Kkothalbae Soosadae Episode 5 – 1

PROLOG

Flower.Grandpa.E05.mkv_000037504_thumb[1]

Lift yang sedang ditumpangi oleh 5 orang pekerja, tiba-tiba mati. Seseorang mencoba memencet tombol darurat, tapi tidak berfungsi. Kemudian salah satu dari mereka meminta semuanya menghubungi nomor panggilan darurat. Semua orang mengeluarkan ponsel yang mencoba menghubungi 911.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000046980_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000047914_thumb[1]

Setelah beberapa saat tersambung, lift kembali menyala. Mereka semua lega, tapi kemudian menjerit kaget saat melihat Kepala Bagian yang tergeletak di lantai lift. Tak bernyawa.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000053954_thumb[1]

Episode 5

Pengintaian Terbuka

Flower.Grandpa.E05.mkv_000058859_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000073473_thumb[1]

Tim Flower sedang membahas tentang sandi yang dikirimkan Lee Joo Won, yang berarti ada mata-mata di kepolisian. Menurut Joon Hyuk, sepertinya mata-mata ini juga yang menaruh Methomyl di rumah Gang Suk. Untuk menuduh Gang Suk dan mengganggu penyelidikan merek terhadap Goldfish.

Won Bin merasa Lee Joo Won juga aneh. Kenapa dia bunuh diri padahal dia memberi tahu mereka bahwa ada mata-mata. Menurut Joon Hyuk mungkin mereka mengancam Lee Joo Won dengan nyawa adiknya. Dan dilihat dari caranya mengirimkan sandi itu, sepertinya dia sedang diawasi. Jung Woo pun bertanya-tanya siapa penyusup itu.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000097531_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000114614_thumb[1]

“Aku tahu siapa penyusup itu.” celetuk Gang Suk. “Kapten Choi dari Tim Kriminal 2! Wajahnya terlihat seperti tikus dan penglihatannya sangat buruk. Dia sesuai dengan ciri-ciri tikus tanah.” (baru tau namanya Kapten dan nama Tim Sebelah, he..)

Won Bin meluruskan, bukan tikus tanah, tapi penyusup (Penyusup dan tikus tanah memiliki kesamaan pengucapan). Won Bin pun menduga Gang Suk adalah mata-mata itu yang sengaja berpura-pura bodoh. Dia mencontohkan sebuah film The Usual Suspects, di film itu orang yang paling bodohlah pelakunya.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000121955_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000140774_thumb[1]

Gang Suk berjalan dengan langkah tidak tegap sambil tersenyum cengengesan dan melambaikan tangan pada orang-orang disekitar. Lama kelamaan, langkahnya semakin tegap. Gang Suk tidak botak lagi. Dia berkata, “Dasar bodoh. Kalian pikir aku botak dan bodoh?” Gang Suk meniup dan membetulkan letak poninya.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000149282_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000167500_thumb[1]

Menurut Won Bin mungkin Gang Suk seperti yang dia bayangkan barusan. Gang Suk kesal, dia memang benar-benar botak. Gang Suk membuka penutup kepalanya. Won Bin mengerti dan meminta Gang Suk untuk memakai penutup kepalanya lagi.

Sasaran kecurigaan Won Bin berikutnya adalah Eun Ji. Eun Ji protes, kenapa harus dia. Won Bin bilang keberadaan Eun Ji sendiri tidak pernah terlihat sebelumnya. Dan untuk menjadi mata-mata, menurut Won Bin, Eun Ji menghapus identitasnya. Mata-mata biasanya seperti itu.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000171337_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000179312_thumb[1]

Eun Ji berjalan sambil makan roti. Lalu dia masuk ke dalam lift, dan keluar lagi dengan pakaian yang berbeda. Eun Ji berjalan dan bahkan koprol. Eun Ji berkata, “Apa aku masih terlihat seperti "Deutbojab"? Meow!” Eun Ji membuka mulutnya seperti akan menggigit.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000203403_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000204838_thumb[1]

Menurut Won Bin mungkin Eun Ji seperti yang dia bayangkan barusan. Eun Ji hanya tersenyum menanggapinya.

Jung Woo tidak setuju dengan bayangan Won Bin. Ukuran dada Eun Ji cup A, jadi tidak mungkin bisa memakai pakaian seperti itu. Eun Ji protes, dia sudah bilang kalau dia cup C. Dan Won Bin membenarkan perkataan Jung Woo, semua mata-mata wanita itu cantik dan anggun. Sedangkan Eun Ji? Won Bin hanya bisa geleng kepala dan yakin kalau dia bukan mata-mata.

Eun Ji tak terima, apa ada yang salah dengannya. Dengan ukuran itu, dia tidak rata dan tidak pula terlalu besar. Eun Ji menunjukkan dadanya pada Won Bin. (walau ngomongin dada, tapi gak terasa porno, malah lucu.. he..)

Joon Hyuk meminta Eun Ji untuk tenang, jika mereka saling mencurigai, hanya mata-mata itu yang akan senang. Jung Woo membenarkan, tidak ada gunanya saling mencurigai.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000230697_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000247313_thumb[1]

“Kau, kau mata-mata!” Joon Hyuk menelan kata-katanya sendiri dengan mencurigai Jung Woo.

Jung Woo tak terima. Tapi Joon Hyuk meminta semuanya berpikir, di saat mereka berempat tercebur ke dalam larutan kimia, hanya Jung Woo yang tidak berubah. Menurut dugaan Joon Hyuk, Jung Woo sudah memakai antidote (penangkal) sebelumnya. Jung Woo membantah, dia selalu bersama mereka, mana mungkin dia menjadi mata-mata.

“Mata-matanya biasanya pandai berbaur dengan orang lain.” Ujar Joon Hyuk.

“Jika kau bukan mata-mata, coba buktikan.” Pinta Won Bin.

“Aigoo, kalianlah yang harus membuktikannya. Kenapa harus aku?” Jung Woo mengelak.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000278211_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000291057_thumb[1]

Karena Jung Woo tidak bisa membuktikannya, Won Bin menilai Jung Woo benar-benar mencurigakan.

“Mencurigakan! Benar, Perdana Menteri Abe.” Jung Woo menggebrak meja, “Benar, Perdana Menteri Abe benar-benar mencurigakan.” (Jung Woo mencoba bercanda dengan bermain kata, kata "Mencurigakan" terdengar seperti "perdana menteri")

Karena mengalihkan pembicaraan seperti itu, menurut Gang Suk, Jung Woo jadi benar-benar aneh. Jung Woo kembali bermain kata, dia bilang jika Gang Suk membusuk, sebaiknya Gang Suk ke dokter gigi (kata "Aneh" terdengar seperti "membusuk"). Gang Suk menganggap candaan ‘garing’ Jung Woo itu sebagai sandi. Gang Suk yakin Jung Woo memang benar seorang mata-mata.

Jung Woo membela diri, “Kenapa kalian seperti ini? Apa kalian tidak lihat di film-film? Mata-mata biasanya orang yang paling tidak kalian curigai. Siapa di antara kita yang seperti itu?”

Flower.Grandpa.E05.mkv_000303636_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000306172_thumb[1]

“Apa yang kalian lakukan?” Kapten Kim masuk ke ruangan.

Gang Suk nyeletuk, Kapten Kim lah orang yang tidak pernah mereka curigai. Kapten Kim tak mengerti apa yang dibicarakan Gang Suk. Kapten Kim juga heran melihat semua mata memandang ke arahnya. Dia melihat tubuhnya, siapa tahu ada yang salah. Dia juga bertanya pada anak buahnya, apa terjadi sesuatu. Eun Ji tersenyum dan mengelak, bukan begitu. Joon Hyuk spontan menjawab, mereka ingin mengadakan makan bersama, tapi belum menemukan tempat yang tepat.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000320720_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000329295_thumb[1]

Kapten Kim tertawa senang, dia memang sedang ingin minum. Kapten Kim mengajak semuanya minum bersama, mereka harus minum agar bisa memecahkan kasus dengan baik.

Setengah berbisik Won Bin mengajak rekan-rekannya untuk memberi Kapten Kim minum bom (campuran soju dan bir). Jung Woo setuju. Sementara itu Kapten Kim menelpon seseorang sambil menutup mulutnya seperti tidak ingin terdengar yang lain. Dan setelahnya Kapten Kim tertawa.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000350316_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000356489_thumb[1]

Dan malam itu, Kapten Kim yang sudah mabuk (mengenakan berbagai atribut yang tak sedap dipandang mata) akan bernyanyi karaoke lagu yang berjudul ‘Pengkhianat’ dengan ditemani Eun Ji yang menari tidak jelas gerakannya.

Won Bin menganggap Kapten Kim terang-terangan mengaku sebagai mata-mata karena menyanyikan lagu ‘Pengkhianat’. Gang Suk bilang Kapten Kim berani sekali.

“Masa mudaku, sebagai polisi, hilang direnggut..”

Flower.Grandpa.E05.mkv_000382915_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000389689_thumb[1]

“Apa? Masa mudamu direnggut? Itu kisah tentang kita. Apa yang...” Won Bin kesal mendengar nyanyian Kapten Kim yang dia anggap sedang menyindir.

“Pengkhianat! Pengkhianat cinta…”

Mendengar lirik itu, Gang Suk bilang mungkin Kapten Kim dikhianati cinta. Won Bin berpendapat lagi, wajah Kapten Kim seperti orang yang tergila-gila akan uang.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000410976_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000414780_thumb[1]

Joon Hyuk berkata pada Jung Woo, bahwa Jung Woo juga harus menyanyi. Ada lagu yang sangat cocok untuk Jung Woo. Jung Woo penasaran, lagu yang mana?

“Spy oleh Super Junior.”

“Oh, lagu mereka keren-keren. Mereka hebat. Jadi, kita sudahi saja.” Ujar Jung Woo. (Eaaa…. Memuji grupnya sendiri.. ;p)

Joon Hyuk bilang semakin lama Jung Woo mengulur waktu, identitasnya akan semakin terungkap. Jung Woo kesal terus dituduh sebagai mata-mata. Menurutnya mereka membuang-buang waktu dengan saling mencurigai seperti itu. Jika memang ada mata-mata, bukankah mereka harus menangkapnya bagaimanapun juga. Joon Hyuk bilang karena itu itulah dia seperti itu untuk menunjukkan bahwa Jung Woo memang mata-mata.

“Sudahlah, hentikan. Kumohon!” Jung Woo berteriak kesal.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000443409_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000457289_thumb[1]

“Apa katamu?” Kapten Kim yang sedang menyanyi mendengar teriakan Jung Woo yang dia kita ditujukan padanya.

“Ah, bukan begitu...” Jung Woo tak enak hati.

“Hei, brengsek. Kau tahu bagaimana perasaanku?! Kenapa kau memerintahkanku untuk berhenti?! Kau pengkhianat. Kau pengkhianat!” Kapten Kim yang mabuk pun ambruk di pangkuan Gang Suk.

Won Bin bertanya pada Gang Suk, apakah dia pernah melihat mata-mata yang teler seperti itu. Dan begitulah, Gang Suk berubah pikiran, menurutnya Kapten Kim bukan mata-mata.

***

Flower.Grandpa.E05.mkv_000490622_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000492157_thumb[1]

Esok hari di kantin kantor polisi. Saat Jung Woo duduk di meja rekan-rekannya, dan bertanya apakah mereka baik-baik saja setelah minum semalam, semua bangkit meninggalkan Jung Woo. Jung Woo heran kenapa mereka seperti itu. Joon Hyuk meminta yang lain untuk tidak menjawab, mata-mata ingin mengetahui gerak-gerik mereka.

Jung Woo tersenyum, “Gerak-gerik? Aku lebih suka ikan pollock segar dibandingkan pollock beku!” (pengucapan katan"Gerak-gerik" terdengar seperti "ikan pollock beku")

Gang Suk berkata pada yang lain, permainan kata Jung Woo itu kedok seperti yang sudah dia bilang. Jung Woo kesal karena mereka mulai lagi mencurigainya. Jung Woo kemudian melihat Kapten Choi dan anak buahnya sedang makan di meja sebelah. Jung Woo pun bertekad untuk menangkap mata-matanya agar dia tidak terus dicurigai.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000521253_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000530562_thumb[1]

Jung Woo duduk di meja Tim 2 (awalnya aku sebut Tim Sebelah). Jung Woo basa-basi dengan mengatakan bahwa wajah mereka berkeriput. Jung Woo menebak mereka mengalami kesulitan karena Goldfish. Mau bagaimana lagi, ujar salah satu anggota Tim 2.

“Tentu saja sulit. Karena ini menyangkut apakah leher kalian akan disembelih (dipecat) atau... Oh, mulutku ini.” Jung Woo bersikap seperti salah bicara dan melanjutkan makannya.

“Apa maksudmu mengatakan itu? Kenapa kami akan dipecat?” tanya anggota Tim 2 yang tadi.

“Kalian mendengarnya? Kupikir aku mengucapkannya pelan-pelan. Ini rahasia kita, aku mendengar ayahku berbicara di telepon. Karena Lee Joo Won bunuh diri dan kasus ini buntu, dia sangat marah.” Jung Woo kemudian mengingat-ingat sesuatu, “Apa katanya... Dia ingin mengambil kesempatan ini untuk cuci gudang.” (cuci gudang = memecat polisi yang dianggap tidak produktif)

Flower.Grandpa.E05.mkv_000564630_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000577442_thumb[1]

Anggota Tim 2 yang tadi mengeluh kalau dia benar-benar bisa gila. Karena itu Jung Woo ingin mengajukan tawaran yang bagus. Jung Woo bilang dia punya informasi penting mengenai Goldfish. Anggota Tim 2 yang tadi meminta Jung Woo untuk mengatakannya pada mereka. Tapi Jung Woo tidak mau, info itu terlalu berharga untuk diberikan secara gratis. Jika Tim 2 memberinya informasi, maka Jung Woo juga akan memberikan informasi.

Tapi Tim 2 tidak bisa mempercayai Jung Woo. Jung Woo tak masalah, lupakan saja. Toh leher mereka yang akan putus, bukan leher dia. Kata-kata Jung Woo itu berhasil membuat Kapten Choi dan anak buahnya goyah.

***

Flower.Grandpa.E05.mkv_000604202_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000632297_thumb[1]

“Menurut tim yang menangani kasus Goldfish, semua data di komputer Lee Joo Won telah dihapus. Tapi ajaibnya, mereka berhasil menyelamatkan satu hal.” Jung Woo memberitahu Tim Flower hasil barter info dengan Tim 2.

Sebuah IP address. IP address milik orang yang berbalasan email dengan Lee Joo Won. Siapapun itu, Gang Suk mengajak semua untuk menangkapnya. Tapi masalahnya, bagian yang berhasil diselamatkan hanya tengahnya saja, karena itu mereka hanya mendapatkan perkiraan lokasinya. Kantor bagian umum perusahaan pakaian dalam Losh.

“Goldfish dan perusahaan pakaian dalam? Kedengarannya aneh.” Ujar Won Bin.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000676775_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000679144_thumb[1]

Gang Suk mengusulkan, mereka bisa menyita dan menggeledah komputer bagian umum. Joon Hyun mengingatkan, jika mereka tidak punya bukti, bagaimana bisa mereka mendapatkan surat perintah geledah. Anggap saja mereka mendapat surat itu, jika mereka terdengar menyelidiki kasus Goldfish, apa Jung Wo mau bertanggung jawab. Jung Woo memberitahu Tim 2 sedang mengadakan rapat ulang

Joon Hyuk penasaran, lalu informasi apa yang diberikan Jung Woo pada Tim 2. Jung Woo memberitahu mereka bahwa ada penyusup di kepolisian. Jung Woo juga mengatakan pada mereka bahwa dia mempunya buktinya. Dan Jung Woo berjanji akan mengabari mereka jika menemukan petunjuk yang penting.

Gang Suk protes, bagaimana bisa Jung Woo memberitahukan hal itu pada mereka. Mata-mata itu mungkin akan mengincar Jung Woo. Tapi itulah yang Jung Woo Inginkan, agar dia bisa menangkapnya.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000698563_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000684983_thumb[1]

“Bagaimana menurut kalian? Setelah aku mengambil resiko besar, kalian masih berpikir aku adalah mata-mata?” tanya Jung Woo.

“Ya.” Jawab Joon Hyuk, Won Bin, Gang Suk, dan Eun Ji bersamaan.

Jung Woo mengehela nafas panjang… Joon Hyuk bilang Jung Woo pandai menyembunyikan skenario palsu, makanya dia masih berpikir Jung Woo adalah mata-mata itu.

Flower.Grandpa.E05.mkv_000710041_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000717082_thumb[1]

Gang Suk menyayangkan mereka yang tidak bisa memeriksa komputer itu, padahal mereka mungkin bisa mendapatkan sesuatu. Jung Woo mengusulkan untuk melakukan penyamaran di perusahaan itu. Gang Suk menyukainya, dia sangat ingin mencoba sesuatu seperti itu. Won Bin juga menyukai ide itu, karena biasanya wanita yang bekerja di industri mode cantik-cantik. Won Bin pun penasaran sebaiknya dia menyamar menjadi apa. Jung Woo dengan semangat mengatakan dia punya sebuah posisi yang sangat cocok untuk Won Bin.

Posisi apa itu?

Flower.Grandpa.E05.mkv_000741639_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000744609_thumb[1]

Cleaning service! Won Bin kesal karena Jung Woo memberikan posisi penyamaran itu untuknya. Tapi dia tak sendiri, Joon Hyuk juga sama menjadi cleaning service. Joon Hyuk menyuruh Won Bin untuk mengepel saja, dia sudah mengepel 6 kali sedangkan Won Bin belum sampai 3 kali.

“Aku terlalu tua untuk membungkuk. Suruh Park Jung Woo melakukan ini bersamamu. Aku tidak sanggup.”

“Tidak bisa! Kita belum tahu jika dia mata-mata.”

Flower.Grandpa.E05.mkv_000769501_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000773838_thumb[1]

Mata Won Bin kemudian menangkap kedatangan para wanita pekerja yang menaiki tangga dan berjalan ke arah mereka. Won Bin berpose dan mengedipkan mata menggoda saat para wanita itu lewat. Namun siapalah Won Bin yang sekarang berwajah tua, boro-boro tergoda, para wanita itu menoleh pun tidak.

Joon Hyuk tertawa mengejek, apakah menurut Won Bin itu akan berhasil. Won Bin membela diri, yang penting bukan bajunya, tapi gantungan bajunya (bukan luarnya, tapi dalamnya, he..).

Flower.Grandpa.E05.mkv_000791122_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000798229_thumb[1]

Seorang wanita kemudian menghampiri Won Bin dan bertanya apa dia punya waktu. Won Bin masih dalam posenya langsung mengiyakan, dia punya banyak waktu dan juga uang.

Wanita itu berkata dengan nada manis, “Kalau begitu... bisakah Anda mengosongkan keranjang sampah di ruang tim pemasaran? Keranjang sampah kami sudah penuh.”

Flower.Grandpa.E05.mkv_000811809_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_000814178_thumb[1]

Wanita itu langsung berlalu pergi tanpa menunggu jawaban Won Bin. Won Bin kesal dibuatnya, andai saja dia memakai jas. Dia jengkel karena yang dipakainya sekarang bukan pakaian. Joon Hyuk meminta Won Bin untuk bertahan dan pikirkan Gang Suk, saat ini dia mungkin iri dengan pakaian Won Bin.

Memang, apa yang dilakukan Gang Suk?

Flower.Grandpa.E05.mkv_003441263_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_003500906_thumb[1]

Gang Suk menjadi model pakaian dalam orang tua pada musim itu. Tepatnya, bahan penelitian. Gang Suk di kelilingi 6 orang wanita yang akan melakukan penelitian mengenai produk pakaian dalam perusahaan mereka. Seorang wanita yang dugaanku adalah pimpinan di bagian itu memulai penelitian mengenai pilihan.

Warna pakaian dalam apa yang Gang Suk suka? Pink hati. Apa Gang Suk suka celana dalam ringkas (ketat) atau boxer (longgar)? Celana dalam ringkas... yang sangat ketat.

Mereka heran karena pilihan Gang Suk sangat berbeda dengan hasil survei dari kelompok orang tua sebelumnya. Gang Suk menjelaskan bahwa dirinya memiliki pengecualian. Meskipun tubuhku seperti orang tua seperti ini, sebenarnya dia masih 20-an. Gang Suk berusaha jujur. Tapi orang lain tetap tak mengerti. Wanita itu merasa senang kakek Gang Suk memiliki jiwa muda walaupun usianya sudah tua.

Flower.Grandpa.E05.mkv_003960948_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_003978048_thumb[1]

Wanita itu lalu meminta Gang Suk melepas jubah yang dikenakan Gang Suk, dan menunjukkan celana dalam yang dia berikan pada Gang Suk, yang sudah dipakai Gang Suk. Gang Suk keberatan, bagaimana mungkin dia menunjukkan celana dalamnya disana.

Wanita itu menenangkan Gang Suk, usianya 31 tahun. Dia seumuran dengan cucu Gang Suk, jadi Gang Suk jangan merasa segan, dan tanggalkan saja jubahnya. Gang Suk berseru, kalau begitu wanita itu adalah Noona-nya. Wanita itu bingung, Noona? Gang Suk segera meralat, wanita itu mirip seperti Noona-nya.

“Setelah kau mengenalku, sebenarnya aku sangat muda. Jadi, melepaskan pakaian di sini agak...” Gang Suk masih merasa tidak enak.

Flower.Grandpa.E05.mkv_004552371_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_004643295_thumb[1]

“Kalau begitu apa Anda ingin pulang?” wanita itu sudah tak sabar dan meninggikan suaranya.

Gang Suk tidak ingin pulang, dia harus berada disana. Gang Suk pun perlahan membuka jubahnya. Para wanita itu pun meminta Gang Suk berputar ke kanan dan ke kiri, mereka melakukan penelitian berdasarkan yang dilihat.

Gang Suk sebenarnya risih, tapi dia bertahan. Dan usahanya tidak sia-sia, dia melihat kantor bagian umum ada di seberang ruangannya saat ini.

***

Flower.Grandpa.E05.mkv_005117100_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_005342742_thumb[1]

Jung Woo sedang asik bermain game di ponselnya. Eun Ji datang dan memberitahu bahwa Won Bin terus-menerus menelponnya, dia marah dan mencaci maki. Dia tidak ingin bersih-bersih. Dia ingin menyamar menjadi posisi lain. Jung Woo meminta Eun Ji untuk mengatakan tidak pada Won Bin. Pada usia mereka (yang sekarang), mereka tidak bisa masuk sebagai karyawan baru. Yang mereka lakukan sekarang inilah yang paling cocok.

Eun Ji penasaran apa Jung Woo tidak khawatir. Jung Woo tidak khawatir, apa yang bisa mereka lakukan jika mereka marah. Tapi bukan itu maksud Eun Ji. Yang Eun Ji maksud, apa Jung Woo khawatir jika mata-mata itu menyadap ponsel Jung Woo dan menyerangnya.

“Kenapa? Apa kau khawatir padaku?” tanya Jung Woo sumringah.

Flower.Grandpa.E05.mkv_001052749_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_001142004_thumb[1]

Eun Ji menyangkal, dia hanya penasaran. Jung Woo tetap menganggap Eun Ji khawatir, dan itu membuatnya senang. Dan game yang dia mainkan di ponsel juga menjadi menyenangkan, ada karakter yang sangat mirip dengan Joon Hyuk sehingga membuatnya sebal. Jung Woo bahkan menunjukkan karakter dalam game itu pada Eun Ji. Tapi Eun Ji malah tersenyum malu-malu, Penyidik Lee-nya terlihat lebih tampan dalam kehidupan nyata. Tampan sekali.

***

Flower.Grandpa.E05.mkv_006241137_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_006260740_thumb[1]

Joon Hyun menerima sebuah pesan, entah dari siapa, yang memberitahu bahwa para karyawan sudah pulang kerja. Joon Hyuk juga memberitahukan hal itu pada Won Bin. Mereka bergegas beres-beres untuk menjalankan misi. Namun, ada seorang wanita, Kepala Bagian Kebersihan menyapa mereka.

Wanita itu mencoba menggoda Won Bin, dan menawarkan diri memijat pundak Won Bin karena pasti pegal setelah bekerja dan Won Bin tidak punya istri. Wanita itu langsung memijat pundak Won Bin, membuat Won Bin risih. Won Bin tidak pernah suka badannya di pegang oleh siapapun. Wanita itu tampaknya menyukai Won Bin, dia mencubit pipi Won Bin yang menurutnya sebagai sanjungan khusus karena Won Bin sudah bekerja dengan baik hari ini.

Flower.Grandpa.E05.mkv_001267213_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_001517880_thumb[1]

“Apa yang kau sentuh dengan tanganmu yang kotor itu? Oh, aku merasa pusing!” Won Bin merengek.

“Apa? Tangan yang kotor?” Wanita itu tersinggung, “Pergi ke toilet lantai B1 sekarang juga!”

Wanita itu menyuruh Won Bin menyedot toilet yang tersumbat. Won Bin mencoba menghindar, perutnya lemah, dia bahkan tidak tahan dengan bau kotorannya sendiri. Wanita itu mengancam Won Bin untuk segera berhenti jika tidak mau melakukannya. Joon Hyun menengahi dan berkata bahwa Won Bin akan melakukannya.

***

Flower.Grandpa.E05.mkv_001225922_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_001977505_thumb[1]

Joon Hyuk dan Gang Suk masuk ke kantor bagian umum. Mereka mencoba membobol password komputer yang ada disana. Satu komputer berhasil dibuka. Gang Suk merasa senang dan mengambil selfie. Joon Hyuk bahkan memuji Gang Suk juga. Dia pikir Gang Suk odoh, tapi ternyata dia cukup lihai dalam hal itu.

Gang Suk mengaku dirinya sebagai seorang fanatik komputer. Joon Hyuk membenarkan, bahkan larva jangkrik pun mampu menggelinding. Gang Suk kemudian bilang kalau dia juga punya bakat dalam bidang mode, dia sendiri tidak sadar memiliki bakat itu (maksudnya adalah menjadi model). Gang Suk bahkan menulis dalam SNS nya bahwa hari ini adalah hari dia dilahirkan kembali.

Flower.Grandpa.E05.mkv_001653014_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_001670531_thumb[1] 

Joon Hyuk meminta Gang Suk berhenti bicara dan kembali melakukan pekerjaannya. Joon Hyuk melihat foto seorang pria dan anaknya yang ada di meja komputer pertama.

Flower.Grandpa.E05.mkv_001807334_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_001889917_thumb[1]

Gang Suk mengeluhkan komputer yang saat ini ada di depannya. Komputer itu menggunakan proteksi 2-3 kali. Itu benar-benar pekerjaan seorang profesional. Joon Hyuk sepertinya punya firasat dan menanyakan meja milik siapakah itu. Jeon Hae Jin.

Flower.Grandpa.E05.mkv_001990434_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002085946_thumb[1]

Kemudian terdengar derap langkah memasuki kantor itu. Joon Hyuk segera mengajak Gang Suk bersembunyi. Kepala bagian umum dan anggotanya masuk ke dalam ruangan. Tampaknya mereka selesai rapat, penyampaian presentasi dari Kepala Bagian tentang rancangan suatu bisnis.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002198975_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002364974_thumb[1]

Di dalam sebuah lemari Joon Hyuk dan Gang Suk bersembunyi. Joon Hyuk mempertanyakan informasi Gang Suk sebelumnya yang bilang bahwa para karyawan sudah pulang. Gang Suk juga merasa heran.

Dan tanpa diharapkan, ponsel Gang Suk berbunyi. Joon Hyuk mencoba mengambil ponse Gang Suk tapi itu membuatnya kegelian. Dan entah kenapa Gang Suk juga tidak segera menjawab telponnya.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002496772_thumb[1]

Suara itu pastilah terdengar oleh orang-orang di luar. Mereka heran kenapa tidak ada yang menjawab telpon salah satu diantara mereka. Lalu pandangan mereka tertuju pada sebuah lemari di ujung meja.

***

Bersambung ke bagian 2~

***

Cuap-cuap:

Ada beberapa permainan kata Jung Woo yang tidak aku tulis, garing.. Episode ini kurang greget sebenarnya, mungkin karena itu aku kehilangan mood. Tapi tetap akan aku lanjutkan koq.. :)

Comments

  1. hmm kurang greget ya mbak..
    @switlov_style

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. makanya kemarin mood-nya turun mau nulis, hehe

      Delete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts