KKothalbae Soosadae Episode 5 – 2

Flower.Grandpa.E05.mkv_001301664_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_001502281_thumb[1]

Mendengar sumber suara berasal dari dalam lemari, mereka pun membuka lemari dan menemukan dua kakek berada disana. Kepala Bagian bertanya apa yang mereka lakukan. Gang Suk terdiam, bingung mau menjawab apa. Joon Hyuk lebih tanggap, dia beralasan bahwa mereka adalah petugas kebersihan yang sedang membersihkan lemari. Entah kenapa pintunya bisa tertutup.

Gang Suk menyambung omongan Joon Hyuk, dia juga tidak tahu kenapa bisa tertutup. Joon Hyuk segera pergi dari sana di bawah tatapan heran dari semuanya. Gang Suk juga permisi setelah sebelumnya menutup lemari. Ada seorang wanita yang menatap Joon Hyuk dan Gang Suk dengan curiga.

Flower.Grandpa.E05.mkv_001727505_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_001805917_thumb[1]

Jung Woo menerima telpon dari Joon Hyuk untuk mencari informasi mengenai Jeon Hae Jin. Jung Woo mengerti dan akan menyelidikinya. Jung Woo menutup telpon, dan dia sangat terkejut mendapati Deputy Choi yang berada disampingnya, sangat dekat. Mungkin Deputy Choi juga menguping.

Deputy Choi tertawa, kenapa Jung Woo terkejut. Tentu saja Jung Woo terkejut. Jung Woo kemudian bertanya kenapa Deputy Choi kesana. Deputy Choi beralasan Komisaris Park (ayah Jung Woo) mencarinya, dan dia kesana untuk memberitahu Jung Woo.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002104548_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002225502_thumb[1]

Jung Woo heran, Deputy Choi kan tinggal menelpon saja, kenapa Deputy Choi sampai datang ke kantornya.

Deputy Choi kembali beralasan lagi kalau dia hanya kebetulan saja dan ingin melihat apakah Jung Woo bekerja dengan baik. Deputy Choi bertanya dimana anggota tim yang lain. Jung Woo bilang bahwa mereka sudah pulang, dan Jung Woo juga permisi pulang. Setelah Jung Woo keluar, Deputy Choi tersenyum sinis.

***

Flower.Grandpa.E05.mkv_002334777_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002351043_thumb[1]

Joon Hyuk dan Gang Suk pulang. Disana ada Yoo Ra yang sedang berkumpul dengan ayah, ibu dan Soo Jung. Joon Hyuk bertanya untuk apa Yoo Ra kesana. Yoo Ra beralasan dia hanya ingin menjenguk ayah dan ibu.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002676785_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002696805_thumb[1]

Saat Gang Suk sudah permisi masuk ke kamarnya, Yoo Ra dan yang lain mengerubungi Joon Hyuk. Yoo Ra memberitahu bahwa Gang Suk sedang berulang tahun. Joon Hyuk yang hafal identitas Gang Suk mengatakan bahwa dia rasa ulang tahun Gang Suk bukan hari ini. Tapi Soo Jung yakin, soalnya di SNS Gang Suk menulis bahwa hari ini adalah hari dia dilahirkan kembali (padahal tadi Gang Suk bilang kalau itu untuk dia yang menyadari bakat modenya).

Ibu menambahkan, karena itulah mereka menyiapkan pesta kejutan. Ibu menyuruh ayah mengambil kuenya.

Flower.Grandpa.E05.mkv_003178952_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_003121812_thumb[1]

Mereka kemudian pelan-pelan membuka pintu kamar dan masuk sambil menunduk. Saat mereka semua mendongak, betapa terkejutnya mereka melihat Gang Suk yang sedang mengenakan celana dalam. Gang Suk pun tak kalah terkejut dan segera menutup bagian tubuhnya.

“Oh, Ibu, mataku. Apa mataku sedang membusuk? Aku melihat semuanya!” Soo Jung ditarik Joon Hyuk keluar.

“Aku juga mengenakan warna pink yang sama! Bagaimanapun juga, luar biasa!” Giliran Yoo Ra yang ditarik keluar oleh Joon Hyuk.

Flower.Grandpa.E05.mkv_003271127_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_001526038_thumb[1]

Gang Suk merasa tidak nyaman dan merengek meminta mereka keluar.

“Bagaimanapun juga, Tetua, dengan umurmu itu, tubuhmu cukup bagus.” Ibu menutupi wajahnya dengan jari yang terbuka. Ayah langsung mendorong ibu keluar dan menyimpan kuenya di lantai. Ayah juga keluar dan menutup pintu.

***

Flower.Grandpa.E05.mkv_001702464_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_001975236_thumb[1]

Sekarang mereka semuanya berkumpul di ruang tengah. Gang Suk meminta maaf pada semuanya tentang kejadian sebelumnya, dan memberitahu bahwa dia menjadi model celana dalam. ibu takjub, tidak semua orang bisa menjadi model celana dalam. karena sebagai pria ‘itu’nya harus bagus. Ibu dan Yoo Ra menahan tawa.

Gang Suk menyombongkan diri, saat dia ke pemandian umum semua orang iri padanya. Ayah menggerutu, apa semua orang yang bukan model celana dalam memiliki kekurangan. Ayah menilai itu tidak sopan. Ibu menantang ayah untuk menatap langit dan katakan bahwa ayah tidak punya kekurangan disana. Ayah tak mengerti apa maksud ibu dengan kekurangan.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002181274_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002336012_thumb[1]

“Oh, apa kekuranganmu? Akan kukatakan dalam 4 kata, jadi dengarkan baik-baik: Tidak-ada-bagus-bagusnya. Tidak berguna.” Ujar ibu membuat Yoo Ra kembali menahan tawa.

Ayah merajuk, disana ada anak-anak. Soo Jung tak menanggapi pembicaraan mereka. Soo Jung berteriak kesal pada Gang Suk, matanya rusak karena Gang Suk. Soo Jung meminta Gang Suk bertanggung jawab. Mendengar itu, Gang Suk malah senang dan langsung menggenggam tangan Soo Jung.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002416509_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002542051_thumb[1]

“Sungguh? Bolehkah aku bertanggung jawab? Aku akan bertanggung jawab padamu seumur hidupku.” Ujar Gang Suk dengan bahagia. (Gang Suk suka sama Soo Jung kayaknya..)

Joon Hyuk geram dan langsung memiting Gang Suk. Ayah juga ikut memukuli Gang Suk dengan penggaruk punggung.

***

Flower.Grandpa.E05.mkv_002771029_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002910334_thumb[1]

Gang Suk menghampiri Joon Hyuk dan Won Bin yang sedang mengepel di lobi perusahaan Losh. Gang Suk memberitahu mereka bahwa dia sudah membawa program untuk meretas firewall.

Di lobi, masuk Kepala Bagian kantor umur bersama tim, yang didalamnya ada seorang wanita bernama Jeon Hae Jin. Joon Hyuk memperhatikannya dengan tajam.

Flower.Grandpa.E05.mkv_001656000_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_001816160_thumb[1]

Kepala Bagian, marah pada bawahannya yang baru memberitahu dia bahwa jadwalnya berubah. Karyawan yang memakai kacamata meminta maaf, dia sudah lupa. Kepala Bagian masih marah, apa karyawannya itu tidak tahu dasar kepercayaan adalah menepati waktu. Jika klien mereka marah dan tidak menerima rancangan bisnis itu, apa karyawannya itu mau bertanggung jawab. Karyawan itu hanya menunduk minta maaf.

Pintu lift terbuka, Kepala Bagian masuk lebih dulu diikuti oleh para karyawannya.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002113123_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002222398_thumb[1]

Lift tiba-tiba mati. Seseorang mencoba memencet tombol darurat, tapi tidak berfungsi. Kemudian salah satu dari mereka meminta semuanya menghubungi nomor panggilan darurat. Semua orang mengeluarkan ponsel yang mencoba menghubungi 119.

Setelah beberapa saat tersambung, lift kembali menyala. Mereka semua lega, tapi kemudian menjerit kaget saat melihat Kepala Bagian yang tergeletak di lantai lift. Tak bernyawa.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002764188_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002883057_thumb[1]

Polisi dan tim forensik segera datang mengolah TKP. Joon Hyuk dan Won Bin yang menyamar juga menyaksikan hal itu. Lalu datang pula Jung Woo dan Eun Ji. Jung Woo menutup mulutnya tak percaya melihat penampilan dua rekannya.

Dengan sigap Joon Hyuk mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan pada Jung Woo, kenapa Jung Woo dan Eun Ji ada disana. Jung Woo membalas, dia mengajukan permintaan pada ayahnya yang seorang komisaris polisi itu. Joon Hyuk mengirim pesan lagi, apa penyebab kematian kepala bagian itu. Jung Woo belum tahu karena tim forensik tidak menemukan bekas luka apapun. Tapi mungkin pelakunya mudah ditemukan. Pelakunya adalah orang yang berada di dalam elevator.

Flower.Grandpa.E05.mkv_003223396_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_003334340_thumb[1]

Jung Woo dan Eun Ji mengumpulkan orang-orang yang ada di lift bersama kepala bagian. Jung Woo memberitahu mereka bahwa polisi melakukan autopsi untuk mencari penyebab kematian sesungguhnya. Namun, ada kemungkinan lain yang belum polisi ketahui, jadi dia meminta kerja samanya dalam penyelidikan.

Seorang karyawan perempuan, bertanya apakah ada kemungkinan pembunuhan. Eun Ji membenarkan bahwa kemungkinan seperti itu selalu ada. Jung Woo menambahkan jika memang benar kejadian itu pembunuhan, maka kemungkinan salah satu dari mereka adalah pelakunya cukup tinggi. Jung Woo bertanya apakah ada seseorang yang mereka curigai di antara mereka.

Flower.Grandpa.E05.mkv_003730568_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_003788126_thumb[1] 

Seorang karyawan pria menuduh Jo Eun, karyawan perempuan yang sebelumnya. Menurutnya Jo Eun pernah berkata bahwa lebih baik kepala bagian (Kepala Oh) itu mati saja. Jo Eun tak terima, dia memang pernah mengatakan hal itu, tapi bukankah mereka semua punya pikiran seperti itu. Jung Woo pun menatap semuanya yang terlihat gelisah.

Flower.Grandpa.E05.mkv_004061732_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_004083420_thumb[1]

Jo Eun bercerita, Kepala Oh memang breng***. Jika mereka lulusan kampus di daerah dan keluarga mereka miskin, mereka tidak akan diperlakukan seperti manusia oleh Kepala Bagian Oh.

Pernah suatu ketika, Kepala Bagian Oh melempar hasil kerja Jo Eun. Dia berkata jika Jo Eun tidak bisa bekerja, setidaknya wajah Jo Eun harus cantik. Jika tidak cantik, setidaknya kepribadian Jo Eun harus baik. Jo Eun protes, tidakkah kata-kata Kepala Oh terlalu kasar. Kepala Oh makin menghina Jo Eun, orang yang tidak punya apa-apa selalu dibesarkan dengan buruk.

Flower.Grandpa.E05.mkv_004150987_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_004547633_thumb[1]

Jo Eun bilang Asisten Manajer Lee (karyawan pria yang menuduh Jo Eun) juga tidak menyukai Kepala Oh. Ketika dia mengajukan proposal pada atasan seperti yang diminta Kepala Bagian Oh dan gagal, dia ditampar Kepala Oh karena melaporkan pada atasan bahwa dia menulisnya seperti perintah Kepala Oh.

Saat itu Kepala Oh juga mengancam AssMan Lee, jika dia ingin bertahan di perusahaan harus mengikuti alur yang berlaku. Dan menyenangkannya adalah jalan pintas untuk bertahan di perusahaan ini. Kepala Oh marah karena AssMan Lee berani membuka mulut pada atasa. Dan karena masalah itu, saat AssMan Lee ingin meminta pinjaman dari perusahaan untuk membiayai pengobatan ibunya, Kepala Oh menghalanginya.

Flower.Grandpa.E05.mkv_001889550_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002049292_thumb[1]

Dan AssMan Jeon Hae Jin mengalami pelecehan seksual dari Kepala Oh. Joo Eun mengetahui jika Hae Jin melapor pada atasan dan hampir ingin mengundurkan diri.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002252412_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002533108_thumb[1]

Satu kata dari Jo Eun untuk Kepala Oh, baji****. Di samping kekasarannya pada para bawahan, dia sendiri sangat menjaga tubuhnya. Dia tidak lembur dengan alasan terlalu berat baginya, dan membuat para bawahan melakukan semua hal berat. Dan jika dia tidak naik elevator, maka para bawahan juga tidak diizinkan naik elevator. Dia tidak naik elevator karena liver berlemak. Dan dia sangat menekankan bahwa berjalan kaki paling baik untuk kesehatan.

Manajer Jung, karyawan berkacamata yang tadi di marahi Kepala Oh sebelum meninggal, protes. Menurutnya sekarang Kepala Oh sudah meninggal, apa kata-kata Jo Eun dan yang lain tidak berlebihan. Jo Eun pun terdiam.

***

Flower.Grandpa.E05.mkv_001941284_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002065575_thumb[1]

Eun Ji dan Jung Woo pergi ke lab forensik. Dokter forensik mengatakan wajar saja jika mendiang Kepala Oh memilih memakai tangga karena dia memakai alat pacu jantung. Untuk menjaga jantungnya, memang sebaiknya naik tangga. Selain itu dia tidak boleh bekerja terlalu keras dan mengambil lembur.

Lalu Jung Woo bertanya apa penyebab kematiannya. Dokter menjelaskan, ada masalah dengan jantungnya. Alat pacu jantungnya tidak berfungsi dan menyebabkan gagal jantung. Situasi ini jarang terjadi, tapi guncangan akibat elevator tiba-tiba macet dapat menyebabkan alat itu tidak berfungsi. Jung Woo mengangguk tanda mengerti.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002478487_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002453879_thumb[1]

Kemudian mereka pergi menemui istri mendiang Kepala Oh di pemakaman. Istri Kepala Oh memberitahu bahwa Kepala Oh menggunakan alat pacu jantung sejak tahun lalu, dan sepertinya tidak satupun bawahan Kepala Oh mengetahuinya. Jung Woo heran kenapa begitu.

“Kabarnya dia termasuk dalam daftar karyawan yang akan naik pangkat. Jika kesehatannya buruk, perusahaan mungkin akan mencoret namanya dari daftar itu. Karena itu dia sangat merahasiakannya.”

“Lalu apa dia memeriksakan alat pacu jantungnya dengan teratur?” tanya Eun Ji dengan mulut penuh makanan.

“Tentu saja. Dia memeriksakannya minggu lalu dan katanya tidak ada masalah sama sekali.”

Flower.Grandpa.E05.mkv_002943116_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_003119542_thumb[2]

Putra Kepala Oh memanggil ibunya dan mendekat bersama Manajer Jung. Jung Woo menyapa Manajer Jung. Istri Kepala Oh berterima kasih pada Manajer Jung. Manajer Jung meminta istri Kepala Oh untuk tidak khawatir, dia akan menjaga Do In, anaknya. Do In lalu menyuruh Manajer Jung untuk mengambilkan kue. Manajer Jung pun pamit pergi lagi bersama Do In.

Flower.Grandpa.E05.mkv_003327666_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_003431520_thumb[1]

Setelah Manajer Jung pergi, istri Kepala Oh bilang bahwa Manajer Jung benar-benar orang yang baik. Dia sering membantu keluarga mereka. Eun Ji pun tak heran lagi putra Kepala Oh menjadi sangat dekat dengan Manajer Jung. Istri Kepala Oh membenarkan, putra Manajer Jung dan putranya teman satu kelas, wajar jika mereka dekat.

Flower.Grandpa.E05.mkv_003449872_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_003467389_thumb[1]

Kemudian Jung Woo dan Eun Ji menanyai Manajer Jung, apakah dia tahu Kepala Oh menggunakan alat pacu jantung. Tapi Manajer Jang juga tidak tahu, dan sejujurnya dia jug kesulitan untuk naik-turun tangga. Jung Woo bilang bukan hanya itu yang membuat Manajer Jung kesulitan.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002197991_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002256800_thumb[1]

Seseorang memberitahu Jung Woo bahwa Kepala Oh sangat jahat terhadap Manajer Jung. Karena Manajer Jung adik kelasnya di SMA, dia diperlakukan seperti budak. Belikan popok bayi. Ambilkan pembalut untuk istrinya. Dia bahkan menyuruh Manajer Jung untuk menggantikannya memisahkan sampah daur ulang.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002382342_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002470346_thumb[1]

Meskipun begitu, Manajer Jung tetap datang ke pemakamannya. Jung Woo menebak hubungan Manajer jung dengan Kepala Oh pasti erat. Selain seniornya saat SMA, anak-anak mereka juga akrab, jadi Manajer Jung bilang mereka dekat seperti keluarga.

***

Flower.Grandpa.E05.mkv_002555014_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002728103_thumb[1]

Joon Hyuk, Gang Suk, dan Won Bin, masih berusaha membuka proteksi komputer Hae Jin. Gang Suk membahas masalah kematian Kepala Oh yang dia kira sebagai pembunuhan. Semua orang punya motif untuk membunuh. Siapa yang menyangka kalau dunia pekerja kantoran sangat penuh perjuangan.

Joon Hyuk mengingatkan Gang Suk pada pekerjaan utamanya. Gang Suk meminta Joon Hyuk untuk tidak khawatir, kali ini dia pasti bisa menembusnya.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002817776_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002834042_thumb[1]

“Apa yang kalian lakukan?” tiba-tiba Hae Jin muncul.

Won Bin langsung tanggap dengan bilang mereka sedang bersih-bersih. Tapi Hae Jin tahu kalau mereka dari kepolisian.

Flower.Grandpa.E05.mkv_003048005_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_003133507_thumb[1]

Hae Jin kemudian bicara dengan mereka di sebuah ruangan sepi. Hae Jin menunjukkan kartu identitas kepolisiannya, dia adalah anggota Divisi Penyelidikan Khusus. Joon Hyun menanyakan kenapa Divisi Khusus ada disana. Hae Jin menjelaskan bahwa mereka juga sedang mengusut tentang Goldfish. Mereka mendapat informasi bahwa ada dana ilegal dari perusahaan ini yang mengalir ke Goldfish. Dan Lee Joo Won adalah orang dalamnya.

“Goldfish adalah organisasi kejahatan besar yang berkedok sebagai perusahaan biasa. Bahkan Lee Joo Won pun, yang pernah menjadi anggotanya, tidak tahu detail sebenarnya organisasi ini.” Tutur Hae Jin.

Flower.Grandpa.E05.mkv_004110731_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_004150771_thumb[1]

Gang Suk penasaran bagaimana Hae Jin tahu mereka adalah polisi. Ternyata ada jejak Gang Suk menyentuh komputernya, dan Hae Jin menyelidiki latar belakang mereka untuk jaga-jaga. Dia sedikit terkejut dengan umur mereka. Won Bin yang tampak tertarik pada Hae Jin mencoba untuk menjelaskan tentang usia mereka, tapi Joon Hyuk menghentikannya. Joon Hyuk bertanya apakah Hae Jin berhasil menemukan sesuatu.

Hae Jin bilang dia sedang menyelidikinya, tapi tiba-tiba kejadian itu terjadi. Hae Jin balik bertanya bagaimana pendapat Joon Hyuk mengenai kasus kematian Kepala Oh. Karena dari sudut pandangnya, dia pikir iru adalah kasus pembunuhan. Saat itu dia berada di tempat kejadian. Rasanya aneh jika panggilan darurat elevator tidak berbunyi. Terlebih lagi, sebelum elevator 2 yang mereka naiki berhenti, elevator 1 telah berhenti selama satu menit. Bukankah itu mencurigakan.

Flower.Grandpa.E05.mkv_004496949_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_004785570_thumb[1]

Bukannya menanggapi, Won Bin malah mencoba merayu Hae Jin, “Sebenarnya saat ini hatiku sedang berapi-api.”

Hae Jin langsung berkata, walaupun sebenarnya tidak ingin, bahwa dia tidak suka usia yang terpaut jauh. Dan memanggil Won Bin dengan sebutan ‘Kakek’. Won Bin syok dipanggil seperti itu, dan sekali lagi akan memberitahu masalah usia itu. Tapi lagi-lagi Joon Hyuk menghentikannya, dan kali ini Gang Suk menyeret Won Bin keluar. Hae Jin dan Joon Hyuk tertawa.

***

Flower.Grandpa.E05.mkv_004900685_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_004959911_thumb[1]

Joon Hyuk dan Won Bin mengintip Jung Woo dan Eun Ji yang sedang menginterogasi petugas lift tentang hari itu. Biasanya yang bekerja dua orang, tapi karena saat itu jam makan siang, dia bekerja sendirian. Tentang elevator yang mati, dia pikir itu karena mesinnya tidak berfungsi dengan baik. Untuk mengetahui penyebabnya, mereka harus melakukan inspeksi penuh.

“Menurut orang-orang di elevator, tombol panggilan darurat tidak berfungsi. Apa kau tidak mendengar panggilan mereka?”

“Itu... Sebenarnya, aku sedang di toilet. Aku kebelet. Sayang sekali kejadian itu terjadi saat itu.” petugas itu membuat alasan. Dia menyesal, seharusnya dia cepat buang air dan kembali. Dia pergi ke toilet di B1 karena di lantai itu toiletnya rusak, karena itu dia sedikit lama.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002579154_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002748906_thumb[2]

Won Bin teringat bahwa pada hari itu, dia disuruh Kepala Kebersihan yang marah padanya untuk membersihkan toiler B1 yang tersumbat. Won Bin menginterupsi interogasi itu dan meminta ijin bicara. Jung Woo pura-pura tidak mengenalnya, tapi mempersilahkan Won Bin bicara. Won bin bilang dia mendengar petugas itu menyebut toilet B1, apakah petugas itu yakin? Petugas itu mengiyakan dengan yakin.

“Aneh. Hanya ada dua bilik di sana. Bilik mana yang kau masuki?” tanya Won Bin.

Petugas itu tampak berpikir, “Bilik kedua. Ada seseorang di bilik pertama, karena itu aku pergi ke bilik kedua.”

“Oh, benarkah? Aneh. Jamban bilik kedua tersumbat sepanjang hari. Karena itulah aku berusaha menyedotnya. Tapi saat itu aku tidak berhasil. Karena itulah aku memasang tanda "Rusak" di pintu biliknya. Tidak mungkin kau buang air di toilet yang rusak.”

Flower.Grandpa.E05.mkv_003023764_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_003139713_thumb[1]

Petugas itu pun tak bisa berbohong lagi, dia tidak mengatakan itu karena takut ditahan, tapi sebenarnya dia ketiduran dan tidak sengaja memencet tombol berhenti elevator. Ini murni sebuah kesalahan. Jung Woo masih penasaran apa petugas itu tidak mendengar panggilan darurat. Petugas itu membenarkan.

Petugas itu kemudian mendapat telpon dari sang istri yang menanyakan apakah dia akan pulang atau tidak, dan menuduhnya memiliki selingkuhan. Petugas itu menyangkal, dari mana dia punya uang untuk selingkuh. Petugas itu menutup telpon dengan kesal.

Petugas itu kembali berkata pada Jung Woo bahwa dia tertidur dan tidak mendengar panggilan itu. Dia meminta maaf. Jung Woo tersenyum dan berkata bahwa dia mengerti.

***

Flower.Grandpa.E05.mkv_003586825_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_003743648_thumb[1]

Tim berkumpul di ujung lorong, minum Gang Suk. Won yakin petugas itu menyembunyikan sesuatu. Sepertinya dia memiliki wanita simpanan dan sepertinya hubungannya dengan istrinya buruk. Dia memakai cincin pasangan yang harganya mahal, tapi dia bilang dia tidak punya uang pada istrinya tapi dia bisa membeli cincin pasangan.

Flower.Grandpa.E05.mkv_003915903_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_003952606_thumb[1]

Jung Woo mempertanyakan Hae Jin yang menduga kalau itu pembunuhan. Joon Hyuk membenarkan, tapi Hae Jin tidak tahu siapa pembunuhnya dan bagaimana cara pembunuhannya. Jung Woo merasa heran, bagaimana bisa agen rahasia tapi tidak mengetahui apapun. Won Bin membela Hae Jin, ada beberapa hal yang wajar tidak diketahui. Mengetahui segalanya tidaklah menarik.

Jung Woo pun tahu maksud Won Bin yang tertarik pada Hae Jin, “Oh. Dia cantik?”

“Tentu saja. Dia tipe wanita idamanku. Ketika aku bersamanya, ada saatnya aku merasa lunglai seperti cumi-cumi.” Ujar Won Bin lebay.

Mendengar kata cumi-cumi, Eun Ji langsung ingat makanan. Tetot.

Flower.Grandpa.E05.mkv_004194514_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_004280433_thumb[1]

Bagaimanapun juga, karena dia mencurigakan, Gang Seok dan Joon Hyuk akan memeriksa kantornya. Tapi dimana Gang Suk? Jung Woo celingukan mencari Gang Suk, dia tidak melihatnya.

Flower.Grandpa.E05.mkv_002506282_thumb[1] Flower.Grandpa.E05.mkv_002613171_thumb[1]

Gang Suk sedang menikmati perannya sebagai model pakaian dalam. Dia tak sungkan dan malu lagi. Bahkan dia menunjukkan pose dan gerakan-gerakan yang membuat para wanita yang sedang meneliti tertawa.

Joon Hyuk mengintip dan ikut tertawa melihat Gang Suk yang benar-benar menikmati perannya.

***

Bersambung ke bagian 3~

***

Cuap-cuap:

Curiga sama Hae Jin, keberadaannya disana untuk apa. Apa mungkin mata-mata yang dimaksud Joo Won itu bukan Deputy Choi, tapi Hae Jin..

Comments

  1. Mbak Mumu SEMANGAT !!!!!
    Selalu mampir sini tp baru nulis komen... ^_^ v
    Slalu ditunggu lhoh mbak sinopnya. :)
    Hwaiting !!!

    ReplyDelete
  2. Goldfish.. goldfish. Perusahaan apakah dirimu?? Jualan ikan mas ya? :v
    @switlov_style

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts