Monday, April 14, 2014

BRIDE OF THE CENTURY Episode 15 – 1

Bride Of The Century Episode 15

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0000365[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0000394[2]

Doo Rim mendengar seseorang membuka pintu restoran. Doo Rim mengira itu adalah Kang Ju, tapi ternyata yang datang adalah Jae Ran. Doo Rim bertanya kenapa Jae Ran bisa ada disana. Jae Ran tak menjawab, dia meracau kalau gara-gara Doo Rim, karena Doo Rim muncul Yi Kyung jadi seperti itu. Jae Ran terus mendesak Doo Rim hingga Doo Rim terjatuh dan melemparnya dengan vas bunga. Beruntung Doo Rim bisa menghindar.

Sambil merangkak Doo Rim pindah ke ruangan sebelah. Jae Ran terus mengikutinya. Jae Ran berkata orang yang harus mati bukan Yi Kyung. Orang seperti Doo Rim, dari awal sudah tidak sepantasnya dilahirkan ke dunia.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0000819[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0000849[2]

Doo Rim berhasil berdiri, tapi kemudian Jae Ran mencekiknya, “Mati kau! Mati saja kau!”

Jae Ran berteriak dan terus mencekik Doo Rim.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0000929 Bride.of.the.Century.E15.mp4_0000985[2]

Pintu paviliun di kediaman Choi bergetar dan terbuka. Arwah itu keluar dari sana. Sementara itu Kang Ju masih tertidur di mobilnya yang terparkir tak jauh dari restoran Doo Rim.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0001109[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0001143

Jae Ran masih mencekik Doo Rim. Tiba-tiba bersinar sebuah cahaya dari wajah Doo Rim, dan wajah Doo Rim berubah menjadi wajah arwah itu. Jae Ran terkejut dan melepaskan cekikan tangannya.

“Orang jahat! Akhirnya kau tunjukkan juga belangmu yang sebenarnya. Sudah lama aku menunggu. Waktu 100 tahun sudah berlalu. Kau pasti sudah tidak ingat lagi kenapa aku muncul di hadapanmu. Dosa yang tercipta karena dirimu, akhirnya bisa diberantas.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0001438 Bride.of.the.Century.E15.mp4_0001446[1]

Jae Ran menggelengkan kepala, dia mencekik leher arwah itu dengan histeris. Si arwah tersenyum.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0001500[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0001553

Kejadian yang sama terjadi di masa lalu, seorang wanita yang mirip dengan Jae Ran mencekik seorang wanita lain yang merupakan si arwah semasa hidupnya. Nenek Jae Ran (ijinkan aku menyebutnya demikian) mencekik lehernya sampai meninggal dengan mata terbuka. Seorang gadis yang mirip Doo Rim masuk dan menjatuhkan baskom yang dia bawa karena terkejut melihat kejadian itu.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0001882[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0001934

Nenek Jae Ran bergegas menuju bayi yang baru dilahirkan arwah dan hendak mencekiknya. Gadis itu menghalangi nenek Jae Ran dan mengambil si bayi. Si gadis yang merupakan putri dari nenek Jae Ran membawa bayi itu keluar.

Flashback: Kediaman Keluarga Choi, 100 Tahun Yang Lalu (sebelum peristiwa tadi terjadi)

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0002048[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0002117

Gadis tadi yang ternyata bernama Boon memberitahu Nyonya kalau Tuan Choi sudah pulang. Nyonya dan para pelayang menyambutnya. Nyonya memberi salam pada suaminya. Kemudian Tuan Choi menyapa Boon yang sudah tumbuh menjadi wanita muda yang cantik, waktu dia berangkat ke Tokyo Boon masih kecil. Boon menunduk malu.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0002329[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0002457

Tuan Choi berkata pada nenek Jae Ran, “Bibi, sudah waktunya bagi Boon untuk menikah.”

Nenek Jae Ran tersenyum, “Jangan diungkit lagi. Anak gadis seperti dia, siapa juga yang sudi? Benar-benar mengkhawatirkan.”

Boon cemberut, “Ibu setiap hari cuma mengomeli aku saja. Aku tidak ingin menikah. Aku ingin hidup bersama Ibu dan Eonnie seumur hidup.” Boon menggamit lengan seorang gadis.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0002581 Bride.of.the.Century.E15.mp4_0002590

Tuan Choi tidak mengenal wanita itu, “Sebuah wajah asing. Siapa namamu? Telingamu tuli? Kenapa tidak menjawab?”

Gadis itu terus menunduk ketakutan. Kemudian Nyonya menegur Tuan Choi.

(Nenek Jae Ran adalah pembantu di rumah itu yang melayani Nyonya dan Boon adalah anaknya)

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0002688 Bride.of.the.Century.E15.mp4_0002995[2]

Mereka kemudian duduk bersama di deoan rumah. Wanita itu masuk dan menyajikan hidangan untuk Tuan dan Nyonya. Wanita itu keluar lagi. Nyonya menuangkan air untuk suaminya. Dia bercerita, saat dalam perjalanan pulang dari kuil sehabis sembahyang, mendadak perutnya terasa sakit. Berada di tengah pegunungan, dia tidak bisa bergerak.

“Untunglah gadis itu kebetulan lewat dan menolongku. Sehingga aku berhasil lolos dari marabahaya. Sepertinya dia tidak hanya tuli, tapi juga gagu. Dia adalah seorang gadis malang yang berkeliaran tanpa memiliki tempat yang bisa dituju. Takdir membawanya ke sini.”

“Aku sama sekali tidak tahu itu. Malah bertanya padanya jika dia itu tuli. Karena tidak bisa mendengar, maka tidak bisa berbicara. Karena itu, mungkin nama juga dia tidak punya.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0003384[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0003401

Gadis itu keluar dari sebuah ruangan sambil membawa ember berisi air. Tanpa sengaja dia bertabrakan dengan Tuan Choi, sehingga bajunya basah. Gadis itu membersihkan baju Tuan Choi. Tuan Choi mencegahnya, dia bilang tidak apa-apa. Tapi si gadis terus membersihkan hingga Tuan Choi memegang tangannya untuk membuatnya berhenti. Si gadis terkejut dan menarik tangannya.

Tuan Choi kemudian berkata, “Kau ini seperti seekor kelinci yang ketakutan. Maaf, telah membuatmu ketakutan.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0003704 Bride.of.the.Century.E15.mp4_0003723[2]

Tuan Choi kemudian berjalan pergi. Si gadis menahan tangan Tuan Choi. Tuan Choi bingung. Si gadis memeriksa nadi di tangan Tuan Choi, dan mereka berpandangan.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0004113[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0004194[2]

Tuan Choi mendapatkan perawatan akupuntur dari gadis itu. Tuan Choi takjub, hanya dengan sentuhan singkat seperti tadi gadis itu bisa tahu kalau dia menderita sakit kepala.

“Sebuah jarum perak, bisa digunakan untuk menolong orang, juga bisa untuk membunuh orang. Sepasang tanganmu ini benar-benar adalah tangan ajaib yang dapat menyembuhkan orang.”

Si gadis tampak tercengang mendengar kata-kata Tuan Choi itu, dia kemudian tersenyum dan menusukkan jarum lagi. Tuan Choi kesakitan, si gadis menunduk beberapa kali meminta maaf. Tuan Choi tersenyum.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0004427[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0004494[2]

“Berhubung kau telah mengobatiku, aku harus membalas kebaikanmu.”

Si gadis menggeleng.

“Byul... mulai sekarang namamu adalah Byul. Bagaimana? Kau suka?”

Byul mengangguk dan tersenyum. Tuan Choi kemudian memanggil nama Byul berkali-kali dan tertawa.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0004868[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0005049[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0005137[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0005346[2]

Byul sedang menjemur kain. Dia tersenyum senang. Saat kain menutupi wajahnya, Byul menutup mata menikmatinya. Tiba-tiba Tuan Choi menyingkap kain yang menutupi wajah Byul. Tuan Choi mendekati wajah Byul, Byul terdiam dan menutup mata. Tuan Choi mencium Byul.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0005530[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0005761[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0005856[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0005910

Tuan Choi memakaikan sebuah gelang pada Byul dan menatap Byul penuh kasih. Tuan Choi sudah jatuh cinta pada Byul. Dia menggenggam tangan Byul. Byul tersenyum senang, tapi air matanya mengalir perlahan. Dia menatap bunga yang berjatuhan dari pohon.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0005955[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0005977 Bride.of.the.Century.E15.mp4_0006106[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0006251[1]

Dari jauh Nyonya melihat kemesraan itu dengan emosi. Nenek Jae Ran juga ada di sampingnya. Dia menggenggam tangan Nyonya, seakan menenangkannya.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0006407 Bride.of.the.Century.E15.mp4_0006632

Byul tidur bersama Tuan Choi. Dia kemudian terjaga dan duduk. Byul memandangi Tuan Choi dengan tatapan emosi. Byul kemudian bicara dalam hati, “Ayah... Ibu... Aku akan membunuh anak dari musuh kita, dan memutuskan garis keturunan keluarga ini. Setelah masalah ini selesai, putrimu akan datang mencari Ayah dan Ibu.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0007029[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0007593[2]

Byul mengeluarkan jarum akupunturnya dan pelan-pelan mengarahkan jarum itu pada leher Tuan Choi. Byul hendak membunuh Tuan Choi. Tapi ternyata Byul tidak sanggup. Dia menarik tangannya kembali dan menangis. Byul kembali berkata dalam hati, “Ayah, maafkan aku. Terhadap diriku yang bagaikan batu kerikil di pinggir jalan, dia mengasihiku bagaikan sekuntum bunga yang indah. Aku tidak berdaya untuk tidak jatuh cinta padanya. Maafkan aku, Ayah.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0007686[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0008049[1]

Tuan Choi terkejut mendengar kabar dari nenek Jae Ran bahwa Byul adalah putri dari keluarga musuh. Nenek Jae Ran berkata bahwa dia sudah menyelidikinya secara diam-diam. Dia menemukan bahwa Byul adalah putri saudagar obat dari desa Yangjoon. Beberapa tahun yang lalu keluarganya terlibat dalam skandal huru-hara, dan seluruh keluarganya tewas. Setelah seluruh keluarganya dieksekusi oleh oleh seorang Jendral. Dia menyembunyikan identitasnya dan sengaja mendekati Nyonya, untuk bisa masuk ke rumah ini.

“Sulit untuk dipercaya... Sulit untuk dipercaya!” Tuan Choi menolak untuk percaya.

“Anda harus percaya. Sesuatu yang tidak diinginkan hampir saja terjadi pada Anda.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0008298[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0008268[2]

Nenek Jae Ran kemudian menunjukkan sebuah bungkusan berisi racun dari buntalan berang-barang milik Byul. Racun itu sangat berbisa, dengan dosis kecil saja bisa membunuh orang dengan membuat muntah darah. Byul hendak mencoba membunuh Tuan Choi dengan itu.

Tuan Choi meremas bungkusan racun itu dengan marah. Nenek Jae Ran tersenyum sinis, berhasil menghasut Tuan Choi.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0008405[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0008612[2]

Tuan Choi masuk ke kamar Byul dan mengulurkan pedang ke leher Byul. Byul bingung dan minta penjelasan.

Tuan Choi berkata dengan marah campur sedih, “Aku begitu mencintaimu, sampai mengikrar janji cinta denganmu. Tapi kau... Walaupun hati seseorang itu akan berubah begitu ia terjaga, tapi gadis yang kusayangi dengan setulus hati, malah berniat menusukkan pisau ke jantungku. Kau benar berniat memutuskan garis keturunan keluargaku? Kau benar ingin membunuhku?”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0008813 Bride.of.the.Century.E15.mp4_0008988[1]

Byul menangis dan menggeleng, dia berkata dalam hati, “Bukan, bukan seperti itu, Tuan. Walaupun aku pernah memiliki keinginan untuk melukaimu, tapi hatiku telah menjadi milikmu. Tolong percayalah padaku.”

“Kau telah menipuku dan mempermainkan keluargaku. Aku tidak bisa memaafkanmu.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0009298[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0009368[1]

Byul menangis semakin dalam dan menunduk, dia tidak bisa mengeluarkan pembelaannya dan lagi-lagi hanya bisa berkata dalam hati, “Lebih baik Anda bunuh saja aku. Asalkan demi engkau, Tuanku. Nyawaku tidak ada harganya. Tapi perasaanku terhadap Tuanku itu benar-benar tulus. Tolong jangan lupakan itu.”

Byul menutup mata, menunggu Tuan Choi menebas lehernya. Tuan Choi mengangkat pedangnya dan menguatkan diri. Tuan Choi menebas. Tapi bukan leher Byul, melainkan lilin. Rasa cinta Tuan Choi tidak bisa membuatnya membunuh Byul. Tuan Choi menyuruh Byul meninggalkan tempat itu karena dia sudah mati ditebas.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0009553 Bride.of.the.Century.E15.mp4_0009670[2]

“Aku tidak kenal padamu, dan juga tidak tahu siapa namamu. Kita sama sekali tidak pernah bertemu. Aku akan melupakan semua ini. Kata-kata penuh cinta yang pernah kuucapkan, dan kenangan-kenangan manis kita, akan kulupakan semuanya.”

Tuan Choi berkata tanpa menatap Byul, lalu dia keluar. Byul menangis, dia hanya bisa menangis. Kemudian Byul merasa mual-mual.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0010647 Bride.of.the.Century.E15.mp4_0010670

Nyonya khawatir jika Byul melahirkan seorang putra. Walaupun sekarang Tuan Choi dengan tega mengusirnya pergi, tapi terhadap seorang wanita yang telah melahirkan anaknya, mana mungkin dia akan bisa setega itu. Nenek Jae Ran menunjukkan wajah liciknya, dia berkata jika dia punya satu cara.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0010694[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0011056[2]

Beberapa waktu kemudian, nenek Jae Ran dan Boon membantu persalinan Byul. Byul melahirkan seorang putra. Boon tersenyum bahagia dan memberitahu Byul. Nenek Jae Ran mulai melancarkan aksinya, dia meminta Boon keluar untuk mengambil sebaskom air hangat. Boon mengerti dan segera keluar.

Nenek Jae Ran mendekati Byul. Byul yang lemas karena kelelahan mengulurkan tangannya ingin melihat bayinya. Nenek Jae Ran menepis tangan Byul dan berkata, “Pada saat bersalin, kau meninggal bersama dengan bayimu.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0011586[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0011768[2]

Byul terkejut dan seperti ingin mengatakan sesuatu. Nenek Jae Ran langsung mencekik leher Byul sekuat tenaga. Byul yang lemas tidak bisa melawan, dia hanya bisa berkata dalam hati, “Jangan! Anakku... kumohon. Ampuni anakku... Setidaknya ampuni anakku.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0011907 Bride.of.the.Century.E15.mp4_0012038

Byul meninggal. Boon masuk dan terkejut melihat apa yang dilakukan ibunya. Dia menjatuhkan baskom berisi air itu. Nenek Jae Ran kemudian hendak mencekik leher bayi Byul. Boon segera sadar dari keterkejutannya dan membawa bayi itu keluar.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0012248[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0012313[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0012505 Bride.of.the.Century.E15.mp4_0012581[1]

Nyonya menggendong bayi itu. Di depannya duduk membungkuk nenek Jae Ran yang tangan dan pakaiannya masih bersimbah darah.

“Berhubung masalah sudah sejauh ini, mulai hari ini, bayi ini adalah anakku. Dikarenakan aku tidak sanggup meneruskan garis keluarga, aku akan menganggapnya sebagai hadiah yang diberikan oleh Tuhan padaku. Buang mayatnya ke tempat yang tidak akan ditemukan oleh orang. Dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya, sehelai rambutpun tidak boleh ada yang tertinggal. Harus kau buang semuanya!”

Nyonya melemparkan sebuah bungkusan yang sepertinya berisi uang ke dekat nenek Jae Ran. Nyonya menyuruh nenek Jae Ran segera pergi dari sana. Nyonya menunjukkan sifat aslinya yang licik, dia membuang nenek Jae Ran setelah berhasil membunuh Byul. Nenek Jae Ran terkejut Nyonya yang dibelanya mengusirnya.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0012749[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0012787 Bride.of.the.Century.E15.mp4_0012823[2] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0012844

Nenek Jae Ran dihantui perasaan bersalahnya dan menjerit.

Flashback end.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0012929[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0012952

Kembali ke masa kini. Jae Ran melepaskan tangannya yang mencekik arwah Byul. Jae Ran terkejut dengan penglihatannya barusan tentang kesalahan yang dilakukan nenek moyangnya dulu.

“Siapa yang menebar benih, dia yang akan menuai. Perbuatanmu akan kembali menghantuimu. Jangan harap kau bisa meloloskan diri tanpa membayar dosa dari perbuatanmu.”

Jae Ran menggeleng lalu berlari pergi dari sana.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0013216[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0013404[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_0013678 Bride.of.the.Century.E15.mp4_0013726[1]

Arwah Byul menghilang, Doo Rim yang tak sadarkan diri kemudian terjatuh lemas.

Kang Ju sadar dan segera berlari ke dalam restoran mencari Doo Rim. Dia terkejut melihat restoran yang berantakan. Kang Ju menemukan Doo Rim yang terbaring di lantai tak sadarkan diri. Kang Ju berusaha membangunkan Doo Rim agar sadar. Tak lama Doo Rim membuka mata dan memanggil Kang Ju. Kang Ju mendekap Doo Rim.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0014143

Jae Ran duduk berjongkok di kamarnya. Dia masih belum bisa menerima kenyataan yang baru saja diketahuinya. Dia teringat kembali perkataan arwah Byul, “Siapa yang menebar benih, dia yang akan menuai. Perbuatanmu akan kembali menghantuimu. Jangan harap kau bisa meloloskan diri tanpa membayar dosa dari perbuatanmu.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_0014325[1]

Jae Ran masih mencari pembenaran, dia berkata sendiri, “Mau itu 100 tahun yang lalu, atau sekarang... Aku hanya mematuhi kehendakku sendiri. Melakukan apa yang dapat kulakukan. Manusia itu pasti akan melakukan kesalahan. Tanpa melakukan perbuatan dosa, manusia tidak akan sanggup hidup. Demi kelangsungan hidup, manusia harus berdosa.”

Jae Ran mendekap badannya sendiri dan menangis.

***

Bersambung ke bagian 2 ~

***

Komentar:

Ternyata begitulah awal mula munculnya arwah Byul.. berarti nenek moyang Jae Ran itu nenek moyangnya Doo Rim juga ya..

5 comments:

  1. wah sinop nya cepet banget keluar nya mba... padahal yg engsubnya aja aku belom nonton, makasih mba
    berarti keturunan tuan choi itu anak si hantu byul itu kan,, termasuk kang ju berarti keturunan nya Byul karna istri tuan choi gk punya keturunan

    ReplyDelete
  2. Hahaaaa, akhirnya terkuap misteri siapa arwah hanyu selama ini,.. tp neneknya dorim apa hubungannya ya... thx mba sinopnya., d tggu trus ya kelanjutannya..

    ReplyDelete
  3. menurut saya sih itu bukan nenek moyang, tapi orang yg berrekarnasi. soalnya hantunya itu/Byul seperti mengunggu orang yg membunhnya berrekarnasi lagi

    ReplyDelete
  4. Pas tau nama byul, jd keinget istrinya Haha. Trs pas baca lagi nama doo rim, jd inget nama anak Haha, Dream (Deu-rim). Hhehe. Sorry Oot.
    aa... jd gt to awalnya... dr jaman dulu moyang sm turunan sama aja gt ya..

    ReplyDelete
  5. Yg dsininlbh banyak gbrx, gomawoo..
    soalnya rada g paham pas baca flashback di blog 1 nya, soalnya kan tokohnya bbrp muncul scara utuh disitu.jd klo g ada gbrx g bs bayangin gmn org2x, n kjadiannya *hhe. Blm smpet liat dramanya sih. Ini aja striping dr pagi baca sinopsisnya..gara2 penasaran hbs liat di tv, hhe. Br yertarik stlh tayang di tv sih

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD