Sinopsis BRIDE OF THE CENTURY Episode 8 – 3

Bride.of.the.Century.E08.mkv_002522119_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_002524388_thumb[1]

Doo Rim sedih mendengar kabar dari Sekretaris Kim bahwa Kang Ju melamun sepanjang hari karena pembatalan pernikahan. Bahkan Kang Ju juga tidak makan. Doo Rim lalu pamit akan menyiapkan makanan.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_002568965_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_002598962_thumb[1]

Doo Rim pergi ke dapur. Dia bersandar ke dinding, lalu duduk di lantai dan termenung dalam kesedihannya.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_002606470_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_002607538_thumb[1]

Tak jauh beda. Kang Ju kini ada di depan rumah Yi Kyung, menatap ke arah kamar Yi Kyung. Seperti ingin memanggil, tapi dia kembali ke mobil dan berjalan pergi.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_002638935_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_002661691

Dan ternyata, Jae Ran mengawasi Kang Ju dari jauh dari dalam mobil. Setelah mobil Kang Ju berlalu. Jae Ran keluar dari mobil dan berkata dalam hati, “Tunggu sedikit lebih lama. Aku akan memastikan kau dan Doo Rim segera bertemu satu sama lain.”

Jae Ran tersenyum sinis.

***

Bride.of.the.Century.E08.mkv_002670801_thumb[1]

Jin Joo mengantar Sekretaris Kim keluar restoran. Jin Joo menitipkan bungkusan makanan untuk Kang Ju. Sekretaris Kim bilang dia akan menyampaikannya pada Jin Joo. Jin Joo kemudian mengucapkan salam. 

Bride.of.the.Century.E08.mkv_002699863_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_002703299_thumb[1]

“Jin Joo-ssi… Apakah boleh jika aku datang lagi?” tanya Sekretaris Kim agak tergagap.

“Apa?” Jin Joo kaget.

“Tidak boleh?”

“Bukan, baiklah…” Jin Joo memainkan poninya.

Sekretaris Kim tersenyum dan pamit pulang, “Aku akan kembali.”

Jin Joo meloncat-loncat kegirangan. 

Bride.of.the.Century.E08.mkv_002748711_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_002752382_thumb[1]

Jin Joo dengan riang menghampiri Doo Rim, tapi yang dihampiri sedang melamun. Jin Joo khawatir, apakah ada yang salah dengan Doo Rim, apakah Doo Rim merasa sakit. Doo Rim mengelak, dia hanya lelah.

Jin Joo lalu menanyakan maksud Doo Rim memberikan makanan pada Kang Ju (yang tadi diberikan Jin Joo pada Sekretaris Kim). Doo Rim bilang karena restoran mereka baru bukan, jadi hanya untuk membuat Kang Ju mencicipinya saja.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_002776973_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_002780977_thumb[1]

“Apa yang aku katakan adalah, apakah Choi Kang Ju mencicipinya atau tidak, itu tidak ada hubungannya denganmu sekarang. Mungkinkah kau….”

Doo Rim mengalihkan pembicaraan, “Apa yang terjadi denganmu dan Sekretaris Kim? Apakah kalian berdua berkembang banyak?”

“Jangan mengubah topik! Aku bisa melihat dengan jelas bahwa kau diam-diam menderita patah hati. Jangan menyimpan semuanya di dalam hati dan katakan padaku. Tidak ada yang tidak bisa kita katakan satu sama lain. Kau akan membuat dirimu sakit jika kau tidak mengatakan apapun yang ada di pikiranmu.”

Bride.of.the.Century.E08.mkv_002792823_thumb[1]

“Jangan bereaksi berlebihan Oh Jin Joo-ssi. Ini tidak seperti itu.” Doo Rim menghela nafas lalu beranjak pergi.

***

Bride.of.the.Century.E08.mkv_002822552_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_002848979_thumb[1]

Uri Kang Ju juga masih melamun melihat langit dan berjalan mondar mandir. Dari dalam rumah, Ahjumma Ahm merasa sedih melihatnya. Tidak tahu apa yang harus dilakukan untuknya. Kemudian muncul Butler Jang dari belakang Ahjumma Ahn, mengejutkannya.

Butler Jang melihat Kang Ju dan berkata, “Dia tampak seperti jiwa yang mengambang dengan pakaian.”

“Itulah yang aku pikirkan. Aku merasa buruk untuknya.” Ujar Ahjumma Ahn.

***

Bride.of.the.Century.E08.mkv_002872402_thumb[2] Bride.of.the.Century.E08.mkv_002886950_thumb[2] Bride.of.the.Century.E08.mkv_002891688_thumb[2]

Esok pagi. Kang Ju masuk kantor diikuti Sekretaris Kim. Setelah Sekretaris Kim melaporkan jadwal Kang Ju hari ini, dia memberikan makanan yang semalam Jin Joo berikan.

“Apa ini?”

“Makanan. Ingat Oh Jin Joo? Dia membuka restoran dan memintaku untuk memberikan ini padamu.”

Kang Ju tersenyum tanpa tenaga, “Aku akan memakannya nanti.”

***

Bride.of.the.Century.E08.mkv_002931361_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_002932628_thumb[1]

(Udah malam lagi…) Kang In masuk ke kamar Kang Ju dan memanggilnya. Kang Ju acuh. Kang Ju kesal, kenapa Kang Ju mengabaikannya. Padahal aia mengambil waktu dari jadwal sibuknya untuk datang dan menemani Kang Ju.

“Hyung, apakah kau menyukai Yi Kyung?” tanya Kang In kemudian. “Dari yang aku lihat, kupikir tidak begitu.”

“Apa yang ingin kau dengar?”

“Ibu menceritakan semuanya. Ini tidak seperti kau sedang syuting film horror. Aku tidak mengerti kenapa kau percaya cerita tentang keluarga kita dihantui. Jadi membatalkan pernikahan adalah ide terbaik yang muncul di otakmu? Kau membiarkan dia pergi karena kau mencintainya? Semua itu omong kosong. Ketika kau mencintai seseorang dengan segenap hatimu, kau tidak akan ingin membiarkan dia pergi.”

 Bride.of.the.Century.E08.mkv_002972769 Bride.of.the.Century.E08.mkv_002976573_thumb[1]

Kang Ju diam saja mendengarkan ocehan Kang In, mungkin berusaha meresapinya.

Kang In melanjutkan, “Cinta itu egois. Kau ingin orang itu untuk dirimu sendiri, dan kau ingin terus menyentuhnya. Kau pasti tidak ingin kehilangan dia. Apakah kau membiarkannya pergi karena begitu besarnya kau tidak menyukainya? Hyung, aku bertanya karena aku benar-benar khawatir padamu.”

Kang Ju masih diam saja.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003005301_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003025922_thumb[1]

Lalu Kang In melihat tas makanan di meja. Kang In membukanya, dia sangat senang melihat makanan. Ada dumpling. Kang In mencicipi, isinya adalah jamur dan sayuran. Kang In heran kenapa rasanya asam (ya iyalaaahhh…itu makanan kemarin malam Kang In…). Kang In membuka kotak satu lagi, isinya ubi jalar.

Mendengar kata ‘ubi jalar’, Kang Ju menoleh.

***

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003038001_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003041404_thumb[1]

Pagi hari. Nenek mendapati badan Doo Rim yang sangat panas. Nenek mengajak Doo Rim ke rumah sakit. Doo Rim menolak, dia akan baik-baik saja jika minum obat.

Nenek khawatir, “Tubuhmu tidak terbuat dari baja. Apakah obat-obatan cukup?”

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003062525_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003064394_thumb[1]

“Itu hanya karena aku terlalu banyak bekerja beberapa hari ini. Aku akan baik-baik saja.”

“Apakah benar kau akan baik-baik saja?” nenek masih saja khawatir.

Doo Rim mengangguk dan meminum obatnya.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003077407_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003083045_thumb[1]

Doo Rim mengupas bawang. Dia memegang kepalanya, pasti pusing. Lalu masuk Jae Ran. Doo Rim berdiri dan dengan sopan menyapanya. Jae Ran memuji Doo Rim yang mendekor restoran dengan baik.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003084914_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003099162_thumb[1]

Jae Ran bertanya dimana nenek Doo Rim. Nenek ternyata sedang berbelanja bahan makanan. Jae Ran juga bertanya bagaimana dengan resotoran, apakah berjalan baik. Doo Rim berterima kasih, itu semua berkat Jae Ran.

Kemudian Jae Ran minta waktu untuk bicara dengan Doo Rim. Tentang Yi Hyun.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003118214_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003140203_thumb[1]

Jae Ran dan Doo Rim duduk berhadapan. Jae Ran memulai pembicaraan.

“Tentang Yi Hyun… kau tahu bagaimana perasaannya padamu, bukan? Jadi, aku ingin mengatakan…”

“Jangan khawatir.” Doo Rim menyela. “Aku tahu apa yang akan kau katakan. Kau tidak perlu khawatir tentang apapun yang terjadi.”

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003158521_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003164594_thumb[1]

“Bolehkan aku bertanya, mengapa kau menolak Yi Hyun?”

“Itu karena…”

“Apakah mungkin itu karena Kang Ju? Aku pasti benar. Aku melihat Kang Ju berlama-lama di depan rumah kami dan kemudian pergi begitu saja. Dia melihat ke kamar Yi Kyung untuk waktu yang lama. Dan kemudian pergi… aku tidak tahu kalian berdua seserius itu satu sama lain.”

“Ny Ma, aku…”

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003183312 Bride.of.the.Century.E08.mkv_003193523

“Aku tidak datang ke sini untuk menyalahkanmu.”

“Maafkan aku.”

Jae Ran tersenyum, “Kau tidak punya apapun untuk disesali. Hanya saja, memilukan bagiku melihat saat aku tahu tidak ada cara untuk kalian berdua bisa bersama.”

“Jangan terlalu khawatir tentang itu. Aku baik-baik saja. Aku sudah lupa tentang itu semua.” Doo Rim berusaha tersenyum menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003203266 Bride.of.the.Century.E08.mkv_003221083

Doo Rim lalu menawarkan makanan pada Jae Ran. Jae Ran setuju, dia sudah lama tidak makan masakan Doo Rim. Doo Rim memintanya menunggu sebentar, dia akan menyiapkan makanan di dapur. Setelah Doo Rim pergi, Jae Ran tersenyum licik.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003237400_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003252582_thumb[1]

Di dapur, Doo Rim melamun lagi. Wajahnya sangat pucat. Setelah mengambil panci, Doo Rim terjatuh pingsan. Jae Ran mendengar suara.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003259456_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003261591_thumb[1]

Dia kemudian menyusul Doo Rim ke dapur dan melihat Doo Rim tergeletak di lantai.

Jae Ran berusaha membangunkan Doo Rim, tapi Doo Rim tidak bangun.

***

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003264560_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003271567_thumb[1]

Doo Rim terbangun di rumah sakit. Jae Ran duduk disampingnya dan mengingat penjelasan dokter.

“Dia sudah terlalu banyak bekerja dan tubuhnya tidak bisa menanganinya lagi. Dia perlu istirahat selama beberapa hari.”

Jae Ran juga teringat Kang Ju yang kemarin malam berdiri di depan rumahnya. Muncul sebuah ide.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003299162_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003307370

Kang Ju sedang menekuni sebuah dokumen di kantor. Ponselnya berdering, dari Jae Ran. Kang Ju mengangkatnya dan terkejut.

Jae Ran menutup telpon dan melihat ke arah Doo Rim terbaring dengan licik.

***

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003316112_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003327556_thumb[1]

Nenek dan Jin Joo pulang dari belanja. Mereka terkejut, ada seorang pelanggu duduk menunggu. Dia adalah si cenayang. Jin Joo segera pergi ke dapur dan memanggil Doo Rim.

Si cenayang bertanya apakah nenek pemilik restoran itu. Nenek membenarkan. Si cenayang kemudian bilang kalau dia melihat pamflet dan membuat perjalanan panjang untuk tiba disana, karena tidak ada siapapun jadi duduk dan minum air putih. Nenek meminta maaf dan bertanya-tanya dimana Doo Rim.

“Ada suatu energi yang tidak biasa disini.” Si cenayang melihat ke sekitar ruangan. Lalu membaca mantera sambil mengetuk-ngetuk jarinya ke meja. Nenek memperhatikannya dengan seksama.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003400930_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003404667_thumb[1]

Si cenayang lalu bilang kalau disana ada roh bergentayangan, “Semua tentang tempat ini bagus, tapi pemiliknya mungkin mengalami nasib buruk tak terduga.”

“Apa artinya?” tanya nenek.

Si cenayang ingin memberitahu, tapi tidak ada yang gratis, dia meminta minuman dan makanan yang paling mahal. Nenek tertawa mengiyakan dan memintanya menunggu sebentar. Si cenayang tertawa.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003424920_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003428992_thumb[1]

Lalu ada sesuatu yang dilemparkan ke arahnya. Si cenayang meraba butiran-butiran itu dan mencicipinya. Asin. Garam. Dia menoleh pada nenek yang memegang baskom berisi garam. Si cenayang bertanya apa yang dilakukan nenek. Nenek melempar garam lagi dan memaki-maki si cenayang yang nenek kira adalah seorang penipu, preman.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003450279_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003471901_thumb[1]

“Apa maksudmu preman? Kau mungkin tidak mengenalku dengan baik, tapi aku adalah orang besar! Aku sudah membaca keberuntungan orang selama bertahun-tahun!”

“Kau orang bodoh tidak berguna! Kau perlu ditendang agar kau sadar!”

Nenek terus melempar garam dan memukul si cenayang hingga dia keluar. Nenek berteriak agar si cenayang tidak kembali.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003496092_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003502899_thumb[1]

Si cenayang kesal dan merasa memalukan. Dia lalu melihat ke arah restoran dan berkata sendiri.

“Energi disana sangat luar biasa…itu nampaknya tidak berasal dari nenek. Itu sangat aneh…”

***

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003520716_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003522451_thumb[1]

Nenek masuk kembali ke dapur sambil mengomel tentang cenayang tadi. Jin Joo yang baru selesai menelpon menghampiri nenek dan memberitahukan kabar buruk, Doo Rim di rumah sakit. Nenek terkejut.

***

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003540336_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003543472_thumb[1]

Doo Rim as Yi Kyung mode: ON

Doo Rim perlahan membuka mata, dan melihat bayangan seseorang di sampingnya.

“Kang Ju-ssi..?”

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003547843_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003555284_thumb[1]

Dan ternyata memang Kang Ju.

“Apakah kau Kang Ju? Kau benar-benar Kang Ju?” Doo Rim masih tak percaya dengan penglihatannya. Orang dirindukan kini di depan mata.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003584446_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003587549_thumb[1]

“Apakah kau baik-baik saja?” tanya Kang Ju, seolah membenarkan itu memang dia.

“Bagaimana kau tahu aka di sini?” tanya Doo Rim lirih.

“Ibumu memberitahuku. Aku senang kau baik-baik saja.” Kang Ju lalu pamit dan berjalan pergi.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003595158_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003596726_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003601030_thumb[1]

“Aku rindu padamu!” Doo Rim bangkit dan berteriak menghentikan Kang Ju pergi.

Kang Ju berhenti.

Doo Rim melanjutkan. “Banyak.”

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003612841_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003620148_thumb[1]

“Aku mencoba untuk menghapusmu dari ingatanku…tapi aku tidak bisa melakukannya.” Doo Rim menangis.

Kang Ju terdiam, sepertinya menimbang apakah dia harus pergi atau kembali. Akhirnya, Kang Ju berbalik menghadap Doo Rim.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003648043_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003651913_thumb[1]

“Ini adalah pertama kalinya. Karena kau aku tertawa, marah, berjuang dan merasa sakit. Itu semua yang pertama bagiku. Aku tidak berpikir aku punya hati. Aku berusaha keras untuk tidak membiarkan siapapun masuk… Tapi kau…adalah orang pertama yang pernah aku biarkan masuk ke dalam hatiku.”

Doo Rim menangis.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003701230 Bride.of.the.Century.E08.mkv_003717346

“Kutukan di keluargaku. Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu percaya itu? Bagaimana aku bisa membuktikan padamu bahwa itu bukan cerita karangan dan bahwa itu kebenaran? Jika aku bisa membuatmu percaya, dan akankah itu berubah? Jika terjadi sesuatu padamu…aku akan menyesali diriku sendiri untuk pilihan yang kubuat, dan aku akan mejalani sisa hidupku dengan membenci diriku sendiri. Pilihanku untuk putus denganmu sekarang. Aku tidak menyesalinya.”

“Kang Ju-ssi..”

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003705101_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003750346_thumb[1]

“Aku akan merindukanmu. Banyak. Tapi…aku tidak akan datang menemuimu lagi.”

Doo Rim menangis semakin dalam.

“Aku bahkan tidak akan membuat kemungkinan kita tanpa sengaja bertemu satu sama lain di jalanan. Karena itulah satu-satunya cara yang aku tahu untuk melindungimu.”

Kang Ju berbalik pergi.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003779174_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003781877_thumb[1]

Doo Rim terus menangis. Dia memegang dadanya yang terasa sakit.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003787216_thumb[1] Bride.of.the.Century.E08.mkv_003803499_thumb[1]

Di luar, Kang Ju bersandar dan berusaha menahan tangisnya.

Bride.of.the.Century.E08.mkv_003815678_thumb[1]

***

Bersambung ke bagian 3~

***

Posted by mumuzizi.

Terjemahan Bahasa Inggris oleh Dramafever yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh mumuzizi.

Gambar diambil dari video milik CSTV.

***

Komentar:

Doo Rim mengalami lovesick, dia membuat badannya terus bekerja sementara di dalam hati dan pikirannya ada yang lain, hingga badannya tidak kuat lagi.

Keputusan yang Kang Ju ambil tidaklah salah. Dia tidak ingin menyesali keputusannya nanti jika dia tetap bersama Doo Rim, dan akhirnya Doo Rim tidak ada lagi di dunia. Dia tidak ingin seperti ayahnya. Walaupun dia sekarang terluka, lebih baik begitu. Siapa tahu nanti Doo Rim bisa dijadikan selir, hehe…

Comments

  1. Koq cuma gambar doank ya mba.? Gumawooo sinopnya..

    ReplyDelete
  2. Kpn mba...ko blm lanjut ya mksh

    ReplyDelete
  3. Heheeeee... gax sabaran nich, buka2 terus belum muncul rupanya.... thx mba, semangattt...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts