Sunday, March 31, 2013

[Sinopsis K-Movie] Introduction to Architecture (Part 3- end)

Part 1
Part 2






Seo Yeon tergesa-gesa menuju RS, keadaan ayahnya memburuk. Dokter menjelaskan, tiba-tiba ayah Seo Yeon punya masalah pada tekanan darahnya dan situasinya agak buruk. Tapi kondisi ayahnya sekarang sudah stabil.
Seo Yeon menyuapi ayahnya makan.



Seung Min datang ke rumah Seo Yeon yang sedang dibangun. Seung Min dan Seo Yeon jalan bersama, Seung Min mengajak Seo Yeon makan. Seo Yeon tiba-tiba berhenti dan mengintip ke dalam sebuah rumah, tempat dia les piano dulu. Seung Min lalu meminta Seo Yeon untuk berjalan kembali, dia akan mentraktis sup rumput laut untuk Seo Yeon. “Kenapa sup rumput laut?” Tanya Seo Yeon. “Bukankah hari ini  hari ulang tahunmu? 11 November. 1111.” Jawab Seung Min. Seo Yeon hanya diam memandang Seung Min, yang membuat Seung Min keheranan, kemudian tersenyum dan berjalan. Seung Min bingung, apakah hari ulang tahun Seo Yeon berubah. Seo Yeon bilang hari ini benar hari ulang tahunnya. (curiga…)


Seo Yeon pun makan sup rumput laut di sebuah restoran. Seo Yeon meminta hadiah ulang tahun pada Seung Min. “Aku butuh tempat meletakkan piano, buatkan ruangan yang bagus. Aku mempertimbangkan untuk waktu yang lama. Aku ingin pindah kesini  setelah menyelesaikan segalanya. Ayahku… dokter bilang sia-sia baginya tinggal di RS. Dia hanya punya waktu sekitar 1 atau 2 tahun lagi. Meskipun waktunya tak lama, tapi jika aku bisa hidup bersama, seharusnya tidak seburuk itu. Setidaknya aku tidak akan punya penyesalan.” Seo Yeon menyeka air matanya, lalu melanjutkan, “Dan aku bisa gunakan kesempatan ini untuk kembali merencanakan hidupku. Sebuah awal yang baru di kotaku. Bukankah itu menyenangkan?” Tanya Seo Yeon.
Seung Min yang sedari tadi terdiam mendengarkan penjelasan Seo Yeon pun bertanya apakah Seo Yeon serius. Dan dijawab “iya” dengan mantap oleh Seo Yeon.



Seung Min mendapatkan tentangan untuk menambah bangunan pada rumah Seo Yeon oleh Eun Chae. Eun Chae emosi, pembangunan akan selesai minggu depan, dan Seo Yeon malah meminta di rancang ulang. Seung Min menenangkan dengan berkata bahwa Seo Yeon akan membayar biaya tambahan. Tapi bukan itu masalahnya yang membuat Eun Chae emosi, merancang ulang butuh waktu sekitar satu bulan, dan bulan depan adalah pernikahan Seung Min dan Eun Chae.
Eun Chae tidak mau melakukannya. Kemudian Pak Kepala Bagian menengahi pertengkaran mereka, dia yang akan mengerjakannya, jadi Seung Min konsentrasi saja mempersiapkan pernikahan mereka. Tapi Seung Min menyela, “Aku akan melakukannya. Aku akan menyelesaikannya. Biarkan aku melakukannya.” Pinta Seung Min pada Eun Chae.

Dan disinilah Seung Min mengajukan rancangannya pada Seo Yeon. Karena sulit untuk merubah bangunan lagi, makan piano akan ditaruh diruangan yang awalnya untuk kamar Seo Yeon. Kamar Seo Yeon akan dibuatkan lagi dilantai atas.





Dimulailah pembangunan kamar Seo Yeon. Seung Min pun turun langsung bersama para tukang dan direcoki juga oleh Seo Yeon. Ketika Seung Min sedang member pengarahan pada tukang, Seo Yeon memperhatikannya dengan tatapan bahagia. Sepertinya Seo Yeon CLBK nih. Untuk mengejar waktu, Seung Min bahkan rela menginap di bangunan yang belum jadi itu. Dan pembangunan pun dilakukan sebelum matahari terbit.





Seo Yeon melihat-lihat rumahnya yang hampir selesai dibangun. Dia naik ke lantai atas, ke bakal kamarnya. Bagus deh, ada rumput diatas rumahnya. Langsung menghadap ke laut. Ternyata ada Seung Min yang tertidur disana. Seo Yeon pun ikut tiduran disampin Seung Min, memandang wajah Seung Min dengan perasaan sayang.

Flashback..

Hari itu dosen mengumumkan akhir dari mata kuliah Introduction to Architecture, dan mengucapkan salam perpisahan. Seo Yeon berada dikelas, sedangkan Seung Min sepertinya tidak ada. Setelah keluar dari kelas, Seo Yeon disapa oleh Jae Uk. Dia mengajak Seo Yeon datang ke pesta akhir kelas. Tapi Seo Yeon malah menanyakan kehadiran Seung Min pada Jae Uk.



Seung Min memang tidak masuk kelas. Dia menunggu Seo Yeon di dekat rumahnya, sambil berlatih kata-kata yang akan diucapkannya pada Seo Yeon untuk pengakuan rasa sukanya pada Seo Yeon. Dan dia juga membawa maket rumah impian Seo Yeon.

Di tempat pesta, Seo Yeon mengirimkan pesan pada Seung Min yang susah dihubungin untuk segera memberinya kabar melalui pager. Oya, sepertinya pagernya Seung Min habis bateri atau semacamnya. Soalnya Seo Yeon sudah mencoba menghubungi Seung Min sejak keluar kelas.
Jae Uk mendekati Seo Yeon dan mengajaknya untuk minum bir (atau soju ya). Seo Yeon menolak, dia bilang dia tidak tahu caranya untuk minum. Jae Uk bilang bahwa dia juga tidak tahu. (bohong banget padahal)





Seung Min masih menunggu Seo Yeon. Dan sepertinya Seo Yeon pun minum, karena sekarang Seo Yeon yang mabuk turun dari mobil dipapah oleh Jae Uk. Seung Min melihatnya dari kejauhan. Jae Uk mencoba mencium Seo Yeon yang mabuk, 2x, tapi tidak berhasil. Lalu dia membawa Seo Yeon masuk ke dalam rumahnya. Seung Min yang maih sembunyi lalu mengikuti mereka. Dia melihat lampu dikamar Seo Yeon menyala. Seung Min memberanikan diri menempelkan telinganya di pintu rumah Seo Yeon. Terdengar suara. Seung Min lalu berjalan pergi dengan perasaan kecewa dan sedih.
(mungkin ini maksud perkataan Jae Uk tentang perempuan waktu di awal-awal pas Seung Min dan temannya datang ke rumah Jae Uk. Membuat mabuk lalu ditiduri.)

Seung Min mencari gara-gara dengan sopir taksi untuk melampiaskan emosinya. Dia dipukuli. Sedih liatnya.




Seung Min curhat pada Nap Tteuk. Nap Tteuk bilang, “dia benar-benar wanita yang pantas mati.” (ini dia kenapa Seung Min bilang cinta pertamanya itu seorang wanita yang pantas mati.)
Nap Tteuk menghibur Seung Min, Nap Tteuk menyuruh smein untuk melupakan Seo Yeon. Seung Min diam saja dengan wajah sendu. Nap Tteuk juga bilang dia akn memabantu Seung Min mendapatkan pacar nanti.
“Tapi…meskipun mereka pergi ke dalam ruangan bersama, ada kemungkinan tak ada yang terjadi. Hanya mabuk. Hanya mengantarnya pulang saja.” Seung Min masih berusaha menyangkal pikiran buruknya.
Nap Tteuk pun terlihat sedih dengan keadaan temannya. Dia masih berusaha menghibur Seung Min. Dia mengajak Seung Min bertemu ketika turun salju pertama, dia akan membawa pcar dan temannya, kemudian mereka kencan ganda, bermain lempar bola salju, dan saling memukul pergelangan tangan apabila kalah.
Seung Min tak kuasa lagi menahan tangisnya. Dia menangis dipelukan Nap Tteuk.


Paginya, ketika Seo Yeon membuang sampah, dia melihat ada maket rumah yang dibuatkan Seung Min untuknya.

Flashback end..

Akhirnya rumah Seo Yeon selesai dibangun. Seung Min berada disana dan sedang memotret hasil karyanya. Disetiap sudut ruangan di rumah itu. Kemudian Seo Yeon datang beserta barang-barangnya.



Malam itu, setelah mereka menanam sebuah bunga, mereka duduk bersama di dalam rumah,  menghadap ke laut. Seo Yeon tak mengira, akhirnya rumahnya selesai dibangun, dia merasa bahagia. Kemudian dia menanyakan perasaan Seung Min setelah membangun rumahnya. “Bukankah kamu berjanji sebelumnya akan membuatkan aku sebuah rumah. Kau tak ingat?” Tanya Seo Yeon. Seung Min menatap Seo Yeon, lalu berpaling, tanpa menjawab dan hanya memegang kaleng minumannya.
Seo Yeon bertanya lagi, “Beritahu aku, kenapa kamu sangat baik kepadaku saat itu?”. Seung Min menatap Seo Yeon kembali dan menjawab, “Karena aku menyukaimu.”
Seo Yeon berkata, apakah itu sebuah pengakuan, itu sudah lama. Seung Min bertanya apakah Seo Yeon tahu hal itu. “Apa aku bodoh? Bagaimana  aku tidak tahu, kamu bahkan menciumku ketik aku sedang tidur. Itu ciuman pertamaku.” Ujar Seo Yeon. Seung Min masih menatap Seo Yeon. Tatapannya itu seperti tatapan pilu, setelah sekian lama akhirnya dia bisa membuat sebuah pengakuan, tapi dia sudah akan menikah dengan orang lain.


Seung Min kemudian pamit pulang. Ketika didekat pintu, dia akan membantu memindahkan kardus-kardus Seo Yeon terlebih dahulu, dia menemukan maket rumah buatannya yang waktu itu dia buang didekat rumah Seo Yeon ada disalah satu kardus.
Seung Min pun menanyakan pada Seo Yeon kenapa Seo Yeon datang mencari dia, apakah disini kekurangan arsitek, sampai saat ini kenapa Seo Yeon harus mencaari dia.
Seo Yeon bilang dia penasaran, bagaimana Seung Min sekarang, seperti apa Seung Min sekarang. Seo Yeon tidak berani menatap Seung Min. “Hanya karena itu? Hanya karena kamu ingin tahu? Hanya itu saja? Itukah mengapa kamu terus menyimpan rongsokan ini sampai sekarna?” Tanya Seung Min emosi sambil menendang kardus yang berisi maket itu.


Seo Yeon menatap Seung Min, “Iya, jadi aku menyimpannya sampai sekarang. Kenapa aku tak boleh menyimpannya? Aku, karena aku… karena kau adalah cinta pertamaku.” Seo Yeon menangis. Seung Min menghampirinya, dan kemudian mencium Seo Yeon.

Flashback


Seo Yeon menunggu Seung Min diluar gedung kuliah Seung Min. Seung Min yang melihatnya kemudian menghampiri Seo Yeon. Seo Yeon bilang dia datang untuk mencari Seung Min karena Seung Min tak bisa dihubungi. Seo Yeon terlihat merasa bersalah.



Seung Min tidak menjawab, dia mengeluarkan CD Exhition dan memberikannya pada Seo Yeon. Seung Min bilang dia tidak punya CD player dirumahnya, jadi tidak bisa mendengarkan lagunya. Lalu Seung Min pun meminta Seo Yeon untuk tidak lagi datang mencarinya. Seo Yeon bertanya mengapa, Seo Yeon tidak mengerti. Seung Min hanya meminta Seo Yeon untuk menghilang dan kemudian pergi meninggalkan Seo Yeon.

Flashback end..


Seung Min menemani Eun Chae mencoba gaun pengantinnya.

 
Seo Yeon berada di RS menemani ayahnya. Dia menunjukkan foto-foto rumah yang akan mereka tempati nanti. Tanpa sengaja ternyata ada foto Seung Min disana, ayah pun bertanya itukah orangnya. Seo Yeon dengan menahan tangis berkata dia hanya temannya.




Seung Min pulang kerumah ibunya. Dia dibuatkan sup, ibunya bilang nanti setelah pindah ke Amerika Seung Min tidak bisa lagi memakannya. Lalu Seung Min bertanya, bagaimana jika ia tidak jadi pergi ke Amerika. Ibu akan sendirian setelah dia pergi, Seung Min mencemaskan ibu. Ibu bilang omong kosong, “semakin mahak sup yang kamu makan, bicara kamu semakin ngawur.”
Kemudian ibu memberikan buku tabungannya sebagai hadiah pernikahan, untuk membantu keuangan Seung Min nanti. “Tidak usah. Kenapa ibu memberikan uang hasil penjualan toko ibu? Ibu harusnya menggunakan itu untuk pindah rumah. Ibu juga harus tinggal dirumah yang lebih nyaman.” Kata Seung Min.
Ibu mengalihkan pembicaraan dengan mengambil kimchi di dalam kulkas yang masih saja berantakan. “Jangan khawatirkan aku, jagalah menantuku dengan baik. Aku tinggal disini sudah lebih dari 30 tahun. Dan sekarang aku sudah tua. Dimana lagi tempat yang bisa membuat hidupku nyaman. Aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku disini.”



Seung Min melihat ibunya memakai kaos GEUSS kesayangannya. Seung Min diam diluar rumah, dia berusaha memperbaiki pintu yang waktu itu dia rusak, kemudian menangis sedih.

Flashback…






Turun salju. Seo Yeon datang ke rumah kososng itu. Sesuai janjinya. Dia duduk diam menunggu Seung Min. Sementara Seung Min meringkuk dikamarnya. Hari sudah larut, Seo Yeon masih ditempatnya. Dia terlihat sedih. Kemudian dia meninggal CD Exhibiton dan pemutar CD miliknya disana. Menatap ke pot bunga sambil mengusap air matanya dan berlalu pergi.

Flashback end..



Seung Min berada di pesawat menuju Amerika bersama Eun Chae. Mereka sudah menikah sepertinya.




Seo Yeon selesai mengajar piano dirumahnya. Dia kemudian keluar dan menyapa ayahnya yang sedang duduk di dekat kolam ikan kecil yang ada telapak kakinya. Kemudian datang pengantar paket.





Seo Yeon ke dalam rumah dan membuka paket tersebut. Paket dati Seung Min. CD Exhibiton dan pemutar CD-nya. Seo Yeon pun mendengarkan CD itu sambil memandang langit. Mengingat kenangan indahnya bersama Seung Min.

THE END


Note:
Setiap orang pasti memiliki kisah cinta pertama mereka sendiri ya. Sangat menyenangkan dan tentunya bahagia bila kita bisa bersama dengan cinta pertama kita. Tapi jika tidak, itupun bukan sesuatu yang harus disedihkan. Hidup harus terus berlanjut, dan masih ada cinta lain yang siap menyambut kita.
Aku salut sama Seung Min. Walaupun dia terlihat masih menaruh perasaan pada Seo Yeon, tapi dia tidak goyah dan tetap menikah dengan Seo Yeon. Cinta tidak harus memiliki bukan? Lagipula selama ini mungkin Eun Chae yang membuat dia bahagia ketika tidak ada Seo Yeon.
Seo Yeon, setelah bercerai kemudian mencari Seung Min. Dia pun masih punya perasaan pada Seung Min. Mungkin kalau dia menemukan Seung Min yang belum mempunyai tunangan, dia ingin menjalin hubungan yang sempat tertunda dengan Seung Min. Namun Seung Min sudah menjadi milik orang lain.  Aku pun salut pada Seo Yeon yang tidak berusaha mengganggu hubungan smein dengan Eun Chae. Sekali lagi, cinta tidak harus memiliki.
Setidaknya sekarang mereka sudah saling tahu perasaan mereka masing-masing waktu dulu.
Coba pas turun salju Seung Min datang menemui Seo Yeon, dan mendengarkan penjelasan dari Seo Yeon, mungkin mereka akan bersama ya. Mungkin… 

Baiklah, terimakasih untuk teman-teman yang sudah membaca. Kalau bisa tolong komen ya, biar aku tahu kekuranganku dalam bercerita.
Sampai jumpa di sinopsis selanjutnya.

8 comments:


  1. tdnya sementara nunggu sinopsis master's sun, coba tengak tengok sinopsis yg lain.. ternyata ada sinopsis Introduction to Architecture. awalnya penasaran ama suzi dan ga in aja.. setelah baca part 1 dan 2 bagus ceritanya tp.... endingnya setengah gak di harapin :(
    ku rasa ini cerita nyata karna itulah hidup tak semua berjalan sesuai harapan.. mereka menempuh jalan hidup masing2...
    tp bener setidaknya mereka tau perasaan masing masing...
    haaaahhh... jadi nyesek di dada.. jadi galau karna kisahku jg sama sprti ini,,, walau 7 tahun sudah berlalu berharap dipertemukan kembali, walau tak di takdirkan bersama tp berharap mengetahui perasaan masing masing.

    ReplyDelete
  2. Hidup itu tidak hanya tentang hari ini,ada masa lalu, n hari esok,
    Cinta datang dan pergi...
    Tpi mnurut aq bkan cnta pertma akn abadi selamanya,tpi ad cnta trakhir yaitu setelah mnikah,,,,
    Gaya ceritanya oke kok mbak mu2,
    Ini udh baca sekian x baru koment,
    Mian,°•ⓣⓗⓐⓝⓚⓢ‎​•° mbak mu2...
    -uci-

    ReplyDelete
  3. Akh .. Sad ending .. Sedih ..

    ReplyDelete
  4. Congrats mba mumu, saya memang cari blog yg recap k-movie ini.
    Kalo bisa dibanyakin mba k-movienya.
    Suka banget saya :)

    ReplyDelete
  5. Terima kasih sinopsis nya. :-)

    ReplyDelete
  6. Sad ending :(
    Well, memang bgitulah realita kehidupan yg seringkali berjalan tdk sesuai harapan & butuh kebesaran hati utk menerimanya. Terima kasih sdh membuat sinopsis film ini

    ReplyDelete
  7. Setuju...ngga semua nya berakhir dgn apa yg kta mau...tp semua bahagia menjalani kehidupan masing2. Makasih sinopsis nya.

    ReplyDelete
  8. Awal baca g suka bgt sama karakter Seo Yeon di sini. Baik yg dewasa mau pun yg remaja. Tp di ending cukup buat terharu.....

    Mungkin d film kebanyakan yg jd pemeran utama itu tunangannya Seung Min sm Seung Min. Tp kalo d sn masa lalunya Seung Min dan Seung Min.
    Atau d ending Seung Min jd balik lg sama masa pemeran utamanya.
    Tp film ini beda. Dan endingnya itu yg buat g klise dan realistis bgt

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD