Sinopsis SHARK episode 1 - 1


Seorang anak laki-laki terlihat memandang lurus ke
kamera dan mengatakan:
"Hiu."
Dari balik kamera, seorang gadis bertanya padanya apa yang dia maksud. Dia menjawab bahwa hiu
tidak memiliki kantung renang, sehingga mereka harus terus bergerak untuk hidup-bahkan ketika tidur. Karena itulah dia menyukai hiu, "Karena tidak tampak seolah-olah ada orang yang akan
seperti hiu. "
~~~

Ternyata, rekaman itu adalah memori daari HAN YI-SOO yang sedang duduk di pesawat terbang.
Kemudian, dia mengingat kembali ketika si gadis bertanya apa yang akan dia lakukan jika dia
menghilang.
"Aku harus menemukanmu," Yi-soo menjawab.
"Bagaimana jika kamu tidak dapat menemukan aku?" Dia bertanya lagi.
"Aku akan menemukan kamu tidak peduli apapun yang terjadi."
~~~

Sementara itu, ditempat lain seorang wanita mempersiapkan pernikahannya.
Dia adalah JO HAE-Woo, si gadis yang memegang kamera.
 
Hae-woo memperhatikan calon suaminya yang dikelilingi oleh sekelompok teman dan mengobrol, dan dia tidak bisa tidak tertawa ketika dia melihat calon suaminya menguap dari balik tangannya.(yang nguap ternyata Hae-woo, hehe, mian..)
Sementara itu, Yi-soo memasuki aula pernikahan. Ia tampaknya mengenali semua wajah-wajah yang dilihatnya, tetapi tampaknya berharap bahwa tidak akan ada mengenalinya.
Lalu Yi-soo melihat wajah Hae-woo di tengah kerumunan orang, dan ekspresinya berubah serius.
Mereka saling menatap.
~~~
Kemudian Yi-soo muda dari rekaman akhirnya menjawab pertanyaan si gadis, Bagaimana kamu akan menemukan aku?
"Karena, sampai hari aku mati, aku akan terus mencari kamu. Karena aku bahkan tidak akan bisa mati sampai aku menemukan Anda. "
~~~
Di gedung pernikahan, Hae-woo terus menatap Yi-soo sampai dia menghilang di kerumunan. Hae-woo kemudian berjalan mencari Yi-soo.
Namun pada saat sebelum Hae-woo menemukan Yi-soo, terlihat Yi-soo mengepalkan tinjunya dan menahan air mata, menyendiri. Dan kemudian, kilas balik:
Yi-soo memegang ayahnya yang telah meninggal, dia berdiri di bilik telepon yang tepat sebelum truk berbelok ke dalamnya.
~~~
Yi-soo menggunakan memori ini untuk menguatkan dirinya sendiri, hingga dia bisa kembali ke ruangan dengan ekspresi dinginnya. Dan mengatakan pada dirinya sendiri, "Lanjutkan. Jangan pernah melihat ke belakang lagi. Semuanya sudah dipersiapkan, dan sekarang adalah waktunya."
~~~
Flashback. Dua belas tahun yang lalu.
Yi-soo bertemu dengan Hae-woo yang mengaku kabur dari rumah. Mereka belum berkenalan. Hae-woo mengajak Yi-soo untuk makan di pinggir jalan. Yi-soo terlihat ragu dan hendak pergi meninggalkab Hae-woo. Tapi menahan Yi-soo dan menyurih untuk menunggunya sampai ada orang berjas yan mencarinya.
~~~
Dua belas tahun kemudian, setelah pernikahan. Hae-woo dan suami, OH JOON-YOUNG berkumpul bersama teman-temannya. Kemudian mereka terganggu salah satu teman mereka yaitu KIM DONG-SOO yang mengucapkan selamat kepada pasangan-dan ia menyebutkan  nama yang seharusnya tidak
disebutkan: Han Yi-soo.
Hae-woo pergi ke balkon untuk mencari  udara segar, tapi dia tidak sendirian. Yi-soo ada disana.
Hae-woo mengenali Yi-soo hadir di pernikahan, tapi dia tidak mengenalinya sebagai Yi-soo. Yi-soo terasa asing bagi Hae-woo, karena itu Yi-soo memperkenalkan dirinya dengan nama Jepang:
Yoshimura Jun, dan nama Korea Kim Jun (Untuk memudahkan penggunaan, kita akan
terus memanggilnya Yi-soo.)
~~~
Jabat tangan mereka mengantarlan kita ke kilas balik lain, ketika Yi-soo pertama kali bergabung dengan kelas Hae-woo. Yi-soo mendapat tempat duduk di samping Dong-soo (teman yang tadi mabuk), ia menjelaskan bahwa dia juga murid pindahan dan ingin bersahabat dengan Yi-soo.
Yi-soo dan Hae-woo mengenali satu sama lain di kelas, tetapi mereka tidak mengatakan apa-apa.
Kemudian, Dong-soo menghadapi geng pengganggu di sekolah, dan dia berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Hae-woo datang menyelamatkan sebelum Yi-soo, dan membela Dong-soo sampai si pengganggu menggertak dan menghina Hae-woo dengan menyinggung skandal ayahnya dengan seorang penyiar.

Si pengganggu akan balik memukul Hae-woo setelah Hae-woo memukulnya lebih dulu, tetapi dihentikan oleh Yi-soo.
Mereka bertiga bersiap melawan geng pengganggu, tapi mereka semua diselamatkan oleh bel.
Seorang anak tak dikenal yang diam-diam menyaksikan pertarungan tadi sekarang memukuli ketua geng pengganggu. Dia adalah Joon-young muda (suami Hae-woo di masa depan)
~~~
Dong-soo menunjukkan Yi-soo lingkungan sekitar sekolah, dan menyatakan bahwa mereka sekarang teman, dan "sekali kita teman, hidup atau mati, kita masih berteman. Oke?"
Mereka bertemu Hae-woo di perpustakaan. Hae-woo mengucapkan terima kasih pada Yi-soo atas bantuannya.
~~~
Yi-soo pulang ke rumah setelah dari sekolah. Ke sebuah rumah mewah dan terawat, dengan halaman seluas lapangan sepak bola, tapi itu bukan rumahnya. Dia dan ayah beserta adiknya pindah ke rumah untuk pelayan. Rumah yang kecil dan sempit, tapi menurut adik Yi-soo, HAN YI-Hyun, rumah itu sudah jauh lebih besar dari yang terakhir mereka tempati. Hae-woo adalah putri pemilik dari
rumah, sesampainya di rumah dia bertemu dengan ayahnya yang sedang bertengkar dengan ibunya. Hae-won jelas sangat marah walaupun dia mencoba menahannya.


Walaupn begitu Ayahnya,  JO EUI-SUN tersenyum mengucapkan selamat ulang tahun pada Hae-woo.
Hae-woo berlari menuju kamarnya, dan melewati ibunya yang sedang duduk meratapi perselingkuhan suaminya. Betapa ia ingin menyangkalnya tapi tidak bisa.
Hae-woo tidak mau mendengar lebih banyak lagi, dia keluar dan menginjak pecahan kaca.
Dan ternyata Yi-soo dan keluarganya berdiri di luar pintu depan, tanpa sengaja mendengar semuanya. Dan mereka memutuskan untuk pergi saat bersamaan dengan Hae-woo yang keluar.
Sudah jelas bahwa Hae-woo tahu (dan tampaknya malu bahwa) Yi-soo mendengar. Hae-woo terburu-buru pergi menghiraukan permohonan sekretaris keluarganya ntuk memeriksa kakinya yang terkena kaca. Hae-woo tidak mau berhenti, Yi-soo kemudian mengikuti Hae-woo.
Yi-soo tidak membuat kehadirannya disadari, bahkan saat ia menunggu Hae-woo dalam keheningan diuar
stasiun penyiaran dimana
penyiar yang mempunyai skandal dengan ayahnya bekerja.
~~~

Hae-woo menemui penyiar itu, dan berkata dengan keras bahwa kata-kata penyiar itu yang menyangkal
cerita dan menyangkal pernah bertemu ayahnya adalah sebuah kebohongan, karena ayahnya mengaku pernah bertemu dengannya. Hae-woo menuduh penyiar itu seorang pengecut, dan menjelaskan bahwa cinta itu sendiri bukanlah kejahatan, tapi cinta adalah pengecut ketika itu menyakiti orang-orang di sekitar mereka.
Kata-kata Hae-woo sangat tajam, sehingga penyiar wanita itu mengangkat tangan untuk menampar Hae-woo, yang kemudian dihentikan oleh Yi-soo.
Yi-soo menyeret Hae-woo pergi, dan memaksanya ke bangku taman ketika ia melihat cara berjalan Hae-woo.
Hae-woo seperti di dunianya sendiri, sibuk berusaha untuk menahan air matanya. Dan Yi-soo melepas sepatunya dan kaus kaki yang terkena darah untuk melihat kaca yang menancap di kaki Hae-woo. Yi-soo menyebut Hae-woo karena idiot membiarkan kaca menancap ke kakinya, sehingga mereka perlu pergi ke rumah sakit untuk mengeluarkannya.
Yi-soo membantu Hae-woo memakai kembali sepatunya dan menawarkan lengan untuk membantu Hae-woo berjalan, bahkan menasihati Hae-woo untuk berjalan dengan tumit untuk mengurangi rasa sakit.
Hae-woo mengenali Yi-soo sebagai anak sopirnya, dan mengatakan bahwa ayah Yi-soo lebih tampan, dan memiliki kepribadian yang lebih baik. Yi-soo setuju. Haaa...
Hae-woo mulai melupakan kesedihannya, dan memberitahu Yi-
soo bahwa itu hari ulang tahunnya, dan menyuruh Yi-soo untuk mengingatnya untuk tahun berikutnya.
"Tapi, dalam situasi seperti ini,
Bukankah seharusnya kau menggendongku di punggung?" Hae-woo menyindir. Yi-soo hanya tersenyum dan berkata, "Dalam mimpimu."

Bersambung ke bagian 2.


Sumber: Dramabeans (english version synopsis and capture)
Translated by mumuzizi (terjemahan bebas dibantu google translate)

Note:
Sengaja aq bagi 2 biar upload fotonya gak kebanyakan. Dan maap fotonya gak diselip di bacaan, soalnya aq ngepost pake hp, belum nemu caranya. Nanti diperbaiki kalo udah bisa online di lepi.
Terima kasih kunjungannya. :-)

Comments

Popular Posts