It’s Okay, That’s Love Episode 10 – 1

~Episode 10~

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000011311_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000030029_thumb[1]

Hae Soo menyarankan agar Jae Yeol memasang tanda bahwa dia sedang bekerja di pintu kamarnya, agar dia tak mengganggu Jae Yeol seperti yang dia lakukan hari ini. Jae Yeol bilang kalau dia mau pindah. Pembangunan rumahnya di Seochodong hampir selesai. Jae Yeol mengucapkan selamat malam beranjak pergi.

“Apa? Kau pindah?”

“Ya, aku pindah.”

’Ya, aku pindah’?” Hae Soo mempertanyakan jawaban Jae Yeol.

Jae Yeol kembali membenarkan, dia akan pindah. Dia tak bisa terus tinggal disana. Jae Yeol kemudian kembali ke kamar. Hae Soo pun beranjak ke kamarnya dengan masih tak percaya, apa Jae Yeol benar-benar akan pindah.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000059426_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000071805_thumb[1]

Hae Soo keluar lagi. Dilihatnya Jae Yeol membawa tas keluar kamar. Hae Soo pun bertanya Jae Yeol hendak kemana. Jae Yeol akan pergi ke rumahnya di Seochodong. Tidak ada pekerjaan konstruksi di malam hari, jadi dia akan memeriksanya. Dan dia juga tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya di sana (rumah bersama).

“Kapan kau akan kembali?”

“Aku tidak yakin. Aku akan memutuskan setelah aku sampai di sana. Jika pekerjaanku berjalan dengan baik, maka aku akan tinggal di sana selama beberapa hari.”

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000077210_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000088221_thumb[1]

Jae Yeol turun dan berpapasan dengan Soo Kwang. Soo Kwang bertanya Jae Yeol hendak kemana, tapi Jae Yeol tak menjawab. Soo Kwang pun bertanya pada Hae Soo, tapi Hae Soo juga tak menjawab dan pergi ke kamarnya.

“Kenapa tidak ada seorangpun yang menjawabku saat aku bertanya?” Soo Kwang kesal.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000091958_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000103670_thumb[1]

“Jang Jae Yeol mengatakan dia pindah. Puas sekarang?” jawab Hae Soo keluar kamar lagi.

“Kenapa? Apa dia putus denganmu?”

Hae Soo menjawab dengan membanting pintu kamarnya. Tampaknya Hae Soo kesal pada Jae Yeol yang bilang akan pindah. Kemudian Soo Kwang bergumam kalau Jae Yeol punya keahlian, melarikan diri setelah dia melakukan sesuatu.

***

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000131331_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000135034_thumb[1]

Hae Soo gelisah, menyisir rambutnya dengan tak karuan di atas kasur. Hae Soo memutuskan untuk menelpon Jae Yeol. Hae Soo bertanya Jae Yeol ada dimana. Jae Yeol menjawab kalau dia ada di rumah.

”Apa ada yang ingin kau katakan?”

“Ya, ada sesuatu. Selamat malam.” Klik. Jae Yeol langsung menutup telponnya.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000155555_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000189889_thumb[1]

Hae Soo tak percaya hanya itu yang dikatakan Jae Yeol setelah mengubahnya luar dalam seperti itu. Dia pasti sedang mengencani pria paling aneh yang pernah ada. Hae Soo tertawa, sambil menyisir tak karuan dan memukul kepalanya dengan sisir. Hae Soo merasa sangat kesal.

Tapi kemudian Hae Soo bersyukur, setidaknya dia masih bisa tidur dalam situasi itu. Hae Soo yang merasa sangat mengantuk pun bersiap tidur.

“Aku merindukannya...Aku kesal, aku ngantuk, aku merindukannya, dan aku merindukan dia.”

Hae Soo pun tertidur. Di meja disamping ranjang, ada patung gips yang dia dan Jae Yeol cat saat di Okinawa.

***

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000218651_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000230997_thumb[1]

Hae Soo dan Young Jin makan siang bersama di kantin RS. Hae Soo tampak melamun. Saat mendengar ponselnya bergetar, dia langsung mengambil ponselnya. Tapi begitu dia tahu Soo Kwang yang menelpon, Hae Soo memasukkan ponselnya kembali ke saku.

“Kenapa? Bukan Jang Jae Yeol yang menelepon? Dia belum meneleponmu selama dua hari terakhir. Seperti itukah semua penulis? Kenapa kau tidak menelepon dia dulu?”

“Lalu kenapa kau tidak menelepon Dong Min?” balas Hae Soo.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000234968_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000251284_thumb[1]

Hae Soo kemudian pergi membawa piring makanannya. Young Jin yang kesal Hae Soo membalasnya memaki Hae Soo lalu berteriak agar Hae Soo membawa gelas yang dia tinggalkan.

***

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000253286_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000265298_thumb[1]

Jae Yeol membasuh wajahnya di kamar mandi. Wajah Jae Yeol berantakan, dia tak bercukur selama beberapa hari ini. Jae Yeol menatap wajahnya sendiri di cermin dan beberapa kali menarik nafas panjang.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000286819_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000293292_thumb[1]

Saat Jae Yeol hendak kembali ke meja kerjanya. Jae Yeol melihat sofa dimana dia pertama kali mencium Hae Soo dan mendapat tamparannya. Jae Yeol mengingat itu semua dan tersenyum. Jae Yeol merindukan Hae Soo.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000315748_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000321721_thumb[1]

Dan saat Jae Yeol akan mulai menulis lagi, Jae Yeol teringat saat Hae Soo bersandar di dadanya dan menangis. Jae Yeol benar-benar merindukan Hae Soo. Jae Yeol tak bisa bekerja dan terdiam beberapa saat.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000354787_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000356055_thumb[1]

Akhirnya Jae Yeol mengambil ponsel dan hendak menghubungi Hae Soo, tinggal klik. Tapi Jae Yeol mengurungkan niatnya.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000376743_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000384851_thumb[1]

Sama halnya Jae Yeol, Hae Soo juga merindukan Jae Yeol. Dia masuk ke kamar Jae Yeol yang tak berpenghuni. Hae Soo melihat ke sekitar dan melihat ada catatan tertempel di pintu kamar mandi. Hae Soo bergegas mendekat.

“704707. Itu nomor penerbangan kembali kita dari Okinawa. Tidak ada hal seperti ruang pribadiku sendiri lagi. Kau boleh saja masuk setiap saat. Tapi...kapan kau akan memberitahuku bahwa kau mencintaiku?”

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000401734_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000420553_thumb[1]

Hae Soo masuk ke kamar mandi Jae Yeol dengan menggunakan passcode yang diberikan Jae Yeol dalam catatan. Hae Soo melihat ke sekitar, lalu masuk ke dalam bathtub dan tidur disana.

***

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000429962_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000431864_thumb[1]

Jae Yeol dalam perjalanan menuju ke suatu tempat. Sementara itu di penjara, para penjaga bersiap di luar ruangan, dimana di dalamnya ada Dong Min dan Jae Beom.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000446179_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000449615_thumb[1]

Dong Min sedang menyiapkan amytal yang akan dia berikan pada Jae Beom.

Jae Beom mempertanyakan maksud perkataan Dong Min sebelumnya. Bahwa bahkan jika Dong Min mengetahui Jae Beom bukanlah pembunuh setelah wawancara amytal itu Dong Min tidak bisa memberitahu siapapun tentang hal itu.

“Wawancara Amytal dilakukan demi mengobati pasien. Tapi menggunakannya untuk menentukan apakah seseorang bersalah atau tidak adalah melanggar hukum medis. Yang berarti…”

Jae Beom menyela, “Jadi kau mengatakan padaku.. bahwa kau tidak akan pernah bisa memberitahu hakim bahwa Jang Jae Beom tidak bersalah atas kejahatannya?”

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000471637_thumb[3] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000486586_thumb[1]

“Karena itu bukan tanggung jawab dokter.” Jelas Dong Min.

“Terserah, tidak apa-apa.” Jae Beom merebahkan badan. “Karena aku juga tidak percaya diriku sendiri lagi. Entah kenangan yang aku miliki di kepalaku nyata atau palsu. Bukankah kau mengatakan bahwa setelah aku mendapat suntikan ini, aku hanya akan bisa mengatakan yang sebenarnya?”

Jae Beom menghela nafas dan meminta Dong Min segera memberikan Amytal itu padanya. Dong Min mulai mengalirkan Amytal yang sudah dia suntikan di kantong infus ke tubuh Jae Beom.

***

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000511978_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000531864_thumb[1]

Jae Yeol ternyata menemui Choi Ho yang memberitahunya tentang dia yang akan mengangkat topik tentang Jae Beom dalam acaranya. Choi Ho bilang itu bukanlah keputusannya, itu diputuskan oleh stasiun. Seperti yang Jae Yeol tahu, Choi Ho mengaku dia hanya seorang karyawan biasa di sana.

“Tapi…apa yang dipertanyakan adalah Jang Jae Beom terus menyatakan bahwa kau adalah pelaku sesungguhnya.”

“Apa yang benar-benar dipertanyakan adalah keputusan hakim. Mereka bahkan tidak bisa memastikan bukti pasti atau petunjuk, tapi mereka tetap memutuskan kakakku dihukum sebelas tahun penjara.”

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000558791_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000562895_thumb[1]

Jae Yeol kemudian memohon pada Choi Ho agar dia membersihkan nama kakakknya dari kejahatan itu. Jika Choi Ho bisa melakukan itu untuknya, Jae Yeol akan menghormati Choi Ho. Dan juga…Jae Yeol meminta Choi Ho untuk tidak mendekati Hae Soo lagi.

“Sampai..aku memutuskan bahwa kau bukan ancaman, aku akan terus tetap disisi Hae Soo. Aku memperingatkanmu sekarang. Jangan terlalu dekat dengan Hae Soo.”

“Apa yang akan kau lakukan jika aku sudah sangat dekat dengannya?”

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000577877_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000595194_thumb[1]

Choi Ho menarik tangan Jae Yeol yang hendak pergi, “Apa artinya? Mungkinkah.. kalian berdua tidur bersama?”

Jae Yeol menjawab dengan senyuman membenarkan. Choi Ho tersulut emosi dan memukul Jae Yeol. Jae Yeol berusaha menahan diri dan meminta Choi Ho untuk menghentikannya sekarang.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000621587_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000625024_thumb[1]

Tapi Choi Ho tak mendengarkan dan memukul Jae Yeol lagi hingga terjatuh. Namun kali ini Jae Yeol melawan. Dia memukul balik Choi Ho. Dan saat Choi Ho akan menyerangnya lagi, Jae Yeol kembali melawan hingga Choi Ho terjatuh menabrak tumpukan kerat minuman dan tak sadarkan diri.

Jae Yeol panik. Dia menghampiri Choi Ho dan berusaha membangunkannya.

***

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000630596_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000636335_thumb[1]

Jae Beom sudah berada dalam pengaruh Amytal. Dia mulai bercerita sambil mengingat kenangannya saat muda dulu. (yang aku miringkan adalah gambaran dari kilas balik yang ada diingatan Jae Beom ya..yang pakai tanda petik adalah ucapan Jae Beom yang dalam pengaruh Amytal)

“Ibuku...dan Jae Yeol selalu begitu bahagia...selama aku tidak ada. Aku juga anaknya.”

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000649782_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000651283_thumb[1]

Jae Yeol dan Ibu bermain air di sungai dengan gembira. Jae Beom memperhatikan mereka dari jauh. Jae Beom terlihat iri, karena dia juga anaknya ibu.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000659325_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000660493_thumb[1]

Jae Beom melihat Jae Yeol yang meringkuk di lantai karena di pukuli ayah tiri mereka.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000663863_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000668634_thumb[1]

“Idiot gila itu dipukuli lagi. Dia seperti orang idiot bodoh. Aku katakan kepadanya berulang kali jangan sampai dipukuli lagi. Tapi dia hanya berbaring di sana dan dipukuli lagi. Saat itulah aku datang kedalam ruangan.”

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000692858_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000693359_thumb[1]

Jae Beom masuk ke ruangan untuk membela Jae Yeol. Jae Beom mengguyur ayah tirinya dengan bensin dari jerigen dan menyalakan api. Keadaan berhasil dikuasai ayah tirinya, dan dia memukuli Jae Beom.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000699231_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000703002_thumb[1]

Jae Yeol tak tahan melihat ayahnya memukuli Jae Beom. Dia melihat sebuah pisau di meja dan mengambilnya.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000710476_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000717116_thumb[1]

Jae Beom yang dipukuli ayahnya melawan, balik memukul ayahnya. Ayahnya terjatuh ke arah Jae Yeol yang memegang pisau.

Ayah roboh menimpa Jae Yeol. Kepala Jae Yeol terbentur laci meja, lalu tak sadarkan diri.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000719218_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000723355_thumb[1]

Jae Beom membalik tubuh ayahnya, dan melihat pisau yang tertancap di dada ayahnya.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000732698_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000739738_thumb[1]

“Jae Yeol adalah orang yang membunuhnya. Jae Yeol membunuhnya. Jae Yeol membunuhnya. Jae Yeol membunuhnya!” Jae Beom menangis.

Dong Min mendengarkan Jae Beom dengan tak menyembunyikan keterkejutannya.

***

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000764964_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000766999_thumb[1]

Para penghuni RS berkumpul di depan sebuah kamar mandi. Rupanya ada seorang pasien yang duduk di sana sambil memegang sebuah pengait yang dia dekatkan ke lehernya. Pasien itu tampak mengantuk.

Hae Soo turun tangan dan menyapa pasien itu. Hae Soo mengajaknya bicara di luar karena orang-orang harus menggunakan kamar mandi. Pasien itu menggeleng, lalu mengangguk membenarkan kalau dia ingin tinggal di kamar mandi. Maka Hae Soo pun mengijinkan pasien itu untuk tetap tinggal disana.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000790923_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000795861_thumb[1]

Hae Soo menyuruh intern untuk memberitahu semua perawat agar mereka antar pasien ke lantai pertama jika mereka harus menggunakan kamar mandi, bahwa meskipun mungkin sedikit merepotkan.

Seorang intern berbisik pada Hae Soo memberikan saran untuk menenangkan pasien itu dengan suntikan Diazepam. Tapi Hae Soo tak setuju, dia yakin pasien yang lain akan mengerti karena mereka juga mengalami situasi yang sama. Hae Soo dan para intern menyuruh para pasien yang berkumpul di depan kamar mandi untuk segera kembali.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000832064_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000837336_thumb[1]

Hae Soo kemudian masuk menghampiri pasien yang ada di kamar mandi dan meminta pengait yang dipegang pasien itu. Pasien itu bilang kalau dia mengantuk. Hae Soo membujuk agar pasien itu memberikan pengaitnya jika ingin tidur dengan nyaman.

“Aku ingin... menggambar. Bukuku... kanvasku.”

“Aku akan memberikannya kepadamu. Aku berjanji, aku akan memberikannya kepadamu.” Hae Soo meyakinkan pasien itu sambil meminta pengaitnya.

Pasien itu perlahan memberikan pengait yang dia pegang.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000878611_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000887686_thumb[1]

Lalu perlahan juga pasien itu yang mengantuk menyandarkan kepala ke toilet. Hal ini mengingatkan Hae Soo pada Jae Yeol yang juga tidur di kamar mandi.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000906338_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000911710_thumb[1]

Hae Soo keluar dan menutup pintu kamar mandi. Hae Soo menyuruh intern membiarkan pasien itu tidur di sana untuk sementara waktu. Tapi beri beberapa obat penenang jika dia masih marah ketika mereka memindahkan dia kembali ke kamarnya. Intern mengerti.

***

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000917650_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000940205_thumb[1]

Soo Kwang membawa beberapa tumpuk kardus bekas keluar café dan memberikannya pada ayah So Nyeo, bahkan Soo Kwang membantu merapikan. Soo Kwang dengan ramah berkata kalau ayah So Nyeo bisa datang setiap hari, dia akan memberikan semua kotak dari café dan apa pun yang dia temukan di sekitar rumah. Ayah So Nyeo tak mengatakan apapun, hanya membungkuk berterima kasih.

Saat ayah Seo Nyeo hendak berangkat, Soo Kwang memintanya berjanji agar ayah So Nyeo membawa rongsok itu ke tempat penampungan rongsok daripada membawanya ke rumah. Soo Kwang mengambil tangan ayah So Nyeo dan mengaitkan jarinya di jari miliknya, tanda berjanji.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000947846_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000950482_thumb[1]

“Barang-barang ini di penampungan rongsok, dan uang di rumah. Jika Ahjussi terus menimbun sampah di rumah, maka anakmu akan lari seperti istrimu lari dari rumah. Ahjussi pikir seorang gadis cantik seperti itu ingin tinggal di sebuah rumah yang kotor? Pikirkan tentang hal ini.”

Ayah So Nyeo tampak sedih. Dia melepaskan tangan Soo Kwang lalu bersiap berangkat. Saat ayah So Nyeo menjauh, Soo Kwang berteriak mengingatkannya dengan janji mereka. Barang-barang itu di penampungan rongsok, dan uang di rumah.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000967933_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000969268_thumb[1]

So Nyeo berdiri di pintu café melihat Soo Kwang yang bicara dengan ayahnya. So Nyeo bertanya apa yang Soo Kwang lakukan.

“Siapa kau? Apakah kau tahu aku?” ujar Soo Kwang lalu masuk ke dalam café. Cool… >.<

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000991957_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_000994159_thumb[1]

Soo Kwang memberikan sekantong es dan minuman pada Choi Ho. Soo Kwang mengasihani Choi Ho. Kehilangan wanita dan sekarang dipukuli. Kenapa Choi Ho menjalani hidup seperti itu.

Jae Yeol masuk. Soo Kwang berkata pada Jae Yeol yang memelihara kumisnya kalau dia terlihat keren tidak peduli apa yang dia lakukan. Soo Kwang kemudian pergi.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001009074_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001030162_thumb[1]

Jae Yeol menyuruh Choi Ho memeriksakan diri ke rumah sakit. Choi Ho tersinggung, tinju Jae Yeol tidak begitu mematikan. Kalau begitu Jae Yeol meminta ijin untuk pergi sekarang, karena dia merasa tidak nyaman ada disana dengan Choi Ho.

“Apakah kau mencintai Hae Soo? Kau benar-benar tidak hanya bermain-main dengan dia?” tanya Choi Ho serius.

“Tidak peduli apa yang aku katakan, kau tetap akan marah. Apakah aku memberitahumu bahwa aku mencintainya, atau bahwa aku hanya bermain-main dengannya. Kenapa kau terus melakukan hal-hal yang hanya akan berakhir dengan menyakitimu?”

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001037169_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001047179_thumb[1]

Choi Ho tampak berpikir, kemudian berkata, “Sampaikan pesan ini pada Hae Soo untukku. Aku tidak bisa mengatakan itu akan mudah bagiku untuk melupakan dia. Tapi biarkan dia tahu aku akan berhenti mengganggunya dan tidak akan datang lagi.”

“Apakah kau tahu apa yang paling aku benci di dunia ini? Menyampaikan pesan orang lain. Kau bisa mengatakan padanya sendiri.”

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001055354_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001059124_thumb[1]

Jae Yeol lalu melihat Kang Woo diluar, di belakang Choi Ho. Jae Yeol memberikan tanda agar Kang Woo menunggunya. Choi Ho penasaran pada siapa Jae Yeol memberi tanda, diapun menoleh ke belakang. Di belakang hanya ada orang lewat. Tapi Choi Ho tak bertanya lagi, mungkin dia berpikir Jae Yeol bicara pada orang yang lewat barusan.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001068834_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001077443_thumb[1]

Jae Yeol berkata lagi pada Choi Ho, dia memberi saran pada Choi Ho untuk tidak terburu-buru. Mereka berdua tahu kalau Hae Soo bukanlah wanita yang bisa dilupakan dengan mudah. Itu akan memakan waktu. Dan semoga Choi Ho berhasil dengan wawancara Jae Beom.

Jae Yeol juga mengajak Choi Ho minum bersama lain kali, dia yang traktir. Dengan tegas Choi Ho menolak, dia tidak minum apapun yang dibelikan Jae Yeol. Jae Yeol tersenyum tipis lalu pergi.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001097362_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001106505_thumb[1]

Choi Ho mendapat telpon yang memberitahukan tentang pengacara yang menangani kasus Jae Beom. Choi Ho bertanya pada orang itu apa dia sudah memastikan kalau itu pengacara yang sama. Choi Ho juga menyuruh orang itu membuatkan janji.

Choi Ho mengambil tas dan bergegas keluar. Dia melewati Jae Yeol yang sedang bersama Kang Woo, bahkan menubruk. Jae Yeol kesal, tapi yang pasti Choi Ho kan tidak melihat ada Kang Woo disana.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001127526_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001134900_thumb[1]

Kang Woo penasaran kenapa Choi Ho menubruk Jae Yeol seperti itu. Jae Yeol hanya tersenyum dan menyuruh Kang Woo pulang. Kang Woo bilang Jae Yeol tak bisa meninggalkannya begitu saja. Tapi Jae Yeol harus pergi ke acaranya. Kang Woo tetap meminta Jae Yeol menunggu, Jae Yeol harus memberitahunya sesuatu sebelum pergi.

“Daripada hanya mengatakan bahwa itu bagus. Jika kau harus menjadi orang yang menilai bukuku, akankah aku menang...atau tersingkir?”

“Kau ingin aku mengatakan apa?”

“Yang sebenarnya.”

Jae Yeol tampak berpikir, lalu mencolek dagu Kang Woo, “Kau akan menang!”

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001149248_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001157856_thumb[1]

Kang Woo berteriak senang dan berjalan pergi sambil menyebut ibunya. Jae Yeol mengingatkan Kang Woo agar jangan dulu memberitahu apapun pada ibunya. Kang Woo belum memenangkan apa pun, bagaimana jika dia kecewa.

Soo Kwang lewat di pintu dan mendengar Jae Yeol bicara. Dia celingukan mencari siapa orang yang diajak Jae Yeol bicara.

Kang Woo bilang jika Jae Yeol bilang kalau dia pemenang, maka dia yakin dia akan menang. Kang Woo kemudian pergi.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001167065_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001172371_thumb[1]

Jae Yeol mendapat telpon dari Tae Yong yang menanyakan tentang dompet kartu nama miliknya. Tae Yong bertanya apa dompet itu penting, tidak bisakah Jae Yeol membelinya lagi. Jae Yeol sepertinya bilang kalau dompet itu penting dan dia tak bisa membelinya lagi. Tae Yong bilang dia akan mengambilkan dompet itu.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001188820_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001191089_thumb[1]

Kepala editor masuk ke ruangan Tae Yong sambil membawa telpon. Polisi itu menelpon lagi untuk menanyakan kapan Tae Yong berencana datang. Tae Yong dengan kesal meminta Kepala editor untuk mengatakan pada mereka kalau dia akan datang nanti malam. Kepala editor pun memberitahukan hal itu di telpon sambil berjalan pergi.

“Apa masalahnya dengan polisi? Tidak bisakah mereka hanya mengirimkan dompet itu kembali? Mengapa mereka tetap bersikeras menyuruhku datang mengambilnya?”

Tae Yong mengeluh sendiri. Kemudian berteriak agar mereka segera melakukan rapat.

***

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001210943_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001212244_thumb[1]

Kang Woo pamit pergi pada Jae Yeol dengan sepedanya. Jae Yeol memanggil Kang Woo lagi. Jae Yeol mengajak Kang Woo membuat penerbitnya merilis novel Kang Woo. Kang Woo tersenyum, hanya jika Jae Yeol akan membayar banyak uang untuk itu.

“Hei. Seorang penulis tidak harus begitu terfokus hanya pada uang.”

“Aku ragu kau akan mengatakan hal yang sama jika ibumu berjuang seperti ibuku.”

Kang Woo kemudian pergi. Jae Yeol tersenyum dan melambaikan tangan pada Kang Woo.

***

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001296862_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001304703_thumb[1]

Jae Beom sudah sadar kembali dari pengaruh Amytal. Dia bertanya pada Dong Min kalau dia benar-benar tidak membunuh ayah tirinya, kan? Dong Min menjawab pertanyaan itu dengan menggenggam tangan Jae Beom.

“Kau pasti... merasa begitu kesepian selama bertahun-tahun. Jangan merasa kesepian lagi. Jae Bum-ah, jangan merasa sendirian karena sekarang aku tahu apa yang kau rasakan.”

Jae Beom mulai terisak dan menangis. Dong Min menyuruh Jae Beom melepaskan semua perasaannya dengan menangis dan tidur dengan nyenyak malam ini. Dong Min akan menemui Jae Beom lagi nanti. Dong Min menepuk pundak Jae Beom.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001333298_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001342741_thumb[1]

Dong Min keluar ruangan dan memberitahu penjaga agar meninggalkan Jae Beom sendiri dan biarkan dia menangis. Dong Min bilang dia akan menemui penjaga lagi lain kali, lalu pamit.

Di dalam ruangan, Jae Beom duduk dan kembali menangis.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001356288_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001358423_thumb[1]

Saat ibu masuk dan melihat Jae Beom mencabut pisau dari dada ayah tirinya. Ibu langsung menghampiri Jae Yeol yang tak sadarkan diri dan memeluknya. Jae Beom bilang pada ibu bahwa Jae Yeol yang menusuk ayah tiri mereka dengan pisau.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001362828_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001371703_thumb[1]

Ibu menatap Jae Beom penuh tanya.

“Jika polisi bertanya…katakan pada mereka bahwa aku menusuknya.” Jae Beom lalu memasukkan pisau yang berlumuran darah ke dalam plastik.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001375040_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001380378_thumb[1]

Dong Min mengingat Jae Beom yang dalam pengaruh amytal berkata bahwa saat dia menyuruh ibu mengatakan kalau dia yang menusuk ayah tirinya, dia benar-benar berpikir bahwa dia hanya akan di penjara selama dua hingga tiga tahun. Tapi Hakim menghukumnya dengan sebelas tahun penjara. Jadi dia mengatakan pada pengadilan kejadian yang sebenarnya, bahwa Jae Yeol yang menusuknya. Tapi Jae Yeol dan ibu mengkhianatinya.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001391323_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001397162_thumb[1]

Jae Yeol memberikan kesaksian di pengadilan dengan menunjuk Jae Beom sebagai pembunuhnya. Jae Beom kalap menghampiri Jae Yeol.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001398130_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001402834_thumb[1]

Ibu menangis. Jae Beom dipaksa ikut oleh penjaga. Jae Beom berteriak memanggil-manggil ibunya.

***

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001424156_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001439337_thumb[1]

Hae Soo mendapat pesan dari Jae Yeol yang bertanya apa Hae Soo ada waktu untuk menelpon. Hae Soo kemudian menelpon Jae Yeol. Hae Soo mengeluh butuh waktu cukup lama bagi Jae Yeol untuk menghubunginya.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001444276_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001450582_thumb[1]

“Halo, Dokter Ji. Ya, ini adalah Jang Jae Yeol. Aku tidak yakin jika kau ingat aku?” ujar Jae Yeol dengan sopan. Jae Yeol menelpon di dekat rekan-rekan kerjanya di stasiun.

Hae Soo tertawa mendengar Jae Yeol bicara formal dengannya. Jae Yeol tidak menelponnya sudah lima hari, dan ada apa dengan omong kosong 'Dokter Ji'. Jae Yeol bilang dia tahu itu, tapi tetap melanjutkan bahasa formalnya.

Jae Yeol bilang kalau produsernya menikmati talk show yang mereka lakukan bersama-sama beberapa waktu yang lalu. Dia menyatakan minatnya untuk mengundang Hae Soo ke acara sebagai tamu. Jae Yeol menanyakan pendapat Hae Soo.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001469601_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001491489_thumb[1]

Hae Soo balik bertanya apa yang akan Jae Yeol lakukan untuknya jika dia bersedia datang ke acara Jae Yeol. Apa Jae Yeol bisa tidak jadi pindah? Jae Yeol bersembunyi di balik dinding dari rekan kerjanya dan bilang dia tak bisa melakukan itu.

“Apakah kau bahkan mencintaiku?”

“Seperti orang gila. Aku berharap bahwa kau berada di sini denganku sekarang.”

“Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh bahkan satu jaripun padaku.” Tegas Hae Soo,

“Mengapa kau begitu kejam?”

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001499297_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001503001_thumb[1]

“Jangan pindah.” Rajuk Hae Soo.

Jae Yeol menolak dengan menyimpulkan kalau Hae Soo tidak bisa datang ke acara itu. Jae Yeol menutup telpon dan memberitahu produsernya kalau Hae Soo tidak ingin datang ke acara mereka.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001521019_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001533265_thumb[1]

Hae Soo mengeluh, hanya hidup dari hari ke hari saja sudah cukup mengganggu urat syaraf dan sekarang kehidupan cintanya sendiri yang mengganggu urat syarat. Hae Soo menyandarkan kepala ke dinding dan berkata kalau dia merindukan Jae Yeol.

Young Jin muncul. Dia penasaran kenapa Hae Soo berdiri disana dengan dahi menempel tembok. Hae Soo berlalu dari sana tanpa menjawab dan menoleh pada Young Jin. Young Jin mengelus dinding bekas dahi Hae Soo.

***

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001546478_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001568066_thumb[1]

Hae Soo mengadakan sesi konsultasi dengan pasangan yang mengalami halusinasi. Hae Soo menunjukkan pada sang istri rekaman CCTV suaminya yang ketakutan karena sesuatu. Sang istri meneteskan air mata, dia bisa melihat suaminya berjuang tapi dia tak melihat kecoa satupun.

Sang istri yang sudah tinggal di rumah kakaknya bersama anaknya selama seminggu ini jauh dari rumah dan suaminya. Hae Soo bertanya bagaimana kecoa di rumah kakak sang istri. Tapi sang istri bilang dia tak melihat kecoa di rumah kakaknya.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001589120_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001601499_thumb[1]

“Lalu... Ibu hanya melihat kecoa ketika anda berada dengan bapak? Apa yang ibu pikirkan tentang itu?”

“Ini sangat aneh.”

Hae Soo mengingatkan sesi perawatan terakhir pasangan itu dengan tim dokter. Mereka sama-sama menyebutkan bahwa ada kejadian sebelum sang istri mengalami halusinasi kecoa pada minggu ketiga bulan Mei. Sang istri menyela, dia tak mau membicarakan hal itu.

“Ibu ingat, tetapi ibu hanya tidak ingin membicarakannya? Atau ibu hanya tidak ingat?”

Sang istri tampak sedih dan menggelengkan kepala.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001623288_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001642007_thumb[1]

“Jika bapak hanya terus tinggal bersama tanpa menyelesaikan masalah yang muncul sebelum masalah ini mulai terjadi, maka bapak dan istri bapak akan terus tersiksa oleh halusinasi. Dan bapak mungkin akhirnya merusak diri bapak lagi seperti yang bapak lakukan terakhir kali.”

“Apa kau sudah menikah?”

“Tidak, belum.”

“Kalau begitu aku tidak bisa memberitahumu. Karena kecuali kau sudah menikah, kau tidak akan pernah bisa memahami.” Ujar sang suami dengan sedih, lalu undur diri.

***

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001670835_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001694526_thumb[1]

Dong Min mengetuk pintu kamar Dong Min dan memanggilnya. Apa Jae Yeol ada di dalam. Tak mendengar jawaban apapun, Dong Min hendak kembali tapi kemudian dia membuka pintu kamar Jae Yeol yang tak terkunci. Dong Min memanggil Jae Yeol lagi, tetap tak ada jawaban.

Dong Min menyalakan lampu dan masuk ke dalam kamar. Dong Min mengamati buku-buku yang ada tersusun rapi di rak buku. Dong Min tertarik dengan judul salah satu buku. Dia pun mengambilnya.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001727092_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001748346_thumb[1]

Sebuah studi dari koleksi kenangan Jang Jae Yeol – judul buku itu. Dong Min membuka jilidnya dan menemukan judul bab - Memori pertama Author Jang Jae Yeol pada usia lima belas tahun.

Dong Min sesaat berpikir, lalu memutuskan membawa buku itu. Dong Min tampak terkejut membaca beberapa paragraf pertama buku itu.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001781112_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001787552_thumb[1]

Jae Yeol pulang sambil membawa sebuah kotak. Setelah mengambil segelas air putih, dia naik menuju kamarnya. Jae Yeol melihat pintu kamarnya terbuka dan tersenyum.

“Apakah kau di sana, Hae Soo?” ujar Jae Yeol dari luar. Tapi begitu membuka pintu, yang ada adalah Dong Min bukan Hae Soo.

Dong Min tersenyum dan melambaikan tangan, “Hai… Aku menyesal ini bukan Hye Soo yang ceria, tapi hanya aku si tua membosankan yang ada disini.”

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001800865_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001815046_thumb[1]

Jae Yeol bilang itu sedikit mengecewakan. Dong Min berkata sambil menunjukkan buku Jae Yeol kalau dia tiba-tiba terdorong untuk membaca buku.

“Kau tidak akan mengamuk padaku karena datang kekamarmu ketika kau tidak ada di sini, kan?”

“Apa yang kau katakan? Aku tidak akan 'mengamuk'.”

Dong Min memuji Jae Yeol. Jae Yeol mungkin seorang bajingan, tapi dia tumbuh menjadi selayaknya manusia. Dong Min lalu bertanya bagaimana perasaan Jae Yeol kembali ke rumahnya di Seochodong, apa Jae Yeol senang? Jae Yeol membenarkan, itu bagus.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001829327_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001834966_thumb[1]

Saat Jae Yeol akan minum, Dong Min menginterupsi dan mengambil gelas itu. Dong Min bilang dia mengalami gangguan pencernaan akhir-akhir ini, dan dia mendengar air mineral baik untuk itu. Dong Min pun minum.

Jae Yeol mengambil bukunya dari tangan Dong Min. Dia merasa malu jika ada orang yang membaca buku itu. Jae Yeol membuatnya sebagai alat studi bagi penulis lain. Dong Min bersendawa, Jae Yeol terlihat tak nyaman mendengarnya.

“Tidak, itu ditulis dengan sangat baik. Khususnya untuk sebuah memoar dari usia 15 tahun.” Ujar Dong Min kemudian.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001844542_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001851549_thumb[1]

Jae Yeol tertawa, “Ini tulisan tidak rapi.”

“Tidak, itu ditulis dengan sangat baik. Tapi…bagaimana kau tahu arti istilah 'Tindakan Membela Diri' pada usia 15?” Dong Min bertanya dengan hati-hati (hmm…jadi ini yang membuat Dong Min terkejut saat membacanya tadi).

Jae Yeol bilang kalau dia melihatnya di program berita televisi. Itu adalah kasus di mana korban pemerkosaan membalas dendam pada penyerangnya. Tapi pengadilan memutuskan bahwa itu kasus yang jelas dari tindakan untuk membela diri dan korban terbukti tidak bersalah.

It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001873004_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E10.mp4_001887118_thumb[1]

“Aku begitu terkesan oleh kasus itu di berita. Itu membuatku berpikir bahwa hukum itu jauh lebih baik dan kemudian aku berpikir hukum akan seperti itu. Meskipun..kasus kakakku membuatku merubah pikiranku sejak itu.”

Dong Min tertawa kecil, lalu menoleh melihat kamar mandi Jae Yeol yang memiliki kunci berkode.

***

Bersambung ke bagian 2~

***

# Sweet, ternyata Jae Yeol sudah mempersiapkan catatan di pintu kamar mandinya jika suatu waktu Hae Soo kesana karena merindukannya.

# Dan ternyata seperti itulah gaya Jae Yeol bekerja. Dia tak bisa konsentrasi menulis jika ada keributan sedikitpun. Jae Yeol menulis harus sendirian dan tidak diganggu.

# Aku rasa Dong Min mulai mencermati psikologis Jae Yeol yang tampak terlihat tenang di luar. Melihat Jae Beom yang tampak jahat tapi sebenarnya terluka dan kesepian, aku yakin Dong Min juga mencurigai ada sesuatu di dalam Jae Yeol.

# Teka-teki kematian ayah tiri sudah terbongkar. Jae Beom tak sengaja mendorong ayahnya ke arah Jae Yeol yang memegang pisau. Aku rasa Jae Beom tidak tahu kalau Jae Yeol sedang memegang pisau. Makanya dia sangat terkejut melihat pisau menancap di dada ayah tiri. Jae Beom yang sayang pada Jae Yeol bersedia disalahkan menggantikan Jae Yeol karena dia kira dia hanya akan dipenjara beberapa tahun saja jika Jae Yeol nanti memberikan kesaksian bahwa kejadian itu tak disengaja.

Namun entah ada alasan lain apa yang membuat Jae Yeol malah memberikan kesaksian bahwa Jae Beom yan membunuh ayah tiri. Dan ibu yang memang tak melihat kejadian sebenarnya hanya terdiam saat bersaksi dan membuat hukuman Jae Beom tambah berat.

Jae Beom menyayangi ibu dan adiknya. Namun, dia kecewa melihat ibunya yang tampak lebih menyayangi Jae Yeol.

Comments

  1. menarik mbak ..
    makasih mbak untuk sinopsisnya ... :) fighting#

    ReplyDelete
  2. Bak muzy..aku jadi kepikiran kalau benar jang woo menderita ALS yg tentunya jae yol jg) ...apa iya Sw nim bisa begitu cocok ngankat tema ini. Barengan dg demam ice bucket challange. Utk para penderita ALS seluruh dunia...wuah. SW nim...daebak...bak Muzy...thank you very kamsa ^,^

    ReplyDelete
  3. Setuju...
    Mereka bisa memilih tema yg pas
    Spt running man jg selalu pas dg momen saat itu
    Tp penasaran jgn2 jae yol berhati dingin n kejam ya .... plus penuh trik(tak tik2nya hebat kan ketika ngadepin hye soo)
    Semangat mb mumu

    ReplyDelete
  4. Poor Jae Boem...trnyt dia syg bgt sm Jae Yeol...hny cara mengungkapkan nya az mgkn yg beda dr kebanyakan...dgn cara yg mgkn dlihat org kasar, padahal niatnya baik...

    part 2 nya dtgg y...btw tumben part ini sinopnya lumayan pjg...hehe

    ReplyDelete
  5. Aku juga berfikir bahwa jangan2 Jae Yeol berhati kejam,dingin,atau bahkan sadis,secara kan dia itu sakiit.Lihat saja perlakuannya ke Hae Soo,kayak orang yg tidak butuh....
    Wajar saja kalau Hae Soo ragu ke Jae yeol,antara cinta dan tidak perasaan Jae Yeol ke Hae Soo ini masih abu-abu....tapi moga moga aja pendapatku ini salah,kasihan hae so nya.

    ReplyDelete
  6. All, ada yg tahu judulnya lagu pas jae boem nangis waktu di hipnotis? Suka lagunya tp ga tau judulnya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts