BRIDE OF THE CENTURY Episode 15 – 3

Bride.of.the.Century.E15.mp4_002615879_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002617414_thumb[1]

Doo Rim menemui Tuan Choi. Tuan Choi berkata wajah Doo Rim tidak segar. Doo Rim meminta Tuan Choi untuk tidak mengkhawatirkannya, karena Tuan Choi sendiri yang tampak lebih tidak segar.

“Ayah.. Tidak tahu jika apa yang akan saya ucapkan itu pantas atau tidak...”

“Jangan merasa ragu, katakan saja.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_002650681_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002653817_thumb[1]

“Pada awalnya, bagi saya Kang Ju itu adalah orang yang seperti ini. Tidak dapat didekati, hanya dapat diamati dari jauh. Betapa menyakitkan dan menyedihkannya perasaan seperti itu. Ibu, selama ini telah melalui hari-hari yang seperti ini. Ayah dan Ibu, jika bisa memulai kembali, alangkah baiknya. Mohon Anda menyediakan sebuah tempat yang memungkinkan bagi Ibu untuk kembali.”

Tuan Choi terdiam.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_002698562_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002702199_thumb[1]

Butler Jang mengantar Doo Rim yang hendak pulang ke halaman. Butler Jang memberitahu bahwa Kang Ju sebentar lagi akan pulang kerja. Butler Jang bertanya apakah Doo Rim tidak berniat menunggunya pulang baru pergi. Doo Rim menolak, dia masih ada urusan. Doo Rim kemudian pamit pergi. Doo Rim terlihat ragu untuk berjalan, dia berbalik dan berkata pada Butler Jang.

“Ahjussi, jaga diri baik-baik. Semoga Anda sehat selalu.”

“Baiklah, hati-hati di jalan.”

Doo Rim kemudian berjalan pergi. Butler Jang merasa aneh dengan perilaku Doo Rim yang seperti orang yang akan pergi jauh.

***

Bride.of.the.Century.E15.mp4_002729827_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002731628_thumb[1]

Doo Rim dan Kang Ju bertelepon. Kang Ju bertanya apakah benar Doo Rim pergi ke rumahnya tadi siang. Kang Ju bilang dia sedang ngobrol dengan Doo Rim di telepon sambil merindukan Doo Rim. Doo Rim terdiam dan terlihat sedih.

“Kenapa kau diam saja? Karena hatimu merasa tidak tenang, dan kebingungan? Setelah aku pulang ke rumah dan kelelahan, kau masih menelepon aku.”

“Hamba ketakutan, Yang Mulia.”

“Hanya di bibir saja. Coba nyanyikan aku sebuah lagu. Bukankah ada sebuah lagu yang sering kau nyanyikan?”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_002777608_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002784448_thumb[1]

Doo Rim kemudian bertanya tentang keadaan Ibu, dia mendengar jika Ibu tinggal di rumah bibi. Kang Ju memberitahu bahwa kemarin dia baru dari sana dan ibunya baik-baik saja. Kang Ju mengajak Doo Rim pergi kesana akhir pekan. Kang Ju bilang ibunya tidak akan mengusir Doo Rim.

Doo Rim setuju, “Jika benar aku diusir, aku akan kembali lagi, dan kembali lagi.”

“Benar-benar cocok denganmu, Doo Rim.”

“Tidurlah, kau pasti sudah lelah.”

“Hei, tanpa seizin dariku, kau berani tutup duluan? Bukankah aku memintamu untuk bernyanyi? Ayo nyanyi!”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_002808906_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002819316_thumb[1]

Kang Ju merebahkan badannya. Dan Doo Rim mulai bernyanyi, sambil mengenang kebersamaannya bersama Kang Ju, saat dirinya diterima oleh Kang Ju sebagai Doo Rim.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_002833263_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002836233_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002840671_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002842105_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002843674_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002844741_thumb[1]

“Jika laut yang diterpa oleh badai mulai tenang... Akankah kau datang hari ini mengarungi samudera? Sekalipun bintang-bintang yang berkilau di malam hari juga terlihat begitu indah... Tapi kedua matamu terlihat jauh lebih indah.

Kang Ju sudah tertidur pulas, sedangkan Doo Rim masih terus bernyanyi sambil menangis.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_002858989_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002863360_thumb[1]

“Aku hanya menanti, menanti dirimu... Selamanya menanti orang yang kucintai. Aku hanya menanti, menanti dirimu... Selamanya menanti orang yang kucintai.”

***

Bride.of.the.Century.E15.mp4_002922352_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002927624_thumb[1]

Esok pagi, Kang Ju bergegas masuk ke dalam restoran.

Terlihat Jin Joo yang khawatir, dan tak jauh ada Kang Ju yang sedang memegang sepucuk surat yang ditinggalkan Doo Rim. Kang Ju membacanya.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_002939403_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002944408_thumb[1]

“Kang Ju... Kang Ju ku. Aku harap, semoga hal ini bagimu bukanlah sesuatu yang terlalu menyedihkan. Karena cinta kita belum berakhir. Sekalipun kau merasa begitu rindu hingga tidak tertahankan, kumohon, bertahanlah. Supaya aku bisa melindungimu.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_002963694_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002971101_thumb[1]

Aku bukan ingin melarikan diri. Aku hanya merasa di sebuah tempat di mana kau tidak bisa menemukanku, aku akan semakin mencintai...

Bride.of.the.Century.E15.mp4_002976807_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002987050_thumb[1]

Mencintaimu Kang Ju. Juga mencintai orang-orang yang pernah mencintaiku. Aku cinta padamu. Sampai jumpa.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_002992889_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_002999963_thumb[1]

Kang Ju terpaku.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003011975_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003019549_thumb[1]

Dan ternyata Doo Rim juga mengirimkan sebuah pesan pada Yi Kyung.

“Sekarang ini... seharusnya aku dan nenek telah memulai perjalanan meninggalkan Seoul. Apakah dengan kepergianku, semuanya akan kembali menjadi seperti semula?”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003023220_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003028492_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003030560_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003034965_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003043407_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003045308_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003049679_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003051681_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003053316_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003062793_thumb[1]

Yi Kyung mengingat kenangan saat dia memojokkan Doo Rim, dan saat Kang Ju akhirnya memilih Doo Rim.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003066129_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003082045_thumb[1]

“Pada posisi yang telah kukosongkan itu... Janganlah diisi dengan kemarahan dan air mata, tapi dengan kegembiraan dan senyuman. Alhasil, kau juga akan bisa melepaskan kemarahan dan kekecewaanmu itu. Semuanya akan berubah menjadi tenang dan damai. Dengan tulus aku mengharapkan kesehatan bagi tubuh dan pikiranmu. Dan menjalani kehidupan dengan tenang.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003104634_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003119049_thumb[1]

Yi Kyung beranjak dari tempat tidur dan menatap langit lewat jendela kamarnya. Yi Kyung sepertinya tersadar dengan pesan dari Doo Rim itu.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003131094_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003140670_thumb[1]

Yi Kyung ke kamar Jae Ran. Dia membelai rambut ibunya itu yang sedang tertidur. Jae Ran terbangun, dia langsung bertanya sakit di bagian mana yang Yi Kyung rasakan.

“Ibu..”

Jae Ran terkejut mendengar Yi Kyung sudah bisa bicara, “Yi Kyung, kau bisa bicara sekarang? Kau bisa dengar suara ibu?”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003185815_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003188552_thumb[1]

“Ibu, kenapa berbuat seperti itu? Na Doo Rim, dia sama sekali tidak bersalah. Kita yang telah bersalah.”

“Yi Kyung-ah…”

“Ibu, sejauh apa kau berniat melangkah? Cukup sampai di sini saja. Ibu pikir asalkan dia lenyap, hatiku akan terasa lebih tenang? Sama sekali tidak begitu.” Yi Kyung menangis.

“Apakah kau sudah gila? Apakah kau tidak tahu gara-gara siapa kau jadi begini?”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003207137_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003219683_thumb[1]

Yi Kyung berteriak, “Orang yang sudah gila itu bukan aku tapi Ibu. Beberapa hari ini apapun tidak ingin kudengar. Karena itu aku menulikan kupingku dan membisukan mulutku untuk berpikir dengan tenang. Kemudian aku jadi mengerti. Apa yang telah kita lakukan selama ini. Hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang manusia.”

“Kau... kau kenapa berbicara seperti ini terhadap Ibu? Aku berbuat seperti itu demi siapa?”

“Jangan bilang demi aku! Bukankah Ibu lebih tahu? Demi memuaskan keinginanmu, Ibu membutuhkan aku.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003231728_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003234097_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003240670_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003242272_thumb[1] 

Jae Ran kemudian melihat jika sosok yang di depannya adalah Doo Rim, bukang Yi Kyung. Jae Ran ketakutan dan mencekik leher Yi Kyung. Yi Kyung berhasil melepaskan diri. Jae Ran kemudian sadar, yang didepannya adalah Yi Kyung. Dia menangis membelai Yi Kyung, apa yang telah dia lakukan pada Yi Kyung. Yi Kyung tercengang.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003261591_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003262792_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003265228_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003268832_thumb[1]

Kemudian Jae Ran melihat sosok arwah Byul. Dia kembali tidak mengenali Yi Kyung dan memintanya tidak mendekat.

“Ibu!” Yi Kyung berusaha menyadarkan Jae Ran.

Jae Ran sadar lagi, “Yi Kyung-ah.. Jangan mendekat! Jangan mendekat! Siapa tahu aku akan mencelakakanmu. Jangan mendekat! Jangan mendekat!”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003291688_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003294524_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003297060_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003300597_thumb[1]

Jae Ran menyembunyikan wajahnya. Yi Kyung memanggil-manggil ibunya, berusaha menyadarkan ibunya. “Ibu, aku adalah Yi Kyung! Yi Kyung.”

“Jangan mendekat! Jangan mendekat!”

“Ibu, aku adalah Yi Kyeong.”

***

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003313743_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003316279_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003322452_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003328591_thumb[1]

Jae Ran berada di sebuah rumah sakit jiwa. Yi Kyung menyuapi Jae Ran, “Ibu, makanlah sesendok.”

Jae Ran menoleh pada Yi Kyung, dia lalu menepis sendok yang diulurkan Yi Kyung, “Siapa ibumu? Di mana putriku Yi Kyung Yi Kyung! Yi Kyung!” Jae Ran mencari-cari Yi Kyung.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003336366_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003339169_thumb[1]

“Ibu…” Yi Hyun menghampiri Jae Ran.

“Yi Hyun, di mana Yi Kyung?” Jae Ran mengenali Yi Hyun. “Bantu aku cari Yi Kyung. Aku rindu pada Yi Kyung.” Jae Ran menangis.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003351781_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003355952_thumb[1]

Yi Kyung membalik badan Jae Ran agar menghadap padanya, “Ibu, aku ada di sini. Aku adalah putrimu, Yi Kyung.”

Jae Ran akhirnya mengenali Yi Kyung, “Yi Kyung, dari mana kau? Susah payah ibu mencarimu. Putriku!” Jae Ran memeluk Yi Kyung, seperti sudah lama tidak bertemu.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003363159_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003381644_thumb[1]

Yi Kyung merasa sedih, “Ibu, aku tahu. Ibu sekarang sedang terkurung dalam penjara yang Ibu bangun sendiri. Aku akan melindungimu. Ibu pasti akan bisa mengatasi semua ini. Ibu…”

Yi Hyun melihat mereka dengan sedih.

***

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003386382_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003410073_thumb[1]

Kang Ju melihat-lihat foto Doo Rim di ponselnya, dan berkata dalam hati.

“Jangan tertawa... Aku benci pada dirimu yang meninggalkanku. Juga benci pada dunia yang memaksamu pergi. Jika memang harus pergi meninggalkanku, kenapa kau muncul di sisiku? Andai semuanya bisa berhenti di sini... Dengan begitu, saat-saat yang menyakitkan ini... dan hatiku yang berdarah itu akan bisa...”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003425655_thumb[1]

Kang Ju tidak bisa menyelesaikan kata-katanya. Dia termenung sendirian di kamarnya dalam kegelapan.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003432595_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003437934_thumb[1]

Tuan Choi juga tidak ada di ruangannya. Ruangannya kosong dan gelap. Paviliun itu juga masih di gembok dan gelap.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003453650_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003458822_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003460056_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003461624_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003464360_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003467630_thumb[1]

Kang Ju gelisah dalam tidurnya. Arwah Byul datang dan mengelus Kang Ju. Kang Ju bermimpi. Dia melihat kilasan Tuan Choi 100 tahun yang lalu yang hendak menebas Byul, dan Kakeknya yang memegang sebelah sepatu di pinggir tebing, juga ayahnya.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003469332_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003472402_thumb[1]

Kang Ju membuka mata dan melihat sosok arwah Byul. Kang Ju ingin mengatakan sesuatu, “Tolong... setidaknya biarkan dia...”

Belum selesai, arwah Byul membuat Kang Ju tidur kembali. Lalu dia pergi.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003514344_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003517013_thumb[1]

Kang Ju terbangun esok harinya, dan termenung.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003529859_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003538835_thumb[1]

Lalu dia bangkit menuju paviliun. Kang Ju membuka gemboknya dan masuk ke dalam kamar (kamar ini adalah dulunya kamar Byul).

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003544474_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003568331_thumb[1]

Kang Ju meraba kain yang ada di altar. Dia berkata dalam hatinya.

“Awalnya aku tidak mengerti, mengapa aku bisa ada di dunia ini. Setelah kepergiannya, barulah aku mengerti. Demi seseorang... demi bertemu dengan seseorang itu. Sekalipun kita berada di sebuah sudut dunia, menjalani hidup kita sambil merindukan sesama... penantian yang panjang itu akan berubah menjadi rasa cinta, bukan? Sekalipun kita berdua terpisahkan, tapi akan selalu saling menemani.”

***

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003589285_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003600063_thumb[1]

Doo Rim berdiri di tepi tebing di dekat kincir angin. Dia mendapat penglihatan lagi.

Flashback..

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003609005_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003611307_thumb[1]

Byul ternyata tidak jadi diusir, dia masih di kediaman Tuan Choi tapi Tuan Choi sedang pergi lagi ke Tokyo. Byul sedang bersama dengan Boon.

Boon berkata jika dia bisa mengerti perasaan Byul, “Begitu menatap mata Eonnie, aku bisa mengerti. Tatapan matamu itu sebulat bulan purnama. Di dalamnya dipenuhi oleh perasaan cinta dan rindu.

Byul tersenyum.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003634097_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003637166_thumb[1]

“Kenapa? Jika tidak dikemukakan, pihak satunya lagi tidak akan tahu. Bukannya menatap ke dalam mata saja sudah bisa mengerti? Kenapa Tuan sama sekali tidak memahami perasaanmu?”

Byul mengelus kepala Boon.

“Begitu Tuan pulang dari Tokyo, biar aku yang memberitahu padanya. Aku akan memberitahu padanya betapa kau mengharapkan kepulangannya, dan betapa kau mencintainya.”

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003667263_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003681044_thumb[1]

Byul kembali tersenyum. Dia lalu mengelus perutnya yang besar. Boon mendekatkan telinganya ke perut Byul. Dia kemudian merasakan tendangan dari bayi yang ada di dalam perut Byul. Byul pun merasakannya.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003684280_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003688651_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003689986_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003700763_thumb[3]

Boon melihat ibunya membunuh Byul dan mencoba membunuh bayi Byul. Boon dengan segera mengambil bayi Byul dan berlari keluar membawanya pergi.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003709405_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003717046_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003719615_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003724754_thumb[1]

Terdengar suara Byul, “Boon... terima kasih. Kau telah melindungi anakku. Aku sangat berterima kasih padamu. Budimu tidak dapat kubalas sekarang. Di kehidupan yang akan datang, pasti akan kubalas.”

Flashback end.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003743706_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003757086_thumb[2]

Doo Rim memegangi perutnya, lalu memejamkan mata merasakan kehadirannya. Doo Rim tersenyum.

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003763826_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003770366_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003771567_thumb[1] Bride.of.the.Century.E15.mp4_003772902_thumb[1]

Kemudian ada sebuah tangan yang menggenggam tangan Doo Rim. Arwah Byul. Dia berkata, “Ini bukanlah sebuah akhir, tapi sebuah awal.”

Doo Rim menatap arwah Byul.

***

Bride.of.the.Century.E15.mp4_003791353_thumb[1]

Bersambung ke episode 16 (end) di Drama Oh Drama ~

***

Komentar:

Oohh… jadi itulah sebabnya arwah Byul merencanakan Doo Rim agar menjadi pasangan Kang Ju. Karena dia ingin membalas budi Doo Rim dimasa lalu. Awalnya arwah Byul merencanakan pada nenek Doo Rim, tapi sepertinya tidak berhasil, maka arwah Byul mencobanya lagi pada Doo Rim.

Berarti Byul juga adalah nenek buyutnya Kang Ju, makanya dia sangat menyayangi Kang Ju.

Comments

  1. Benerrrr tuh mba,,, Byul nenek buyut KJ.. berarti jg jdul Drama ini Bride Of The Century ini bs jd di tujuhkan kpd Byul.. iya ga mba??? Yg slma srtus thn ttp mngkti kel Choi.. ^^

    Hikkkksssss dgn di upload ep 15 bag 3 ini.. brarti brakhir pula krj sma with partner duey yg kece sprti mba Mumu... sedihhhhh ^~^

    ReplyDelete
  2. Mbak anna. Kapan posting sinop part 16nya. Sdah ngak sabar......

    ReplyDelete
  3. Yah bentar lagi drama ini end deh

    Gomawo onnie sinopny krn
    hwaiting

    ReplyDelete
  4. Makasih mba mumu, udah mau nulisin sinopsisnya

    ReplyDelete
  5. Mksh ya mba mumu ayas kerja keras nya selama ini......ditunggu proyek selanjut nya...^_^

    ReplyDelete
  6. Gumawooo mba2 yg cantik, yg sudah buatkan sinopsisnya.. di tunggu episode 16.. semangatt terus ya..

    ReplyDelete
  7. ceritanya bagus, bikin penasaran....lanjutkan lanjutkan!

    ReplyDelete
  8. Tapi.. gimana si arwah bisa tau kalo orang yg menolongnya di masa lalu adalah Doo Rim bukan Yi kyung? Kan wajah mereka mirip?

    Terus yg mbak mumu maksud nenknya Doo Rim itu nenenknya yg sekarang atau buyut2nya? Hehe maaf mbak banyak nanya ^^v

    ReplyDelete
  9. is.....makin penasaran..
    dorim hamil gk si...
    di tunggu labjutannya ya bak....
    makasi uda nulis sinopsisnya cepat.
    semangat.

    ReplyDelete
  10. mau tanya nih mbak, soalnya kadang agak bingung
    di jaman dulu kan boon itu anaknya jae ran..
    jadi seharusnya bukannya yi kyung yang di tolong byul karena sudah menyelamatkan anaknya?

    ReplyDelete
  11. Gumawo eonni untuk sinopsis nya ,,, suka banget dengan tampilan blog nya girly ...

    ReplyDelete
  12. makasih banyaakkk mbak mumu :)

    ReplyDelete
  13. Keren ihhhh baru ngerti. Makasih yaaa

    ReplyDelete
  14. Kang ju I LOVE U

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts