GOLDEN RAINBOW Episode 38 – 2

Golden.Rainbow.E38.mp4_002057989_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002072536_thumb[1]

Jin Gi marah pada Tuan Oh yang menunjuk pisau kepadanya dengan bergabung dengan Chun Won. Jin Gi bertanya apa Tuan Oh berpikir dia tidak tahu Tuan Oh melakukannya. Tuan Oh sudah menghancurkan 30 tahun persahabatan mereka. Tuan Oh bilang Jin Gi lah yang memulai duluan. Dia sudah minta diberikan posisi lain setelah Jin Gi menjual Unit Perikanan Golden Fishery tapi Jin Gi mengabaikannya.

Jin Gi bertanya apakah itu sebabnya Tuan Oh mengkhianatinya. Tuan Oh bilang sekarang belum terlambat, dia minta diberikan jabatan CEO Departemen Distribusi Golden Fishery.

“Diam, kau breng***. Siapa yang mengangkat cacing tak berguna sepertimu selama ini? Apa yang tidak aku lakukan untukmu? Jika kau mau bersabar, aku akan mengurusmu. Kau bajin***.”

Golden.Rainbow.E38.mp4_002113810_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002118381_thumb[1]

“Jaga mulutmu. Aku tak pantas menerima perkataan itu. Kau lah yang bajin***. Kau pasti sudah lupa. Aku tahu kau membunuh Jo Kwang Do. Aku adalah orang yang membuktikan alibimu.”

“Jadi? Kau mengancamku sekarang?”

Tuan Oh tersenyum sinis, “Aku tahu hari ini akan datang, jadi aku punya bukti. Gelas yang memiliki sidik jarimu dari pondok Jo Kwang Do. Aku menyimpannya dengan aman. Kau belum lupa bahwa aku memiliki semua bukti apa yang telah kau lakukan. Jadi, mari kita tidak saling menggigit. Aku ingin menjaga persahabatan kita.”

Golden.Rainbow.E38.mp4_002130292_thumb[1]

Dari luar Do Young mendengarkan percakapan itu, lalu pergi.

Golden.Rainbow.E38.mp4_002189449_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002198158_thumb[1]

Do Young kembali ke kantornya dan merenungkan apa yang dia dengar barusan. Tuan Oh yang mengatakan bahwa Jin Gi yang membunuh Kwang Do, karena dia yang membuktikan alibi Jin Gi dan juga dia memiliki gelas dengan sidik jari Jin Gi. Do Young pun menyadari adanya bukti.

Chun Won masuk. Do Young pura-pura bertanya apakah Chun Won sudah membeli saham Golden Fishery. Chun Won bilang tidak, karena Baek Won sudah membelinya lebih dulu. Do Young kembali pura-pura terkejut, bagaimana bisa Baek Won yang membelinya. Chun Won duduk. Do Young kembali menanyakan perihal Baek Won yang membeli saham Jin Gi. Chun Won mengiyakan.

“Apakah kau meragukanku sekarang?” tanya Do Young hati-hati.

Golden.Rainbow.E38.mp4_002237162_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002243301_thumb[1]

“Aku tidak pernah percaya kepada siapa pun.” Ujar Chun Won tanpa menatap Do Young. “Tak seorang pun yang menolongku ketika aku disiksa oleh ayahku. Sejak itu, aku tak pernah percaya kepada siapa pun. Aku bahkan tak percaya ayahku sendiri. Mengapa aku harus percaya seseorang? Dan sejak saat itu, aku menjadikan orang di sekitarku sebagai tumpuan. Sebuah tumpuan yang bisa membuatku mencapai puncak.”

“Kim Chun Won..”

“Tapi…” Chun Won menatap Do Young, “Ada seseorang yang aku ingin percaya. Karena aku juga ingin bergantung pada seseorang. Ketika aku kesepian dan lelah, aku ingin beristirahat dalam pelukan seseorang. Jadi, aku percaya padamu. Aku... hanya percaya kepadamu, Seo Do Young. Tapi kau masih cinta dengan Baek Won, bukan? Kau memanfaatkanku sehingga Baek Won bisa memiliki saham Golden Fishery, bukan?”

Golden.Rainbow.E38.mp4_002277434_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002283207_thumb[1]

“Tidak. Kau tahu aku dan Baek Won tidak bisa bersama-sama.” Do Young menyangkal.

“Tidak, aku tidak bisa mempercayaimu. Aku tak bisa mempercayaimu lagi. Kau yang mengubahku menjadi begini. Aku tak percaya kepadamu lagi. Dan jangan meremehkanku. Aku telah melalui segala macam neraka sendiri. Aku tidak akan menyerah.”

Chun Won kemudian pergi tanpa menunggu jawaban Do Young. Do Young sepertinya curiga mengapa Chun Won tiba-tiba seperti itu.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_002344132_thumb[1]

Mi Rim mengantarkan Baek Won masuk ke kamar Jung Shim. Mi Rim memberitahukan kedatangan Baek Won pada Jung Shim dan bertanya apakah Jung Shim mengenali cucunya. Jung Shim bangun, seperti tidak mengenali Baek Won dan meminta makanan. Sebelum keluar Mi Rim meminta Baek Won membersihkannya, jika Jung Shim buang air. Baek Won mengiyakan.

Golden.Rainbow.E38.mp4_002408361_thumb[1]

Baek Won kemudian menghampiri Jung Shim dan bertanya apakah dia baik-baik saja. Jung Shim mengiyakan, dia baik-baik saja. Baek Won merasa lega, dia benar-benar khawatir Jung Shim tidak bisa mengenalinya. Jung Shim meminta Baek Won untuk tidak khawatir, dia tidak akan kehilangan pikiran sampai dia menghancurkan Seo Jin Gi.

Golden.Rainbow.E38.mp4_002425344_thumb[3] Golden.Rainbow.E38.mp4_002427146_thumb[3]

“Nenek, aku punya berita besar.” Ujar Baek Won dengan semangat. “Aku telah menjual pantai lumpur dengan harga 230 milyar won. Itu tujuh kali harga pasar.”

“Benarkah? Bagus!” Jung Shim senang.

“Dan aku telah membeli saham Golden Fishery. Jika digabung dengan apa yang aku miliki, itu 32%.”

Jung Shim senang, lalu bertanya apakah Do Young yang membantu Baek Won. Baek Won terkejut Jung Shim mengetahuinya dan bertanya bagaimana Jung Shim tahu. Jung Shim mengatakan, dua hari yang lalu Do Young datang padanya. Dia berpikir jika Jungs Shim sedang kehilangan pikiran, jadi dia merasa bebas bicara. Dia bilang dia akan membantu Baek Won, dan hati Jung Shim hancur ketika dia mengatakan itu. Jung Shim hampir saja menunjukkan padanya bahwa dia hanya berakting.

Golden.Rainbow.E38.mp4_002493510_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002498748_thumb[1]

“Jadi, apa yang terjadi? Apakah benar yang dikatakan Do Young?” tanya Jung Shim kemudian.

“Ya, Nenek. Do Young memasukkan kepalanya ke mulut singa untuk membantuku. Hatiku terasa hancur. Aku tidak bisa bersama Do Young karena dia anak pembunuh kedua ayahku. Tapi Do Young mempertaruhkan dirinya untuk menjatuhkan ayahnya. Dia melalui nerakanya sendiri. Aku ingin menghiburnya, tapi aku tak bisa. Apa yang akan terjadi padanya? Apa yang harus kita lakukan, nek?”

Golden.Rainbow.E38.mp4_002535450_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002538920_thumb[1]

Baek Won menangis. Jung Shim memeluk Baek Won dan membelai punggungnya. Jung Shim juga ikut bersedih, dia sangat menyesal Baek Won harus mengalami semuanya, di saat gadis-gadis lain seusia Baek Won menikmati hidup dan cinta. Jung Shim berkata semua itu adalah kesalahannya.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_002561642_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002568582_thumb[1]

Chun Won pergi ke pinggir pantai sendirian. Dia melihat orang lain yang pergi bersama keluarga dan pasangannya. Chun Won melihat nama-nama yang ada di ponselnya, dia berpikir siapakah diantara mereka yang bisa dia percaya, atau yang benar-benar berpihak padanya. Chun Won melamun. Kemudian Man Won menghubunginya.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_002613893_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002621934_thumb[1]

Baek Won pergi ke restoran dan merasa heran karena restoran sudah gelap. Baek Won memeriksa pintu. Pintunya belum terkunci, Baek Won pun masuk. Lampu kemudian menyala, dan saudara-saudaranya keluar dari persembunyian sambil bersorak. Baek Won bingung apa yang terjadi. Ternyata hari itu adalah hari ulang tahun mereka yang diberikan Han Joo. Baek Won lupa.

“Kau jahat. Aku tak pernah lupa tentang ulang tahun kita bahkan ketika aku masih di Amerika. Kita tak pernah tahu kapan ulang tahun kita, jadi ayah membuat satu untuk kita. Bagaimana kau bisa melupakan ulang tahun kita?” ujar Young Won kesal.

Golden.Rainbow.E38.mp4_002650428_thumb[1]

Mereka kemudian duduk mengelilingi meja, menyanyikan lagu ulang tahun dan meniup lilin di kue ulang tahun mereka.

Golden.Rainbow.E38.mp4_002666477_thumb[1]

Sementara itu keluarga Eok Jo sedang makan bersama di rumah mereka. Soo Pyo mengeluhkan makanan yang disajikan Se Ryun. Dia mencoba untuk makan sup itu karena lapar, tapi dia tidak bisa memakannya. Se Ryun kesal dan mengambil nasi So Pyo. Dia bilang Soo Pyo perlu menurunkan banyak berat badan. Jadi jangan makan, Soo Pyo tidak harus makan.

“Hari ini adalah hari ulang tahun keluarga Baek Won. Aku yakin Baek Won membuat banyak makanan lezat. Ayah, bisakah kali ini kau bermuka tembok dan pergi ke rumahnya?”

Golden.Rainbow.E38.mp4_002703680_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002707617_thumb[1]

“Kurasa hari ini aku tak bisa melakukannya. Aku tak pernah merasa begitu malu pada diriku sendiri. Aku berharap aku bisa memotong tanganku...” ujar Eok Jo sedih.

“Ini bukan tentang tanganmu. Ini tentang hatimu, hati nurani.” Soo Pyo menepuk dadanya sendiri.

Se Ryun kesal, bagaimana bisa Soo Pyo bicara seperti itu pada ayahnya sendiri. se Ryun menenangkan Eok Jo, ini bukan pertama kalinya untuk Eok Jo. Eok Jo menangis dan bertanya pada dirinya sendiri, bagaimana bisa dia lupa lagi.

Golden.Rainbow.E38.mp4_002745921_thumb[1]

“Berapa kali Han Joo memaafkan aku karena melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan? Setelah Han Joo meninggalkan kita, aku sudah harus mencoba mengurus keluarganya dan menjadi paman. Aku tidak percaya betapa gilanya aku tentang uang.”

Se Ryun mengusap air mata Eok Jo dan mengatakan bahwa Eok Jo bisa menjadi paman mulai sekarang. Soo Pyo bilang Baek Won berbeda dengan Han Joo, dia tidak akan mengampuni Eok Jo.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_002788895_thumb[1]

Jin Gi terkejut mendengar Baek Won mampir untuk menjenguk Jung Shim. Jin Gi marah pada Mi Rim yang membiarkan Baek Won masuk. Mi Rim membela diri, Baek Won datang untuk bertemu neneknya, bagaimana bisa dia mengusirnya. Lagipula Jung Shim tidak mengenalnya.

Jin Gi berpikir sejenak, lalu berkata, “Lalu biarkan dia datang sebanyak yang dia inginkan. Itu mungkin bisa membantunya untuk pemulihan.” (mungkin jika Jung Shi pulih dia bisa mengorek informasi lagi tentang dana di Bank Swiss itu.

Golden.Rainbow.E38.mp4_002810249_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002830002_thumb[1]

“Kenapa kau terus berubah pikiran? Kau hanya marah padaku karena aku membiarkan dia masuk ke rumah. Sekarang kau ingin aku membuatnya datang sebanyak yang dia inginkan?”

“Karena dia mungkin bisa membantu ibumu menjadi lebih baik! Mengapa kau begitu kesal? Apakah aku melakukan sesuatu yang buruk?” Jin Gi membentak Mi Rim.

Mi Rim bilang tidak. Jin Gi kemudian keluar kamar. Mi Rim bingung, siapa yang benar, apakah Young Hye atau suaminya.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_002841980_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002844749_thumb[1]

Keluarga Kim sedang makan bersama. Man Won melihat ke arah pintu dan bergumam mungkin dia tidak akan datang. Yeol Won bertanya apakah Man Won mengundang Eok Jo. Kenapa Man Won melakukannya, itu bisa merusak pesta mereka. Bukan Eok Jo, Man Won ternyata tadi menghubungi Chun Won untuk mengundangnya.

Shib Won kesal kenapa Man Won melakukannya. Chun Won telah memperalatnya untuk mengorek berapa harga penawaran lelang. Shib Won benci pada Chun Won. Yeol Won setuju dengan Shib Won. Chun Won berpura-pura menjadi Ha Bin dan berbohon bahwa dia putri Young Hye. Young menambahkan bahwa Chun Won tidak pernah bersama mereka pada hari ulang tahun mereka. Chun Won hanya tinggal bersama mereka beberapa bulan.

Golden.Rainbow.E38.mp4_002880017_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002884354_thumb[1]

“Tapi ayah membawanya sebagai putrinya jadi dia adalah keluarga kita. Kita masih bisa saling menjaga, jika salah satu dari kita melakukan sesuatu yang mengerikan. Inilah sebabnya mengapa kita mengundang Chun Won ketika Young Won kembali. Kita bahkan pergi ke makam bersama-sama. Dia juga datang ke pemakaman ayah.” Ujar Man Won berusaha bijak sebagai kepala keluarga pengganti Han Joo.

“Dia tidak akan datang bahkan jika kau mengundangnya. Kurasa dia tidak ingin datang.” Ujar Baek Won yang tahu alasannya.

“Ayah akan kecewa jika dia tahu tentang hal itu.” tambah Man Won.

Golden.Rainbow.E38.mp4_002934236_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002930899_thumb[1]

Semuanya terdiam. Yeol Won berujar Man Won sudah merusak pesta mereka. Chun Won tidak datang pesta tahun ini, jadi Yeol Won semuanya menikmati pesta mereka. Yeol Won juga meminta Baek Won dan Yeol bernyanyi bersama. Mereka pun bernyanyi, bertepuk tangan dan menari bersama. Tidak menyadari kehadiran Chun Won diluar restoran yang tersenyum tipis melihat semuanya. Chun Won kemudian pergi.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_002986653_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_002996263_thumb[1]

Chun Won minum di bar. Tae Young datang setelah mencari Chun Won. Chun Won bilang ternyata seseorang telah tertarik padanya. Tae Young membenarkan, tentu saja. Tae Young juga bertanya apakah Chun Won menghabiskan semua minuman di botol. Chun Won membenarkan dan mengajak Tae Young untuk minum juga.

“Apakah kau sedih karena kau tidak bisa membeli pantai lumpur? Tapi kau kan tidak kehilangan uangmu, bukan? Aku sedih juga, tapi kau tahu ayahku... Seo Jin Ki selalu berada di atas kita. Tak perlu sedih.” Tae Young berusaha menghibur Chun Won.

Golden.Rainbow.E38.mp4_003104467_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_003119148_thumb[1]

“Jangan bicara, kalau tak tahu apa-apa. Kau idiot. Aku sudah berjalan begitu keras untuk mencari apa yang ada di depanku... hanya supaya aku bisa berada di atas dunia bodoh ini. Aku menggugat ayahku sendiri dan mengkhianati Kim Han Joo, yang mengangkatku sebagai putrinya. Aku mencuri identitas Baek Won. Dan... aku... Aku meninggalkan ibuku. Dan aku hanya berlari, tidak melihat ke belakang. Tapi di mana aku sekarang ? Aku... Aku juga butuh keluarga. Aku ingin berhenti berjalan. Aku ingin berhenti berlari dan beristirahat. Aku ingin seseorang menghiburku. Aku... Membutuhkan seseorang yang memelukku saat aku sakit.” Chun Won menangis.

Tae Young menenangkan Chun Won, itu tidak seperti diri Chun Won. Chun Won tidak bisa menangis hanya karena Jin Gi mengalahkannya. Mereka bisa memulai dari awal. Tae Young akan memeluk Chun Won. Chun Won menepis. Dia berkata jika dia tidak akan menyerah sampai disana. Jika dia menyerah, semua pasti sudah sia-sia. Chun Won bertekad, dia akan memiliki semuanya. Meskipun orang-orang di dunia menudingnya, dia akan memiliki segalanya.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_003156150_thumb[1]

Keluarga Kim pulang ke rumah dengan gembira. Radia yang sudah menunggu Young Won di depan gedung memanggilnya. Young Won pun bertanya apa yang dilakukan Radia disana. Radia bilang mereka perlu bicara. Mereka pun menjauh dan bicara berdua.

Golden.Rainbow.E38.mp4_003197424_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_003199259_thumb[1]

Radia dengan kesal memberitahu bahwa ayah Young Won marah dan ingin segera menemui Young Won. Young Won bingung, kenapa ayahnya marah.

“Kau bilang akan segera pulang setelah kau menaburkan abu saudaramu. Tapi kau terlalu sibuk menghabiskan waktumu bersama keluargamu di Korea. Dan kudengar kau menghabiskan semua uangmu.”

“Baiklah. Tinggallah di hotel. Aku akan menelepon ayah.”

Young Won tersenyum. Radia tak bisa berkata apapun lagi.

Young Won kembali menghampiri saudara-saudaranya. Young Won memberitahu bahwa wanita itu adalah sekretarisnya. Man Won bertanya apakah semuanya baik-baik saja. Young Won membenarkan, dia kemudian mengajak semuanya masuk ke dalam, dia rindu Han Joo.

Golden.Rainbow.E38.mp4_003222481_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_003274465_thumb[1]

Anak-anak Kim berkumpul di kamar Han Joo. Baek Won berkata hari ini adalah ulang tahun mereka. Baek Won berterima kasih karena Han Joo sudah membawa mereka sebagai anak-anak Han Joo. Baek Won menangis, dan berkata bahwa mereka semua menghargai Han Joo. Man Won menenangkan Baek Won agar tidak menangis, Baek Won sudah banyak menangis hari ini.

Baek Won bilang dia merindukan Han Joo. Shib Won juga menangis merindukan ayahnya, biasanya Han Joo membawakan hadiah di hari ulang tahun mereka. Yeol Won berkata mereka membuatnya merindukan Han Joo juga.

“Kalian bertemu setelah ia dibebaskan dari penjara. Bagaimana denganku? Aku berusia enam tahun ketika terakhir kali aku melihatnya.” Ujar Young Won sedih.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_003295852_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_003303126_thumb[1]

Chun Won datang menemui Jin Gi. Jin Gi bertanya beraninya Chun Won datang tanpa malu. Apakah Chun Won datang untuk mengejeknya tentang bagaimana dia menyia-nyiakan uangnya pada pantai lumpur. Chun Won bilang Jin Gi akan menjadi menantunya, dia tidak ingin Jin Gi membencinya. Jin Gi bilang Chun Won berkata-kata tanpa berpikir dua kali.

“Kau tidak memeriksa siapa yang membeli saham yang kau keluarkan, kan? Baek Won membeli semuanya.”

“Apa? Baek Won?”

“Ya. Baek Won menjadikan aku umpan agar ia bisa menaikkan harga pantai lumpur. Dia tahu kau akan menjual sahammu untuk membeli pantai lumpur.”

Golden.Rainbow.E38.mp4_003388341_thumb[1]

“Aku tidak percaya. Baek Won tidak cukup pintar untuk mempunyai gagasan itu.”

Chun Won bilang tentu saja bukan Baek Won. Baek Won bukanlah seseorang yang bisa menipu Jin Gi dan juga dirinya. Jin Gi pun terkejut menyadari kemungkinan bahwa itu perbuatan Do Young. Apalagi Chun Won membenarkannya. Chun Won bilang Do Young yang membuat mereka berseteru dan diam-diam menyuruh Baek Won untuk membeli saham Golden Fishery. Jin Gi tak menyangka mengapa Do Young melakukan itu.

Golden.Rainbow.E38.mp4_003411764_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_003434419_thumb[1]

Chun Won menjawab, “Entah dia masih memiliki rasa cinta kepadanya atau dia ingin cucu Golden Fishery itu mengambil alih perusahaan. Kau tahu. Sudah waktunya bagimu untuk memilih. Kau bisa membiarkan Do Young untuk terus menemui Baek Won sementara dia penuh dendam untuk neneknya. Atau kau dapat memisahkan mereka sepenuhnya dan menerima aku sebagai keluargamu.”

“Kau pikir aku akan menerimamu sebagai menantuku? Aku tak pernah bisa tahu kapan kau akan menikam punggungku.”

“Aku tidak mengemis untuk menjadi menantumu. Aku hanya memberitahumu untuk menghadapi kenyataan. Saham baek Won sekarang 32%.Milikmu 34% termasuk semua saham eksekutif di perusahaan. Tapi apa yang akan terjadi jika aku memihak Baek Won dengan 10% ku? Kau akan disingkirkan. Apa yang akan kau lakukan? Tergantung keputusanmu, apakah aku akan menjadi musuhmu atau keluargamu.”

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_003481931_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_003492675_thumb[1]

Do Young menemui ayahnya di sebuah restoran. Do Young heran karena biasanya Jin Gi tidak minum siang hari. Jin Gi hanya tersenyum tipis. Do Young akan menemani Jin Gi minum. Do Young menuangkan minuman ke gelas Jin Gi dan bertanya apakah Jin Gi marah karena membeli pantai lumpur dengan harga yang terlalu tinggi.

Jin Gi tak menjawab dan bertanya balik apakah Do Young ingat apa yang dia katakan disana terakhir kali. Do Young membenarkan, tentu saja dia mengingatnya.

“Yang aku katakan itu datang dari hatiku. Semakin tua seseorang, hatinya semakin lembut. Banyak hal yang kusesali jika aku melihat ke belakang. Jika aku melihat ke depan, aku merasa takut karena kematianku sudah semakin dekat. Apa gunanya mencapai impianku? Meskipun aku bisa mengambil alih Golden Fishery dengan semua darah dan air mata semuanya akan berakhir jika aku mati. Pikiran ini selalu datang di kepalaku.”

Golden.Rainbow.E38.mp4_003545859_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_003549696_thumb[1]

“Kenapa kau tiba-tiba mengatakan hal ini?”

“Tetapi karena kamu, aku menemukan harapan dan kekuatan untuk bertarung lagi. Aku punya harapan yang tinggi untukmu. Dan aku akan terus berjuang.”

“Ayah…”

Do Young menghela nafas, “Baek Won telah membeli sahamku. Kudengar seseorang diam-diam membantunya. Tapi aku tak ingin mempercayainya.”

Do Young gugup, “Aku tidak…”

Golden.Rainbow.E38.mp4_003640617_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_003642419_thumb[1]

Jin Gi menyela, dia belum selesai bicara, “Ketika kau keluar dari pekerjaanmu dan mulai bekerja untukku... Kau bilang kau masih menganggap aku yang membunuh Kim Han Joo. Aku tak peduli apa yang kau pikirkan tentang kematian Kim Han Joo. Karena kau anakku. Karena kau anakku. Aku percaya kau akan selalu berada di sisiku karena kau anakku. Dan aku merasa bangga melihat kau bekerja untukku. Namun di sisi lain, aku merasa patah hati. Jika kau melakukan semua ini untuk Baek Won, dia akan berakhir seperti almarhum ayahnya. Aku akan menghancurkan dan merobek-robeknya.”

“Ayah.” Do Young tak bisa menyembunyikan kegugupannya. “Aku... aku pikir kau telah salah paham. Aku sudah bilang berkali-kali bahwa aku dan Baek Won sudah putus.”

“Kalau begitu buktikan kepadaku. Aku masih ingin mempercayaimu.”

Do Young terkejut dengan ancaman Jin Gi yang tak main-main.

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_003664340_thumb[1]

Jin Gi mendatangi Baek Won di yayasan. Jin Gi bilang Baek Won sudah bekerja keras. Baek Won mendapat banyak uang dengan menjual pantai lumpur dan membeli saham miliknya. Baek Won mengatakan dia pernah bilang sebelumnya ketika mengakuisisi Unit Perikanan bahwa itu hanyalah permulaan. Dia masih memiliki jalan panjang untuk mendekati Jin Gi.

Jin Gi juga memperingatkan waktu itu pada Baek Won, bahwa akan lebih baik bagi Baek Won jika dia menjalani hidup sebagai putri Han Joo. Jika tidak, Baek Won akan terluka. Baek Won bertanya apakah Jin Gi datang untuk mengancamnya.

Golden.Rainbow.E38.mp4_003715155_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_003717057_thumb[1]

“Aku datang untuk memberikan peringatan terakhir. Aku tahu Do Young ada di belakangmu.”

“Apa maksudmu?” tanya Baek Won berusaha menutupi keterkejutannya.

“Jangan berbohong didepan wajahku. Jika kau tetap bekerja dengan Do Young, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan. Jangan mendorong seorang ayah membunuh anaknya sendiri.”

Baek Won terbelalak mendengar ancaman Jin Gi bahwa dia akan membunuh Do Young.

Golden.Rainbow.E38.mp4_003726366_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_003746352_thumb[1]

Sementara itu, Do Young menunjukkan cincin pada Chun Won dan mengajaknya menikah. Chun Won yang sudah kecewa pada Do Young bertanya mengapa Do Young ingin menikah dengannya. Bukankah Do Young mencintai Baek Won. Dengan jujur Do Young membenarkan, tapi dia tidak bisa bersama Baek Won. Chun Won bertanya lagi, jadi dia adalah pilihan kedua bagi Do Young.

“Apa yang paling kau inginkan adalah Golden Fishery. Jika kita menikah dan bekerja sama, kita bisa memiliki Golden Fishery.”

“Bagaimana aku bisa percaya bahwa kau tidak akan memberi Golden Fishery kepada Baek Won?” tanya Chun Won.

Golden.Rainbow.E38.mp4_003765103_thumb[1]

“Kau tahu kau tidak akan membiarkan aku melakukannya.”

“Jadi, ini lebih seperti hidup dengan musuh daripada pernikahan. Aku tidak pernah bisa tahu kapan kau akan mengambil itu dariku, jadi aku harus mewaspadaimu terus.”

“Sepertinya kau tidak percaya diri dengan dirimu. Seharusnya aku tidak mempercayai ini. Lupakan saja.” Do Young berbalik pergi.

Golden.Rainbow.E38.mp4_003795599_thumb[1]

Chun Won memintanya menunggu, dia belum menjawab. Do Young kembali berbalik. Chun Won berkata dia tidak mengharapkan lamaran yang membosankan seperti itu. Dia juga tahu Do Young tidak serius dengan lamaran itu. “Tapi bisakah setidaknya kau mencoba untuk membuatnya manis?”

“Kau bilang kau tak pernah percaya siapa pun. Kau bilang kau ingin berada dalam pelukan seseorang?” Do Young mendekat, “Aku tak ingin berbohong kepadamu tentang pernikahan ini.”

Golden.Rainbow.E38.mp4_003863064_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_003885185_thumb[1]

“Baiklah. Hati bisa berubah dan begitu juga cinta. Aku akan mengubahmu.” Chun Won menyodorkan tangannya.

Do Young memakaikan cincin itu di jari Chun Won. Chun Won bilang cincin itu indah, tapi dia merasa kesepian. Do Young hanya diam. (Tapi terlihat jelas jika Chun Won memang kesepian.. dia terlihat sedih..)

***

Golden.Rainbow.E38.mp4_003896096_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_003902735_thumb[1]

“Mendorong seorang ayah untuk membunuh anaknya? Aku tak tahu apa yang kau dengar dan di mana kau mendengar itu. Ada beberapa hal yang tak bisa kau katakan. Bagaimana bisa seorang ayah bicara tentang anaknya seperti itu ?” Baek Won tak percaya dengan apa yang dikatakan Jin Gi sebelumnya yang mengancam akan membunuh Do Young.

“Karena kau melanggar hubungan antara ayah dan anak. Aku ingin mencekikmu sampai mati. Tapi aku mengendalikan diriku karena Han Joo. Jadi, jangan menunjukkan dirimu di depan anakku.” Jin Gi menyudutkan Baek Won.

“Aku dan Do Young sudah putus. Apa buktinya kalau Do Young ada dibalik semua ini?”

“Kau gemetar sekarang dan itulah buktinya. Ini adalah peringatan terakhir. Aku bisa menerima tantangan bila itu datang dari Jang Ha Bin. Kau pasti memiliki nyali untuk melakukan itu sebagai wanita bisnis. Aku masih mengijinkanmu untuk datang mengunjungi nenekmu. Kau musuhku dalam hal bisnis, tapi aku bisa merangkulmu sebagai keluargaku. Tapi jangan menyeret Do Young dalam hal ini. Jika kau melakukannya, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan.”

Golden.Rainbow.E38.mp4_003980677_thumb[1] Golden.Rainbow.E38.mp4_003982846_thumb[1]

“Dengarkan aku baik-baik. Memang benar aku mencintai Do Young. Tapi aku tahu aku tidak bisa berhubungan dengannya. Jadi jangan jadi pengecut dengan membawa-bawa orang lain yang hatinya sedang sakit. Jika kau ingin bertarung, bertarunglah denganku. Aku akan mendapatkan Golden Fishery kembali tanpa bantuan siapa pun.” Ujar Baek Won dengan tegas.

“Benarkah? Aku sudah tak sabar menunggu itu.”

***

Bersambung ke episode 39 di Drama Populer ~

***

Komentar:

Entah aku terlewat atau tidak, tapi aku yakin rekening di Bank Swiss itu tidak ada, itu hanya akal-akalan Jung Shim untuk menjebak Jin Gi. Jung Shim pernah bilang pada Baek Won bahwa dia punya satu cara untuk mengalahkan Jin Gi, mungkin ini.

Tiga episode lagi readers~ sabar ya… ^^

###

Comments

  1. min nggak sabar nunggu episode 39 - 40 nya, ditunggu ya min.. :)

    ReplyDelete
  2. Makin seru aja... Gomawo sinopsisnya.
    Ditunggu kelanjutannya, udh gk sbar... Hehe :D

    ReplyDelete
  3. Makin seru aja... Gomawo sinopsisnya.
    Ditunggu kelanjutannya, udh gk sbar... Hehe :D

    ReplyDelete
  4. Wah, deg2an nunggu crita slanjutnya. Golden Rainbow sampe brp episode ya?

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts