Thursday, August 07, 2014

It’s Okay, That’s Love Episode 4 – 1

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000045545_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000055088_

Setelah mencium Hae Soo, Jae Yeol tersenyum dan memiringkan kepalanya. Jae Yeol menyerahkan pipinya untuk di tampar Hae Soo. Hae Soo menebak Jae Yeol pasti sudah sering ditampar. Jae Yeol bilang dia tak pernah menghitungnya, tapi mungkin sekitar 30 kali.

Plak! Hae Soo menampar Jae Yeol.

“Sekarang jadi 31 kali.”

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000071004_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000080380_

Hae Soo mengambil tasnya dan hendak pergi. Jae Yeol menarik tangan Hae Soo hingga tasnya terjatuh dan isinya berhamburan. Jae Yeol memegang tangan Hae Soo dan mendesaknya ke dinding. Hae Soo bertanya apa yang Jae Yeol lakukan, apa dia ingin ditampar lagi. Jae Yeol tak menjawab dan mematikan lampu dari saklar yang tak jauh dari sana.

Hae Soo kembali bertanya dengan panik apa yang dilakukan Jae Yeol. Jae Yeol melepaskan pegangan tangannya dan menyalakan lampu lagi.

“Dahulu kalau, di sebuah desa, ada sebuah gua dalam. Di dalam gua itu, tidak ada cahaya yang pernah bersinar dalam ribuan tahun.”

Hae Soo tak mengerti apa yang dikatakan Jae Yeol. Jae Yeol tak menanggapi dan melanjutkan kisahnya.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000124357_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000144043_

“Sebuah gua dalam, dengan ribuan tahun kegelapan. Orang-orang takut pada gua itu. Sama sepertimu.”

Hae Soo bilang Jae Yeol berkata omong kosong.

Jae Yeol mematikan kembali lampunya, “Untuk menghilangkan ribuan tahun kegelapan itu, mereka berpikir akan memakan waktu ribuan tahun. Tapi seperti sekarang, itu hanya membutuhkan satu momen bagi cahaya untuk bersinar.”

Jae Yeol menyalakan gasoline. Wajahnya sangat dekat dengan wajah Hae Soo dan menatap Hae Soo sambil tersenyum. Hae Soo mengalihkan pandangannya dari Jae Yeol dan mengepalkan tangan, berusaha menahan diri dari godaan Jae Yeol.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000159526_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000175375_

Kemudian Jae Yeol tertawa dan memadamkan api gasoline. Dia bersandar di dinding disamping Hae Soo.

“Bahkan jika kau tidak bercinta selama 30 tahun, dan bahkan jika cintamu yang berusia 300 hari berakhir, tidak apa-apa. Untuk merasakan cinta lagi…” Jae Yeol mendekatkan wajahnya pada Hae Soo dan menyalakan gasoline lagi, “..kau hanya butuh satu momen, teman.”

Hae Soo terdiam. Jae Yeol kemudian menyalakan lampunya lagi.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000221387_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000222522_

~Episode 4~

Hae Soo menyebut Jae Yeol bertingkah sembrono, dari mana dia mempelajari sikap seperti itu. Jae Yeol bilang kebanyakan pria mempelajarinya setelah banyak ditampar.

“Lain kali jika kau jatuh cinta, kau harus merasakannya. Jangan hanya merencanakan, atau meyakinkan diri.”

Jae Yeol lalu memuji bibir Hae Soo yang terasa lebih lembab dari yang dia pikir. Jae Yeol mengacak-acak rambut Hae Soo. Sementara Hae Soo terus minum untuk menghilangkan kegugupannya.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000241975_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000266799_

Jae Yeol memungut passport yang terjatuh dari tas Hae Soo dan bertanya kenapa Hae Soo membawa passport. Hae Soo merebutnya dan berkata bahwa dia membawanya agar bisa pergi setiap saat. Jae Yeol melihat ponsel Hae Soo yang juga terjatuh, ada fotonya bersama seorang pria. Hae Soo merebutnya dan berkata kalau itu adalah ‘prianya’.

Jae Yeol sedikit kaget mendengar Hae Soo punya pria lain. Hae Soo kemudian meminta Jae Yeol agar berhenti bicara padanya. Hae Soo ingin muntah. Hae Soo menuju kamar mandi. Jae Yeol menghadang dan menarik Hae Soo keluar.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000273906_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000287420_

Di luar, muncul Kang Woo dengan wajah dan kaki yang penuh luka tanpa alas kaki. Jae Yeol bertanya apa yang terjadi pada Kang Woo. Hae Soo menoleh mengira Jae Yeol bertanya padanya. Tapi Jae Yeol bilang dia tak bicara pada Hae Soo, tapi bicara dengan Kang Woo.

“Noona! Kau cantik. Aku...Temannya penulis.”

Kang Woo memperkenalkan diri pada Hae Soo, tapi Hae Soo yang mabuk tampak tak menanggapi Kang Woo.

Hae Soo akan muntah. Jae Yeol membekap mulut Hae Soo dan menyeretnya ke toilet setelah menyuruh Kang Woo untuk menunggunya di taman. Kang Woo tersenyum melihat Jae Yeol dan Hae Soo.

Kang Woo kemudian menuju taman yang dimaksud.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000337336_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000357190_

Hae Soo duduk dilantai membereskan barang-barangnya ke dalam tas. Dia menguatkan diri untuk pulang. Hae Soo pusing dan ingin berbaring. Belum sampai kepala di lantai, dia sadar kalau dia tak bisa mempercayai Jae Yeol yang tadi menciumnya begitu saja. Hae Soo bilang pada dirinya sendiri kalau dia tidak boleh tidur disana.

Hae Soo melihat pantulan dirinya di meja. Dia pun mendapat sebuah ide.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000376609_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000378778_

Hae Soo menaruh ponselnya di atas lemari dan menyalakan perekam gambar. Hae Soo berkata pada kamera, seolah berkata pada ponsel.

“Sentuh saja sehelai rambut di kepalaku, aku akan membunuh dan memberi jasadmu pada anjing.”

Hae Soo berjalan dan tersandung tepi kasur. Hae Soo terjatuh.

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000431197_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000433833_

Jae Yeol datang ke taman dengan berlari dan mencari Kang Woo. Kang Woo duduk menunggu memanggil Jae Yeol. Jae Yeol menghampiri Kang Woo dan menatapnya. Kang Woo juga ikut meneliti keadaan tubuhnya.

Jae Yeol terlihat tidak senang melihat keadaan Kang Woo. Dia mengeluarkan uang dari dompet dan melemparnya ke kursi. Jae Yeol menyuruh Kang Woo pergi ke rumah sakit, lalu berbalik pergi. Kang Woo menahannya, tapi Jae Yeol mendorong Kang Woo hingga terjatuh.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000454787_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000457490_

“Apa ini? Apa yang kau lakukan, brengsek? Jika kau berdarah dan lebam di wajahmu, kau harus pergi ke RS atau apotik, kenapa kau datang padaku? Kau ingin menunjukkannya padaku? Kau ingin menunjukkan padaku jika kau dipukul? Begitu? Kau ingin dapat simpati? Sudah kubilang kaburlah. Sudah kubilang kaburlah jika ayahmu memukulmu.”

“Tapi ibuku...”

“Bawa dia bersamamu!” teriak Jae Yeol penuh emosi.

Kang Woo terdiam. Dia kemudian berdiri dan mengatakan kalau dia sedang menulis novel baru. Jae Yeol bertanya dengan tidak antusias, apa lagi kali ini. Tentang dia yang membunuh Kang Woo atau sebaliknya?

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000489722_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000513479_

Jae Yeol berbalik pergi saat Kang Woo bilang novel itu tentang ceritanya seperti yang Jae Yeol katakan. Kang Woo merasa kesakitan, tangannya gemetaran. Dia memanggil Jae Yeol, tapi Jae Yeol tak menggubris.

Jae Yeol berteriak kesal, dia tak tega membiarkan Kang Woo. Tanpa menoleh pada Kang Woo, Jae Yeol lalu menghubungi Tae Yong.

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000525324_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000538337_

Jae Yeol kembali ke apartemennya dan melihat Hae Soo yang tertidur di lantai. Jae Yeol tersenyum, lalu berjalan menghampiri Hae Soo sambil membuka kemejanya.

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000561527_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000576442_

Tae Yong pergi ke taman. Rupanya tadi Jae Yeol meminta tolong pada Tae Yong untuk mengurus Kang Woo. Tae Yong memanggil Kang Woo dan berkata kalau dia temannya Jae Yeol. Tapi Kang Woo tak ada disana. Hanya ada dua lembar uang yang dilemparkan Jae Yeol tadi tergeletak di lantai.

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000592992_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000610543_

Dengan keadaan yang berantakan Hae Soo keluar dari apartemen Jae Yeol. Dia tak percaya dirinya ketiduran sampai pagi di rumah Jae Yeol. Jae Yeol mengawasi Hae Soo yang hendak menyeberang jalan dari jendela apartemennya.

“Semakin manis saja jika dilihat.” Gumam Jae Yeol.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000626592_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000632732_

Jae Yeol hendak merapikan kasur, lalu melihat sebuah ponsel di lemari dalam keadaan mati.

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000645644_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000647780_

Soo Kwang ribut pada Dong Min karena Hae Soo tidak pulang semalam. Yang Soo Kwang ributkan adalah karena Hae Soo tidak pulang dengan Jae Yeol. Dong Min santai saja menanggapinya, lalu dia harus melakukan apa. Soo Kwang bilang Dong Min harusnya berteriak memaki mereka gila.

“Kau takut Hae Soo mungkin melakukan itu dengan Jang Jae Yul?” tanya Dong Min.

“Tentu saja.”

“Hae Soo sedang meyembuhkan traumanya secara gratis. Memang apa masalahnya?”

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000667833_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000689555_

Soo Kwang kemudian bertanya pada Yoon Soo, apa Yoon Soo juga tak peduli. Apa Yoon Soo tak khawatir adiknya itu menghabiskan malam bersama playboy yang tidak terlalu dia kenal. Yoon Soo malah berharap ada sesuatu terjadi di antara mereka. Yoon Soo sudah mendengar dia sudah putus dengan Choi Ho. Lagipula Hae Soo kan bukan janda.

Soo Kwang tak bisa menerima sikap santai Yoon Soo dan Dong Min. Bagaimana jika Hae Soo diperkosa. Soo Kwang bahkan memperagakan Jael Yeol yang membuka baju Hae Soo pada Dong Min, membuat Dong Min terkena tumpahan kopi.

Dong Min kesal, dia yakin Hae Soo bukan orang yang akan membiarkan sesuatu yang mengerikan terjadi padanya. Lagipula kenapa Jae Yeol akan melakukan itu, memangnya dia semesum itu.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000720820_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000728761_

Orang yang sedang dibicarakan masuk ke café. Jae Yeol. Soo Kwang menghadang Jae Yeol dan langsung bertanya dia dan Hae Soo semalam tidur dimana. Jae Yeol menjawab jujur, di apartemennya. Lalu berjalan pergi menuju kasir. Bukan hanya Soo Kwang, Dong Min yang tadi tampak tenang pun kelihatan terkejut.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000735768_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000738971_

Soo Kwang menghampiri Jae Yeol, “Kemarin...Apa yang kau lakukan pada noona-ku?”

Dengan santai Jae Yeol menjawab, “Kami minum bersama lalu berciuman. Kemudian dia menamparku.”

Dong Min memanggil Jae Yeol dan memintanya untuk menceritakan kejadian secara rincinya nanti malam. Jae Yeol tak membantah. Dong Min mengumpat Jae Yeol lalu pergi.

Tae Yong mengambil pesanan es kopinya sambil menerima telpon dari Tae Yong, lalu berjalan pergi. Meninggalkan Soo Kwang yang merasa geram.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000788154_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000795094_

Tae Yong berada di kantor Jae Yeol bersama Ibunya Jae Yeol. Tae Yong memastikan jika Jae Yeol meninggalkan uang di bangku taman. Karena Tae Yong menemukan uangnya masih utuh, dia rasa Kang Woo datang pada Jae Yeol bukan untuk uang. Tae Yong pun bertanya apa yang diinginkan Kang Woo dari Jae Yeol.

“Persahabatan.” Jawab Jae Yeol.

“Persahabatan? Apa maksudmu? Dia terlalu muda untuk jadi temanmu. Apa dia sudah gila? Kau jangan terlalu lunak. Mungkin bohongan saja, kalau dia miskin dan dipukuli ayahnya. Kau kan tidak pernah melihatnya sendiri. Dia memanfaatkan hatimu yang lembut.”

“Seperti dirimu?” tembak Jae Yeol.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000810142_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000830396_

Tae Yong tak bisa menjawab dan menyerahkan telponnya pada Ibu. Jae Yeol bertanya pada ibu, ibu lebih mencintai dirinya atau Jae Beom. Walau ibu bilang itu pertanyaan konyol, tapi dia harus menanyakannya. Tapi sepertinya ibu tak menjawab, karena kemudian mereka membahas tentang rencana ibu untuk menemui Jae Beom.

Jae Yeol meminta ibu tidak usah pergi, tapi ibu bilang dia merindukan Jae Beom. Jae Yeol kan punya banyak teman dan perempuan, sedangkan Jae Beom hanya punya ibu. Ibu sangat ingin pergi, walaupun bukan hanya sekali Jae Beom tidak mau menemuinya, Ibu tak akan sakit hati.

Jae Yeol tetap tak setuju, dan ibu tetap ingin pergi. Jae Yeol tak melarang lagi dan mengatakan kalau dia sangat mencintai ibunya sebelum menutup telpon.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000846245_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000844109_

Jae Yeol turun ke bawah karena mendengar bel pintu. Ternyata itu Choi Ho yang sudah bisa masuk sendiri ke dalam rumah.

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000850349_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000858224_

Hae Soo dan Young Jin sedang menerima curhatan dari Jin Mi, istrinya Ho Geol, senior Hae Soo yang menderita kanker perut. Jin Mi mengeluhkan suaminya yang tidak mau menyetujui perceraian atau perawatan psikiatris. Young Jin menyarankan agar Ji Mi pergi ke bagian urology.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000860292_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000869401_

Ho Geol datang dan memanggil istrinya. Jin Mi kesal, dirumah Ho Geol tidak menghentikannya, tapi kenapa sekarang begitu. Jin Mi berteriak mengancam Ho Geol, dia akan ke pengadilan jika Ho Geol tidak mau dapatkan pengobatan. Jin Mi kemudian pergi.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000884316_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000892057_

Ho Geol menyebut istrinya bernafsu, dan bertanya pada Young Jin bernafsu itu juga penyakit kan? Young Jin tak menjawab dan menghampiri Ho Geol.

“Jika kau tidak mencintainya, bercerailah saja. Jika kau mencintainya dan tidak mau bercerai, terimalah pengobatan dariku. Kau mau membuat wanita 12 tahun lebih muda darimu jadi janda?”

“Aku tidak sakit!”

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000895594_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000927926_

Seorang pasien wanita bertingkah seolah sedang menggendong seorang bayi. Wanita itu mengajak bayi-nya bermain, dia juga bahkan berkata pada para dokter kalau bayi-nya cantik. Suaminya terlihat frustrasi, dia bilang pada istrinya kalau tidak ada bayi disana. Si suami kemudian keluar dari ruangan.

Sang istri heran kenapa suaminya bilang tidak ada bayi, apakah dia tak melihatnya. Wanita itu meminta bayi-nya menyapa para dokter. Dan meminta para dokter menyapa balik bayinya. Young Jin, Hae Soo, dan dua intern menyapa bayi khayalan itu. Sementara intern berkacamata tak melakukannya dan bingung dengan sikap rekan-rekannya.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000935367_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000943008_

Intern melapor bahwa pasien itu dari ruang UGD kemarin. Dia gelisah karena dia tidak bisa melihat bayinya, lalu suaminya membawanya. Hae Soo menyuruh untuk mengambil history taking (catatan riwayat medis pasien) dari suaminya.

Intern berkacamata yang penasaran bertanya kenapa mereka menyapa bayi khayalan itu, seakan ada bayi disana. Semuanya menoleh tak percaya dengan apa yang mereka dengar. Hae Soo juga bertanya apa hanya intern itu yang tidak melihat bayi-nya. Young Jin berujar, masih butuh waktu lama bagi intern itu untuk melihat bayi-nya.

Young Jin menunjuk kepala intern itu lalu pergi. Hae Soo menunjuk seorang intern yang disampin intern kacamata dan memberi kode untuk menjelaskan. Hae Soo segera pergi dengan satu intern sisanya.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000977042_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_000979345_

Intern kacamata bertanya pada temannya, apa maksud perkataan Young Jin. Intern itu memukul kepala Intern kacamata.

“Pandangan dari pasien. Seorang dokter harus mengakui apa yang dilihat pasien. Lepaskan saja masa magang psikiatri-mu. Keluar saja!”

“Apa itu, SAD? Separation anxiety disorder?”

“Itu gangguan jadi gila akibat kesedihan yang mendalam. Itu sudah umum.”

([Separation anxiety disorder - kecemasan berlebihan karena ikatan emosional yang kuat.] [Gangguan psikotik singkat - periode non-berulang - psikosis jangka pendek.])

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001009141_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001019418_

Ternyata Choi Ho datang untuk mengambil barang-barang miliknya yang ada di kamar Hae Soo. Jae Yeol mengawasi Choi Ho dari pintu. Jae Yeol kemudian meminta waktu untuk memotret apa saja yang diambil Choi Ho. Untuk berjaga-jaga jika yang punya kamar bertanya dimana barang-barangnya, Jae Yeol bisa memberitahunya.

Choi Ho merebut tasnya dengan kesal dan membawa buku keluar. Jae Yeol bergumam, “Makanya kau jangan selingkuh. Kau jadi berpisah begini.”

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001039638_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001052651_

Choi Ho mengambil pakaian Hae Soo yang dijemur diluar. Jae Yeol mengingatkannya, tapi Choi Ho bilang kalau itu miliknya. Bahkan juga celana dalam.

Jae Yeol kemudian menerima telpon dari Hae Soo. Choi Ho menoleh saat mendengar Jae Yeol menyebut nama Hae Soo dengan santai. Jae Yeol pun bilang kalau mereka seumuran, jadi mereka bicara informal. Hae Soo menanyakan ponsel miliknya.

“Ponsel? Oh, punyamu? Ada padaku. Ponselmu ketinggalan di rak buku rumahku. Kau pasti sangat mabuk kemarin. Kau imut malam tadi.” Hae Soo seakan sengaja membuat Choi Ho cemburu.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001063762_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001077509_

Hae Soo bertanya apa Jae Yeol ingin ditampar lagi. Jae Yeol tersenyum lalu bertanya apa yang diinginkan Hae Soo. Hae Soo ingin Jae Yeol menyuruh pengirim barang dan mengirimkan ponselnya ke RS.

Hae Soo menyerahkan ponsel milik Intern kacamata yang dia pinjam. Hae Soo mengacak-acak rambut intern itu, yang membuatnya teringat pada Jae Yeol semalam. Hae Soo menggeplak kepala intern itu lalu pergi.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001086118_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001087186_

Seakan tak ingin berakhir begitu saja membuat Choi Ho cemburu karena Hae Soo menutup telponnya, Jae Yeol berkata sendiri. Mengingatkan ‘Hae Soo’ agar tidak lupa makan dan dia akan membawakan ponsel Hae Soo.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001102468_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001112911_

Choi Ho berjalan pergi. Jae Yeol menyinggung celana dalam merah yang diambil Choi Ho, tapi Choi Ho dengan kesal melempar tasnya ke tanah dan menyebut Jae Yeol brengsek. Jae Yeol bingung, dia hanya ingin bertanya apa celana merah itu milik Choi Ho, kenapa Choi Ho memanggilnya seperti itu.

“Kau...Berapa bulan kau akan mempermainkan Ji Hae Soo? Aku tahu tentangmu. Kau... aktris dan penulis plagiat...bahkan penggemar wanitamu... Berapa banyak yang telah kau permainkan?”

“Aku tidak menghitungnya.”

Choi Ho mencengkram kerah baju Jae Yeol dan mengangkat tinjunya, “Kau...Jangan sentuh Ji Hae Soo. Hae Soo, bukanlah wanita yang kau pikir bisa kau taklukkan. Lain dengan wanita yang kau mainkan selama 3 sampai 6 bulan selama ini..”

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001143675_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001156855_

Jae Yeol bertanya apa yang akan Choi Ho lakukan jika dia bisa bersama dengan Hae Soo untuk waktu yang sangat lama. Choi Ho tak menjawab. Choi Ho berteriak pada Jae Yeol yang berjalan pergi kalau dia dan Min Young sudah berakhir, Min Young-lah yang mengejarnya.

“Aku tidak peduli pada kalian berdua. Tapi apa kau tahu kalau Hae Soo terluka? Jika kau tahu itu, lebih baik kau lupakan dia. Daripada ke sini mengumpulkan barang-barang milikmu seperti ini.”

Choi Ho kembali berteriak pada Jae Yeol yang berjalan pergi kalau dia tidak mau berakhir dengan Hae Soo seperti itu. Jadi Jae Yeol jangan menyentuh Hae Soo. Jae Yeol bergumam kalau Choi Ho terlalu banyak bicara.

(Hmm..nampaknya Jae Yeol memang mulai tertarik sama Hae Soo ya..)

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001174673_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001183315_

Seorang siswi SMA, Oh So Nyeo, yang waktu itu minta dibelikan rokok pada Jae Yeol di depan minimarket, menaiki tangga menuju rumah dengan riang. Soo Kwang melihatnya dari bawah.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001210742_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001215347_

So Nyeo membuka pintu kamar Jae Yeol. Lalu berjalan menuju kamar Hae Soo dan masuk ke dalamnya. Dia memakai gelang dan lipstik milik Hae Soo. So Nyeo kemudian duduk di dekat jendela.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001231697_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001235167_

So Nyeo kemudian melihat dan menyapa Soo Kwang yang sejak tadi mengikutinya. Soo Kwang kesal pada So Nyeo. So Nyeo bertanya apa Soo Kwang marah karena dia tak menjawab telpon Soo Kwang. So Nyeo juga menanyakan kabar Soo Kwang. Soo Kwang yang kesal memperagakan kekesalannya seperti orang yang sedang mematahkan sesuatu.

Tampaknya mereka saling mengenal satu sama lain ya..

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001258790_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001301500_

Di penjara. Dong Min kembali menemui Jae Beom. Dong Min menepati janjinya pada Jae Beom, mengajarinya tentang gravitasi dan rotasi bumi. Jae Beom merasa senang mengetahui jika dia lebih kuat dari gravitasi saat dia mengangkat kakinya. Jae tak henti tertawa senang.

Jae Beom kemudian mengatakan kalau para napi penasaran apa yang orang bodoh seperti dirinya bicarakan dengan dokter yang pintar seperti Dong Min. Padahal mereka tidak bicara banyak. Bahkan jika dia berbisik, dia terlihat sangat serius dan pintar. Dong Min ikut tertawa bersama Jae Beom.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001312010_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001337569_

Dong Min lalu bertanya apa Jae Beom mewarnai rambutnya. Tidak, memangnya bisa mewarnai rambut dipenjara. Warna rambutnya memudar. Setelah 8 bulan di penjara, rambutnya jadi abu-abu. Dua bulan kemudian, jadi putih semua. Jae Beom mendesah.

“Aku masih berusia 21 tahun saat itu. Ada apa denganku? Padahal aku tidak sakit. Aku terlihat seperti kakek-kakek.”

“Kasus seperti ini jarang terjadi. Aku pernah melihat kasus sama sepertimu sebelumnya. Ada anak yang pergi belajar ke luar negeri dan karena stres..rambutnya berubah jadi abu-abu. Jika kau memberitahuku ceritamu, aku mungkin bisa membantu merubah rambutmu jadi hitam lagi.”

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001357622_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001387986_

Dong Min mencoba mengorek cerita Jae Beom. Jae Beom tak menanggapi, dia malah menunjuk seorang narapidana berkaos putih. Napi itu adalah seorang pembunuh. Katanya dia di-diagnosis kena gangguan jiwa jadi hanya dihukum 1 tahun. Lalu, dia mengancam orang lain, karena takut orang tahu dia menipu dokter.

“Apa para psikiater seperti kalian itu idiot? kalian tidak bisa bedakan mana yang penjahat dan pasien?”

“Dia berbohong. Kau tidak akan bisa ada di sini jika kau didiagnosis kena gangguan jiwa. Kau akan ditempatkan di fasilitas psikiatri. Saat aku melihatnya...kupikir dia cuma penjahat kelas teri. Tato di badannya.. hanya untuk perlindungan saja. Cara agar bisa melindungi diri dari bahaya. Dengan kata lain, semakin banyak tato yang dia miliki, semakin takut dia pada bahaya.”

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001410008_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001441139_

Jae Beom memuji Dong Mi yang bicara seperti psikiater sungguhan (ya memang kali…>.<). Dong Min ikut tertawa bersama Jae Yeol. Kemudian dia berkata kalau para tahanan biasanya berharap dapat hukuman yang lebih ringan setelah didiagnosis psikiater. Tapi para tahanan tak bisa menipu ilmu pengetahuan. Karena psikiater punya serum kebenaran yang disebut amytal sodium (sejenis obat penenang).

Jika ada seorang pembunuh yang mengaku sakit jiwa dan minta dibebaskan, itu tidak mungkin. Karena dia akan bilang yang sebenarnya jika dia disuntik amytal sodium. Itulah kekuatan dari amytal sodium. Seseorang hanya bisa bicara kebenaran.

Jae Beom menerawang, dia harap ibunya disuntik cairan itu. Satu suntikan untuk ibunya dan satu lagi untuk adiknya yang mengagumkan. Dong Min tampak berpikir, berpikir mengenai hubungan ibu dan adik Jae Beom dengan kondisi Jae Beom sekarang.

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001471636_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001483148_

Dong Min bertemu Ibu di depan gerbang penjara. Ibu berkali-kali mengucapkan terima kasih pada Dong Min yang bersedia meluangkan waktu untuk datang hanya untuk mereka disaat Dong Min pasti sibuk. Dong Min bilang tidak masalah. Dong Min hanya ingin mengatakan sebuah pepatah yang dia sukai, ‘"Bencilah dosanya, bukan orangnya".

“Aku percayakan dia padamu, Dokter. Setelah anakku dibebaskan nanti, Tolong sembuhkan dia. Jadi dia tidak akan kembali lagi ke tempat ini.”

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001497929_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001511843_

Tae Yong keluar dengan tergesa dan memberitahu ibu bahwa Jae Beom bersedia menemui Ibu. Sebuah kesempatan yang langka, bahkan mungkin baru kali ini. Tae Yong menyuruh ibu cepat. Ibu pun segera pamit pada Dong Min dan pergi masuk bersama Tae Yong.

Dong Min bergumam, “Ibunya terlihat sangat baik. Apa yang terjadi...pada keluarga ini?”

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001537502_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001547112_

Jae Beom memang bersedia menemui Ibu dan Tae Yong, tapi dia tak mengatakan appaun. Bahkan menatap ibupun tidak. Dia hanya menatap Tae Yong dan bertingkah seperti orang yang tak waras. Tae Yong menyuruh Jae Beom menatap ibu daripada menatapnya seperti itu. Tapi ibu tak masalah dan meminta Tae Yong membiarkan saja.

“Terima kasih, Jae Beom-ah. Telah mau menunjukkan wajahmu pada Ibu.”

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001566698_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001575006_

Jae Beom masih tak mengatakan apapun maupun menatap ibu. Dia mencabuti rambut putihnya dan menempelkannya di kaca dengan air liur. Ibu menatap Jae Beom penuh kerinduan.

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001597329_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001603034_

Hwan Hee, pasien yang menggambar alat kelamin bersiap pulang. Ibunya Hwan Hee mengakui kesalahannya pada Hae Soo. Hwan Hee terus menggambar alat kelamin karena dia menyakitinya. Tapi dia malah mengutuk, memukul, dan membencinya. Dan bahkan memanggilnya gila. Si ibu merasa sedih, semua adalah kesalahannya.

“Hwan Hee masih butuh waktu. Waktu untuk memahamimu.” Ujar Hae Soo menenangkan.

“Saat dia jadi dewasa nanti, bagaimana jika dia tidak bisa bertemu perempuan lain karena aku?”

Untuk saat ini Hae Soo hanya bisa memberi saran agar ibunya perlu memahami kalau hal yang sedang dialami Hwan Hee sulit baginya. Dan pastikan Hwan Hee melanjutkan terapinya. Si Ibu berterima kasih.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001648680_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001655487_

Setelah memberi hormat pada ibu Hwan Hee, Hae Soo menghampiri Hwan Hee yang berdiri tak jauh dari sana. Hwan Hee memberitahu Hae Soo bahwa dia mendengar Intern mengatakan kalau dia tak bisa disembuhkan. Hae Soo bilang mereka mungkin benar.

“Jika kau tidak punya kemauan sembuh, pengobatannya jadi percuma saja. Mungkin itu maksud mereka.”

“Bagaimana jika aku punya kemauan itu?”

“Ya..Kemungkinan sembuh..100%.”

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001666998_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001670402_

Hwan Hee menghela nafas. Dia tidak terlihat senang mendengar itu. Hae Soo tersenyum dan bertanya apa lagi masalahnya, di saat Hwang Hee masih muda dan punya banyak waktu. Selain itu Hwan Hee juga punya kemauan untuk sembuh. Jaman sekarang saja, kanker bisa sembuh. Dan Hwan Hee punya dokter sepertinya yang memahami Hwan Hee.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001678376_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001684849_

Hwan Hee pamit pergi. Hae Soo mempersilahkan. Ibunya Hwan Hee menyusul Hwan Hee yang sudah berjalan lebih dulu. Ibu mencoba menggandeng tangan Hwan Hee, tapi ditolak beberapa kali. Si ibu akhirnya tak memaksa dan mengikuti Hwan Hee dari belakang dengan sedih.

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001702100_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001714179_

Intern kacamata memberikan ponselnya pada Hae Soo, Jae Yeol yang menelpon. Jae Yeol meminta Hae Soo mengambil ponselnya ke studio SBC karena dia ada disana. Jae Yeol langsung menutup telponnya. Hae Soo merasa kesal.

Intern kacamata kepo, apa Jang Jae Yeol itu adalah penulis yang tinggal bersama Hae Soo. Dia juga bertanya apa Hae Soo punya hubungan khusus dengannya. Yang dijawab Hae Soo dengan kepalan tangan.

***

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001717215_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001722587_

Jae Beom rajin bersih-bersih untuk memperoleh percepatan pembebasan (mungkin remisi ya..). Temannya yang mendengar hal itu tak percaya, bagaimana bisa Jae Beom mendapatkannya. Jae Beom bilang dia akan memastikan kalau dia keluar sebelum tanggal pembebasannya.

Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001748413_ Its.Okay.Its.Love.E04.mp4_001754085_

Datang opsir penjara. Jae Beom bilang pada opsir kalau dia akan membersihkan gymnasium juga. Opsir memuji Jae Beom. Lalu Jae Beom menambahkan kalau dia juga ingin membersihkan ruang cuci, dan meminta opsir untuk menyuruh petugas untuk beristirahat saja.

Opsir itu tahu kalau Jae Beom menginginkan sesuatu. Opsir pun bertanya apa yang diinginkan Jae Beom. Jae Beom mengatakan yang sebenarnya, dia ingin remisi.

***

Bersambung ke bagian 2~

***

Ternyata tak hanya pada Jae Yeol, Jae Beom juga membenci ibunya. Ada apa gerangan dengan masa lalu keluarga mereka? Akan ada sedikit kilasan yang terjadi saat itu dibagian 2. So..jangan spoiler dulu ya bagi yang sudah tahu.. :p

2 comments:

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD