Sinopsis GOLDEN RAINBOW Episode 17 – 2

Golden.Rainbow.E17.mp4_001960628 Golden.Rainbow.E17.mp4_001961829
Ha Bin bertemu dengan Tae Young di firma hukumnya. Tae Young datang kesana untuk menemui Ha Bin, karena Ha Bin tidak pernah menemuinya sejak mereka menandatangani kontrak. Ha Bin bilang dia sibuk karena banyak pekerjaan. Ha Bin lalu merangkul lengan Tae Young dan meminta untuk membelikan makan siang.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_001985052 Golden.Rainbow.E17.mp4_002000300
Mereka makan siang dan minum wine di sebuah restoran. Tae Young bilang dia tahu Ha Bin berbakat, tapi dia tahu jika Ha Bin bisa memobilisasi uang dalam jumlah besar. Tae Young bertanya apa keahlian Ha Bin.
“Tidak ada. Aku hanya beruntung memiliki orangtua yang luar biasa.”

“Orangtua?”

“Ibuku adalah Presdir PT. Pinjaman Dunia.”
 
Tae Young menanyakan ayah Ha Bin. Ha Bin menunduk dan berkata ayahnya sudah meninggal. Dia sangat lembut dan baik, juga sangat mencintainya. Tae Young bertanya lagi apakah Ha Bin sudah punya pacar. Ha Bin bilang belum, karena dia pecinta kerja. Tae Young bertanya lagi, tapi Ha Bin pasti punya seseorang yang Ha Bin sukai. Ha Bin mengiyakan. Tae Young tanya siapa orang itu.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002031764 Golden.Rainbow.E17.mp4_002033632
Ha Bin dengan tersenyum menjawab, “Dia petugas hukum sepertiku. Aku harus mengakui bahwa aku menyukainya.”
 
Tae Young terlihat kesal, yang disebut Ha Bin bukan dirinya, “Apakah dia lebih baik dariku?”
 
“Apa? Jika dia lebih baik darimu, aku tidak akan berada disini bersamamu sekarang.”
 
Tae Young bilang Ha Bin punya kemampuan memainkan pikiran orang. Ha Bin lalu berkata menjurus pada Tae Young yang memiliki 60% saham di Golden Fishery. Tae Young bilang Jung Shim pelit, tapi pada akhirnya dia pasti akan menyerahkan semuanya padanya. Ha bin bertanya bukankah Jung Shim punya cucu yang lain. Tae Young tertawa, biarpun langit runtuh itu tidak akan terjadi. Dia (Do Young) tidak sedarah dengan keluarga mereka, dan dia seperti hantu di rumah mereka.
 
Tapi, Ha Bin bilang jika Tae Young ingin mengurus pajak warisan tanpa membuat masalah, bukankah lebih baik Tae Young mengurusnya lebih cepat. Tae Young menyudahi pembicaraan, dia tidak mau membicarakan masalah pekerjaan. Tae Young mengajak Ha Bin minum lebih dari satu anggur. Tapi sayangnya, Ha Bin harus ke perusahaan ibunya. Ha Bin berjanji akan mentraktir Tae Young lain kali.
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002126255
Hwa Ran kembali ke kantor Young Hye, dia menanyakan surat berharga yang diambil Young Hye di bank. Hwa Ran meminta semuanya. Young Hye kesal, karena dia sudah menjelaskan sebelumnya, tapi Hwa Ran masih bersikap kasar. Surat berharga itu adalah milik perusahaan.
 
“Aku perlu melihat apakah itu milik perusahaan atau bukan. Beri aku semua uangnya atau surat berharganya.”
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002159020 Golden.Rainbow.E17.mp4_002172800
“Kalau begitu, silahkan tuntut aku.” Young Hye berdiri, “Kau serakah. Jika kau benar-benar peduli tentang ayahmu, kenapa kau tidak datang membantunya sebelum dia meninggal? Ayahmu membangun perusahaan ini. Tapi itu darahku, usahaku, dan keringatku di perusahaan ini. Aku tidak peduli apa yang kau lakukan dengan properti ayahmu. Jika kau menginginkan properti perusahaan, mari kita lakukan melalui jalur hukum. Aku tidak tahan melihatmu merengek seperti bayi.”
 
Young Hye berkata dengan tegas, membuat Hwa Ran semakin kesal.
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002190250 Golden.Rainbow.E17.mp4_002190951
Jin Gi sedang di dalam mobil. Dia diberitahu sopirnya bahwa mobil yang di belakang mereka sudah membuntuti mereka sejak dua hari yang lalu. Jin Gi menyuruh sopirnya meloloskan diri dan masuk ke gang. Sopirnya pun belok ke kiri bersamaan dengan lampu merah, jadi mobil yang mengikuti mereka tidak bisa mengikuti.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002221580 Golden.Rainbow.E17.mp4_002224683
Tapi, pria di mobil penguntit itu berhasil masuk gang dan menemukan mobil Jin Gi. Namun mobil Jin Gi kosong, pria itu kecewa. Tiba-tiba sopir Jin Gi menepuk pundaknya. Dan Jin Gi pun muncul. Jin Gi bertanya siapa pria itu, tapi pria itu mengelak.
 
Jin Gi mengambil ponsel pria itu, dan mengecek panggilannya, dan ternyata ada nomor istrinya disana. “Mengapa istriku mempekerjakanmu?” tanya Jin Gi.
 Golden.Rainbow.E17.mp4_002249274
Awalnya pria itu bungkam, tapi tangannya semakin keras di tarik oleh supir Jin Gi. Akhirnya dia mengaku, “Dia menyuruhku menyelidiki apakah kau bersama seorang wanita bernama Yoon Young Hye.”
 
Jin Gi sejenak berpikir, lalu dia menawarkan bayaran dua kali lipat jika pria itu mau melakukan apa yang dia katakan. Pria itu tampak berpikir. (belum tahu dia nerima atau tidak, belum dijelaskan.)
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002275466
Tae Young pulang ke rumah. Mi Rim menyambut kedatangannya dan bertanya bagaimana Tae Young akan menutupi kerugian perusahaan. Kerugian yang dia sebabkan karena judi dan investasi pada hal-hal bodoh. Tae Young tak mau membahasnya. Tapi Mi Rim bilang, jika Tae Young tidak memperbaikinya, dia mungkin akan disingkirkan dari posisinya.
 
“Nenekmu mengatakan dia akan menyumbangkan hartanya pada masyarakat!”
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002297220 Golden.Rainbow.E17.mp4_002301491
Tae Young bilang dia bisa memperbaikinya. Dan Mi Rim bilang dia tidak akan membantu Tae Young, dan Tae Young jangan berpikir untuk mengambil bagiannya.
 
“Apa kau ibuku? Seorang ibu harus membantu anaknya biarpun dia harus jatuh ke dalam utang.”
 
“Apa? Ya Tuhan. Apakah kau berencana untuk meminta bantuanku? Masalahmu adalah kau punya otak dari ayahmu. Kau begitu bodoh. Kau suka judi dan perempuan. Kau tidak pernah bisa menipu darah. Bagaimana bisa kau mirip seperti dia?”
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002335090
Jung Shim keluar kamar dan mendengar keributan itu. Do Young juga baru sampai ke rumah dan mendengat keributan itu.
 
Tae Young membalas ibunya, apakah dia senang mengungkit aib pria yang dia cintai. Mi Rim pun membalas lagi, haruskah dia mengungkit aib Tae Young.
 
Do Young nyeletuk di tengah keributan itu, “Rumah ini tidak pernah sepi. Mengapa kau membuat keriput di wajah cantik ibu kita? Wanita sensitif terhadap perubahan hidup yang besar.”
 
Tae Young yang kesal bergegas ke kamarnya. Do Young lalu mengomentari keriput di sekitar mata Mi Rim yang semakin banyak. Dan Do Young menyapa Jung Shim yang juga ada disana, membuat Mi Rim terkejut ternyata ada ibunya disana.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002361883
Jung Shim meminta waktu bicara berdua dengan Do Young. Do Young pun mengikuti Jung Shim ke ruang kerja Jung Shim. Do Young berusaha menjelaskan bahwa bukan dia yang membuat keributan, tapi Tae Young.
 
Tapi Jung Shim bukan mau membahas itu, dia bertanya apakah Do Young masih berhubungan dengan Baek Won. Do Young bertanya menanyakan perihal Jung Shim yang tersesat di pasar ikan yang dia dengar dari Baek Won. Do Young bertanya mengapa Jung Shim ke tempat ramai sendirian. Jung Shim bilang dia memulai bisnis ikan dari pasar, sampai dia punya Golden Fishery. Dia tahu semua tentang pasar ikan.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002407193 Golden.Rainbow.E17.mp4_002415668
Tapi Do Young bilang Baek Won mengatakan sikap Jung Shim aneh. Jung Shim tidak mau membahasnya dan meminta Do Young menjawab pertanyaannya yang tadi, apakah Do Young masih berhubungan dengan Baek Won.
 
“Tidak, aku bertemu dengannya baru-baru ini.”
 
“Apakah kau tahu nomor telponnya?”
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002430849 Golden.Rainbow.E17.mp4_002464815
Baek Won mengejutkan ayahnya dari belakang dan memeluknya. Baek Won mengeluh mengapa tak ada wanita yang melirik Han Joo, pria hangat dan kuat. Semua wanita di Korea pasti sudah jelek penglihatannya. Baek Won pikir sudah waktunya bagi dia untuk ikut campur.
 
Baek Won meminta waktu makan siang ayahnya besok. Dia hendak mengatur pertemuan Han Joo dengan adik perempuan atasannya. Wanita 40 tahunan dan belum menikah, dia pandai mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan cerdas. Baek Won menunjukkan foto wanita itu. Tapi Han Joo diam saja tidak menanggapinya. Baek Won bertanya apakah Han Joo tidak menyukainya.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002474058 Golden.Rainbow.E17.mp4_002480998
“Wanita macam apa yang mau berkencan dengan pria sepertiku?”
 
“Memangnya kau kenapa?” tanya Baek Won sewot.
 
“Aku empat kali dihukum pidana.”
 
“Ayah, itu bukan kesalahanmu. Kau melakukannya karena orang lain! Dan atasanku sudah tahu tentang hal itu.”
 
Han Joo menyudahi pembicaraan itu dan menyuruh Baek Won menyiapkan meja sebelum pelanggan datang. Sebelum keluar Baek Won mencoba sekali lagi membujuk, tapi tidak berhasil. Baek Won pun menyimpan foto wanita itu di meja dan berlari keluar.
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002575389
Se Ryun memasak sup ikan pedas dengan bumbu yang dicuri Eok Jo dari dapur Han Joo. Se Ryun bilang jika berhasil, mereka bis menjalankan restoran mereka lagi. Mereka mencicipinya satu persatu, dan sudah bisa ditebak, rasanya tidak enak.
 
Se Ryun bertanya apakah ada bumbu lain yang Eok Jo lewatkan. Eok Jo bilang dia sudah memperhatikan setiap gerakan Han Joo saat membuat sup ikan itu. Soo Pyo kesal, karena dia sudah menyiapkan dua mangkuk nasi untuk makan dengan sup itu (gak jadi deh..). Eok Jo akan ke restoran Han Joo untuk mengamati lagi.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002586099 Golden.Rainbow.E17.mp4_002587367
Se Ryun kesal, “Shib Won dan Yeol Won tidak menyukaimu sama sekali. Apakah kau masih ingin pergi kesana?”
 
Eok Jo: “Aku tidak ingin, tapi kita harus bekerja untuk hidup. Tak apa karena ada Han Joo disana.”
 
Se Ryun kesal, Eok Jo membuatnya gila. Dia tidak pernah melakukan sesuatu dengan benar. Hidupnya sangat menyebalkan. Se Ryun membanting sendoknya ke meja.
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002622168
Han Joo berdiri di depan rumah Young Hye sambil membawa bungkusan. Lalu datang Ha Bin. Dia bertanya apa lagi yang dilakukan Han Joo disana. Han Joo bertanya apakah Ha Bin belum mengunjungi ayah kandungnya, Do Pal. Ha Bin bilang dia tetap tidak mau pergi, seperti yang sudah dia katakan sebelumnya.
 
Han Joo memberikan bungkusan yang dia bawa dan mengatakan bahwa itu adalah barang yang Do Pal kirimkan untuk Ha Bin. Tapi Ha Bin tidak mau menerimanya, kenapa dia harus menerimanya.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002663174 Golden.Rainbow.E17.mp4_002664609
“Jika aku bilang ambil, ambil!” Han Joo membentak Ha Bin. Ha Bin kemudian mengambilnya dengan terpaksa. Han Joo kembali bicara, “Aku pernah menjadi ayahmu. Kau bisa memutuskan hubunganmu denganku jika kau inginkan. Tapi kau tidak bisa melakukan itu dengan ayah kandungmu. Ayahmu sudah sangat berusaha membuat ini. Jika kau tidak ingin pergi mengunjunginya, paling tidak, kirimkan dia surat. Itulah yang dilakukan oleh manusia.”
 
Han Joo kemudian pergi.
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002681191
Ha Bin masuk kamarnya dengan kesal dan melemparkan bungkusan yang tadi diberikan Han Joo. Young Hye masuk dan bertanya ada masalah apa.
 
“Dia terus mendorongku untuk pergi mengunjungi ayah kandungku. Dia membuatku gemetar setiap kali aku berpikir tentang dia.”
 
“Siapa? Apa Han Joo datang kesini?”
 
Ha Bin membenarkan. Young Hye bertanya lagi apakah Han Joo ada di depan rumah. Tapi belum sempat Ha Bin menjawab, Young Hye bergegas pergi.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002712255
Ha Bin terdiam lalu melihat ke arah bungkusan itu.
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002733075 Golden.Rainbow.E17.mp4_002735711 Golden.Rainbow.E17.mp4_002739481
Han Joo berdiri di halte bis. Young Hye datang dan memanggilnya. Young Hye bilang Han Joo sudah datang ke rumahnya, dia tidak bisa pergi begitu saja. Young Hye bertanya apakah Han Joo sudah makan malam. Han Joo menoleh dan melihat Young Hye yang hanya memakai sendal biasa.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002761436 Golden.Rainbow.E17.mp4_002763070
Mereka pun makan di restoran bakpau. Young Hye bertanya mengapa Han Joo memilih datang ke tempat itu, mereka bisa pergi ke restoran mewah. Han Joo bilang makanan itu mengingatkannya pada kenangan lama, dia ingin memakan itu.
 
“Ingat? Ketika kita lari dari panti asuhan. Bakpau ini adalah hal pertama yang aku curi.” Han Joo sedikit tertawa. “Jin Gi juga pernah berbicara tentang ini.”
 
“Tentu saja aku ingat. Kau dipukuli karena kau tertangkap. Kau akhirnya tidak bisa memakannya. Apa yang membuatmu ingat ini? Kau memberikan semuanya padaku dan Jin Gi.”
 
“Itulah sebabnya aku ingin makan ini. Aku ingin tahu bagaimana rasanya.”
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002804043 Golden.Rainbow.E17.mp4_002823462
Young Hye kemudian mengatakan dia bekerja di perusahaan pinjaman, karena Han Joo pernah bertanya tentang pekerjaannya. Han Joo bertanya apakah seperti rentenir. Young Hye bilang bunganya tidak setinggi rentenir, lebih banyak meminjamkan uang pada bisnis dan perusahaan. Han Joo bertanya lagi, berarti itu tidak ilegal, kan. Young Hye membenarkan.
 
“Young Hye, jangan terlibat dalam sesuatu yang buruk dan jalani hidupmu dengan baik.”
 
“Kau terlibat dalam hal-hal buruk lebih dari yang aku lakukan.”
 
“Itu tidak akan terjadi lagi.”
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002839144
Han Joo kemudian meminta Young Hye mencoba bakpaunya juga. Young Hye mengambil bakpau yang diberikan Han Joo dan memakannya.
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002865503 Golden.Rainbow.E17.mp4_002897400
Sarapan di kediaman Kim. Baek Won tidak percaya ayahnya setuju melakukan kencan buta yang dia tawarkan kemarin. Anak-anaknya merasa senang. Man Won bilang Han Joo harus mengenakan jas. Tapi Yeol Won bilang, kencan buta mengenakan jas sudah kuno, ayahnya harus mengenakan pakaian casual. Shib Won tak mau ketinggalan, dia akan menyisir rambut Han Joo.
 
Han Joo bilang kenapa harus repot, dia kan hanya akan bertemu manusia. Shib Won berpendapat, kesan pertama sangat penting. Shib Won meminta Han Joo ke pemandian umum selesai makan, setelah Han Joo kembali dia akan melakukan lulur wajah pada Han Joo.
 
Yeol Won memegang tangan Shib Won, “Jangan main-main dengan gaya gagah ayah.” Yeol Won kemudian bicara pada Han Joo, “Kau harus wangi seperti seorang pria, ayah. Biarkan aku mengurus gayamu hari ini.”
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002908811 Golden.Rainbow.E17.mp4_002911247
Sementara Shib Won dan Yeol Won berdebat mengenai siapa yang berhak mendandani Han Joo. Baek Won tersenyum senang menatap Han Joo.
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002929364 Golden.Rainbow.E17.mp4_002932534 Golden.Rainbow.E17.mp4_002936671
Sarapan di keluarga Kang. Jin Gi bertanya pada Jung Shim tentang peternakan ikan, apakah Jung Shim ingin dia membuatkan kontraknya. Jung Sim bilang tanahnya baik-baik saja, tapi airnya kotor. Jung Shim meminta Ji Gi mencoba mencari tanah di daerah Chungchongdo. Tapi menurut Jin Gi, agar lebih mudah bagi kapal kembali dan sebaliknya, bukankah Incheon lebih baik.
 
“Lebih penting meningkatkan ikan dalam kondisi yang lebih baik. Kau tidak perlu khawatir soal transportasi.” Ujar Jung Shim.
 
“Kau tidak harus dikendalikan oleh karyawanmu. Kau wakil presiden.” Tae Young ikut berbicara.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002959360 Golden.Rainbow.E17.mp4_002968268 Golden.Rainbow.E17.mp4_002969936
Lalu Jung Shim bertanya apakah Tae Young bergaul dengan pengacaranya. Tae Young membenarkan, dia sangat berbakat. Jung Shim lalu bertanya apa pekerjaan orang tua pengacara yang bernama Yoon Ha Bin itu. (Jin Gi menjadi siaga mendengar nama Ha Bin di sebut. Mi Rim terkejut. Dan Do Young mengawasi reaksi ayahnya)
 
Tae Young menjawab, ibunya menjalankan bisnis dan ayahnya meninggal. (Do Young tersenyum sinis melihat reaksi Jin Gi)
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_002988121 Golden.Rainbow.E17.mp4_002990423  
Mi Rim menelpon si penguntit bayaran. Dia bertanya perihal Jin Gi yang semalam pulang terlambat lagi, apakah tidak menemui wanita itu (Young Hye). Pria penguntit bilang Jin Gi bekerja hingga larut malam. Mi Rim memintanya terus mengawasi Jin Gi, dia pikir Jin Gi akan segera bertemu wanita itu lagi.
 
Pria itu tersenyum dan berkata sepertinya Mi Rin telah salah. Mi Rim menyangkal intuisi wanita itu tajam. Lalu pintu di buka, Mi Rim menjatuhkan ponselnya.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003011443 Golden.Rainbow.E17.mp4_003024022
Jin Gi yang masuk ke dalam kamar bertanya siapa yang menelpon.
 
“Itu, temanku Hye Sook. Suaminya berselingkuh. Kau tidak akan pernah mengkhianatiku, kan?”
 
Jin Gi yang sebenarnya tahu siapa yang dihubungi Mi Rim menjawab, “Aku berharap aku punya waktu untuk itu.”
Mi Rim tertawa garing. (hehe…)
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003049012
Do Young menghadap atasannya, melaporkan hasil pemeriksaan DNA ikan Pollack yang ternyata mengandung sejumlah cesium. Do Young yakin ada seseorang yang menyelundupkan ikan dari Jepang.
 
“Ku pikir kerjamu hanya keluyuran saja. Kapan kau menyelidiki ini?” tanya atasannya heran.
 
“Kepala Jaksa, kau pikir aku ini siapa? Orang bodoh belajar begadang semalaman. Sementara jenius sepertiku pergi ke pusat masalah! Kenapa kau tidak kenali staf juniormu?” tanya Do Young sok.
 
“Baiklah, kau sok pintar. Semoga beruntung, Jaksa jenius.”
 
“Tapi, aku meminta satu permintaan. Izinkan aku didampingi seorang detektif polisi untuk kerjasama penyelidikan.” (pasti ingin didampingi Baek Won deh… hoho)
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003055852 Golden.Rainbow.E17.mp4_003072001
Kepala Jaksa bilang Do Young sudah punya tim penyelidik sendiri yang bekerja tepat di sebelahnya. Do Young tidak perlu bekerjasama dengan polisi untuk menyelidiki kasus itu. Do Young menggebrak meja, dia bilang dengan semangat (tepatnya berteriak), bisa jadi ada sepotong masalah radioaktif di meja makan anak-anak mereka. Kepala Jaksa tidak bisa menganggap ini bukan masalah serius.
 
“Sadarlah!” bentak Do Young. Kepala Jaksa gelapagan dan mempersilahkan Do Young. Do Young berterima kasih lalu memberikan hormat dan berjalan menuju pintu.
 
Kepala Jaksa tersadar dan balik berteriak, “Hei, mengapa kau tadi berteriak kepadaku!” Do Young segera membuka pintu dan kabur dari sana.
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003110171 Golden.Rainbow.E17.mp4_003114008
Baek Won diberi tahu atasannya bahwa dia mendapat permintaan dari Jaksa Seo Do young, agar Baek Won bekerja di kantornya. Atasan Baek Won heran, kenapa Do Young membutuhkan seorang detektif junior untuk kerjasama penyelidikan.
 
“Apakah kalian berpacaran?” tanya Inspektur Choi dengan curiga.
 
“Kami hanya teman sekolah! Kau sudah tahu itu.”
 
“Teman bisa jadi pacar, dan pacar menjadi istri, lalu istri menjadi musuh. Sekarang istriku sudah menjadi musuhku.” (ketawa sendiri denger kata-kata ini, 100% benar banget. pengalaman pribadi, udah nikah jadi sering ‘musuhan’, hehe…)
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003134762 Golden.Rainbow.E17.mp4_003141902
Baek Won bilang tidak seperti itu. Lalu dia mengalihkan pembicaraan dengan bertanya apakah adik Inspektur Choi akan datang hari ini. Inspektur membenarkan, dia sudah bilang pada adiknya. Inspektur bilang ambil saja adiknya itu, dia membuat Inspektur menjadi gila.
 
“Kau bilang semuanya tentang ayahku, kan?”
 
“Ya. Aku sudah ceritakan semuanya yang kau ingin aku ceritakan. Jangan khawatir.”
 
Baek Won tersenyum dan berterima kasih. Baek Won lalu menerima telpon, dari Jung Shim.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003194219 Golden.Rainbow.E17.mp4_003198323
Baek Won menemui Jung Shim yang sudah menunggunya di sebuah restoran. Baek Won tersenyum pada Jung Shim. Baek Won bertanya darimana Jung Shim tahu nomor ponselnya. Jung Shim bilang dia bertanya pada Do Young.
 
“Apa yang terjadi padamu pada hari itu? apakah kau baik-baik saja sekarang?”
 
“Aku sudah semakin tua, jadi kadang-kadang, aku lupa apa yang aku lakukan.” Jung Shim tersenyum, “Aku belum sempat mengucapkan terima kasih kepadamu.”
 
Baek Won tersenyum, “Tidak perlu, kau bukan orang asing bagiku. Aku senang kau baik-baik saja.”
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003227384 Golden.Rainbow.E17.mp4_003230053
Jung Shim berkata dia mendengar Baek Won menjadi seorang polisi, padahal dia tahu dulu Baek Won bercita-cita memelihara ikan. Jung Shim bertanya mengapa Baek Won menjadi polisi. Baek Won bilang dia juga menjalankan restoran sashimi di malam hari, dia melakukan dua pekerjaan.
 
“Kau mau berhenti menjadi detektif dan membantu bisnisku?”
 
“Apa?” Baek Won terkejut.
 
“Hei, kau sudah berjanji padaku. Bahwa kau akan memelihara ikan di peternakan ikanku untukku.”
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003267656 Golden.Rainbow.E17.mp4_003269524
Baek Won meminta maaf, ada alasan mengapa dia harus menjadi detektif. Baek Won sangat menyesal karena tidak memegang janjinya. Jung Shim mengerti, lalu dia bertanya mengapa Baek Won menghilang waktu itu. Baek Won bilang padanya akan bekerja di peternakan ikan, tapi hari berikutnya Baek Won menghilang.
 
“Orang-orang dari Departemen Sosial datang untuk membawaku dan adik-adik ke panti asuhan. Jadi, tengah malam kami melarikan diri.”
 
“Aigo…” Jung Shim berdecak, “Harusnya kalian datang kepadaku meminta bantuanku. Pasti berat bagimu dan keluargamu.”
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003288876 Golden.Rainbow.E17.mp4_003290011
Baek Won tersenyum, lalu dia meminta Jung Shim harus datang ke restorannya. Dia akan membuatkan Jung Shim sashimi terbaik di Korea. Jung Shim pun tersenyum mengiyakan.
 
(Dari dulu saya suka adegan Jung Shim dan Baek Won, tidak ada aura ‘jahat’ dari Jung Shim. Dan dari awal saya memang mengira Jung Shim bukan tokoh jahat di drama ini, walaupun di episode awal dia terlihat jahat memisahkan anak dan ibunya.)
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003302425
Manajer melapor pada Do Young, dia sudah bertanya pada bea cukai dan katanya Pollack itu diimpor dari Kanada. Dan dia sedang memeriksa perusahaan-perusahaan impor sekarang. Dari perusahaan-perusahaan itu, Do Young bilang ada kemungkinan seseorang yang bermain dengan ikan, jadi manager perlu bertemu dengan orang-orang dari perusahaan itu. Dan perhatikan juga, bahwa ikan dapat disamarkan dengan produk lain dan diimpor dari departemen lain. Manajer mengeluh, itu pekerjaan besar.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003319809 Golden.Rainbow.E17.mp4_003327683
Lalu masuk Ha Bin dan menyapa Do Young yang tampak sibuk. Wow, Do Young bilang Ha Bin terlihat seksi hari ini, dan bertanya mengapa Ha Bin kesana. Ha Bin bilang dia harus datang untuk sidang ibunya, dan ingin mampir kesana untuk melihat Do Young. Ha Bin mengajak Do Young makan siang. (jelas banget deh Ha Bin mencoba mencuri perhatian Do Young…)
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003356411
Mereka pun makan siang bersama di restoran mewah. Do Young berkata Ha Bin hebat, kapan dia jadi pengacara Golden Fishery, dia pikir Ha Bin sedang sibuk dengan sidang ibunya. Ha Bin menebak, Do Young pasti tahu dari Tae Young, dia tidak bisa menipu Do Young kalian Do Young dan Tae Young tinggal satu rumah.
 
“Apakah ada salah satu dari kami yang harus kau tipu?”
 
“Aku tidak mengatakan itu. Sampai kapan kau akan bekerja sebagai jaksa? Nenekmu adalah orang kaya. Apakah kau tidak tertarik pada perusahaannya?”
 
“Itu seperti medan perang dimana semua orang berebut mengambil alih perusahaan dengan mata merah mereka. Aku takut ditembak pistol.”
 
“Tapi kau tidak bisa menjadi PNS selamanya. Jika kau ingin menjadi pengacara, datanglah ke perusahaanku. Aku akan menulis surat rekomendasi.” Ujar Ha Bin.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003376063 Golden.Rainbow.E17.mp4_003380901
Do Young meletakkan pisau dan garpunya dengan kasar, dan berkata dengan serius, “Apakah kau tertarik padaku? Mengapa kau melakukan ini?”
 
Ha Bin tersenyum dan memegang lehernya, “Kenapa? Tidak bisakah aku tertarik padamu? Kau tidak tertarik padaku?”
 
Do Young sedikit tertawa, “Itu sebuah kehormatan.” Do Young mendekat, “Aku sangat suka wanita cantik. Tapi aku benci wanita cerdas. Melelahkan. Dia akan mengomentariku dan mencari apa yang ada di kepalaku setiap hari. Jika aku bertengkar dengan dia, dia akan menyerangku dengan semua alasan logisnya. Aku suka yang tidak terlalu cerdas. Dia baik dan manusiawi.”
 
Do Young juga bilang Tae Young menyukai wanita seperti Ha Bin, dia yakin Tae Young akan membayar Ha Bin banyak uang untuk bekerja dengannya. Ha Bin meradang dan tersenyum dipaksakan.
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003428514 Golden.Rainbow.E17.mp4_003431617
Man Won menghubungi Tae Young untuk mengabarkan bahwa dia sudah menemukan kapal untuk minggu depan. Tae Young khawatir Man Won akan berubah pikiran lagi, dan mengajak Man Won bertemu sebelum dia berangkat.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003462747
Hwa Ran masuk ke kantor Man Won dan duduk begitu saja di sofa. Man Won bertanya siapa dia. Hwa Ran memberitahu bahwa dia adalah bos Man Won mulai hari ini, dia adalah atasan Kim Jae Soo. Kantor itu, industri bangunan, dan yang biasa Jae Soo jalankan adalah miliknya sekarang. Jadi Man Won akan bekerja untuknya.
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003493577 Golden.Rainbow.E17.mp4_003494845
Jin Gi masuk ke dalam kantor Young Hye. Jin Gi marah karena Young Hye berusaha mengambil saham Tae Young melalui Ha Bin. Bagaimana bisa Young Hye melakukan itu padanya, Jin Gi sudah bekerja keras agar bisa membeli saham Tae Young. “Bagaimana kau bisa menusuk dari belakang dan mencuri bagiannya tanpa memberitahu aku.”
 
“Aku tidak mencurinya.”
 
“Itu benar. Ini milikku. Berikan padaku sekarang.”
 
“Tidak bisa. Aku mengambil saham secara hukum dan itu jaminannya untuk meminjam uang. Kau hanya terlambat sedikit.”
 
“Aku merencanakan segala sesuatu jadi aku menyuruhnya untuk menjual bagiannya! Kau melakukannya dengan rencanamu sendiri. Aku telah menghasutnya untuk membuang-buang uangnya untuk judi! Berikan padaku sekarang.” Jin Gi bersikeras.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003535884 Golden.Rainbow.E17.mp4_003549898
“Kau sudah mengambil semua emas untuk dirimu sendiri. Untuk ambisimu, kau menggunakan Han Joo dan menipuku untuk memuaskan keinginanmu. Jadi, saham ini adalah milikku. Kaulah yang telah mengubahku menjadi seperti ini.”
 
“Tidak, inilah dirimu sebenarnya. Berpura-pura lemah untuk memperalat orang lain sehingga kau bisa memuaskan keinginanmu. Aku memperalat Han Joo? Lalu bagaimana denganmu? Kau tahu bagaimana perasaannya tentangmu, tapi kau menikah dengan Jang Duk Su demi uangnya. Setelah kau ditendang dari rumahnya, kau memperalat Han Joo dan dia berakhir di penjara. Kau mencuri uang Beruang kutub untuk membalas dendammu sendiri. Dan karenamu, Han Joo harus menghabiskan hidupnya di penjara selama 14 tahun.”
 
Jin Gi mendesah, dia salah karena telah meremehkan Young Hye. Jin Gi mengakui Young Hye menang kali ini, tapi Young Hye jangan lupa bahwa mereka berada di perahu yang sama menuju neraka. Jin Gi tidak tahu apa yang Young Hye pikirkan, tapi dia akan bersama Young Hye sampai akhir. Mereka berdua akan bersama ke neraka. Jin Gi mengancam Young Hye, lalu pergi.
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003639318 Golden.Rainbow.E17.mp4_003643221
Han Joo sedang bersama kencan butanya. Han Joo bertanya apakah dia sudah mendengar tentang Han Joo yang pernah di penjara. Wanita itu bilang dia sudah mendengar dari saudaranya, dia juga mendengar Han Joo memiliki hati yang hangat. Wanita itu bertanya berapa penghasilan Han Joo dari restoran. Hab Joo bilang tidak banyak, tapi cukup untuk memberi makan anak-anaknya dan dia sendiri.
 
“Jika kau menikah, kau tidak akan hidup dengan anak-anakmu, kan? Ku dengar kau punya banyak anak-anak.”
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003656601 Golden.Rainbow.E17.mp4_003673651
Han Joo berjalan sendirian. Di lain tempat, Young Hye juga berjalan sendirian merenungkan apa yang dikatakan Jin Gi tadi
 
Han Joo mengingat kebersamaannya dengan Young Hye, saat mereka bermain kembang api dan saat semalam Young Hye mengejarnya dengan alas kaki seadanya di malam yang dingin.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003684595 Golden.Rainbow.E17.mp4_003692202
“Aku tahu aku sudah mengkhianatimu begitu banyak dan telah melakukan banyak hal yang tidak seharusnya. Oppa, aku mencintaimu.”
 
Young Hye teringat kata-kata itu.
***
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003717360 Golden.Rainbow.E17.mp4_003737879
Han Joo pulang dan bertemu Young Hye di depan rumahnya. Han Joo mengacuhkannya, tapi Young Hye memanggil. Han Joo terdiam sebentar dan menguatkan hatinya sebelum berbalik.
 
“Sudah aku bilang, jangan menemuiku. Kenapa kau terus menunjukkan diri di depanku dan membuatku gila?” Han Joo berteriak, kemudian berbalik pergi.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003763237 Golden.Rainbow.E17.mp4_003799973
Young Hye berlari memeluk Han Joo dari belakang, “Maafkan aku. Maafkan aku, Oppa. Peluk aku. Aku takut akan diriku sendiri.”
 
Young Hye memeluk erat Han Joo. Han Joo lalu menggenggam tangan Young Hye dan memeluknya. Erat.
 
Golden.Rainbow.E17.mp4_003806479 Golden.Rainbow.E17.mp4_003810783
Baek Won pulang dan melihat mereka berpelukan dari jauh.
***
 
Bersambung ke episode 18 ~
 
Preview Episode 18:
 
Do Young dan Bae Won bekerja sama untuk menangani kasus ikan Pollack, dan Do Young tentunya sangat senang dengan hal itu.
 
Han Joo memutuskan untuk tidak lari dari Young Hye. Mereka memulai hubungan baru. Yang membuat Young Hye ingin menghentikan niat balas dendamnya pada Jung Shim. Tapi Ha Bin tidak mau, dan dia tahu Young Hye memutuskan hal itu karena Han Joo.
 
Ha Bin malah akan maju sebagai Jang Ha Bin (cucu Jung Shim yang dulu hilang) bersama Jin Gi.

Comments

  1. Wahhhh..... gak sabaran nunggu selanjut nya.... keren... makash mbak...

    ReplyDelete
  2. ※°˚˚˚°♥мά̲̣̥ќά̲̣̥S̤̥̈̊îh♥°˚. ♍ϐάk sinopsisnya,ditunggu kelanjutannya :) fighting .... (ง'̀⌣'́)ง

    ReplyDelete
  3. aku ga ngerti deh kenapa si habin bisa jahat gitu. memang masa kecilnya susah dan penuh luka. tapi setelah di asuh han joo, trus dibesarkan young hye, dia kan mendapatkan kasih sayang. kenapa dia ga hidup kayak orang normal da melupakan lukanya? malah dia jadi semakin jahat.ga ngerti deh sama si habin ini. alasan dia jadi jahat itu apa? sebel sama habin >.<

    dan man won kenapa selalu menyelesaikan masalahnya sendirian. kenapa dia ga mau menceritakan kesulitannya dgn keluarganya. kenapa man won selalu mengambil jalan yang salah. sedih lihat man won..

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanya kan dibilang kalau karakter orang itu dibentuk saat dia masa kanak-kanak.. trauma yang dialami anak, pasti akan keingat sampai dewasa. Ada yang bisa menanganinya dengan baik, ada jg yang gbs. kayak Ha Bin, dy tetap gbs nerima kekerasan yang dia terima. Walaupun dia akhirnya mendapat kasih sayang dari Han Joo dan Young Hye, tapi dendamnya sudah dalam.
      dia kan sebenarnya mendekati Han Joo dan Young Hye hanya untuk dijadikan batu loncatan, bukan mencari kasih sayang..

      he... pendapatku sih gitu..

      Delete
    2. mungkin juga sih mbak. makin kesini makin licik aja sih ha bin ini. ckckckkc

      Delete
  4. Tuwh kan ada bner nya jg prediksi jalan cerita nya dr awal,cun won bkalan ngaku2 jd ha bin....

    ReplyDelete
  5. Ha bin palsu serakah banget ><
    Ʈћǟπƙчoʊ mba mumu
    ♡lie

    ReplyDelete
  6. Makin benci sm ha bin perasaan gk ada sangkut paut nya sm golden fishery tp kyk nya ngotot bgt dia gk tau kalo golden fishsery itu hak nya baekwon hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts