Saturday, July 19, 2014

Kkothalbae Soosadae Episode 10 – 2

Flower.Grandpa.E10.mp4_001832530_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_001857055_thumb[1]

Jung Woo dan Eun Ji seharian berkeliling ke berbagai tempat untuk mencari keterangan tentang Min Hyun Chul, tapi mereka belum mendapatkan hasil apapun. Eun Ji pun berpikir mungkinkah Min Hyun Chul sudah mati. Jung Woo bilang itu mungkin saja. Eun Ji kemudian berkata bahwa membaca tulisan Min Hyun Chul, dan semua hal yang ditulisnya adalah tentang seseorang yang dia cintai. Jika subjek itu adalah Jeon Hae Jin, maka tampaknya dia sangat mencintai Jeon Hae Jin.

“Sayang sekali. Betapa memilukan baginya... untuk menghadapi kematian sambil meninggalkan orang yang dicintainya. Kurasa aku bahkan tidak bisa membayangkannya. Oh, aku tak bisa. Tak bisa.”

Flower.Grandpa.E10.mp4_001874138_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_001888286_thumb[1]

Eun Ji berkata seperti itu tanpa melihat ekspresi wajah Jung Woo, yang sedikit banyak tersentuh oleh kata-kata itu. Dia akan mengalami hal yang sama dengan Min Hyun Chul, menghadapi kematian sambil meninggalkan orang yang dicintainya, Jung Eun Ji.

Flower.Grandpa.E10.mp4_001911209_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_001918349_thumb[1]

Jung Woo menemani Eun Ji menunggu bus. Eun Ji menyuruhnya pergi, tapi Jung Woo diam saja. Eun Ji pun bertanya kenapa hari ini Jung Woo tidak banyak bicara seperti biasanya, apa terjadi sesuatu. Bukannya menjawab, Jung Woo menanyakan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan Eun Ji sebelumnya.

“Joon Hyuk... Apa kau sangat menyukainya?”

Eun Ji tergagap, dan berkata kalau Joon Hyuk punya seseorang yang akan dinikahinya (berarti Eun Ji memang sangat menyukai Joon Hyuk dengan berkata seperti itu). Busnya datang, Eun Ji langsung pamit naik bisa meninggalkan Jung Woo yang masih termenung.

Flower.Grandpa.E10.mp4_001945677_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_001950148_thumb[1]

Jung Woo menatap kepergian bus itu. Saat bus berhenti di depan, Jung Woo langsung berlari dan meminta dibukakan pintu.

Flower.Grandpa.E10.mp4_001959023_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_001975907_thumb[1]

Jung Woo masuk dan berdiri di hadapan Eun Ji, “Aku...Tidak bisakah itu aku?”

“Apa?” Eun Ji tak mengerti.

“Untukmu, tidak bisakah aku jadi orangnya?”

“Apa maksudmu...” Eun Ji masih tak mengerti.

“Daripada Joon Hyuk, tidak bisakah kau menyukaiku?”

Flower.Grandpa.E10.mp4_001978509_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_001995793_thumb[1]

Eun Ji terkesiap dengan pengakuan Jung Woo. Eun Ji menghindar dari pertanyaan itu dengan bilang kalau dia salah naik bus dan bergegas turun meninggalkan Jung Woo. Eun Ji berjalan menjauh tanpa menoleh ke arah Jung Woo lagi. Jung Woo pun terdiam, menerima penolakan itu.

***

Flower.Grandpa.E10.mp4_002039537_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002063394_thumb[1]

Gang Suk dan Joon Hyuk pulang ke rumah saat Soo Jung sedang menari lagu A-PINK. Soo Jung yang mulai memanggil Gang Suk Oppa mengingatkan bahwa dia pernah mengajarkan padanya tentang tarian itu. Soo Jung bertanya apa gerakannya sama dengan yang Gang Suk tunjukkan waktu itu. Gang Suk memuji Soo Jung seperti Son Naeun.

“Apa bagian Son Naeun di A-Pink adalah tongkat anjing?” Joon Hyuk mengejek.

“OPPA!” Soo Jung berteriak kesal.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002084715_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002087452_thumb[1]

Dia lalu menawarkan membuatkan ramyun untuk Gang Suk, tapi Gang Suk menolak karena dia sudah makan. Soo Jung penasaran apa Gang Suk makan dengan kekasihnya. Gang Suk tersenyum mengatakan kalau dia tak punya kekasih.

“Benarkah? Sungguh aneh... Pria tampan berotot. Kenapa? Kenapa kau tidak punya kekasih?”

“Aku yakin akan mendapatkannya nanti. Gadis seperti Soo Jung, yang imut dan menggemaskan.”

Flower.Grandpa.E10.mp4_002099297_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002122186_thumb[1]

Soo Jung tersanjung dipuji seperti itu dan mendekat pada Gang Suk, tapi di lerai Joon Hyuk. Joon Hyuk dengan galak menyuruh Gang Suk naik ke atas. Gang Suk pun menurut. Soo Jung melambaikan tangan pada Gang Suk. Lalu marah pada Joon Hyuk yang mengganggu mereka yang baru saja mau saling main mata. Joon Hyuk bertanya apa Gang Suk itu milik Soo Jung?

Soo Jung tersipu, “Saat kulihat foto dirinya yang muda, dia kelihatan persis seperti tipeku.”

“Kau gila. Kau benar-benar sudah gila. Dia itu kakek-kakek.”

“Lalu bagaimana denganmu? Bukankah kau juga kakek-kakek?”

Flower.Grandpa.E10.mp4_002138569_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002136868_thumb[1]

Joon Hyuk meminta Soo Jung untuk berhenti. Dia lalu melihat Soo Jung memakai cincin miliknya, cincin pasangan yang dia beli dengan Yoo Ra. Soo Jung mengambil cincin itu dari kamar Joon Hyuk. Joon Hyuk meminta Soo Jung mengembalikan cincin itu. Soo Jung tak mau, dia kesal pada Joon Hyuk yang kikir sampai akhir.

“Aku akan memberitahu Ibu dan Ayah kalau kakek ini adalah putera mereka!” ancam Soo Jung.

“Silahkan saja lakukan itu. Ketahuilah kalau kau akan mati di tanganku!”

Flower.Grandpa.E10.mp4_002146210_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002149747_thumb[3]

Mereka tak menyadari ada Yoo Ra berdiri di pintu dan mendengarkan perkataan mereka. Yoo Ra berteriak meminta penjelasan untuk apa yang baru saja didengarnya. Soo Jung dan Joon Hyuk menoleh terkejut.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002159790_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002161225_thumb[1]

Joon Hyuk mengejar Yoo Ra keluar dan mengajaknya bicara. Yoo Ra bertanya apa kakek itu benar-benar Joon Hyuk tunangannya. Joon Hyuk membenarkan, tapi situasinya sedikit rumit. Joon Hyuk berjanji dalam tiga hari dia bisa kembali ke dirinya yang semula.

Yoo Ra bilang itu tidak masuk akal, bagaimana bisa Joon Hyuk menipunya selama ini. Joon Hyuk tidak mau Yoo Ra melihat kondisinya seperti itu. Yoo Ra menangis, dia mengira selama ini Joon Hyuk di Amerika sedang mencari hadiah untuknya. Yoo Ra kemudian pergi.

***

Flower.Grandpa.E10.mp4_002208706_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002221519_thumb[1]

Gang Suk memarahi Won Bin yang berubah menjadi tua di saat-saat penting semacam itu (saat mengorek informasi dari Hae Jin). Won Bin kesal, apa dia berubah karena dia menginginkannya. Gang Suk mengejek, kehidupan Won Bin memang selalu seperti itu.

Menurut Joon Hyuk, karena identitas Won Bin belum ketahuan, maka mereka masih punya kesempatan. Dan Joon Hyuk meminta Won Bin untuk masuk ke dalam rumah Hae Jin. Won Bin mengelak, masuk ke rumah seorang wanita itu membutuhkan kemampuan terbaik, tidak sembarang orang bisa melakukannya. Sedangkan dia baru 3 kali bertemu dengan Hae Jin.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002236334_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002237001_thumb[1]

“Itu sebabnya kami memintamu melakukannya. Bukankah begitu, Eun Ji?” Jung Woo meminta persetujuan Eun Ji.

“Apa?” Eun Ji terkejut dengan sikap Jung Woo yang biasa saja, “Ya.” Eun Ji menyetujui perkataan Jung Woo.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002251115_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002252817_thumb[1]

Joon Hyuk meminta Won Bin masuk dan mencari bukti apapun yang bisa dia ambil dari rumah Hae Jin. Won Bin pun akhirnya setuju. Jung Woo kemudian bertanya apa yang Won Bin dapatkan dari pertemuan kemarin dengan Hae Jin.

Won Bin memberitahu bahwa Hae Jin dan Min Hyun Chul bahkan sebelum menikah mereka sudah memutuskan nama anak yang akan mereka miliki. Nama putranya adalah Jae Woong dan putrinya adalah Jung Hyun. Mendengar nama Jae Woong, Joon Hyuk teringat salah satu nama dalam daftar penulis pada masa itu yang ditunjukkan Profesor temannya Gang Suk, Min Jae Woong.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002301799_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002329660_thumb[1]

Tim pun kembali menemui Profesor itu, mencari informasi tentang Min Jae Woong. Profesor mengatakan usia Min Hyun Chul saat menghilang di tahun 1911 adalah 31 tahun, dan Min Jae Woong yang pertama kali muncul sebagai penulis di tahun 1911 adalah pria tua berusia 87 tahun. Karya terakhir Min Hyun Chul dipublikasikan pada tahun 1911, dan karya pertama Min Jae Woong dipublikasikan setahun kemudian di tahun 1912.

Dan juga, karya yang ditulis oleh Min Jae Woong adalah cerita dalam bentuk diary, karya itu memiliki banyak konten yang tidak realistik seperti delusi. Jadi saat itu, publik luas sulit untuk memahaminya. Joon Hyuk bertanya pada Profesor apa ada cara mereka melihat buku karya Min Jae Woong itu.

***

Flower.Grandpa.E10.mp4_002341439_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002345676_thumb[1]

Won Bin mentraktir Hae Jin sebagai permintaan maafnya karena terakhir kali pergi begitu saja tanpa pamit. Won Bin beralasan jika waktu itu ada sesuatu yang mendesak di rumahnya. Hae Jin tak mempermasalahkannya, karena Won Bin baru saja mentrkatirnya untuk menggantikan itu. Won Bin kemudian membayangkan sesuatu.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002362293_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002378542_thumb[1]

Dia berkata bahwa dia tidak bisa menelan makanannya dengan baik, dan apa Hae Jin tahu apa sebabnya? Hae Jin tidak tahu. Won Bin merayu, melihat wajah Hae Jin, dia merasa gugup dan gembira. Dan karena sekarang sudah mengatakannya, dia merasa lapar. Hae Jin lalu menawarkan Won Bin makan ramyun di rumahnya.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002392256_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002433664_thumb[1]

Won Bin tersenyum membayangkan rencananya barusan untuk masuk ke dalam rumah Hae Jin. Lalu dia pun bertanya, apa Hae Jin tahu sebabnya dia tak bisa menelan makanannya dengan baik hari ini. Tak sesuai harapan, Hae Jin bilang dia tahu. Bumbu dimakanan tadi telalu kuat, dan kelihatannya juga sedikit basi. Makanya dia juga tidak makan banyak.

Won Bin memaksakan senyum dan mencari ide lain untuk masuk rumah Hae Jin. Hae Jin sudah pamit pulang. Won Bin menghentikan Hae Jin, dia bilang dia lapar dan ingin makan ramyun dirumah Hae Jin. Tapi sayang, Hae Jin tidak makan makanan instan. Akhirnya, Won Bin memakai alasan perutnya sakit, karena masakan basi tadi.

***

Flower.Grandpa.E10.mp4_002439904_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002472102_thumb[1]

Won Bin sudah di rumah Hae Jin dan sudah ke kamar mandi. Saat Hae Jin di dapur, dia menggunakan kesempatan itu untuk menggeledah laci-laci ruang tamu. Won Bin menemukan sebuah buku (seperti diary), dan menyembunyikannya dibalik jas.

Kemudian Won Bin merasa sedikit pusing dan kemungkinan dia akan berubah lagi. Won Bin kesal dan ijin ke kamar mandi lagi.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002503100_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002523220_thumb[1]

Benar saja, begitu masuk dia sudah kembali menjadi tua. Won Bin menelpon Joon Hyuk dan meminta disiapkan mobil di tempat parkir bawah sekarang juga.

Won Bin lalu memikirkan jalan untuk bisa keluar dari sana tanpa ketahuan Hae Jin. Hae Jin yang khawatir berteriak apa Won Bin baik-baik saja. Won Bin akan menjawab, tapi sadar kalau nanti dia akan ketahuan. Hae Jin sudah berdiri di depan kamar mandi, mengetuk pintu menanyakan keadaan Won Bin.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002583380_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002595659_thumb[1]

Tak ada jalan lain, Won Bin menggunakan cara terakhir, mempermalukan dirinya sendiri. Won Bin mengirim pesan pada Hae Jin minta dibelikan celana dalam baru di toko karena celananya kotor saat tak bisa menahan keinginan buang air besar. Hae Jin meminta Won Bin menunggu dan membersihkan toiletnya.

Setelah Hae Jin pergi, Won Bin menyelinap keluar.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002675673_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002676740_thumb[1]

Hae Jin kembali ke rumah untuk menanyakan ukuran celana Won Bin. Begitu masuk rumah, dia mendapati Won Bin yang tak ada lagi di kamar mandi dan buku diarynya yang menghilang. Hae Jin pun waspada.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002719116_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002728225_thumb[1]

Won Bin bergegas masuk ke dalam mobil rekan-rekannya yang sudah menunggu. Jung Woo mengeluh, kenapa Won Bin selalu berubah di saat-saat penting. Won Bin tidak tahu, itu juga menyakitkan baginya. Dia benar-benar mempermalukan diri sendiri. Gang Suk bertanya apa maksud Won Bin, tapi Won Bin memintanya untuk jangan bertanya, itu melukai harga dirinya.

Joon Hyuk lalu bertanya apa yang Won Bin dapatkan. Won Bin menyerahkan buku diary milik Hae Jin, Won Bin melihat Hae Jin menuliskan beberapa hal disana.

Hae Jin muncul dan menodongkan pistol ke arah mereka dari luar. Hae Jin marah. Jung Woo mengambil pistolnya dan hendak melawan Hae Jin. Joon Hyuk menahan, ada cara yang lebih baik.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002746910_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002748879_thumb[1]

Mereka pun kemudian duduk di ruang tamu Hae Jin dengan Hae Jin yang berdiri mengawasi mereka. Hae Jin tak percaya dia ditipu seperti itu. Won Bin bilang sebenarnya Hae Jin yang menipu duluan, karena dia adalah nenek yang berusia lebih dari 100 tahun. Hae Jin menodongkan pistol ke arah Won Bin, memintanya tutup mulut dan menyebutnya orang kotor.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002774505_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002777674_thumb[1]

“Tapi aku penasaran tentang sesuatu. Mengambil usia seseorang dan memberikannya kepada orang lain... bukankah itu sangat tidak etis? Saat melakukan hal semacam itu, kau tidak pernah merasa bersalah?”

“Tidak etis? Bersalah, apanya..” Hae Jin tertawa, “Intinya adalah usia siapa yang kau curi dan kepada siapa kau berikan. Sejarah terbaik selalu diubah dan diperbaiki oleh 1% orang-orang teratas. Untuk melanjutkan kegiatan dari 1% orang-orang itu, memangnya kenapa kalau mengorbankan 99% sisanya?”

Flower.Grandpa.E10.mp4_002821718_thumb[2] Flower.Grandpa.E10.mp4_002836166_thumb[2]

Jung Woo bertanya lagi, berarti Min Hyun Chul yang Hae Jin cari termasuk dalam bagian 99% itu? Hae Jin menyuruh jung Woo tutup mulut. Apa yang dia tahu tentang Hyun Chul sehingga berbicara sembarangan tentang dirinya. Jung Woo berkata meskipun mereka tidak tahu sebanyak Hae Jin, tapi mereka tahusatu hal yang pasti tidak Hae Jin ketahui.

Jung Woo mengira pasti Hae Jin berpikir Min Hyun Chul meninggal dalam pergerakan kemerdekaan di Manchuria. Tapi setahun setelah Hyun Chul menghilang, dalam dunia sastra, muncullah seorang penulis baru berusia 88 tahun bernama Min Jae Woong. Bukankah nama Min Jae Woong terdengar familiar bagi Hae Jin.

Hae Jin terdiam memikirkan sesuatu. Won Bin membantunya mengingat, kalau Hae Jin mengatakan sebelumnya bahwa kalau dia punya putra dia akan menamainya Jae Woong. Jung Woo kembali berkata, dalam tulisan Min Jae Woong ada yang isinya seperti ini:

Flower.Grandpa.E10.mp4_002867130_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002881044_thumb[1]

Min Hyun Chul bahkan tidak bisa pergi ke Manchuria, karena dihari kepergiannya, dia diculik seseorang. Orang yang menculik itu adalah Park Tae Min. Park Tae Min membutuhkan Hae Jin sebagai perawat, tapi dia selalu cemas memikirkan bahwa Hae Jin akan menikah dengan Min Hyun Chul dan pergi.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002882346_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002894524_thumb[1]

Jadi pada akhirnya, dia mengambil usia Min Hyun Chul. Park Tae Min menyuntikkan sesuatu di tangan Hyun Chul, dan tak lama Hyun Chul berubah menjadi pria tua.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002898896_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002907671_thumb[1]

Karena Min Hyun Chul berpikir Hae Jin akan mengalami masa-masa sulit karena dia, lalu dia mengganti namanya menjadi Min Jae Woong dan diam-diam tinggal di persembunyian. Dan dalam kondisi seperti itu, dia meninggal dunia dalam beberapa bulan.

Hae Jin meminta Jung Woo untuk jangan berbohong. Tapi Jung Woo bilang bukankah hidup yang Hae Jin jalani lebih dari 100 tahun adalah kebohongan? Ini saatnya untuk menghadapi kebenarannya. Jung Woo memberitahu bahwa usia yang Park Tae Min curi dari Min Hyun Chul, diberikan Park Tae Min pada Hae Jin. Jadi, orang yang Hae Jin cari kemana-mana, Hae Jin sedang menjalani usianya sekarang ini.

Flower.Grandpa.E10.mp4_002948879_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002952716_thumb[1]

Hae Jin menolak percaya, karena Park Tae Min dengan jelas mengatakan kalau Min Hyun Chul sudah meninggal. Jadi hal itu tidak mungkin, kenapa Park Tae Min akan melakukan itu semua padanya.

“Karena kau adalah anjing pemburu milik Park Tae Min.” Joon Hyuk memberikan jawaban. “Bahkan jika dia menerima kasih sayang dari majikannya, anjing pemburu tetaplah anjing pemburu. Jika anjing pemburu kenyang, dia tidak mengejar buruannya, karena itu pemilik tidak akan pernah memberikan banyak makanan. Dengan memberi makan cukup saja dan mengelus-elusnya, akan membuat dia kembali membawa buruan yang diinginkan pemilik. Itulah Park Tae Min.”

Flower.Grandpa.E10.mp4_002976173_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_002979543_thumb[1]

Jung Woo kemudian menyerahkan buku yang ditulis Min Hyun Chul dengan nama Min Jae Wong pada Hae Jin. Buku itu berjudul: Manusia Pelarian di Dalam Mimpi. Hae Jin menerima buku itu dan membukanya.

Flower.Grandpa.E10.mp4_003004601_thumb[2] Flower.Grandpa.E10.mp4_003017114_thumb[1]

Dia kemudian menyerahkan sebuah buku yang diatasnya ada potongan terakhir dari dokumen kuno. Joon Hyuk bertanya bagaimana bisa Hae Jin memiliki potongan dokumen itu. Hae Jin bercerita, alasan mereka membuat obat itu adalah karena mereka menginginkan tempat yang lebih baik daripada dunia ini. Tapi karena Park Tae Min, sudah melupakan tujuan dan berubah lebih dan lebih lagi, Hae Jin tidak bisa memberikan dokumennya meskipun dia memilikinya.

Flower.Grandpa.E10.mp4_003057387_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003078141_thumb[1]

Obat yang mereka buat memiliki rahasia. Obat itu bisa mengubah setiap organ menjadi kembali muda, tapi tidak dengan otak. Jadi, otak yang dimiliki Hae Jin dan Park Tae Min adalah otak yang berusia 100 tahun lebih. Jika terjadi seperti ini, mereka akan mati dalam beberapa tahun. Karena usia otak rata-rata adalah 110 tahun, dengan asumsi seseorang menjaga kesehatannya.

Tapi, formula lengkap yang dibuat oleh para dokter dan Jae Joong Won (Lee Joong Won), adalah formula lengkap yang juga bisa mengubah otak seseorang. Mereka menyembunyikan fakta itu dari Park Tae Min dan setelah membaginya menjadi 4 bagian, mereka menyembunyikannya secara terpisah. Tapi Park Tae Min mengetahui kebenaran itu beberapa waktu lalu. Jika formula itu jatuh ke tangan Park Tae Min, maka Park Tae Min akan bisa hidup selamanya.

Flower.Grandpa.E10.mp4_003106336_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003124621_thumb[1]

Joon Hyuk bertanya alasan Hae Jin memberikan dokumen itu pada mereka. Hae Jin meminta mereka menghalangi Park Tae Min. Alex Park, utusan dari Amerika itu adalah Park Tae Min. Dia melakukan operasi plastik. Karena dia harus menyembunyikan keberadaannya secara menyeluruh. Jung Woo berterima kasih pada Hae Jin.

Hae Jin menyuruh mereka semua pergi sebelum dia berubah pikiran.

Flower.Grandpa.E10.mp4_003151748_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003166830_thumb[1]

Setelah Tim Flower pergi, Hae Jin membuka buku yang ditulis Min Hyun Chul, dan dia menangis sambil mendekap buku itu.

***

Flower.Grandpa.E10.mp4_003177007_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003182212_thumb[1]

Tim menyatukan ke-empat dokumen yang berhasil dikumpulan. Cocok. Won Bin bilang jika mereka menyerahkan dokumen itu pada Park Tae Min, maka dia bisa hidup selamanya. Gang Suk menilai bukankah dokumen itu sesuatu yang tidak boleh mereka serahkan. Joon Hyuk tampak memikirkan sesuatu.

***

Flower.Grandpa.E10.mp4_003204801_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003221451_thumb[1]

Park Tae Min pulang ke hotel. Kemudian dia menerima telpon dari Joon Hyuk yang memberitahu bahwa ke-empat potongan dokumen itu sudah ditemukan. Park Tae Min memuji Joon Hyuk berkompeten, ada gunanya dia meminta bantuan Joon Hyuk. Park Tae Min akan mengirimkan alamat dimana mereka akan bertemu untuk dokumen itu dalam waktu satu jam.

Flower.Grandpa.E10.mp4_003252816_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003265395_thumb[1]

Hae Jin ternyata ada di kamar hotel Park Tae Min. Park Tae Min bertanya kenapa Hae Jin kesana tanpa menelpon. Tapi Hae Jin tak menjawab pertanyaan itu dan malah bertanya balik kenapa Park Tae Min berbohong padanya. Hae Jin bilang dia tahu semuanya, tentang Hyun Chul. Park Tae Min menghela nafas panjang dan mencari alasan.

“Itu karena aku sangat membutuhkanmu. Saat Jae Joong Won mengkhianatiku, hanya kau yang percaya padaku dan tetap berada di sisiku.”

“Jadi.. Jadi apakah ini, sebagai harga dari kepercayaan? Bagaimana bisa kau melakukan hal sekejam itu padaku?” Hae Jin berteriak marah dan menangis. “Kau...aku tidak akan pernah memaafkanmu.”

Flower.Grandpa.E10.mp4_003292255_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003308805_thumb[1]

Park Tae Min bertanya apa yang Hae Jin bilang tadi adalah Hae Jin akan membunuhnya atau semacamnya. Tidak, Hae Jin tidak akan membunuh Park Tae Min tapi dia akan pergi. Tidak ada alasan dia harus berada disisi Park Tae Min sekarang. Bahkan jika Park Tae Min memintanya untuk memikirkannya lagi, itu tidak ada gunanya.

“Ini...memalukan. 100 tahun persahabatan kita berakhir seperti ini? Ini sangat tragis.” Kata Park Tae Min.

***

Flower.Grandpa.E10.mp4_003321451_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003336966_thumb[1]

Joon Hyuk dan tim sampai di sebuah tempat. Seperti parkiran sebuah gedung yang kosong dan gelap. Tim turun dari mobil menghadap sebuah mobil yang sudah ada lebih dulu disana. Ponsel Joon Hyuk berdering, dari Park Tae Min. Joon Hyuk meminta Park Tae Min turun dan berhadapan-hadapan dengannya.

Park Tae Min bilang dia punya hadiah untuk Joon Hyuk. Tapi itu terlalu besar, jadi sulit untuk mengeluarkannya. Joon Hyuk berkata jika Park Tae Min melakukan sesuatu yang mencurigakan, dokumen kuno itu akan segera menjadi abu. Park Tae Min menyuruh Joon Hyuk mendekat ke mobil.

Flower.Grandpa.E10.mp4_003383413_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003386983_thumb[1]

Joon Hyuk meminta rekan-rekannya menunggu dan dia sendiri maju mendekati mobil itu. Di bangku depan, ada Hae Jin yang sudah tak bernyawa. Joon Hyuk terkejut dan berteriak apa yang Park Tae Min lakukan. Park Tae Min berkata bahwa Joon Hyuk lah yang memulai permainannya lebih dulu (memberitahu Hae Jin tentang Min Hyun Chul). Park Tae Min juga tahu kalau dokumen yang dibawa Joon Hyuk adalah palsu.

“Selain itu, karena aku sudah kehilangan seseorang yang kuhargai karena kalian, sekarang giliranku, 'kan?” Park Tae menyuruh Joon Hyuk membuka bagasi mobil.

Flower.Grandpa.E10.mp4_003424087_thumb[2] Flower.Grandpa.E10.mp4_003449145_thumb[2]

Joon Hyuk tergesa membuka bagasi, karena Park Tae Min bilang tak ada banyak waktu. Di sana ada Eun Ji dan Yoo Ra yang tangannya diikat dan mulutnya di lakban. Mereka menangis ketakutan dan meronta. Joon Hyuk mengutuk Park Tae Min yang sedang bicara dengannya di telpon. Park Tae Min memberitahu bahwa dia sudah memberikan racun pada Eun Ji dan Yoo Ra. Di dalam bagasi, ada sebuah obat penawar. Jika Joon Hyuk memberikan mereka setengah-setengah, mereka akan mati.

“Sekarang, ini giliranmu untuk memutuskan. Siapa yang akan kau selamatkan dan siapa yang akan kau bunuh.” Park Tae Min menutup telponnya. Walau Joon Hyuk berteriak memanggilnya, percuma saja.

Flower.Grandpa.E10.mp4_003473102_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003482278_thumb[1]

Tim mendekat dan melihat ke dalam bagasi. Joon Hyuk segera mengambil obat penawar dan memasukkan ke dalam jarum suntik. Beberapa saat Joon Hyuk bingung, siapa yang akan dia selamatkan lebih dulu. Dengan yakin, Joon Hyuk memilih Eun Ji. Yoo Ra yang tadinya meronta, menjadi terdiam melihat Joon Hyuk memilih Eun Ji daripada dirinya. Jung Woo juga terkejut melihatnya.

Flower.Grandpa.E10.mp4_003499262_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003509672_thumb[1]

Joon Hyuk melepaskan lakban di tangan Yoo Ra dan meminta maaf. Joon Hyuk berjanji dia pasti akan menyelamatkan Yoo Ra. Jika mereka cepat pergi ke RS, Yoo Ra bisa hidup. Yoo Ra sangat marah dan menampar Joon Hyuk (omg~ haraboji di tampar >.<).

“Aku tidak memukulmu karena kau tidak menyelamatkanku duluan. Aku memukulmu karena tidak mencintaiku.” Yoo Ra menangis.

“Yoo Ra…”

Flower.Grandpa.E10.mp4_003518715_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003529392_thumb[1]

“Hentikan. Sebodoh-bodohnya aku, dan bahkan jika aku tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik, aku bisa mengatakan bahwa di dalam hatimu bukanlah aku, tapi gadis itu.”

“Maafkan aku, Yoo Ra.” Joon Hyuk tak menyangkal.

“Ayo kita putus.” Ujar Yoo Ra. Eun Ji terkejut mendengarnya, dan Jung Woo seperti kehilangan harapan.

Yoo Ra berjalan pergi. Namun tiba-tiba dia sempoyongan memegang kepalanya dan terjatuh.

***

Flower.Grandpa.E10.mp4_003552849_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003562292_thumb[1]

Joon Hyuk duduk termenung menunggu di lorong RS. Joon Hyuk langsung menanyakan keadaan Yoo Ra begitu teman-temannya datang. Won Bin memberitahu bahwa Park Tae Min menggunakan obat yang sama seperti pada Soo Jung waktu itu. Tapi syukurlah, Won Bin rasa Yoo Ra akan baik-baik saja. Joon Hyuk pun mengucap syukur dan bernafas lega.

“Bukankah kau seharusnya menemui dia?” tanya Gang Suk.

“Jika kau adalah dia, apa kau mau melihat wajahku? Aku bahkan sudah tidak berhak lagi.”

Flower.Grandpa.E10.mp4_003581210_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003587317_thumb[1]

Won Bin bertanya apa pernikahan Joon Hyuk juga sekarang dibatalkan. Joon Hyuk mengangguk. Jung Woo menatap Eun Ji yang melihat ke arah Joon Hyuk.

Flower.Grandpa.E10.mp4_003592889_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003601831_thumb[1]

Park Tae Min menelpon Joon Hyuk lagi. Joon Hyuk berteriak bertanya dimana Park Tae Min. Park Tae Min memberitahukan sebuah tempat yang membuat Joon Hyuk sangat terkejut.

Flower.Grandpa.E10.mp4_003610840_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003614611_thumb[1]

Park Tae Min ada di rumah Joon Hyuk. Begitu Joon Hyuk datang, Park Tae Min menyapa Joon Hyuk yang datang terlambat. Park Tae Min duduk bersama seluruh keluarga Joon Hyuk. Ayah yang memanggil Joon Hyuk dengan sebutan ‘kakek’, memberitahu kalau temannya (Park Tae Min) sudah menunggu lama.

Park Tae Min tertawa, “Kakek? Menarik. Memanggil putramu, ‘kakek’. Bukankah begitu, Inspektur Lee Joon Hyuk?”

Flower.Grandpa.E10.mp4_003632996_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003636866_thumb[1]

Soo Jung terkejut pria itu tahu rahasia Oppanya. Ibu tertawa geli mendengar perkataan Park Tae Min. Park Tae Min menyuruh ibu menanyakan sendirinya pada putranya.

Flower.Grandpa.E10.mp4_003646976_thumb[1] Flower.Grandpa.E10.mp4_003648611_thumb[1]

“Ah, kau bawa dokumen kunonya, 'kan? Inspektur Lee Joon Hyuk.”

“Kau bajin***!”

***

Flower.Grandpa.E10.mp4_003657787_thumb[1]

Bersambung ke episode 11 ~ yang videonya belum ada… >.<

***

Park Tae Min benar-benar jahat. Keserakahan agar bisa hidup selamanya, dan berbekal memiliki obat itu, membuatnya tak takut pada apapun. Dan bahkan berani mempermainkan nyawa orang lain.

Kasihan sama Jung Woo sudah. Sekarang kasihan sama Yoo Ra. Setelah bersabar sekian lama, setelah bertemu dengan Jung Woo dia harus menghadapi kenyataan kalau tunangannya itu mencintai wanita lain. Bahkan di saat dia setia menunggu Joon Hyuk kembali walau di desak menikah oleh ayahnya, ternyata orang yang dia tunggu berpaling. Tapi seperti dugaanku sebelumnya, Joon Hyuk memang sejak awal tidak sungguh-sungguh mencintai Yoo Ra. Alasan dia tak mengenalkan Yoo Ra pada keluarganya juga mungkin karena itu, bukan hanya karena malu.

6 comments:

  1. q lebih suka joon hyuk sm yoo ra,eun ji sm jung wo...yoo ra,meski dia anak orang kaya atau anak org berpangkt yoo ra itu gadis lugu,sgt mencintai JH nilai plus'y dia jg sudh dekat dg keluarganya jH...hmm tp mau gmn sebuah perasaan tdk bs dipaksakn tp bukankh lebh baik kita dicintai dr pd mencintai.

    eun ji kalau dia tau JW sakit parah apakh hati'y akn berpindah...??? semoga tdk menyukai jw krn rasa kasihn..

    ReplyDelete
  2. salam kenal mbak muzi
    semakin penasaran sama ceritanya

    oh ya mbak...
    sinopsis sceret love kara kpn mau dilanjut ya ?

    gomawo

    ReplyDelete
  3. Ah.. memyebalkan sekali akhir episode ini. Sebeell!

    ReplyDelete
  4. lanjut yaaa mbak ^^ fighting and i cant wait recap next episode ..

    ReplyDelete
  5. Thanks utk recapnya.. Makin menuju akhir making seru :D

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD