Friday, November 29, 2013

Sinopsis GOLDEN RAINBOW Episode 1 – 2

GR.E01.mkv_001787719 GR.E01.mkv_001799630

Ha Bin dikurung disebuah gudang usang. Dia menangis memanggil-manggil neneknya. Ha Bin menggedor-gedor pintu, tapi tak bisa membukanya karena pintu terkunci dari luar. Lalu dia melihat celah dari jendela yang ditutup kayu.

Ha Bin mencoba menggerak-gerakan papan-papan kayu yang menutup jendela itu, hingga akhirnya dia berhasil membuka satu papan dan dilemparkannya keluar.

GR.E01.mkv_001833097 GR.E01.mkv_001841740

Ha Bin berusaha memanjat jendela itu. setelah beberapa kali gagal, akhirnya dia bisa naik. Namun terlihat ragu saat akan melompat keluar, karena lumayan tinggi untuk anak seusianya. Ha Bin melompat. Malang, betis kaki kirinya terkena paku yang ada di papan yang tadi dia lemparkan. Ha Bin kembali menangis. “Nenek, aku ingin pulang.”

GR.E01.mkv_001863728 GR.E01.mkv_001889620

Ha Bin berjalan menjauhi gudang itu, menyusuri hutan, dan terus memanggil neneknya sambil menangis. “Nenek! Nenek! Nenek!”

Beberapa kali Ha Bin terjatuh karena sakit di kakinya. Ha Bin terus berjalan hingga sampai batu karang di tepi laut. Ha Bin terduduk memegangi kakinya dan memanggil neneknya lagi.

GR.E01.mkv_001922686 GR.E01.mkv_001952350

Seorang pria berjalan mendekati gudang itu, dengan sesekali melihat ke belakang, mungkin takut ada orang yang melihatnya. Dia membuka kunci pintu, dan mendapati Ha Bin yang telah menghilang. Dia melihat papan jendela yang terbuka.

Pria itu kemudian berlari mencari Ha Bin hingga ke karang tempat Ha Bin tadi duduk. Tapi Ha Bin sudah tidak ada disana, hanya ada sebelah sepatunya dan kaos kaki yang berlumuran darah. Pria itu mengambilnya dan terlihat ketakutan. Tangannya gemetaran. Dia lalu membuang sepatu dan kaos kaki itu ke laut.

***

GR.E01.mkv_001978009 GR.E01.mkv_001979844

Young Hye berdiri dengan cemas di rumah Jung Shim. Jung Shim yang tadinya duduk, beranjak berdiri dan berteriak pada kepala polisi, “Mengapa di bumi ini tidak bisakah kau menemukannya?! Sudah berapa hari ini? Hal apa yang dilakukan oleh polisi?”

Kepala polisi mengatalan mereka sudah mencoba yang terbaik juga. Jung Shim masih kesal, jika mereka mencoba dengan keras mengapa tidak ada perkembangan apapun.

GR.E01.mkv_001996127 GR.E01.mkv_002001533

Lalu anak buah polisi datang memanggil atasannya. Dia melapor bahwa mereka mendapatkan kepastian dari distrik selatan, dan mereka mengatakan bahwa ada kebakaran di gudang yang ditinggalkan di dekat laut. Kepala polisi heran, mengapa mereka perlu tahu tentang kebakaran itu.

“Itu…kami menemukan sebuah bantal bayi di gudang itu.”

Jung Shim dan Young Hye yang sedari tadi mengharap ada perkembangan tentang Ha Bin terkejut mendengarnya.

GR.E01.mkv_002013678 GR.E01.mkv_002023454

Kini mereka ada di depan gudang yang sudah terbakar itu. Kepala polisi bertanya pada Jung Min, apakah bantal yang sedang dipegang Young Hye itu adalah milik Ha Bin.

Jung Shim merasa lemas, dia tak sanggup berdiri dan dibantu oleh bibi pengasuh. Young Hye yang memegang bantal yang sudah setengah hangus sambil menangis, membenarkan itu adalah milik Ha Bin. Itu adalah bantal yang dia rajut untuknya.

GR.E01.mkv_002037101 GR.E01.mkv_002042607

“Ha Bin! Ha Bin! Ha Bin!” Young Hye kehilangan kesadarannya dan berlari masuk ke dalam gudang itu sambil memeluk bantalnya. Seorang polisi menahannya, tapi kepala polisi menyuruh untuk membiarkannya.

Young Hye mengorek-ngorek puing yang terbakar mencari Ha Bin. Jung Shim melihatnya dengan sedih.

***

GR.E01.mkv_002056754 GR.E01.mkv_002067665

Lalu banyak orang yang menyelam ke dalam laut dan mencari sesuatu di sekitar batu karang. Ternyata mereka sedang mencari keberadaan Ha Bin. Jung Shim terduduk lemas di karang.

Young Hye bertanya pada kepala polisi apa yang sedang dia lalukan, mengapa dia mengirim perahu ke tengah laut. “Apa yang kau lakukan disini dan tidak mencari bayinya?”

“Kami melihat pada jejak darah yang ditemukan. Kami tidak yakin, jadi kami akan memerlukan darahmu Nyonya. Kami akan melakukan tes DNA untuk memastikannya.”

“Lalu bayiku…” Young Hye tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.

GR.E01.mkv_002093624 GR.E01.mkv_002100898

Anak buah kepala polisi datang dengan membawa sesuatu di dalam kantong plastik. Mereka menemukan barang itu di laut. Jung Shim berdiri dan mengambilnya. Dia terkejut. Kepala polisi bertanya apakah itu adalah apa yang dipakai Ha Bin hari itu.

Jung Shim menjawab dengan tangisan kerasnya sambil memeluk plastik itu. Young Hye menggeleng, tidak bisa. Young Hye mengambil plastiknya dari tangan Jung Shim. Tidak ada jalan bahwa anaknya ditemukan di laut. Mengapa dia pergi kesana, dia baru saja berumur 5 tahun. “Bagaimana dia akan pergi masuk kesana? Katakan padaku itu tidak benar.” Young Hye bertanya pada mereka yang ada disana. Tapi tidak ada jawaban. Jung Shim menangis semakin kencang, dan bibi pengasuh juga ikut menangis.

GR.E01.mkv_002145209 GR.E01.mkv_002158489

“Itu tidak benar! Aku hanya memilikinya selama 100 hari. Aku…aku…” Young Hye berjalan kepinggir karang. “Tidak…aku bahkan belum memberitahuna bahwa aku adalah ibunya. Apa yang harus aku lakukan? Ha Bin! Itu tidak benar. Ha Bin! Ha Bin!” Young Hye menangis pilu.

***

GR.E01.mkv_002174805 GR.E01.mkv_002176974

Jin Gi memukuli seseorang. Dia berkata pada pria itu bahwa dia sudah memberitahunya untuk hanya menjaganya selama satu minggu. “Bagaimana bisa kau membunuhnya? Bagaimana bisa kau membunuhnya?!”

Pria itu, yang ternyata pria yang sama yang ditemui Jin Gi waktu itu beralasan bahwa orang bawahannya yang bodoh telah membuat suatu kesalahan. Jin Gi bilang itulah mengapa seharusnya dia menjaganya sendiri, mengapa malah membiarkan Ha Bin dalam tangan orang lain.

“Aku sibuk mendapatkan uang dari Jepang…”

GR.E01.mkv_002206137 GR.E01.mkv_002209440

Jin Gi menghempaskannya dan bertanya dimana pria itu (yang menjaga Ha Bin). Anak buah Jin Gi (aku belum tahu namanya, jadi biarkan aku menyebutnya demikian) mengatakan dia mengirim bawahannya untuk mencarinya setelah melihat berit, tapi dia sudah pergi bersembunyi.

“Bagaimana jika dia tertangkap?” tanya Jin Gi kesal.

“Kau tidak perlu khawatir. Aku tidak akan membiarkan namamu muncul. Dan juga, dia bahkan tidak mengenal siapa kau.”

“Temukan pria itu. Temukan dan habisi dia.”

***

GR.E01.mkv_002217080 GR.E01.mkv_002230728

Malam berhujan. Jung Shim di meja makan bersama Mi Rim dan Jin Gi. Jung Shim terlihat masih terpukul. Mi Rim membujuk ibunya untuk makan sedikit saja, juga pada suaminya.

Lalu Jung Shim bertanya pada Jin Gi masalah buku akunting itu, apakah Jin Gi sudah menyelesaikannya. Jin Gi bilang sudah, ada kesalahan pada salah satu pembukuan partner mereka. Tapi uangnya sudah disimpan di akun perusahaan tanpa masalah. Jung Shim meminta Jin Gi untuk menyimpan buku akunting itu diruangannya begitu Jin Gi selesai makan.

GR.E01.mkv_002257821 GR.E01.mkv_002267865

Jung Shim berdiri hendak pergi. Datang Young Hye yang basah kuyup. Jung Shim berkata pada Mi Rim untuk tidak membiarkan orang luar masuk ke dalam rumah mulai sekarang.

Young Hye mendekati Jung Shim, “Apa kau merasa lebih baik sekarang?” Young Hye lalu memberantakan makanan yang ada di meja.

Jin Gi memperingatkannya. Dan Mi Rim setengah berteriak bertanya apakah Young Hye menjadi gila.

“Ya, aku gila. Ibu mana yang akan waras setelah kehilangan anaknya?” Young Hye lalu menoleh dengan marah pada Jung Shim, “Setelah membunuh putriku, apakah kau merasa lebih baik?”

GR.E01.mkv_002324254 GR.E01.mkv_002327525

“Kau…membunuh putraku.” Ujar Jung Shim dingin.

“Tidak, kau membunuh putramu sendiri. Jika kau tidak menahannya, dia tidak akan terbunuh saat mencariku. Putraku dan cucumu…kau membunuh mereka berdua! Mereka adalah orang yang akan tetap hidup, jika mereka tinggal disisiku. Tapi kau mencuri mereka dariku, dan kau membunuh mereka. Apakah aku binatang buas? Apakah seorang yatim bukan manusia? Mengapa kau mengambil segalanya dariku?”

“Putraku adalah pewaris Golden Fishery. Jika kau, seorang yatim tanpa adanya latar belakang, tidak mengoda putraku, maka kami bisa menghindari kejadian itu. Kau membunuhnya.” Jung Shim tak kalah terluka.

GR.E01.mkv_002341772 GR.E01.mkv_002348947

“Maka bunuh aku juga. Bunuh saja aku!” Young Hye mengamuk, memecahan piring-piring yang ada di meja. Jung Shim sedikit terkejut, dan Mi Rim berteriak-teriak minta dipanggilkan polisi.

Jin Gi lalu menarik Young Hye keluar, tapi Young Hye memberontak. Jin Gi menamparnya. Young Hye semakin marah, dan merasa Jin Gi adalah bagian dari keluarga ini itu. Jin Gi kembali menarik Young Hye keluar.

GR.E01.mkv_002371002 GR.E01.mkv_002373937

Kali ini Young Hye tak bisa melepaskan diri. Sambil diseret, dia berteriak pada Jung Shim, “Kau! Hiduplah panjang umur! Golden Fishery itu, aku akan menghancurkannya! Aku akan membuatmu menyesal karena telah hidup! Aku akan membuatmu merasakan seperti apa neraka itu. Hiduplah lebih lama daripada aku! Aku tidak akan pernah lupa! Tidak akan pernah!”

Jung Shim menahan emosinya dan tidak berkata apa-apa.

GR.E01.mkv_002381846 GR.E01.mkv_002382013

Jin Gi menarik Young Hye hingga keluar gerbang. Mereka kehujanan, dan bicara dalam hujan. Young Hye bertanya bagaimana bisa Jin Gi melakukan itu padanya. Walaupun mereka tidak berbagi darah (bukan saudara kandung), tapi mereka hidup bersama selama 20 tahun. Bahkan jika Jin Gi mencintai uang, bagaimana bisa Jin Gi melakukan itu padanya.

“Kau bodoh, sadarlah! Tidak peduli apapun yang kau lakukan, apakah kau pikir mereka akan melihat kelelawar di kelopak mata? Orang itu melihat kita sebagai serangga. Jika kau bertingkah seperti ini, kau satu-satunya orang yang akan diseret ke dalam penjara.”

Young Hye menangis dan memukuli Jin Gi, “Kau seharusnya membiarkan itu terjadi. Kau seharusnya membiarkan aku…mengapa kau menghentikan aku?”

GR.E01.mkv_002432329 GR.E01.mkv_002434198

Young Hye lalu bertanya apa yang dilakukan Jin Gi selama ini. Apa yang dilakukan Jin Gi saat Ha Bin berakhir seperti itu. Han Joo bahkan masuk ke penjara hanya untuk membawa Ha Bin kembali padanya. “Tapi kau hidup dengan berusaha terlihat baik untuk wanita tua itu. Dia hanya seorang bayi yang bahkan tidak mendapatkan air susu ibu. Tapi alasanku membiarkannya pergi adalah karena kau ada di rumah ini! Bagaimana bisa kau melakukan ini? Bagaimana?!”

Jin Gi memegang pundak Young Hye yang menunduk, “Maafkan aku, Young Hye. Aku benar-benar minta maaf.”

Young Hye melepaskan tangan Jin Gi. Tidak ada yang perlu diselali oleh Jin Gi. Lanjutkan saja hidup Jin Gi, dan dia akan pergi di jalannya sendiri. Young Hye kemudian berjalan pergi, dan menghapus air matanya.

***

GR.E01.mkv_002478409 GR.E01.mkv_002517982

Ha Bin terbaring di sebuah rumah kecil dengan lukanya yang sudah di balut dan pakaian yang berganti. Ha Bin perlahan membuka matanya. Ada seorang anak laki-laki yang duduk disampingnya bertanya apakah Ha Bin sudah sadar.

Ha Bin menangis dan beranjak duduk. Anak laki-laki itu, Man Won meminta Ha Bin untuk menahan sakit di kakinya, karena obat yang sudah dia berikan akan membuatnya lebih baik. Tapi Ha Bin terus menangis. Man Won bertanya lagi apakah Ha Bin menangis karena lapar. Lalu Man Won menyuapi Ha Bin bubur. Ha Bin yang sepertinya memang kelaparan, langsung mengambil mangkuknya dan makan sendiri dengan lahap. Man Won teringat saat pertama kali dia menemukan Ha Bin.

GR.E01.mkv_002542873 GR.E01.mkv_002550147

Flashback. Pagi itu Man Won yang berjalan di pantai melihat seorang anak perempuan tergeletak di dekat karang. Man Won berlari menghampirinya. Man Won mengguncang-guncang anak itu.

“Apakah kau baik-baik saja? Bisakah kau mendengar suaraku? Bangun!” Man Won terus mengguncang tubuh Ha Bin, tapi tidak ada reaksi. Flashback end.

GR.E01.mkv_002555352 GR.E01.mkv_002561658

Man Won menceritakan itu pada Ha Bin. Saat itu dia berpikir Ha Bin sudah meninggal. Lalu Man Won bertanya siapa nama Ha Bin. Tapi Ha Bin tidak menjawab dan terus saja makan.

“Aw, aw..” terdengar sebuah suara. Ternyata di ruangan itu ada satu orang lagi. Nenek Man Won yang tengah terbaring. Man Won bertanya apakah neneknya itu sudah bangun. Nenek mengerang kesakitan. Man Won menyuapi nenek bubur buatannya. Tapi nenek tidak membuka mulutnya.

“Mengapa kau tidak mau makan? Kau butuh memakan sesuatu.”

GR.E01.mkv_002590054 GR.E01.mkv_002593524

Nenek menggunakan isyarat kepalanya menanyakan siapa Ha Bin. “Apakah kau menanyakan siapa dia?” tanya Man Won pada nenek yang mengangguk. “Aku juga tidak tahu. Aku akan mengantarnya ke rumahnya setelah dia sembuh, tapi dia tidak tahu dimana rumahnya maupun namanya. Aku tidak berpikir dia bisa bicara.”

Man Won kemudian meminta neneknya untuk makan kembali. Tapi nenek tetap menggeleng. Lalu Man Won memberikan bubur yang tadinya untuk nenek pada Ha Bin, karena bubur Ha Bin habis dan dia masih ingin makan. Ha Bin tersenyum pada Man Won, dan Man Won membalasnya.

Man Won duduk di luar menunggu Ha Bin keluar dan meletakan sepatu usangnya yang sudah kecil disamping. Ha Bin pun keluar dan duduk disamping Man Won.

GR.E01.mkv_002658489 GR.E01.mkv_002667832

“Apakah kakimu sudah tidak sakit lagi?” tanya Man Won, yang dijawab anggukan oleh Ha Bin.

“Apakah kau tidak ingat ibu atau ayahmu? Dimana kau tinggal?” tanya Man Won lagi, dan masih dijawab dengan anggukan oleh Ha Bin.

Man Won kemudian berkata bahwa dia juga tidak mengingat ibu dan ayahnya. Man Won merasa akan sangat bagus jika Ha Bin bisa bicara, karena dia sudah lama tidak bicara pada siapapun. Neneknya sakit dan dia tidak mempunyai teman. Jika terus seperti itu, dia mungkin akan tidak bisa bicara seperti Ha Bin. Ha Bin memandang Man Won mendengarkan.

GR.E01.mkv_002706737 GR.E01.mkv_002729627

Man Won meremas-remas jari tangannya sendiri, ragu, kemudian dia bertanya pada Ha Bin, “Apakah kau mau menjadi adik perempuanku? Aku ingin kau menjadi adikku. Aku ingin bicara padamu, dan aku ingin mengobrol bersamamu.”

Man Won menunduk sedih. Ha Bin menggandeng tangan Man Won. Man Won menoleh, “Apakah kau akan menjadi adikku? Benarkah?”

Ha Bin tersenyum. Man Won meneteskan air mata haru. Ha Bin menghapus air mata Man Won, dan mereka tertawa bersama.

***

GR.E01.mkv_002741872 GR.E01.mkv_002743607

Han Joo keluar dari penjara (ternyata dia sendiri yang dipenjara, aku kira sam Eok Jo). Eok Jo yang menjemputnya memanggil dengan riang. Dan ternyata disana ada Jin Gi yang ikut menjemput. Han Joo menghampiri mereka. Lalu dia bertanya mengapa Jin Gi datang, karena Jin Gi tidak perlu datang kesana.

Eok Jo bilang jika Han Joo merasa senang bertemu Jin Gi, maka katakan saja. Han Joo dan Jin Gi saling berpandangan dengan kaku. Eok Jo merajuk, Han Joo bahkan tidak melihat wajahnya. Lalu Eok Jo meminta Han Joo memakan tahu. Makan dan jangan pernah masuk ke penjara lagi. Han Joo pun memakannya dan Eok Jo tersenyum.

GR.E01.mkv_002785949 GR.E01.mkv_002788452

Kini mereka duduk di kedai makan pinggir pantai. Han Joo terkejut setelah Eok Jo menceritakan apa yang telah terjadi pada Young Hye. Han Joo tak percaya, dia bertanya mengapa Eok Jo tidak memberitahunya saat dia datang mengunjunginya terakhir kali. Eok Jo bilang jika dia memberitahu Han Joo, maka Han Joo akan gila. Dan juga, Han Joo akan langsung mencari tahu saat Han Joo keluar.

Han Joo bertanya bagaimana Young Hye sekarang pada Jin Gi. Tapi Jin Gi juga tidak tahu kemana Young Hye pergi, dia tidak mengatakan apapun.

Eok Jo nyeletuk, “Dia mungkin telah pergi bersama putri dan suaminya dan mati disuatu tempat.”

“Bicara yang masuk akal!” Han Joo memukul meja, membuat Eok Ja terkejut mengapa Han Joo marah padanya.

Eok Jo sepertinya kesal, tapi dia melampiaskan pada ahjumma pemilik kedai dengan alasan ikannya yang tidak layak untuk di makan. Eok Jo berteriak-teriak pada ahjumma dan berdiri untuk menghampirinya. (ataukah dia sengaja pergi untuk membiarkan Han Joo dan Jin Gi bicara?)

GR.E01.mkv_002839269 GR.E01.mkv_002849713

Hari sudah semakin sore. Eok Ja tertidur di salah satu meja. Jin Gi memulai obrolannya dengan Han Joo.

“Hyung! Apakah kau mengingat waktu itu? Waktu dimana kita kabur dari panti asuhan? Saat itu hari bersalju di musim dingin. Kita kedinginan, jadi kita mengetuk pintu yang berbeda-beda. Tidak ada seorangpun yang terlihat peduli. Saat itu, kau mencuri beberapa roti..sebelum berhasil, kita tertangkap oleh pemiliknya. Kita dipukul, tapi kita tidak pernah melepaskan roti yang ada di mulut kita.” Jin Gi menghela nafas. “Hyung, sejak saat itu, aku tahu. Tidak ada seorangpun yang berada di pihak kita. Jika aku ingin diperlakukan sebagai manusia, kita harus lebih besar daripada orang yang memperlakukan kita dengan buruk.”

GR.E01.mkv_002897127 GR.E01.mkv_002911108

“Jin Gi, apakah kau sulit bertahan dalam rumah tanggamu?”

“Tidak, itu tidak sulit sama sekali. Aku memiliki tujuan, jadi bagaimana bisa itu menjadi sulit. Aku hanya melihat pada tujuanku. Aku tidak peduli jika aku berubah menjadi seorang monster atau iblis. Aku hanya akan pergi di jalanku. Itu hanya satu-satunya cara untuk seorang yatim sepertiku menjadi sukses. Aku tidak akan menemuimu lagi. Maafkan aku.”

Han Joo mengangguk, dia mengerti. Han Joo tidak peduli selama Jin Gi melakukannya dengan baik. Jin Gi tertawa, itu adalah masalah Han Joo. Itulah mengapa kehidupan Han Joo menjadi berantakan. Jin Gi tertawa lagi. Lalu dia meminta ijin untuk meminta tolong. Jin Gi meminta Han Joo untuk melupakan Young Hye, karena Young Hye sama saja dengannya. Lupakan dia dan jalani kehidupan Han Joo sendiri. Han Joo tak menjawab dan hanya minum.

***

GR.E01.mkv_002975038 GR.E01.mkv_002981144

Eok Jo dan Han Joo berjalan pulang. Eok Jo yang mabuk mengumpat pada Jin Gi yang dia kira pergi saat di tertidur. Eok Jo membuatnya membeli beberapa minuman, tapi orang kaya itu pelit. Han Joo tidak menanggapi dan bertanya apakah Eok Jo masih suka pergi mencari ikan. Tapi Eok Jo bilang bagaimana dia menjalankan perahu dan mencari ikan, Eok Jo tidak memiliki Han Joo.

“Lalu apa yang kau lakukan untuk hidup?” tanya Han Joo lagi.

“Aku memasang jaring kecil, dan memancing. Aku sibuk mejalani hidup dengan uang itu bersama putraku.” Lalu Eok Jo teringat ada orang yang mencuri ikannya. Han Joo bertanya siapa, tapi Eok Jo juga tidak tahu.

GR.E01.mkv_003024221 GR.E01.mkv_003040103

Kemudian mereka bersembunyi, mengawasi perahu yang hendak menepi. Tidak terlihat awak perahu itu. Eok Jo bersiap mengambil kayu untuk memukul pencuri itu begitu turun. Mereka mendekat.

Dan ternyata, pencuri itu adalah Man Won bersama Ha Bin. Eok Jo terkejut dan menjatuhkan kayunya. Eok Jo menghampiri Man Won dan mengguncangnya, “Kau anak nakal! Apakah kau yang mencuri ikan? Kau anak nakal!” Eok Jo memukul kepala Man Won. Ha Bin menangis melihat Oppa-nya dipukul. Eok Jo terus mengguncang Man Won dan bertanya dimana rumahnya.

GR.E01.mkv_003050447 GR.E01.mkv_003071067

Han Joo berusaha menghentikan Eok Jo. Tapi dia tidak mengindahkannya dan bertanya lagi pada Man Won, sejak kapan dia mulai mencuri. Eok Jo hendak memukul Man Won lagi, Ha Bin lalu menggigit kaki Eok Jo untuk menghentikannya. Eok Jo mendorong Ha Bin hingga terjatuh. Man Won menghampiri Ha Bin. Eok Jo hendak menendangnya, tapi ditahan Han Joo.

“Aku bilang hentikan. Mereka anak-anak.” Han Joo mengingatkan.

Ha Bin berdiri dan berbicara, “Berhenti memukul kakakku!” Man Won tercengang mendengar Ha Bin akhirnya bicara.

“Apa yang kau katakan setelah mencuri?” Eok Jo kini hendak memukul Ha Bin.

Man Won menghalanginya, “Jika kau melukai adikku, aku tidak akan melepaskanmu.” Man Won marah.

GR.E01.mkv_003103467 GR.E01.mkv_003121618

Eok Jo hendak memukul kembali. Dan kini Han Joo berkata dengan keras, “Aku bilang hentikan. Tidak bisakah kau mendengarku?”

Ha Bin menangis di pelukan Man Won. Lalu Han Joo bertanya dengan lebih baik daripada Eok Jo, “Mengapa kau mencuri ikan?”

Eok Jo marah lagi (aish…ahjussi…please deh..), dan Han Joo kembali mengingatkan.

“Nenek..nenekku sakit. Aku mencuri ikan, jadi aku bisa membawa nenekku ke rumah sakit.” Man Won menjelaskan dengan menangis.

GR.E01.mkv_003131661 GR.E01.mkv_003156753

Mereka kemudian mengikuti Man Won dan Ha Bin kerumahnya.

Han Joo memeriksa nadi nenek yang sedang terbaring di lehernya. Dia menghela napas, lalu bertanya sejak kapan nenek seperti itu.

“Sejak beberapa hari yang lalu dia seperti ini, berbaring. Dia tidak bisa makan.” Man Win menjelaskan.

Han Joo mendesah, “Aku pikir nenekmu… sudah meninggal.”

“Berhenti berbohong! Walaupun dia tidak bisa bergerak atau bicara, dia bicara dengan matanya tadi pagi. Dia bilang padaku untuk kembali dengan selamat, dia mengatakan padaku dengan matanya.”

GR.E01.mkv_003207470 GR.E01.mkv_003212643

Man Won lalu berusaha membangunkan nenek. Dia tahu nenek sedang tertidur. “Bangunlah! Nenek, tolong buka matamu. Nenek, bangunlah. Jangan meninggalkanku seperti ini dan mati. Aku tidak punya ayah atau ibu. Bagaimana bisa kau meninggalkanku seperti ini.” Man Won menangis. Dan Han Joo hanya dia memperhatikannya.

“Nenek…” Ha Bin menangis.

“Kau bilang padaku kau akan mengirimku sekolah. Nenek. Nenek.” Man Won terus menangis memanggil-manggil neneknya, Ha Bin juga.

GR.E01.mkv_003273203 GR.E01.mkv_003285948

Keesokan paginya, Han Joo dan Eok Jo mengubur nenek. Man Won dan Ha Bin masih menangis. Eok Jo mengeluh, mereka baru saja menambahkan kesialan dalam hidup mereka. Mereka datang untuk mendapatkan uang, tapi apa ini.

“Oppa..jangan menangis..jangan menangis!” Ha Bin menenangkan kakaknya yang masih menangis.

Eok Jo kembali mengeluh dan mengajak Han Joo untuk pergi. Mereka sudah terjaga semalaman. Han Joo bagaimana dengan anak-anak.

“Bagaimana dengan anak-anak? Itu sudah cukup bagus bagi kita memaafkan mereka karena mencuri dan mengubur nenek mereka. Apalagi yang harus kita lakukan?” ujar Eok Jo.

GR.E01.mkv_003293823 GR.E01.mkv_003308005

“Bukan itu. Bagaimana bisa kita meninggalkan anak-anak itu? mereka bahkan tidak memiliki orang tua.”

Eok Jo mengusulkan untuk menyerahkan mereka ke kantor polisi, lalu mereka akan membawa anak-anak itu ke panti asuhan. Man Won mendongak mendengar kata ‘panti asuhan’. Lalu Ha Bin bilang pada Man Won bahwa dia lapar.

Han Joo yang mendengarnya mengajak Eok Jo untuk memberikan mereka makanan. Wah, kebiasaan Han Joo muncul lagi. Eok Jo meminta Han joo sadar dengan keadaannya sendiri. Haruskah dia memperhatikan urusan memberi makan anak-anak itu sekarang.

GR.E01.mkv_003329492 GR.E01.mkv_003332896

Namun, Han Joo tetap memberikan mereka makanan. Ha Bin makan dengan lahap. Man Won bahkan mengambikan lauk untuk Ha Bin, tapi dia sendiri tidak makan. Han Joo yang merasa heran pun menanyakan hal itu, apakah Man Won tidak lapar.

“Ahjussi, apa kau benar-benar akan mengirim kami ke panti asuhan?” tanya Man Won hati-hati.

“Apakah kau punya sanak keluarga yang kau ketahui?” tanya Han Joo balik.

Man Won menunduk dan menggeleng. Oleh karena itu, Han Joo bilang Man Won harus pergi ke suatu tempat dimana mereka bisa menjada Man Won.

GR.E01.mkv_003352682 GR.E01.mkv_003357286

“Aku tidak mau! Aku tidak akan pergi ke panti asuhan!” ujar Man Won cepat. Ha Bin bertanya apa itu panti asuhan pada kakakknya. Man Won tidak menjawab, tapi segera mengajak Ha Bin untuk berdiri dan pulang ke rumah.

“Aku tidak mau! Aku akan memakan ini!” Ha Bin akan menangis.

Man Won tetap mengajak pergi. Dia menjelaskan pada Ha Bin bahwa ahjussi itu (Han Joo) hendak membawa mereka ke tempat yang sangat buruk setelah mereka makan. Man Won kembali mengajak Ha Bin pergi. Tapi Ha Bin tetap tidak mau, dia lapar. Ha Bin menangis, lalu Man Won menunduk.

“Dia lapar. Mengapa kau seperti ini?” tanya Han Joo dengan sabar. Lalu dia berkata lagi, “Panti asuhan bukanlah tempat yang buruk. Kalian berdua tidak bisa hidup sendirian. Kau harus pergi ke sekolah juga, dan adikmu masih sangat kecil…”

GR.E01.mkv_003389619 GR.E01.mkv_003397126

“Bahkan saat itu, orang datang menemui nenekku dan mengatakan padanya untuk mengirimku ke panti asuhan. Dia tidak mengijinkan mereka untuk melakukannya! Aku akan hidup disamping nenek.”

“Itu saat nenekmu masih hidup, bagaimana kau akan membesarkan adikmu sendirian?”

“Aku bisa melakukannya! Aku bisa membesarkan seorang anak dengan diriku sendiri!” Man Won menangis.

GR.E01.mkv_003425655 GR.E01.mkv_003430193

Ha Bin yang juga masih meminta kakaknya untuk tidak menangis. “Kau hanya bisa mengajukan permohonan pada Ahjussi. Walaupun kita mencuri ikan, dia tidak memarahi kita. Dia juga menguburkan nenek, dan dia memberikan kita makanan.” Ha Bin menoleh pada Han Joo. “Ahjussi, karena kau baik hati, kau akan mengambil kami masuk, kan?”

Man Won menganggap adiknya bodoh, bahkan ayah merekapun mengabaikan mereka. Orang seperti apa yang akan mengambil dan membesarkan mereka. Ha Bin berkata dia tidak bodoh, mereka tidak bisa kembali ke rumah nenek. Ha Bin ingin makan. Ha Bin kembali menangis.

GR.E01.mkv_003456986

Han Joo meminta mereka untuk berhenti menangis dan melanjutkan makannya. Man Won berkata dia benar-benar tidak akan pergi (ke panti asuhan). Dia akan makan, lalu pulang ke rumah.

Man Won meminta Ha Bin berhenti menangis. Man Won mengusap air mata Ha Bin, lalu Ha Bin kembali makan.

GR.E01.mkv_003468831 GR.E01.mkv_003497794

Man Won dan Ha Bin tidur dirumah Han Joo dengan saling berpegangan tangan. Han Joo duduk merenung memperhatikan kedua anak itu yang tertidur. Tiba-tiba Ha Bin mengigau memanggil-manggil nenek. Han Joo mendekat dan menepuk-nepuk dada Ha Bin, menenangkannya. Ha Bin memegang tangan Han Joo. Lalu Han Joo menggenggam tangan Ha Bin.

Ingatan Han Joo melayang pada perkataan Young Hye waktu itu: “Seekor ulat harus puas makan daun pinus. Tapi aku pikir aku benar-benar benci jadi yatim. Aku berjuang keras untuk itu. Tapi pada akhirnya, aku berakhir tanpa apa-apa.”

Han Joo juga teringat perkataan Jin Gi: “Aku hanya melihat pada tujuanku. Aku tidak peduli jika aku berubah menjadi seorang monster atau iblis. Aku hanya akan pergi di jalanku. Itu hanya satu-satunya cara untuk seorang yatim sepertiku menjadi sukses.”

Han Joo kembali memandangi kedua anak itu.

***

GR.E01.mkv_003543739 GR.E01.mkv_003544274

“Kau gila! Kau akan membesarkan anak-anak itu? Kau?” Eok Jo memandang Man Won dan Ha Bin yang sedang bercanda dan tertawa.

Han Joo membenarkan. Eok Jo hendak mengatakan sesuatu, tapi Han Joo memotongnya. Han Joo sudah memutuskan, jadi dia meminta Eok Jo berhenti meyakinkannya untuk berbuat sebaliknya. Eok Jo bilang, bahkan jika Han Joo mengatakan itu, apakah Han Joo berpikir membesarkan anak adalah lelucon.

“Aku tidak bisa mengirim anak-anak malang itu pergi.” Ujar Han Joo masih tidak menatap Eok Jo dan sibuk menaruh ikan kering untuk dijemur.

GR.E01.mkv_003592087 GR.E01.mkv_003599929

“Lalu apa? Jika kau bertemu anak malang dijalanan apakah kau akan membesarkan mereka?!:

“Benar. Jika aku bisa melakukannya, itulah apa yang ingin aku lakukan.”

Eok Jo tidak percaya. Han Joo lalu mengangkat wajahnya, dan berkata paling tidak Eok Ja punya anak. Han Joo sesekali merasa kesepian. “Akan menyenangkan mendengar suara tawa.” Ujar Han Joo memandangi Ha Bin dan Man Won. Eok Jo ikut menoleh dan mengangguk. Han Joo tersenyum melihat mereka.

GR.E01.mkv_003602699 GR.E01.mkv_003613877

Mereka duduk dan makan bersama. Eok Jo bertanya nama mereka. Man Won menjawab bahwa namanya adalah Man Won, Kim Man Won. Eok Jo terkejut dan mengatakan namanya lucu (Man Won = 10 dolar). Eok Jo memberitahu bahwa anaknya bernama Soo Pyo, Cheon Soo Pyo (Soo Pyo= cek). Dan namanya adalah Eok Jo (Eok= 100 juta, Jo= 1 triliun), nama mereka jauh darinya. Man Won dan Ha Bin tertawa.

Lalu, siapa nama adik Man Won? Kedua anak itu berpandangan dan tersenyum. Han Joo bertanya apakah dia tidak memiliki nama. Man Won membenarkan. Maka, Eok Jo mengusulkan nama Cheon Won (Cheon Won= 1 dolar). Eok Jo menunjukan selembar uang, Ha Bin menggeleng, dia tidak suka. Lalu bagaimana dengan Baek Won (Baek Won= 10 sen). Han Joo protes mengapa Eok Jo memberikan nama sesuai dengan jumlah uang.

“Apa? Apa yang salah dengan Baek Won?” Eok Jo menunjukan uang logam 10 sen. Di baliknya adalah gambar Jendral Lee Soon Shin, orang yang menaklukkan lautan.

GR.E01.mkv_003670099 GR.E01.mkv_003679542

Ha Bin mengambil uang itu dan melihatnya, “Baek Won…aku menyukainya!”

Kemudian mereka tertawa bersama. Eok Jo merasa Baek Won terlihat cantik saat tertawa. (mulai sekarang Ha Bin resmi berganti nama menjadi Baek Won)

***

GR.E01.mkv_003689986 GR.E01.mkv_003703199

Han Joo bersama Baek Won dan Man Won bermain di pantai. Mereka bermain air dan tertawa bersama. Han Joo terdorong jatuh ke air, mereka berdua menertawakannya.

GR.E01.mkv_003712375 GR.E01.mkv_003715811

Han Joo bangkit dan merentangkan tangannya, “Oh, anak-anak ini, kalian ingin pergi bersama ayahmu, kan?”

Kini Baek Won dan Man Won sudah tumbuh remaja, mereka berdua menghampiri ayahnya dan mendorongnya kembali.

GR.E01.mkv_003730793 GR.E01.mkv_003731627

“Ayah!” terdengar suara panggilan anak-anak. Mereka bertiga menoleh ke arah suara. Empat orang anak berlari menghampiri mereka dan membantu kedua kakaknya mendorong ayah mereka.

GR.E01.mkv_003745841 GR.E01.mkv_003748778

Han Joo tertawa lepas. Dia terlihat sangat bahagia hidup bersama dengan anak-anaknya. Dan kini anaknya bertambah empat. Mereka semua bermain air dengan gembira.

***

Bersambung ke episode 2.

 

Komentar:

Han Joo memutuskan untuk mengasuh anak-anak yatim dan membesarkan mereka dengan kasih sayangnya. Berharap anak-anak itu tidak akan menjadi seperti Young Hye dan Jin Gi. Young Hye dan Jin Gi yang merasa marah dengan keadaan mereka sebagai yatim, sehingga dengan segala cara berusaha agar tidak dipandang rendah lagi.

20 comments:

  1. thanks sinopnya mumu ^_^
    episode 2 siapa yg buat???

    -paulina-

    ReplyDelete
  2. Wah akhir x

    tinggal.nyari sinopsis fasionate love

    pgn tau ada yg bikin g y

    mkasih mumu

    tiwi

    ReplyDelete
  3. Semakin menarik...lanjut Ÿå°˚ mba..

    ReplyDelete
  4. ikut sedih ngliat Young hye :( terutama Man Won yg msh kecil dah ga pnya klrga... eonni ttp semangat ya! pantesan Uee & Il Woo jg mpe nangis pas baca skrip, baru episode awal jha dah sedih bgini :(

    ReplyDelete
  5. Iseng2 main keblog mba mumu ehhh nemu sinopsis baru... Kerennnnn ^^ semangat mba dengan trio nya untuk buat sinopsis golden rainbow sukses selalu yaaa

    ReplyDelete
  6. Sebelum baca mo bilg...
    Yiipppiiii.........sarangee ounnie.....
    Makasihhh yaaaa uda mau buat sinopsisx....mudahannn bisa brtahann hingga akhirrr.........
    Sehattt sll n sukses sll ounnie mumuu....

    ReplyDelete
  7. halo mbak :) maaf ya mbak, sebenarnya saya udah sering banget mampir ke blog ini, tapi baru kali ini saya comment.
    saya mau bilang makasih udah bikinin sinopsis drama ini~ saya ngefans sama jung il woo soalnya, semangat mbak lanjutkan :))

    ReplyDelete
  8. sedih dan mengharukan...
    aku harp mereka semua bahagaia...
    :)

    lanjutkan eonni...
    :)

    ReplyDelete
  9. aneh yah ? kenapa ha bin jadi ga inget namanya ? ceritanya umurnya 5 thn kan ? apa karena shock ?

    ditunggu lanjutannya yah mb Mumum cayang....

    tengkyu...san

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya sih, dia atuh dari karang besar itu trus kebentur kepalanya, jadi hilang ingatan deh.. ;p

      Delete
  10. Thank you, mbak mumu. Akhirnya resmi 'menjilat ludah' sendiri xixix,,,
    Gpp, aku jg senang hehe,,,

    Ceritanya dari awal udah miris begitu yaa,,, ? Semoga gak putus ditengah jalan (nulis sinopnya) ya, mbak mumu. ◦ˆ⌣ˆ◦

    *irma* di jkt #minoz4ever

    ReplyDelete
  11. Mbk mumu mianhe yg jd ajjushi Han joo itu ap yg jd Lee jin pyo d city hunter, klau bleh tau nma asli'y sp ya?
    *ayu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, betuuulll... ahjussi Kim Sang Joong.. :)

      Delete
    2. Oh jd ahjussi Kim Sang Joon, tanks mbk mumu info'y dttnggu episod brkt'y cz aq ska ma tulisn mbk mumu n jg ngfans ma ahjussi Kim sang joon. Smangat mbk mumu shat sllu.
      *ayu

      Delete
  12. Cerita xa sedih bngt,benar2 membuatku menangis

    ReplyDelete
  13. Cerita xa sedih bngt,benar2 membuatku menangis

    ReplyDelete
  14. Mba mumu nangis nih aq baru baca scene nya man won ditinggal mati nenek trus mau dimasukin panti asuhan .. syukur han joo ahjussi mau angkat jdi anak :) gak tau nya anak nambah lagi 4 .. semangat ya mba bwt sinop nya sehat selalu .. #Ineu ^^

    ReplyDelete
  15. aku tergila" pada kim sang joong? #bener ga sih??
    episode 2 sangat ditunggu ya. heheheee
    kenapa senyum ahjussi itu begitu menawan? #ditabok.

    ReplyDelete
  16. lagi donk sinopsisnya keren ceritanya asikkk makasih infonya

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD