Tuesday, July 15, 2014

Kkothalbae Soosadae Episode 9 – 2

Flower.Grandpa.E09.mp4_001807539_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_001839504_thumb[1]

Won Bin membawa berkas sidik jari istri Deputy Choi yang dia tukar pada Deputy Choi. Dia juga memberitahu bahwa Jung Woo pergi ke RSJ dan mendapatkan sidik jari itu. Tapi mereka tidak tahu identitas istri Deputy Choi, karena sebelum mereka melihat hasilnya Won Bin menukarnya.

Deputy Choi memuji kerja bagus Won Bin dan akan mengambil berkas itu. Tapi Won Bin menahannya, dia tidak bisa memberikan berkas itu secara gratis. Won Bin ingin Deputy Choi membiarkannya bertemu dengan Ketua Goldfish. Karena semuanya sudah tahu identitasnya, maka Won Bin merasa satu-satunya tempat yang bisa menjamin keselamatannya adalah Goldfish. Dia tak bisa mempercayai Deputy Choi.

Flower.Grandpa.E09.mp4_001893524_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_001895860_thumb[1]

“Ketua Goldfish bukan orang yang bisa ditemui sembarang orang. Aku juga belum pernah melihatnya.”

“Kau ingin aku mempercayai itu?”

“Itu benar. Orang-orang yang tahu identitasnya hanyalah segelitir orang atas. Dari posisi di Goldfish, kau dan aku hanyalah salah satu dari jutaan semut. Aku hanya mendapat perintah dari atasanku. Aku tidak tahu lebih dari itu.”

Kalau begitu, Won Bin ingin bertemu dengan atasan Deputy Choi. Deputy Choi akhirnya bersedia. Dan Won Bin meminta untuk bertemu sekarang juga.

***

Flower.Grandpa.E09.mp4_001920618_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_001925356_thumb[1]

Malam hari. Deputy Choi dan Won Bin di tanah kosong di dekat gudang tua. Yang datang adalah dokter jamuran. Won Bin tak mengerti, apa orang itu adalah atasan Deputy Choi. Bukan, orang itu anak buah Deputy Choi. Dia menodongkan pistol pada Won Bin berdasarkan kode Deputy Choi.

Won Bin bilang itu tidak sesuai dengan perjanjian. Tapi Deputy Choi bilang Won Bin yang ingkar janji lebih dulu. Deputy Choi menyuruh seseorang bersembunyi dan keluar.

Flower.Grandpa.E09.mp4_001938436_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_001945743_thumb[1]

Gang Suk, Eun Ji dan Jung Woo keluar dari persembunyian sambil menodongkan pistol. Won Bin tak mengerti kenapa mereka ada disana. Deputy Choi bilang saat Won Bin datang, mereka ada di belakang Won Bin.

Won Bin kesal dan menyuruh mereka kembali. Gang Suk menyebut Won Bin pengkhianat, membuat Won Bin terkejut. Jung Woo menodongkan pistol pada Deputy Choi, meminta penjelasan kenapa Deputy Choi berbuat seperti itu, juga menanyakan keberadaan Joon Hyuk.

Flower.Grandpa.E09.mp4_001979477_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002019484_thumb[1]

“Jika kau sangat ingin bertemu dengannya, maka aku akan membiarkanmu menemuinya.” Deputy Choi bertepuk tangan dan keluarlah segerombol orang berpakaian hitam sambil menodongkan pistol.

Deputy Choi menyuruh Tim membuang senjata. Tim pun tak bisa menolak dan menyimpan senjata di tanah dan kemudian diambil oleh beberapa orang berpakaian hitam. Deputy Choi bilang Joon Hyuk sudah mati. Eun Ji tak percaya, dan menanyakan kebenarannya pada Won Bin. Tapi Won Bin tak mengatakan apapun.

Deputy Choi kemudian mengungkapkan rencananya: Won Bin membunuh Tim, dan mata-mata Goldfish adalah Won bin. Dan dia akan menjadi pahlawan yang membunuh mata-mata. Deputy Choi tersenyum penuh kemenangan.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002052950_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002054452_thumb[1]

Won Bin bilang itu adalah skenario yang bagus, tapi ada celah. Won Bin tersenyum ke sebuah arah. Joon Hyuk berjalan mendekati mereka. Deputy Choi terkejut melihat Joon Hyuk masih hidup, bagaimana bisa?

“Apa kau pernah menonton drama yang karakter utamanya mati di tengah-tengah?” tanya Joon Hyuk balik.

Deputy Choi yang tak mengerti menoleh pada Won Bin yang sedang tersenyum penuh kemenangan.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002068533_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002073271_thumb[1]

Malam itu, Won Bin bersedia mengurus Soo Jung. Tapi Deputy Choi bilang itu tidak perlu, karena Soo Jung akan mati. Jantungnya akan berhenti, bahkan mungkin tidak lebih dari satu jam. Suntikan yang diberikan Deputy Choi adalah racun untuk menghentikan jantung Soo Jung. Deputy Choi tak bisa membiarkan Soo Jung hidup karena tahu identitasnya.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002118316_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002136767_thumb[1]

Setelah Deputy Choi pergi bersama istrinya dan dokter. Won Bin menghampiri Joon Hyuk dan berusaha membuatnya sadar dengan menamparnya berulang kali. Seperti dugaan, Joon Hyuk memang memakai rompi anti peluru dan ada cairan merah di saku jaketnya yang menyerupai darah. Setelah Joon Hyuk sadar, Won Bin segera mengajak Joon Hyuk menyelamatkan Soo Jung yang sudah tak sadarkan diri.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002140138_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002144242_thumb[1]

Mereka membawa Soo Jung ke rumah sakit.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002170001_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002193090_thumb[1]

Won Bin kemudian mengaku kalau dia memanfaatkan Deputy Choi untuk menangkap Ketua Goldfish. Tapi ternyata Deputy Choi bahkan belum pernah melihat wajah Park Tae Min. Deputy Choi pun sadar kalau dia ditipu. Begitu juga Jung Woo, yang salah paham pada Won Bin.

“Kau seharusnya diam dan bersenang-senang saja. Kenapa kau menganggu ditengah-tengah dan membuat situasinya jadi rumit?” Joon Hyuk sedikit kesal karena rencananya gagal. Gang Suk bertanya apa Soo Jung baik-baik saja. Joon Hyuk meminta Gang Suk agar tidak khawatir, Soo Jung sudah di detoksifikasi.

Deputy Choi menyebut Joon Hyuk punya nyali karena hanya di cover oleh Won Bin. Joon Hyuk bilang dia tak punya nyali itu, oleh karenanya dia membawa serta seorang penembak jitu.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002209006_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002242673_thumb[1]

Deputy Choi tidak sadar, sampai Won Bin membuat Deputy Choi bercermin di ponsel, dan melihat titik merah di keningnya.

Deputy Choi pun ketakutan dan menuruti permintaan Joon Hyuk agar semua anak buahnya menurunkan senjata dan pergi. Lalu Joon Hyuk meminta Deputy Choi untuk mengatakan pada mereka semua hal tentang Goldfish yang Deputy Choi tahu, karena mereka harus menangkap Park Tae Min.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002267898_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002283748_thumb[1]

“Jika kuberitahu, apa menurutmu mereka akan membiarkanku hidup?” Deputy Choi menolak.

“Bukankah itu lebih baik daripada mati sekarang?” Joon Hyuk bertanya balik.

Deputy Choi bilang dia tidak tahu banyak. Won Bin mendesak agar Deputy Choi memberitahu siapa atasannya. Saat Deputy Choi dengan ragu akan mengatakan sesuatu, terdengar suara tembakan mengarah pada mereka. Deputy Choi menggunakan kesempatan itu untuk lari. Jung Woo kesal dan berteriak siapa yang menembak.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002296260_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002300865_thumb[1]

Seseorang berlari menghampiri mereka, Hae Jin. Dia bertanya apa yang terjadi. Joon Hyuk bilang Deputy Choi kabur, dan kenapa Hae Jin menembak. Hae Jin bilang dia melihat Joon Hyuk memberikan kode. Tapi tak ada satupun dari mereka yang melihat Joon Hyuk memberikan kode. Won Bin bilang tidak apa-apa. Tapi Gang Suk kesal, karena Hae Jin mereka kehilangan Deputy Choi. Joon Hyuk hanya bisa menghela nafas.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002327358_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002329760_thumb[1]

Eun Ji menghampiri Joon Hyuk, “Syukurlah kau masih hidup. Aku sudah tahu akan jadi begini.”

Eun Ji sungguh merasa lega. Joon Hyuk menepuk pundak Eun Ji. Jung Woo menatap cemburu.

(Aku ngerasa Hae Jin sengaja menembak supaya Deputy Choi tidak mengatakan siapa atasannya. Atau bahkan mungkin Hae Jin lah atasannya. Seperti yang kita tahu sebelumnya, Hae Jin punya tato di belakang telinga, yang berarti dia adalah anggota Goldfish.)

***

Flower.Grandpa.E09.mp4_002346711_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002351382_thumb[1]

Di dalam mobil, Jung Woo kesal karena Joon Hyuk menyembunyikan semuanya dari mereka. Gang Suk membenarkan, terlalu besar kali ini. Eun Ji bilang apa Joon Hyuk tahu mereka mengkhawatirkan Joon Hyuk. Joon Hyuk tak punya pilihan, baginya yang panting menangkap Goldfish lebih dulu.

Won Bin bertanya apa rencana Joon Hyuk sekarang. Joon Hyuk punya rencana, tapi dia tak mengatakan apa rencananya.

***

Flower.Grandpa.E09.mp4_002370668_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002390588_thumb[1]

Joon Hyuk dan Gang Suk pulang ke rumah. Di depan gerbang, berdiri Soo Jung. Gang Suk langsung menghampiri Soo Jung dan memeluknya. Gang Suk sangat mengkhawatirkan Soo Jung. Joon Hyuk memukul kepala Gang Suk karena berani memeluk Soo Jung. Gang Suk beralasan, itu karena dia bahagia.

Dan akhirnya Soo Jung tahu Gang Suk juga sebenarnya masih muda. Joon Hyuk terpaksa memberitahu Soo Jung karena semua yang mereka lalui sebelumnya. Soo Jung merasa tidak heran bahwa Gang Suk sebenarnya masih muda karena seleranya berbeda dengan yang lain. Setelah tahu Gang Suk berumur 28 dan merupakan ‘Oppa’, Soo Jung berubah genit dan ingin melihat foto Gang Suk saat masih muda.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002413277_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002426991_thumb[1]

Gang Suk ingin menunjukkannya, tapi Joon Hyuk melarang. Joon Hyun mengingatkan Soo Jung kembali bahwa tentang dirinya yang menjadi tua harus dirahasiakan. Soo Jung bilang dia akan memikirkannya, hal ini lain dari yang terakhir kali dia janjikan. Itu karena dia takut dipukuli sampai mati oleh ibu karena beberapa malam tidak pulang tanpa kabar.

Tapi Joon Hyuk tahu bahwa sebenarnya Soo Jung ingin uang tutup mulut dari Joon Hyuk. Soo Jung bilang walau sudah menua tapi akal sehat Joon Hyuk masih sama. Gang Suk memuji Soo Jung yang bisa mengubah krisis menjadi kesempatan. Joon Hyuk mendorong kepala Soo Jung dengan kesal lalu masuk. Soo Jung pun tak kalah kesal.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002451015_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002460457_thumb[1]

Soo Jung berhadapan dengan ayah dan ibu, ada Joon Hyuk dan Gang Suk juga. Dengan takut-takut Soo Jung meminta maaf pada ayah dan ibu.

“Kau tidak menelpon selama 2 hari dan yang bisa kau katakan setelah pulang adalah ‘maaf’?!” Ibu berteriak marah.

“Kau...dilarang keluar selama seminggu dan tidak mendapat uang saku selama sebulan. Mengerti?!” ayah memberi hukuman.

Soo Jung tidak terima dan mengatakan kalau dia disekap. Jika ayah melakukan hal itu, itu sangat tidak adil untuknya. Ibupun bertanya apa maksud Soo Jung disekap. Soo Jung hendak menjelaskan. Tapi Joon Hyuk memprovokasi kalau Soo Jung disekap kekasihnya. Ibu sangat terkejut. Soo Jung menyangkal, pria itu bukan kekasihnya.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002490654_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002494959_thumb[1]

“Itu bukan kekasihnya, tapi dia pasti pria yang ditemuinya di kolam renang.” Ujar Joon Hyuk lagi. Ayah terkejut mendengarnya.

“Kenapa? Kenapa semua orang hanya mendengar kata-kata Oppa?” Soo Jung kesal.

Ayah juga makin marah karena Soo Jung tak sopan memanggil ‘Oppa’ pada Kakek Joon Hyuk. Joon Hyuk bilang tak apa, mungkin Soo Jung merasa nyaman dengannya. Soo Jung tertawa, menyebut Joon Hyuk penuh kepura-puraan.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002528659_thumb[1]

Dan akhirnya, Soo Jung mendapatkan banyak pukulan dari sang ibu. Gang Suk yang berusaha menghalangi pun, segera disingkirkan oleh Joon Hyuk.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002535532_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002540771_thumb[1]

Joon Hyuk naik ke atas, dan sebelumnya meledek Soo Jung. Sementara itu, Soo Jung terus dipukuli ibu dengan bantal.

***

Flower.Grandpa.E09.mp4_002565796_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002574038_thumb[1]

Joon Hyuk memberitahu tim bahwa dia menemukan perusahaan fiktif bernama Iris saat menyelidiki aliran uang Goldfish dari saat Pimpinan Jo menggunakan mereka. Sejumlah besar uang masuk kesana. Jung Woo menduga perusahaan itu adalah front company bagi Goldfish. Dan dugaan Jung Woo dibenarkan Joon Hyuk. Dan mulai 1 minggu yang lalu, muncul karakter yang mirip dengan Pimpinan Jo (pelanggan Goldfish).

Orang itu adalah Aoki Shintaro, usia 72 tahun. Pelukis Jepang yang disebut Picasso ke-2. Orang ini diam-diam datang ke Korea kemarin.

“Dia pasti akan mendekati Goldfish. Jadi bahkan jika kita harus memanfaatkan Aoki, kita harus mendekati Ketua Goldfish, Park Tae Min.”

Mereka akan menyamar sebagai Aoki dan mendekati Goldfish sendirian. Dan mereka juga bisa menyamar sebagai Goldfish dan mendekati Aoki.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002626423_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002637701_thumb[1]

Won Bin datang dengan kembali muda, dan menanyakan dimana Jeon Hae Jin karena dia harus menunjukkan penampilan mudanya. Jung Woo bilang Hae Jin tidak bisa datang hari ini. Won Bin menyuruh Jung Woo untuk menghubungi Hae Jin agar dia datang sebentar saja, dia harus melihatnya seperti itu. Gang Suk yang sepertinya iri melihat Won Bin menyuruh Won Bin menelpon saja sendiri lalu pergi. Disusul anggota yang lain, mereka tak mau mendengar ocehan Won Bin.

***

Flower.Grandpa.E09.mp4_002648612_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002650414_thumb[1]

Tim rapat di luar. Won Bin menjelaskan tentang gaya Aoki Shintaro pada yang lain. Aoki maniak kacamata hitam, dia suka memakai celana ketat dan baju bermotif tengkorak. Selain itu dia juga memakai tindik di telinga yang dihubungkan ke hidung. Mendengar hal itu, Joon Hyuk menyebut Aoki pria aneh dan dia tidak akan melakukannya (menyamar menjadi Aoki). Padahal sebelumnya saat Gang Suk bilang Aoki aneh, Joon Hyuk membelanya sebagai sesama orang jenius.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002695125_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002706637_thumb[1]

Jung Woo bilang tidak bisa seperti itu, karena hanya Joon Hyuk dan dia yang bisa berbahasa Jepang. Dan juga Jung Woo tidak bisa menyamar sebagai kakek berusia 70 tahun.

Lalu Eun Ji bertanya bagaimana mereka bisa tahu lokasi dan waktu pertemuan. Joon Hyuk bilang mereka harus mencari tahu mulai sekarang.

***

Flower.Grandpa.E09.mp4_002716080_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002722719_thumb[1]

Jung Woo di loby hotel tempat Aoki menginap dan melihatnya keluar. Jung Woo mengabarkan itu pada Gang Suk.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002762459_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002777875_thumb[1]

Won Bin dengan hanya mengenakan handuk memanggil seorang pegawai hotel yang lewat. Won Bin meminta tolong karena dia terkunci di luar dan kuncinya ada di dalam kamar. Awalnya pegawai itu tidak mau, tapi dia jadi ragu mendengar rayuan Won Bin. Won Bin juga mendekatkan wajahnya pada pegawai itu untuk mengambil rambut pegawai itu yang ada di leher.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002779977_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002782446_thumb[1]

Ta-da! Pegawai itu berteriak terkejut melihat pria tampan yang di hadapannya tadi berubah menjadi kakek tua setelah mengambil rambut. Pegawai itu merasa dia berhalusinasi. Won Bin merasa kesal dan memberitahu Jung Woo kalau rencananya gagal. (Won Bin berencana masuk ke kamar Aoki, dan minta tolong pegawai itu untuk membuka pintunya dengan alasan dia terkunci di luar)

Flower.Grandpa.E09.mp4_002823053_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002837701_thumb[1]

Jung Woo mendesah, mendengar suara Won Bin dia tahu kenapa rencananya gagal. Jung Woo mengikuti Aoki ke stasiun subway. Aoki beranjak dari duduknya dan mengambil dua lembar koran. Jung Woo ikut mengambil dua koran dan mengikuti Aoki lagi. Dari balik tiang, Deputy Choi keluar dan melihat ke arah Jung Woo pergi.

***

Flower.Grandpa.E09.mp4_002848445_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002881278_thumb[1]

Jung Woo kembali ke kantor dan melaporkan bahwa Aoki tidak naik subway, dia hanya mengambil koran dan pergi. Koran itu adalah koran gratis yang dibagikan di stasiun, Aoki mengambilnya dua buah. Eun Ji bertanya tentang kemungkinan ada kode rahasia mengenai kontak rahasia di dalam koran itu. Jung Woo bilang itu mungkin saja.

Joon Hyuk meminta koran itu dan menanyakan hasil hacking Gang Suk pada email Aoki. Gang Suk menemukan sebuah email dengan isi yang sederhana, ‘hari ini akan hujan’. Itu adalah kehebohan karena tidak ada hujan akhir-akhir ini.

Flower.Grandpa.E09.mp4_002961992_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_002988352_thumb[1]

Joon Hyuk memikirkan kalimat itu dan koran yang ada didepannya. Joon Hyuk melihat kata-kata dari kalimat tadi ada di artikel halaman depan koran tapi dalam kondisi terpisah. Joon Hyuk lalu melubangi kata-kata itu. Setelah itu dia menjiplakkan artikel yang berlubang pada artikel yang masih utuh di koran yang satu lagi. Di temukanlah waktu pertemuan tersembunyi. Hotel Rose of Sharon Kamar 909, tanggal 4 Juli jam 5 sore.

***

Flower.Grandpa.E09.mp4_002994091_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003006036_thumb[1]

Won Bin berpura-pura menjadi pelayan hotel dan menukar nomor kamar hotel.

Flower.Grandpa.E09.mp4_003019316_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003023787_thumb[1]

Eun Ji berjaga di lobby hotel, berpura-pura sedang berfoto dan memberitahu kedatangan utusan Goldfish.

Flower.Grandpa.E09.mp4_003039336_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003048045_thumb[1]

Utusan Goldfish itu masuk ke dalam sebuah kamar. Setelah itu, muncul Gang Suk dan Jung Woo dari kamar lain dan masuk ke kamar yang satu lagi.

Flower.Grandpa.E09.mp4_003069800_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003137067_thumb[1]

Jadi, utusan Goldfish masuk ke dalam kamar tempat Joon Hyuk menyamar, dan Jung Woo masuk ke kamar tempat Aoki asli menunggu. Joon Hyuk meniru ucapan Aoki dengan mendengar dari alat perekam yang dipasang. Jung Woo menirukan ucapan utusan Goldfish.

Utusan Goldfish meminta dibuatkan lukisan berdasarkan permintaan Ketua Goldfish, Jung Woo juga. Aoki dan Joon Hyuk membuat lukisan. Jung Woo sengaja mendeskripsikan lukisan Aoki agar Joon Hyuk bisa meniru. Itu punya empat kaki, ada titik di tubuhnya, dadanya lebar, mata yang besar untuk wajahnya, dan ada ekor menempel di hidung.

Flower.Grandpa.E09.mp4_003167030_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003173036_thumb[1]

Aoki dan Joon Hyuk selesai melukis. Jung Woo mengucapkan lukisan Aoki yang adalah wanita yang berteriak sambil merangkak dengan empat kaki. Joon Hyuk terkejut karena yang dia lukis adalah gambar sapi yang ditindik hidungnya.

Flower.Grandpa.E09.mp4_003203533_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003214878_thumb[1]

Tanpa disangka utusan Goldfish menyukai lukisan Joon Hyuk dan mengajaknya pergi sekarang. Sedangkan Jung Woo berkata pada Aoki bahwa dia akan datang kembali menjemput Aoki jam 2 besok.

Flower.Grandpa.E09.mp4_003243506_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003283913_thumb[1]

Joon Hyuk dibawa utusan Godfish ke pelataran sebuah gudang (ini tempatnya sama dengan yang sebelumnya). Di belakang mobil tim pelan-pelan masuk. Joon Hyuk masuk ke dalam salah satu gudang, dimana disana ada beberapa orang berjas putih sedang bekerja. Utusan Goldfish berkata akan dilakukan pemeriksaan fisik sederhana pada Joon Hyuk.

Joon Hyuk meminta bertemu dengan Ketua, dengan alasan ingin bertemu langsung dan mengucapkan terima kasih. Utusan itu akan menelpon Ketua sambil Joon Hyuk melakukan tes. Joon Hyuk lalu bertanya dimana obatnya. Utusan itu menunjukkan obat di sebuah kotak.

Flower.Grandpa.E09.mp4_003293256_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003297494_thumb[1]

Kemudian muncul Deputy Choi bersama Aoki asli sambil menodongkan senjata. Dia menegur utusan Goldfish yang tak mengenali Aoki, padahal ada tahi lalat di bawah mata Aoki. Utusan Goldfish membuka kacamata Joon Hyuk, tak ada tahi lalat. Aoki asli membuka kacamatanya dan mengaku kalau dia adalah Aoki asli dan Joon Hyuk adalah polisi.

Flower.Grandpa.E09.mp4_003335198_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003356152_thumb[1]

Deputy Choi meminta obat penawar, jika tidak dia akan menembak kepala Aoki, dan utusan Goldfish itu akan kehilangan pelanggan penting. Jika itu terjadi maka reputasi Goldfish akan jatuh dan dia akan kehilangan klien. Tapi, jika dia menyerahkan obat itu, Deputy Choi akan menyerahkan Aoki dan dia akan menghilang diam-diam. Joon Hyuk bertanya apa alasan Deputy Choi melakukan itu.

“Apa kau belum melihat istriku? Dia sama sepertimu. Agar aku bisa menyelamatkan isteriku, aku melakukan segala yang diperintahkan padaku. Tapi sekarang karena identitasku sudah terbongkar, mereka mencoba membunuhku. Baiklah, tidak apa-apa jika aku mati, tapi jangan isteriku. Jadi cepat serahkan obat itu.”

Flower.Grandpa.E09.mp4_003378908_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003382879_thumb[1]

Kemudian Tim (tanpa Eun Ji) masuk sambil menodongkan senjata. Joon Hyuk bilang mereka bisa bersama-sama menyingkirkan Goldfish lalu menemukan obatnya bersama-sama. tapi Deputy Choi tak percaya dengan Joon Hyuk yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Jung Woo bilang dia ada disana, dia akan menemukan obat penawar untuk Deputy Choi.

Flower.Grandpa.E09.mp4_003417747_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003431461_thumb[1]

“Bagaimana kau? Apa kau masih tidak tahu kenapa kau tidak berubah? Kau benar-benar tidak tahu. Goldfish mengambil keremajaan seseorang dan menjualnya pada pelanggan mereka. Saat kalian terjatuh ke dalam tangki air, obat di dalam tangki air menyerap energi dalam tubuhmu. Dengan kata sederhana, obat itu mengambil umurmu. Dan obat itu adalah sistem yang menyuntikkan energi kepada klien mereka. Klien akan semakin muda, sebanyak umur kalian yang hilang. Jadi, Park Jung Woo, alasan kau tidak berubah adalah karena tidak ada umurmu lagi yang bisa diambil, artinya kau akan segera mati.”

Jung Woo lemas, dan terdiam merenung berusaha mencerna perkataan Deputy Choi mengenai rahasia tentang dirinya itu.

Flower.Grandpa.E09.mp4_003442405_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003496125_thumb[1]

Hae Jin muncul sambil menodongkan pistol pada istri Deputy Choi. Hae Jin meminta Deputy Choi menurunkan pistolnya, jika tidak istrinya akan mati. Deputy Choi meletakkan pistol, dan kesempatan itu digunakan utusan Goldfish untuk menembat Deputy Choi. Hae Jin menembak utusan Goldfish itu.

Istri Deputy Choi menghampiri suaminya dan menangis sambil memanggilnya. Deputy Choi meminta maaf pada istrinya, lalu terkulai. Deputy Choi meninggal.

***

Flower.Grandpa.E09.mp4_003516679_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003528858_thumb[1]

Tim dalam perjalanan kembali. Jung Woo meminta semuanya merahasiakan apa yang mereka dengar dari Deputy Choi pada Eun Ji. Gang Suk keberatan karena mereka ada dalam tim yang sama. Jung Woo bilang Eun Ji adalah gadis yang terlalu khawatir.

Won Bin meminta Jung Woo untuk tidak khawatir, perkataan Deputy Choi tadi menurutnya adalah kebohongan. Karena dia sudah beberapa kali dibodohi Deputy Choi. Jung Woo tersenyum atas penghiburan Won Bin dan berterima kasih. Dia juga meminta Joon Hyuk untuk merahasiakannya.

Flower.Grandpa.E09.mp4_003543473_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003549245_thumb[1]

“Lagipula itu tidak ada kaitannya denganku. Dan juga, kau pikir kau akan mati semudah itu? Biasanya orang yang banyak dimaki-maki, hidupnya paling lama.”

“Ya, lupakanlah segalanya dan pikirkan saja soal hari esok.” Won Bin menambahkan.

Jung Woo tersenyum lebar, ternyata Joon Hyuk juga peduli padanya. Won Bin bertanya langkah selanjutnya pada Joon Hyuk. Lalu Jung Woo memberitahu bahwa dia sebenarnya memasang iklan di koran gratis itu tanpa mereka ketahui. Koran gratis yang digunakan Aoki untuk berhubungan dengan Goldfish. Jung Woo memasang nomor telpon dengan kalimat ‘Park Jung Woo sedang mencari Park Tae Min’.

***

Flower.Grandpa.E09.mp4_003589852_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003591621_thumb[1]

Seorang pria di stasiun subway, mengambil koran gratis itu dan melihat iklan yang dipasang Jung Woo berada di halaman depan, paling atas. Pria itu melipat korannya dan beranjak pergi.

Flower.Grandpa.E09.mp4_003634330_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003639702_thumb[1]

Di kantor, tim juga sedang melihat iklan itu di koran yang sama. Gang Suk penasaran, apakah Park Tae Min akan menelpon. Won Bin merasa itu tidak mungkin, bagaimana bisa Ketua Goldfish muncul sendiri yang mengaku. Menurut Won Bin, Jung Woo melakukan hal tidak berguna. Tapi menurut Joon Hyuk bisa saja ada telpon.

“Mereka mengambil energi dari tubuh orang muda dan memberikan pada orang lain. Itu berarti dia bisa mengatur hidup seseorang yang dia inginkan. Jika itu terjadi, dia akan mulai menganggap dirinya sebagai Tuhan.”

“Itu benar. Tapi aku yang sepele ini, sudah berani memprovokasi Tuhan. Orang itu pasti akan merespon dengan cara tertentu.”

Flower.Grandpa.E09.mp4_003653182_thumb[1] Flower.Grandpa.E09.mp4_003654617_thumb[1]

Pria yang di stasiun tadi datang ke kantor dan mencari Park Jung Woo. Jung Woo menunjuk dirinya sendiri. Pria itu bertanya apa Jung Woo mencari Park Tae Min. Jung Woo membenarkan. Lalu pria itu tersenyum penuh arti.

“Jangan-jangan... kau Park Tae Min?”

Flower.Grandpa.E09.mp4_003670933_thumb[1]

***

Bersambung ke episode 10 ~ (subsnya belum ada…>.<)

***

Jadi, apakah itu memang Park Tae Min sang Ketua Goldfish, atau pria dengan nama yang sama?

Tahulah kita sekarang, kenapa Jung Woo tidak berubah. Bukan karena dia memiliki antidot atau penawar di tubuhnya, tapi dia diperkirakan akan segera mati berdasarkan obat itu. Tapi, apakah itu benar? Won Bin bilang Deputy Choi pasti berbohong. Kita lihat di 3 episode yang tersisa. Tapi aku sendiri sih berharap Jung Woo tidak mati…

5 comments:

  1. hallooo mba mumuu... makasih yaa udah mau bikin sinopsis kosa. kan, awalnya aku bete tuh liatnya. abis pamainnya tua banget deh !! lol. haha

    back to topic, well aku ko kayaknya suka deh sama alur ceritanya yaaa~ yasyudaaah aku lanjut baca ajaaahh.. lol again
    hahaha

    eh, aku ketawa ngakak waktu tau kalo si aiko *atau akio ya* *skip*, dia ternyata bikinnya cewek lagi merangkak bukan sapi...

    sumpah mba mumu, aku ketawa ga berhenti deeeh. hahahahaha....
    tapi, gambar sapinya lucu. lol.
    hahaha

    ReplyDelete
  2. sedih pas tau alasan kenapa jungwoo ga jadi tua, patah hati mbak.. hiks... padahal asli penasaran bgt sebelumnya. tapi untunglah sesuai perkiraan, wonbin ga bener2 berkhianat, padahal udah deg-degan aja. episode 10 udah nonton sih, tapi tetep aja kurang afdol kalo belum baca sinopnya, heu... semangat mbak!! semoga ga ada sad ending buat jungwoo, dia kan alesan kenapa saya nonton drama ini awalnya...

    ReplyDelete
  3. Jangan2 itu cuma namanya doang yg sama :D

    ReplyDelete
  4. Woahh ternyata WOn Bin gak berkhianat. Syukurlah~ padahal kemarin keliatan meyakinkan bgt. Hihihi

    Ahhh ya ampyuun Lee Ki Woo jd cameo disini ya? Moga2 bukan jadi orang jahat yaa :D

    Jung Woo.. please jangan mati T.T

    ReplyDelete
  5. Yeah, dugaan ku ternyata bener, padahal terakhir2nya menyakinkan banget, si won bin berkhianat
    Trus kasian si jung woo, d prediksi bakalan mati cepet,
    Udah gitu ngeliat eun ji khawatir bngt sama joon hyuk
    Poor jung wooo

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD