeongneung,, aku dari jurusan musik.” Kemudian Seung Min pun mengingatnya, dan menanyakan keperluan Seo Yeon datang ke kantornya.

Seo Yeon yang masih heran, bertanya mengapa Seung Min lupa padanya. Seung Min menyangkal, dia tidak lupa tapi kaget, sudah lama dia tidak melihat Seo Yeon.
Seung Min pun kemudian bertanya dimana Seo Yeon sekarang tinggal (yang langsung dijawab Seo Yeon: Gaepodong), apakah sudah menikah atau belum (Seo Yeon: Sudah), kapan? (Seo Yeon: 3 tahun yang lalu), apa pekerjaan suaminya (Seo Yeon: dokter), di bagian apa (Seo Yeon sedikit jengkel: Apa kau sedang melakukan sensus penduduk??). Seung Min pun diam dan meminum kopinya.


Seo Yeon lalu menyerahkan secarik kertas pada Seung Min, sepertinya denah rumah di Pulau Jeju. Seo Yeon meminta Seung Min untuk membuatkn rumah untuknya. Seung Min menolak, dia tidak bisa, dia belum pernah melakukannya.. (aneh ya, kan dia arsitek, kenapa gak bisa..?)

Seo Yeon tidak menyerah, Seung Min bisa menggunakan kesempatan ini untuk berlatih. Namun Seung Min tetap menolak, dia akan memperkenalkan arsitek dari perusahaan lain yang bagus untuk Seo Yeon. Dibandingkan Seung Min, dia kenal seorang sunbae yang sangat bagus.

Seo Yeon bertanya kenapa, apa uangnya terlalu sedikit? Seung Min bilang bukan begitu, ini peraturan perusahaan, dia hanya seorang staf yang digaji. (oohhh,, jadi Seung Min itu hanya membuat desain sesuai keinginan atasannya, tidak boleh bikin ide sendiri..)



Seo Yeon dan Seung Min pun menghadap Kepala Bagian, yang mengatakan kenapa tidak mungkin, seharusnya kita berterimakasih. “Lee Seung Min, ini akan menjadi pekerjaan yang pertama bagimu. Kerjakan dengan benar.”
Seo Yeon pun tersenyum menang.


Seo Yeon dan Seung Min minum bersama di sebuah kafe. Seo Yeon menanyakan apabila dimulai secepatnya apakah bisa selesai sebelum musim dingin, dan mengajak Seung Min untuk pergi melihat kesana bersamanya. Seung Min balik bertanya kenapa Seo Yeon ingin membuat rumah, “Untuk seorang wanita kaya yang sudah menikah, yang tinggal di Gangnam yang maju, mengapa kau ingin membangun rumah di Pulau Jeju yang kecil?”
Agak gugup Seo Yeon menjawab bahwa udara disana sangat bagus. Seung Min mengira sepertinya suami Seo Yeon sangat mudah mendapatkan uang, membangun rumah untuk bersenang-senang di daerah dengan udara yang bagus, apakah untuk investasi? 


Dengan sedikit kesal soyom menjawab, ya itu untuk menghamburkan uang, jika dia menghamburkan uang tidak bisakah dia membangun rumah. “Jika kau tidak mau yasudah. Aku juga tidak mau menghabiskan uang dan masih harus memintamu untuk melakukannya. Kamu sangat memuakkan.” Dan Seo Yeon pun beranjak pergi.


Seung Min menyusul Seo Yeon ke parkiran untuk menyerahkan kunci mobil dan hp Seo Yeon yang tertinggal di meja. Sesaat keduanya terdiam, dan kemudian Seo Yeon menanyakan kembali apa pentingnya mengetahui alasan membangun rumah pada Seung Min. Seung Min pun menjawab, “dengan mengetahuinya, aku akan tahu rumah seperti apa yang kau inginkan. Jika aku mengerti dirimu, maka aku bisa membangun rumah yang cocok untukmu.”

Seo Yeon dengan sedikit tersenyum bertanya pada Seung Min, jadi apakah Seung Min ingin mengenal Seo Yeon lebih jauh, ingin mengetahui tentangnya. 
 
Dan kemudian dalam perjalanan Seo Yeon bercerita,
“Setelah lulus dari Universitas, aku ikut audisi sebagai penyiar tapi aku tidak terpilih. Lalu aku berpikir kenapa tak menikah saja, jadi itu sebabnya aku sudah menikah.” Lalu  bertanya apakah Seung Min masih tinggal di Jeongneung, yang dijawab iya oleh Seung Min.


Rumah yang akan direnovasi adalah rumah ayahnya Seo Yeon. Terletak di dekat pantai. Seo Yeon ingin ayahnya beristirahat di rumah ini ketika sudah keluar dari RS. “Harusnya ini jadi alasan yang cukup untuk membangun rumah kan?”
Seung Min melihat ke sekeliling rumah, dan bilang bahwa kerangka rumahnya masih bagus. Tapi Seo Yeon menginginkan semuanya dirobohkan dan buat semuanya jadi baru.



Rumah itu memiliki banyak kenangan masa kecil Seo Yeon. Masih terdapat dinging dengan goresan yang digunakan untuk mengukur tinggi badan Seo Yeon, juga ada kolam kecil yang masih terdapat jejak kaki kecil nya Seo Yeon karena menginjak kolam itu pada saat baru dibuat dan semennya masih basah.



Seung Min dan sekretarisnya mempresentasikan hasil rancangannya pada Seo Yeon. Sudah 3 kali ganti rancangan, tapi Seo Yeon terlihat tidak tertarik. Kemudian mereka bertiga meeting di sebuah cafĂ©. 


Seo Yeon bilang bahwa dia tidak menyukai rancangan Seung Min, padahal menurut Seung Min itu sudah bagus dikondisikan dengan tipe terkini. Seo Yeon kemudian mengomentari pakaian Seung Min, menurutnya baju yang dipakai Seung Min tidak terlalu jelek, “tapi dasinya begitu….” Seo Yeon senyum mengejek.
Seung Min kesal, “jadi rancanganku seperti dasi ini? Begitu…. Lalu seperti apa seharusnya.”
Seo Yeon bilang itu jauh lebih baik dibanding sebelumnya. 


Si sekretaris yang dari awal diam saja memperhatikan keduanya tiba-tiba menyela dan bertanya pada Seo Yeon, bagaimana Seung Min dahulu. Seo Yeon menjawab Seung Min sangat jelek waktu itu, jelek sekali, dia tidak punya daya tarik terhadap perempuan.

Sekarangpun masih sama, kata sekretaris itu. “Benarkah?” Tanya Seo Yeon.
“Hey, sejak kapan kalian jadi partner?” ujar Seung Min.
Kedua perempuan itu tertawa, kemudian sekretaris bagaimana awalnya Seo Yeon dan Seung Min saling mengenal. “Tidak ada hal umum antara kalian dan kalian bukan di kelas yang sama, apakah kalian kenal satu sama lain dari kencan buta?”


Sambil tersenyum dan bercanda Seo Yeon mengatakan Seung Min dulu mati-matian mengerjarnya. Itu bukan lelucon baru, ujar Seung Min.

Flashback



Terlihat kaki seorang gadis (Seo Yeon) yang berlari menuju sebuah kelas. Ruangan sudah terisi dan dosen sudah memulai kelas. Pelan-pelan dia menuju kursinya. Dan ada seorang pemuda (Seung Min) yang memperhatikannya. Dosen menyuruh mahasiswanya untuk memetakan rute dari rumah masing-masing menuju ke universitas di depan kelas. 


Kemudian dosen memberikan tugas untuk memotret gang, bukit atau bangunan yang biasa dilalui di sekitar rumah masing-masing. “Amati tempat tinggal kalian. Cintai. Pahami. Inilah awal dari “Introduction to Architecture”.”


Seung Min dan Seo Yeon menaiki bis yang sama saat pulang dari kampus, karena ternyata mereka tinggal di daerah yang sama di Jeongneung. Seo Yeon turun lebih dulu, kemudian disusul Seung Min. Sepertinya Seung Min sudah lama memperhatikan Seo Yeon, kayak secret admirer gitu, hehe..



Tiba-tiba ada yang memanggil Seung Min di pertigaan, dia Nap Tteuk, sahabat Seung Min yang juga baru pulang. Nap Tteuk menanyakan siapa Seo Yeon, apakah Seung Min mengenalnya. Karena Nap Tteuk melihat Seung Min yang terus memperhatikan Seo Yeon. Namun Seung Min mengelak tidak mengenal Seo Yeon. Kemudian Nap Tteuk mengajak Seung Min untuk main dan makan bersama.

Sambil berjalan bersama, mereka mengobrol saling bertanya bagaimana dengan kuliahnya masing-masing, dan Nap Tteuk bertanya apakah Seung Min punya pacar atau tidak. Kemudian Nap Tteuk behenti dan tersenyum pada seorang gadis sekolahan menengah. Dia adalah pacarnya Nap Tteuk. Seung Min terkejut mengetahui Nap Tteuk berpacaran dengan anak SMA. Nap Tteuk bilang, harus dengan siapa lagi, masa anak SMP, dia kan hanya seorang mahasiswa ulangan.

Nap Tteuk mengomentari gaya rambut Seung Min yang menurutnya tidak sesuai dengannya yang sudah menjadi mahasiswa, tidak berwibawa. Nap Tteuk memberikan Seung Min hairspray untuk dipakai kalau mau kencan. (duh Nap Tteuk, sekarang mah jamannnya gel kali.. hehe) dan Nap Tteuk mempraktekan cara menggunakannya,

pertama goyangkan botolnya.

Kemudian semprotkan ke telapak tangan

lalu usapkan ke rambut.

Seung Min pergi keluar rumah untuk mengerjakan tugas memotretnya. Dia berjalan sambil memotret lingkungan sekitar rumahnya. Kemudian dia mendatangai semacam taman kota gitu. Jepret, jepret. Ketika dia mau memotret sebuah pohon, sambil rebahan. Dia menangkap sosok Seo Yeon di lensa. Sempat terkejut dan memastikan, lalu Seung Min memotret kembali. (kayaknya sih Seo Yeon nya ikut difoto deh, hehe..)




Seo Yeon melihatnya, Seung Min pura-pura melihat kameranya dan kemudian mengalihkan perhatiannya ke semut, alasan untuk menghindari Seo Yeon. 


Seo Yeon menegurnya, membuat Seung Min berhenti.“Kau dari kelas Pengenalan Arsitektur kan?”


Kemudian Seung Min dan Seo Yeon berjalan bersama. Seo Yeon menanyakan apakah Seung Min mahasiswa tahun pertama? Kelas pertama? Apakah tinggal di Jeongneung? Sudah lama? Berapa lama? Yang semuanya dijawab “ya” oleh Seung Min. Seung Min pun bilang kalau dia sejak lahir di Jeongneung. Seo Yeon ternyata orang pindahan, jadi tidak tahu daerah Jeongneung semuanya, harusnya Seung Min tahu. Seo Yeon berjalan lebih dulu, dan Seung Min mengikutinya dengan ragu-ragu.



Seo Yeon berhenti di depan sebuah rumah yang pintunya telah ditumbuhi tanaman liar yang merambat. Seung Min bilang itu rumah kosong. Tanpa ragu Seo Yeon membuka pintu dan masuk ke dalam rumah itu. Seung Min yang awalnya mencegah karena tidak sopan masuk ke rumah orang lain, akhirnya ikut masuk juga. Seo Yeon mengagumi rumah itu.


Kemudian mereka duduk bersama, dan Seung Min bertanya mengapa Seo Yeon yang dari jurusan musik mengambil mata kuliah pengantar arsitektur. Seo Yeon heran darimana Seung Min tahu kalau dia dari jurusan music. Seung Min bilang dia diberitahu oleh kakak kelasnya Jae Uk. Lalu Seo Yeon membuat kesepakatan, “Aku bukan dari jurusan arsitektur dan juga tidak akrab dengan lingkungan Jeongneung. Tapi kamu dari jurusan arsitektur dan juga sudah tinggal disini sangat lama. Jadi, bagaimana kalau kita mengerjakan tugas bersama?” Seo Yeon juga meminta Seung Min untuk tidak berbicara formal dengannya karena merekan kan sama-sama tingkat pertama. Seung Min yang memang gugup beberapa kali dikejutkan Seo Yeon.

Di kelas dosen memberikan tugas lagi untuk minggu ini, yaitu melakukan perjalanan ke tempat yang jauh, tempat yang jauh dari tempt tinggal masing-masing.


Seung Min riweuh mau berangkat mengerjakan tugasnya bersama dengan Seo Yeon. Dia minta dicucikan kaos ke ibu nya, dan harus langsung kering, yang ditanggapi dengan omelan oleh ibunya. 





Seung Min juga mencoba menggunakan hairspray yang kemarin diberikan Nap Tteuk padanya. Setelah bergaya di depan kaca, Seung Min pun kembali mencuci rambutnya. Mungkin dia merasa aneh. (saya juga liatnya aneh, hihi..)


Di bis, mereka hendak menuju Gaepodong, tempat pemberhentian akhir bis, melewati 42 halte.


Seung Min dan Seo Yeon memotret dari atap sebuah gedung. Menatap Seoul yang menurut Seo Yeon sangat besar, bahkan bangunannya pun semuanya besar. Seung Min baru mengetahui kalau Seo Yeon berasal dari Pulau Jeju, dan Seung Min baru kali in bertemu dengan orang yang berasal dari Pulau Jeju.
Seung Min bilang dia banyak mendengar kalau Pulau Jeju mempunyai lingkungan yang sangat bagus. Tapi Seo Yeon tidak sependapat, dia sudah lama sekali menginginkan tinggal di Seoul, menurutnya di Seoul semuanya bagus. Apgujeongdong juga sangat keren. Seung Min bertanya apakah orangtua Seo Yeon masih di Pulau Jeju. Ayah Seo Yeon masih di sana, tapi ibunya sudah meninggal. Seo Yeon tinggal sementara di rumah teman ayahnya. Seung Min juga sudah tidak mempunyai ayah.



Seo Yeon mengeluarkan walkman nya dan menawari Seung Min untuk mendengarkannya bersama-sama. Lagu dari CD Exhibition, Seo Yeon akan meminjamkannya, Seung Min terlihat senang. Seo Yeon memandang lurus ke depan, Seung Min memandang Seo Yeon dengan tersenyum.

----------------------------
  Bersambung ke Part selanjutnya


Comments

Popular Posts