Monday, May 19, 2014

KKOTHALBAE SOOSADAE Episode 1 – 2

FGIU.E01.mkv_014223731_thumb[1] FGIU.E01.mkv_014276281_thumb[1]

Tim kembali ke kantor polisi. Mereka terkejut jika kakek itu sebenarnya berusia 43 tahun. Eun Ji meyakinkan mereka bahwa kakek itu memang Gim Gwang Il yang dilaporkan menghilang, dan Eun Ji sudah memastikannya sendiri dengan analisa sidik jari. Joon Hyuk bertanya apakah Eun Ji punya foto sebelum dia menghilang.

Eun Ji punya dan segera menempelkannya di papan. Itu adalah wajah Gim Gwang Il 3 bulan yang lalu. Won Bin merasa aneh, apa bisa menjadi tua seperti itu dalam beberapa bulan. Gang Suk mengatakan dia juga pernah tinggal di ruang biliar selama sebulan. Beratnya turun drastis, mereka tidak akan bisa membayangkan betapa berbedanya dia.

FGIU.E01.mkv_014360529_thumb[1] FGIU.E01.mkv_014468967_thumb[1]

“Ada tanda-tanda operasi plastik?” tanya Jung Woo.

“Tidak.” Jawab Eun Ji. “Yang lebih mengejutkan... Bahkan organ dalamnya ikut menua berubah menjadi 70 tahun.”

Won Bin kembali heran, “Apa yang sebenarnya terjadi sehingga dia berubah begitu drastis? Sampai mempercepat proses penuaannya?”

Joon Hyuk juga bertanya lagi, “Bagaimana dengan orang di sekitarnya? Apa ada masalah hubungan atau keuangan?”

Eun Ji menggeleng, “Semuanya terlihat tidak ada masalah.”

FGIU.E01.mkv_014598676_thumb[1] FGIU.E01.mkv_014636212_thumb[1]

Kemudian Jung Woo minta ijin akan melaporkan hal itu pada Kapten Kim. Joon Hyuk melarang. Itu adalah petunjuk besar. Korban yang tiba-tiba muncul setua itu, pasti ada hubungannya dengan orang hilang lainnya. Joon Hyuk mengajak semuanya untuk menyelesaikan kasus itu tanpa Kapten. Eun Ji terkejut dan bertanya alasannya.

“Setelah melihatnya, kau masih tidak tahu karakternya? Dia tipe orang yang akan mengambil hasil jerih payah bawahannya. Meskipun kita yang menyelesaikannya, dia akan melaporkannya sebagai hasil kerjaannya.”

Won Bin setuju dengan Joon Hyuk, jika Kapten Kim naik pangkat, dia bahkan tidak akan mengizinkan mereka mengenakan jas. Gang Suk juga setuju karena Kapten menyebutnya idiot. Karena semuanya setuju, Jung Woo juga setuju.

FGIU.E01.mkv_015095406_thumb[1] FGIU.E01.mkv_015161720_thumb[1]

Eun Ji berteriak dengan gembira, “Wah! Ini pertama kalinya kita mencapai kesepakatan! Jadi untuk merayakannya...Samgyupsal? Oke?” Samgyupsal=Daging perut babi panggang)

“Tidak ada gunanya kita berkumpul-kumpul jika tidak ada wanita.” Won Bin pergi duluan.

“Aku juga ada kumpul-kumpul dengan penggemar APINK.” Gang Suk menyusul pergi.

FGIU.E01.mkv_015220526_thumb[1] FGIU.E01.mkv_001361898_thumb[1]

“Meskipun punya waktu, aku tidak mau pergi.” Joon Hyuk pun jelas tidak mau.

Jung Woo tersenyum, “Kalau begitu kita berdua...”

Eun Ji menyela, “Lupakan saja.”

Eun Ji pun pergi dengan kesal. Jung Woo kembali menatap papan informasi kasus tadi dan bergumam bahwa masalah itu agak kompleks. Rumit.

***

FGIU.E01.mkv_015484531_thumb[1] FGIU.E01.mkv_015522902_thumb[1]

Joon Hyuk pulang ke apartemen dan menyalakan lampu. Tunangannya, Han Yoo Ra, menyambutnya dengan memakai baju tidur motif macan yang akan dia gunakan di bulan madu mereka. Dia juga menunjukkan celana yang dia siapkan untuk Joon Hyuk, celana bergambar harimau. Yoo Ra meminta Joon Hyuk mencobanya, tapi Joon Hyuk tidak mau.

FGIU.E01.mkv_015816935_thumb[1]

Yoo Ra merajuk. Pernikahan mereka tinggal 3 bulan lagi dan masih banyak yang harus dia persiapkan. Itu membuatnya kelelahan setengah mati. Joon Hyuk beralasan bahwa dia sibuk, dan Yoo Ra juga tahu hal itu.

“Kita... kita harus cepat menikah.” Yoo Ra merangkul Joon Hyuk. “Dengan begini, Oppa, kau akan bebas dari semua ini. Siapa ayahku? Kau tahu dia selalu sayang padaku. Dia tidak mungkin menelantarkan menantunya satu-satunya, bukan?”

FGIU.E01.mkv_015985014_thumb[1]

“Aku tidak butuh bantuannya.” ujar Joon Hyuk.

“Tapi aku tidak. Tunggu saja 3 bulan. Setelah itu kau akan cepat naik jabatan.”

“Terima kasih atas kata-katamu.”

FGIU.E01.mkv_016218990_thumb[1] FGIU.E01.mkv_016360794_thumb[1]

Mereka saling menatap dan hendak berciuman, tapi tidak jadi karena ponsel Joon Hyuk berdering. Joon Hyuk melihat ponselnya, itu telpon dari ‘Batu Penghalang’. Joon Hyuk tidak menjawab. Yoo Ra melihatnya juga dan bertanya siapa batu penghalang itu. Joon Hyuk hanya bilang itu adalah seseorang, tidak ada gunanya meskipun Yoo Ra tahu siapa dia. Yoo Ra pun tak bertanya lagi. Joon Hyuk merangkul Yoo Ran dan menciumnya.

***

FGIU.E01.mkv_016621879_thumb[1] FGIU.E01.mkv_016674847_thumb[1]

Ternyata yang menelpon Joon Hyuk tadi adalah ibunya sendiri. Hari ini adalah hari ulan tahun ayahnya Joon Hyuk. Ayah merasa heran, apakah Joon Hyuk sesibuk itu hingga tidak bisa menjawab telpon. Ibu juga merasa heran, Joon Hyuk akan segera menikah tapi tidak pernah menghubungi mereka.

Ayah berbesar hati, “Apa yang harus dibanggakan jika umurku bertambah setahun?”

Ibu kemudian menggetok kepala adik Joon Hyuk yang sejak tadi makan dengan lahap. Ibu menyuruhnya untuk mengurangi makan. Adik Joon Hyuk kesal, kenapa dia tidak boleh makan semaunya. Makanannya bahkan tidak enak, tapi dia tetap harus makan untuk bertahan hidup. Walaupun semua hidangan hanya ada sayuran. Padahal keluarga lain disaat ada yang berulang tahun pasti ada hidangan daging. Ayah ikut bergumam, setidaknya harus ada satu hidangan daging. Ibu berteriak bahwa Joon Hyuk tidak makan daging.

FGIU.E01.mkv_016958037_thumb[1] FGIU.E01.mkv_017004332_thumb[1]

“Bukankah ini ulang tahun ayah? Kenapa hanya menghidangkan kesukaan Oppa? Apa hebatnya pekerjaan orang yang sangat kau sukai itu?”

Ibu mengeluarkan kotak makan dan memasukkan japchae (Mi bening Korea) ke dalamnya. Adik Joon Hyuk bertanya apa yang Ibu lakukan. Ibu bilang itu untuk Joon Hyuk. Karena orang tuanya tidak punya uang dan kemampuan, mereka hanya membuatnya menderita. Setidaknya ibu harus melakukan itu untuknya. Adik Joon Hyuk membuat kesepakatan, dia tidak akan menyentuh lobak dan pancake tapi ibu tidak boleh mengambil japchae. Ibu dan adik Joon Hyuk berebut piring japchae.

Ayah yang sedari tadi diam merasa kesal dan berteriak, “Bagaimana bisa kalian melakukan ini di rumah, di depanku?” Ayah merebut piring japchae dari adik Joo Hyuk. “Aku akan memakan japchae.”

FGIU.E01.mkv_017638277_thumb[1] FGIU.E01.mkv_017694164_thumb[1]

Ibu memukulkan sendok ke meja, “Siapa memakan apa?”

Ayah menyodorkan piringnya pada Ibu, “Joon Hyuk, tentu saja. Ini masakan kesukaannya, bukan?”

Ibu menuangkan japchae dari piring ke kotak makan dan menyimpannya. Ayah dan adik Joon Hyuk hanya bisa melihatnya tanpa mengatakan apapun lagi.

(Ternyata, hubungan Joon Hyuk tidak harmonis dengan keluarganya. Tapi melihat sikap Joon Hyuk dan keluarganya, tampak jika Joon Hyuk merasa malu atas kehidupan orang tuanya yang kekurangan. Berbeda dengan Ibu yang sangat menyayangi Joon Hyuk. Tentu saja, naluri seorang Ibu…)

***

FGIU.E01.mkv_017946908_thumb[1] FGIU.E01.mkv_018025317_thumb[1]

Esok pagi. Gang Suk memberitahu Joon Hyuk perkiraan waktu kematian korban Gim Gwang Il adalah subuh, antara jam 2 dan jam 5 pagi. Tapi jam tangannya berhenti pada pukul 08:01. Menurut Gang Suk sepertinya korban yang sekarat sengaja merusak jam tangannya. Joon Hyuk bertanya-tanya mengapa dalam kondisi sekarat korban melakukan hal itu.

Dengan polosnya Gang Suk bertanya, “Apa mungkin, karena ini jam tangan palsu.” (tuing..)

Joon Hyuk kesal, “Apa kepalamu itu hanya untuk membuatmu lebih tinggi (maksudnya bodoh)? Apa kau tidak tahu yang namanya pesan kematian?”

“Ah... pesan kematian. Aku tahu. Sebelum mati mereka meninggalkan petunjuk yang berhubungan dengan pelaku.”

FGIU.E01.mkv_001686127_thumb[1] FGIU.E01.mkv_001731171_thumb[1]

Joon Hyuk kemudian menanyakan berkas laporan. Gang Suk pun memberikan berkas yang sejak tadi dibawanya. Joon Hyuk membuka jilid laporan, dan ‘pink’. Laporan itu dibuat Gang Suk di atas kertas berwarna pink.

“Pink lagi?”

Gang Suk tersenyum malu, “Kata follower-ku warna ini menunjukkan emosiku, karena itu mereka menyukainya.”

Joon Hyuk mengatai Gang Suk aneh. Gang Suk kemudian menjelaskan laporannya. Tim forensik menemukan serbuk silikon, bersamaan dengan plastik karbon, keduanya digunakan untuk membuat plat baja tekanan tinggi. Pada permukaan jam tangan ada tanda-tanda penggunaan di suhu dingin dan panas.

FGIU.E01.mkv_018836934_thumb[1] FGIU.E01.mkv_018897409_thumb[1]

Berdasarkan laporan itu, Joon Hyuk menyuruh Gang Suk mencari pabrik yang ditutup sekitar tahun 2007. Serbuk silikon dinyatakan sebagai produk karsinogenik dan berhenti digunakan pada tahun 2007. Dengan kata lain, mereka mungkin berada di bangunan yang didirikan sebelum tahun 2007. Terlebih lagi mereka mendeteksi semua zat kimia itu. Jadi menurut Joon Hyuk mungkin itu pabrik suku cadang mobil.

Permukaan luar stainless steel mengalami beberapa kali proses pemanasan dan pendinginan. Cari saja semua plat baja yang dibuat dengan hot stamping. (Teknologi cetak hot stamping: Besi dipanaskan sehingga mencapai 950 derajat, lalu dicetak dalam cetakan menggunakan tekanan, dan didinginkan.)

Joon Hyuk kemudian memberitahu sesuatu yang hanya boleh mereka berdua saja yang tahu. Jika hanya mereka yang menyelesaikannya, skor pencapaian mereka akan berlipat ganda. Ini menyangkut masalah kenaikan jabatan. Joon Hyuk bertanya apakah Gang Suk mengerti. Bukannya menjawab, Gang Suk malah bilang jika dia mengunggah foto kenaikan jabatannya, followernya pasti suka. Joon Hyuk geleng kepala. Gang Suk kemudian bertanya dimana dia harus memulai pencariannya.

FGIU.E01.mkv_019186021_thumb[1] FGIU.E01.mkv_019388300_thumb[1]

“Provinsi Gyeonggi, sekitar Osan.” Jung Woo datang dan menjawab pertanyaan Gang Suk. Jung Woo melanjutkan, “Sebelum ponselnya mati, aku belum sempat mendengar detil pembicaraan korban, tapi aku yakin dia menelepon dari Provinsi Gyeonggi, Osan dalam beberapa bulan terakhir. Terlebih lagi... sepertinya mendiang Gim Gwang Il memiliki pabrik suku cadang di Osan.”

“Wow... Kau sudah tahu sejauh itu?” Gang Suk takjub. “Kau menemukannya dengan begitu mudah. Baru saja, Hyung mengatakan kata-kata rumit dan kedengarannya sangat sukar dilakukan.”

FGIU.E01.mkv_019541781_thumb[1] FGIU.E01.mkv_001645589_thumb[1]

Joon Hyuk menaruh berkas ke meja dengan kasar, dia kesal kalah satu langkah dari Jung Woo. Jung Woo berkata meskipun Joon Hyuk merasa dia tidak tahu apa-apa, tempatnya memang disana. Dan jika Joon Hyuk tidak mau mengajaknya dia akan pergi makan dengan Kapten (mengancam akan memberitahu Kapten tentang penyelidikan mereka). Terpaksa, Joo Hyuk pun mengajak Jung Woo. Jung Woo tersenyum.

FGIU.E01.mkv_019631034_thumb[2]

“Apa kalian tidak melihatku?” Won Bin datang, lalu menyempotkan pelembab ke wajahnya. Jung Woo nebeng, Joon Hyuk kesal.

***

FGIU.E01.mkv_019722372_thumb[1]

Sekarang mereka sedang mengintai pabrik terlantar yang disebutkan Jung Woo sebelumnya. Di depan pabrik itu tampak beberapa orang pria mondar-mandir. Joon Hyuk menyuruh mereka berpencar, dan dia akan menyelidiki sisanya sendirian. Jung Woo tidak setuju, bagaimana bisa seperti itu, mereka datang kesana bersama-sama.

FGIU.E01.mkv_020050606_thumb[1]

“Won Bin dan aku ke sana, arah berlawanan. Kau dan Gang Suk...” Jung Woo menoleh, dan Kang Suk tidak ada ditempat, “Apa... Ke mana dia pergi?”

FGIU.E01.mkv_020239121_thumb[1] FGIU.E01.mkv_020306269_thumb[1]

Gang Suk ternyata sudah maju duluan menyerang orang-orang yang ada didepan. Jung Woo mengeluh, Gang Suk benar-benar tidak sabaran. Won Bin berkata Gang Suk tidak pernah kalah dalam pertarungan satu lawan satu. Lawan Gang Suk bertambah banyak, merasa tak mampu sendirian Gang Suk memanggil yang lain. Mereka pun maju dan bertarung.

FGIU.E01.mkv_020451827_thumb[1] FGIU.E01.mkv_020530653_thumb[1]

Kemudian mereka masuk ke dalam gudang dan bertarung lagi dengan orang-orang yang ada disana (Ini adegan di awal episode). Pertarungan berhasil dimenangkan empat jagoan kita.

FGIU.E01.mkv_021008614_thumb[1] FGIU.E01.mkv_021088691_thumb[1]

Joon Hyuk kemudian masuk ke sebuah ruangan yang bertirai plastik, diikuti yang lainnya. Mereka terkejut melihat dua orang kakek yang dibelenggu di dalam akuarium besar. Dan tercium bau menyengat dari bahan kimia.

FGIU.E01.mkv_021139574_thumb[1] FGIU.E01.mkv_021210893_thumb[1]

“Memangnya zaman apa sekarang ini? Orang ini, melakukan eksperimen pada manusia.” Ujar Gang Suk. Dia melihat identitas yang tertempel di akuarium, seorang pria berusia 27 tahun. Gang Suk pun bingung siapa orang itu, “Kakek ini? Luar biasa!”

Joon Hyuk yang cerdas saja bingung, “Bagaimana mungkin bisa terlihat seperti itu? Tidak mungkin.”

Won Bin membaca identitas yang tertempel, “25 tahun. Pak Seong Su. 27 tahun. 25 tahun. Keduanya berusia 20-an.”

FGIU.E01.mkv_021487410_thumb[1] FGIU.E01.mkv_021579999_thumb[1]

Jung Woo maju dan menggedor akuarium, “Permisi?!”

Kedua kakek membuka mata, membuat mereka mundur karena terkejut. Kedua kakek itu berteriak meminta tolong untuk diselamatkan.

FGIU.E01.mkv_021858601_thumb[1] FGIU.E01.mkv_021916157_thumb[1]

Gang Suk melihat ada tangga disamping. Mereka semua, tanpa berpikir panjang bergegas naik dan mencebur ke dalam akuarium untuk melepaskan belenggu di tangan dan kaki kedua kakek itu. Jung Woo yang pertama kali naik ke permukaan.

FGIU.E01.mkv_022108843_thumb[1] FGIU.E01.mkv_022173489_thumb[1]

Kemudian disusul Gang Suk yang berubah wujud menjadi kakek.

FGIU.E01.mkv_022316961_thumb[1] FGIU.E01.mkv_022346990_thumb[1]

Won Bin naik, dan dia juga berubah wujud menjadi kakek.

FGIU.E01.mkv_022417891_thumb[1] FGIU.E01.mkv_022482120_thumb[1]

Terakhir Joon Hyuk, begitu muncul ke permukaan dia juga berubah menjadi kakek.

FGIU.E01.mkv_022560529_thumb[1] FGIU.E01.mkv_022591809_thumb[1]

Gang Suk, Joon Hyuk, dan Won Bin berdampingan. Mereka belum menyadari dengan perubahan wujud mereka. Joon Hyuk melihat Won Bin dan menunjuk, “Pak tua, siapa kau?”

Won Bin menoleh ke belakang, tidak ada siapapun. Jung Woo menyerngitkan dahi dan melihat ke sekeliling.

“Lantas, pak tua, siapa kau? Di sini sangat berbahaya. Cepat keluar.” Ujar Gang Suk pada Joon Hyuk dan Won Bin.

Giliran Won Bin yang menunjuk Joon Hyuk dan Gang Suk, “Apa-apaan ini? Apa? Kau benar-benar orang yang aneh.”

FGIU.E01.mkv_022738201_thumb[1] FGIU.E01.mkv_022830790_thumb[1]

Won Bin melihat Jung Woo dan bertanya padanya, “Jung Woo, siapa orang tua ini?”

Tuing…Gang Suk dan Joon Hyuk menoleh pada Won Bin. Tapi, Jung Woo juga bingung, “Kakek, bagaimana kau bisa tahu namaku?”

Gang Suk, Joon Hyuk, dan Won Bin saling pandang, masih belum menyadari. Jung Woo kemudian sadar, berdasarkan data korban kakek Gim Gwang Il yang sebenarnya masih muda dan dua kakek yang di akuarium. Jung Woo bilang itu tidak masuk akal.

FGIU.E01.mkv_023156938_thumb[1] FGIU.E01.mkv_023222418_thumb[1]

Joon Hyuk bertanya pada Jung Woo, “Jung woo, ke mana perginya Won Bin dan Gang Suk?”

“Apa? Aku Won Bin.” Won Bin menunjuk dirinya sendiri.

“Aku Gang Suk.” Gang Suk juga menunjuk dirinya sendiri.

“Lalu kau adalah Joon Hyuk.” Won Bin menunjuk Joon Hyuk.

FGIU.E01.mkv_023361302_thumb[1] FGIU.E01.mkv_023305832_thumb[1]

“Apa-apaan semua ini? Ada apa dengan wajahku?” Joon Hyuk bercermin di air.

Jung Woo yang bingung juga melihat dirinya sendiri, tapi tidak ada yang berubah. Gang Suk, Joon Hyuk dan Won Bin ribut menyadari perubahan wujud yang terjadi. Mereka berteriak frustrasi.

FGIU.E01.mkv_023557742_thumb[1]

“Otot menghilang dan mengalami kebotakan... Menjadi pendek... Jelek…”

***

FGIU.E01.mkv_023662426_thumb[1]

Komisaris Park diikuti Deputy Choi dibelakangnya berjalan dengan terburu-buru di lorong.

FGIU.E01.mkv_023735830_thumb[2]

Di ruang rapat. Empat polisi kita sedang menunggu bersama Kapten Kim dan Eun Ji. Jung Woo berdiri dengan tatapan kosong masih terkejut dengan apa yang terjadi pada teman-temannya. Gang Suk menyilangkan tangan di dada masih tak percaya otot bisep yang dia banggakan telah menghilang.

FGIU.E01.mkv_023779205_thumb[1] FGIU.E01.mkv_023818410_thumb[1]

Won Bin memegangi wajahnya yang jadi keriput dan menyemprotkan pelembab. Dan Joon Hyuk mengelus rambutnya yang berubah jadi putih.

FGIU.E01.mkv_024002338_thumb[1] FGIU.E01.mkv_024104520_thumb[1]

Komisaris Park dan Deputy Cho masuk dan bertanya apa yang terjadi. Komisaris Park menunjuk mereka, “Orang-orang ini benar-benar... Tidak. Orang-orang tua ini memang... orang-orang itu?”

Kapten Kim membenarkan, “Ya. Mereka adalah orang-orang itu. Saya minta maaf. Ini adalah salah saya.”

Komisaris Park kembali bertanya pada mereka, “Baiklah. Kalian semua. Tidak. Para tetua, tolong katakan pada saya.” (Komisaris Park kebingungan menyebut mereka..)

FGIU.E01.mkv_024228806_thumb[1] FGIU.E01.mkv_024270930_thumb[1]

Joon Hyuk bersuara, “Meskipun sulit dipercaya, saya adalah Lee Joon Hyuk.”

Komisaris Park yang masih tak percaya memegang tangan Joon Hyuk. Lalu mencubit pipi Won Bin, yang mendapat tanggapan dari Won Bin: “Tolong jangan sentuh kami. Nanti kulitku rusak.” Won Bin menyemprotkan lagi pelembab.

FGIU.E01.mkv_024322230_thumb[1] FGIU.E01.mkv_024430668_thumb[1]

Komisaris Park beralih pada Gang Suk, baginya keadaan itu masih sulit diterima. Gang Suk bilang dia juga tidak bisa mempercayainya.

“Kami melakukan pemeriksaan sidik jari. Analisa DNA juga sudah keluar. Semuanya akurat.” Ujar Joon Woo ketika Komisaris Park mendekat.

“Tapi kenapa kau tidak berubah?” tanya Komisaris Park heran.

“Mengenai itu... aku juga tidak tahu...”

FGIU.E01.mkv_024660473_thumb[1] FGIU.E01.mkv_024815623_thumb[1]

Deputy Choi menjilat lagi, “Seperti ayahnya, dia terlahir di bawah bintang keberuntungan.”

Komisaris Park membentaknya, “Kau pikir ini karena keberuntungan?”

Deputy Choi kemudian berkata bagaimanapun juga mereka harus merahasiakan hal yang sudah terjadi itu. Karena jika tersebar, akan menimbulkan kegemparan negara. Mereka akan mengatakan bahwa kepolisian sudah gila. Negara pun akan bergejolak. Komisaris Park menyuruh Deputy Choi menutup mulutnya yang sangat besar itu.

Kemudian Deputy Choi mengusulkan untuk mengirim mereka ke Institut Medis Negara. Mereka harus diperiksa alasan di balik penuaan mereka. Komisaris Park setuju dan memerintahkan agar mereka dikarantina sementara.

FGIU.E01.mkv_025016233_thumb[1] FGIU.E01.mkv_025095893_thumb[1]

Joon Hyuk tidak mau, “Apa kami ini kelinci percobaan? Jika kami dicabut dari investigasi ini, kami akan memberi tahu media. Akan ada berita mengenai hal ini. Lalu halaman depan koran besok akan berisikan berita ini.”

Deputy Choi marah, “Dasar kurang ajar! Bagaimana bisa kau ingin memberitahukan pihak media?”

FGIU.E01.mkv_025150529_thumb[1] FGIU.E01.mkv_025309016_thumb[1]

Kapten Kim bilang dia yang akan melakukannya (melapor pada media). Walaupun Deputy Choi memintanya jangan ikut campur, dan walaupun mereka kurang ajar, tapi mereka adalah bawahannya. Dan Kapten Kim yang akan bertanggung jawab atas mereka. Komisaris Park marah, jika Kapten Kim melakukannya, dia akan memecat Kapten Kim.

“Kalau begitu saya juga akan mempertaruhkan leher saya untuk mengadakan konferensi pers.” Jung Woo menatap ayahnya dengan sikap menantang, “Anda tahu, bukan? Saya orang yang memegang kata-kata.”

FGIU.E01.mkv_025514631_thumb[1]

“Aigoo... Ini benar-benar...” Komisaris Park mengalah pada anaknya, “Kalau begitu baiklah. Lanjutkan investigasi mengenai kasus ini. Tapi pastikan masalah ini tidak bocor. Tidak boleh bocor. Mengerti?”

FGIU.E01.mkv_025692719_thumb[1]

Tim dan Kapten Kim berjalan dilorong. Dua petugas polisi lewat dan berjalan berlawanan arah. Joon Hyuk bersikap cool, Gang Suk menutupi wajahnya. Sedangkan Won Bin, dengan kesal berkata, “Apa yang kau lihat? Apa yang kau lihat?”

***

FGIU.E01.mkv_025759451_thumb[1] FGIU.E01.mkv_025810750_thumb[1]

Joon Hyuk pulang ke apartemen. Dan seperti sebelumnya, Yoo Ra langsung menunjukkan baju tidur yang dia kenakan begitu lampu menyala. Lalu dia berteriak terkejut melihat yang ada dihadapannya bukan Joon Hyuk, tapi seorang kakek.

“Kakek, kau pasti sudah gila. Kenapa kau masuk ke rumah orang lain? Akan kutuntut kau karena masuk tanpa izin.” Yoo Ra mengambil ponsel miliknya.

“Yoo Ra, tunggu sebentar.” Joon Hyuk ingin menjelaskan sesuatu.

FGIU.E01.mkv_026541455_thumb[1] FGIU.E01.mkv_026593172_thumb[1]

“Namaku... bagaimana kau...? Jangan bilang, kau seorang penguntit.” Yoo Ra kembali berteriak. Yoo Ra kemudian menghubungi 114. Joon Hyuk mengoreksi, 114 untuk mengetahui nomor telpon sendiri. Yoo Ra berkata dengan judes bahwa dia juga tahu itu.

“Kau akan menikah dalam 3 bulan. Kekasihmu seorang polisi. Kau bahkan pergi ke tukang ramal. Tapi kenapa aura rumah ini negatif sekali?” Joon Hyuk mengalihkan pembicaraan.

“Jangan bilang... kau seorang peramal?”

“Benar. Di rumah ini, apa kau memiliki benda-benda yang bercorak macan atau harimau?”

“Ya, ada.” Yoo Ra dengan cepat membenarkan..

FGIU.E01.mkv_026703695_thumb[1] FGIU.E01.mkv_026772929_thumb[1]

“Cepat bakar. Takdir suamimu sangat berhubungan dengan rusa, jadi harimau adalah pengaruh yang buruk. Mengenakan benda itu akan memperpendek umurnya.”

“Astaga... Sungguh?!” Yoo Ra tampaknya percaya pada peramal Joon Hyuk.

“Sungguh... Asalkan kau membakarnya, semua pengaruh buruknya akan hilang.” Kemudian Joon Hyuk permisi pulang. Yoo Ra terdiam, bengong, sepertinya dia berpikir ada sesuatu yang salah… (Iya Yoo Ra, kamu pasti bingung itu peramal dari mana tahu passcode apartemennya.)

FGIU.E01.mkv_026936837_thumb[1] FGIU.E01.mkv_027252142_thumb[1]

Dan kemana Joon Hyuk pulang? Joon Hyuk berdiri di depan sebuah gerbang rumah, dia tampak ragu. Dia kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

Kini, Joon Hyuk sudah berada di dalam rumah itu. Rumah keluarganya. Ayah bertanya siapa ‘Joon Hyuk’. ‘Joon Hyuk’ mengaku jika dia adalah ayahnya Pak Jun Woo, teman baik Joon Hyuk.

Rupanya ‘Joon Hyuk’ membawa surat tulisan Joon Hyuk, adik Joon Hyuk mengenali tulisan Oppanya. Surat itu berbunyi agar orang tuanya mengijinkan ‘Joon Hyuk’ tinggal di rumah mereka sementara waktu, dan karena masalah keamanan mereka tidak diperbolehkan menghubungi Joon Hyuk.

FGIU.E01.mkv_027389357_thumb[1] FGIU.E01.mkv_027640850_thumb[1]

Ayah berbisik pada ibu, “Meskipun Joon Hyuk yang meminta kita... Tapi bagaimana bisa kita membiarkan orang asing...?”

Dan langsung mendapat semprotan dari ibu, “Ini permintaan Joon Hyuk!”

Ayah langsung memberi hormat pada ‘Joon Hyuk’. ‘Joon Hyuk’ tidak nyaman, “Apa yang kau lakukan, Ayah?”

FGIU.E01.mkv_027782654_thumb[1] FGIU.E01.mkv_027881916_thumb[1]

Semuanya aneh mendengar ‘Joon Hyuk’ menyebut ayah dengan sebutan Ayah. Kan dari yang terlihat malah ‘Joon Hyuk’ yang lebih tua dari ayah, makanya mereka aneh. ‘Joon Hyuk’ menutupi kesalahannya tadi dengan beralasan bahwa dia memiliki kekuatan spiritual, jadi terkadang dia bisa melihat ayahnya yang telah meninggal. Ayah penasaran dan bertanya apakah arwah itu masih ada disana. ‘Joon Hyuk’ melihat ke sekeliling. Ibu mendorong ayah yang ketakutan hingga terjatuh.

“Tetua. Silakan anggap tempat ini sebagai rumahmu sendiri. Anggap saja seperti rumahmu. Karena Joon Hyuk yang meminta kami.” Ibu berkata dengan sopan pada ‘Joon Hyuk’.

FGIU.E01.mkv_027979510_thumb[1] FGIU.E01.mkv_027998279_thumb[1]

“Aneh sekali. Kakakku tidak punya teman satu pun karena mulutnya yang sangat kotor.” Ujar adik Joon Hyuk pada Ibu.

‘Joon Hyuk’ tak terima dan berteriak, “Mana sebanding dengan mulut busukmu?”

Semuanya terkejut. ‘Joon Hyuk’ lalu beralasan bahwa baru saja ada hantu anak kecil yang datang di belakang adik Joon Hyuk. Ayah semakin ketakutan. Berbeda dengan ibu yang nampak takjub.

(Jika Joon Hyuk sedang dirumahnya dan dia sedang berpura-pura dengan identitas kakeknya, aku akan tulis namanya memakain tanda petik, ‘Joon Hyuk’.)

***

FGIU.E01.mkv_028348200_thumb[1] FGIU.E01.mkv_028406589_thumb[1]

Won Bin menemui dokter kecantikan dan menunjukkan foto wujud aslinya. Won Bin bertanya apakah dokter itu bisa memperbaiki wajahnya.

“Aku seorang dokter, bukan penyihir. Jangan berpikir aku bisa menciptakan keajaiban.”

“Contohnya...Derma filler.. Laser. Apa ada cara untuk memperbaiki seluruh wajah ini? Lakukan saja sesuatu. Botox. Botox itu bagus.”

FGIU.E01.mkv_028736908_thumb[1] FGIU.E01.mkv_028756511_thumb[1]

“Untuk memperbaiki ini dengan botox... satu kotak botox pun tidak akan cukup. Terlebih lagi, wajahmu bisa lumpuh.”

“Apa?” Won Bin terkejut.

“Kau juga bisa mati selama proses operasi.”

Won Bin belum putus harapan, “Tidak mungkin...Apa yang tidak bisa dilakukan pengobatan modern?”

FGIU.E01.mkv_028817403_thumb[1] FGIU.E01.mkv_028872039_thumb[1]

Dokter semakin frustrasi, “Kakek, kenapa kau melakukan ini kepadaku?”

“Apa? Kakek?!” Won Bin tak terima disebut kakek, dia memukul meja, lalu mencekik dokter.

***

Bersambung ke bagian 3~

***

Komentar:

Bagaimana semua ini bisa terjadi?? Kenapa hanya Jung Woo yang tidak berubah?

Kasihan Won Bin, si Don Juan berubah keriput. Frustasi sekali dia.. tapi ada hikmahnya juga, si arogan Joon Hyuk akhirnya pulang ke rumahnya juga walau dalam kondisi yang berbeda. Semoga dia bisa melihat jika keluarganya bukanlah batu sandungan.

5 comments:

  1. keren....mungkin jung woo memakai sesuatu benda yang secara tidak sengaja menolak reaksi kimia yang terjadi pada air di kolam itu sehingga dia tidak berubah tua seperti lainnya...serasa jadi ilmuwan....ha...ha...ha

    ReplyDelete
  2. hahhaha asli lucu banget. kapan update lagi? ditunggu sinopsisnya :D

    fighting ya!

    ReplyDelete
  3. hahahaha :D mung jung wo pelaku dari semua ini (loh?)
    i cant wait! ><

    ReplyDelete
  4. Hahaha... ya ampun, ksian won bin frustasi banget tuh XD
    Setelah mereka lebih tua, Jung Woo pun menjadi yg tertinggi, pdhal td dia paling pendek diantara Won Bin, Gang Suk dan Joon Hyuk.
    Apakah penuaan mempengaruhi tinggi badan??? *mikir

    ReplyDelete
  5. Lanjutkaaan mumu eonnie ^^
    Jarang banget yg buat sinop drama ini, jadi sangat dinantikan kelanjutan tulisanmu

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD