Wednesday, August 13, 2014

Endless Love Episode 7 dan 8

~Episode 7~

Endless.Love.E07.mp4_000650249_thumb[1] Endless.Love.E07.mp4_000653152_thumb[1]

In Ae akhirnya bisa bertemu langsung Perdana Mentri Kim yang merupakan ayahnya. Tentu saja In Ae tak bisa mengutarakan jati dirinya. Tapi, Perdana Mentri Kim merasa seperti pernah bertemu In Ae. Aura yang dikeluarkan In Ae, dia pernah melihatnya.

Endless.Love.E07.mp4_002229260_thumb[1] Endless.Love.E07.mp4_002234932_thumb[1]

Dan In Ae akhirnya mengetahui kalau Kwang Chul masih hidup. In Ae bisa melepas pedih di hatinya setelah bertemu Kwang Chul.

Sinopsis Lengkap by Irfa:

Endless Love Episode 7

***

~Episode 8~

Endless.Love.E08.mp4_000199499_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_000202535_thumb[1]

Kwang Hoon memukuli Kwang Chul. Dia marah karena Kwang Chul bersikap seperti orang mati (tidak memberikan kabar), padahal masih hidup. Kwang Chul diam tak membalas, hanya menerima kekecewaan Kwang Hoo begitu saja.

Endless.Love.E08.mp4_000255088_thumb[3] Endless.Love.E08.mp4_000273706_thumb[3]

Kwang Hoon mengaku kalau dia tidak punya hak memukul Kwang Chul, karena tak mencari Kwang Chul. Tapi dia tahu Kwang Chul masih menganggapnya sebagai kakak Kwang Chul hingga menerimanya pukulannya begitu saja. Jadi sudah seharusnya Kwang Chul menemuinya begitu dia kembali.

Kwang Chul bilang dia melihat Kwang Hoon di hotel sedang mengantar Jendral Chun, dan makan bersama dengan seorang gadis yang sudah menunggu Kwang Hoon di restoran Perancis. Kwang Chul tak menyapa karena tak mau mengganggu suasana.

Karena Kwang Hoon bekerja sebagai asisten seorang pejabat tinggi militer, Kwang Chul bertanya apa dia tahu siapa pembunuh ayah mereka. Kwang Hoon tak menjawab, membuat Kwang Chul berpikir kalau Kwang Hoon sudah melupakan hal itu, bahkan Kwang Hoon sempat makan di restoran setelah mengkremasi ayah mereka.

Endless.Love.E08.mp4_000330330_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_000375875_thumb[3]

“Aku tidak melupakannya semenit pun. Bahkan satu detikpun! Ayah dibunuh oleh mereka! Kita harus membakarnya seperti anjing!” teriak Kwang Chul.

Kwang Chul menyindir, seberapa tinggi pangkat Kwang Hoon setelah dengan otak cerdasnya Kwang Hoon bekerja sama dengan pemerintah dan mengkremasi ayah mereka. Apa Kwang Hoon akan naik pangkat jika mengikuti kemauan putri Jendral itu.

Kwang Hoon bilang lebih baik mereka tidak bertemu lagi jika Kwang Chul percaya hal itu. Kwang Chul tak masalah, karena Kwang Hoon sendiri yang bilang kalau mereka bukan saudara lagi. Meskipun dia mati, dan Kwang Hoon tak bisa menemukan mayatnya, Kwang Hoon tak peduli padanya. Makanya dia tak datang menemui Kwang Hoon. Itulah alasan sebenarnya Kwang Chul tak mau menemui Kwang Hoon.

Endless.Love.E08.mp4_000458558_thumb[3] Endless.Love.E08.mp4_000476275_thumb[1]

Di dalam mobil Kwang Hoon dan Kwang Chul sama-sama menangis, menangisi pertemuan mereka berdua yang terus saja dipenuhi pertengkaran.

Endless.Love.E08.mp4_000493759_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_000503970_thumb[1]

In Ae melihat berita Kwang Hoon yang berbicara di televisi menjelaskan hasil perjalanannya dan Jendral Chun ke Amerika.

***

Endless.Love.E08.mp4_000513412_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_000528694_thumb[1]

Hye Jin memeluk Kwang Hoon yang baru datang. Dia memberi selamat karena Kwang Hoon muncul di televisi. Nyonya Jin bilang banyak yang menelpon menanyakan apa Kwang Hoon calon menantu mereka. Dan Ibu Negara juga menelpon memberitahu kalau Presiden senang dengan laporan yang dia terima.

Hye Jin bertanya apa ayahnya mencari sekolah untuk Kwang Hoon. Tentu saja, Kwang Hoon bahkan terharu saat melihat Kampus Yale.

Endless.Love.E08.mp4_000605638_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_000624223_thumb[1]

Kwang Hoon masuk ke kamarnya yang penuh dengan bunga. Ternyata Kwang Hoon datang ke RS karena diberitahu Hye Jin yang tak mau disalah nantinya jika tak memberitahu Kwang Hoon. Hye Jin mengakui kalau dia memberitahu In Ae tentang perjalanan rahasia Kwang Hoon dan ayahnya.

Kwang Hoon meminta Hye Jin menjauhi In Ae. Hye Jin sudah melakukannya, tapi In Ae yang menelpon menanyakan Kwang Hoon dan mengatakan kalau nenek mereka koma. Kemudian Kwang Hoon meminta Hye Jin untuk tidak menjawab telpon dari In Ae.

Hye Jin bilang dia merindukan Kwang Hoon dan mencium pipinya, lalu pergi keluar saat Kwang Hoon menatapnya kesal.

***

Endless.Love.E08.mp4_000676108_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_000691323_thumb[1]

Pemakaman nenek. Kwang Hoon datang terlambat. Kwang Chul memberikan bunga pada Kwang Hoon untuk disimpan di nisan nenek, dan dia sendiri segera pergi.

Endless.Love.E08.mp4_000737736_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_000740339_thumb[1]

Setelah pemakaman, In Ae bicara dengan Romo. In Ae berterima kasih Romo mau datang sesuai wasiat nenek. Lalu In Ae memastikan apa Romo benar-benar tahu siapa ayahnya karena nenek bilang begitu.

Endless.Love.E08.mp4_000753385_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_000796162_thumb[1]

Kwang Hoon bertanya pada In Ae apa nenek memberitahu In Ae siapa ayahnya sebelum meninggal. Kwang Hoon ingin tahu, karena dia merasa In Ae punya kehidupan yang lain. In Ae tak menjawab, maka Kwang Hoon meminta In Ae melupakannya saja.

Dengan emosi In Ae bertanya kehidupan macam apa yang Kwang Hoon inginkan darinya. In Ae membenarkan perkataan Hye Jin bahwa pengaruh Jendral Chun menakjubkan. Kwang Chul juga benar kenapa Kwang Hoon tidak mencari pelaku yang sudah membunuh ayahnya.

Kwang Hoon kesal, apa dia harus mencari dan langsung membunuhnya. In Ae membenarkan, seharusnya Kwang Hoon meminjam pistol Jendral Chun. Kwang Hoon menyebut In Ae kekanakan seperti Kwang Chul.

Endless.Love.E08.mp4_000854653_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_000861293_thumb[1]

Kwang Hoon lalu menanyakan apa pekerjaan Kwang Chul pada Pelatih Jo, apa seorang gangster. Son Jung Mok, orang Korea kaya dari Jepan. Kwang Chul bekerja untuknya. Pelatih Jo tertawa karena Kwang Hoon masih menilai Kwang Chul ‘rendah’.

***

Endless.Love.E08.mp4_000990956_thumb[2] Endless.Love.E08.mp4_001009675_thumb[1]

Chairman Son bertanya apa Kwang Chul sudah menemui kakak yang dia katakan setinggi langit itu. Chairman Son bertanya apa kakak Kwang Chul itu hebat. Kwang Chul membenarkan, hebat sampai ke tulang.

“Andalah orang pertama dalam hidupku yang percaya dan mendukungku.”

“Orang di dunia ini masih belum mengenalmu.”

Kwang Chul tersenyum mendengar perkataan Chairman Son itu. Chairman Son lalu membahas tentang Hotel Busan yang memiliki banyak masalah. Jika mereka berhasil mengakuisisi dan menyelesaikannya, Chairman Son bertanya apa yang Kwang Chul inginkan karena Kwang Chul lah yang akan menyelesaikannya.

Kwang Chul bilang dia ingin memiliki bisnis klub malam. Tapi Chairman Son malah bilang kalau dia salah sudah membesarkan Kwang Chul. Dia tak percaya Kwang Chul malah meminta hal itu. Chairman Son tak heran makanya Kwang Chul sering sekali dipukuli.

***

Endless.Love.E08.mp4_001044810_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_001050983_thumb[1]

Tae Kyung bercerita pada ayahnya kalau dia tertarik pada In Ae ketika membaca beritanya di koran saat di New York. Seperti ada api yang mulai membara dalam tubuhnya dan hatinya akan meledak jika tak bisa menemui In Ae. PM Kim mengerti perasaan Tae Kyung. Yang Tae Kyung rasakan adalah keajaiban yang hanya terjadi sekali dalam seumur hidup.

Endless.Love.E08.mp4_001073505_thumb[7] Endless.Love.E08.mp4_001137703_thumb[1]

Tae Kyung merasa senang karena ayahnya mengerti hal itu. Rupanya Tae Kyung juga meminta tolong ayahnya agar dia bisa bertemu In Ae. Sekretaris PM Kim menelpon dan memberitahukan dimana In Ae berada. PM Kim menyuruh Tae Kyung pergi, dia tidak mau melihat anaknya mati patah hati.

Tae Kyung bilang dia akan mati kalau ibunya tahu. PM Kim bilang dia juga akan mati. Mereka pun tos. (suka liat hubungan PM Kim sama anak-anaknya..andai dia tahu In Ae juga anaknya..)

***

Endless.Love.E08.mp4_001195093_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_001205470_thumb[1]

Se Kyung meminta Kwang Chul menemaninya menunggu Chairman Son. Awalnya Kwang CHul tak mau, tapi akhirnya dia duduk juga. Kwang Chul meledek Se Kyung yang merasa dia seorang putri dengan menyebutnya berwajah jelek, dengan riasan wajahnya. Kwang Chul bilang seorang gadis jelek seharusnya merasa terhormat bisa bersama pria tampan seperti dirinya.

Kwang Chul bertanya apa kegiatan Se Kyung. Se Kyung bilang dia sedang les bahasa Perancis, karena dia akan sekolah disana. Kwang Chul mencibir kalau semua orang kaya menyukai Perancis.

Endless.Love.E08.mp4_001220819_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_001234633_thumb[1]

Kwang Chul mengajak Se Kyung pergi di saat seorang pelayan datang memberikan pesan dari Chairman Son agar Kwang Chul mentraktir Se Kyung makan dan menjaganya karena dia tak bisa datang.

Kwang Chul tak mau menemani Se Kyung dan mengajaknya pulang. Tapi Se Kyung meminta Kwang Chul melakukannya. Akhirnya Kwang Chul setuju, dengan syarat Se Kyung harus menurut padanya dan jangan mengomel. Se Kyung mengangguk setuju.

***

Endless.Love.E08.mp4_001264730_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_001286918_thumb[1]

Tae Kyung menemui In Ae di lokasi syuting. In Ae mendapat pujian dari Sutradara Im atas penjiwaannya yang bagus walau In Ae sedang berduka. In Ae menguatkan diri menemui Tae Kyung.

Endless.Love.E08.mp4_001306938_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_001370502_thumb[1]

In Ae ikut bersama Tae Kyung. Tae Kyung merasa tak enak pada In Ae yang terlihat menyesal ikut dengannya. Tae Kyung memeberitahu dia tak punya pilihan selain mengakui perasaannya pada ayahnya dan dia mungkin dipaksa pergi. Jadi dia harus menemui In Ae sebelum pergi.

In Ae bertanya siapa yang memaksa Tae Kyung pergi. Ibunya. Tae Kyung memberitahu kalau julukan ibunya adalah kupu-kupu besi. In Ae terkejut, dia teringat pesan kematian ibunya ‘kupu-kupu’. In Ae pun mulai berpikir kemungkinan ibunya Tae Kyung yang berada dibalik kematian ibunya.

Endless.Love.E08.mp4_001389855_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_001392124_thumb[1]

Tae Kyung bertanya apa alasan In Ae mau ikut dengannya, karena dia tahu In Ae bukan tipe orang yang akan ikut begitu saja dengan orang yang menemuinya duluan.

“Karena kau putra Perdana Mentri. Kau itu putra di Kupu-kupu Besi.”

Tae Kyung menilai In Ae sedang bercanda. In Ae menyangkal, dia melihat itu sebagai kuasa Tuhan. In Ae bilang mereka ditakdirkan untuk bertemu. Tae Kyung tersenyum, dia juga pernah mengatakan hal itu. (tentu untuk alasan yang berbeda)

***

Endless.Love.E08.mp4_001428126_thumb[1]

Nyonya Min akhirnya tahu Tae Kyung pergi keluar membawa mobil. Dengan marah, dia menyuruh seseorang untuk segera mencari Tae Kyung.

***

Endless.Love.E08.mp4_001443742_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_001491990_thumb[1]

Tae Kyung membawa In Ae ke villa keluarganya. In Ae memandangi foto keluarga PM Kim yang terpajang disana, terutama foto Nyonya Min. Tae Kyung masih tak percaya In Ae mau pergi bersamanya. Tae Kyung menanyakan alasan In Ae. Dan kembali In Ae menjawab kalau itu karena Tae Kyung adalah putra PM.

In Ae bilang dunia tak adil, karena Tae Kyung dibesarkan di sebuah rumah besar, sedangkan dia disebuah gubuk. Tae Kyung mengajak In Ae minum bersama. In Ae kemudian termenung melihat wine digelasnya. Tae Kyung bertanya kenapa In Ae seperti itu. In Ae bilang rasanya seperti minum darah.

Endless.Love.E08.mp4_001512844_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_001525557_thumb[1]

“Apa kau pernah melihat darah mengucur keluar orang yang sedang sekarat? Aku pernah melihatnya.”

“Apa itu ada hubungannya dengan kau yang pernah di penjara?”

Kita tahu kalau maksud In Ae adalah ibunya yang sekarat. Tapi In Ae bilang kalau itu mungkin saja. In Ae bilang dia akan mendapatkannya, gigi dibayar gigi, mata dibayar mata. Darah dibayar darah.

***

Endless.Love.E08.mp4_001599130_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_001601399_thumb[1]

Kwang Chul mengajak Se Kyung makan kulit babi panggang. Tak disangka, Se Kyung menyukainya, makanan yang dia tak pernah tahu. Se Kyung bahkan meminta arak beras. Kwang Chul melarang karena itu tidak bagus bagi paru-paru Se Kyung yang lemah. Se Kyung berterima kasih karena Kwang Chul memperkenalkannya pada makanan enak.

Kwang Chul memberitahu Se Kyung kalau makanan yang baik untuk paru-paru adalah daging kambing. Se Kyung yang sedang minum menyemburkan airnya karena kaget. Refleks Kwang Chul membantu mengelap bibir Se Kyung dengan tisu. Se Kyung bilang Kwang Chul lebih baik dari yang dia kira.

Endless.Love.E08.mp4_001647579_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_001716114_thumb[1]

Setelahnya Se Kyung makan es krim. Lalu dia merasa sakit perut, dan membuat Kwang Chul kerepotan mencari toilet hingga di lantai atas sebuah gedung. Belum sampai di situ, Se Kyung juga minta diambilkan tisu karena di toilet tidak ada. Mau tidak mau Kwang Chul turun lagi. Dan ternyata Se Kyung hanya mengerjai Kwang Chul.

***

Endless.Love.E08.mp4_001740105_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_001748179_thumb[1]

Tae Kyung mengantar In Ae pulang ke rumah. Mereka berhenti sebentar setelah berjalan menaiki tangga. Tae Kyung melihat lampu-lampu yang menyala seperti batu permata. Tapi In Ae bilang orang-orang yang beristirahat disana setelah mendapatkan gaji hasil bekerja, akan memimpikan bisa balas dendam saat melihat lampu-lampu itu.

In Ae kemudian bilang kalau dia merasa neneknya, yang sangat mengerti dirinya, mengirim Tae Kyung padanya. Makanya In Ae ingin mempercayainya. Tae Kyung bilang berarti bukan hanya dia yang merasa kalau pertemuan mereka adalah takdir. Kalau begitu, Tae Kyung akan membantu In Ae balas dendam. In Ae bilang dia ingin membalas dendam pada mereka dengan darah mereka.

Endless.Love.E08.mp4_001781513_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_001795727_thumb[1]

Tae Kyung kemudian bertanya siapa yang membuat In Ae ingin membalas dendam. Karena ayahnya juga mungkin akan mau membantu. In Ae bertanya balik haruskah dia memanfaatkan Tae Kyung. Tae Kyung tak keberatan. Bahkan saat In Ae kalau itu mungkin jebakan, Tae Kyung malah merasa itu akan lebih baik. Dan bahkan Tae Kyung berjanji, saat In Ae bilang Tae Kyung tak boleh menyesal.

***

Endless.Love.E08.mp4_001864862_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_001882680_thumb[1]

Jendral Chun menyuruh Kwang Hoon menjalankan misi rahasia dengan pergi diam-diam ke Washington untuk menyerahkan sebuah dokumen rahasia, yang jika jatuh ke tangan orang lain maka nyawa mereka dalam bahaya.

Kwang Hoon bertanya satu hal, apa Kingmaker yang di Washington itu sedang mempersiapkan era baru? Dia memang Kingmaker, tapi Jendral Chun bilang kalau semua itu adalah kehendak Tuhan. Jadi itu lebih menakutkan dan menegangkan, terlebih lagi mereka harus bersikap biasa. Kwang Hoon harus pergi dan kembali seperti kabut. Kwang Hoon mengangguk, menyetujui.

***

Endless.Love.E08.mp4_001926090_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_001972036_thumb[1]

Tae Kyung bertanya pada In Ae, apa dia boleh menemui In Ae saat dia ingin dimanfaatkan. In Ae mempersilahkan. Tae Kyung bertanya lagi, apa besok dia boleh datang lagi kesana. In Ae kembali mempersilahkan dengan satu syarat, In Ae mau menemui Tae Kyung kalau Tae Kyung datang dengan mobil sport merah. Tae Kyung mengerti dan pamit pulang.

Di jalan depan, Park Young Tae sudah menunggu Tae Kyung dengan beberapa mobil polisi.

***

Endless.Love.E08.mp4_002042440_thumb[4] Endless.Love.E08.mp4_002089821_thumb[1]

In Ae menangis tersedu di kamar nenek. Menangisi semua hal yang telah terjadi padanya. Bibi Kyung Ja memberitahu Kwang Chul yang berkunjung kalau In Ae menangis sendirian di kamar kosong dan tertidur. Orang mati (Kwang Chul) sudah kembali, tapi sebaliknya nenek yang meninggal.

Endless.Love.E08.mp4_002149614_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_002150781_thumb[1]

In Ae keluar menemui Kwang Chul. Kang Chul membuat In Ae tertawa, saat In Ae menyuruh Kwang Chul menyewa rumah untuk mereka semua tapi dompet pun Kwang Chul tak punya. In Ae kemudian mengajak Kwang Chul minum bersama.

***

Endless.Love.E08.mp4_002155720_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_002159757_thumb[1]

Tae Kyung mendapat tamparan keras dari ibunya begitu kembali ke rumah. Nyonya Min marah besar karena Tae Kyung membawa In Ae pergi ke vila, dia menyuruh Tae Kyung pergi besok. Nyonya Min takut akan muncul sebuah skandal karena Tae Kyung mengejar gadis yang latar belakangnya buruk. Itu akan membuat Tae Kyung merasa terhina, dan masalah itu akan menjadi penghinaan terhadap negara, bahkan mungkin penghinaan bagi seluruh dunia. (duh, lebay deh.. >.<)

Nyonya Min mengancam, jika Tae Kyung menemui In Ae lagi, dia tak akan tinggal diam. Nyonya Min beralasan kalau In Ae menakutkan. Dia merasa ada yang aneh dengan In Ae. Dan perasaannya tak pernah salah.

Endless.Love.E08.mp4_002216581_thumb[2] Endless.Love.E08.mp4_002202633_thumb[1]

PM Kim menegur istrinya. Tapi Nyonya Min malah menyindir PM Kim, yang kehidupannya hampir hancur karena seorang wanita. Dialah yang sudah menyelamatkan keluarga mereka yang pasti sudah hancur sejak lama. Nyonya Min meminta Tae Kyung untuk tidak melupakannya sampai kapanpun.

“Benar, ibu sudah membuat keluarga Perdana Menteri. Bukan, tapi seolah-olah ibulah Perdana Menterinya, kan?”

Tae Kyung kemudian keluar rumah lagi dengan marah. PM Kim tak bisa mengatakan apapun lagi, di saat kesalahannya di masa lalu disinggung Nyonya Min.

***

Endless.Love.E08.mp4_002322086_thumb[4] Endless.Love.E08.mp4_002360958_thumb[3]

Kwang Chul dan In Ae minum bersama di tempat biasa. In Ae sudah mabuk, dia bilang kalau Tuhan melarang untuk balas dendan, tapi mungkin dia akan membunuh seseorang lalu bunuh diri. In Ae meminta Kwang Chul mendengarkannya, karena mungkin itu adalah pesan terakhirnya. In Ae bilang kalau dia sudah bertemu dengan putra dari musuhnya. Tapi Kwang Chul tak menanggapinya dengan serius karena In Ae mabuk.

“Ingat baik-baik. Kalau kau tidak hidup kembali, aku..akan mengenangmu dalam hatiku selamanya.”

“Mungkin itu lebih baik. Itu sebuah kehormatan. Bisa hidup dalam hati seseorang selamanya.” Ujar Kwang Chul sungguh-sungguh.

In Ae tertidur di bahu Kwang Chul. Kwang Chul mengulurkan tangannya memeluk In Ae. Dia teringat kenangan masa kecil mereka.

Endless.Love.E08.mp4_002439503_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_002444275_thumb[1]

Kwang Chul berlari sambil membawa boneka curian. Dia dikejar pemilik toko. Kwang Chul menyerahkan boneka itu pada In Ae, tapi diambil kembali oleh si pemilik too. Kwang Chul tertangkap dan dipukuli. In Ae tak terima Kwang Chul di pukuli, dia berlari mendekat dan menggigit lengan pemilik toko itu hingga mereka bisa berlari kabur bersama.

Endless.Love.E08.mp4_002466931_thumb[3] Endless.Love.E08.mp4_002503801_thumb[3]

Kwang Chul tersenyum mengingat itu semua. Ternyata In Ae sudah berani sejak dia masih kecil. In Ae yang belum sepenuhnya tertidur ikut tertawa saat diingatkan dia pernah menggigit pemilik toko. In Ae bilang itu semua karena Kwang Chul yang mencuri gelang, buku tulis dan pensil untuknya. Juga anak ayam, anak kucing, dan anak anjing.

Mereka tertawa bersama, mengingat sepeda roda tiga milik In Ae yang diberi gereja, tapi Kwang Hoon mengira Kwang Chul mencurinya dan memukuli Kwang Chul. Tapi In Ae tak menggigit Kwang Hoon. In Ae mengaku kalau dia sudah menyukai Kwang Hoon sejak kecil. Kwang Chul kemudian menggendong In Ae pulang.

Endless.Love.E08.mp4_002595926_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_002605002_thumb[1]

Mereka disambut Kwang Hoon yang sudah menunggu di gerbang rumah dengan wajah garangnya. Dia menuduh Kwang Chul mengajak In Ae minum larut malam tepat setelah upacara pemakaman. Kwang Hoon bahkan memaksa In Ae turun dan menariknya.

“Jika kau masih tetap seperti ini, lebih baik tinggalkan kami. Dan jangan lupa, ayah meninggal karena dirimu. Hiduplah dengan rasa bersalah jika kau memang manusia. Kalau kau manusia..ingat baik-baik. Ayah meninggal karena kau. In Ae dipenjara dan menjalani siksaan itu. Aku dipaksa melakukan wajib militer dan hampir mati. Jangan pernah lupakan itu.”

Kwang Chul yang sejak tadi diam akhirnya bicara, “Kedengarannya kau tidak senang kalau aku hidup kembali.”

Endless.Love.E08.mp4_002620951_thumb[5] Endless.Love.E08.mp4_002677708_thumb[3]

Kwang Hoon bilang bahwa mereka hidup di neraka (dengan berbagai penderitaan), tapi Kwang Chul tampak seperti baru pulang liburan. Kwang Chul tak terima disebut seperti itu. Kalau begitu Kwang Hoon bertanya, saat In Ae dan dia hampir mati, apa yang Kwang Chul lakukan. Kwang Hoon menuduh Kwang Chul bergaul dengan gang-gang di Fukuoka, kabur dengan darah kotor menempel di tangan.

In Ae menyuruh mereka berhenti, karena mereka hanya bisa bertengkar. Kwang Hoon kembali memperingatkan Kwang Chul untuk meninggalkan mereka jika Kwang Chul tetap seperti itu. Kwang Hoon kemudian masuk membawa In Ae.

Kwang Chul terusik dengan Kwang Hoon yang menuduhnya seperti baru pulang liburan, dan bersenang-senang di saat mereka hampir mati.

Endless.Love.E08.mp4_002805669_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_002816847_thumb[1]

Kita di bawa kembali pada saat Kwang Chul masih menjadi petarung, lalu dia digantung terbalik oleh Masato yang tak terima dengan kekalahannya. Chairman Son dengan anaknya (entah menantunya) menemukan Kwang Chul dan mendekat. Belum sempat mengambil tindakan, Masato datang dan mengancam Chairman Son untuk menghentikan rencana pembangunan di pantai Fukuoka itu. Masato

Endless.Love.E08.mp4_002862392_thumb[3] Endless.Love.E08.mp4_002865195_thumb[5]

Saat Chairman Son akan pergi, dia mendengar Kwang Chul bergerak. Chairman Son segera merangkul Kwang Chul dan bertanya siapa dia. Kwang Chul bertanya balik apa Chairman Son orang Korea, dan meminta tolong untuk dilepaskan.

***

Endless.Love.E08.mp4_002905068_thumb[3] Endless.Love.E08.mp4_002918582_thumb[1]

Kwang Hoon mengawasi In Ae yang tertidur di kamarnya. Saat membetulkan letak selimut, Kwang Hoon melihat kalung yang dipakai In Ae. Sebuah kalung dengan liontin bertuliskan ‘sarah’. Bibi Kyung Ja masuk dan menyuruh Kwang Hoon tidur di kamar In Chul.

Endless.Love.E08.mp4_002960757_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_002961925_thumb[1]

Hye Jin memberitahu Jendral Chun kalau Kwang Hoon tidak pulang. Jendral Chul bersikap acuh, tapi tampak jelas kalau dia juga was-was.

***

Endless.Love.E08.mp4_003047110_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_003048145_thumb[1]

Kwang Hoon memberitahu In Ae kalau dia akan pergi melakukan perjalanan bisnis. Tapi In Ae melihat ekspresi wajah Kwang Hoon seperti akan membunuh seseorang. Kwang Hoon menjelaskan sambil berjalan pergi. Dia hendak menemui Kingmaker. Mereka memperkirakan adanya penghapusan sistem diktator dan memikirkan rencana selanjutnya.

Kwang Hoon meminta In Ae merahasiakan hal itu. Berbahaya atau tidak, dia belum tahu pasti. In Ae melarang Kwang Hoon pergi, karena siapa tahu Kwang Hoon dijebak. Kwang Hoon hanya meminta In Ae merahasiakannya. In Ae panik, apa Kwang Hoon menemuinya karena mungkin itu adalah waktu terkahirnya. Kwang Hoon meminta In Ae mendoakannya, lalu pergi menuju mobil jeep yang sudah menunggu.

Endless.Love.E08.mp4_003125388_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_003126690_thumb[1]

Setelah Kwang Hoon pergi, datang Tae Kyung dengan mobil sport merah. Tae Kyung mengajak In Ae pergi, mungkin hari ini adalah hari terakhir mereka berkencan. Karena dia hampir saja diusir, tapi berhasil lolos.

***

Endless.Love.E08.mp4_003133964_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_003212409_thumb[1]

Jendral Chun marah karena dia sendiri yang harus menjemput Kwang Hoon yang menemui seorang gadis padahal Kwang Hoon punya tugas yang sangat penting. Menurut Jendral Chun Kwang Hoon tak pantas melakukan hal itu. Karena mereka ada dalam sebuah inti yang kekuatannya tidak terduga.

Sekarang mereka tinggal di dalam camp musuh yang berteman dengan mereka, tapi mungkin besok teman itu akan menjadi musuh. Kalau mereka gagal, mereka akan diinjak-injak. Mereka mungkin akan hancur. Mungkin juga ada orang yang menjebak mereka.

***

Endless.Love.E08.mp4_003250146_thumb[6] Endless.Love.E08.mp4_003294424_thumb[1]

Tae Kyung bertanya kenapa In Ae memintanya membawa mobil sport merah. In Ae bilang dia hanya menguji keberanian Tae Kyung. Keberanian adalah jebakan. Tae Kyung tertawa mendengarnya.

In Ae kemudian menyadari kalau mereka diikuti. Tae Kyung bilang kalau yang mengikuti mereka adalah kupu-kupu besi. Dan memang benar. Nyonya Min memberi perintah untuk menghentikan Tae Kyung dengan meminta bantuan pada kepolisian dan menutup mulut polisi untuk mencegah skandal.

Endless.Love.E08.mp4_003299396_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_003306503_thumb[1]

Tae Kyung tampak panik menghindari kejaran mobil yang mengikuti mereka, apalagi muncul satu lagi mobil. Saat jarak mereka agak jauh dan tak terlihat, In Ae meminta Tae Kyung berbelok dan meninggalkan mobil.

Endless.Love.E08.mp4_003346810_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_003367897_thumb[1]

Kwang Hoon menuju bandara. Sepertinya ada seseorang yang mengawasinya. Saat Kwang Hoon naik ke dalam pesawat, ternyata ada Hye Jin juga disana. Hye Jin membawa dokumen yang seharusnya Kwang Hoon bawa. Jendral Chun sengaja mengirim Hye Jin untuk membawa dokumen itu untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.

***

Endless.Love.E08.mp4_003437200_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_003438301_thumb[1]

In Ae menemui Romo untuk meminta sepeda motor. In Ae memberitahu kalau pria yang datang bersamanya adalah putra Perdana Menteri. In Ae tak bisa membiarkan musuh menjauh jika dia sendiri yang datang padanya. In Ae bisa menabrakkan sepeda motor dan membunuh Tae Kyung sedangkan dia selamat.

Romo melarang karena In Ae tidak tahu siapa sebenarnya orang yang membunuh ibu In Ae. In Ae bilang Romo pasti tahu karena ibunya juga pasti mengaku. Tapi Romo menyangkal. In Ae tetap percaya kalau Romo tahu dan tak mau memberitahunya.

Romo meminta In Ae untuk tidak melakukannya. Tapi In Ae tidak bisa, dia harus membalas kematian ibunya yang tidak adil. Jika Romo mendengar dia sudah mati, In Ae meminta Romo mengingat kalau dia yang memutuskannya sendiri.

Endless.Love.E08.mp4_003484414_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_003518882_thumb[1]

In Ae membonceng Tae Kyung di sepeda motor. Saat banyak polisi di seberang jembatan, In Ae mengerem motornya. Dia lalu teringat kemungkinan PM atau istrinya yang membunuh ibunya. Dan pesan ibunya ‘kupu-kupu’ yang merujuk pada Nyonya Min. In Ae membulatkan tekad untuk menjalankan rencananya.

Endless.Love.E08.mp4_003539502_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_003545141_thumb[1]

In Ae melajukan motor dengan kecepatan tinggi menuju kerumunan mobil polisi. Kemudian In Ae melihat sosok Park Young Tae. In Ae goyah dan mengerem motornya tepat sebelum menabrak mobil polisi. Tae Kyung terjatuh.

Endless.Love.E08.mp4_003553116_thumb[3] Endless.Love.E08.mp4_003561958_thumb[1]

Tae Kyung yang dipegangi polisi malah menanyakan keadaan In Ae, apakah In Ae tak apa-apa (padahal dia yang jatuh). In Ae menatap Park Young Tae.

Endless.Love.E08.mp4_003568464_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_003572702_thumb[1]

Mereka kemudian dibawa menghadap Nyonya Min yang sudah menunggu di halaman vila. Tae Kyung bertanya apa ibunya harus bersikap keterlaluan seperti itu. Nyonya Min bilang yang keterlaluan adalah In Ae. In Ae tertawa. Nyonya Min menegur In Ae. In Ae pun membungkuk tanda menyapa. Tae Kyung bilang kalau In Ae tidak bersalah, dan meminta ibunya untuk melepaskan In Ae.

Nyonya Min berkata pada Tae Kyung, “Kalau kau melihat mata seseorang, kau bisa melihat bagaimana kepribadiannya. Gadis ini takkan takut berkorban demi mencapai tujuannya.”

Endless.Love.E08.mp4_003626956_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_003646376_thumb[1]

In Ae dengan cepat membenarkan perkataan Nyonya Min. Tae Kyung dan dia mungkin sudah menghilang selamanya hari ini karena mereka saling mencintai. Tae Kyung menoleh mendengar kata-kata terakhir In Ae.

“Kurasa, kamu saling mencintai sampai mungkin kami bisa menghilang.”

In Ae memprovokasi. Nyonya Min kemudian berdiri dan menyebut In Ae yang merupakan mantan tahanan remaja. In Ae bilang tragedi dalam kehidupan membuat anak-anak itu nakal. Nyonya Min bilang hanya karena In Ae bisa bicara, dan berkata kalau In Ae dipenjara padahal In Ae tidak bersalah, takkan bisa menghapus semua kesalahan In Ae.

Endless.Love.E08.mp4_003662892_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_003666496_thumb[1]

“Anda tahu dosa apa yang paling menakutkan?” tanya In Ae berani. “Dosa karena mengabaikan dosa anda.”

Nyonya Min bilang pada Tae Kyung kalau In Ae mendekati Tae Kyung dengan sengaja. In Ae membenarkan. Dan itu membuat Nyonya Min berpikir In Ae lebih menakutkan dari perkiraannya. Tae Kyung membela In Ae, dialah yang sengaja mendekati In Ae.

Nyonya Min memperingatkan In Ae agar tidak mendekati Tae Kyung lagi. Dia tak akan memaafkan In Ae. Walau sulit, In Ae meminta Nyonya Min memaafkannya. Karena dia merasa mereka akan mempertaruhkan hidup demi cinta. Kata-kata In Ae kembali membuat Tae Kyung terkejut. Nyonya Min menyebut In Ae pemberani. In Ae bilang kenapa dia harus takut, apa dia akan mati ditangan si Kupu-kupu Besi.

Endless.Love.E08.mp4_003707003_thumb[1] Endless.Love.E08.mp4_003756385_thumb[1]

Nyonya Min menyuruh anak buahnya membawa Tae Kyung pergi dan memberitahu In Ae kalau Tae Kyung akan pergi ke Amerika jadi dia tak akan bisa menemui In Ae lagi. Tapi In Ae meragukan hal itu. Nyonya Min mendekat untuk mengatakan sesuatu.

“Maka salah satu dari kalian…harus lenyap.”

***

Bersambung ke episode 9~

***

Sebenarnya gak setuju sama In Ae yang ingin membalas dendam menggunakan Tae Kyung. Bukankah kalau dia memang anak PM Kim, maka Tae Kyung adalah kakaknya? Kasihan Tae Kyung nanti kalau dia tahu ternyata gadis yang dia cintai ternyata adalah adiknya.

Kesal dengan Kwang Hoon. Dia keterlaluan dengan adiknya sendiri, masih saja mencurigai Kwang Chul melakukan hal buruk. Bukannya menanyakan apa saja yang terjadi saat Kwang Chul menghilang, tapi malah menuduhnya melakukan hal buruk.

Mian ya readers, sinopsisnya telaaaatttt banget. Mian juga untuk Irfa, aku malah lebih telat.. :(

1 comment:

  1. aku udah nonton sampe episode 15 mbak.. cuma mau bilang Kwang Hoon ini beneran gak punya "otak". gak ada sayang2nya sama adiknya kayaknya. ambisius banget. sebel -..-

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD