Saturday, August 02, 2014

KKOTHALBAE SOOSADAE Episode 12 – 1

PROLOG

Flower.Grandpa.E12.mkv_000021655_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000023990_thumb[1]

Won Bin dan Gang Suk mendatangi sebuah makam dan meletakkan buket bunga. Gang Suk dengan sedih bertanya pada Won Bin jika Joon Hyuk baik-baik saja. Won Bin bilang karena Joon Hyuk suka sekali menyombongkan dirinya, dia mungkin dikucilkan juga disana.

Gang Suk tertawa dia teringat sesuatu kalau Joon Hyuk selalu menyebut mereka orang bodoh. Won Bin tak terima apa maksud Gang Suk dengan ‘kita’, Joon Hyuk hanya mengatakan itu pada Gang Suk. Gang Suk ngambek dan merengek pada makam.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000059659_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000063964_thumb[1]

“Inspektur Lee, aku merindukanmu.”

“Apakah sudah setahun sejak ini terjadi padanya?”

“Kurasa begitu, kalau dilihat dari rambutnya yang tumbuh.”

“Rambut apanya? Itu rumput.”

“Oh, ya. Kurasa kita harus mencabut rumput liarnya.”

***

Episode Terakhir: Pertempuran Terakhir.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000098163_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000101400_thumb[1]

Satu tahun yang lalu.

Joon Hyuk datang ke tempat dimana Jung Woo dan park Tae Min bertemu, tepat setelah Jung Woo membakar formula itu. Park Tae Min kesal, seorang tamu tak diundang datang. Dia mengeluarkan pistol dan menodongkannya pada Jung Woo. Jung Woo bilang kalau dia yang mengundang Joon Hyuk. Jung Woo pikir akan lebih keren jika dia hidup 3 bulan seperti Park Jung Woo apa adanya.

“3 bulan? Dalam situasi ini kau bahkan sulit untuk bertahan hidup selama 3 detik.” Park Tae Min tersenyum remeh.

Jung Woo menatap Park Tae Min dengan tajam, tapi berkata pada Joon Hyuk, “Joon Hyuk-ah, kau harus menangkap baji**** ini, ya? Kau tahu aku menyukaimu, kan?”

Flower.Grandpa.E12.mkv_000105771_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000114613_thumb[1]

Joon Hyuk tak mengerti apa maksud Jung Woo, dan Park Tae Min tertawa remeh. Jung Wo tersenyum, mendekat pada Tae Min sambil memegang tangan Tae Min yang memegang pistol. Jung Woo menekan pelatuk ditangan Tae Min. Jung Woo menembak dirinya sendiri, seakan Park Tae Min yang melakukannya. Saat tubuhnya roboh, Jung Woo masih tersenyum meremehkan Park Tae Min. Park Tae Min tampak syok dan kosong.

“Jung Woo-ya!” Joon Hyuk memanggil Jung Woo.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000137270_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000140640_thumb[1]

Jung Woo roboh. Joon Hyuk segera menghampiri dan mengguncangnya. Joon Hyuk berteriak meminta Jung Woo agar bertahan dan jangan tertidur. Jung Woo bertanya lirih, jika Joon Hyuk di posisinya, apa dia akan mengantuk. Jung Woo kemudian menutup mata.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000167466_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000172338_thumb[1]

Tae Min meledek, “Ini benar-benar persahabatan yang indah. Haruskah aku...setidaknya, meneteskan air mata?”

Joon Hyuk membentak Park Tae Min untuk diam. Kemudian terdengar sirine mobil polisi. Park Tae Min bilang kalau polisi itu datang tepat waktu. Tapi ada satu tempat yang harus Joon Hyuk datangi juga. Dia rasa akan baik bagi Joon Hyuk jika dia cepat pergi menemui Komisaris, kalau Joon Hyuk tidak ingin melihat ayah dan anak mati bersamaan.

Setelah mengatakan itu Park Tae Min dan anak buahnya pergi, tak mengindahkan panggilan Joon Hyuk.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000192258_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000195628_thumb[1]

Gang Suk dan Won Bin menghampiri Joon Hyuk yang memegang Jung Woo. Gang Suk berteriak agar segera dipanggilkan ambulance.

Joon Hyuk lalu berkata pada mereka berdua, “Kalian berjanjilah satu hal padaku. Bahwa kalian akan menyelamatkannya walau bagaimanapun.”

Joon Hyuk lalu beranjak pergi dan mengatakan dia hendak menemukan Komisaris Park. Gang Suk bingung, tapi tak ada waktu untuk menjelaskan. Joon Hyuk segera mengendarai mobilnya, Gang Suk dan Won Bin mengurusi Jung Woo.

***

Flower.Grandpa.E12.mkv_000218718_thumb[1]

Joon Hyuk mendapat informasi dari Gang Suk yang sudah menelpon rumah Komisaris bahwa Komisaris pergi ke sauna. Dan sudah satu jam sejak dia pergi kesana. Joon Hyuk menanyakan lokasinya dan segera melaju ke tempat yang disebutkan.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000232731_thumb[2] Flower.Grandpa.E12.mkv_000253986_thumb[1]

Joon Hyuk tiba dan melihat Komisaris sudah terbaring tak sadarkan diri. Joon Hyuk melihat luka tusuk di leher Komisaris Park saat dia mencoba untuk membangunkannya. Joon Hyuk melihat sebuah pisau disana dan memegangnya.

Kemudian ponselnya berbunyi. Park Tae Min. Dia bilang kalau Joon Hyuk terlambat sekali, itu sebabnya dia menyuruh Joon Hyuk untuk bergegas. Joon Hyuk kesal dan berkata kalau dia akan menangkap Tae Min. Park Tae Min tidak takut, dia malah menyuruh Joon Hyuk mengurus dirinya sendiri, dan jika Joon Hyuk butuh bantuan, Joon Hyuk boleh memberitahunya.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000270970_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000272237_thumb[1]

Tak berapa lama setelah Park Tae Min menutup telpon, datang rombongan Tim 2. Mereka menodongkan pistol, menangkap Joon Hyuk sebagai tersangka pembunuhan Komisaris.

***

Flower.Grandpa.E12.mkv_000281947_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000289255_thumb[1]

Won Bin, Gang Suk, dan Eun Ji duduk di lorong rumah sakit, di depan ruang operasi. Gang Suk menangisi Jung Woo yang menderita kanker pankreas stadium akhir. Gang Suk yakin pasti berat bagi Jung Woo menanggungnya sendirian. Won Bin memarahi Gang Suk yang menangis, memangnya ada orang yang meninggal disana.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000303036_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000314079_thumb[1]

Dokter keluar. Mereka langsung berdiri menghampiri. Gang Suk memegang tangan dokter dan bertanya apa Jung Woo baik-baik saja.

“Operasinya berjalan lancar tapi dia sekarang dalam kondisi koma.” Ujar dokter memberi penjelasan.

Won Bin tak mengerti, apa artinya keadaan itu. Dokter menjelaskan bahwa artinya mereka harus harus memonitor kondisinya, tapi untuk saat ini, mereka tidak bisa menjamin bahwa dia akan sadar. Dokter membungkuk, lalu pergi.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000329829_thumb[1]

Di tengah kekhawatiran tentang Jung Woo, Won Bin menerima telpon mengenai penangkapan Joon Hyuk.

***

Flower.Grandpa.E12.mkv_000331264_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000333800_thumb[1]

Joon Hyuk di interogasi oleh Ketua Tim 2. Ketua Tim 2 bertanya kenapa Joon Hyuk membunuh Komisaris Park. Joon Hyuk kesal karena sudah beberapa kali dia katakan kalau dia kesana untuk menyelamatkan Komisaris. Park Tae Min-lah pelakunya. Ketua Tim bertanya lagi apa Joon Hyuk punya bukti, karena saat dia memeriksa rekaman CCTV, hanya ada rekaman Joon Hyuk masuk.

“Itu semua sudah direkayasa.”

“Direkayasa apanya. Di pisau, hanya ditemukan sidik jarimu. Dan kau ditangkap di TKP.”

Joon Hyuk tak tahu harus menjelaskan bagaimana lagi. Ketua Tim tidak akan percaya dengan semua bukti yang mengarah padanya. Ketua Tim tidak tahu betapa liciknya Park Tae Min.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000365330_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000371371_thumb[1]

Di luar Won Bin dan Gang Suk diberitahu kalau Joon Hyuk membunuh Komisaris. Tapi mereka tak percaya, itu tak masuk akan. Joon Hyuk bahkan tak bisa membunuh lalat. Bahkan jika dia bisa membunuh lalat, dia bukan tipe orang yang bisa membunuh orang lain. Selain itu, Gang Suk memberitahu kalau Joon Hyuk pamit untuk menyelamatkan Komisaris.

Anggota Tim 2 tak bisa berbuat banyak karena ada barang bukti. Dan permasalahannya sudah di luar tangan mereka. Besok pagi Joon Hyuk akan dipindahkan ke kejaksaan. Gang Suk terkejut, kenapa secepat itu. Anggota Tim 2 bilang kalau itu adalah kasus besar, karena situasinya mereka tak bisa apa-apa.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000408774_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000414546_thumb[1]

Won Bin dan Gang Suk masuk ke ruang interogasi. Won Bin bertanya apa yang terjadi pada Joon Hyuk. Joon Hyuk menjelaskan kalau dia sudah dibodohi oleh Park Tae Min. Saat dia tiba ke sauna, Komisaris sudah tewas.

Gang Suk bertanya Park Tae Min mau melakukan itu. Menurut Joon Hyuk, Park Tae Min pasti berpikir bahwa jika dia dijebak dan disudutkan, maka dia akan menyerahkan formulanya. Gang Suk menyebut Tae Min sebagai penjahat terburuk.

Joon Hyuk menanyakan keadaan Jung Woo. Gang Suk memberitahu kalau operasinya sudah selesai (operasi mengeluarkan peluru), tapi dia masih belum sadar.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000444276_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000442374_thumb[1]

“Hey, mulai sekarang, keluarlah dan tangkap Park Tae Min. Kami akan membuktikan kau tidak bersalah.” Ujar Won Bin kemudian.

“Apa kalian akan baik-baik saja?” tanya Joon Hyuk khawatir.

“Percaya saja pada kami. Aku datang dengan rencana yang cukup bagus.”

***

Flower.Grandpa.E12.mkv_000449148_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000452618_thumb[1]

Tim 2 berjalan di lorong. Ketua Tim memberitahu anggotanya kalau Joon Hyuk akan dipindahkan ke kejaksaan besok. Saat berjalan, Ketua Tim menabrak seorang pengantar makanan.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000459825_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000468167_thumb[1]

Mereka kemudian masuk ruang interogasi dan menemukan Won Bin yang terikat di kursi dan Gang Suk yang pingsan. Won Bin memberitahu kalau Joon Hyuk melarikan diri. Ketua Tim ingat kalau tadi dia menabrak seorang pengantar makanan dan sadarlah dia kalau itu adalah Joon Hyuk. Dia segera berteriak agar anggotanya menutup pintu keluar.

Joon Hyuk sudah berada di dalam mobil di jalanan.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000500266_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000506539_thumb[1]

Dalam rekaman CCTV, terlihat Won Bin menodongkan pistol pada Joon Hyuk yang menodongkan pistol pada Gang Suk. Ketua Tim 2 dan yang anggotanya sedang melihat rekaman CCTV di ruang interogasi saat Joon Hyuk melarikan diri. Won Bin dan Gang Suk yang ada juga disana saling pandang mengingat kejadian yang sebenarnya terjadi saat itu.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000511877_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000524423_thumb[1]

Saat itu yang terjadi sebenarnya Won Bin menodongkan pistol sambil tak yakin apa dia sudah berakting dengan benar. Won Bin juga menyuruh Gang Suk berteriak seperti dia ketakutan. Gang Suk sambil berekspresi ketakutan menyuruh Won Bin mundur sedikit agar tertangkap kamera.

Sambil menodongkan pistol, Joon Hyuk kesal dengan rencana yang dibuat Won Bin itu. Karena itu hanya membuatnya semakin buruk. Gang Suk berteriak dan berkata kalau dia suka bagian aktingnya. Won Bin bilang hanya itu jalan satu-satunya yang tidak akan membuat mereka dicurigai (berkomplot). Tapi konsekuensinya Joon Hyuk benar-benar dianggap penjahat.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000553019_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000556188_thumb[1]

Joon Hyuk bertanya bagaimana dengan mobilnya. Won Bin sudah meninggalkan mobil di parkiran belakang, beserta ponsel yang tidak terdaftar. Joon Hyuk berterima kasih, tapi apa akhir dari rencana yang menurut Joon Hyuk bodoh itu. Won Bin menyuruh Joon Hyuk memukul Gang Suk sampai pingsan.

Gang Suk terkejut mendengarnya karena itu bukan bagian rencana mereka. Tapi Joon Hyuk kemudian memukul Gang Suk sampai pingsan, lalu mengikat Won Bin di kursi.

(CCTV kan kalau tidak salah tidak menangkap suara ya, hanya gambar. Jadi Tim 2 tidak tahu kalau yang mereka lihat itu hanya pura-pura.)

Flower.Grandpa.E12.mkv_000574140_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000590055_thumb[1]

Tim 2 merasa kesal. Won Bin meminta maaf, karena ternyata dia dikhianati rekan kerja yang dia percayai. Won Bin juga merasa itu benar-benar tragis. Won Bin dan Gang Suk saling pandang lagi. Won Bin tersenyum simpul.

***

Flower.Grandpa.E12.mkv_000608707_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000615281_thumb[1]

Eun Ji duduk disamping Jung Woo yang koma. Eun Ji mengusap sedikit rambut Jung Woo.

“Jika kau melanggar janjimu, maka aku tidak akan memaafkanmu. Kau harus hidup dan tinggal di sampingku.”

***

Flower.Grandpa.E12.mkv_000658357_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000665364_thumb[1]

Park Tae Min duduk sambil memegang gelas wine. Datang dokter jamuran dan melaporkan bahwa Joon Hyuk melarikan diri. Park Tae Min tersenyum dan menyebut Joon Hyuk pandai, dan hal itu jadi menyenangkan baginya. Park Tae Min menyuruh dokter jamuran untuk duduk dan minum wine. Park Tae Min menuang wine dari botol ke gelas dokter jamuran.

Park Tae Min lalu bertanya apa dokter jamuran tahu tentang ‘harimau subuh’. Dokter jamuran tak mengerti. Park Tae Min pun menjelaskan.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000683315_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000700299_thumb[1]

“Itu adalah harimau kelaparan yang masuk lebih jauh ke dalam hutan karena ia kehilangan kesempatannya untuk berburu. Kau pikir harimau seperti itu akan peduli apakah mangsanya adalah seorang biksu ataukah seekor anjing? Jangan terlalu khawatir. Lee Joon Hyuk akan datang mencariku. Kita bisa menangkap dan menguliti dia.”

Dokter jamuran tersenyum. Park Tae Min lalu menyuruh dokter jamuran untuk minum. Mereka bersulang. Dan Park Tae Min tertawa melihat dokter jamuran minum wine itu.

***

Flower.Grandpa.E12.mkv_000704536_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000726358_thumb[1]

Won Bin dan Gang Suk pergi ke TKP tewasnya Komisaris Park, walaupun mereka diperintahkan untuk tidak mendekat kesana. Won Bin bertanya pada Gang Suk apa Tim 2 menemukan sesuatu disana. Gang Suk memberitahu bahwa Tim 2 menemukan pecahan kaca. Gang Suk rasa itu ditemukan pada tersangka setelah perkelahian fisik. Mereka harus menyelidiki lebih jauh untuk mendapatkan detailnya.

Mereka kemudian melihat sebuah botol kondisioner dengan tutup terbuka disana. Gang Suk merasa mungkin itu karena Komisaris diserang saat dia sedang memakai kondisioner.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000752184_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000758557_thumb[1]

Tapi Won Bin tahu dengan pasti kalau Komisaris Park tidak menggunakan kondisioner, karena rambutnya kasar, ciri khas rambut yang dikeramas secara kasar dengan sabun laundry. Berbeda dengan rambutnya yang halus karena memakai kondisioner dan mendapat perawatan.

Gang Suk bilang dia tidak tahu mengenai hal yang seperti itu. Won Bin membuka topi Gang Suk, dan terlihatlah kepala Gang Suk. Won Bin tertawa terbahak-bahak.

“Hey, akulah orang bodoh karena bertanya pada kepala octopus.”

Gang Suk kesal diledek seperti itu.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000782148_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000793092_thumb[1]

Won Bin melihat kondisioner itu lagi dan mendapat pencerahan. Dia meminta Gang Suk mengambilkan cat air. Gang Suk tak mengerti untuk apa Won Bin membutuhkan cat air. Won Bin kesal Gang Suk banyak bicara, akukan saja seperti yang dia suruh daripada membantah.

Won Bin kemudian menyemprot jendela di dekat situ dengan cat air berwarna biru. Gang Suk yang heran dengan apa yang dilakukan Won Bin terkejut setelah melihat sebuah tulisan muncul di kaca jendela.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000808240_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000816749_thumb[1]

Kondisioner tidak bisa terhapus. Jadi, jika mengoleskan kondisioner di kaca dan kemudian menulis, maka itu tidak akan terhapus. Komisaris Park mengetahui hal itu, dan sebelum meninggal dia meninggalkan pesan kematian dengan cara seperti itu.

“H5J0227 Custom”

***

Flower.Grandpa.E12.mkv_000832130_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000836301_thumb[1]

Gang Suk memberitahu Won Bin kalau hasil analisis pecahan kaca yang ditemukan di TKP sudah keluar. Won Bin menebak kalau itu adalah kaca jam tangan. Gang Suk takjub karena Won Bin benar. Won Bin menjelaskan bahwa petunjuk yang ditinggalkan Komisaris adalah nomor serial jam tangan itu. Biasanya di setiap barang merk terkenal, masing-masing memiliki nomor serial.

“Kalau dilihat-lihat, itu adalah arloji dari Jerashi. Hanya ada 5 buah yang diimpor ke negara kita. Arloji itu harganya beberapa ribu dollar. Tapi, kata 'custom' yang tertulis setelahnya. Custom...aku tidak tahu apa artinya.”

Gang Suk tak mengerti apa maksud Won Bin. Won Bin yang kesal karena Gang Suk tampak bodoh bilang kalau ‘custom’ artinya adat; kebiasaan (tapi Won Bin yakin bukan itu maksud dari Komisaris). Gang Suk berpikir mungkin Komisaris meminta agar pemakamannya dilakukan menurut adat.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000877809_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000889821_thumb[1]

“Kau begitu menyedihkan.” Won Bin tambah kesal. “Hey, selain untuk meletakkan topi, apa kepalamu tidak ada guna lainnya?”

“Ada.” Kata Gang Suk dengan kesal.

“Apa?”

“Menanduk seseorang yang membuatku merasa sedih.” Gang Suk membuka topi dan akan menyeruduk Won Bin.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000904803_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000911977_thumb[1]

Won Bin pun mengalah. Dia kemudian mengetik nomor serial jam tangan itu di database. Muncul nama dokter jamuran sebagai salah satu pemilik jam tangan unlimited itu. Won Bin dan Gang Suk terkejut. Dan nama dokter jamuran itu adalah Charlie Jung (haha, baru tahu namanya…)

***

Flower.Grandpa.E12.mkv_000917682_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000929995_thumb[1]

Eun Ji merawat Jung Woo. Dengan telatan Eun Ji membersihkan wajah Jung Woo. Dari luar Joon Hyuk memperhatikannya.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000954186_thumb[1]

Joon Hyuk kemudian menerima telpon dari Won Bin yang memberitahu kalau Komisaris meninggalkan pesan kematian dan ada tulisan ‘custom’ yang dia tak mengerti artinya. Won Bin juga memberitahukan ada serial nomor jam tangan dalam pesan itu, dan setelah dicek itu serial jam tangan milik Chalie Jung, si dokter di RSJ yang ternyata orang Amerika.

Joon Hyuk menanyakan alamat Charlie Jung.

***

Flower.Grandpa.E12.mkv_000975975_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_000979377_thumb[1]

Charlie Jung pulang ke rumahnya. Dia mengantuk dan menepuk pipinya. Charlie Jung melempar kunci mobilnya ke meja, disana ada jam tangan yang tak berkaca. Charlie Jung duduk dan menutup mata.

Flower.Grandpa.E12.mkv_000995560_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001005971_thumb[1]

Tiba-tiba ada yang mengokang pistol di dekat Kepala Charlie Jung. Joon Hyuk memperkenalkan diri sebagai Inspektur Lee Joon Hyuk, orang yang dijebak secara tidak adil oleh Charlie Jung. Joon Hyuk meminta Charlie Jung melakukan apa yang dia katakan jika tidak mau kepalanya berlubang.

Joon Hyuk bertanya dimana Park Tae Min. Charlie Jung bilang dia tidak tahu. Joon Hyuk menembak paha Charlie Jung. Joon Hyuk bertanya lagi dimana Park Tae Min berada. Sambil kesakitan Charlie Jung mengatakan kalau Tae Min ada di rumah kampung halamannya, rumah tempat dia dibesarkan.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001046144_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001057956_thumb[1]

Setelah itu mulut Charlie Jung mengeluarkan busa, Charlie Jung sekarat dan mati. Joon Hyuk berusaha membangunkannya. Tapi terdengar suara sirine polisi.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001068400_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001073005_thumb[1]

Joon Hyuk menghubungi Won Bin, memberitahu kalau Charlie Jung sudah tewas. Won Bin terkeju dan memastikan jika Joon Hyuk tidak membunuhnya. Joon Hyuk memastikan jika dia memang tak membunuhnya. Setelah mulutnya tiba-tiba berbusa dan kejang-kejang, dia tewas sendiri. Tapi segera setelah dia tewas, polisi menyerbu masuk.

Won Bin memberitahu kalau dia sudah melihat catatan panggilan telpon dan 30 menit sebelumnya, ada laporan yang masuk. Jadi, sebelum dia tewas, dia sudah melaporkannya. Joon Hyuk bilang kalau itu adalah perbuatan Park Tae Min. Won Bin juga merasa kalau Park Tae Min bertekad untuk membunuh Joon Hyuk perlahan-lahan.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001107906_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001116848_thumb[1]

Setelah menyuruh Won Bin menemukan penyebab kematian Charlie Jung dan menutup telpon, Joon Hyuk mengingat perkataan Charlie Jung tempat dimana Park Tae Min berada sekarang. Joon Hyuk juga mengingat sesuatu yang Jeon Hae Jin tuliskan di buku catatannya.

“19 Juni 1911. Ibunya Park Tae Min meninggal karena kecelakaan.”

Flower.Grandpa.E12.mkv_001149080_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001156989_thumb[1]

Joon Hyuk menerima telpon dari Park Tae Min (hebat, nomor baru Joon Hyuk kan tidak terdaftar, tapi Tae Min bisa mendapatkannya dengan mudah).

“Bagaimana? Rasanya dikucilkan lebih dan lebih lagi. Aku tahu sekali rasanya. Haruskah kukatakan rasanya seperti ‘Seluruh orang di dunia ini berpaling dariku’? Rasanya tidak adil, marah, dan juga kesepian. Bukankah begitu? Haruskah aku membantumu?”

“Kurasa kau tidak mengenalku dengan baik. Aku tidak suka menerima bantuan dari orang lain. Aku akan melakukannya sendiri dengan baik, jadi kau duduk saja disana dan tunggulah aku. Aku pasti akan menangkap dan membunuhmu.”

Flower.Grandpa.E12.mkv_001174106_thumb[1]

Park Tae Min menutup telponnya dan bergumam. Tentu saja Joon Hyuk harus datang, itu yang dia harapkan.

***

Flower.Grandpa.E12.mkv_001197829_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001222854_thumb[1]

Won Bin mendekati anggota Tim 2 dan bertanya apa penyebab kematian Charlie Jung. Anggota Tim 2 itu tidak bisa memberitahu Won Bin. Won Bin membujuk dengan merangkulnya dan mengatakan kalau mereka punya hubungan spesial, dimana mereka bisa berbagi rahasia. Akhirnya anggota Tim 2 memberitahu kalau penyebab kematiannya adalah keracunan.

“Aconitine dari tanaman krisan, dan kau tahu racun mematikan tetrodotoxin pada ikan buntal, 'kan? Kedua racun itu pasti dicampurkan bersama-sama. Jika ini memicu pertentangan, korbannya tidak langsung mati. Mereka mati setelah 3 jam.”

“Oh, hey. Kalau begitu Inspektur Lee bukan pelakunya.”

Flower.Grandpa.E12.mkv_001232230_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001234799_thumb[1]

“Di TKP, kami hanya menemukan sidik jari Inspektur Lee. Selain itu, dokter itu warga negara Amerika. Jadi ini benar-benar kacau.”

“Hey, apa ini sangat serius?” tanya Won Bin.

“Tentu saja, dengan kasus pembunuhan, lalu kabur, lalu pembunuhan lagi. Jika Inspektur Lee tertangkap, dia mungkin akan menghabiskan hidupnya di penjara. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan ini.”

Flower.Grandpa.E12.mkv_001257189_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001261226_thumb[1]

Won Bin lalu melihat orang-orang berjas keluar dari kantor. Won Bin menanyakan siapa mereka. Anggota Tim 2 bilang itu rahasia. Won Bin kembali merayu. Anggota Tim 2 memberitahu kalau itu adalah tim negosiasi yang dikirim dari Amerika. Amerika menekan mereaka untuk menyerahkan Park Tae Min. Jadi, orang-orang (anak buah) Park Tae Min yang terkenal adalah para pengacara, hakim, anggota kongres dan orang-orang kaya.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001307372_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001324956_thumb[1]

Anggota Tim 2 balik merangkul Won Bin dan memintanya mengatakan satu saja rahasia. Karena dia sudah mengatakan dua, Won Bin setidaknya memberitahu satu rahasia. Won Bin tertawa, diapun merasa akan adil jika dia juga memberitahu sebuah rahasia. Won Bin kemudian memberitahu kalau dia menggunakan botox di kening dan dagu. Anggota Tim 2 bingung karena dagu Won Bin terlihat kendor.

Kemudian Gang Suk datang dengan panik mengatakan telah terjadi sesuatu yang buruk.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001328827_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001336601_thumb[1]

Won Bin kembali ke ruangan. Ternyata barang bukti pecahan kaca dari jam tangan itu sudah hilang. Gang Suk frustrasi, karena hanya itu satu-satunya hal yang bisa membuktikan kalau Joon Hyuk tidak bersalah. Won Bin berpikir mungkin masih ada orang lagi di dalam kepolisian yang merupakan anggota Goldfish, mengingat koneksi Park Tae Min yang luar biasa.

Gang Suk bertanya dengan sedikit berbisik, apa yang harus mereka lakukan. Won Bin mengajak Gang Suk untuk cepat-cepat menemui Joon Hyuk.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001361859_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001364362_thumb[1]

Mereka pun bertemu Joon Hyuk dan memberitahu kalau penyebab Charlie Jung adalah keracunan. Won Bin bilang kalau dia ingin tahu lebih detil, tapi katanya mereka berencana mengirim mayatnya ke Amerika. Jadi dia tidak bisa mendekati mayat Charles Jung.

Joon Hyuk menyimpulkan kalau Park Tae Min sudah tahu dia akan menemui dokter itu. Park Tae Min memberi Charles Jung racun sebelum itu (mungkin di wine itu ya..) dan menjebaknya. Gang Suk menyebut Joon Hyuk seperti Sherlock Holmes.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001399931_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001404536_thumb[1]

Won Bin melanjutkan, selain yang dia sebutkan tadi, mereka menekan pihak Korea untuk melepaskan Park Tae Min ke pihak Amerika. Won Bin merasa dia akan dikirim ke Amerika tak lama lagi. Joon Hyuk yakin Park Tae Min pasti sudah membuat kesepakatan dengan orang Amerika. Kalau dia akan menyerahkan formula yang dimilikinya, untuk menjamin keselamatannya.

“Lalu apa yang bisa kita lakukan? Jika Park Tae Min pergi ke Amerika, ini berakhir.” Ujar Gang Suk.

“Sebelum itu terjadi, kita harus menangkapnya.” Balas Joon Hyuk.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001409741_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001424289_thumb[1]

Won Bin bertanya apa Joon Hyuk tahu dimana Park Tae Min berada. Joon Hyuk memberitahu saat Charles Jung sekarat dia memberitahu kalau Park Tae Min ada di rumah kampung halamannya. Tapi saat dia mengingat kembali diary almarhum Jeon Hae Jin, pada tanggal 19 Juni 1911, tertulis kalau Ibunya Park Tae Min meninggal karena kecelakaan.

Jika mereka mencari di koran pada zaman itu, maka artikel itu mungkin diberitakan disana. Dan mereka bisa mengetahui dimana rumah kampung halaman Park Tae Min. Gang Suk bertanya dimana mereka menemukan koran pada zaman itu. Joon Hyuk bilang ada di mikrofilm.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001465964_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001469333_thumb[1]

Mereka pun ke perpustakaan dan melihat koran pada zaman itu dari mikrofilm. Berkat mata jeli Joon Hyuk, mereka menemukan berita itu yang ditulis dengan bahasa Korea pada era saat itu. Joon Hyuk membacanya. Disana tertulis, bahkan setelah Park Tae Min dikeluarkan dari Jae Joong Won (Sekolah Kedokteran Barat), dia meneruskan penelitiannya di kampung halamannya.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001476007_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001485750_thumb[1]

Ibunya Park Tae Min yang hidup dari menjahit, merasa bangga dengan studi putranya.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001491556_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001500898_thumb[1]

Tapi para dokter tahu bahwa Park Tae Min masih melanjutkan penelitiannya. Guna menghalangi itu, mereka melaporkannya. Dan pada akhirnya Polisi menerobos masuk untuk menangkap Park Tae Min. Tapi pada saat itu, Park Tae Min tidak ada di rumah. Park Tae Min sedang pergi ke hutan mencari bahan-bahan dari daun untuk penelitiannya.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001509741_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001519584_thumb[1]

Polisi yang ingin menghancurkan seluruh informasi, mereka mulai membakar rumahnya. Ibunya masuk ke dalam api untuk menyelamatkan hasil pekerjaan putranya.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001537736_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001547178_thumb[1]

Pada akhirnya, dia tewas secara mengerikan sambil memegang data penelitian. Saat Park Tae Min kembali ke rumah, hanya ada jenazah dingin Ibunya.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001573038_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001579010_thumb[1]

Kalau begitu menurut Gang Suk, alasan Park Tae Min menjadi monster adalah karena kematian Ibunya. Joon Hyuk tidak setuju, apa semua orang menjadi monster karena itu. Itu alasan seorang pengecut dan pembenaran diri.

Won Bin bertanya apa yang akan Joon Hyuk lakukan. Karena mereka sudah menemukan alamatnya, Joon Hyuk bilang mereka harus pergi ke sana untuk menemuinya.

***

Flower.Grandpa.E12.mkv_001587251_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001605870_thumb[1]

Soo Jung memberitahu ayah dan ibu bahwa Yoo Ra membatalkan pertunangan. Soo Jung meyakinkan mereka yang tidak percaya. Hubungan antara Joon Hyuk dan Yoo Ra sudah berakhir. Tamat.

Ibu bilang kalau dia sudah tahu itu. Ibu menyebut Yoo Ra sebagai wanita kasar.

“Orang seharusnya tidak melakukan itu. Jika kau sekali menyukainya, kau harus terus menyukainya sampai akhir! Bukankah dia mencampakkan Kakakmu hanya karena dia berubah?!”

“Bukan begitu. Orang yang berubah adalah Oppa. Mereka berpisah karena Oppa menyukai wanita lain.”

Flower.Grandpa.E12.mkv_001629827_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001644408_thumb[1]

Ayah bertanya siapa orang itu. Soo Jung memberitahu orang itu adalah detektif wanita yang ada di tim penyelidikan yang sama. Jadi, Joon Hyuk mendua saat dia masih bertunangan dan itulah alasannya mereka berpisah. Ibu membela Joon Hyuk, saat darah pria masih aktif, dia bisa bertemu wanita ini dan itu. Cinta selalu berjalan terus dan bergerak.

Soo Jung kesal karena sebelumnya ibu bilang jika mereka menyukai seseorang, mereka harus terus menyukainya. Ibu membela diri, itu zaman dulu. Zaman sekarang mereka tidak melakukan itu. Soo Jung menyebut ibu egois, bagaimana bisa ibu hanya peduli soal putranya.

“Semua orang tua di dunia ini seperti itu.” ujar ayah. “Meski begitu, aku merasa tidak enak sekali pada Yoo Ra. Kita harus mengembalikan semua hadiahnya.”

Flower.Grandpa.E12.mkv_001712043_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001742407_thumb[1]

Dengan berat hati mereka mengumpulkan barang-barang pemberian Yoo Ra. Ibu menyuruh Soo Jung mengembalikan cincin dari Yoo Ra yang dipakai Soo Jung. Soo Jung pun melepaskan cincin itu dan menyimpannya dimeja. Tapi ibu tahu kalau Soo Jung menukar cincinnya. Ibu ingin Soo Jung mengembalikan cincin itu, tapi Soo Jung tidak mau.

Mereka kemudian saling kejar untuk cincin itu. Sementara itu, Ayah termenung memikirkan Joon Hyuk. Dimana dia dan sedang apa. Juga apa dia makan dengan teratur. Dan dengan santainya, ayah mengambil sebuah barang dan menyimpannya dalam saku.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001760725_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001767298_thumb[1]

Dari luar, Joon Hyuk yang baru datang mendengar teriakan ibu dan Soo Jung yang bertengkar. Joon Hyuk tak jadi masuk lalu pergi lagi.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001776674_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001783381_thumb[1]

Joon Hyuk ke rumah sakit, menemui Jung Woo. Joon Hyuk berjanji pada Jung Woo yang masih koma bahwa dia akan membalas dendam untuk Jung Woo dan ayahnya. Joon Hyuk meminta Jung Woo untuk tidak khawatir. Jung Woo hanya harus terus hidup dan bangun.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001794559_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001796094_thumb[1]

Joon Hyuk menggenggam tangan Jung Woo.

Eun Ji datang dan bertanya kabar Joon Hyuk. Dia sudah mendengar apa yang terjadi, dan bertanya apa Joon Hyuk terluka. Joon Hyuk balik bertanya, jika dia terluka apa dia akan datang kesana. Eun Ji tersenyum membenarkan, tapi dia khawatir.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001824755_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001832430_thumb[1]

“Jung Eun Ji. Jangan khawatirkan aku lagi. Bagiku, kau adalah wanita yang terlalu banyak kekurangan. Dan juga, aku terlalu bagus untukmu. Jadi mulai sekarang, jangan memandang pria seperti aku. Temukan pria yang cocok denganmu.”

Eun Ji terdiam, tak mampu mengatakan apapun.

Flower.Grandpa.E12.mkv_001849213_thumb[1] Flower.Grandpa.E12.mkv_001854552_thumb[1]

Joon Hyuk menunjuk Jung Woo. “Oh, dia ada disini, orang yang sangat cocok denganmu. Jung Eun Ji, jaga Jung Woo baik-baik.”

Joon Hyuk kemudian pergi meninggalkan Eun Ji yang diam mematung mendapat penolakan dari Joon Hyuk. Eun Ji menatap Jung Woo, lalu termenung lagi.

***

Bersambung ke bagian 2 (end)~

***

Aih..Park Tae Min benar-benar ya.. Pintar. Cerdik. Pandai. Kita lihat nanti, siapa yang lebih diantara Park Tae Min dan Lee Joon Hyuk.

Note: Walaupun telat, Mohon maaf lahir batin ya readers. Jika selama ini ada kata yang salah tertulis dari aku. Mohon dimaafkan juga jika banyak sekali komentar yang tak aku balas. Dan terima kasih sudah menunggu selama hampir seminggu… ^^

8 comments:

  1. terima kasih kak... penasaran sebenernya itu makam siapa ㅠ_ㅠ
    sama penasaran gimana nangkep si Tae Min nya.

    mohon maaf lahir dan batin juga ya kak~ keep healty!

    ReplyDelete
  2. Yippy..
    Bentar lagi ending, lanjut terus mba ^^
    "mohon maaf lahir dan bathin juga"

    ditunggu sinopsisnya:)
    fighting ;)

    ReplyDelete
  3. Dkit lg berakhr sudah....
    mhon maaf lahir dan bathin jg ya mba...^_^

    ReplyDelete
  4. Makasih mba udah mau di buatkan sinopsisnya
    Penasaran gimana nasip jo hyuk nanti

    ReplyDelete
  5. makasi mba sinopsisnya hihi :D
    menurut akusih itu kuburan pak komisaris,trus joon hyuk kaya kerja diluar kota gitu hehe.
    pokonya heechul jangan matik! :(

    ReplyDelete
  6. makasi mba sinopsisnya, yg semangat ya.. kyanya itu kuburan joon hyuk deh..

    nasibnya jung woo. ahk.. penasaran. biar yg main tua2 tp suka dgn jalan ceritanya.

    ReplyDelete
  7. Akhirnya muncul juga sinop episode terakhir nih.. ditunggu part 2 nya mba ^^

    ReplyDelete
  8. ditunggu mba part 2 nyaa ^^

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD