Kkothalbae Soosadae Episode 6 – 2

Flower.Grandpa.E06.mkv_001273350_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001280927_thumb[1]

Joon Hyuk yakin kasus Manajer Shin adalah kasus pembunuhan. Dia bertanya perkiraan waktu kematiannya. Won Bin bilang antara jam 8-11 malam. Jung Woo juga memberitahu bahwa alibi Kang Seol Hee telah dipastikan. Dia sedang di lokasi syuting, dan ibunya memang berada di tempat pijat.

Eun Ji dan Gang Suk kembali. Mereka sudah memeriksa alibi peramal itu, dan memang benar dia sedang melakukan pengusiran iblis. Eun Ji memastikannya dengan rumah tempat dia mengusir iblis. Jung Woo bermain kata, ‘pengusiran iblis’ dengan ‘sangat bagus’ (pengucapannya terdengar sama ‘good’). Yang tertawa, hanyalah Eun Ji.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001287911_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001291876_thumb[1]

Jung Woo merasa heran dengan raut wajah Gang Suk yang tak biasa. Gang Suk merasa kepalanya pusing, dan tubuhnya terasa lemah, dan tiba-tiba tubuhnya gemetaran. Namun ternyata yang membuatnya gemetaran adalah ponselnya yang berdering dalam mode getar.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001307660_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001320428_thumb[1]

Nampaknya Gang Suk terpengaruh oleh perkataan peramal itu. Dan Won Bin juga merasa cemas. Dia bertanya pada Joon Hyuk apa ada barangnya yang dicuri, karena peramal itu bilang Joon Hyuk lalai. Joon Hyuk kesal dan menyebut Won Bin tidak punya lipatan otak seperti Gang Suk. Apa tidak ada lagi yang bisa mereka percaya selain perkataan peramal itu.

Won Bin juga kesal disebut seperti itu. Dia mengumpat Joon Hyuk, lihat saja nanti kalau Joon Hyuk benar-benar dirampok.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001333510_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001345315_thumb[1]

Dan ternyata ramalan peramal itu mungkin saja benar, karena meja Joon Hyuk di kantor menjadi berantakan. Seperti bekas seseorang yang mencari sesuatu dengan kasar.

Joon Hyuk dan yang lain masuk ke dalam kantor dan terkejut dengan apa yang terjadi. Gang Suk menebak pasti benar-benar ada pencuri. Jung Woo langsung menanyakan keberadaan kotak musik itu, apa mungkin kotak musik itu yang hilang. Joon Hyuk bilang tidak. Karena sepertinya kotak musik itu tidak disimpan di kantor.

Eun Ji yang belum tahu bertanya tentang kotak musik itu. Akhirnya Joon Hyuk memberitahu yang lain bahwa sebelum Lee Joo Won meninggal, dia mengirimkan adiknya sebuah kotak musik agar disampaikan pada mereka.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001356067_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001375130_thumb[1]

Won Bin bertanya dimana benda itu, kenapa Joon Hyuk tidak memberitahu mereka. Joon Hyuk meminta semuanya untuk tidak khawatir, dia menyimpan kotak musik itu dengan baik. Jung Woo bertanya dimana Joon Hyuk menyimpannya. Tapi Joon Hyuk tidak mau memberitahu Jung Woo. Dia malah curiga pada Jung Woo yang mungkin melakukan hal itu, karena hanya Jung Woo yang tahu dia menyimpan kotak musik itu.

“Hei, kau mulai lagi! Apa kau akan terus seperti ini padaku?! Apa kau tidak akan memberitahuku di mana kotak musik itu? Wow, tekanan darahku meningkat! Whoa, temperamenku naik! Wow, semuanya meningkat. Wow, sungguh.” Jung Woo sungguh kesal, tapi begitu ponselnya berbunyi dia langsung sumringah, ‘Omo, bahkan sahamku ikut naik.”

Flower.Grandpa.E06.mkv_001389734_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001396861_thumb[1]

Gang Suk bilang bagaimanapun peramal itu benar, bahwa Joon Hyuk memang lalai. Gang Suk kemudian kembali merasa kepalanya tiba-tiba berputar dan merasa sangat pening. Gang Suk menyemangati dirinya sendiri bahwa dia tidak bisa seperti itu, dia masih harus tetap hidup. Gang Suk berolahraga mengangkat beban.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001406442_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001414743_thumb[1]

Won Bin meminta Joon Hyuk memberitahunya dimana kotak musik itu disimpan. Joon Hyuk akan memberitahu Won Bin nanti, kalau Jung Woo tidak ada disana. Jung Woo yang kesal meminta Joon Hyuk juga memberitahunya, mereka kan berteman.

Joon Hyuk mendapatkan telpon dari si peramal yang meminta tolong.

***

Flower.Grandpa.E06.mkv_001491948_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001498867_thumb[1]

Peramal itu diseret oleh beberapa preman keluar dari tempat prakteknya. Preman pimpinan bertanya pada peramal kapan peramal itu akan membayar uangnya. Peramal meminta preman itu untuk datang nant karena sekarang ada banyak pelanggan. Preman itu berteriak, lalu mengancam akan menghancurkan tempat itu jika peramal tidak mau membayar sekarang juga.

“Beraninya kau, dasar bajingan! Beraninya kau datang kemari dan menimbulkan keributan?! Apa kau tidak takut dengan Peri Agung?!” Peramal itu berteriak kesal.

Sang preman celingukan mencari dimana Peri itu. Sang preman berteriak meminta peramal memberitahu dimana Peri yang disebutkan tadi. Peramal kemudian seperti kerasukan dan berkata bahwa preman itu dikutuk mati. Waktunya tidak lama lagi, dia akan mati dijalanan. Preman itu tidak takut karena dia pergi ke gereja.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001517365_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001538351_thumb[1]

Preman itu mencengkram leher peramal, Jung Woo datang dan memukul kepala preman dengan nampan. Preman itu tak terima, dia pun menantang siapa yang sabuk hitam taekwondo. Jung Woo bilang mereka dari kepolisian. Preman itu celingukan, dia bilang Jung Woo memang mirip dengan polisi tapi tidak dengan para kakek. Anak buah preman itu tertawa.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001630724_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001642443_thumb[1]

Preman itu dan Gang Suk bertarung, tapi pelan-pelan. Mirip seperti sedang memberikan pelajaran self defense (pertahanan diri). Sampai akhirnya Gang Suk memukul preman itu. Joon Hyuk menunjukkan tanda pengenal dan mengatakan bahwa mereka benar-benar dari kepolisian. Won Bin menambahkan agar mereka bubar sebelum mereka memakai borgol sebagai gelang.

***

Flower.Grandpa.E06.mkv_001667246_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001667271_thumb[1]

Tim dan peramal berkumpul di dalam. Joon Hyuk bertanya apa peramal itu berhutang pada rentenir. Peramal membenarkan. Dia sebelumnya meminjam uang untuk membuka café, tapi karena dia gagal membayar pinjaman pada bank dia jadi pinjam uang pada rentenir. Saat itu, Manajer Shin memperkenalkannya pada pengusaha pinjaman uang yang dikenalnya. Dia bilang bunganya akan rendah, tapi kemudian dia tahu bahwa mereka adalah rekan usaha (Manajer Shin dan preman tadi). Mereka bersekongkol untuk memerasnya.

Jung Woo bertanya jadi itukah alasan peramal itu membunuh Manajer Shin? Peramal menyangkal. Mereka semua sudah tahu alibinya yang melakukan upacara pengusiran iblis.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001686210_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001693284_thumb[1]

Lalu dengan hati-hati Eun Ji menanyakan apakah preman tadi benar-benar akan mati, karena peramal tadi bilang preman itu akan mati. Peramal membenarkan, preman itu memang akan mati. Peri Agung yang mengatakannya. (sepertinya Eun Ji mulai khawatir dengan dirinya sendiri yang diramalkan akan mati juga oleh peramal itu)

***

Flower.Grandpa.E06.mkv_001719763_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001719828_thumb[1]

Gang Suk bertanya apakah teman-temannya percaya perkataan peramal tadi bahwa preman itu akan mati. Jung Woo mengingatkan bahwa dia sudah bilang untuk berhenti mengada-ada.

Won Bin lalu mengusulkan pembagian kerja. Dia dan Gang Suk akan menyelidiki hubungan Manajer Shin dan preman rentenir itu. Gang Suk menambahkan mereka akan menyelidikinya sekarang juga. Joon Hyuk mempersilahkan, itu keputusan yang tepat. Tapi Joon Hyuk heran kenapa mereka bersikap berlebihan. Gang Suk dan Won Bin tidak menjawab, mereka hanya memberikan semangat, lalu berjalan pergi sambil tertawa.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001727046_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001727094_thumb[1]

Setelah mereka berdua pergi, Jung Woo pun memberitahu Joon Hyuk kalau mereka berusaha menyemangati Joon Hyuk setelah tahu undangan Joon Hyuk sudah disebarkan. Joon Hyuk tertawa, dan menilai Won Bin dan Gang Suk adalah orang-orang yang berpikiran sederhana. Mereka tidak memikirkan apapun, hanya ingin membuat beban Joon Hyuk sedikit berkurang.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001743737_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001752066_thumb[1]

Eun Ji pamit pulang duluan karena ada urusan di rumahnya. Joon Hyuk berkata dia punya janji di sekitar rumah Eun Ji. Dia mengajak Eun Ji pergi bersama, lalu berjalan pergi duluan. Eun Ji melompat-lompat karena senang dan segera menyusul Joon Hyuk.

“Bagaimana denganku...?” ujar Jung Woo pelan, lalu menghela nafas panjang. Cemburu….

***

Flower.Grandpa.E06.mkv_001760448_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001777113_thumb[1]

Eun Ji dan Joon Hyuk berjalan bersama. Eun Ji penasaran apa Joon Hyuk sengaja ingin mengantarnya, karena mungkin dia akan mati dan Joon Hyuk mengkhawatirkannya. Joon Hyuk mengelak, menyebut Eun Ji mengada-ngada. Dia sudah bilang kalau dia ada janji. Eun Ji meminta Joon Hyuk melupakan pertanyaannya jika memang bukan begitu, dia hanya iseng menanyakannya. Selain itu dia juga suka berjalan beriringan seperti itu dengan Joon Hyuk.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001802100_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001802116_thumb[2]

“Jung Deut-bo, apa kau tidak punya harga diri? Setelah kukatakan aku tidak menyukaimu, kenapa kau masih mendekatiku?”

“Aku juga bingung. Kau tahu aku tidak pandai dalam matematika. Penjumlahan. Pengurangan. Dan berhitung. Karena itulah aku tidak pandai berkencan. Aku juga tidak mengerti. Apa yang kusukai dari dirimu, seorang kakek?”

Flower.Grandpa.E06.mkv_001813023_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001813042_thumb[1]

“Apa? Kakek?”

“Tidak, kau bukan kakek sungguhan, tapi sepertinya aku tidak bisa melupakannya.”

“Melupakan apa?”

“Aroma.” Ujar Eun Ji sambil memejamkan mata.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001831273_thumb[2] Flower.Grandpa.E06.mkv_001845239_thumb[1]

Saat itu, Eun Ji dan salah satu rekannya, mereka masih baru menjadi detektif sepertinya, ditugaskan oleh markas untuk bergabung bersama Joon Hyuk, mengawasi transaksi narkoba. Joon Hyuk terlihat frustrasi karena hanya diberi bala bantuan ‘anak-anak’. Mereka akan menyergap transaksi itu, tapi sebelum terjadi transaksi Joon Hyuk mengingatkan agar mereka jangan ikut campur.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001876091_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001891414_thumb[1]

Untuk menghilangkan kegugupan Eun Ji makan permen untuk menaikkan gula darahnya. Joon Hyuk tidak suka melihatnya, tapi Eun Ji bilang dia akan memakan permen itu dengan cepat. Eun Ji pun makan permennya, dan tersedak.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001899739_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001899765_thumb[1]

Eun Ji susah bernafas dan memukul dadanya sendiri. Joon Hyuk menepuk-nepuk punggung Eun Ji, tapi permen tidak juga keluar. Joon Hyuk kemudian menekan perut Eun Ji dari belakang beberapa kali hingga permennya keluar.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001921026_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001921058_thumb[1]

Eun Ji yang lemas tergeletak di tanah. Joon Hyuk panik dan bertanya apa Eun Ji baik-baik saja. Joon Hyuk juga mendekap Eun Ji dan membangunkannya agar segera sadar. Sambil terpejam, Eun Ji mendekatkan kepala ke dada Joon Hyuk, dan mengatakan aroma Joon Hyuk menyenangkan. Joon Hyuk kesal dan melepaskan Eun Ji begitu saja hingga Eun Ji kembali tergeletak di tanah. Tapi Eun Ji malah tersenyum, aroma yang diciumnya sungguh menyenangkan.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001956584_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001956626_thumb[1]

Mengingat aroma itu sekarang, Eun Ji masih tersenyum sambil memejamkan mata. Tanpa dia sadari ada sebuah motor berjalan dari arah belakang dengan kecepatan tinggi. Refleks, Joon Hyuk menarik Eun Ji dan mendekapnya. Dan yang muncul di benak Eun Ji adalah sosok Joon Hyuk asli.

Seperti waktu itu, Eun Ji mencium aroma Joon Hyuk, aroma yang menyenangkan.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001964954_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001964967_thumb[1]

Joon Hyuk melepaskan Eun Ji dan memintanya untuk sadar. Eun Ji tersenyum malu-malu, aroma Joon Hyuk masih sama.

“Baik waktu itu maupun sekarang, aromamu tetap sama. Hangat dan terasa manis. Syukurlah.”

Flower.Grandpa.E06.mkv_001972971_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_001972983_thumb[1]

“Omong kosong macam apa itu?” Joon Hyuk sepertinya bingung akan menanggapinya seperti apa.

Eun Ji kemudian memberitahu kalau dia sudah sampai. Eun Ji berterima kasih Joon Hyuk telah mengantarnya. Eun Ji langsung berlari masuk ke dalam. Joon Hyuk berteriak, dia tidak mengantar Eun Ji, dia ada janji.

Flower.Grandpa.E06.mkv_001996400_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_002013055_thumb[1]

Ponsel berdering, Joon Hyuk menjawabnya. Di seberang telpon Gang Suk menyampaikan pesan ibu yang bertanya apa Joon Hyuk akan makan di luar sebelum pulang. Joon Hyuk bilang janjinya dibatalkan, dan meminta Gang Suk mengatakan pada ibu kalau dia akan makan di rumah.

Setelah menutup telpon, Gang Suk mencium aroma tubuhnya sendiri. Mungkin untuk memastikan aroma yang disebutkan Eun Ji tadi.

***

Flower.Grandpa.E06.mkv_002013127_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_002021458_thumb[1]

Di rumah, Gang Suk sedang mengajarkan koreografi lagu A-PINK pada Soo Jung dan Ibu. Joon Hyuk pulang dan bertanya apa yang sedang mereka lakukan. Ayah menjelaskan penyebab semua itu karena ada kontes untuk keluarga yang katanya hadiah utamanya kulkas kimchi atau semacamnya.

Flower.Grandpa.E06.mkv_002069776_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_002093968_thumb[1]

Gang Suk mencontohkan gerakannya, dan ibu mengikutinya. Gang Suk meralat, bukan seperti itu. Gang Suk memegang pinggul ibu, membuat ayah kesal dan ingin protes tapi tak berani. Gang Suk memberikan contoh lagi, namun kali ini sesuatu keluar dari pantatnya. Gang Suk terkentut-kentut. Ibu meledek. Soo Jung membela Gang Suk. Namun akhirnya Soo Jung dan Ibu kabur bersama karena tak tahan dengan bau kentut Gang Suk. Gang Suk pun berlari sambil minta maaf, naik ke atas menuju kamar.

Flower.Grandpa.E06.mkv_002102342_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_002110655_thumb[1]

“Bagaimana bisa orang-orang..” Ayah heran dengan sikap Soo Jung dan ibu yang kabur, “Selama hidup, semua orang bisa kentut. Apa masalahnya?” tapi kemudian ayah mencium bau itu dan ikut kabur.

Joon Hyuk pun merasakan bau itu, dia menutup hidung dan segera pergi, “Anak sialan itu.”

***

Flower.Grandpa.E06.mkv_002142786_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_002142839_thumb[1]

Ayah berdiri di balkon dan menatap langit. Joon Hyuk datang menghampiri ayah, dia bilang sudah lama sekali dia berdiri bersama ayahnya seperti itu dan sering melihat cahaya bulan. Ayah bertanya apa Joon Hyuk teringat pada ayahnya. Joon Hyuk membenarkan. Ayah juga bilang dia ingat pada putranya. Joon Hyuk menoleh pada ayah. (Perhatian, ayah tidak tahu kalau Joon Hyuk adalah memang anaknya dalam tubuh kakek itu..)

“Ketika anak itu masih kecil, kami juga sering melihat bulan bersama seperti ini. Aku merindukan masa-masa itu.”

“Saat ini putramu mungkin juga sedang melihat bulan itu di suatu tempat.”

“Apa dia akan melihatnya?”

“Tentu saja..”

Flower.Grandpa.E06.mkv_002173463_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_002206771_thumb[1]

Ayah menatap langit lagi. Joon Hyuk juga, dengan jiwanya yang asli. Joon Hyuk menoleh memandang ayah yang dirindukannya itu. Ayah juga menoleh dan menjerit tertahan, ayah seolah melihat sosok Joon Hyuk (muda), tapi ternyata bukan. Mereka menatap langit lagi bersama-sama.

***

Flower.Grandpa.E06.mkv_002211195_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_002222651_thumb[1]

Jung Woo melaporkan hasil penyelidikannya mengenai Kang Seol Hee. Dalam semua artikel mengenai dirinya, keberuntungan Kang Seol Hee sungguh luar biasa. Semua film atau drama yang diperankan Kang Seol Hee, semuanya adalah milik pemeran utama wanita lainnya. Tapi mereka semua mundur entah karena kecelakaan mobil atau kebakaran tepat sebelum syuting. Dan Kang Seol Hee yang menjadi pemeran utama kedua bisa mengambil posisi itu. Dan itu sudah terjadi 4 kali. Joon Hyuk meminta Jung Woo untuk menyelidiki tentang kecelakaan salah satu artis.

Flower.Grandpa.E06.mkv_002262814_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_002266404_thumb[1]

Won Bin dan Gang Suk kemudian datang setelah menyelidiki hubungan Manajer Shin dan preman rentenir. Won Bin membawa dua berita, berita bagus dan jelek.

Jung Woo lalu bertanya pada Joon Hyuk, Joon Hyuk ingin mendengar berita bagus atau berita buruk terlebih dulu. Dia sendiri ingin mendengar berita bagus. Jung Woo bertanya dengan gaya cute. Joon Hyuk memukul kepala Jung Woo dan mengatainya seperti anak SD. Lalu Joon Hyuk meminta Won Bin mengatakan semuanya.

Won Bin: “Berita bagusnya mengenai Shin Joong Sup dan rentenir itu adalah.. aku telah mengecek transaksi perbankan mereka. Di antara keduanya sering terjadi aliran uang.”

Jung Woo: “Oh, benarkah? Kalau begitu apa kita jemput rentenir itu dan kita interogasi dia?”

Gang Suk: “Tapi... berita buruknya adalah rentenir itu, Nam Deok Goo, sudah mati.”

***

Flower.Grandpa.E06.mkv_002285934_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_002318420_thumb[1]

Preman rentenir itu memang mati, di jalanan. Eun Ji melihat sesuatu tertulis di tangannya, ‘selesai’. Gang Suk merasa itu seperti yang diramalkan peramal itu. Dan menurut Won Bin itu juga cukup mengejutkan.

Eun Ji mencium bau pemutih dari jenazah preman rentenir itu. Dan Joon Hyuk menemukan disiku preman itu ada guratan yang mirip dengan guratan yang ada disiku jenazah Manajer Shin.

***

Flower.Grandpa.E06.mkv_002328959_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_002353636_thumb[1]

Eun Ji menjelaskan mengenai kasus kematian preman rentenir. Penyebab kematiannya adalah serangan jantung akibat hipotermia. Walaupun kemarin malam bahkan tidak hujan, tapi ini sama seperti kasus yang lalu. Terdeteksi alkohol dan obat tidur. Ada bekas selotip di tangan dan kakinya. Perkiraan waktu kematiannya juga sama, kemarin malam sekitar jam 8-11 malam.

Menurut anak buahnya, dia pergi setelah menerima telepon. Ponsel miliknya tidak bisa dilacak karena itu ponsel sekali pakai.

Gang Suk kembali berpikir apakah peramal itu benar-benar memiliki kekuatan batin. Won Bin juga berpikir seperti itu, karena mereka mati seperti yang diramalkannya. Tapi Joon Hyuk berpikiran lain, dia berpikir itu adalah penipuan, ada yang mencurigakan.

Flower.Grandpa.E06.mkv_002362560_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_002381152_thumb[1]

Jung Woo mendapatkan telpon yang mengabarkan tentnag kecelakaan artis yang mereka bicarakan sebelumnya, orang yang menabraknya adalah mendiang preman rentenir itu. Dan pemilik mobilnya adalah peramal itu.

***

Flower.Grandpa.E06.mkv_002396921_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_002405234_thumb[1]

Tim mendatangi lagi tempat peramal itu, yang masih saja ramai. Benar-benar ramai. Joon Hyuk melihat Yoo Ra yang baru datang ke tempat itu. Dia menyuruh Jung Woo dan yang lain masuk duluan.

Flower.Grandpa.E06.mkv_002427170_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_002434346_thumb[1]

Joon Hyuk menghampiri Yoo Ra. Yoo Ra heran melihat Joon Hyuk disana dan bertanya untuk apa Joon Hyuk kesana. Joon Hyuk beralasan datang untuk melihat pesaingnya, karena persaingan usaha mereka sangat ketat. Yoo Ra mengerti dan menebak Joon Hyuk juga sudah mendengar kabar itu, kabar bahwa peramal itu meramalkan kematian dua orang dan terjadi. Semua itu menimbulkan kegaduhan, membuat semakin banyak orang yang mengantri.

Joon Hyuk pun menyimpulkan, Yoo Ra datang juga karena untuk menemui peramal. Yoo Ra membenarkan, dia ingin bertemu dengan tunangannya. Penolakan bala yang Joon Hyuk lakukan untuknya waktu itu sepertinya tidak memiliki efek. Joon Hyuk sudah bilang agar Yoo Ra bersabar menunggu. Tapi Yoo Ra tidak bisa menunggu, undangan pernikahan mereka sudah disebarkan. Selain itu, ayahnya mulai merasa ada yang aneh. Bagaimana jika pernikahan mereka dibatalkan.

Flower.Grandpa.E06.mkv_002457586_thumb[1] Flower.Grandpa.E06.mkv_002470754_thumb[1]

“Tidak mungkin. Apa kau tahu betapa susahnya mendapatkan kesempatan ini?”

“Kesempatan apa?”

“Itu... Kalian berdua adalah pasangan yang sangat serasi. Tidak usah temui peramal ini dan pulanglah.”

Yoo Ran melongok ke dalam dan menghela nafas.

***

Bersambung ke bagian 3 ~

***

Cuap-cuap:

Kayaknya bener deh dugaanku waktu itu. Joon Hyuk berhubungan dengan Yoo Ra bukan murni karena dia mencintai Yoo Ra, tapi Joon Hyuk ingin kedudukan yang mungkin akan dia dapatkan jika menikahi Yoo Ra. Tapi..entahlah…

Comments

  1. Iya mbak saya juga ngira Joon Hyuk itu emang gk cinta sama Yoo Ra..

    Ditunggu kelanjutannya mbak,, Semangattt (^Ő^)

    ReplyDelete
  2. joonhyuk udah mulai suka ky.nya sm eunji nih...

    o iya unni kok blognya gak bisa dibuka yg versi mobile sih?? galau nih agak susah soalnya klo dari hp jadul buka versi webnya...heheh^^

    irma o

    ReplyDelete
  3. Wah, tambah seru aja
    Semangat mba mumu nulis sinopsisnya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts