Saturday, April 19, 2014

WITCH’S LOVE Episode 1 – 2

Witchs.Love.E01.mkv_001895058_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_001904936_thumb1

Ji Yeon kembali ke kantornya. Dia ngomel sendiri, apa salahnya dengan penyihir. Itu lebih baik daripada Putri Salju yang hanya bergantung pada orang lain dan menyusahkan. Seringkali penyihir mandiri 100 kali lebih baik.

Ji Yeon kemudian berjalan menuju ruangannya. Dia tak sengaja mendengar Ketua Tim Byun, Chang Min dan Rin Ji menertawakannya. Ji Yeon pun menghentikan langkahnya dan mendengarkan mereka.

Witchs.Love.E01.mkv_001924522_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_001926891_thumb1

Ketua Tim Byun menganggap konsep berpakaian seragam Ji Yeon hari ini sangat berlebihan. Chang Min berkata bahwa figur Ji Yeon tidak terlalu buruk.

“Apa yang kau bicarakan, tidak terlalu buruk? Hei, bisakah kau menikahi penyihir itu? Apakah kau percaya diri untuk hidup dengan orang semacam itu?” tanya Ketua Tim Byun.

“Ketua Tim, kenapa kau memilihku (jadi bahan ledekan)? Beritahu aku untuk pergi wajib militer lagi sebagai gantinya.” ujar Chang Min.

Ketua Tim Byun kemudian bilang dia menjamin bahwa penyihir tidak pernah bisa menikah. Dia akan bersumpah demi MR-nya. Rin Ji bertanya mengapa Ketua Tim Byun mempertaruhkan mobilnya. Mereka tertawa lagi.

Witchs.Love.E01.mkv_001946444_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_001949980_thumb1

Ji Yeon yang terlihat tenang tampaknya sudah tidak tahan. Dia kemudian menunjukkan dirinya pada tiga orang itu. Mereka gelagapan. Ji Yeon berkata bahwa mereka bertiga akan membantunya. Karena dia setidaknya membutuhkan tangan kucing, jika dia akan membuat cerita sebelum deadline (meow,, terdengar suara kucing).

Ji Yeon bilang dia akan menulis artikel utama, jadi mereka masing-masing membuat satu artikel terkait. Lagipula bahan Ketua Tim Byun juga tidak jadi diterbitkan. Dan Chang Min, karena bagiannya adalah berita singkat, jadi dia bisa menulis bahkan dengan kaki. Chang Min tak terima, apa maksud Ji Yeon dengan kakinya.

“Ketua Tim Byun Seok Ki bisa menulis tentang prediksi efek reaksi sosial Kin Jeong Do? Tentang keuangannya? Tentang itu akan banyak yang bisa dilakukan…” perintah Ji Yeon pada Ketua Tim Byun. Ji Yeon kemudian beralih pada Chang Min, “Reporter Nam, ketika berita keluar besok, sisi sang istri akan sangat ramai, jadi konsepkan sesuatu yang singkat. Oke?”

Witchs.Love.E01.mkv_001984181_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_001994825_thumb1

Ji Yeon berbalik pergi. Ketua Tim Byun menghentikannya. Dia bertanya mengapa Ji Yeon melibatkan mereka juga. Ji Yeon balik bertanya, itu bukan pertama kalinya dia dilibatkan olehnya, jadi kenapa Ketua Tim Byun menjadi begitu marah. Itu buruk bagi kesehatan Ketua Tim Byun.

Ketua Tim Byun kesal, tapi tak bisa melawan dengan kata-kata sehingga dia meremas gelas kopinya dan pergi dari sana. Chang Min dan Rin Ji ikut pergi.

Ji Yeon menghadang Rin Ji, “Rin Ji-ssi, tolong kumpulkan wawancara Kim Jeong Do selama 10 tahun terakhir.”

“Selama 10 tahun terakhir?” Rin Ji syok.

Witchs.Love.E01.mkv_002028592_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002036934_thumb1

Ji Yeon mengangguk dan hendak pergi. Rin Ji menahannya, dia merayu Ji Yeon. Rin ji punya janji panting hari ini, jadi dia menawar hanya untuk mendata 5 tahun saja. Rin Ji bilang hari itu adalah White Day. Ji Yeon tersenyum dan mempersilahkan.

Rin Ji senang dan membungkuk berterima kasih. Ji Yeon melanjutkan perkataannya, dia meminta Rin Ji menyerahkan peralatannya saat akan keluar. Ji Yeon berharap Rin Ji memiliki kencan yang manis dan semuanya berjalan baik untuk mereka berdua. (Ji Yeon mengancam untuk memecat Rin Ji yang anak magang)

“Ada antrian orang yang ingin melakukan magang. Kami tidak bisa membiarkan kualitas artikel memburuk karena urusanmu, kan? Dan aku tidak bisa menyuruhmu apa yang harus dilakukan dengan kehidupan pribadimu, kan?”

Witchs.Love.E01.mkv_002049547_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002059356_thumb1

“Akankah 10 tahun sudah cukup bagus?” tanya Rin Ji terpaksa melakukan apa yang diperintahkan Ji Yeon karena dia tidak ingin dipecat.

Ji Yeon tersenyum dan memberikan semangat untuk bekerja keras, lalu berjalan pergi. Rin Ji mengepalkan tinju di belakang Ji Yeon dan melihat jam tangannya.

(Oke…aku tahu sekarang kenapa Ji Yeon dipanggil penyihir. Karena dia suka memberikan tugas seenaknya pada bawahan dan rekan kerjanya. *irfa, aku baru mudeng*, tapi kenapa aku merasa Ji Yeon melakukan itu untuk membalaskan sakit hatinya karena mereka membicarakannya di belakang ya?)

***

Witchs.Love.E01.mkv_002065529_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002074538_thumb1

Pengasuh dari panti asuhan meminta maaf pada petugas polisi karena sudah menyusahkan mereka. Anak-anak yang tadi mengikuti Dong Ha masuk ke dalam bis.

Dong Ha memegang tangan anak laki-laki kacamata, “Maafkan aku. Tumbuhlah dengan baik..dan gunakan pakaian hangat.”

Dong Ha mengancingkan jaket anak itu. Pengasuh menyuruh anak itu untuk segera masuk ke dalam bis dengan nada kesal.

Witchs.Love.E01.mkv_002095660_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002099530_thumb1

Dong Ha kemudian berdiri dan meminta maaf pada pengasuh.

“Apakah kau tahu betapa takutnya aku? Aku pikir anak-anak diculik. Anak-anak senang mereka mendapatkan hadiah dari Santa, dan kau menghancurkannya juga.”

Dong Ha membungkuk meminta maaf, “Maafkan aku.”

“Untuk Santa, itu mungkin pekerjaan paruh waktu untuk satu hari, tapi ini adalah hari yang bisa menjadi kenangan abadi untuk mereka selamanya.”

Witchs.Love.E01.mkv_002115079_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002117781_thumb1

Pengurus kecewa pada Dong Ha. Anak-anak melihatnya dari dalam mobil. Pengurus tidak bisa membayar Dong Ha seperti yang dia janjikan. Dia kemudian masuk ke dalam bis, dan bis pun berjalan. Anak-anak melambaikan tangan pada Dong Ha, dan Dong Ha membalasnya.

Witchs.Love.E01.mkv_002132262_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002133731_thumb1

Ponsel Dong Ha berbunyi, dari ahjumma pemilik rumah kontrakannya. Ahjumma itu marah-marah dan bertanya apakah Dong Ha tahu bahwa hari ini adlah batas waktu pembayaran sewa. Dong Ha membujuk ahjumma itu untuk hanya membayar setengah dulu saja. Ahjumma tidak mau, dia tidak bisa berbaik hati lagi pada Dong Ha, dan sudah lama sejak mereka memakai uang jaminan Dong Ha.

Ahjumma itu bilang dia menelpon hanya untuk memberitahu Dong Ha bahwa dia sudah menyimpan semua barang-barang Dong Ha di luar pintu depan. Dong Ha berusaha bicara lagi, tapi ahjumma itu menutup telponnya.

“Mengapa hari ini menjadi seperti ini?”

***

Witchs.Love.E01.mkv_002168366_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002176140_thumb1

Ji Yeon pulang ke rumah dan mendengarkan pesan suara di telpon rumahnya. Ada satu pesan. Suara ibu langsung nyaring berteriak memaki Ji Yeon. Ibu bertanya apakah Ji Yeon akan terus mengabaikan telponnya. Ji Yeon menjawab (pada mesin) dia tidak mengabaikannya, dia sibuk, ibunya juga tahu itu. Ji Yeon berganti pakaian.

“Aku pikir aku sudah bicara dengan mesin lebih dari bicara denganmu.”

“Lagipula, kau hanya memintaku untuk menikah setiap hari.”

“Itu dua. Ji Yeon-ah, besok, pagi sekali, aku akan pergi ke shaman yang benar-benar terampil. Pelanggan pertama di pagi hari mendapatkan uraian keberuntungan yang paling akurat.”

Witchs.Love.E01.mkv_002208338_thumb1

Ji Yeon mendesah, dia berpikir sudah tenang sementara waktu. Di mesin pesan suara, ibu masih bicara menjelaskan bahwa orang-orang bilang keterampilan menguraikan keberuntungannya tiada tandingannya. Ji Yeon bergumam penasaran bisakah shaman itu berbicara seekstrim ibunya. Ibu melanjutkan bahwa orang-orang bilang shaman itu bisa menikahkan perawan tua lebih dari 1000 orang.

“Katakan pada shaman itu bahwa jika dia terus berbohong, aku akan menuntut dia.” Ji Yeon minum.

“Jangan katakan apapun lagi dan hanya lakukan seperti apa yang dikatakan peramal saat ini! Ini semua karena si brengs** itu. Brengs**busuk itu. Jika dia tidak menghilang seperti itu, besok akan menjadi perayaan pernikahanmu…”

Witchs.Love.E01.mkv_002233964_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002242540_thumb1

Ji Yeon mematikan pesan suaranya, dan terlihat sedih. Dia kemudian duduk dan memandang sebuah foto beruang kutub di atas akuarium.

***

Witchs.Love.E01.mkv_002248679_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002255052_thumb1

Dong Ha menelpon Soo Chul, mengeluhkan nasibnya yang diusir dari tempat tinggalnya karena seorang wanita yang merusak pekerjaan Santanya, sehingga sia tidak bisa membayar uang sewa. Dong Ha memegang sebuah pot bunga yang bunganya sudah layu.

“Berapa banyak aku sudah berhutang padamu? Wanita itu adalah nasib buruk.”

Witchs.Love.E01.mkv_002266930_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002284448_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002296460_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002308372_thumb1

Ji Yeon memandang foto beruang itu dari dekat, lalu menelungkupkannya. Ji Yeon menyalakan musik. Ji Yeon mengikuti nyanyian itu sambil meneteskan air mata. Awalnya lagu itu seperti lagu sedih, tapi kemudian jadi lagu dengan irama lebih cepat. Ji Yeon menari dan menyanyi mengikuti alunan musik sambil menyeka air matanya. (Lagunya enak.. You don’t love me..! GB apa gitu yang yang nyanyi..)

Witchs.Love.E01.mkv_002316446_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002321085_thumb1

“Dia wanita aneh! Setelah bertemu wanita itu, tidak ada yang berjalan lancar hari ini.” Ujar Dong Ha di telpon.

“Ah! Wanita sebelah itu mulai lagi.” Soo Chul tidak menanggapi Dong Ha, malah mengeluhkan Ji Yeon yang memutar musik dengan kencang (Ya! Ji Yeon, rumahnya bertetangga dengan Soo Chul!)

Witchs.Love.E01.mkv_002338435_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002340204_thumb1

Di lain tempat, di kedai pinggir jalan, Ketua Tim masih kesal pada Ji Yeon, dia mengatakan bahwa tidak ada satu sudutpun dari Ji Yeon yang bisa dicintai. Rin Ji juga kesal karena Ji Yeon merusak White Day-nya. Chang Min tak kalah kesal karena Ji Yeon mengatainya bisa menulis artikel dengan kaki. Ketua Tim menambahkan, penyihir itu, Ji Yeon tidak punya hati nurani. Mereka pun minum soju bersamaan.

Witchs.Love.E01.mkv_002342673_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002345208_thumb1

Ji Yeon masih menari-nari, dari kasur, ke dapur, ke ruang tengah. Terus menari dan menyanyi. (Eh, mirip Song Yi ya, menghilangkan kesedihannya dengan memutar lagu dan ikut menyanyi…hehe)

Witchs.Love.E01.mkv_002382145_thumb1

Ketua Tim Byun: “Penyihir itu…pernahkah kau melihat dia berkencan dengan seorang pria selama enam tahun terakhir ini?”

Chang Min: “Tidak, wanita yang tidak memiliki darah atau air mata. Pria mana akan menyentuhnya?”

Rin Ji: “Aku ingin membuat darah dan air matanya tumpah keluar.”

Ketua Tim Byun kemudian bertanya apakah Rin Ji punya sebuah cara yang bagus untuk melakukannya. Rin Ji berpikir sejenak, lalu dia mengatakan pada mereka berdua jika dia punya sebuah ide yang bagus.

Witchs.Love.E01.mkv_002408572_thumb1

Setelah lelah, Ji Yeon membaringkan tubuhnya di kursi.

Witchs.Love.E01.mkv_002417681_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002421018_thumb1

Dong Ha ternyata datang ke rumah Soo Chul dengan semua barang-barangnya. Soo Chul menjelaskan tetangganya yang akan berhenti setelah satu lagu, tapi hari ini sampai 5 lagu, Soo Chul berpikir tetangganya itu sedang tidak dalam pikiran sehatnya.

Dong Ha kemudian meminta Soo Chul untuk mengijinkannya berhutang sementara waktu. Soo Chul tidak mempermasalahkan, Dong Ha bisa tinggal nyaman disana untuk waktu yang lama. Lagipula rumahnya akan kosong selama 3-4 kali dalam seminggu.

Witchs.Love.E01.mkv_002434264_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002436199_thumb1

“Kenapa kosong?” Tanya Dong Ha penasaran.

Soo Chul mendesah, “Anak orang kaya ini memiliki kesulitan juga. Hobi ayahky adalah mengubah kehendaknya sekali atau dua kali dalam setahun. Aku harus sering pulang agar kami bisa berhubungan dan secara emosional memeras warisan juga.”

Dong Ha menguncapkan terima kasih. Soo Chul menyuruh Dong Ha istirahat, sementara dia akan mengambilkan minuman untuk Dong Ha.

***

Witchs.Love.E01.mkv_002463293_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002465229_thumb1

Ji Yeon melihat berita di televisi tentang seorang wanita bernama Miss Ban Mo yang ditemukan mati di kondominiumnya. Menurut tetangganya, Miss Ban adalah wanita berkelas tinggi yang melihat seseorang dari wajah, pendidikan dan gajinya. Pembaca berita yang mirip dengan Dong Ha menyebutkan bahwa penyebab kematian Miss Ban adalah karena dia hidup sendiri dan soliter, dan stress yang dihasilkan dari itu.

Ji Yeon menggelengkan kepala, bingung dengan berita itu.

Witchs.Love.E01.mkv_002490954_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002492990_thumb1

Kemudian masuk beberapa orang yang memakai pakaian tertutup dan membawa kamera ke dalam rumah. Mereka memotret dan mengambil sampel. Ada juga polisi yang memasang garis polisi. Ji Yeon sangat terkejut, dan lebih terkejut lagi melihat seorang wanita yang mirip dengannya tergeletak mati di lantai tak jauh dari tempatnya duduk.

Masih dalam keterkejutan dan kebingungannya, muncul lagi seorang reporter yang melaporkan dari tempat kejadian perkara.

Witchs.Love.E01.mkv_002519749_thumb2 Witchs.Love.E01.mkv_002524221_thumb2 Witchs.Love.E01.mkv_002533430_thumb2

“Aku Reporter Yoon dan aku ada di tempat kejadian. Apa yang disesalkan adalah bahwa dia meninggal karena kesepian. Ikan yang dia miliki di rumah juga mengalami kesepian jangka panjang..dan m- mati…” Reporter Yoon menunjuk ikan dalam akuarium dengan sedih. Ji Yeon juga melihatnya dan sedih. Dia makin kebingungan.

Witchs.Love.E01.mkv_002560123_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002565829_thumb1

Kembali ke penyiar di televisi, “Kami meminta almarhum untuk beristirahat.” Penyiar menunduk hormat, lalu berdiri dan membuka kacamatanya. Penyiar itu keluar dari dalam televisi dan mendekat ke arah Ji Yeon. Ji Yeon terkejut.

Witchs.Love.E01.mkv_002581611_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002588018_thumb1

“Tidak ada yang bisa dilakukan. Kenyataan itu dingin. Hanya karena kau penyihir, kau tidak bisa menghindari kenyataan. Bukankah itu benar?” Si penyiar tertawa terbahak-bahak dan menakutkan.

Witchs.Love.E01.mkv_002590520_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002636332_thumb1

Ji Yeon berteriak, dan terbangun dari tidurnya. Dia mengecek anggota tubuhnya yang masih lengkap. Ji Yeon kesal, kenapa Dong Ha muncul di mimpinya. Apakah dia masih dendam padanya. Ji Yeon terengah-engah, Dong Ha di mimpi membuatnya takut.

Ji Yeon lalu melihat ikannya di akuarium mati. Ji Yeon mendekat, “Apa ini… Apakah kau benar-benar mati karena kau kesepian?”

Witchs.Love.E01.mkv_002647010_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002692455_thumb1

Ji Yeon nampak sedih lagi. Dia melihat kalender, dan teringat perkataan ibunya semalam di mesin yang bilang jika pria itu tidak meninggalkan Ji Yeon, maka hari itu pasti adalah perayaan pernikahannya. Di kalender tanggal 15 Maret dilingkari oleh Ji Yeon. Ji Yeon lalu mengeluarkan ikannya yang mati dan meminta maaf.

***

Witchs.Love.E01.mkv_002726389_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002735431_thumb1

Di tempat shaman. Ibu benar-benar datang dan mendapatkan pukulan dari shaman itu. Ibu kesal meminta shaman itu mengatakan dengan kata-kata, kenapa malah memukulnya. Ibu bertanya apakah nasib anaknya ganas.

“Ganas bukanlah intinya. Dia jal*** yang jatuh ke dalam ember penuh kotoran dan memenangkan kotoran.” Sang shaman meludah. “Jal*** kotor.”

Witchs.Love.E01.mkv_002743173_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002771902_thumb1

Shaman itu kemudian mengeluarkan patung naga, dia berkata dengan tanda naga liar, siapapun yang tertangkap akan mati. Mereka mati. Ibu terkejut mengira Ji Yeon akan mati. Shaman meluruskan dia bilang siapapun yang tertangkap yang akan mati.

Ibu berkata itulah mengapa aku harus menundanya selama mungkin. Shaman bilang anak ibu masih punya keterampilan. Ibu membenarkan, anaknya adalah seorang reporter majalah. Bukan yang biasa, tapi yang spesial yang hanya mengungkap berita eksklusif. Reporter hebat.

Witchs.Love.E01.mkv_002792989_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002810240_thumb1Witchs.Love.E01.mkv_002823320_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002829392_thumb1

Majalah Trouble Maker yang memuat skandal Kim Jeong Do pun beredar. Banyak orang yang membelinya dan membacanya di jalanan, di halte, bahkan di bis, dan sepertinya sudah masuk ke internet. Di televisi layar lebar pun telah diberitakan bahwa skandal Kim Jeong Do meledak dan menyebabkan kegemparan.

Ji Yeon yang berada di dalam bis tersenyum senang beritanya sukses. (Cantik deh senyumnya..)

Witchs.Love.E01.mkv_002834331_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002860090_thumb1

Kantor Trouble Maker, sibuk. Banyak telpon masuk yang menanyakan kebenaran tentang skandal itu. Rin Ji naik ke atas mendekati CEO Kwon. CEO Kwon berkata.

“Dalam hidupku, ini adalah Sabtu terseksi. Malam ini, kita akan mengadakan makan malam perusahaan!” CEO Kwon berteriak senang.

Witchs.Love.E01.mkv_002867063_thumb1

Ji Yeon turun dari bis dan tersenyum senang. Dia sepertinya sengaja ke jalanan untuk mengetahui respon masyarakat tentang beritanya.

***

Witchs.Love.E01.mkv_002885482_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002888485_thumb1

Ibu masih di tempat shaman. Ibu berkata jika Ji Yeon menikah, dia akan menjadi sempurna. Perfect! Tapi sang shaman bilang bahwa pernikahan bukanlah masalahnya. Seseorang yang memegang dendan dan mencari cara untuk menaruh pisau dipunggungnya. Tak hanya satu atau dua. Shaman menggelengkan kepala.

Witchs.Love.E01.mkv_002914510_thumb1 Witchs.Love.E01.mkv_002918348_thumb1

Di lain tempat, ternyata ide bagus yang dimaksud Rin Ji tadi malam adalah menyewa jasa Soo Chul untuk merayu Ji Yeon, yang memenangkan award Korea’s Best Jurnalist tahun 2006. Rin Ji bertanya apakah Soo Chul yakin bisa merayu Ji Yeon.

“Hati perempuan yang aku isap sampai sekarang, apakah kau tahu ada berapa banyak?” Soo Chul memainkan jarinya dan mengisap udara dari tangannya.

“Ok, ok, ok. Wanita ini bukan wanita normal, jadi hati-hati jangan sampai ketahuan.” Ketua Tim Byun mengingatkan.

***

Witch's.Love.E01.mkv_002943306_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_002958955_thumb[1]

Ji Yeon dan rekan-rekan kerjanya minum-minum di sebuah café. Selain trio BCR (Byun, Chang Min dan Rin Ji), ada Young Shik juga disana dengan leher masih disanggah. Mereka bersulang. Ketua Tim Byun dan Chang Min memuji-muji Ji Yeon yang berhasil dengan berita skandal Kim Jeong Do.

Kemudian seorang pelayan memberikan minuman pada Ji Yeon, dari seorang pria yang ada di bar. Ji Yeon menoleh, di bar ada Soo Chul yang tersenyum dengan cool pada Ji Yeon. Rin Ji mengompori Ji Yeon. Tapi Ji Yeon tidak termakan begitu saja, siapa yang tahu jika ada sesuatu di minuman itu. Ji Yeon meminta pelayan untuk mengembalikannya, dan katakan pada pria itu dia tidak punya alasan untuk menerimanya.

Witch's.Love.E01.mkv_002982278_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_002998895_thumb[1]

Trio BCR kelabakan, Ji Yeon tidak langsung masuk perangkap mereka. Rin Ji pun berusaha membalikan keadaan, “Ketua Tim, itu bukan tatakrama yang baik. Koktail itu benar-benar mahal.”

“Benarkah? Seharusnya aku memberikannya kepadamu untuk diminum, apakah aku sia-sia mengembalikannya?”

Rin Ji kemudian memberikan kode pada Soo Chul untuk mendekat. Soo Chul pun menghampiri mereka. “Aku agak kasar, kan? Reporter Ban Ji Yeon.”

“Apakah kau mengenalku?” tanya Ji Yeon heran.

Witch's.Love.E01.mkv_003043673_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003046009_thumb[1]

Young Shik yang tidak tahu apapun meminta Ji Yeon agar tidak seperti itu, dan mempersilahkan Soo Chul duduk bergabung dengan mereka. Ketua Tim Byun juga menyambutnya dan menuangkan minuman untuk Soo Chul. Mereka pun bersulang. Soo Chul melirik Ji Yeon, tapi Ji Yeon seolah tak peduli.

Soo Chul kemudian menyebutkan beberapa judul artikel yang pernah dibuat Ji Yeon. Rin Ji memuji Ji Yeon hebat. Young Shik berkata pasti Soo Chul adalah penggemar Ji Yeon.

Ji Yeon tersenyum dan mengangkat bahu, ada banyak orang-orang seperti itu (penggemar).

Witch's.Love.E01.mkv_003056219_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003057454_thumb[1]

Trio BCR tak tahan mendengarnya, dan bereaksi seperti ingin muntah.

Witch's.Love.E01.mkv_003073736_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003080476_thumb[1]

“Bagaimana bisa orang muda dan cantik menulis sebuah artikel yang berbahaya? Apa rahasianya?” Soo Chul mulai merayu Ji Yeon.

“Rahasia? Aku tidak punya apapun seperti itu.”

“Artikel utama Trouble Maker tentang skandal Kim Jeon Do hari ini…itu miliknya, kan?”

Ji Yeon tersenyum. Dengan semangat Ketua Tim Byun membenarkan, itu pekerjaan Ji Yeon. Soo Chul juga mengatakan bahwa korannya hari ini juga gempar.

Witch's.Love.E01.mkv_003098894_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003103032_thumb[1]

“Ini suatu kehormatan untuk bertemu denganmu seperti ini. Reporter Ban.” Soo Chul mengulurkan tangan mengajak bersalaman.

Ji Yeon menerima uluran tangannya. Namun, ketika dia ingin menariknya kembali, Soo Chul malah menahan tangan Ji Yeon lebih lama dan tersenyum menebar pesona. Ji Yeon terdiam menatap Soo Chul.

Ponsel Soo Chul berdering, dia permisi sebentar untuk menjawabnya. Setelah Soo Chul pergi, trio BCR dan Young Shik yang tidak tahu apa-apa memuji-muji Soo Chul yang tampan.

Witch's.Love.E01.mkv_003149212_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003151547_thumb[1]

Ternyata yang menghubungi Soo Chul adalah Dong Ha yang menanyakan dimana pengering rambut. Soo Chul bertanya apakah Dong Ha ingin minum gratis, Soo Chul mendapatkan pekerjaan menakjubkan hari ini. Dong Ha penasaran.

Witch's.Love.E01.mkv_003158788_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003162325_thumb[1]

Soo Chul kembali ke tempat duduk di dekat Ji Yeon. Dia memberikan kartu namanya pada Ji Yeon, dia pikir tidak tepat untuknya meminta nomor Ji Yeon lebih dulu, jadi dia meminta Ji Yeon menghubunginya lebih dulu. Dia akan menunggu. Ji Yeon terdiam. Yang lain memberi kode pada Ji Yeon untuk mengambil kartu nama itu. Ji Yeon mengambilnya. Soo Chul lalu permisi.

Witch's.Love.E01.mkv_003182445_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003184380_thumb[1]

“Mengagumkan! Jika itu Morning Daily, bukankah mereka terkemuka?” ujar Rin Ji setelah Soo Chul pergi. Chang Min membenarkan, tingkat kompetisi tahun lalu adalah 1000:1. Rin Ji berpendapat bahwa Soo Chul tampak jauh lebih muda, dan sejujurnya dia sedikit cemburu pada Ji Yeon. Tentu saja, wanita yang cakap adalah tren.

“Sunbae, lakukan yang terbaik. Fighting!” ujar Young Shik tulus. Yang lain pun memberikan semangat pada Ji Yeon.

Ji Yeon kemudian pamit ke kamar mandi. Chang Min mencibir di belakang Ji Yeon dan ber-high five bersama Rin Ji.

Witch's.Love.E01.mkv_003222285_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003225688_thumb[1]

Di kamar mandi, Ji Yeon bercermin dan memuji dirinya sendiri. Ji Yeon meminta bintik-bintik, keriput halus, lingkaran hitam, dan trifecta yang ada di wajahnya pergi menjauh hari ini. Ji Yeon menari-nari sendirian. Begitu mendengar ada seseorang yang akan keluar dari toiler, Ji Yeon pun bergegas keluar.

Witch's.Love.E01.mkv_003249545_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003253550_thumb[1]

Dong Ha datang menemui Soo Chul. Dong Ha terkejut mendengar Soo Chul melakukan pekerjaan seperti itu. Soo Chul beralasan kalau itu hanya lelucon, untuk merayakan ledakan eksklusif artikel, mereka (trio BCR) mengatakan bahwa mereka hanya mengerjainya saja.

“Untuk kebanyakan orang, mengerjai orang single bukanlah lelucon, tapi kekerasan. Jangan lakukan pekerjaan semacam itu.” Dong Ha tidak setuju.

Witch's.Love.E01.mkv_003262225_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003267130_thumb[1]

“Kau mulai lagi. Minum saja dan pergilah.” Ujar Soo Chul kemudian menunjukkan wanita yang akan dia kerjai. Ji Yeon yang habis dari kamar mandi. Dong Ha mengenalinya dan langsung memalingkan wajah. Soo Chul menatap Ji Yeon menggoda.

Witch's.Love.E01.mkv_003297427_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003321384_thumb[1]

Kemudian di atas panggung, seseorang sepertinya pembawa acara di café itu (sebut saja Soo Pyo, karena memang Soo Pyo dari Golden Rainbow, hehe..) menyapa semua pengunjung. Dia akan memberikan sebuah vintage 2006 liquor (minuman) untuk pasangan paling romantis yang berani mengungkapkan, entah itu pengakuan atau lamaran. Apakah ada orang yang cukup berani melakukannya?

Soo Chul mengacungkan tangan kirinya. Dong Ha menahan tangan Soo Chul dan mengingatkannya untuk tidak melakukan itu. Soo Chul tak peduli dan mengangkat tangan yang satunya lagi. Soo Pyo mempersilahkan Soo Chul maju ke depan dan meminta hadirin bertepuk tangan.

Witch's.Love.E01.mkv_003324587_thumb[1]

Soo Chul menepuk pundak Dong Ha, “Saksikan dan lihat bagaimana kerennya Hyung ini.”

Witch's.Love.E01.mkv_003353049_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003361190_thumb[1]

Soo Chul berjalan maju ke depan, dia berhenti di dekat Ji Yeon dan mengulurkan tangannya mengajak Ji Yeon maju ke depan. Trio BCR kembali mengompori Ji Yeon.

“Aku juga malu…karena ini pertama kalinya untukku.”

Rin Ji meletakkan tangan Ji Yeon ke tangan Soo Chul. Lalu Soo Chul menarik Ji Yeon ke panggung.

Witch's.Love.E01.mkv_003390619_thumb[1]

Di panggung, Soo Pyo bertanya apakah mereka berdua adalah pasangan. Soo Chul bilang belum, dia ingin mengaku disana. Ji Yeon menatap heran pada Soo Chul. Soo Pyo pun memberikan waktu pada Soo Chul dan berharap semoga Soo Chul berhasil.

Witch's.Love.E01.mkv_003400196_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003424420_thumb[1]

Soo Chul membalik badan Ji Yeong menghadapnya, “Ji Yeon-ssi. Ji Yeon-ssi?”

“Ya.”

“Ji Yeon-ssi. Kau adalah wanita yang telah aku impikan.”

Ji Yeon berkata dalam hati, “P*nk, kau pasti tidak memiliki mata untuk wanita.”

Ji Yeon tertawa kecil. Soo Pyo pun bilang kalau itu terlalu lemah, dia tidak bisa memberikan minumannya begitu saja. Soo Pyo meminta pendapat hadirin apa yang harus mereka lakukan.

Witch's.Love.E01.mkv_003429459_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003437266_thumb[1]

“Kiss! Kiss! Kiss her! Kiss her!” desakan hadirin yang tentu saja dikompori trio BCR. Ji Yeon merasa tidak nyaman dan hendak turun dari panggung. Soo Chul menariknya kembali.

Witch's.Love.E01.mkv_003456485_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003460856_thumb[1]

Soo Chul memegang tangan Ji Yeon, “Ji Yeon-ssi, tutup matamu.”

Ji Yeon menatap Soo Chul dan berkata dalam hati, “Hari ini adalah 15 Maret. Dimulai enam tahun yang lalu, 15 Maret selalu menjadi hari yang buruk dalam hidupku.”

Soo Chul mendekat, “Ji Yeon-ssi, tutup matamu.”

Ji Yeon memalingkan tatapannya, “Tapi mulai hari ini, itu mungkin berubah. Jika aku sekarang memejamkan mata.”

Witch's.Love.E01.mkv_003481310_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003483913_thumb[1]

Soo Chul semakin mendekat dan menutup mata hendak mencium. Ji Yeon pun akhirnya menutup mata. Dong Ha melihatnya dari jauh dengan khawatir.

Witch's.Love.E01.mkv_003493789_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003503833_thumb[1]

Soo Chul tiba-tiba menjauh dan tertawa. Ji Yeon membuka matanya dan terkejut. Soo Chul mengambil mikrofon dari tangan Soo Pyo.

“Aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak bisa melakukannya.” Soo Chul menghadap Ji Yeon yang masih bingung, “Melihatmu dari dekat, kau terlihat seperti benar-benar, ahjumma (wanita tua).”

Ji Yeon terkejut dengan ejekan itu, refleks menutup mulutnya tak percaya.

Soo Chul melanjutkan, “Jika kau jatuh untuk itu terlalu mudah, itu tidak menyenangkan, Ahjumma.”

Witch's.Love.E01.mkv_003515578_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003522652_thumb[1]

Soo Chul tertawa dan turun dari panggung meninggalkan Ji Yeon. Trio BCR ikut tertawa puas. Lebih parahya, Ketua Tim Byun berteriak puas dari tempat duduknya, “Kau benar-benar jatuh untuk itu! Bahkan untuk seorang penyihir, sulit untuk bertindak cool.”

Ji Yeon benar-benar syok sendirian dipermalukan di atas panggung. Dia berkata dalam hati, “Hari ini adalah 15 Maret. Dalam hidupku, 15 Maret selalu mimpi buruk.”

Witch's.Love.E01.mkv_003575971_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003585014_thumb[2]

Seseorang berjalan menuju panggung, dia adalah Dong Ha. Dong Ha mendekati Ji Yeon dan membalik badannya, Ji Yeon berontak. Dong Ha menahannya.

“Diam. Kau wanita yang aneh. Jika aku diam bersamamu, aku terus mendapatkan masalah.”

Witch's.Love.E01.mkv_003589752_thumb[1] Witch's.Love.E01.mkv_003609705_thumb[1]

Dong Ha memegang wajah Ji Yeon, dan menciumnya.

“Hari ini adalah 15 Maret. Apakah ini benar-benar mimpi buruk?” Ji Yeon meneteskan air mata.

***

Bersambung ke episode 2 di My Obsession.

***

Komentar:

Erghh… kesel sama trio BCR. Iri tanda tak mampu. Bukannya memperbaiki diri malah menyalahkan Ji Yeon dan mengerjainya.

Kenapa Ji Yeon bisa mudah dikerjai? Wajar saja, selama 6 tahun terakhir dia menutup hati dan mata pada laki-laki, tiba-tiba ada laki-laki tampan, muda, dan tampak tulus serta meyakinkan, dia jadi jatuh hati (untuk sesaat).

Dan di bagian dua ini semakin jelas, kalau jauh di dasar hatinya, Ji Yeon adalah wanita yang sangat terluka. Beberapa kali dia meneteskan air mata.

Aku penasaran Soo Chul itu benar-benar pemilik Morning Daily atau bukan, kan sebelumnya dia bilang bahwa dia anak orang kaya.

Seo Joon, eh Dong Ha, hmmm… taulah apa yang aku maksud, hahaha… warning! anak di bawah umur dilarang nonton! apalagi episode 2! ;D

6 comments:

  1. salam kenal mba mumu,thanks sinopnya
    perasaan pernah liat drama taiwan yg awalnya mirip kl g salah judulnya my queen.bener g sihh?

    ReplyDelete
  2. iya di taiwan jg byk drama yg ceritanya tentang perbedaan umur,, kebanyakan ceweknya yg lebih tua dibanding cowoknya,, but whatever lahhh,,, q tetep suka sm drama ini... Dong ha so cuteeeeeee... :)

    ReplyDelete
  3. Hai min..slm kenal ya..
    Aq udh nonton yg my queen dan rame..moga ni pun rame ampe akhir..
    Tpi kurang sreg ma pemain cewenya soalnya beda jauh ma cowonya 17thn donk..
    Tpi ttp (҂'̀⌣'́)9 ya min bt nulis nya..fighting

    ReplyDelete
  4. pernah nonton drama korea alur cerita nya mrippp thn 2009 an

    ReplyDelete
  5. Di part 1 sy agak sebel sm Ji Yeon tapi di part 2 saya jadi kasihan sm Ji Yeon u_u

    Trio BCR itu benar benar rese .. >©<

    Saya membaca ulang drama ini soalnya kemarin sy coba donlot ep 1 , biar lebih paham sy baca recap ini dan panjaaaangg sekali recapan nya mba Muzi .. Sy ga ingat kalo mba Muzi menulis recapannya sepanjang ini .. Hahaha

    Drama ini adalah yang membuat saya tahu siapa itu Park Seo Joon ..

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD