Sinopsis MISS KOREA Episode 20 – 2 (end)

Sebelumnya di [Bagian 1]

Miss.Korea.E20.END.mp4_001786226_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_001788662_thumb[1]

Ji Young melihat salju turun dan mengingat kenangannya bersama Hyung Joon berfoto bersama saat SMA. Ji Young tersenyum mengingat itu.

Hyung Joon pulang dan menduga kalau Ji Young sedang menunggunya. Ji Young pun membenarkan. Hyung Joon penasaran apakah Ji Young sudah lama menunggunya.

“Aku telah menunggu sejak 5 November, 10 tahun yang lalu. Kenapa?”

Hyung Joon tak mengerti. Maka Ji Young pun bertanya apakah Hyung Joon lupa yang pernah dia lakukan. Dan ternyata benar. Ji Young menelan kekecewaan, hanya dia yang mengingat hari itu.

Miss.Korea.E20.END.mp4_001821193_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_001823963_thumb[1]

Hyung Joon berusaha mengingatnya, apakah dia meminta maaf saat itu. Tapi bukan. Ji Young yakin pasti Hyung Joon sudah tidak punya fotonya. Hyung Joon pun berusaha mengingat tentang foto itu.

“Karena kau pergi ke perguruan tinggi dan terus mengatakan padaku untuk belajar sepanjang waktu, aku merobek foto itu.” Ji Young kesal.

Hyung Joon menyuruh Ji Young masuk karena di luar dingin. Ji Young pun masuk setelah menyebut Hyung Joon sebagai pria yang tidak peka.

Miss.Korea.E20.END.mp4_001852824_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_001862900_thumb[1]

Hyung Joon masih memikirkan tentang foto itu, dia lalu menelpon ibu dan kesal karena ibu berteriak lagi padanya.

***

Miss.Korea.E20.END.mp4_001896833_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_001905175_thumb[1]

Chun Ja sedang mengukur lingkar pinggang anak-anak. Dia kesal pada Sun Yeong yang garis pinggangnya bertambah besar. Dan Chun Ja mengomentari rambut Ji Young yang kusam.

Madam Ma kemudia mengumumkan perubahan jadwa pengukuran badan dari mingguan, ke harian. Anak-anak terkejut. Begitu Chun Ja yang langsung bertanya kenapa harus diubah.

“Aku dengar bahwa kontes internasional boleh mengubah pakaian kompetisi baju renang ke bikini.” Madam Ma menjelaskan.

Semuanya terkejut. Menurut Chun Ja itu bahaya karena mereka kita tidak bisa membuat pengupas kulit pinggang dengan menempatkan balutan di sekitar, juga tidak dapat membuat payudara terlihat lebih besar dengan mengumpulkan semua lemak di sekitar dada Anda.

Miss.Korea.E20.END.mp4_001924293_thumb[1]

“Kau dapat mempersiapkan tubuhmu dengan bekerja lebih jujur. Sekarang makanlah tiga kali sehari dengan menambahkan beberapa beberapa potong daging di tulang, lalu bekerjalah tiga kali sebanyak yang kau lakukan sekarang, pahat semua lemak untuk membuat tubuhmu seperti patung Dewi Yunani. Mengerti?”

Anak-anak mengiyakan dengan lemas. Sekretaris Yoon lalu mengingatkan anak-anak untuk segera mengumpulkan foto paspor agar bisa mengirimkan aplikasi kontes internasional.

***

Miss.Korea.E20.END.mp4_001946047_thumb[1]

Penjualan lip gloss ViVi masih berjalan baik, banyak pelanggan yang datang untuk membeli.

Miss.Korea.E20.END.mp4_001966534_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_001968936_thumb[1]

Hwa Jung berkata pada Heung Sam dan Kang Woo sebaiknya mereka bersiap-siap untuk pameran dagang kosmetik bulan Mei mendatang. Hwa Jung pun bertanya-tanya haruskah mereka mulai membuat lip gloss dengan fungsi tertentu (anti penuaan, sinar matahari, dll). Mereka perlu mempersiapkan tahap selanjutnya, meningkatkan versi lip gloss yang sekarang.

Heung Sam dan Kang Woo berpandangan, lalu Kang Woo bertanya, “Sunbae, kau tidak pergi ke luar negeri untuk studi?”

Hwa Jung menoleh.

Miss.Korea.E20.END.mp4_001984218_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_001987721_thumb[1]

“Kau tidak pergi, kan?”

“Apakah kau sudah memutuskan? Terus bekerja dengan kami?”

Hwa Jung masih diam. Heung Sam pun tak masalah, dia bisa menelpon agen pendidikan dan bisa mengetahuinya dari sana. Hwa Jung mencegah.

“Aku membatalkannya! Aku tidak bisa pergi karena aku tidak bisa percaya kalian dengan ini.” Ujar Hwa Jung.

Heung Sam dan Kang Woo tersenyum senang.

***

Miss.Korea.E20.END.mp4_002004337_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002005905_thumb[1] 

Ibu datang ke rumah keluarga Oh dan berdiri di depan. Kebetulan Hyung Joon turun dan melihat ibu. Ibu mencibir kesal pada putranya itu.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002021087_thumb[1]

Hyung Joon lalu membantu membawakan barang-barang ibu ke atas. Hyung Joon bilang ibu tak perlu datang, dia sudah bilang kalau dia yang akan mengunjungi ibu. Tapi ibu memang sengaja melakukannya. Ibu lalu bertanya dimana Ji Young. Ji Young sibuk. Hyung Joon bilang ibu juga tahu kalau Ji Young adalah gadis yang sangat sibuk.

Ibu lalu berkacak pinggang, menebak anaknya dan Ji Young tinggal saling berhadapan. Ibu menunjuk dua kamar. Hyung Joon meluruskan kamarnya adalah yang di pojok. Ibu tidak peduli dan mengajak Hyung Joon pergi, mereka tidak punya banyak waktu.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002032498_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002033465_thumb[1]

Ji Young datang dan terkejut melihat ibu. Dia langsung memberi salam dan menyapa ibu. Ibu menyindir Ji Young yang memakai kacamata hitam di malam musim dingin, apakah Ji Young ini selebriti yang muncul di televisi. Ji Young menurunkan kacamata dari kepalanya dan tersenyum menanyakan kabar ibu.

Ibu masih belum berubah, masih tidak suka dengan Ji Young, sama seperti keluarga Oh tidak suka dengan Hyung Joon.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002055420_thumb[1]

Ibu tidak menanggapi pertanyaan Ji Young dan kembali mengajak Hyung Joon pergi ke kencan buta yang sudah dia katakan sebelumnya. Hyung Joon jelas terkejut karena tidak ada “sebelumnya”, dia menjelaskan pada Ji Young, tidak ada hal seperti itu.

Ibu terus memaksa Hyung Joon pergi dan Hyung Joon juga terus menolak. Ji Young pun mengambil tindakan, dia menarik Hyung Joon dan memegangnya.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002068799_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002071769_thumb[1]

“Ibu! Pria ini… dia adalah milikku.”

Ibu dan Hyung Joon terkejut. Tapi Hyung Joon tersenyum.

Ibu kesal, “Kenapa anakku milikmu? Dia milikku.” Ibu bertanya pada Hyung Joon, “Kau, apa kau miliknya?”

Miss.Korea.E20.END.mp4_002084181_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002090454_thumb[1]

Dengan tenang Hyung Joon menjawab, “Ya, itu benar. Aku miliknya. Aku prianya Oh Ji Young.”

Ji Young menoleh terkejut mendengar pengakuan Hyung Joon. Ibu juga terdiam syok.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002094524_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002097694_thumb[1]

Hyung Joon lalu memeluk ibu dan meminta maaf. Ibu kesal dan memaki Hyung Joon sebagai anak brengsek yang tidak bisa dibanggakan. Ji Young tersenyum.

***

Miss.Korea.E20.END.mp4_002108805_thumb[1]

Seluruh keluarga kedua belah pihak berkumpul di meja makan. Semuanya tegang, hanya Ji Suk yang tertawa kegirangan melihat banyak makanan di meja.

Kakek menyindir ibu, “Apa semua makanan ini? Apa kau khawatir kalau kita tak memberi makan anakmu?”

Miss.Korea.E20.END.mp4_002115144_thumb[2] Miss.Korea.E20.END.mp4_002121884_thumb[2] Miss.Korea.E20.END.mp4_002123185_thumb[2]

Ibu tidak menanggapi dan berkata pada Ji Young, “Ji Young, aku beritahu kau sekarang. Jangan pernah bermimpi (berada bersama) Hyung Joon-ku.”

Hyung Joon menegur ibunya. Dan ayah yang berada di samping ibu menggeram.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002126188_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002148009_thumb[1]

Kakek kemudian mengingatkan Hyung Joon bahwa setoran sewanya sudah habis. Ayah membenarkan, berarti sudah waktunya Hyung Joon keluar. Sekarang Ji Young yang menegur kakek dan ayah.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002155216_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002157485_thumb[1] 

Ibu kemudian berkata kalau putranya adalah luusan Universitas Negri Seoul (jadi tidak pantas untuk Ji Young). Paman bersuara, apa gunanya lulusan dari Universitas Seoul ketika dia jadi benalu keluarga mereka setelah membangkrutkan perusahaannya. Ji Young membela, produk Hyung Joon laris sekarang ini dan meraup uang tunai. Ibu berlagak bangga.

Kakek membanggakan Ji Young, “Meski begitu, Ji Young-ku adalah Miss Korea. Bukan sembarang Miss Korea, tapi Pemenang! Kau bermimpi besar (kalau ingin mendapatkan Ji Young)!”

Ibu tak terima, “Kau bilang, bermimpi besar? Ada sekelompok wanita yang ingin bertemu dia di kencan buta.”

Ji Suk menengahi dengan mengajak semuanya makan dulu baru mendiskusikannya lagi.

***

Miss.Korea.E20.END.mp4_002192252_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002193587_thumb[1]

Hyung Joon keluar diikuti Ji Young. Hyung Joon pusing, kenapa ibunya harus datang. Ji Young juga tampak pusing, tapi kemudian dia tersenyum. Ji Young meminta Hyung Joon untuk mengatakannya lagi, dia milik siapa. Hyung Joon menghela nafas. Tapi Ji Young terus meminta Hyung Joon untuk mengatakannya.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002200026_thumb[1]

“Milikmu, milikmu, milikmu! Puas?”

Miss.Korea.E20.END.mp4_002203062_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002206065_thumb[1]

Ji Young tertawa.

“Jangan tertawa. Aku sakit kepala sekarang.”

“Aku benar-benar terkejut. Aku tidak pernah berharap kau menyatakan bahwa kau adalah milikku di depan ibumu. Dibutuhkan banyak keberanian untuk memberitahu ibumu tentang kau menjadi milikku.”

“Pada usia ini, kau pikir aku ingin menjadi anak mama? Tentu saja, aku ingin menjadi milikmu.”

Ji Young tersenyum lebar, “Aku suka mendengar itu. ‘Aku milikmu.’”

Miss.Korea.E20.END.mp4_002248907_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002251476_thumb[1]

Giliran Hyung Joon yang bertanya, “Apa kau milikku? Apa kau milikku?”

“Bukan. Aku milikku. Kau milikku, aku milikku. Milik semua orang!”

Hyung Joon kesal, “Kau cukup tahu bahwa aku membiarkanmu melakukan apa pun yang kau ingin lakukan sekarang. Setelah Mei datang, maka kau bukanlah milik semua orang, tapi milikku.”

Miss.Korea.E20.END.mp4_002262487_thumb[1]

Hyung Joon lalu masuk ke dalam. Ji Young masih saja tersenyum dan bergumam sendiri, “Milikmu? Milikmu? Aku milikku.”

***

Miss.Korea.E20.END.mp4_002283540_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002286743_thumb[1]

Hyung Joon tidur bersama ibunya. Dia lalu bertanya tentang Ji Young. Ibu bilang sebelumnya di dapur, Ji Young tampaknya tahu bagaimana bekerja di dapur. Hyung Joon pun tersenyum, dan sekali ingin mendapatkan pengukuhan kalau Ji Young yang terbaik untuknya.

Ibu berdecak, lalu meminta Hyung Joon mengatakan sekali lagi dia milik siapa. Hyung Joon menghindar dan mengucapka selamat malam. Ibu memukuli Hyung Joon, “Aku pergi melalui semua rintangan dalam membesarkanmu hanya untuk menyerahkanmu kepada Ji Young seperti ini.”

Hyung Joon lalu teringat sesuatu dan bertanya apakah ibu membawa apa yang dia minta. Ibu heran kenapa Hyung Joon tiba-tiba meminta album foto dari masa kecil. Tapi ibu tetap membawanya, ada di tas.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002364986_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002366454_thumb[1]

Hyung Joon segera menyalakan lampu dan membuka halaman-halaman album foto itu. Sampai akhirnya Hyung Joon menemukannya. Fotonya bersama Ji Young, yang Ji Young tanyakan sebelumnya, yang ternyata juga sudah dia robek. Di foto itu tertulis:

“Aku akan selalu berada di sisimu. 1987-11-5.”

Hyung Joon tersenyum lebar.

***

Miss.Korea.E20.END.mp4_002379800_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002400553_thumb[1]

Jung pergi ke bandara Gimpo. Dia sepertinya bukan ingin mengantar kepegian Hwa Jung, Jung pergi ke Pulau Jeju.

Lalu Jung mengantri taksi. Awalnya Jung memotong antrian dengan berdiri di depan, tapi ketika di tegur dia kembali ke belakang. Jung sudah berubah.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002423609_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002430516_thumb[1]

Jung lalu datang ke toko perhiasan waktu itu. Dia ingin membeli kembali kalung yang waktu itu di gadaikan. Jung bertanya apakah ahjussi itu masih memilikinya. Ahjussi berusaha mengingat Jung dan akhirnya mengenalinya. Ahjussi masih menyimpan kalung itu. Jung pun bertanya berapa harganya.

*** 

Miss.Korea.E20.END.mp4_002485035_thumb[2] Miss.Korea.E20.END.mp4_002493310_thumb[2] Miss.Korea.E20.END.mp4_002495979_thumb[2]

Toko Keluarga Oh. Kakek mengeluhkan uang yang sedikit dari pemasukan toko. Bahkan saat ayan memintanya untuk makan, kakek berkata bagaimana mereka bisa makan dalam perasaan yang baik, jika uang yang mereka dapatkan sedikit hari ini. Ji Suk menimpali, apakah itu kesalahan mereka, apakah IMF kesalahan mereka.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002465583 Miss.Korea.E20.END.mp4_002458142_thumb[1]

Lalu datang seorang pelanggan yang menenteng belanjaan dari tempat lain, dia ingin membeli rokok. Kakek kesal, “Kau membeli semua bahan makananmu di Daeyoung Mart dan kau hanya membeli sebungkus rokok?”

Ayah menegur kakek, “Ya ampun, kenapa kau bertindak seperti itu kepada pembeli, ayah?”

Ji Suk kemudian mengambil rokok yang diminta pelanggan. Tapi pelanggan itu tersinggung, dia tidak jadi beli, memangnya itu hanya satu-satunya toko. Yang lain pun kesal pada kakek.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002477094 Miss.Korea.E20.END.mp4_002488538

Ayah lalu bertanya apakah di L-Mart punya jualan lain. Menurut Paman semua orang mencari barang murah dan yang lebih murah di Daeyoung Mart karena IMF. Orang bilang lubang kecil di dinding toko mereka seperti mau mati.

Ji Suk menimpali, “Mereka buka 24 jam dan punya penjualan besar pada setiap akhir pekan. Mereka bahkan menjalankan sebuah bus antar-jemput. Bagaimana kita bisa mengalahkan seseorang seperti mereka.”

Merekapun menghela nafas panjang.

***

Miss.Korea.E20.END.mp4_002514831_thumb[1]

Jung datang ke toko. Hwa Jung bertanya kemana Jung pergi, dia tidak melihat Jung sejak pagi. Jung tak menjawab dan bertanya apakah Hyung Joon sendirian di department store. Heung Sam menjelaskan, mereka merekrut beberap karyawan lagi. Mereka membutuhkan karyawan penjualan untuk berkeliling di department store dan disini juga. Mereka juga mempekerjakan karyawan paruh waktu.

Jung lalu menyodorkan sebuah kotak perhiasan di depan Hwa Jung. Hwa Jung yang tak mengerti bertanya kotak apa itu. Ternyata itu adalah kalung yang tadi Jung beli, bukan kalungnya yang di beli kembali, tapi kalung Hwa Jung. Karena Hwa Jung akan kesepian belajar di tempat yang jauh, maka Jung membeli kembali kalung Hwa Jung yang katanya dibelikan ibunya itu. Jung ingin setidaknya Hwa Jung mengenakan kalung itu saat di luar negri.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002538387_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002540922_thumb[1]

Heung Sam dan Kang Woo saling berpandangan. Hwa Jung terdiam dan membuka kotak itu, dan memang itu adalah kalung miliknya. Kang Woo heran kenapa Jung tidak membeli kembali kalung miliknya. Jung tertawa, dia seorang pria kenapa dia harus perlu kalung.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002578892_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002581061_thumb[1]

“Jung Seon Saeng…” Hwa Jung ingin mengatakan sesuatu, tapi tertahan.

Heung Sam kemudian memberitahu kalau Hwa Jung tidak akan pergi belajar. Jung terkejut. Heung Sam baru sadar kalau Jung belum tahu masalah itu. Jung bertanya apakah benar Hwa Jung tidak jadi belajar, Hwa Jung membenarkan.

Jung menghampiri Hwa Jung dan menariknya lebih dekat. Jung menatap Hwa Jung, “Tapi kenapa tidak kau katakan padaku?”

“Aku sedikit malu. Setelah mengatakan aku akan pergi, tidak akan tampak sedikit...”

Miss.Korea.E20.END.mp4_002595775_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002597611_thumb[1]

Heung Sam dan Kang Woo mendekat. Heung Sam bilang Hwa Jung tidak akan pergi karena mereka. Heung Sam tersenyum. Hwa Jung menoleh.

Jung belum mengalihkan pandangannya, “Bukan karena aku?”

Hwa Jung tidak menjawab. Heung Sam kembali menegaskan kalau Hwa Jung tidak jadi pergi karena mereka.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002617663_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002618864_thumb[1]

“Bukan karena aku?” tanya Jung lagi.

Hwa Jung terdiam beberapa saat, lalu berkata, ‘Aku akan berkencan denganmu. Aku menyukaimu, Jung Seon Saeng.”

Miss.Korea.E20.END.mp4_002628741_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002629775_thumb[1]

Jung tersenyum dan mencium Hwa Jung.

Heung Sam syok dan merasa lemas. Kang Woo tak kalah terkejut. Dia menyeret Heung Sam keluar. Sementara Jung kembali mencium Hwa Jung.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002646124_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002680758_thumb[1]

Heung Sam dan Kang Woo masih syok. Kang Woo bilang mereka tidak bisa terus bertahan, tidak peduli apa yang mereka lakukan. Mereka bahkan tidak bisa meniru kekuatan tersebut. Mereka tidak memilikinya. Kang Woo meminta Heung Sam untuk menyerah.

Heung Sam jelas patah hati. Dia mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan Presdir Neo yang tampaknya mencoba menipu mereka lagi dengan emulsifier. Heung Sam mengajak Kang Woo mengurusnya.

“Kau sudah menyerah?” tanya Kang Woo.

“Kau harus tersenyum saat mengirimnya pergi, maka kau adalah seorang pria. Aku bisa melawan IMF, tapi aku tidak punya kepercayaan diri untuk melawan Guru Jeong...” ujar Heung Sam, lalu mengusap air matanya dan pamit ke kamar kecil (pasti untuk mengapus air mata… kasihan..)

Miss.Korea.E20.END.mp4_002685362_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002690767_thumb[1]

Di dalam Jung memakaikan kalung Hwa Jung dan mereka duduk sambil berpegangan tangan. Kang Woo melihat ke dalam dan terduduk lemas.

***

Miss.Korea.E20.END.mp4_002702812_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002714090_thumb[1]

Ji Suk dan Paman pulang. Ayah dan kakek sedang melakukan sesuatu. Ayah akan mencoba menumbuhkan kecambah (tauge) bebas kimia milik mereka sendiri di rumah, karena tidak ada cara untuk mencocokkan harga yang toko grosir besar tawarkan. Ayah berpikir itu akan memberi mereka keunggulan lebih kompetitif.

“Kedengarannya masuk akal, tapi apakah ini akan benar-benar bekerja? Ini bahkan tidak tampak segar. Dan kenapa begitu kurus?” Paman memegang bakal tauge.

“Kau tidak tahu apa yang kau bicarakan. Itu menunjukkan ini bebas dari bahan kimia.” Ujar kakek.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002738113_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002748456_thumb[1]

Ji Suk dan Paman tertawa, itu tidak masuk akal. Kenapa tidak masuk akal, bibit tauge itu yang paling terkenal di Gwangmyeong-si. Paman akhirnya bilang itu akan berhasil, tapi masih sambil tertawa tidak yakin.

Ayah kemudian bilang dia melihat di televisi, bahwa bunga akan tumbuh baik jika yang memeliharanya mengatakan kata sayang dan pujian. Maka ayah pun mengatakan ‘Aku mencintaimu. Kau cantik!’ pada bakal tauge itu. Paman menimpali, orang juga bilang itu akan berjalan baik ketika mereka bernyanyi.

Lalu Ji Suk memberi saran untuk membuat tahu sendiri juga. Orang-orang menyukainya.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002787894_thumb[1]

Kakek membenarkan, “Oke, jadi bagaimana jika kita bekerja sedikit keras? Kita tidak bisa mati seperti ini untuk rantai pasar yang besar. Kita harus setidaknya mencoba untuk melakukan apa yang kita bisa!”

Mereka kemudian bernyanyi dan menari bersama untuk bakal tauge itu. mereka tertawa bahagia.

***

Miss.Korea.E20.END.mp4_002804911_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002807814_thumb[1]

Jung dan Hyung Joon berbagi tugas mengirim barang pesanan. Hyung Joon meminta Jung mengantar pesanan ke Busan. Kang Woo protes, kemarin Jung pergi ke Yeosu tanpa tidur. Jadi dia dan Heung Sam yang akan pergi ke Busan.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002813186_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002822228 

Jung menolak, “Aku akan membuat pengiriman. Kalian melakukan pekerjaan otak. Aku cukup nyaman di truk. Kalau aku duduk di toko ini hanya akan membuatku terlihat seperti pencuri. Bahkan jika siswa perempuan datang, mereka akan lari.”

Hwa Jung tersenyum mendengarnya. Hyung Joon bertanya apakah Jung tidak mengantuk. Jung bilang jika dia mengantuk, di bisa menepi di jalan dan tidur.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002860898 Miss.Korea.E20.END.mp4_002863701 

Jung akan berangkat. Tiba-tiba Hwa Jung keluar dari toko dan masuk ke dalam mobil. Hyung Joon berteriak bertanya Hwa Jung hendak kemana.

Jung di dalam mobil juga terkejut dan bertanya apa yang akan Hwa Jung lakukan dengan toko. Hwa Jung bilang tidak tahu.

“Aku harus pergi keluar juga. Ke mana kau akan pergi?” tanya Hyung Joon.

Hwa Jung diam saja. Jung memintanya turun. Tapi Hwa Jung bilang dia akan pergi ke Busan bersama Jung. Jung kembali memintanya turun. Hwa Jung tidak bergeming, dia akan ke Busan dan bergantian menyetir dengan Jung.

“Turun!” Jung membentak.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002870641_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002876213_thumb[1]

“Ke mana kau akan pergi? Cepat turun.” Ujar Hyung Joon.

Hwa Jung tidak menghiraukan mereka. Dia tersenyum mengenakan sabuk pengaman dan berkata, “Ini akan menyenangkan.”

Pembeli datang, Heung Sam pun masuk diikuti Kang Woo. Walau kesal Jung akhirnya menjalankan mobilnya.

***

Miss.Korea.E20.END.mp4_002883754_thumb[2] Miss.Korea.E20.END.mp4_002888158_thumb[2] Miss.Korea.E20.END.mp4_002893763_thumb[2]

Mobil Madam Ma berhenti pom bensin. Madam Ma tertarik dengan seorang pekerja yang menyapa mereka dan mengambil kartu pembayaran yang diberikan Sekretaris Yoon.

Madam Ma menyuruh semua turun.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002939207_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002941243_thumb[1]

Madam Ma memperhatikan bentuk tubuh gadis itu dari belakang, “Proporsi 8,1 ke 1. Dari bawah ke lututnya, 51 (%). Dari bawah ke pinggang, 91 (%). Proporsi sempurna.”

Ji Young menambahkan, “Lingkar pergelangan kakinya 20, lingkar pinggulnya 92. Pinggangnya, kita tidak bisa mengatakannya.”

“Lebar bahunya, 40. Leher 30. Dia adalah yang terbaik sejauh ini dari belakang.” Madam Ma tersenyum.

“Apakah dia lebih baik dariku, Presiden?” Ji Young merajuk.

“Aku kehilangan pemenang Miss Korea '97 kepada Presiden Kim, tapi aku akan pasti membuat pemenang Miss Korea '98 dengan tanganku.”

Miss.Korea.E20.END.mp4_002966567_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_002972540_thumb[1]

Gadis itu kembali, dan dia merasa tidak nyaman begitu melihat seisi mobil turun dan memperhatikan dirinya. Dia meminta Sekretaris Yoon untuk menandatangani bukti pembayaran.

Madam Ma kemudian meminta gadis itu membuka topi dan jaketnya. Gadis itu tidak mau, dia mengira Madam Ma dari bar. Dia tidak akan bekerja di tempat seperti itu. Madam Ma senang mendengarnya dan kembali meminta gadis itu untuk membuka topi dan jaket.

Miss.Korea.E20.END.mp4_002988121_thumb[2] Miss.Korea.E20.END.mp4_002993760_thumb[2] Miss.Korea.E20.END.mp4_003005205_thumb[2]

Gadis itu kesal Madam Ma terus memintanya demikian. Madam Ma senang dengan keberanian gadis itu. Dia pun memperkenalkan diri sebagai Ma Ae Ri dari Queen Beauty Salon. Gadis itu malah bilang tidak tertarik menjadi asisten stylish.

Kamudian gadis itu mengenali Ji Young dan memberi salam. Matanya pun terbelalak menatap Madam Ma. Madam Ma mengajukan pertanyaan standar, berapa usianya dan apakah gadis itu sudah lulus SMA. Ji Young meminta gadis itu membuka topi.

***

Miss.Korea.E20.END.mp4_003051483_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003061592_thumb[1]

Hwa Jung tersenyum gembira berada di dalam mobil bersama Jung. Dia merasa seperti akan melakukan pekerjaan lapangan. Hwa Jung lalu mengeluarkan kaset dari tas dan memutarnya. Dia juga mengeluarkan kimbap dan mencoba menyuapi Jung. Tapi Jung tidak membuka mulutnya. Jung terlihat masih kesal pada Hwa Jung.

Hwa Jung heran kenapa Jung bersikap seperti itu. Dia lalu memakan kimbapnya sendiri. Hwa Jung mengajak Jung bergantian menyetir.

Miss.Korea.E20.END.mp4_003081512_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003093223_thumb[1]

Jung mematikan kasetnya dan menepi.

“Doktor, kau melakukan apa yang kau lakukan, dan aku akan melakukan apa yang aku lakukan. Jangan berpikir untuk melakukan pekerjaan semacam ini denganku. Kau tahu aku tidak bisa membantu pekerjaanmu karena aku begitu bodoh. Kalau begitu aku akan merasa menyesal. Mengerti?”

Hwa Jung terdiam lalu berkata kalau dia mengerti. Hwa Jung lalu bertanya haruskah dia keluar sekarang. Hwa Jung bersiap keluar.

Miss.Korea.E20.END.mp4_003117280_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003118614_thumb[1]

Jung menahannya dan mengajaknya pergi ke Busan bersama. Hwa Jung tersenyum. Jung menyalakan kembali kasetnya dan mereka pun melaju ke Busan.

***

Miss.Korea.E20.END.mp4_003151813_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003154649_thumb[1]

Hyung Joon mengajak Ji Young mengambil foto untuk paspor, di tempat yang sama dengan Hyung Joon foto untuk aplikasi kuliah 10 tahun yang lalu.

Miss.Korea.E20.END.mp4_003168629_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003170598_thumb[1]

Sama seperti Ji Young waktu itu, Hyung membantu Ji Young bercermin. Hyung Joon juga meminta ahjussi untuk melakukannya dengan baik karena foto itu akan digunakan untuk kontes Miss Universe. Dan setelah Ji Young difoto, Hyung Joon bilang dia ingin mengambil satu foto lagi.

Miss.Korea.E20.END.mp4_003194120_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003198758_thumb[1]

Hyung Joon kemudian duduk disamping Ji Young. Ji Young tersenyum dan meledek Hyung Joon yang berpura-pura tidak tertarik. Kemudian, sama seperti 10 tahun yang lalu, Hyung Joon mengajak Ji Young untuk berfoto kembali seperti itu 10 tahun yang akan datang. Ji Young terkejut, apakah Hyung Joon barusan melamarnya. Hyung Joon tersenyum, dia hanya bilang, mari berfoto bersama.

“Apakah kau mengatakan kita harus menikah?” Hyung Joon masih penasaran.

“Mari kita berfoto bersama.”

Miss.Korea.E20.END.mp4_003209235_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003212305_thumb[1]

“Meninggalkan anak-anak di luar?” Ji Young tersenyum.

“Mari kita berfoto, tanpa merasa terbebani.”

Miss.Korea.E20.END.mp4_003226485_thumb[1]

Lalu Ahjussi memberi tahu kalau dia akan mengambil foto. Mereka pun berpose, tersenyum, dan Hyung Joon menggenggam tangan Ji Young seperti 10 tahun yang lalu.

 

Miss.Korea.E20.END.mp4_003253178_thumb[2] Miss.Korea.E20.END.mp4_003259250_thumb[1]

Hyung Joon: “Aku pikir kau gadis tercantik sedunia di SMA.”

Miss.Korea.E20.END.mp4_003262954_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003268325_thumb[1]

Lee Yoon: “Ah, gadis ini benar-benar sulit dikejar! Aku dengar dia mengencani seorang mahasiswa.”

Hyung Joon: “Sungguh?”

Ji Young: “Bukankah label namaku cantik?”

Miss.Korea.E20.END.mp4_003275365_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003277501_thumb[1]

Hyung Joon: “Aku akan.. Aku akan…membuatmu menjadi Miss Korea.”

Miss.Korea.E20.END.mp4_003280370_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003282539_thumb[1] 

Ji Young: “Apakah kau masih jatuh cinta untukku jika aku menggodamu? Apakah kau jatuh cinta denganku?”

Miss.Korea.E20.END.mp4_003299656_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003301924_thumb[1]

Ji Young: “Setiap hari, persis sama, jika aku pergi aku naik, lalu aku turun, lalu naik, dan turun. Kembali ke tempatku. Dalam ruang sempit.”

Miss.Korea.E20.END.mp4_003308397_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003309999_thumb[1]

Ji Young: “Aku ingin memenangkan tempat pertama. Aku percaya padamu, Oppa.”

Hyung Joon: “Oke”

Ji Young: “Mari lakukan.”

Miss.Korea.E20.END.mp4_003315971_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003325547

Ji Young: “Aku hanya mencoba untuk terlihat baik untuk dunia yang kacau dan sialan ini.

Miss.Korea.E20.END.mp4_003336724 Miss.Korea.E20.END.mp4_003345500_thumb[1]

Hyung Joon: “Kau juga. Jangan abaikan aku bahkan jika aku tidak mendapatkan gaji oleh perusahaan besar, tidak punya mobil, atau tidak memiliki rumah.”

Miss.Korea.E20.END.mp4_003346934_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003356377_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003368755_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003379232_thumb[1]

Ji Young: “Kenapa kau bilang kalau aku masih wanita tercantik di Korea? Kenapa kau mengatakan bahwa aku adalah wanita tercantik yang bisa kau pikirkan?”

Miss.Korea.E20.END.mp4_003386339_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003390643_thumb[1] 

Hyung Joon: “Payudara seorang wanita cantik dan menarik. Tidak ada payudara wanita...yang memalukan di dunia ini.”

Miss.Korea.E20.END.mp4_003401587 Miss.Korea.E20.END.mp4_003406725

Ji Young: “Bahkan jika kau tidak masuk ke Universitas Seoul, aku menyukaimu Oppa. Aku menyukaimu, Oppa.”

Miss.Korea.E20.END.mp4_003420972_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003440925_thumb[1]

Jung: “Hei! Kesini!”

Miss.Korea.E20.END.mp4_003447965_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003448999_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003459242_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003463313_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003474190_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003475491_thumb[1]

 “Hari ini adalah hari yang sangat panjang dan rewel. Hujan di siang hari, tetapi pada malam hari, salju turun. Kau perlu menggunakan payung siang hari, Pada malam hari, ada begitu banyak salju bahwa kau bisa membuat manusia salju dengan menggelindingkan briket arang. Jadi bukankah hari ini hujan, atau haruskah kita katakan bahwa salju turun? Jadi hari ini, dalam hidupmu, kau akan mengatakan hujan? atau bahwa salju turun? Menurut beberapa ahli meteorologi, jika kau menggambar manusia salju, kau adalah seseorang yang hatinya meleleh dengan cepat. Tapi jika kau menggambar payung, au adalah seseorang yang ingin dicintai di bawah payung itu. Ah, kita adalah orang-orang yang cukup kesepian. Kita, bukan?”

Miss.Korea.E20.END.mp4_003483632_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003486068_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003489271_thumb[1] Miss.Korea.E20.END.mp4_003492174_thumb[1]

Dan seperti sepuluh tahun yang lalu, Hyung Joon dan Ji Young berfoto bersama dengan tersenyum dan saling menggenggam tangan. Dan mungkin akan ada sepuluh tahun lagi ke depan… Semoga.

Miss.Korea.E20.END.mp4_003496044_thumb[1]

THE END

***

Posted by mumuzizi.

Subtitle oleh team Miss Korea @viki.com

Gambar diambil dari video milik MBC.

***

Komentar:

Dari awal drama ini tidak terlalu banyak konflik, layaknya Let’s Eat, menurutku drama ini banyak menonjolkan masalah yang mungkin terjadi sehari-hari. Bagaimana hubungan cinta bisa berakhir karena kesalah pahaman dan egoisme masing-masing, dan sebaliknya bisa kembali dengan saling memahami kondisi dan masing-masing pasangan. Seperti pasangan Hyung Joon dan Ji Young yang akhirnya bisa menyatu kembali setelah mereka membuang ego masing-masing dan saling mendukung.

Begitu juga dalam menghadapi pasang surut kehidupan. Ada kalanya kita akan jatuh karena keadaan. Tapi alangkah baiknya jika kita tidak menyerah dan berusaha untuk bangkit. Seperti yang dilakukan Hyung Joon dan perusahaannya, yang kini mulai merangkak untuk berdiri kembali. Dan keluarga Oh yang menemukan jalan agar toko mereka tidak kalah bersaing dengan toko-toko besar.

Meminjam kata-kata Han Young Won (Beyond The Clouds), memaafkan dan tidak memaafkan adalah dua hal yang sama sulitnya. Tapi alangkah lebih indahnya jika kita bisa memaafkan, walaupun itu sulit. Seperti Madam Ma yang dengan besar hati mau menerima Chun Ja kembali setelah dua kali melakukan kesalahan.

Sama halnya dengan memaafkan, meminta maaf sendiri juga sebenarnya sulit. Kita haru membuang jauh-jauh ego kita untuk meminta maaf. Tapi setelah meminta maaf, pasti perasaan lebih lega. Seperti yang dilakukan Chun Ja.

Dan betapa serakah itu tidak baik dan hanya akan merugikan diri kita sendiri. Seperti Kang Shik, yang karena keserakahannya ingin mendapatkan BB cream, dan mengambil keuntungan dari sana dengan Wine-evernya, ternyata malah tidak lebih terkenal dari lip gloss ViVi yang baru keluar. Tidak jauh berbeda dengan Lee Yoon, yang dengan serakah ingin mendapatkan Ji Young dengan uangnya, bukan cinta yang di dapat, malah Ji Young membencinya. Beruntung, dia sadar dan akhirnya bisa berteman dengan Ji Young.

Terakhir, terima kasih untuk readers yang setia menunggu. Dan mohon maaf karena penyelesaian sinopsis drama ini tertunda lama.. ^^

Comments

  1. akhirnya finish juga.....makasih yah mb Mumu........

    ditunggu next projectnya yah

    san

    ReplyDelete
  2. Aku ikutin sinopsis ini...makasi yaaa

    ReplyDelete
  3. like this.... thank you

    ReplyDelete
  4. Gomawo oenni, aku baru baca sinopsisnya :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts