GOLDEN RAINBOW Episode 38 – 1

Sebelumnya di [Episode 36] dan [Episode 37]

Golden.Rainbow.E38.mp4_000030762_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000054952_thumb[1]

Jin Gi datang menanyakan tentang rekening Bank Swiss. Kemudian Jung Shim kehilangan akal dan mengusir Jin Gi. Baek Won datang dan bertanya apa yang terjadi pada Jin Gi. Jin Gi hanya bilang Jung Shim sedang kehilangan akal.

Jung Shim ketakutan, dia menuding Jin Gi sebagai orang yang menyuntiknya. Baek Won kemudian mengusir Jin Gi dengan keras, karena kehadiran Jin Gi malah membuat kondisi Jung Shim semakin memburuk. Jin Gi pun pergi dari sana.

~Golden Rainbow Episode 38~

Golden.Rainbow.E38.mp4_000119881_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000128957_thumb[1]

Jin Gi kembali ke kantornya, dia termenung melihat ke luar jendela. Lalu masuk Pengacara Gong, pengacara Jung Shim. Karena sudah malam, Jin Gi langsung mengutarakan maksudnya mengundang Pengacara Gong. Jin Gi bertanya apakah Jung Shim memiliki dana rahasia di Bank Swiss. Pengacara Gong terkejut, tapi kemudian dia menutupinya dan berkata bahwa dia belum pernah mendengar hal itu.

“Pengacara Gong. Aku tahu betapa setianya kau kepada mantan presiden. Tapi semakin hari kondisinya semakin parah. Dan tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi padanya dalam setahun. Bukankah seharusnya kau mempersiapkan yang lebih baik bagi masa depanmu?”

“Terima kasih atas tawarannya, tapi aku belum pernah mendengar mengenai dana rahasia.”

Golden.Rainbow.E38.mp4_000160487_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000167794_thumb[1]

Jin Gi kemudian memperlihatkan surat kepemilikan peternakan ikan di Busan. Jin Gi berjanji akan membalikan nama peternakan itu menjadi milik Pengacara Gong jika dia mengatakan yang sebenarnya. Tapi Pengacara Gong tidak bergeming, dia tetap mengatakan bahwa dia tidak tahu. Pengacara Gong juga meminta Jin Gi untuk tidak kurang ajar, dan jangan menghubunginya lagi, urus saja Jung Shim.

Pengacara Gong kemudian pergi. Jin Gi menyeringai, dengan penyangkalan Pengacara Gong dia semakin yakin bahwa dana itu memang benar ada.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_000177670_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000228152_thumb[1]

Jung Shim ternyata tadi hanya pura-pura pikun. Jung Shim bilang dia masih saja khawatir, bukan khawatir Jin Gi mengetahui kepura-purannya tapi dia takut membuat kesalahan besar saat dia kehilangan pikiran. Karena saat ini pikirannya datang dan pergi dengan cepat. Dia terkadang tidak mengenali orang yang ada di depannya.

“Nek, kau harus berhenti mengambil risiko itu. Bagaimana jika Presiden Seo melakukan sesuatu yang mengerikan kepadamu lagi?”

“Tidak. Jika aku harus mati, aku akan membawanya juga ke neraka bersamaku. Itulah yang bisa dilakukan nenek tua sepertiku.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_000236794_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000268624_thumb[1]

Do Yeon mengingat pertemuan sebelumnya dengan Baek Won. Do Young menyarankan Baek Won untuk bertemu Oh Kwang Hyuk jika ingin melawan Jin Gi. Karena dia lah yang memberikan alibi untuk Jin Gi saat Jin Gi berada di pondok dan membunuh Kwang Do. Jika Baek Won bisa memisahkan mereka, mungkin Oh Kwang Hyuk akan mengatakan yang sebenarnya.

Do Young bertanya apa rencana Baek Won. Baek Won ingin membuat Jin Gi banyak berinvestasi pada pantai lumpur, sebanyak saham yang dia miliki. Tapi menurut Do Young, Jin Gi tidak sebodoh itu, Jin Gi tidak akan pergi sejauh itu. Karena itulah Baek Won bilang bahwa dia perlu sebuah umpan besar.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_000314202_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000346399_thumb[1]

Jin Gi pulang ke rumah dan langsung masuk ke ruang kerja Jung Shim. Jin Gi mencari-cari keberadaan dokumen dana Bank Swiss milik Jung Shim. Tak menemukannya disana, Jin Gi mencari di kamar Jung Shim. Tapi tetap tidak ada hasil.

Golden.Rainbow.E38.mp4_000360813_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000373025_thumb[1]

Mi Rim mencuri dengar suara di luar dari pintu kamar. Dia lalu duduk dengan melipat tangan. Begitu Jin Gi masuk, dia langsung bertanya dengan marah apa yang dilakukan Jin Gi disana, kenapa Jin Gi tidak tinggal bersama Young Hye saja. Beraninya Jin Gi pulang ke rumahnya setelah Jin Gi mendorongnya di depan Young Hye.

Jin Gi menuduh pikiran Mi Rim dangkal. Young Hye baginya seperti adik saja. Young Hye tunangan Han Joo, dan setelah Han Joo meninggal Young Hye mencoba bunuh diri. Mi Rim bertanya apa hubungannya hal itu dengan dirinya. Jin Gi bilang Jung Shim lah yang membuat hidupnya begitu sengsara.

Golden.Rainbow.E38.mp4_000429679_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000475089_thumb[1]

“Aku menghabiskan masa kecilku dengan dia, tapi aku bahkan tidak bisa membelanya sejak dia menikah dengan kakakmu. Dan dia adalah tunangan saudaraku. Apakah salah bagiku untuk menghiburnya?” Jin Gi membuat alasan.

Tapi Mi Rim tidak terima melihat Jin Gi begitu dekat dengan Young Hye, hingga membelikannya sebuah tas. Jin Gi beralasan kalau itu untuk menghibur Young Hye. Apakah Mi Rim pikir seorang suami melakukan hal itu karena istrinya mengkhianati suaminya. Jin Gi merasa lelah dengan pekerjaan, ditambah stress yang diberikan Mi Rim itu. Jin Gi mengajak Mi Rim bercerai. Mi Rim terkejut.

“Kau bahkan tidak percaya suamimu. Apa gunanya hidup bersama? Aku sudah memaafkanmu untuk apa yang telah kau lakukan, tapi sekarang kau menganggapku sebagai penipu.”

Golden.Rainbow.E38.mp4_000486968_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000507287_thumb[1]

Mi Rim pun luluh, dia bilang hanya begitu marah karena Jin Gi mendorongnya di depan Young Hye, tidak ada yang pernah memperlakukannya seperti itu sebelumnya. Jin Gi bilang apa yang Mi Rim lakukan, menyewa detektif swasta untuk memata-matainya dan berselingkuh, jauh lebih buruk dari apa yang dia lakukan pada Mi Rim. Mi Rim pun meminta maaf.

Jin Gi kemudian memberitahu dia baru saja dari rumah sakit, dia rasa mereka harus membawa Jung Shim pulang ke rumah karena kondisinya semakin parah. Mi Rim bertanya mengapa tidak ke panti jompo saja. Jin Gi beralasan dia tidak lagi percaya, karena mungkin mereka tertipu lagi seperti waktu itu. Jin Gi bilang mereka bisa menyewa dokter yang baik dan merawatnya di rumah. Mereka harus merawatnya sebelum meninggal.

Mi Rim merasa haru mendengar hal itu. Padahal menurutku Jin Gi sengaja ingin membawa Jung Shim ke rumah agar bisa diawasi dengan mudah, dan menjauhkannya dari Baek Won.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_000579523_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000608584_thumb[1]

Keesokan paginya, Mi Rim bersama Jin Gi ke rumah sakit dengan beberapa perawat. Mi Rim hendak membawa Jung Shim pulang. Baek Won menahan, mengingat apa yang pernah mereka lakukan pada Jung Shim. Tapi karena Jung Shim tidak mengenali Baek Won, dan malah mengenali Jin Gi sebagai Deok Soo. Baek Won berusaha menahan Jung Shim, tapi Jung Shim ikut keluar bersama perawat.

Mi Rim menahan tangan Baek Won, “Kau tahu posisiku lebih tinggi darimu, kan? Aku mengatakan ini sebagai bibimu. Jangan turut campur masalah ini. Atau aku akan mulai membencimu lagi.”

Mi Rim kemudian pergi, dan Baek Won hanya bisa terdiam.

Golden.Rainbow.E38.mp4_000629037_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000644085_thumb[1]

Mi Rim memapah ibunya masuk ke dalam rumah. Tae Young dengan kesal bertanya mengapa Mi Rim membawa Jung Shim ke rumah. Mi Rim tentu saja agar mereka bisa merawatnya di rumah.

Jin Gi menegur Tae Young yang belum pergi ke kantor. Tae Young berkata bahwa dia sudah mengatakan sebelumnya, dia akan berhenti. Lagipula Jin Gi tahu atau tidak, orang-orang di kantor tidak melihat keberadaannya. Jin Gi tak menanggapi Tae Young, dia pamit pergi ke kantor pada Mi Rim. Jin Gi juga berpesan agar Mi Rim sendiri yang mengurus Jung Shim, jangan pembantu. Mi Rim mengiyakan.

Golden.Rainbow.E38.mp4_000668642_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000671345_thumb[1]

Setelah Jin Gi pergi, Tae Young kembali bertanya mengapa Mi Rim membawa Jung Shim kembali. Mi Rim dengan bangga berkata kalau itu adalah keinginan Jin Gi. Jin Gi ingin mengurus Jung Shim hingga dia meninggal.

“Apakah kau masih percaya kepada manusia itu?” Tae Young kesal pada Mi Rim.

“Manusia itu?” Mi Rim memukul Tae Young dengan dompetnya. “Hei, kurang ajar. Hei, kau Seo Tae Young. Jangan pernah menentang ayahmu. Apakah kau ingin Do Young yang mengambil Seluruh Golden Fishery?”

“Berhentilah bermimpi. Kulihat dia sedang menuju kesana.” Ujar Tae Young. (Bermimpi disini adalah mimpi Tae Young jadi pemilik Golden Fishery.)

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_000699105_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000723195_thumb[1]

Tuan Oh menemui Baek Won dan mengatakan ternyata tidak mudah mendapat uang sebanyak itu, dan sulit menemukan investor. Tuan Oh malah membujuk Baek Won untuk menjual pantai lumpur itu padanya seharga 50 milyar won, karena yang dinginkan Baek Won adalah balas dendam pada Jin Gi. Baek Won tidak mau, harga pantai lumpur sedang naik sekarang. Pada siapapun dia menjualnya, dia bisa membalas Jin Gi. Baek Won bilang dia hanya memberikan kesempatan pada Tuan Oh, tapi sayang sekali Tuan Oh tidak mau.

Baek Won beranjak bangun. Tuan Oh menahannya, dia meminta Baek Won sedikit waktu. Baek Won kemudian memberikan penawaran, jika tidak ada investor, apakah Tuan Oh mau dia berikan partner?

Golden.Rainbow.E38.mp4_000743381_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000763767_thumb[1]

Dan ternyata partner yang Baek Won maksud adalah Chun Won. Baek Won menawarkan Chun Won untuk bekerja sama dengan Tuan Oh. Chun Won menilai Baek Won semakin pintar hingga bicara dengan anak buah Jin Gi agar bisa menjual pantai lumpur dengan harga tinggi. Baek Won berterima kasih, karena hal itu dia pelajari dari Chun Won. Baek Won bilang dia ingin Chun Won memiliki pantai lumpur. Chun Won bertanya apa alasannya.

“Jika kau memiliki pantai lumpur, kemarahan Seo Jin Gi akan mencapai puncaknya. Dan bukankah kau satu-satunya yang bisa mengontrol Seo Jin Gi dengan pantai lumpur sebagai umpan?”

“Aku merasa seperti terjebak dalam perangkap.” Ujar Chun Won.

“Sudah kubilang, aku menginginkan win-win solution. Kau mendapatkan pantai lumpur yang sangat diinginkan Seo Jin Gi. Dan aku bisa merusak mimpinya sebanyak yang aku bisa. Bagaimana pendapatmu?” Baek Won menanyakan kepastian Chun Won.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_000811479_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000822490_thumb[1]

Chun Won memberitahu Do Young bahwa Baek Won meminta bergabung dengan Tuan Oh. Chun Won bertanya pada Do Young haruskah dia percaya pada Baek Won. Do Young bilang itu bukan hal yang buruk. Tuan Oh memiliki 10% saham Jin Gi, sekitar 50 milyar won. Jin Gi juga akan menjual saham Tae Young di pasaran.

“Baek Won sudah berbeda sekarang. Dia menemuiku duluan meskipun dia tahu aku mengkhianatinya. Itu bukan dibuat-buat. Itu konspirasi.”

“Karena musuh sebenarnya adalah ayahku.”

Chun Won khawatir karena Jin Gi selalu selangkah lebih maju. Meskipun dia menyebar rumor, tapi jika Jin Gi tahu dia tidak punya 200 milyar won, Jin Gi tidak akan menawar lebih tinggi dari itu.

Golden.Rainbow.E38.mp4_000844645_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000853119_thumb[1]

Do Young bilang mereka harus membuat Jin Gi bertaruh dengan semua yang dia punya. Do Young mengajak Chun Won membuat penawaran setinggi-tingginya. Dengan begitu mereka bisa mengambil alih Golden Fishery.

“Bagaimana denganmu? Kau mencintainya sebelumnya. Bagaimana rasanya melawan dia (Baek Won)?”

Do Young tertawa, “Kau salah paham. Aku tidak melawan dia. Aku berjuang melawan ayahku.”

“Itu berarti kau dan Baek Won memiliki musuh yang sama. Yang berarti kau dan Baek Won berada di sisi yang sama.”

Golden.Rainbow.E38.mp4_000897596_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000906738_thumb[1]

“Kau selalu lupa tentang sesuatu. Memiliki musuh yang sama tidak berarti kita berada di sisi yang sama. Jika musuh telah dikalahkan, Baek Won akan menjadi musuh berikutnya.” Do Young kemudian berbisik di telinga Chun Won, “Jangan lupa bahwa kau dan aku berada di perahu yang sama.”

Chun Won bilang dia tidak percaya, tapi dia ingin Do Young mendapatkan kepercayaannya. Dan membuktikan bahwa mereka berada di perahu yang sama. chun Won menunjukkan jarinya. Dia ingin segera menikah dengan Do Young.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_000938073_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_000971172_thumb[1]

Do Young memberitahu Jin Gi bahwa Chun Won dan Tuan Oh bergabung untuk berpartisipasi dalam tender. Jin Gi terkejut. Do Young kemudian bilang ayahnya benar, dia telah meremehkan Chun Won. Chun Won tidak akan berhenti sampai dia meruntuhkan kehidupan Jin Gi. Tapi Do Young tidak pernah berpikir Chun Won akan menyeret Tuan Oh ke dalam hal ini.

“Aku akan melakukan sesuatu untuk menghentikan Chun Won. Kau temui CEO Oh dan hentikan dia.” Usul Do Young.

Jin Gi sejenak berpikir, lalu berkata, “Tidak perlu melakukan itu. Untuk membuat dia berhenti, aku harus mengimbangi dia. Aku harus menghadapinya secara langsung dan menghancurkan dia.”

Golden.Rainbow.E38.mp4_000993193_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001019251_thumb[1]

Do Young menebak apakah Jin Gi akan menulis harga yang tinggi, itu akan sangat merugikan. Jin Gi bilang mereka bisa menjual kembali saham Tae Young yang dia beli. Tapi Do Young bilang itu tidak akan cukup, mungkin bisa jika Jin Gi menjual sahamnya. Jin Gi tidak mau, dia meminta Do Young melakukan penggelapan uang perusahaan. Do Young mengingatkan mereka bisa ditangkap karena hal itu.

“Aku tidak peduli. Jika aku menemukan 1 triliun won dari nenekmu, semuanya akan beres.”

“Apakah kau percaya kalau 1 triliun won itu ada?”

“Ya, ada.” Ujar Jin Gi yakin. “Jika aku memilikinya, aku bisa menutup mulut anak anjing itu.”

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_001041773_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001057655_thumb[1]

Hwa Ran mengunjungi lokasi proyek dan memanggil Man Won yang ada disana. Tiba-tiba dari atas berjatuhan pipa-pipa besi. Hwa Ran terjatuh. Man Won dengan cemas menghampirinya dan menggendong Hwa Ran menuju taksi untuk pergi ke rumah sakit.

Golden.Rainbow.E38.mp4_001077408_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001105869_thumb[1]

Hwa Ran ternyata tidak pingsan, dia membuka mata dan bilang dia tidak apa-apa, tapi Man Won harus terus menggendongnya. Man Won bersikeras agar Hwa Ran pergi ke dokter. Hwa Ran tidak mau turun, jika dia turun dia takut nanti malah jadi sakit. Hwa Ran melingkarkan kakinya ke tubuh Man Won.

“Apakah kau benar-benar mau terus begini?”

“Biarkan aku seperti ini sebentar saja. Sejak kecil aku belum pernah digendong seperti ini.” Hwa Ran merajuk dan menyandarkan kepalanya. “Rasanya nyaman. Aku jadi teringat kepada ayahku.”

Golden.Rainbow.E38.mp4_001137266_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001138300_thumb[1]

Tapi sekarang Hwa Ran meringkuk di sofa kantornya dan melarang Man Won pergi bekerja. Hwa Ran berkata dia merasa sakit kepala yang buruk, mungkin dia mengalami gegar otak. Kalau begitu Man Won mengajak Hwa Ran ke rumah sakit, tapi Hwa Ran tetap tidak mau. Hwa Ran kemudian mengeluhkan demam.

Man Won memegang kepala Hwa Ran untuk mengecek, tapi nyatanya menurut Man Won Hwa Ran tidak demam. Hwa Ran menahan tangan Man Won di kepalanya dan berkata itu membuat rasa sakitnya pergi.

“Apakah kau tidak merasa kasihan kepada wanita yang sedang terluka?” Hwa Ran merajuk.

Golden.Rainbow.E38.mp4_001162690_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001176303_thumb[1]

Kemudian tanpa permisi, Baek Wom membuka pintu. Hwa Ran dan Man Won sontak terkejut dan langsung berdiri. Hwa Ran berusaha menjelaskan agar Baek Won tidak salah sangka, mereka tidak melakukan apapun. Dia terlukan dan Man Won sedang memeriksa apakah dia demam atau tidak. Man Won membenarkan.

Baek Won tersenyum simpul. Man Won lalu bertanya apa keperluan Baek Won. Baek Won bilang dia perlu bantuan Hwa Ran. Hwa Ran bilang dia siap membantu Baek Won kapan saja.

Golden.Rainbow.E38.mp4_001192586_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001195789_thumb[1]

“Hwa Ran, bisakah kau meminjamkan aku uang?”

“Uang? Seperti yang kau ketahui, sumber danaku sedang terikat sekarang.”

“Bukan uangmu. Bisakah kau mendapatkan pendanaan melalui bank dengan jaminan PT. Pinjaman Dunia ini? Aku akan mengembalikannya dalam sebulan dengan bunga.”

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_001215241_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001231824_thumb[1]

Young Hye mengingat-ingat apa yang dituduhkan Mi Rim padanya. Menyewa detektif dan membuatnya merayu Mi Rim dan mengambil uangnya. Young Hye mendapatkan ide. Dia menghubungi seseorang.

Golden.Rainbow.E38.mp4_001271896_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001284975_thumb[1]

Ternyata yang dihubungi Young Hye adalah Mi Rim. Dia menunggu Mi Rim di sebuah café. Mi Rim datang dan mengatakan bahwa Young Hye berbohong padanya. Katanya Young Hye mencoba bunuh diri dengan overdosis obat tidur, Jin Gi menemui Young Hye karena kasihan. Tapi Young Hye malah bilang suaminya mengemis untuk berkencan. Mi Rim menyindir, kenapa Young Hye tidak sekalian membuat novel saja.

“Itukah yang kau percaya selama ini?” tanya Young Hye.

“Tentu saja, itulah yang aku percayai. Kau pikir aku lebih percaya kebohonganmu daripada suamiku?”

“Kau bilang kau menyewa detektif swasta, bukan? Kau tidak mendengar apa-apa tentang aku dan Jin Gi dari dia?”

“Apa yang harus aku dengar? Jung Jae Hong mengatakan bahwa tidak ada orang yang lebih polos dari suamiku di dunia ini.”

Golden.Rainbow.E38.mp4_001326081_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001345166_thumb[1]

Young Hye baru tahu, jadi nama detektif yang Mi Rim maksud adalah Jung Jae Hong. Mi Rim membenarkan, Jung Jae Hong terkenal di Gangnam, jika dia mengatakan Jin Gi bersih maka memang bersih. Young Hye mengatakan bahwa pantas saja hubungannya dengan Jin Gi tidak terungkap. Untuk menutup mulutnya Young Hye tidak punya uang sebanyak itu, sehingga Jung Jae Hong mengambil uang Mi Rim. Young Hye bilang dia telah mengurus semuanya seperti yang dia katakan.

“Dia mengatakan akan menceraikanmu lalu menikah denganku. Siapa menurutmu yang membuatmu berselingkuh?”

Young Hye kemudian pergi. Mi Rim mencerna perkataan Young Hye dan berteriak bahwa dia belum selesai bicara. Tapi Young Hye tetap pergi. (Jadi, Young Hye mengakui jika dia yang menyuruh Jung Jae Hong…)

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_001396683_thumb[1]

Jin Gi masuk ke kamar Jung Shim yang sedang makan kue. Jung Shim masih mengenali Jin Gi sebagai Deok Soo, dia menawari Jin Gi kue. Jin Gi membenarkan bahwa dia Deok Soo dan mengelap wajah Jung Shim yang berlepotan. Jin Gi bertanya dimana buku tabungan rekening Swiss. Jung Shim tampak berpikir.

Golden.Rainbow.E38.mp4_001460745_thumb[1]

Belum menjawab, dia mengompol. Jin Gi berteriak memanggil ahjumma. Ahjumma datang untuk mengganti pakaian Jung Shim. Jung Shim tidak mau, dia ingin Deok Soo (Jin Gi) yang melakukannya. Tentu Jin Gi kesal, dan berlalu pergi. Mi Rim yang baru pulang meminta ahjumma segera membersihkannya.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_001509892_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001518134_thumb[1]

Baek Won masuk ke restoran. Jin Gi dengan canggung menyapa Eok Jo dan menyarankan seharusnya Baek Won pulang karena dia pasti lelah. Baek Won tak menanggapi dan hendak pergi ke dapur. Eok Jo menghadang dan bertanya apakah Baek Won sudah mendengar dari Man Won.

“Aku benar-benar menyesal. Silakan pukul aku bila itu membuatmu merasa lebih baik. Aku layak mati.”

“Kenapa aku? Perbedaan apa yang akan kubuat?” tanya Baek Won dingin.

“Baek Won…”

Golden.Rainbow.E38.mp4_001533348_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001544726_thumb[1]

“Aku sudah tak menganggapmu sebagai pamanku lagi. Mengaggapmu sebagai pekerja di restoran ini membuat kekecewaanku berkurang.”

“Tapi kita telah menghabiskan begitu banyak waktu bersama-sama. Kau tak bisa melakukan itu.”

“Dan apa yang telah kau lakukan kepada kami?’

“Aku tahu. Aku sudah gila. Aku bajingan.”

“Alasan yang sama yang biasa kau gunakan kepada ayahku, harusnya kurekam untukmu. Jadi, kau tidak harus mengatakannya berulang-ulang.” Baek Won berkata dengan kesal, lalu berjalan pergi.

Golden.Rainbow.E38.mp4_001557639_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001570851_thumb[1]

Se Ryun yang ada juga disana kesal pada Baek Won yang bicara kasar pada pamannya sendiri. Jin Gi bilang dia pantas mendapatkannya. Se Ryun tahu, tapi tetap saja bagaimana bisa Baek Won begitu kasar ketika bicara dengan orang dewasa. Dia tidak menghormati yang lebih tua. Jin Gi bertanya apakah Se Ryun tidak tahu situasinya. Se Ryun bilang dia tidak tahu dan memukuli Jin Gi, bertanya balik mengapa Jin Gi melakukannya (mencuri data-data di laptop Baek Won untuk Jin Gi).

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_001573621_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001590003_thumb[1]

Do Young termenung dikamarnya. Kembali mengingat pertemuan terakhirnya dengan Baek Won. Saat Baek Won menyentuh wajahnya dan mengatakan bahwa dia juga ingin meninggalkan semuanya. Bahwa dia tidak ingin menyakiti Do Young.

Golden.Rainbow.E38.mp4_001618998_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001634546_thumb[1]

Do Young juga teringat ayahnya yang meminta maaf karena meninggalkan Do Young dan ibunya. Jin Gi bilang dia harus melakukannya.

“Tapi aku selalu dihantui olehmu. Aku tidak memiliki seorang ibu atau ayah. Kau satu-satunya keluargaku. Jadi, biarpun kau menyerangku dengan kebencianmu, aku tak pernah bisa membencimu. Kau segalanya bagiku.”

Do Young merasa sedih mengingat perkataan dua orang yang dia kasihi di dunia ini.

Golden.Rainbow.E38.mp4_001686230_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001709752_thumb[1]

Do Young masuk ke kamar Jung Shim. Jung Shim yang sedang merenung, sepertinya tidak sedang kehilangan pikiran, langsung pura-pura meninabobokan bantal yang dia peluk. Do Young duduk di hadapan Jung Shim.

“Kau membenciku kan, nek? Aku harus melakukan itu... untuk melindungi Baek Won dari ayahku. Istana yang bernama Seo Jin Gi begitu tinggi dan kuat... Dan kecuali aku menjelajah ke benteng itu, aku tidak bisa menepati janjiku padamu.”

Golden.Rainbow.E38.mp4_001745487_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001732741_thumb[1]

Do Young sedih dan menggenggam tangan Jung Shim, “Nenek. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku ingin melindungi Baek Won. Aku ingin mengambil semua yang diambil ayahku dan mengembalikannya. Tapi itu sulit sekali.”

Do Young menangis, "Aku sudah membenci ayahku sejak kecil. Ayahku yang mengubah Baek Won menjadi seperti ini. Orang yang menjadi ayahku... Bagaimana aku bisa mengkhianati ayah yang sangat mencintaiku? Aku agak senang kau sakit... Karena aku bisa mengakui perasaanku kepadamu.”

Do Young menghapus air matanya dan lebih mendekat pada Jung Shim, “Nenek. Jangan khawatir. Aku akan melindungi Baek Won. Janjiku kepadamu... Aku akan menjaga janji itu.”

Golden.Rainbow.E38.mp4_001815388_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001822094_thumb[1]

Jung Shim menatap Do Young dan memanggilnya Deok Soo. Jung Shim memeluk dan membelai Do Young, seolah dia sudah lama tidak bertemu dengan Deok So. Do Young menangis keras dalam pelukan Jung Shim.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_001861432_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001864268_thumb[1]

Hari pelelangan. Baek Won mengumumkan dua perusahaan yang menawar pantai lumpur dengan harga tertinggi. Perwakilan Dae Yang Soo San, Kim Chun Won menulis 220 milyar won. Presiden Golden Fishery, Seo Jin Gi menulis 230 milyar won, 100 miyar lebih dari harga sebelumnya. Maka secara resmi Baek Won mengumumkan bahwa pantai lumpur sekarang menjadi miliki Presiden Seo Jin Gi.

Golden.Rainbow.E38.mp4_001879082_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001901304_thumb[1]

Chun Won menghubungi seseorang untuk menanyakan saham Golden Fishery yang dijual Jin Gi apakah sudah keluar di pasar saham. Ternyata saham itu sudah dibeli semuanya. Chun Won sangat terkejut ketika mengetahui siapa yang membelinya. Chun Won bergegas pergi untuk menemui Baek Won, ya Baek Won yang membeli saham itu.

Tak sengaja Chun Won melihat Baek Won memanggil Do Young di lorong. Chun Won bersembunyi di balik tembok dan mendengarkan pembicaraan mereka.

Golden.Rainbow.E38.mp4_001904573_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001925227_thumb[1]

“Apakah kau membeli saham itu?” tanya Do Young.

“Ya, berkat nasihatmu.”

“Bagus.”

“Aku sangat menghargai bantuanmu. Apakah kau akan baik-baik saja dengan ayahmu?”

Do Young hanya tersenyum tipis, dia menyentuh wajah Baek Won lalu pergi. Chun Won makin terkejut mengetahui Do Young membantu Baek Won untuk membeli saham itu, padahal sebelumnya Do Young mengatakan agar Chun Won membelinya.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_001950918_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001957791_thumb[1]

Baek Won menerima ucapan selamat dari karyawannya di yayasan. Mereka sangat senang karena Baek Won menjual pantai lumpur dengan harga yang lebih tinggi dari yang mereka harapkan. Oh Seok bertanya haruskah mereka memanggil Baek Won dengan sebutan CEO sekarang. Baek Won tersenyum dan meminta mereka memanggil namanya saja.

Baek Won menanyakan percobaan belut. Belut telah ditempatkan di peternakan ikan, mereka harus menunggu untuk melihat hasilnya. Kemudian Chun Won masuk. Karyawan Baek Won kemudian keluar, membiarkan mereka bicara berdua.

Golden.Rainbow.E38.mp4_001983783_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_001991824_thumb[1]

Chun Won langsung pada intinya, “Kau hebat, CEO Kim Baek Won. Kau membunuh dua burung dengan satu batu. Kau menjual pantai lumpur dengan harga yang sangat tinggi dan kau membeli Saham Golden Fishery. Aku tak pernah tahu kau sehebat ini.”

“Aku menganggap itu sebagai pujian. Kau bilang bahwa aku takkan bisa membeli perusahaan. Sekarang, kau tahu bahwa kau salah.”

Chun Won membenarkan dia kalah kali ini. Chun Won bertanya dari mana Baek Won mendapat uang untuk membeli saham. Baek Won mengatakan yang sebenarnya, bahwa dia mendapat pinjaman dari PT. Pinjaman Dunia. Chun Won merasa Young Hye membantu Baek Won, jadi Baek Won tidak melakukannya sendiri. Baek Won bertanya apa maksud Chun Won.

Golden.Rainbow.E38.mp4_002037935_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002040938_thumb[1]

“Aku masih tak percaya kau sendiri yang telah mengalahkan aku. Dari mana kau mendapatkan bantuan untuk membeli saham Golden Fishery?”

“Mengapa kau pikir aku tidak bisa memikirkan sesuatu yang bisa kau pikirkan? Apakah kau marah karena kau kalah dengan seseorang yang selalu kau abaikan? Tetapi karenamu, aku bisa menjual pantai lumpur dengan harga yang bagus. Kau mungkin tidak setuju dengan hal ini, tapi terima kasih telah menjadi sidekick ku. Dengan ini, aku akan melupakan semua perasaan burukku kepadamu.”

***

Bersambung ke bagian 2 ~

***

Komentar:

Sedih melihat Do Young menangis dalam pelukan Jung Shim, sangat menyayat hati. Dia dilema diantara dua orang yang dia sayangi. Untungnya, walaupun dia merasa tidak bisa mengkhianati ayahnya, tapi karena apa yang dilakukan ayahnya salah, maka Do Young memilih berpihak pada Baek Won secara diam-diam.

Tapi sayang, Chun Won akhirnya mengetahui itu. Ada kemungkinan dia akan memberitahu Jin Gi. Semoga saja tidak, agar nyawa Do Young tidak terancam.

Comments

  1. gak tega lihat do young nangis...dan knp juga chun won harus tahu rencana do young...akting jung il woo keren
    onie ayo lanjut terus sinopsisnya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts