Friday, August 29, 2014

It’s Okay, That’s Love Episode 12 – 1

~Episode 12~

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000037804_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000053720_

Jae Yeol bilang pada Hae Soo jika mereka terus seperti itu, dia pikir mereka tidak akan bisa bertemu satu sama lain untuk waktu yang lama. Hae Soo bertanya apa Jae Yeol ingin putus dengannya. Tidak seperti itu, Jae Yeol malah mengajak Hae Soo menikah.

Hae Soo menatap Jae Yeol, seakan tak percaya apa yang baru saja di dengarnya, Hae Soo bertanya apa yang baru saja Jae Yeol katakan.

“Ayo kita menikah.”

Hae Soo terdiam. Lama. Dia tampak berpikir sambil berulang kali menoleh pada Jae Yeol.

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000064330_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000072772_

“Kita harus apa? Makan?” tanya Hae Soo kemudian, menganggap ucapan Jae Yeol hanya bercanda.

“Ayo kita menikah.”

“Apa? Ayo kita minum?”

Melihat Hae Soo yang menghindar, Jae Yeol pun bertanya apa ajakannya terlalu berat. Hae Soo menyarankan Jae Yeol agar tidak mengucapkan hal seperti itu tanpa bermaksud demikian (maksudnya tidak sungguh-sungguh). Hae Soo bilang jika Jae Yeol menemukan seorang wanita yang langsung menjawab ‘ya’ untuk pertanyaan seperti itu, Jae Yeol akan mengalami kesulitan.

Jae Yeol tertawa mendengarnya.

***

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000115582_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000138638_

Dong Min melihat rekaman CCTV yang diberikan Tae Yong. Rekaman saat Jae Yeol berkelahi dengan ayah Kang Woo, padahal dia sendirian. Dong Min syok dan menghela nafas panjang. Hal pertama yang keluar dari mulutnya adalah, bahwa mereka harus mengobati Jae Yeol.

Tae Yong menangis.

Soo Kwang masuk ke ruangan Dong Min sambil membawa permainan dan mengajak mereka bermain. Tapi Soo Kwang terkejut melihat Tae Yong menangis dengan begitu sedihnya. Soo Kwang bertanya apa yang terjadi pada Tae Yong.

“Masalah uang, masalah keluarga, atau masalah wanita?”

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000149449_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000162328_

Dong Min memberi isyarat agar Soo Kwang tak bertanya. Dong Min dengan lembut menyuruh Tae Yong pulang dan tidur untuk hari ini, dan datang lagi besok untuk menemuinya.

Dong Min mengajak Soo Kwang keluar. Di luar Soo Kwang kembali bertanya apa yang terjadi pada Tae Yong, karena dia menangis sangat banyak (sedih banget gitu..). Dong Min yang mungkin juga merasakan hal yang sama dengan Tae Yong, tak menjawab dan berjalan pergi.

***

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000176409_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000183149_

Ternyata Hae Soo membawa Jae Yeol ke café milik Yoon Chul. Yoon Chul mengantarkan makanan untuk mereka berdua. Hae Soo merasa senang. Lalu bertanya siapa yang sedang berbicara dengan Hye Jin.

Yoon Chul menjelaskan kalau mereka adalah keluarga dari pasien schizophrenia yang bertemu Hye Jin di rumah perawatan. Pasien itu kambuh lagi. Dokter menyuruh mereka untuk terus memberi obat, tapi mereka bersikeras akan baik-baik saja. Mereka sangat kecewa. Hye Jin tampak sedang memberikan simpati dan semangatnya pada mereka.

Hae Soo mengingatkan Yoon Chul agar selalu berhati-hati, karena Hye Jin tidak boleh melonggarkan kewaspadaannya juga. Yoon Chul mengerti itu.

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000203469_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000207373_

Yoon Chul kemudian bilang kalau dia mendengar Hae Soo dan Jae Yeol pacaran. (BGM : Heavy – The Killin’ Time Band)

“Aku melamarnya.” Ujar Jae Yeol.

“Benarkah?” Yoon Chul tampak gembira.

“Ya.. Tapi aku menolaknya.” Ujae Hae Soo.

Yoon Chul menyayangkan hal itu. Hae Soo menolak keberuntungan begitu saja. Hae Soo dan Jae Yeol tertawa. Yoon Chul kemudian meninggalkan mereka untuk melanjutkan obrolan.

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000216249_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000219285_

Jae Yeol melihat Hye Jin melayani pelanggan. Jae Yeol heran Hye Jin bisa bekerja juga. Hae Soo membenarkan, hal itu malah sangat membantu dalam pengobatan meskipun lembur dilarang keras. Jae Yeol bertanya tentang bayinya Hye Jin, sehat? Sangat. Hae Soo berjanji dia yang akan memberikan bayi Hye Jin saat melahirkan, Hae Soo sangat bersemangat.

“Ayo kita menikah.” Ujar Jae Yeol untuk kesekian kalinya.

Hae Soo tertawa, bagaimana bisa Jae Yeol memintanya menikah dengan enteng. Seakan kalau dia menjawab tidak, maka ‘yasudah tidak apa-apa’. Kalau begitu apa Jae Yeol harus melakukannya secara berat, membeli cincin dan berlutut dalam kesungguhan? Hae Soo menghentikan Jae Yeol dan memperingatkan supaya Jae Yeol jangan pernah melakukan hal itu.

“Ayo kita menikah.” Ujar Jae Yeol lagi.

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000246980_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000297063_

Hae Soo tertawa, meminta Jae Yeol mengatakan sesuatu yang lebih masuk akal. Hae Soo bilang kalau hutang keluarganya masih banyak, dan jangan pernah mengatakan kalau Jae Yeol akan membayarnya. Hae Soo juga harus sekolah pascasarjana dan Hae Soo pernah memberitahu Jae Yeol kalau akan mengambil cuti panjang tahun depan.

“Sejujurnya, bertemu denganmu juga bahkan tidak termasuk dalam jadwal hidupku. Jadi jujur, jadwalku yang saling bertentangan sudah sangat membingungkan. Kau sudah mendapatkan sejumlah uang yang besar dan seorang penulis terkenal, jadi aku mengerti kau bermimpi gaya hidup yang stabil. Tapi aku baru mulai. Oleh karena itu, aku berharap apa yang kau katakan hari ini sudah pasti bukan pernyataan serius.”

“Baik. Kita lupakan saja pernikahan itu.”

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000316949_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000353219_

Wow…mendengar Jae Yeol menarik ucapannya begitu saja membuat Hae Soo tiba-tiba ingin marah. Mereka pun tertawa. Hae Soo penasaran sampai kapan mereka akan bahagia seperti itu. Jika mereka putus, apa yang akan menjadi penyebabnya. Hae Soo tampak berpikir.

“Penolakan dari orang tua? Seperti drama-drama makjang, ibumu bilang dia tidak menyukaiku dan memberiku uang untuk putus denganmu.”

“Ibuku tidak punya uang. Tapi kalau dia melakukan itu, berikan uang itu kepadaku. Ayo kita lari bersama-sama dengan uang itu.”

Jae Yeol kemudian bertanya bagaimana jika yang tidak setuju adalah ibu atau keluarga Hae Soo. Hae Soo bilang dia akan menurut lalu diam-diam bertemu Jae Yeol. Dan kalau mereka ketahuan, dia akan menurut lagi dan diam-diam bertemu Jae Yeol lagi. Karena Hae Soo merasa menjelaskan dan meyakinkan itu seperti membuang-buang waktu.

Jae Yeol tertawa. Kalau begitu hanya ada satu alasan untuk mereka putus. Apa? Tanya Hae Soo. Jae Yeol bilang entah amarah Hae Soo atau amarahnya. Mendengar hal itu Hae Soo tertawa dan menyemburkan minuman di mulutnya.

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000394794_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000406672_

“Tapi apakah kau benar-benar memiliki rencana untuk menikah denganku?” Hae Soo mencoba menebak. “Mungkinkah, aku yang pertama..? Lalu apakah benar-benar ini kau sedang serius?”

“Kau yang pertama, dan tentu saja aku serius. Tapi jika kau tidak memiliki pemikiran tentang menikah, maka jangan bertanya lagi.”

“Aku ingin tahu. Katakan padaku. Mengapa Jang Jae Yeol ingin menikah dengan Ji Hae Soo? Ji Hae Soo berpikir anak-anak itu biasa saja, dan dia buruk dalam pekerjaan rumah. Dan dia bilang dia hanya suka belajar. Tapi mengapa Jang Jae Yeol bersikeras ingin menikahi Ji Hae Soo? Katakan padaku.”

Jae Yeol tersenyum dan mengajak Hae Soo untuk pergi karena dia harus menulis. Jae Yeol menghindar untuk menjawab. Hae Soo menahan Jae Yeol dan meminta Jae Yeol untuk mengatakannya.

Jae Yeol kembali beralasan kalau dia lelah. Saat dia sampai rumah setelah mengantar Hae Soo, pasti sudah subuh. Hae Soo bilang mereka pulang terpisah saja, dia bisa naik bus dari sana ke rumah. Jae Yeol menyuruh Hae Soo naik taksi saja. Kalau begitu, Hae Soo meminta biaya taksinya.

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000446946_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000460927_

Hae Soo menjulurkan tangan. Jae Yeol tersenyum dan memberikan dompet baru pada Hae Soo. Jae Yeol menyimpan milik Hae Soo dan membelikan yang baru. Hae Soo menyukai dompet barunya itu. Dalam dompet baru itu, Hae Soo menemukan foto mereka berdua dan banyak uang. Hae Soo terkejut, tapi juga senang.

Jae Yeol bilang kalau dia mendengar tidak boleh hanya memberikan dompet baru pada seseorang. Tapi ada dengan Hae Soo yang tampak senang, padahal dia pikir Hae Soo akan marah karena dia menaruh uang di dompet itu. Hae Soo senang karena dengan begitu artinya mereka menjadi begitu dekat.

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000484317_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000493926_

Hae Soo memberikan selembar uang 50 ribu won pada Jae Yeol untuk bayaran agar Jae Yeol mau memberitahunya alasan mengapa Jae Yeol ingin menikah dengannya. Jae Yeol mengembalikan uang itu, karena menurutnya lebih baik Hae Soo tidak mendengar alasannya. Itu akan memberatkan, dan Hae Soo akan menyesal mendengarnya.

Hae Soo bilang tak apa-apa, dia akan mendengar dengan telinga kiri dan membiarkannya keluar dari telinga kanan, seolah dia tak pernah mendengarnya. Jae Yeol masih tampak keberatan. Lalu Hae Soo pun menutup mata, dia akan mendengarkan Jae Yeol sambil tutup mata, tapi Jae Yeol tidak boleh mengatakan apapun yang terlalu murahan.

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000518417_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000550549_

Hae Soo menutup mata dengan tersenyum. Jae Yeol minum dulu sebelum bicara, meyakinkan dirinya sendiri, mungkin dia takut Hae Soo akan menyesal mendengarnya.

“Aku tidur di bathtub, tidak di kasur. Dan ibuku tidur di ruang tamu yang dingin dengan jendela terbuka sepanjang tahun. Dan tentang kakakku tinggal di penjara selama 14 tahun. Aku tidak punya keberanian untuk mengatakan semua ini kepada wanita lain kecuali kau. Bahkan setelah mendengar dan melihat semuanya tentangku, menurutmu adakah wanita lain di luar sana yang bisa tenang mendengarkan semua itu, sepertimu? Aku pikir tidak ada. Hae Soo-ya. Jika ada wanita lain seperti itu, tolong katakan padaku. Jadi aku tidak akan terlalu bergantung padamu.”

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000581113_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000587086_

Hae Soo yang tak tersenyum lagi, perlahan membuka mata. Jae Yeol bilang Hae pasti ingin mengakhirinya seperti lelucon, tapi itu terlalu buruk. Jae Yeol mengelus kepala Hae Soo yang masih menunduk. Jae Yeol tersenyum saat Hae Soo menatapnya.

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000600132_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000610776_

Lalu Jae Yeol pergi, meninggalkan Hae Soo yang matanya memerah.

Dalam perjalanan pulang, Hae Soo masih memikirkan alasan Jae Yeol tadi. Yang ternyata lebih dalam dari apa yang mungkin dia pikirkan sebelumnya. Tapi entah untuk alasan apa Hae Soo terlihat sedih (mungkinkah karena dia yang tidak ingin menikah walau dia mencintai Jae Yeol, jadi Hae Soo takut membuat Jae Yeol terluka karenanya? Mian reader, aku tidak pandai dalam menganalisa >.<).

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000629729_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000634934_

Jae Yeol sampai di rumah Seochodong dan mendapat telpon dari Hae Soo. Hae Soo menelpon Jae Yeol dari kamar Jae Yeol di rumahnya. Hae Soo bertanya, jika dia bilang dia tidak akan menikah dengan Jae Yeol, apa Jae Yeol tidak akan berkencan dengannya. Jae Yeol bilang dia akan tetap berkencan dengan Hae Soo.

“Dan kau tidak akan bertemu dengan wanita lain juga?”

“Wanita lain membosankan. Dan aku juga tidak tertarik.”

“Dan kau tidak akan kesal ketika aku tidak mendengarkanmu?”

“Ya..”

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000681681_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000686852_

“Kenapa?”

“Karena aku mencintaimu.”

“Mengapa kau sangat mencintaiku?”

“Aku tidak tahu.”

“Kau memberatkan.”

“Maafkan aku. Aku hanya akan sedikit mencintaimu mulai sekarang. Jadi itu tidak terlalu memberatkanmu.”

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000699765_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000718617_

Hae Soo kemudian bilang kalau dia ingin bertemu Jae Yeol dan memeluknya. Jae Yeol meminta Hae Soo untuk menahannya. Hae Soo mengiyakan. Dia meminta Jae Yeol bekerja sebentar saja dan pergi tidur.

Hae Soo menutup telponnya. Kemudian termenung.

***

Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000751484_ Its.Okay.Its.Love.E12.mp4_000757590_

Esok pagi. Hae Soo keluar dari kamar dan bertanya apa yang dilakukan Dong Min di depan kamarnya. Dong Min sedang mengganti lilin yang sudah padam. Dong Min heran kenapa Hae Soo bangun, padahal itu hari minggu. Hae Soo bilang dia tak mengantuk. Itu mengejutkan Dong Min, kata-kata itu muncul dari Hae Soo si tukang tidur.

“Jang Jae Yeol dengan serius memintaku untuk menikah dengannya.”

Dong Min terlihat menyembunyikan kagetnya, dan bertanya apa yang dikatakan Hae Soo kemudian. Hae Soo memberitahu Dong Min kalau dia bilang pada Jae Yeol hal itu mustahil karena dia punya banyak hal yang harus dilakukan. Dong Min menghela nafas (lega) dan mengatakan kalau Hae Soo melakukan hal yang bagus.

Tapi Hae Soo tak terima dengan ucapan Dong Min itu. Maka sambil lalu Dong Min bilang kalau Hae Soo melakukan hal yang buruk. Ini membuat Hae Soo merasa aneh dengan sikap Dong Min.

***

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000788587_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000807439_thumb[1]

Di dapur, Soo Kwang bertanya pada Hae Soo yang sedang membantu Dong Min menyiapkan sarapan. Kenapa Hae Soo tidak menyukai pernikahan? Jika memang begitu Hae Soo bisa tinggal bersama saja.

Justru itulah yang tidak disukai Hae Soo. Tinggal dengan seorang pria di rumah yang sam sepanjang tahun, tanpa privasi. Mengungkapkan segalanya dan berbagi semuanya satu sama lain. Memikirkan itu semua membuatnya merasa sesak.

“Seminggu sekali. Pacar yang tadinya tinggal di sebelah. Mengencani pacar yang tinggal di Seochodong itu sempurna.”

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000819718_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000816649_thumb[1]

“Benar. Baik menikah atau tinggal bersama, itu sedikit membosankan. Sekarang sudah sempurna. Kalian masih bisa saling menggoda, dan selalu gugup untuk saat-saat intim, kan?”

Hae Soo tertawa, kenapa Soo Kwang membicarakan keintiman di pagi hari. Hae Soo bertanya apa ada sesuatu yang membuat Soo Kwang khawatir. Dong Min tak ikut menanggapi perbincangan itu, dia hanya menyimak dengan pikiran yang berkecamuk, memikirkan nasib Jae Beom dan Jae Yeol.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000831630_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000849982_thumb[1]

Mereka kemudian makan bersama. Soo Kwang memberitahu kalau dia mengundang ayah dan ibunya ke café hari ini untuk menunjukkan So Nyeo pada mereka. Soo Kwang meminta pendapat Hae Soo.

Sebelum menjawab, Hae Soo mengambil remah nasi di pipi Soo Kwang dan memasukkannya ke mulut Soo Kwang (=.=’). Hae Soo tak setuju dengan rencana Soo Kwang itu. Tapi Soo Kwang bilang kekhawatiran terbesar ayah dan ibunya di dunia ini adalah bahwa dia tidak akan bisa bertemu seorang wanita dan meninggal menjadi perjaka tua.

“Aku akan menunjukkan kepada mereka hari ini bahwa itu tidak akan pernah terjadi.”

“Jangan lakukan itu.” ujar Dong Min lembut.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000864563_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000867933_thumb[1]

“Jangan lakukan apa?” Soo Kwang sewot. “Mungkinkah, kau berpikir bahwa So Nyeo menyukaiku hanya sejenak atau sesuatu? Kau punya istrimu, dan kau bahkan menggoda Young Jin.”

Tiba-tiba Dong Min berteriak marah mengenai nasi yang mereka makan. Membuat Soo Kwang dan Hae Soo bengong. Dong Min memarahai Soo Kwang yang kemampuan masaknya tidak bertambah setelah tiga tahun memasak nasi.

“Ini sangat garing. Apakah ini dimasak, mentah, atau hanya pasir?!”

Hae Soo tertawa, “Sunbae, apakah nasi yang belum matang membuatmu marah?”

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000889955_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000897329_thumb[1]

Dong Min itu karena usianya, tunggu saja sampai Hae Soo diusianya. Soo Kwang pun ngeles, kenapa tidak Dong Min saja yang membuatnya. Dong Min meledak lagi, dia sudah sering memberitahu Soo Kwang untuk merendam nasi sebelum dimasak. Dong Min kesal, Soo Kwang mendengar dengan telinga atau hidung.

Hae Soo tampak tak enak hati melihat Soo Kwang dibentak-bentak seperti itu. Hae Soo bilang kalau yang diberitahu Dong Min itu dia dan dia lupa memberitahu Soo Kwang. Hae Soo bertanya ada apa dengan Dong Min, apa Dong Min mendengar berita buruk dari Amerika.

Dong Min bilang bukan begitu. Dia kemudian pergi karena dia sudah kehilangan selera makan.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000917016_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000926525_thumb[1]

Hae Soo tertawa, padahal Dong Min sudah hampir selesai makan.

“Apakah itu menopause? Aku dengar bahwa pria bisa menopause juga.”

Hae Soo tertawa makin keras, “Hei, maka menurutmu dia menopause dalam seluruh hidupnya?”

Soo Kwang ikut tertawa, Dong Min kan sering marah-marah. Soo Kwang menduga kalau itu mungkin karena Tae Yong. Soo Kwang memberitahu bahwa kemari Tae Yong datang ke klinik Dong Min, dan dengan badan besarnya Tae Yong menangis histeris. Hae Soo pun penasaran ada masalah apa dengan Tae Yong.

***

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000939738_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000956322_thumb[1]

Dong Min pergi bersama Tae Yong menuju suatu tempat. Dong Min menanyakan sejak kapan Jae Yeol mulai bicara tentang Kang Woo. Tae Yong mengingat-ingat. Sekitar tiga tahun yang lalu saat Jae Beom dibebaskan dari penjara dan menusuknya dengan garpu. Jae Yeol pernah bilang begitu. Tae Yong bercerita sambil membayangkan kejadian saat itu.

“Hari itu adalah kekacauan karena ada begitu banyak penggemar, dan setelah beberapa hari, ia bertanya siapa siswa yang menangis di depannya itu.”

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000960459_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000962061_thumb[1]

“Dan kau tidak melihatnya?”

“Tentu saja aku tidak melihatnya. Tapi aku hanya bertanya-tanya apakah aku tidak melihatnya karena aku begitu sibuk. Dan ia berbicara tentang dia sekali atau dua kali. Baru-baru ini, dalam beberapa bulan terakhir, dia mulai berbicara tentang dia lagi.”

Dong Min tertarik mendengarnya. Lalu dia menanyakan tempat tujuan mereka, apakah masih jauh. Tae Yong bilang mereka hanya perlu pergi sedikit lebih jauh.

(di adegan kilasan, memang tak ada Kang Woo disana. Hanya ada Pool Ip yang memeluk Jae Yeol. Baru sadar deh…)

***

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_000994827_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001000099_thumb[1]

Ayah dan ibu Soo Kwang datang berkunjung. Tapi ayah Soo Kwang mengajak istrinya pergi bahkan belum sampai 30 menit mereka disana. Ibu membujuk agar ayah mau menunggu sedikit lebih lama. Soo Kwang membenarkan, lagipula pacarnya juga belum datang bekerja.

“Apa maksudmu pacar? Kau tidak belajar seperti yang kukatakan dan hanya bekerja di kafe.”

“Ayah. Beberapa orang belajar, dan beberapa bekerja. Ini tidak seperti semua orang menjadi pekerja bisnis sepertimu.”

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001024490_thumb[2] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001032898_thumb[1]

Ayah mengutuk Soo Kwang. Dia bilang orang lain sembuh dalam waktu setidaknya satu tahun, tapi kenapa Soo Kwang masih seperti itu. Jika seorang pria dewasa merasa seperti dia akan kejang, maka Soo Kwang harus menahannya dengan sumpah mati. Soo Kwang berteriak, dia juga tak ingin seperti itu. Apa ayahnya pikir dia seperti itu karena dia ingin.

Ketika dia kejang ketika masih kecil dan ayah serta anak-anak lain tidak menyukai hal itu. "Oh, begitulah ia harusnya bersin", "Oh, begitulah ia harusnya batuk”. Jika ayah berpikir seperti itu untuknya, maka mungkin dia sudah sembuh sekarang.

“Kau... Lalu apa salahku kau menjadi seperti itu? Kau bajingan.” Ujar ayah berkaca-kaca lalu beranjak pergi.

“Soo Kwang. Ayah hanya..ayah hanya sedih karena ia berpikir bahwa itu kesalahannya.” Ujar ibu pada Soo Kwang.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001069201_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001078811_thumb[1]

Soo Kwang langsung berdiri menyusul ayahnya dan tak sengaja menyenggol So Nyeo yang berada tak jauh dari sana, mendengarkan dan melihat pertemuan keluarga itu.

Soo Kwang menahan ayahnya dan bilang kalau semua itu bukan salah ayahnya.

“Ini bukan salahmu. Aku bahagia..jadi kau harus bahagia juga.”

Ayah menatap Soo Kwang, lalu berjalan keluar. Ibu mengejar ayah setelah sebelumnya memegang tangan Soo Kwang, seolah memintanya untuk mengerti.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001103635_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001112211_thumb[1]

Soo Kwang menghapus air matanya, dan berjalan melewati So Nyeo. So Nyeo tampak memikirkan sesuatu.

***

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001129495_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001143175_thumb[1]

Rupanya Dong Min meminta Tae Yong mengantarnya ke rumah Kang Woo alias rumah masa kecil Jae Yeol. Dong Min masuk dan meminta Tae Yong menunggu di luar.

Begitu melihat reruntuhan rumah itu, Dong Min melihat sosok keluarga Jae Yeol saat itu. Dong Min me-reka ulang berdasarkan cerita yang dia dengar dari Jae Beom dan Pengacara Kang. (BGM: Hero – Family of The Year) *tulisan yang dimiringkan adalah reka ulang Dong Min*

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001150115_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001152718_thumb[1]

Jae Beom berkelahi dengan ayah tirinya setelah mencegahnya memukuli Jae Yeol. Saat Jae Beom di pukuli ayahnya, Jae Yeol mengambil pisau yang tergeletak di meja lalu berdiri sambil memegang pisau.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001155287_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001164129_thumb[1]

Jae Beom memukul ayahnya hingga terjatuh ke arah Jae Yeol yang memegang pisau. Jae Yeol terdorong jatuh tertimpa ayahnya. Kepala Jae Yeol terbentur lemari dan tak sadarkan diri. Jae Yeol menghampiri mereka, terkejut melihat pisau tertancap di dada ayahnya.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001175407_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001181079_thumb[1]

Jae Yeol mencabut pisau itu. Saat itulah ibu masuk dan melihatnya. Ibu melihat Jae Yeol yang tak sadarkan diri dan menghampirinya. Ibu menatap penuh tanya pada Jae Beom.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001183916_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001191523_thumb[1]

Jae Beom bilang kalau Jae Yeol yang menusuk ayah tiri mereka dengan pisau. Dengan terbata, Jae Beom menyuruh ibunya mengatakan pada polisi kalau dia yang melakukannya.

Jae Beom memasukkan pisau itu ke dalam plastik. Jae Beom melemparkannya ke dekat ibu. Jae Beom menyuruh ibu membuangnya jauh karena ada sidik jari Jae Yeol di pisau itu.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001207773_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001213845_thumb[1]

Jae Beom bilang Jae Yeol harus dibawa ke rumah sakit. Jae Beom menggendong Jae Yeol dengan dibantu ibu yang tampak masih syok.

“Karena aku seorang pembuat masalah,aku hanya akan menghabiskan dua atau tiga tahun penjara. Bajingan itu sudah mati. Panggil polisi! Jangan lupa, aku yang menusuknya.” Ujar Jae Beom mengingatkan ibu agar berbohong pada polisi.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001224256_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001232364_thumb[1]

Jae Beom terjatuh saat turun dari lantai ruang tengah. Ibu mengambil pisau yang dibungkus plastik, dan saat itulah ayah tiri sadar. Dia memegang kaki ibu mencegahnya pergi, membuat ibu terjatuh dan sesaat tak sadarkan diri.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001236234_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001241940_thumb[2]

Dong Min teringat penjelasan Pengacara Kang bahwa mungkin hanya sebatas itu yang bisa diingat ibu. Para psikolog mengatakan bahwa ada kemungkinan besar bahwa ibu memiliki disosiasi (dissociation / disosiasi = cara membela diri dengan memisahkan antara perilaku dan pikiran ~ jadi dia ibu tak bisa/menolak mengingat hal itu karena berpikir itu cuma ada dalam pikirannya saja).

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001258156_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001261293_thumb[1]

Dong Min berjalan hendak keluar rumah. Tanpa sengaja, dia melihat cermin di dinding dekat pintu. Dong Min pun terpikir akan sebuah kemungkinan, dan menoleh kembali ke arah rumah.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001262628_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001266398_thumb[1]

Ayah tiri menarik-narik kaki ibu. Sementara itu, Jae Beom yang terjatuh berusaha bangkit lagi sambil tetap membuat Jae Yeol berada di punggungnya.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001277142_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001281246_thumb[1]

Dong Min melihat Jae Yeol sadar. Dong Min menoleh kembali ke cermin. Dari sana dia bisa melihat ibu yang kembali sadar dan mengambil pemantik yang ada di dekatnya. Dong Min menoleh kembali ke rumah.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001291823_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001298697_thumb[1]

Ibu ternyata tak hanya mengambil pemantik, tapi juga kertas. Ibu menyalakan pemantik dan membakar kertas itu. Saat itu, Jae Beom yang sudah bisa berdiri bergegas keluar dengan Jae Yeol yang sudah tersadar di punggungnya.

Jae Yeol melihat ibu yang menyalakan api dari cermin dan melemparkan kertas yang berapi ke arah ayah tiri.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001318650_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001328460_thumb[1]

Dan kebakaran pun terjadi, api membesar karena bensin yang sebelumnya di tumpahkan Jae Beom (Jae Beom menyiram bensin ini ada diingatan Jae Beom saat disuntik amytal episode 9, saat dia berkelahi dengan ayah tiri sebelum Jae Yeol memegang pisau).

Jae Beom yang menggendong Jae Yeol keluar. Begitupun ibu keluar sambil membawa pisau dalam plastik dan berlari berlawanan arah dengan Jae Beom.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001333732_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001342074_thumb[1]

Boom! Ledakan terjadi di rumah, mungkin disebabkan bensin yang masih ada dalam jerigen. Ibu terkejut mendengarnya dan menoleh ke arah rumah. Ibu kemudian pingsan.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001351283_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001352517_thumb[1]

Di arah berlawanan, Jae Beom dan Jae Yeol juga menoleh dengan terkejut ke arah rumah.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001354820_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001365630_thumb[1]

Dong Min kembali teringat penjelasan Pengacara Kang. Pengacara Kang menduga Jang Jae Yeol mungkin tahu bahwa ibunya adalah pelakunya. Jadi pada awalnya, dia tinggal diam. Tapi ketika Pengacara Kang mengatakan bahwa ayah tiri meninggal karena sesak napas akibat asap, dia mengatakan bahwa pelakunya adalah saudaranya bukan ibunya di pengadilan.

Dong Min mengakhiri reka ulangnya dengan Jae Yeol yang tampak syok.

***

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001398663_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001402334_thumb[1]

Hae Soo bertelpon ria dengan Jae Yeol. Hae Soo bertanya apa yang dibicarakan Jae Yeol dengan ibunya. Jae Yeol bilang kalau dia memberitahu ibu bahwa dia melamar Hae Soo. Hae Soo terkejut mendengarnya, bukankah mereka sudah mengakhirinya (tentang pernikahan) kemarin.

“Kita selesai kemarin, tapi kita mulai lagi hari ini.”

“Ketika kau sampai satu hal, kau hanya puas ketika itu berakhir (sesuai yang diinginkan). Kau benar-benar bertindak sesukamu.”

Jae Yeol tersenyum dan bertanya benarkah dia seperti itu. Hae Soo ragu Jae Yeol menanyakan hal itu karena dia tidak tahu.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001417983_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001420452_thumb[1]

Jae Yeol kemudian mengajak Hae Soo menikah lagi, tidak sekarang, tapi setelah satu tahun. Segera setelah cuti Hae Soo berakhir. Hae Soo mengiyakan, mereka akan membicarakan hal itu nanti.

“Kita adalah orang-orang yang merencanakan ke depan dan bekerja menuju tujuan kita. Jadi tempatkan aku dalam jadwal hidupmu. Dalam jadwal hidupku, aku sudah menempatkanmu didalamnya. Aku hidup sesuka hatiku, tapi aku mencoba untuk mencocokkannya dengan bagaimana kau hidup.”

Tapi Hae Soo bilang dia menyukai bagaimana hubungan mereka sekarang. Hae Soo tak suka hubungan yang tak punya tegangan. Jika mereka pacaran dengan tujuan menikah, sudah jelas bahwa mereka akan bosan karena mereka sudah tahu bahwa mereka memiliki satu sama lain.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001472103_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001480345_thumb[1]

Jae Yeol memastikan hal itu tidak akan terjadi. Karena seperti yang Hae Soo bilang, dia ditakdirkan untuk perpisahan. Dan dia bisa mengkhianati Hae Soo.

“Jika kau mulai membenciku, kau akan mengkhianati dan meninggalkanku, meninggalkan semua janji-janji yang kita buat. Dan itu jelas.”

“Kalau begitu, kita adalah klub pengkhianat.”

“Itu benar. Itulah sebabnya bahkan jika kita menikah, jika kita tidak ingin dikhianati atau ditinggalkan oleh satu sama lain, kita harus lebih fokus pada satu sama lain, perhatian satu sama lain, saling mencintai, dan bekerja lebih keras dari sekarang. Bagaimana kedengarannya? Tidak akan ada waktu untuk merasa bosan, kan?”

“Hei, hei, hei, hei! Lalu bagaimana dengan keberhasilanku? Jang Jae Yeol!”

Percuma saja, Jae Yeol sudah menutup telponnya. Hae Soo mengeluh, semua yang Jae Yeol lakukan adalah provokatif.

***

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001506638_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001513445_thumb[1]

Dong Min bilang kalau dia harus bertemu Jae Yeol. Dia meminta Dong Min mengantarnya ke Seochodong, dan Tae Yong harus kembali ke kantor. Tae Yong bertanya bagaimana dengan Ibu atau Hae Soo? Dong Min bilang kalau dia yang akan memberitahu mereka.

Dong Min kemudian mendapat telpon dari Choi Ho. Choi Ho memberitahu Dong Min kalau dia sudah memberitahu atasannya bahwa mereka tidak bisa menampilkan kasus tentang Jang Jae Beom.

Choi Ho juga meminta Dong Min mengatakan pada Jae Yeol kalau dia akan membelikan minuman untuk Jae Yeol suatu hari nanti.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001536735_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001545844_thumb[1]

Choi Ho melihat Min Young berdiri tak jauh dari sana sedang bersama rekan yang lain. Choi Ho memanggil Min Young dan mengajaknya keluar untuk minum bersama. Choi Ho berjalan pergi duluan.

Min Young terkejut, “Hey! Apakah kau akhirnya memperhatikanku?”

Min Young senang dan memberikan berkas yang dia pegang pada rekan yang sedang bersamanya. Lalu menyusul Choi Ho.

***

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001558156_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001577275_thumb[1]

Hae Soo pergi ke restoran keluarganya. Hae Soo melihat ibu sedang menerima telpon sambil jongkok di depan restoran dan bersedih. Ibu kemudian pamit pamit istirahat di rumah, tanpa menoleh pada Hae Soo dan Yoon Soo.

Yoon Soo memberitahu Hae Soo kalau istri Presdir Kim sudah pada tahap akhir kanker hati. Mereka akan menutup bisnis mereka dan hidup di gunung. Telpon tadi adalah telpon perpisahan. Hae Soo mengangguk mengerti.

Hae Soo kemudian menyapa ayah dari jendela dan memberikan kiss jauh. Yoon Soo kemudian mengingatkan Hae Soo untuk tidak mengatakan apapun pada ibu.

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001594225_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001599965_thumb[1]

“Kita berdua membiarkan semuanya terjadi karena alasan egois kita. Aku melakukannya karena harus mengurus Ayah jika Ibu melarikan diri. Dan kau tidak akan mampu sekolah kedokteran tanpa Presdir Kim.”

“Kau bukan satu-satunya yang mengerti Ibu. Aku juga putrinya.”

It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001612177_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E12.mp4_001622954_thumb[1]

Hae Soo pamit pada ayah dan berjalan pergi. Yoon Soo tersenyum melihat sikap Hae Soo yang lebih baik pada ibu. Yoon Soo menyuruh Hae Soo makan malam bersama ibu sebelum pergi.

Yoon Soo masuk ke restoran dan memberitahu suaminya kalau ibu dan Hae Soo sedang bersama dirumah. Yoon Soo menyuapi ayah makan, dan suami Yoon Soo melayani pelanggan yang hendak pulang.

***

Bersambung ke bagian 2~

***

# Yang membuat Dong Min merasa terbebani dengan kondidi Jae Yeol adalah bukan semata-mata karena dia juga menangani Jae Beom, bukan semata-mata karena dia tahu kejadian sesungguhnya. Tapi..karena Hae Soo. Dong Min tahu betapa Hae Soo mencintai Jae Yeol, dan betapa dia akan bersedih saat mengetahui kenyataan itu, bahwa Jae Yeol sakit.

# Sepertinya ibu memang tak ingat kejadian setelah Jae Beom membawa Jae Yeol. Ibu tak ingat kalau dia yang menyalakan api dan menyebabkan rumahnya terbakar. Dan kita sekarang tahu alasannya, kenapa Jae Yeol menerima begitu saja pukulan dan tusukan Jae Beom. Karena Jae Yeol merasa bersalah. Dia merasa bersalah karena menimpakan kesalahan pada Jae Beom untuk melindungi ibunya. Di saat dia tahu kalau Jae Beom menyayanginya.

14 comments:

  1. So complicated.. Tp sukak pk bgd.. Gomawo

    ReplyDelete
  2. Semakin kesini semakin deg2an gak karuan sperti nunggu bom waktu yg siap2 akan meledak, berharap happy ending

    ReplyDelete
  3. Menurutku hae soo sedih karena alsan jae yol lah yg mengatkan bahwa tidak ada wanita diluar sana yg bisa mengerti dan mau menerima keadaan jae yol dan keluarganya yg berbeda dr kebiasaan orang, hae so berharap alsan kenapa jae yol ingin menikahinya seperti di adegan drama dimana sang pria mengatakan bahwa dia sangat mencintai sang wanita saat akan melamrrrnya, aku membayangkan andai ada seseorang yg kita cintai lalu melamar kita dengan alasan bahwa tdk ada gadis lain yg mau menerima keasaan dia dan jg keluarganya akupun merasakan hal yg sama seperti hae so. Seolah kita itu ada pada pilihan terakhir dan andaikan dia normal mungkin kita tdk ada dalam pikiran nya, itu menurutq ya tapi kalau yg ngelamar jang jae yol kaya nya beda deh ceritanya hahahhaa its okay aku bersedia menikah denganmu meskipun #ngayal
    To mbak mumu thank ya...

    ReplyDelete
  4. q penasaran novel yang di tulis kang woo...bener" ada tulisan'y apa hanya kertas kosong atau kertas yg di kasih ke jae yool itu sebenar'y tidak ada...(kan kang woo hanya ada di pikiran'y jae yol) kayaknya jae yol blm sempt baca langsung di masukin laci trus yg kedua blm sempat kebaca juga.

    ReplyDelete
  5. ga nyangka jae beom baik gitu orangnya...pantas aja dia sakit hati bgt difitnah orang yang disayanginya....

    ReplyDelete
  6. sedih liat kisah jae beom ma jae yeol. hiks..hiks.. semoga mereka bisa berakhir dengan bahagia, gak ada yang tersakiti satupun..

    ReplyDelete
  7. Makin sedih aja.
    Jae Yeol, Jae Beom, Ibu, Hae Soo dan semunya sembuhkanlah hati kalian, dan berakhir bahagia T_T
    mba mumu gomawo..

    ReplyDelete
  8. kerenn banget somoga gak sad ending,,

    ReplyDelete
  9. aulia : maaf ka comment nya telat... drama ini luar biasa mengajarkan banyak hal tentang hidup,,, bahwa hidup bukan seperti dunia film.... hidup adalah kenyataan wlpun ada kebahagian dan kesedihan itulah realita... makasih ka mumu semangat menulis yah sampai akhir drama ini....

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD