KKOTHALBAE SOOSADAE Episode 3 – 2

Flower.Granpa.E03.mkv_010496166_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_010592092_thumb[1]

Won Bin sedang menikmati alat pijat di kursinya. Joon Hyuk bertanya apakah Won Bin sudah menyelidiki Direktur Kim. Bukannya menjawab, Won Bin malah meminta Joon Hyuk menunggu karena dia sedang menikmati pijitan dibahunya.

“Hei, apa kau tidak dengar?” Joon Hyuk menghardik Won Bin dengan kesal.

“Aish!” Won Bin tak kalah kesal kenikmatannya terganggu, tapi dia kemudian menjelaskan, “Kim Kyung Won, 52 tahun. Wakil CEO Mee Hyo Cosmetic. Dan saat ini Han Seol Hee menguasai 40% saham perusahaannya. Kim Kyung Won memiliki 36% saham. Masalahnya adalah jika terjadi sesuatu pada Han Seol Hee, Kim Kyung Won, pemilik saham kedua terbesar, akan menguasai seluruh perusahaan.”

Flower.Granpa.E03.mkv_010801043_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_010894884_thumb[1]

“Bagaimana dengan mendiang pembantu itu?” Joon Hyuk meminta laporan pada Gang Suk.

“Aku memeriksa laporan kasusnya, dan dia dinyatakan bunuh diri. Penyebabnya adalah depresi akibat tekanan terlalu tinggi.”

“Tekanan terlalu tinggi...” Jung Won tampak berpikir, “Bagaimana dengan orang tua atau saudaranya?”

“Orang tuanya meninggal ketika dia masih kecil. Dia tidak punya saudara atau kerabat.”

Flower.Granpa.E03.mkv_011042944_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_011111760_thumb[1]

“Lalu apa hantunya benar-benar muncul?” tanya Eun Ji yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan itu sambil ngemil.

“Hantu apanya.” Kapten Kim masuk ruangan. “Apa yang kalian lakukan?! Kalian pergi ke kediaman Han Seol Hee dan menimbulkan keributan!” Kapten Kim marah. Sepertinya Direktur Kim yang melaporkan kejadian kemarin pada relasinya di Kepolisian.

Jung Woo berusaha menjelaskan dengan mencari alasan bahwa kemarin mereka kebetulan lewat saja. Kapten Kim membentak Jung Woo, menyuruhnya untuk diam. Jung Woo pun manut.

Flower.Granpa.E03.mkv_011354077_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_011491293_thumb[1]

Telpon berbunyi, dan Kapten Kim menjawabnya. Dia sedikit terkejut mendengar kabar bahwa seseorang pingsan. Setelah menutup telpon, Kapten Kim memberitahu Tim Flower bahwa Han Seol Hee masuk rumah sakit.

***

Flower.Granpa.E03.mkv_011612660_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_011771147_thumb[1]

Ada seorang dokter yang memeriksa keadaan Seol Hee yang terbaring tak sadarkan diri. Tim Flower masuk ke ruangan itu. Dokter itu pun bertanya apakah mereka dari kepolisian.

Dokter tadi dan Tim Flower bicara di luar, seperti lobi. Dokter tadi memperkenalkan diri sebagai dokter pribadi Seol Hee, Oh Kyu Wan. Seol Hee mendesaknya untuk menghubungi mereka.

Flower.Granpa.E03.mkv_011866655_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_011996781_thumb[1]

Joon Hyuk bertanya apa yang terjadi. Dokter Oh menjelaskan bahwa Sekretaris Yang menemukannya pingsan di lantai sambil kejang-kejang dan membawanya kesana. Dokter Oh sudah memberikan obat tidur dan penenang, Seol Hee akan baik-baik saja.

“Kenapa dia mengalami kejang-kejang?” kali ini Jung Woo yang bertanya.

“Sepertinya beliau terguncang akibat faktor dari luar.” Jelas Dokter Oh.

Flower.Granpa.E03.mkv_012105636_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_012335441_thumb[1]

Gang Suk ketakutan, apakah yang dimaksud faktor dari luar itu hantu. Mendengar Gang Suk berkata seperti itu, Dokter Oh pun yakin mereka sudah dengar dari Seol Hee bahwa dia melihat hantu. Dan ternyata Dokter Oh sudah menjadi dokter di keluarga Han Seol Hee selama 15 tahun. Joon Hyuk pun yakin Dokter Oh tahu mengenai kematian Ibunya Seol Hee.

“Ya. Kondisi nyonya mirip dengan kondisi Seol Hee saat ini. Saya merasa bersalah karena tidak bisa melindunginya saat itu. Sejak kejadian itu, Seol Hee juga menjadi trauma.”

“Apa maksudmu dengan trauma?” tanya Jung Woo.

Flower.Granpa.E03.mkv_012544810_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_012651163_thumb[1]

Dokter Oh kemudian menjelaskan bahwa sepertinya Seol Hee menyaksikan sendiri kematian ibunya. Itu mungkin guncangan yang berat baginya.

Flower.Granpa.E03.mkv_012847185_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_012866788_thumb[1]

Dokter Oh: “Sejak itu, beliau tidak bisa mengingat kejadian itu. Beliau mengalami gangguan ingatan. Untuk melindungi dirinya dari guncangan menyaksikan kematian ibunya, beliau sendiri menghapus ingatannya tentang hal itu. Dan juga, ketika dia mengatur perusahaannya, tekanan dan bebannya juga sangat berat. Itulah yang menyebabkannya berhalusinasi.”

Joon Hyuk: “Apa kondisinya cukup parah?”

Dokter Oh; “Saya telah memberikannya obat penenang, tapi hasilnya tidak terlalu berpengaruh.”

Jung Woo: “Jika sudah separah itu, bukankah sebaiknya dia menjalani perawatan khusus di rumah sakit?”

Flower.Granpa.E03.mkv_013439007_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_013563293_thumb[1]

Dokter Oh: “Saya juga berharap begitu, tapi Direktur Kim... Paman Seol Hee sangat menentangnya. Melihat Seol Hee mencari kalian, sepertinya beliau sangat berharap pada kalian. Tolong bantu beliau. Dan juga, mengenai semua hal dan tindakan yang dilakukan Seol Hee yang berhubungan dengan ingatannya yang hilang, tolong beri tahukan saya, betapa pun sepelenya hal itu.”

Jung Woo: “Ya. Itu pasti akan membantu perawatannya jika kau mengetahuinya.”

Dokter Oh: “Terima kasih. Jika terjadi sesuatu juga pada Seol Hee, kelak saya tidak sanggup menghadapi Nyonya.”

Mendengar penjelasan Dokter Oh, Joon Hyuk dan Jung Woo saling pandang curiga pada motif Direktur Kim melarang Seol Hee dirawat di rumah sakit khusus.

***

Flower.Granpa.E03.mkv_013767657_thumb[1]

Tim Flower masuk ke kamar Seol Hee yang terasa agak menyeramkan. Gang Suk selfie dengan tag ‘Suk yang merasa seram’. Tanpa Gang Suk sadari, Won Bin berbisik dikupingnya bahwa hantu itu mengenali Gang Suk. Gang Suk jantungan, dengan kesal meminta Won Bin menghentikan candaannya. Joon Hyuk pun menegur mereka, apa mereka kesana untuk bermain-main.

Flower.Granpa.E03.mkv_013983699_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_014034999_thumb[1]

Jung Woo menemukan sesuatu di komputer Seol Hee dan meminta teman-temannya mendekat. Semuanya pun menghadap ke komputer. Jung Woo menemukan rekaman video yang dilihat dari tanggalnya, itu adalah video kemarin malam. Jung Woo memutarnya, dan muncul kepala hantu. Semuanya terkejut. Eun Ji menjerit. Won Bin terduduk, dan Gang Suk terpental ke kasur saking takut dan terkejutnya. Gang Suk pun kembali gemetaran.

***

Flower.Granpa.E03.mkv_014302757_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_014336957_thumb[1]

Tim keluar dari rumah Seol Hee. Eun Ji bertanya-tanya apakah pelakunya memang benar-benar hantu. Joon Hyuk bilang itu omong kosong, tidak ada hantu di dunia ini. Kenapa tidak ada, Gang Suk melihat ada banyak foto hantu dan arwah yang terekam. Dan juga tadi mereka semua melihatnya. Tiba-tiba muncul seorang wanita dan menatap mereka.

“Aaah!” Eun Ji tiba-tiba berteriak.

“Kenapa... kenapa?” Gang Suk ketakutan.

Flower.Granpa.E03.mkv_014677703_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_014734007_thumb[2]

“Jam berapa ini... jam berapa...” Eun Ji panik.

“Kenapa?” tanya Eun Ji lagi.

“Pukul 22:30!” Eun Ji makin panik.

“Lantas... kenapa?” Gang Suk tergagap karena takut.

“Aku belum makan malam.” Ujar Eun Ji dengan nada seram.

Flower.Granpa.E03.mkv_015075587_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_015202376_thumb[1]

Gang Suk mengelus dada, mengeluh kenapa mereka semua menakut-nakutinya. Sementara yang lain tertawa melihat ketakutan Gang Suk. Eun Ji bilang pantas saja perutnya terus berbunyi. Joon Hyuk pun memutuskan untuk istrirahat dulu. Joon Hyuk meminta Jung Woo menyelidiki siapa saja yang memiliki akses ke rumah Seol Hee. Dan Joon Hyuk meminta Gang Suk membawa file video yang tadi ada di komputer Seol Hee untuk diperiksa keasliannya.

Tentu saja Gang Suk langsung menolak. Apalagi kalau menyelidikinya sendirian, jangan harap. Gang Suk mengajak Won Bin untuk mengerjakannya bersama di rumah Gang Suk. Won Bin yang cinta kebersihan dan fobia kuman tentu juga tidak mau satu ruangan bersama Gang Suk. Meskipun dia mati, dia tidak bisa melakukannya.

Flower.Granpa.E03.mkv_015318738_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_015347933_thumb[1]

Gang Suk pun beralih pada Eun Ji. Gang Suk meminta ijin untuk pergi ke rumah Eun Ji. Dan yang menolak keras tentu saja Jung Woo, “Hei! Bagaimana bisa seorang pria tidur di rumah wanita? Tidak bisa. Kau boleh tidur di rumahku.”

“Aku... aku tidak mau! Ada Kepala Polisi di sana.” Gang Suk yang menolak untuk pergi ke rumah Jung Woo. Gang Suk kemudian menoleh pada Joon Hyuk, harapan terakhirnya.

“Apa?” tanya Joon Hyuk ketus.

Flower.Granpa.E03.mkv_015547292_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_015649474_thumb[1]

Gang Suk ber-aegyo di hadapan Joon Hyuk.

“Ada apa denganmu? Minggir, brengsek! Ada apa dengannya?” Pada akhirnya Joon Hyuk tertawa melihat kelakuan Gang Suk itu, seperti teman-teman yang lain.

***

Flower.Granpa.E03.mkv_015766253_thumb[1] 

Ibu, ayah, dan Soo Jung menatap seseorang. Ternyata itu adalah Gang Suk yang datang bersama Joon Hyuk. Gang Suk memberi salam dan meminta ijin untuk menginap satu malam. Soo Jung merasa kesal karena sekarang Peramal Joon Hyuk malah membawa keluarganya juga. Ibu bertanya untuk memastikan jika Gang Suk hanya menginap satu malam. Tapi gang Suk tidak yakin. Karena jika nyaman, dia akan tinggal beberapa hari.

Flower.Granpa.E03.mkv_016005651_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_016108250_thumb[1]

“Wow. Kau tidak tanggung-tanggung menyusahkan orang lain.” Soo Jung menyindir Gang Suk.

“Apa itu caramu berbicara kepada orang tua?” ayah menegur Soo Jung yang tidak sopan. “Kau datang ke tempat yang tepat. Anggap saja seperti rumah sendiri.” ayah menyambut Gang Suk. Gang Suk berterima kasih dan kembali memberikan hormat.

***

Flower.Granpa.E03.mkv_016232537_thumb[1] 

Penolakan Soo Jung tidak berlangsung lama, karena sekarang dia dan ibu tampak menyukai Gang Suk yang mengajarkan mereka untuk melakukan selfie dengan baik.

“Sudut pengambilan sangat penting ketika kau memotret diri sendiri. Kau harus mengangkat ponselmu dengan sudut 45 derajat. Jangan pernah memotret langsung dari depan. Kau akan terlihat terlalu serius dan hasilnya tidak akan bagus.” Trik Gang Suk dalam melakukan selfie agar hasilnya bagus. (Silahkan dicoba teman-teman, hehe..)

Flower.Granpa.E03.mkv_016406455_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_016727181_thumb[1]

Ibu bilang pantas saja fotonya selalu tampak serius, dia pikir dia memang tidak bagus jika di foto. Gang Suk bilang bukan begitu, garis rahang ibu sangat cantik. Ibu merasa telur di wajahnya sudah pecah, karena ketika kecil wajahnya bulat seperti telur. Gang Suk menyentuh rahang ibu, lalu mengaduh kesakitan. Ibu terkejut dan bertanya kenapa.

Gang Suk tersenyum, “Garis rahangmu benar-benar setajam pisau cukur. Tanganku hampir terluka.”

Ibu terpana, “Kau benar-benar lucu. Garis rahangku sangat tajam sehingga hampir melukai tanganmu!” Ibu tertawa keras dan menyandarkan kepala pada Gang Suk.

Flower.Granpa.E03.mkv_016769722_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_017060419_thumb[1]

Ayah dan Joon Hyuk yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka penasaran apakah ibu salah makan, kenapa tawanya keras sekali. Mereka berdua merasa kesal Gang Suk mendapat perhatian seperti itu.

Soo Jung bertanya apa lagi yang penting dalam melakukan selfie. Gang Suk kembali memberikan triknya, “Faktor penting lainnya adalah pencahayaan. Di bawah cahaya putih, wajahmu akan tampak terlalu pucat. Jadi hindari sinar yang langsung mengarah ke wajahmu. Lebih baik jika kau memotret sedikit jauh dari cahaya.” Gang Suk pun memberikan contoh.

Flower.Granpa.E03.mkv_017120477_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_017205142_thumb[1]

Lalu terdengar sebuah suara mengejutkan, seperti bunyi petasan. Refleks, Gang Suk yang penakut memeluk erat Soo Jung yang ada disampingnya. Gang Suk gemetaran memeluk erat Soo Jung dan menyembunyikan wajahnya di dada Soo Jung.

“Hei, menjauhlah darinya! Anak sinting. Kenapa kau memeluknya seperti itu!” Joon Hyuk tak terima adiknya dipeluk seperti itu.

Ayah menyodorkan penggaruk punggung, “Jangan hanya menggunakan kata-kata. Gunakan ini.”

Flower.Granpa.E03.mkv_017215986_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_017408672_thumb[1]

Joon Hyuk memukuli Gang Suk dengan penggaruk punggung itu. Ibu dan Soo Jung menghalangi Joon Hyuk. Soo Jung bilang dia tidak apa-apa. Kakek itu (Gang Suk ketakutan). Joon Hyuk menghardik, “Kakek ini juga seorang pria! Kenapa kau menggoda-godanya?”

“Apa? Aku tidak menggodanya.” Soo Jung tak terima. Gang Suk kemudian bilang bahwa semua itu adalah kesalahannya. Dia pikir dia melihat hantu.

“Berhentilah berbohong. Mana mungkin hantu itu ada?” Joon Hyuk masih tidak terima.

Flower.Granpa.E03.mkv_017532125_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_017666004_thumb[1]

“Kenapa kau seperti ini? Kau bilang kau melihat hantu. Hantu bayi.” Ujar ibu.

Joon Hyuk mencoba mencari alasan, “Um, itu... orang biasa tidak bisa melihatnya. Hanya aku yang bisa.”

Joon Hyuk hendak memukul Gang Suk lagi, memintanya untuk melepaskan pegangan tangannya pada Soo Jung. Joon Hyuk kemudian minum. Soo Jung dan Ibu memandang heran ke arah Joon Hyuk. Mereka heran peramal yang sebelumnya bilang melihat hantu bayi kenapa sekarang bilang hantu itu tidak ada. Dan kenapa dia begitu marah pada Gang Suk.

***

Flower.Granpa.E03.mkv_017792793_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_018022181_thumb[1]

Pukul 5:30 pagi. Ada sebuah foto Joon Hyuk disamping jam di kamar itu. Joon Hyuk masih tertidur bersama Gang Suk. Gang Suk kentut dan memeluk Joon Hyuk. Dia bergumam dalam tidurnya meminta di selamatkan. Joon Hyuk merasa tidak nyaman dan melepaskan pelukan Gang Suk, lalu mencoba kebali tidur.

Tapi Gang Suk kembali memeluk Joon Hyuk sambil bergumam minta diselamatkan karena dia takut. Tak lupa Gang Suk juga kentut. Gang Suk memang tak bisa mengontrol kentut (he..). Joon Hyuk yang tidak tahan lagi pun bangun, dia tidak bisa tidur karena Gang Suk.

Flower.Granpa.E03.mkv_018239474_thumb[1]

Joon Hyuk menyadari sudah subuh. Dia membangungkan Gang Suk dengan menggulingkannya ke bawah.

Dung! Pret! Gang Suk terjatuh sambil kentut. Tapi Gang Suk tidak bangun, dia malah melanjutkan tidur dengan memeluk bantal.

Flower.Granpa.E03.mkv_002029610_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_002165991_thumb[1]

Ponsel Joon Hyuk berdering. Joon Hyuk menjawabnya. Itu adalah Jung Woo yang mengabarkan bahwa Direktur Kim datang ke rumah sakit dan membawa paksa Seol Hee keluar dari rumah sakit. Jung Woo mendapatkan kabar itu dari Dokter Oh yang menghubunginya.

Joon Hyuk menolak pada Gang Suk yang masih pulas sambil memeluk guling dan minta diselamatkan, “Selamatkan aku... Aku takut. Tolong selamatkan aku.”

(Jangan-jangan Gang Suk mimpiin Soo Jung ya… hehe)

***

Flower.Granpa.E03.mkv_002313634_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_002386621_thumb[1]

Tim pergi ke rumah Seol Hee. Seol Hee terbaring lemas di kasurnya. Dia bilang belakangan ini dia selalu mendapat mimpi yang sama. Mimpi ketika ibunya meninggal. Tapi, di balkon, dia melihat seseorang dengan gaun putih. Seol Hee merasa jika itu adalah unnie itu. Gang Suk yang ketakutan membenarkan, tapi lalu mendapatkan pukulan di kepala dari Joon Hyuk.

“Aku sangat takut, jika aku akan mati seperti ibuku.” Seol Hee menangis menatap Dokter Oh yang juga ada disana.

“Jangan khawatir. Itu tidak akan terjadi. Akan kutangkap hantu itu.” Jung Woo menenangkan Seol Hee.

“Bagaimana caranya?” tanya Seol Hee.

***

Flower.Granpa.E03.mkv_002698172_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_002760315_thumb[1]

Jung Woo ternyata menggunakan CCTV untuk menangkap hantu itu. Jung Woo memasang CCTV di tangga. Dokter Oh meragukan hal itu. Gang Suk juga, bagaimana Jung Woo bisa menangkap hantu dengan kamera CCTV.

“Aku memasangnya bukan hanya untuk merekam hantu, tapi untuk menangkapnya.” Ujar Joon Hyuk.

“Bagaimana bisa kau menangkap hantu? Sungguh, itu tidak masuk akal.” Gang Suk kembali berkomentar.

Won Bin kesal pada Gang Suk, “Mulut besarmu itu, sepertinya kau ingin kuhajar.”

Direktur Kim datang dan bertanya apa yang mereka lakukan disana. Direktur Kim tampak marah.

***

Flower.Granpa.E03.mkv_002909209_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_002945077_thumb[1]

Tim Flower selesai memasang CCTV dan bicara dengan Direktur Kim. Jung Woo bertanya, “Kau tahu bahwa kondisi Seol Hee cukup parah, kan? Lantas kenapa pamannya tidak mengizinkannya dirawat oleh tangan yang ahli? Menambah jumlah petugas keamanan? Atau pindah rumah? Ada banyak cara untuk meringankan beban psikologisnya.”

“Bahkan terapisnya sangat khawatir akan kondisinya.” Tambah Gang Suk.

“Sepertinya Dokter Oh membuka mulutnya yang tidak berguna itu lagi. Karena Seol Hee dan ibunya sangat memercayai dokter itu, aku menahan-nahan emosiku. Dia mungkin unggul dalam pelajaran, tapi dia berpandangan sempit, sama seperti kalian, para penyidik. Rasanya aku sudah mengatakannya dengan jelas jangan temui Seol Hee lagi.”

Flower.Granpa.E03.mkv_003481011_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_003694967_thumb[1]

Won Bin bergumam, Han Seol Hee bukanlah anak kecil. Siapa pun yang ditemuinya, Direktur Kim tidak berhak melarangnya. Tapi Direktur Kim berdalih bahwa dia berhak melindungi perusahaan. Jika Seol Hee sakit atau beredar kabar bahwa dia dirawat di rumah sakit jiwa, perusahaan mereka akan kacau dan berada dalam bahaya.

Jung Woo tertawa, “Mana yang lebih panting, perusahaanmu atau keponakanmu satu-satunya?”

Direktur Kim menjawab, “Mungkin dia keponakanku satu-satunya, tapi karyawan yang menggantungkan hidupnya pada perusahan kami berjumlah ribuan.”

Joo Hyuk menyela, “Lebih tepatnya, daripada ribuan karyawan itu, dirimu lebih penting, kan?”

Flower.Granpa.E03.mkv_003955636_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_004090766_thumb[1]

Direktur Kim tersulut emosi. Dia menyuruh semuanya segera pergi dari rumah itu dan mengambil kembali CCTV yang tadi di pasang. Joon Hyuk mengancam, jika Direktur Kim menyentuh CCTV itu, mereka akan menyerahkan kasus itu ke tim penyidik secara resmi. Tapi Direktur Kim balik mengancam, dia sudah pernah memberitahu mereka bahwa dia banyak mengenal atasan mereka.

“Detektif Jun, siapa saja follower media sosialmu? Kau bilang ada yang wartawan, kan?” Jung Woo menambahkan ancaman. Dia bertanya pada Gang Suk tapi sambil menatap penuh tantangan pada Direktur Kim.

Gang Suk pun menimpali, “Tidak hanya wartawan, tapi juga beberapa direktur stasiun TV. Apa kau mau kububuhi mention? Bahwa aku memiliki berita eksklusif?”

Flower.Granpa.E03.mkv_004167090_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_004209214_thumb[1]

Gang Suk mengacungkan ponselnya. Direktur Kim pun tak bisa mengatakan apapun lagi.

***

Flower.Granpa.E03.mkv_004457787_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_004494489_thumb[1]

Tim Flower keluar dari rumah dan berjalan di halaman. Joon Hyuk bertanya pada Won Bin apakah dia sudah mendapat daftar orang yang bekerja di rumah itu. Won Bin tidak menemukan banyak, hanya paman, pelayan, dan seorang sekretaris rumah sejenis kepala pelayan. Won Bin lalu menunjuk orang yang dimaksud, yang juga sedang berjalan di halaman. Dia adalah wanita yang dilihat Joon Hyuk di balkon waktu itu.

Flower.Granpa.E03.mkv_004703024_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_004770172_thumb[1]

Wanita itu, Sekretaris Yang berpapasan dengan Tim Flower. Joon Hyuk meminta Sekretaris Yang menunggu sebentar. Won Bin kemudian maju dan dengan mengandalkan pesonanya dia bicara pada Sekretaris Yang, “Permisi, tapi bisakah kau bicara sebentar denganku?”

Sekretaris Yang melengos dari hadapan Won Bin dan bertanya pada Joon Hyuk, “Sebentar saja?” Won Bin kesal, wanita itu menghancurkan hatinya.

Flower.Granpa.E03.mkv_004863596_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_004882781_thumb[1]

Kemudian Tim Flower dan Sekretaris Yang duduk di taman. Joon Hyuk bertanya sudah berapa lama Sekretaris Yang bekerja di rumah itu. Karena Sekretaris Yang sudah 20 tahun bekerja disana, maka Joon Hyuk pun yakin pasti Sekretaris Yang Choi Soo Young, pelayan yang diduga bunuh diri itu. Joon Hyuk pun bertanya orang macam apa Choi Soo Young itu.

Sekertaris Kim menyebutkan sosok Soo Young yang dia kenal, “Dia gadis yang sangat baik dan cantik. Dia anak yang memiliki banyak impiran dan harapan. Mungkin karena selama itu dia terkungkung di rumah ini... dia bilang impiannya adalah pergi ke savana Afrika.”

Flower.Granpa.E03.mkv_005192246_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_005270655_thumb[1]

“Apa kau memiliki hubungan yang dekat dengannya?” kali ini Jung Woo yang bertanya.

Sekretaris Yang membenarkan, “Ya, dia seperti putri dan sahabatku sendiri. Saya tidak punya anak, dan anak itu tidak punya orang tua. Kami saling melengkapi.”

“Kalau begitu kau pasti tahu alasannya membunuh diri.” Tanya Jung Woo lagi, membuat Sekretaris Yang pun mengingat masa lalu itu.

Flower.Granpa.E03.mkv_005488365_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_005580121_thumb[1]

Ketua Han dan istrinya, Nyonya Kim, dikabarkan sebagai pasangan yang ideal, tapi kenyataannya berbeda. Ketua Han sering menyakiti Nyonya Kim secara fisik, menampar dan memukulnya.

Flower.Granpa.E03.mkv_005698151_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_006020963_thumb[1]

Karena itu, Nyonya Kim memiliki banyak pikiran. Tidak cukup baginya hanya dengan menjalani terapi. Nyonya Kim juga melampiaskan amarahnya pada Choi Soo Young.

Awalnya Nyonya Kim menyayangi Soo Young seperti putrinya. Tapi suatu saat, Nyonya Kim mulai memukulinya. Setelah Ketua Han meninggal, kondisinya semakin parah. Melihatnya saja membuat Sekretaris Yang bergidik.

Flower.Granpa.E03.mkv_006200720_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_006308741_thumb[1]

Lalu suatu hari, dari balkon, Soo Young terjun. Sampai akhir hayat, hidupnya penuh dengan luka.

Flower.Granpa.E03.mkv_006421350_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_006559817_thumb[1]

Joon Hyuk bertanya pendapat Sekretaris Yang, apakah menurutnya penyiksaan dari Nyonya Kim membuat Soo Young bunuh diri. Karena tidak ada memo atau sebagainya, dia hanya berasumsi, alasan Choi Young bunuh diri karena penyiksaan itu. Dan juga Direktur Kim meminta agar penyelidikan ditutup dalam seminggu.

Won Bin menebak Direktur Kim melakukan itu karena takut saham perusahaannya jatuh.

Sekretaris Yang menambahkan, walaupun tidak berhubungan darah dengan Ketua Han, Direktur Kim sangat mirip dengan Ketua Han (Direktur Kim adalah adik dari Nyonya Kim), keduanya penuh rahasia. Joon Hyuk bertanya apa maksud Sekretaris Yang dengan rahasia.

Flower.Granpa.E03.mkv_006809641_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_006849263_thumb[2]

“Sejujurnya saya tidak melihatnya sendiri, tapi kabarnya ada kakak laki-laki di samping Nona muda. Ketika kecil, Tuan muda itu hilang tapi Ketua Han tidak menghubungi polisi. Beliau diam-diam mengutus orang untuk mencari putranya.”

“Lalu apa yang terjadi?” tanya Joon Hyuk penasaran.

“Mereka tidak berhasil menemukannya.” Ujar Sekretaris Yang.

Won Bin tak mengerti, bagaimana mungkin dia membiarkan anaknya sendiri menghilang.

Flower.Granpa.E03.mkv_007343907_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_007413557_thumb[1]

Tapi Sekretaris Yang sebagai orang biasa juga tidak mengerti maksud dari Ketua Han. Yang dia tahu Nyonya Kim tidak bisa menerima kenyataan itu hingga akhir hidupnya dan selalu memanggil ‘Joo Won’. Nama putra yang menghilang itu Han Joo Won. Jung Woo merasa familiar dengan nama itu.

***

Flower.Granpa.E03.mkv_007514488_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_007532422_thumb[1]

Jung Won masuk ruang interogasi dengan kesal, “Lee Joo Won. Tidak, Han Joo Won!”

“Kau baru mengetahuinya? Aku kecewa, kupikir kau lebih pintar dari ini. Benar. Han Seol Hee adalah adikku.” Ujar Joo Won membenarkan apa yang ada dalam pikiran Jung Woo.

Jung Woo marah karena Joo Won memanfaatkan dirinya untuk menyelamatkan adiknya. Joo Won balik bertanya, bukankah Jung Woo juga memanfaatkan dirinya. Jung Woo memanfaatkan dirinya untuk menyelidiki Goldfish. Jung Woo membenarkan, tapi dia penasaran tentang Joo Won yang menghilang saat kecil. Jung Woo menanyakan apa yang terjadi, dan kemana saja Joo Won selama ini.

Flower.Granpa.E03.mkv_008009966_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_008079617_thumb[1]

“Tidak. Bukan begini. Kau salah urutan.” Joo Won menolak menjawab, “Pertanyaan itu baru bisa kau ajukan setelah kau menyelamatkan Han Seol Hee. Selamatkan dia. Kemudian akan kuberitahukan semuanya. Bahkan alasan kau tidak berubah menjadi tua.”

Jung Woo terdiam.

***

Flower.Granpa.E03.mkv_008174709_thumb[1]

Jung Woo memberitahu Joon Hyuk lewat telpon bahwa Lee Joo Won adalah Han Joo Won. Joon Hyuk tidak bisa terlalu banyak berkomentar karena keadaan rumahnya sangat ramai. Bahkan Jung Woo pun mempertanyakan hal itu, kenapa disana ramai sekali. Tapi Joon Hyuk bilang Jung Woo tidak perlu tahu dan mereka akan bicara besok.

Flower.Granpa.E03.mkv_008240606_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_008455814_thumb[1]

Keramaian di rumah Joon Hyuk, tak lain dan tak bukan adalah karena kehadiran Gang Suk. Gang Suk membantu ibu melakukan olah raga dengan sebuah bola yang ditarik menggunakan karet. Ayah protes apa Gang Suk tidak terlalu banyak menyentuh istrinya itu. Kemudian Yoo Ra yang ada disana juga ingin mencoba.

Yoo Ra bukan menarik balon, tapi dia melakukan gerakan sit-up di atas balon itu. dan Tentu saja Gang Suk membantunya. Semua bersorak, dan Yoo Ra juga terlihat senang. Lain halnya dengan Joon Hyuk, melihat tunangannya di pegang-pegang Gang Suk jelas saja dia marah. Joon Hyuk menghentikan Gang Suk dengan menepuknya.

Flower.Granpa.E03.mkv_008749430_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_008851195_thumb[1]

Gang Suk membantu Yoo Ra berdiri dan memuji Yoo Ra yang memiliki postur tubuh bagus sehingga dia pikir Yoo Ra tidak perlu berolahraga.

Yoo Ra tersanjung dipuji seperti itu, “Aku tahu. Aku dilahirkan dengan tubuh yang bagus dan wajah yang cantik. Karena itulah julukanku ‘wanita bacon’.”

Soo Jung sedikit bingung, “Wanita bacon? Apa artinya?”

Yoo Ra tak percaya Soo Jung tidak tahu itu, “Oh, yang benar saja! Itu artinya kau memiliki wajah imut seperti bayi tapi memiliki tubuh yang seksi. Ai... Kau tidak tahu karena kau tidak punya satu pun, kan?”

Flower.Granpa.E03.mkv_009063066_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_009120622_thumb[1]

“Ah, maksudmu ‘bagel’? Bacon adalah daging yang kau panggang. Istilahnya bagel.” Soo Jung akhirnya mengerti maksud Yoo Ra yang salah menyebutkan istilah.

Yoo Ra tertawa dan membenarkan Soo Jung. Kemudian dia pamit pergi karena ada janji panting. Yoo Ra berjalan dengan anggun, tak menghiraukan kesalahannya menyebut istilah.

Flower.Granpa.E03.mkv_009193609_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_009313725_thumb[1]

Setelah Yoo Ra keluar, Soo Jung bergumam, seperti yang dia duga Tuhan itu adil. Yoo Ra diberkahi dengan wajah canti, tubuh yang seksi, dan orang tua yang kaya. Tapi Tuhan lupa memberikannya otak. Soo Jung tertawa lepas.

Ibu menimpali, “Sedangkan kau wajah yang jelek, tubuh yang rata, orang tua miskin, dan tidak punya otak. Apa yang harus kami lakukan denganmu?”

“Oh, Ibu!” Soo Jung kesal.

Flower.Granpa.E03.mkv_009488894_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_009630698_thumb[1]

“Tidak, itu tidak benar! Jika Soo Jung terus berolahraga bersamaku, dia bisa menjadi ‘wanita bagel’.” Gang Suk membesarkan hati ibu.

Soo Jung merasa senang dibela seperti itu oleh Gang Suk. Setiap kali dia melihat Gang Suk (yang berwujud kakek), Soo Jung merasa kalau Gang Suk adalah teman seumurannya. Gang Suk bilang teman itu sedikit kaku, Soo Jung bisa memanggilnya ‘Oppa’ saja. Soo Jung tertawa geli.

“Karena kau, aku bahkan tidak sadar waktu telah berlalu.” Ujar Ibu. “Jika kau tidak punya tempat tinggal, kau bisa tinggal lebih lama di rumah kami.”

Flower.Granpa.E03.mkv_009738302_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_009747477_thumb[1]

“Tidak!” ujar ayah dan Joon Hyuk bersamaan.

“Kenapa tidak? Aku menyukainya! Kakek, kau boleh tinggal di sini.” Ujar Soo Jung dengan senang hati.

“Boleh?” Gang Suk juga sepertinya senang.

“Aku bilang tidak!” teriak Joon Hyuk.

Ibu mengingatkan Joon Hyuk, entah dia sadar atau tidak tapi rumah itu adalah rumah mereka, bukan rumah Peramal Joon Hyuk. Joon Hyuk akhirnya bilang dia tahu itu. Tapi ayah setuju dengan Joon Hyuk, dia juga pemilik rumah ini dan dia menentang keras keputusan ibu dan Soo Jung. Ayah sepertinya cemburu pada Gang Suk yang begitu disenangi istrinya, sementara dia sendiri sering dimarahi.

Flower.Granpa.E03.mkv_010186234_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_010272984_thumb[1]

Gang Suk tersenyum dan berkata dia bisa membayar sewa dan tinggal sekamar dengan Peramal Joon Hyuk. Maka ibupun menilai masalahnya sudah selesai, mereka bahkan mendapat penghasilan tambahan.

Ayah dan Joon Hyuk kembali berteriak serentak jika mereka menentang keputusan itu. Ibupun mengusir mereka yang menentang untuk keluar rumah bersama. Ayah berbelot, dia setuju. Soo Jung mengangkat tangan tanda setuju juga. Soo Jung bilang Kakek Gang Suk sangat imut.

Gang Suk ber-aegyo, “Bbuing Bbuing!”

Flower.Granpa.E03.mkv_010402276_thumb[1] Flower.Granpa.E03.mkv_010481936_thumb[1]

Ibu dan Soo Jung bertepuk tangan senang. Gang Suk kemudian menunjukkan satu lagi keimutannya. Dia bernyanyi lagu ‘gwiyomi’. Joon Hyuk tidak tahan dan memiting Gang Suk. Soo Jung, Ibu dan ayah berusaha melepaskan pegangan Joon Hyuk.

***

Bersambung ke bagian 3 ~

Preview: Akan terungkap kejadian sebenarnya tentang kematian Choi Soo Young dan Nyonya Kim.

***

Cuap-cuap:

Menurut kalian benarkah Soo Young bunuh diri karen diperlakukan kasar oleh Nyonya Kim?

Comments

  1. ku rasa pembantu itu yang berbohong. mungkin dia kaki tangan direktur kim. hadirnya hantu itu bisa jadi akal2 direktur kim untuk membuat seol hee gila dan menghilang dari perusahaan dan hidupnya?????????????????????

    ReplyDelete
  2. hantu? aku rasa gak mungkin.. masa' di dalam cerita polisi ada hantu-hantunya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada loh drama yg ttg kepolisian ada hantu2nya.
      Slh satunya Who are you

      Delete
  3. Hantu itu memang ada! Bahkan menakutkan tp kadang juga menyenangkan,jika kalian bisa melihat. Ada yang wajahnya hancur dan ada juga yang enak dilihat/cantik/gnteng. Dan beruntunglah kalian yang tak bisa melihat. Poor gw.
    Tp kyknya di drama ini itu bkn hantU, tp org yg pura2 jd hantu n spertinya 2 org itu gak bunuh diri mreke itu di bunuh. Atau mgkin di minumi obat depresi(obat khusus untuk org gila bkn obt lgi byk mslh) sya lupa namanya.. Klw org yg waras mnum obat depresi itu mreka jd berhalusinasi berlebihan, ketakutan berlebihan, n sllu mrasa di ikuti oleh sesuatu.

    ReplyDelete
  4. makin penasaran rahasia apa yang akan terkuak dari drama ini. pasti ga cuma masalah penuaan joon hyuk dkk, pencarian obat awet muda??
    conthnya kasus myung ho, yang bisa jadi anak remaja dalam waktu yang singkat, nah kalo semua orang balik muda lagi penuh dong dunia, *akumaubalikusia17lagi hahaha :D
    Jung Woo Ssi fighting !!

    manni gomawo eonni ^^

    ReplyDelete
  5. Mau coba nih cara2 selfie dari Gang Suk.
    Hihihi...
    Itu sekretaris yg jadi madam Go di drama The Master's Sun kn ya??

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts