Saturday, July 26, 2014

It’s Okay, That’s Love Episode 2 – 1

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000036469_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000048914_

Jae Yeol menggendong Hae Soo melewati padang bunga. Dia melihat Hae Soo nampak cantik dibawah sinar matahari. Dan setelah berjalan beberapa lama, Jae Yeol bingung dimana ambulance yang di telpon Hae Soo sebelumnya, dan dimana mereka. Jae Yeol tak bisa menahan diri lagi, dia lemas.

“Mati seperti ini...Tidak terlalu buruk. Benarkan?” tanyanya pada Hae Soo, lalu pingsan.

***

Episode 2

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000091958_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000108841_

Soo Bin (pasien yang dibawa lari ibunya dari RS di episode 1) naik ke sebuah gedung. Ibunya dengan panik mencari anaknya itu dan menanyakan pada dua wanita yang dikenalnya. Soo Bin ternyata pergi sejak semalam, karena itulah ibunya panik. Beruntung salah seorang wanita itu melihat Soo Bin masuk ke sebuah gedung.

Ibu itu segera berlari masuk sambil memanggil anaknya. Tiba-tiba terdengar teriakan terkejut seorang wanita karena melihat sesuatu.

***

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000132265_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000135768_

Jae Yeol berjalan pulang masih dengan sedikit limbung. Jae Yeol melihat catatan yang dititipkan Hae Soo pada perawat. Perawat bilang Hae Soo sudah pergi saat Jae Yeol tidur dan menerima infus.

“Kirimkan nomor rekeningmu ke nomor telepon ini. Aku akan memberimu ganti rugi.”

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000145979_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000158191_

Itulah bunyi catatan yang ditinggalkan Hae Soo. Jae Yeol tersenyum kesal dan meremas catatan itu serta melemparnya dengan kasar ke jalanan. Tapi beberapa detik kemudian Jae Yeol mengambil kembali catatan itu dan menghubungi Hae Soo.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000170503_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000179378_

Jae Yeol tak percaya mendengar Hae Soo yang hanya bilang ‘Lalu?’ saat menjawab telponnya. Apalagi kemudian Hae Soo yang sedang berjalan menuju RS bilang akan menutup telpon jika tak ada yang akan Jae Yeol bicarakan. Jae Yeol kemudian bilang sebelum mereka berdua mati, mereka harus bertemu lagi.

“Pastikan kita bertemu lagi, oke? Sampai hari itu, Hiduplah dengan nyaman.”

Jae Yeol menutup telponnya dan menyebut Hae Soo sangat kasar. Jae Yeol kemudian menghubungi Kepala Editor. (seperti yang mba fanny bilang, Jae Yeol kesal karena Hae Soo sama sekali tidak menunjukkan ketertarikannya pada Jae Yeol, tidak seperti wanita lain yang mungkin kalau di telpon Jae Yeol akan langsung histeris, hehe..)

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000213279_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000220419_

Sementara itu Hae Soo juga heran dengan sikap Jae Yeol, apa dia tidak ingin uang. Hae Soo langsung masuk ke UGD dan menanyakan seorang pasien. Hae Soo melepaskan alat penyangga tangannya. Rupanya pasien itu adalah adalah Soo Bin yang tadi melompat dari atas gedung. Disampingnya sang ibu menangis khawatir.

Dokter yang menanganinya memberitahu pasien itu beruntung karena dia hanya fraktur ankle (patah pergelangan kaki), luka kecil dan lecet saat terjatuh. Dan syukurlah dia jatuh di atas tumpukan kardus. Sebagai dokter yang menangani Soo Bin, Hae Soo mungkin juga merasa khawatir. Karena itu dia memarahi ibu si pasien.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000228327_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000230496_

“Kan sudah ku bilang! Sudah kubilang kau akan membunuh anakmu. Kau puas sekarang?!”

“Di..dia bilang dia tidak mau disini lagi.” ibu itu menjawab tergagap sambil menahan tangis.

Young Jin datang dan memberikan si ibu sebuah kantong dan memintanya bernapas pelan-pelan di kantong itu.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000246378_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000264897_

Young Jin menyuruh Hae Soo yang masih tampak marah untuk keluar. Sebelum keluar Hae Soo memberi pengarahan pada tiga intern-nya agar pasien itu ditransfer ke departemen psikiatri dan minta konsultasi dari OS (Bedah Ortopedi/OS = cabang operasi yang menyangkut sistem musculoskeletal).

Young Jin menenangkan ibu pasien untuk tidak menangis lagi. Putrinya kan masih hidup, kenapa ibu itu masih saja menangis. Young Jin pun paham, mungkin ibu itu syok. Dia meminta ibu itu bernapas pelan-pelan.

***

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000268401_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000282548_

Dong Min protes pada Young Jin di telpon, kenapa harus dia yang mengkonsultasi Hae Soo. Young Jin tak memberi penjelasan dan langsung menutup telponnya. Dong Min sedikit kesal karena Young Jin pasti langsung menutup telpon jika dia berkata seperti itu.

Seorang pria paruh baya masuk ke ruangan Dong Min dan mencengkram kerah Dong Min. Dia menuduh Dong Min menyembunyikan istri dan anaknya. Pria itu menyebut Dong Min bajingan dan kembali bertanya dimana istri dan anaknya. Pria itu bilang dia akan membunuh Dong Min hari ini.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000294427_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000303570_

Dong Min memegang wajah pria itu dan mendorongnya hingga terduduk di kursi. Dong Min hendak memukul. Pria itu berteriak menyuruh Dong Min berhenti. Dong Min berhenti dan bertanya apa pria itu akan memanggilnya bajingan lagi? Panggil saja. Pria itu tampak ketakutan dan tak berani mengatakan apapun. Dong Min bertanya lagi, bagaimana perasaan Lee Jang Suk, pria itu saat ini.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000317116_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000330463_

Dong Min kemudian tersenyum, dan berkata dengan lebih lembut.

”Kau merasa tidak enak, kan? Jangan lupakan perasaan ini. Kau selalu memukul istrimu, hanya karena kau marah. Perasaan tidak enak beginilah, yang dirasakan istri dan anakmu. Kau punya 2 pilihan. Lanjutkan terapimu, atau ditangkap karena mengganggu usaha praktekku, lalu diceraikan istrimu. Dari 2 itu, mana yang kau pilih?”

***

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000347280_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000372738_

Hae Soo mengatakan pada Young Jin kalau dia tidak mau diterapi. Hae Soo merasa meneriaki ibu yang hampir saja membunuh putrinya bukanlah masalah besar. Hae Soo juga merasa itu tidak masuk akal, jika dia harus diterapi karena hal itu. Young Jin bilang sekarang putrinya, apa Hae Soo selanjutnya ingin melihat ibunya yang dirawat psikiatri.

“Jika pasien meninggal, kau memang akan kehilangan, 1 dari ribuan pasienmu setiap tahun. Tapi, orang tua pasien akan kehilangan semuanya. Tapi, kau malah bersikap kau yang lebih tersiksa. Beraninya kau berteriak? Bukankah alasan itu cukup, untukmu diterapi? Kau ingin menghancurkan kami, dan mencabut lisensi doktermu? Kau ingin itu?”

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000388487_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000400899_

Hae Soo kesal dan melemparkan sesuatu ke arah tempat sampah. Hae Soo berbalik pergi tanpa mengatakan apapun. Tapi Young Jin berteriak agar Hae Soo mengikutinya. Hae Soo menghela nafas. Sambil mengikat rambut, dia bergumam kalau Young Jin selalu mencuri pasiennya. Young Jin pintar mencampakkan pria tapi kenapa Young Jin terobsesi pada pasien.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000407807_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000414180_

Young Jin menunjukkan seorang pasien pada Hae Soo. Pasien itu ke RS setelah dia pingsan di sekolah setelah menghirup lem. Dalam MRI (Magnetic Resonance Imaging = Scan pada otak), tidak ada yang menunjukkan kelainan dalam otaknya. Teman-temannya bilang dia mengendus lem cuma 3 atau 4 kali saja.

Hae Soo melihat ibu pasien itu menangis. Dia memberi saran untuk mengeluarkan pasien itu dengan peringatan. Young Jin menahan Hae Soo yang hendak pergi dan melanjutkan penjelasannya tentang pasien itu. Setiap hari, pasien itu selalu duduk dan menggambar sketsa mulai walinya, perawat, bahkan Young Jin sendiri. Tak hanya itu, dia menggambar orang termasuk dengan kelaminnya. Kelamin pria dan juga wanita.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000428594_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000430496_

Hae Soo menggeleng, tak mau mendengarkan lagi, dan berbalik akan pergi. Young Jin menarik rambut Hae Soo. Young Jin bilang pasien itu akan depresi dan tak bisa tidur jika kertasnya diambil. Pasien itu butuh obat, setidaknya untuk ibunya. Young Jin menyerahkan pasien itu untuk Hae Soo tangani dan memberikan kertas milik pasien itu. Young Jin segera pergi tanpa menunggu jawaban Hae Soo.

Hae Soo melihat kertas sketsa itu, dan dia kemudian memalingkan wajah merasa tak nyaman melihat sketsa seorang wanita.

***

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000489087_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000503469_

Jae Yeol pergi ke sebuah gedung, dan berjalan beriringan dengan Kepala Editor. Perhatian Jae Yeol teralihkan melihat spanduk mengenai novelnya yang terbaru berdampingan dengan spanduk milik Pool Ip. Kepala Editor bingung mereka harus bagaimana karena Pool Ip bukan hanya menjiplak ide tapi setiap detail kecilnya juga.

“Aku baru saja menghubungi Pool Ip. Dia bilang kau yang menyalin bukunya.”

“Aku baru saja ingin sedih dengan hal ini. Tapi, tiba-tiba aku ingin melawan balik.” Ujar Jae Yeol.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000516014_

Kepala Editor heran, kenapa Jae Yeol membahas novelnya saat dia tidur dengan Pool Ip. Jae Yeol beralasan orang biasanya membicarakan semuanya saat di kasur. Tidak heran kalau Ibu Kepala Editor tinggal sendirian. Jae Yeol kemudian kembali mengingatkan jika mereka harus menuntuk Pool Ip.

“Pilih pengacara yang hebat, jika kau tidak ingin kehilangan penerbitmu.”

***

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000531130_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000535468_

Jae Yeol masuk ke gedung itu, dan banyak penggemar yang menyambutnya termasuk Kang Woo. Jae Yeol juga bersalaman dengan Kang Woo. Kang Woo merasa senang, dan walau dia tersikut dan tersingkir oleh para penggemar Jae Yeol yang lain, dia tetap tersenyum.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000553085_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000563028_

Rupanya Jae Yeol mengadatang acara tanda tangan novel terbarunya. Jae Yeol tersenyum dan melayani para penggemarnya dengan ramah. Seorang wartawan menginterupsi dengan bertanya apa Jae Yeol pernah membaca novel Pool Ip. Jae Yeol meminta wartawan itu membicarakannya nanti setelah penandatanganan buku selesai.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000571170_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000577443_

“Lee Pool Ip bilang, kau yang menjiplak bukunya. Dia minta penjualan bukumu dihentikan. Kau sudah tahu itu?”

Perhatian Jae Yeol pun teralih dan konsentrasinya buyar mendengar hal itu.

***

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000585751_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000589521_

Jae Yeol berdiri dengan tak tenang. Kakinya bergerak-gerak. Telpon di meja terus berbunyi. Tae Yong segera mencabut kabel telpon sehingga telpon pun berhentik berdering. Tae Yong bilang menurut pengacara bukti yang mereka miliki cukup untuk mengajukan tuntutan. Tapi menurut Tae Yong, tuntutan mungkin akan membuat pemasaran buku Pool Ip akan semakin tinggi.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000623455_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000626792_

Tae Yong kemudian bilang mereka harus menuntut Pool Ip, dan dia akan mengajukan pemberhentian distribusi bukunya. Tapi Jae Yeol ingin agar Tae Yong mencari siapa yang memberi Pool Ip file novelnya. Tae Yong bilang Jae Yeol yang mengatakan semuanya pada Pool Ip di kasur.

“Jika kau bercerita tentang novel di tempat tidur, Memangnya dia bisa hafal semua kata benda, kata keterangan, kata sifat, kata kerja, preposisi, susunan kata. Dan, langsung menyalinnya?”

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000646778_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000645844_

Kepala Editor berpikir mungkin dari komputer Jae Yeol. Tapi kemudian dia ingat kalau Jae Yeol mengunci dan mengubah passwordnya setiap kali login. Lalu Kepala Editor menatap Tae Yong curiga. Tae Yong bertanya apa Kepala Editor mencurigainya. Walau raut wajahnya menunjukkan hal sebaliknya, Kepala Editor berkata kalau dia tidak bilang begitu.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000654820_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000661426_

Tae Yong berdiri dengan marah. Karena dicurigai. Tapi belum sempat dia mengatakan apapun lagi, Jae Yeol bertanya padanya.

“Kau sudah memeriksa pihak internal? Periksa perusahaan percetakan, perusahaan desain buku, dan kantor ilustrator. Suruh pengacara kumpulkan buktinya.”

Jae Yeol kemudian pergi. Kepala Editor berjalan menghampiri pengacara sambil bertanya bagaimana mereka bisa mengumpulkan buktinya. Sementara Tae Yong berdiri dengan tak enak.

***

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000695794_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000697763_

Tae Yong menemui Jae Yeol di kantornya. Tae Yong yakin pasti Jae Yeol merasa kesal. Tapi tidak, Jae Yeol malah merasa semangat juangnya sedang menggebu. Tidak jelek, biasa-biasa saja. Tae Yong tersenyum mendengarnya, itulah semangat.

Jae Yeol menanyakan masalah rumah. Tae Yong bilang dia tidak menemukannya walau sudah berusaha keras mencarinya.

“Siapa yang mau menyewakan rumah selama beberapa bulan dan juga merenovasi kamar mandinya sesuai yang kau inginkan? Tidak mungkin walau dengan banyak uang. Pergilah ke rumah di Hongdae.”

“Hanya untukku?”

“Tidak. Kau akan punya 3 teman sekamar.”

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000722554_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000724489_

Jae Yeol tak tertarik dan hendak pergi. Tae Yong menahannya, Jae Yeol tak bisa pulang ke rumahnya di Seochodong. Banyak wartawan dimana-mana. Jae Yeol masih tak peduli. Tae Yong memberitahu bahwa di rumah itu ada karakter yang lebih gila dari Hannibal Lector di 'The Silence of the Lambs'.

“Dua psikiater, penderita sindrom Tourette dan penulis novel misterius bertemu. Ini ide yang sempurna untuk novel barumu.”

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000753352_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000757089_

Tae Yong kemudian menunjukkan sebuah video. Disana ada Hae Soo yang tidak mau kalah saat talk show bersama Jae Yeol. Hae Soo ternyata salah satu penyewa di rumah Hongdae. Jae Yeol menyerngit melihat Hae Soo yang terlihat begitu ‘heboh’ di video itu. Jae Yeol bahkan tersenyum.

Ternyata Dong Min adalah Hyung-nim yang dihormati Tae Yong. Video itu diambil saat pesta ulang tahun Dong Min. Hae Soo mengira dia mengambil video diponselnya, padahal diponsel Tae Yong.

“Menggoda kan tempatnya? Bukankah kaupikir, di situ mungkin akan muncul ide novel besar?”

Jae Yeol tak menjawab, dia malah menyuruh Tae Yong menghubungi Pool Ip karena dia ingin bertemu. Tae Yong bilang dia tidak bisa menghubungi Pool Ip, dan dia tidak tahu dimana Pool Ip tinggal.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000794159_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000800232_

Jae Yeol keluar ruangan, tapi kemudian kembali membuka pintu dan bilang akan pergi ke rumah Hongdae itu. Tae Yong sumringah dan bertanya apa itu artinya novel baru?

“Entah artinya novel baru atau bertemu wanita yang baru, aku belum tahu. Apapun artinya, aku tiba-tiba merasa semangat.”

Tae Young bertepuk tangan, “Fighting, Jang Jae Yeol! Fighting!”

Jae Yeol beranjak pergi, dan kembali lagi membuka pintu. Dia meminjam mobil Tae Yong, karena mobilnya ada di rumahnya. Tae Yong memberikan kunci mobilnya, tapi kenapa Jae Yeol tak menggunakan taksi saja. Jae Yeol menyuruh Tae Yong menginap di hotel, karena dia akan tinggal di rumah Tae Yong sementara.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000853652_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000866097_

Jae Yeol masuk ke mobil Tae Yong. Dia lalu terkejut melihat lokasi terakhir yang didatangi Tae Yong dari GPS, Seochogu Bangbaedong 8. Dan itu adalah alamat Pool Ip. Padahal sebelumnya Tae Yong bilang dia tidak tahu dimana rumah Pool Ip. Jae Yeol pun bertanya-tanya, apa artinya semua itu.

***

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000887052_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000898497_

Dong Min mengeluhkan suara berisik di rumah mereka. Soo Kwang juga heran kenapa mereka merenovasi ruangan yang tidak perlu. Disaat cuaca panas, kenapa mereka menutupi pintunya. Dong Min bilang orang yang pindah kesana tidak mau kamar mandinya terlihat. Soo Kwang menilai orang itu aneh.

“Siapapun dia, dia tidak seaneh kita.” Ujar Dong Min masih sambil menggerakkan badannya seperti sedang olah raga.

“Ku dengar dia temannya Tae Yong hyung.”

“Ya, dia yang punya rumah ini bersama Tae Yong. Dia punya kafe, rumah dan rumah sakit. Dengan kata lain, dia orang kaya. Bagiku tidak apa, karena dia bayar lebih banyak untuk sewa 2 bulan.”

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000917516_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000926225_

Soo Kwang kemudian menunjukkan sebuah tarian. Dia bilang dia bertemu dengan seorang gadis yang menari seperti itu kemarin. Dong Min lalu ikut bergoyang bersama Soo Kwang.

***

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000929261_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000935734_

Jae Yeol mengendarai mobilnya di jalanan sambil mendengarkan musik. Sepertinya ini beberapa hari kemudian setelah dia melihat alamat Pool Ip di mobil Tae Yong. Jae Yeol tampak senang hendak menuju suatu tempat.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000953318_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000968734_

Bel pintu rumah Hongdae berbunyi. Hae Soo yang sedang keramas dikamarnya memanggil Soo Kwang untuk membuka pintu. Tapi yang dipanggil tak kunjung menjawab. Hae Soo pun keluar dengan handuk di kepala, masih sambil terus memanggil Soo Kwang.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000983548_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_000987519_

Dong Min keluar dari kamar Soo Kwang dan meminta Hae Soo untuk membuka pintunya. Hae Soo keberatan karena dia sedang keramas. Dong Min bilang tak apa karena So Kwang sedang kejang. Soo Kwang keluar kamar sambil kejang, dia kambuh. Dong Min bilang dia akan menangani Soo Kwang.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001004837_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001012844_

Hae Soo pun turun. Dia hendak melihat siapa yang datang, tapi interkomnya mati. Hae Soo pun berteriak bertanya pada yang diluar.

“Siapa?”

“Teman serumah barumu.”

Hae Soo panik karena dia berantakan. Hae Soo merapikan sedikit penampilannya di depan cermin. Dia kemudian membuka pintu, dan terkejut melihat siapa yang ada didepannya.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001026758_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001028527_

“Sudah kubilang, kita pasti akan..bertemu lagi suatu hari nanti. Kau ingat, kan?” Jae Yeol menyapa Hae Soo.

“Oh My God.” Gumam Hae Soo.

Jae Yeol tersenyum, apa Hae Soo terkejut. Hae Soo memastikan apa Jae Yeol datang ke rumah yang tepat. Tapi Jae Yeol memang benar, tak salah alamat.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001048179_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001052317_

Hae Soo pun mempersilahkan Jae Yeol masuk. Hae Soo menunjuk kamar Jae Yeol di atas. Jae Yeol menoleh ke arah telunjuk Hae Soo. Itu kamar Soo Kwang. Entah Hae Soo sengaja ingin mengerjai Jae Yeol atau Jae Yeol yang salah melihat.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001071170_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001079211_

Jae Yeol naik ke atas dan membuka pintu kamar yang dia kira kamarnya. Di dalam kamar, Dong Min sedang membimbing Soo Kwang agar kejangnya berhenti. Soo Kwang menoleh pada Jae Yeol dan sambil kejang menyuruh Jae Yeol keluar. Jae Yeol kaget.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001089321_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001129828_

Jae Yeol ke kamarnya yang sebenarnya. Dan yang pertama kali dia cek adalah kamar mandi. Tepatnya bak mandi. Bak mandi dan nuasana kamar mandi yang persis sama dengan rumah sebelumnya. Plus kunci password di pintu. (Akh, sepertinya kamarnya memang sama dengan rumah yang sebelumnya. Hanya beda perabotannya saja. Mungkin memang syutingnya di tempat yang sama ya, hehe)

Jae Yeol menyalakan pengharum ruangan di kamar, saat Dong Min mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar. Terlihat jelas kalau Jae Yeol merasa tak nyaman dengan kunjungan Dong Min itu.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001149647_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001152517_

Dong Min memuji kepribadian Jae Yeol yang sangat rapi. Bahkan tidak ada bau pengap di kamar yang kosong. Dong Min menghirup aroma segar dari ruangan itu.

Soo Kwang masuk dan berkata, “Aku Park Soo Kwang. Umur 28. Pria.”

Jae Yeol menatap aneh pada Soo Kwang. Dong Min memberitahu kalau Soo Kwang baru saja memperkenalkan diri. Dong Min memberikan kode pada Soo Kwang. Soo Kwang lalu menjulurkan tangan untuk salaman dengan Jae Yeol.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001162194_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001164896_

Setelah beberapa detik, Jae Yeol menyambut uluran tangan itu. Tapi kemudian Soo Kwang menggenggam erat, tepatnya meremas tangan Jae Yeol dengan kuat sambil menatapnya tajam.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001166331_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001168667_

Jae Yeol membalas, hingga Soo Kwang kesakitan dan terjatuh.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001179911_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001186451_

Giliran Dong Min yang memperkenalkan diri dan bersalaman dengan Jae Yeol. Dong Min berkata dengan ramah, dia merasa adalah suatu kehormatan bisa punya penulis terkenal di rumah mereka.

“Pergilah, jika sudah selesai.” Ujar Jae Yeol mengibaskan tangan tanpa melihat ke arah Dong Min dan Soo Kwang.

Dong Min memberikan kode lagi pada Soo Kwang, menyuruhnya mengatakan sesuatu. Soo Kwang menurut.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001216648_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001219918_

“Aku punya Sindrom Tourette. Ini dimulai saat aku berusia 7 tahun. Ayahku berpikir aku gila karena aku kejang 12 kali sehari. Dan aku selalu dipukuli. Lalu, aku bertemu Dokter Jo dan mendapat pengobatan dan latihan perilaku. Dan terapi kognitif. Jadi, sekarang aku cuma kejang sesekali saja. Perkataan dan perilaku selama aku kejang, tidak ada artinya. Carilah rinciannya di Internet.”

Soo Kwang kemudian keluar setelah mengatakan hal itu. Jae Yeol masih tampak aneh melihat Soo Kwang yang bicara dengan cepat.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001244676_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001255220_

“Perilaku tak terkendali. Mereka muncul tanpa alasan. Kejangnya terjadi tanpa tanda seperti bersin. Secara resmi dikenal sebagai "episode." Dia rentan terhadap stres. Dia begini karena dia kejang saat berciuman dengan pacar barunya dan dia langsung dicampakkan.”

Dong Min menilai Jae Yeol bukanlah orang yang berpikiran sempit, yang akan bilang tidak menyukai orang cacat. Dong Min bertanya apa dia salah. Jae Yeol bilang dia sudah dengar dari Tae Yong tapi baru kali ini dia lihat orang dengan Tourette. Dan dia terkejut.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001266364_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001276608_

Dong Min memberitahu kalau makan malam penyambutan Jae Yeol diadakan besok. Jae Yeol bertanya apa ada aturan yang mesti dia ketahui. Dong Min bilang setiap orang memberi kontribusi 500 ribu won untuk belanja rumah, hanya Soo Kwang yang 200 ribu. Tak ada aturan lain selain itu.

“Dunia memang penuh dengan aturan, tapi tidak di rumah ini. Hiduplah dengan bebas, dan bahagia.”

“Tapi, tetap perlu ada aturan.”

Dong Min tak menanggapi, dia hanya bilang kalau kamar Jae Yeol sudah direnovasi dengan baik. Jae Yeol mengusir Dong Min, dia berharap Dong Min segera keluar. Dong Min tersenyum dan berkata kalau Jae Yeol orangnya kasar dan dia juga begitu. Dong Min berjalan keluar sambil memaki Jae Yeol.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001297662_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001307706_

Baru saja Jae Yeol menghela nafas, Hae Soo mengetuk pintu dan nongol melihat ke sekeliling. Jae Yeol jelas tak suka.

“Kuning, merah... Biru, putih dan hitam. Pakaianmu warnanya selalu sama. Kau menderita OCD?”

“Mungkin saja OCD. Dimana kamarmu?”

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001332497_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001344409_

Sambil menggigit apel Hae Soo menunjukkan kamarnya. Jae Yeol berjalan ke kamar Hae Soo dan membuka pintunya. Jae Yeol memicingkan mata melihat betapa berantakannya kamar Hae Soo. Hae Soo menutup pintu kamarnya dan bertanya apa yang Jae Yeol lakukan. Jae Yeol menyuruh Hae Soo membersihkan kamarnya. Hae Soo tak mengerti.

“Karena tidak aturan di rumah ini, aku akan buat aturanku sendiri. Apapun yang terjadi. Jika kalian tersenyum aku akan tersenyum. Jika menghina, aku juga menghinamu. Jika kau masuk kamarku, aku akan masuk kamarmu. Sampai jumpa di pesta penyambutanku besok.”

Jae Yeol berjalan pergi.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001372204_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001382047_

“Siapa yang menjiplak?”

Tanya Hae Soo menghentikan langkah Jae Yeol dan melenyapkan senyuman di wajahnya. Jae Yeol berbalik, wajahnya di tekuk.

“Ku dengar kalian berdua kekasih. Di internet menggila. Apa kau yang menjiplak?” Hae Soo berkata sambil memakan apelnya dan tak sadar kalau kulit apel menempel di giginya.

Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001398129_ Its.Okay.Its.Love.E02.mkv_001401900_

Jae Yeol mendekat, mengambil tangan Hae Soo dan menempelkan kelingkingnya ke gigi Hae Soo. Hae Soo dengan cueknya memakan sisa kulit apel itu dan berkata kalau Jae Yeol punya mata yang tajam.

“Senang bertemu denganmu. Aku suka di sini.” Ujar Jae Yeol sambil berlalu.

***

It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001450181_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001458022_thumb[1]

Hae Soo sedang melakukan sesi konsultasi dengan pasien transgender (episode 1, yang dipukuli keluarganya tapi tidak lari). Pasien itu bilang kalau tidak ada yang dengannya. Dia meminta Hae Soo mengeluarkannya dari RS.

“Aku paham maksud orang tuaku. Putra mereka tiba-tiba operasi karena dia ingin jadi wanita. Dan dia bilang dia mencintai pria. Kakak-kakakku pasti juga terkejut. Depresiku.. Bisa diobati dengan obat, kan?”

Hae Soo menggeleng. Sarah, nama pasien itu, belum bisa keluar dari RS. Dari sudut pandang dokter, Hae Soo mengatakan kalau Sarah dalam situasi yang berbahaya. Jadi dia butuh rawat inap.

It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001467766_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001479811_thumb[1]

Hae Soo kemudian mendorong kursi roda Sarah dan membawanya bercermin. Sarah menatap dirinya di cermin. Setelah beberapa saat, Hae Soo berbicara sambil menatap pantulan diri Sarah di cermin.

It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001518183_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001523588_thumb[1]

“Wanita yang dipukuli...oleh orang tua dan para kakaknya. Hanya untuk 1 alasan. Agar dia dimengerti, oleh orang yang tidak mengerti keadaannya. Ada memar di wajahnya, dan kakinya patah. Tapi, wanita itu ingin kembali ke rumah, dan bilang dia paham maksud penyerangnya. Kali ini... Jika dia kembali ke rumah, kepalanya akan pecah karena dipukuli. Bukan lagi kakinya, mungkin punggungnya yang patah nanti. Tapi, dia bilang tidak apa, karena mereka orang tua dan kakak-kakaknya. Dia pantas dipukul. Jadi, dia dipukuli terus.”

Air mata Sarah menetes, menyadari kalau apa yang dikatakan Hae Soo adalah benar. Sarah tak kuasa menahan tangisnya.

It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001579176_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001592523_thumb[1]

“Kaburlah. Inilah saranku sebagai dokter. Jika tidak, kau mungkin dipukuli sampai mati. Kau tidak ada pilihan lain, selain rawat inap. Tujuanku sebagai dokter untuk menyelamatkan pasienku tidak peduli apapun yang terjadi. Sarah, yang harus kau pahami selain orang tuamu, adalah dirimu sendiri dulu.”

Sarah menggenggam tangan Hae Soo yang ada dipundaknya dan terus menangis. Hae tersenyum menenangkan Sarah.

***

It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001622487_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001632597_thumb[1]

Hae Soo datang ke café tempat Soo Kwang bekerja. Hae Soo mengambil dan memakan wafel yang ada di meja. Seorang wanita pekerja menegurnya, itu untuk pelanggan. Hae Soo mencium wanita itu, “Aku mencintaimu, Unni.”

Unni tersenyum dan bertanya kenapa Hae Soo pagi sekali sudah kesana. Hae Soo bilang dia ada kencan dengan Jo Dong Min.

“Apa maksudmu kencan? Kau ada masalah lagi? Astaga. Ibu ingin kau mengunjunginya.”

“Ya.” Ujar Hae Soo sambil lalu.

It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001668599_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001677708_thumb[1]

Hae Soo menemui Dong Min di klinik “Uncle Jo”, klinik milik Dong Min. Hae Soo melihat jam yang ada di meja. Dong Min menebak masalah yang sekarang pasti ada hubungannya dengan dengan ibunya Hae Soo lagi.

“Pasien atau wali, maupun terapis. Jika dia seorang ibu, kau pasti selalu marah dan tidak simpati.”

“Ya, aku tahu. Aku punya trauma seksual masa lalu dan aku yakin seorang ibu pasti bersifat keibuan. Tapi ini membosankan, sunbae. Kita bicarakan tentang pasienku saja, oke?” Hae Soo bersikap cuek.

“Kita bicarakan dulu tentang.. Saat kau berusia 8 tahun. Cerita yang kau ceritakan, saat kau menerima terapi di perguruan tinggi dulu. Saat Ibumu..mencium Presdir Kim ahjussi.”

It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001702666_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001706670_thumb[1]

Hae Soo mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan tentang pasien barunya, anak berusia 16 tahun tapi terobsesi dengan alat kelamin. Hae Soo menanyakan apa Dong Min tahu sebabnya, karena ibunya terus menangis dan tak tahu sebabnya.

Dong Min berusaha tak terpancing dan berkata mereka harus membicarakan tentang Hae Soo dulu sekarang. Hae Soo melihat jam di meja, jam 9 (malam) pas. Hae Soo memberitahu kalau waktunya habis.

“Kita bertemu lagi minggu depan tanpa seperti ini lagi, sunbae.”

Hae Soo langsung pergi. Dong Min hanya bisa dadah-dadah pada Hae Soo.

It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001732730_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001740471_thumb[1]

Dong Min menelpon Young Jin, “Menyerahlah saja, Hae Soo mustahil diterapi! Dia tidak punya masalah yang akan menggangu pasien, dan...”

Telpon di putus.

***

It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001747411_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001752350_thumb[1]

Hae Soo pulang ke rumah. Saat menaiki tangga, dia menyenggol Jae Yeol yang kebetulan berpapasan dengannya. Jae Yeol menahan kesal sambil tersenyum.

It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001756988_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001761225_thumb[1]

Jae Yeol menuangkan air dari dispenser. Saat akan minum, Soo Kwang merebut gelas dan meminumnya. Jae Yeol bertolak pinggang tanpa mengatakan apapun.

It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001773404_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001775807_thumb[1]

Sambil membaca pesan dari Tae Yong, Jae Yeol kembali menuang air.

Isi pesan Tae Yong: “Pool Ip akan melakukan promosi minggu ini. Dia ada acara penandatanganan buku jadi dia tidak bertemu denganmu. Dia ingin bertemu denganmu, akhir pekan ini.”

It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001784516_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E02.mkv_001791623_thumb[1]

Dan saat Jae Yeol akan minum, lagi-lagi gelasnya direbut. Kali ini oleh Dong Min. Yang setelah bersendawa dia mengembalikan gelasnya pada Jae Yeol, lalu pergi. Jelas Jae Yeol kesal, tapi dia tak mengatakan apapun dan meletakkan gelas ke meja.

***

Bersambung ke bagian 2~

***

Jae Yeol kayaknya benar-benar harus membiasakan diri dengan kebiasaan orang-orang rumah itu yang cuek. Semua milik bersama. Haha…

Hmmm..menarik. Hae Soo ternyata punya trauma yang menyebabkan dia kurang suka pada ibu-ibu, siapapun dia. Dan sepertinya Hae Soo sudah berkali-kali membuat masalah karena itu. Makanya Young Jin ingin Hae Soo diterapi, tapi Hae Soo menolak. Dan tampaknya ini bukan kali pertama Dong Min mencoba menterapi Hae Soo.

14 comments:

  1. waw udah adaaaa... very kamsa mba mumuu~
    ditunggu ya mba part 2 nya ^^ semangaaaat

    ReplyDelete
  2. wuih udah ada aja nih, makasih mba mumu sinopsisnya. jo in sung di drama rom com gini kayanya lebih bikin melting ya :3
    oh iya kak aku izin share link sinopsisnya ya kamsahamnidaaa *bow (shafyasungkar.blogspot.com)

    ReplyDelete
  3. Seru seru,, d tggu part2 ny mbak mumu
    kamsaheyo..:)

    ReplyDelete
  4. Trauma yg di alami Hae soo mingkin disebabkan perselingkuhan ibunya. Oh... aku baru ngeh kalo Hae soo ga sika ibu-ibu.
    Mimik Soo Kwang sama Jae Yeol pas jabat tngn g nahan... bikin ngakak.
    Wkwkwk XD
    Di tunggu part 2nya mba mumu^^
    Fighting!

    ReplyDelete
  5. Ah senang ny liat akting jo in sung lagi...

    ReplyDelete
  6. Makinn seru ceritanya.dtunggu part selanjutnya.
    Fighting

    ReplyDelete
  7. yeeee akhirnya ada episode 2 part 1nya.
    lanjuut truss....

    ReplyDelete
  8. Makasih mbak sinopsisnya! Salam kenal ya:D
    Sebenernya aku udah baca tadi siang,tp baru sempet komen skrg:D tadinya aku mau komen tp lupa mau komen apaan(?)Hehe
    fighting ya mbak!

    ReplyDelete
  9. Mkasi mba :)
    Aku bakal datengin blog ini terus :D

    ReplyDelete
  10. Boleh tanya?
    ada yang tau judul lagu yang didengerin Jae Yeol waktu dimobil?

    ReplyDelete
  11. lagu yang didengerin jae youl waktu dimobil apa ya judulnya?????

    ReplyDelete
  12. ada yang tau judul lagu yang didengerin jae youl waktu dimobil gak? yang di episode 2..

    ReplyDelete
  13. eps 1 nya mana y???brusan sekilas bc eps 14nya kok keren,,jd pgn bc dr awal :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD