It’s Okay, That’s Love Episode 14 – 1

~Episode 14~

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000040373_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000062128_thumb[1]

Jae Yeol memeluk Hae Soo dan berkata kalau dia mencintainya. Hae Soo meminta Jae Yeol agar mereka terus berpelukan seperti itu sebentar lagi. Jae Yeol mengangguk. Hae Soo menangis sambil mengeratkan pelukannya dan membelai pundak Jae Yeol.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000074307_thumb[1]

Hae Soo tak tahan lagi. Dia dengan cepat melepaskan pelukannya dan berbalik sambil berdiri, sehingga Jae Yeol tidak melihat kalau Hae Soo menangis. Hae Soo berjalan menuju kamar mandi. Jae Yeol meminta Hae Soo cepat mandi dan keluar. Tapi Hae Soo bilang kalau dia akan lambat agar Jae Yeol khawatir padanya.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000090223_thumb[3] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000129829_thumb[1]

Mereka sekarang duduk berhadapan di kasur. Hae Soo tampak sudah lebih bisa mengendalikan diri. Jae Yeol bertanya tentang Hae Soo yang menangis saat malam pertama mereka di pantai. Saat itu Hae Soo bilang akan memberitahu alasannya nanti. Setelah mendengar cerita Hae Soo, jika dia masih bilang dia mencintai Hae Soo, maka Hae Soo baru akan percaya kalau dia benar-benar mencintai Hae Soo.

“Dan bahwa kau akan memberitahu aku bahwa kau mencintaiku.”

“Hari ini, aku akan memberitahumu apa yang aku tidak bisa katakan (saat itu).” Hae Soo memegang wajah Jae Yeol. “Setelah mendengarkan semua ceritaku, aku takut bahwa kau akan kehilangan semua kasih sayang untukku. Tapi aku akan memberitahumu.”

Jika itu sulit untuk Hae Soo, Jae Yeol meminta Hae Soo untuk tidak melakukannya. Hae Soo menggeleng, dia ingin melakukannya.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000209008_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000215448_thumb[1]

“Aku selalu kuat, jahat, dan egois, tapi..setidaknya, padamu, aku pikir aku jatuh cinta. Bagiku, itulah apa arti cinta.”

Hae Soo kemudian menarik nafas panjang dan mulai bercerita. Saat itu adalah tahun terakhirnya di SMA. Ada panggilan ke sekolah yang mengatakan bahwa ayahnya berada di UGD. Tapi Hae Soo bilang dia bahkan tidak terkejut karena hal itu telah terjadi beberapa kali sebelumnya. Hae Soo menahan tangisnya.

“Saat aku berlari ke rumah sakit, apa yang aku harapkan…adalah bahwa ayahku tidak hidup.” Hae Soo menangis. “Tapi ayahku kembali hidup. Aku tidak senang. Rasanya seperti semuanya kembali ke tempat semula.”

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000222121_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000224691_thumb[1]

Hae Soo tampak tidak senang melihat ayahnya bisa diselamatkan. Dia meninggalkan keluarganya menuju telpon umum. Hae Soo menghubungi seseorang.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000248181_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000266699_thumb[1]

“Presiden Kim! Kenapa kau tidak menemui ibuku? Kau bertemu sebelumnya, jadi mengapa kau tidak bertemu dengannya sekarang dan mengapa kau tidak memberinya uang? Bagaimana dengan kuliah? Kenapa kau tidak memenuhi ibuku ?! Mengapa?” Hae Soo remaja berteriak histeris. “Mengapa? Mengapa ?!”

Hae Soo menutup telponnya dan menangis. Tanpa dia sadari, ibu berdiri di belakang, mendengarkan teriakannya tadi di telpon.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000296496_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000298131_thumb[1]

“Jadi Ibu dan Presiden Kim mulai bertemu kembali. Aku menjual Mom kepada Presiden Kim seperti itu, dan aku pergi ke sekolah kedokteran.”

Jae Yeol memeluk Hae Soo yang menangis, dan berkata, “Aku mencintaimu.”

“Aku sangat mencintaimu.” Balas Hae Soo untuk pertama kalinya.

“Aku mencintaimu, Hae Soo. Aku sangat mencintaimu.” Jae Yeol menepuk-nepuk punggung Hae Soo dan membelai rambutnya.

(wait, sekilas info: bahkan saat nulis sinopsis ini, baru saja 5 menit ini, aku masih aja nangis.. T.T)

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000334100_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000341741_thumb[1]

Hae Soo menangis tersedu-sedu sambil memeluk Jae Yeol. Ponsel Jae Yeol bergetar, Kang Woo menelpon. Tapi Jae Yeol tak menjawabnya. Jae Yeol lalu melihat tanggal 5 di kalender yang ditandai. Jae Yeol ingat bahwa Jae Beum mengajak mereka bertemu berdua saja.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000378678_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000388087_thumb[1]

Hae Soo berbaring disamping Jae Yeol di kasur. Hae Soo menatap Jae Yeol yang tertidur. Hae Soo bahkan tidak menjawab telpon dari Yoon Soo. Jae Yeol memeluk Hae Soo dan bilang kalau dia mengantuk. Hae Soo merasa heran, mereka di kamar tidur tapi Jae Yeol tidur. Jae Yeol mengiyakan, dia tidur di kamar tidur.

“Mungkinkah kau menyembuhkanku?”

“Jangan bicara, tidur.”

Hae Soo menahan tangisnya lagi melihat Jae Yeol yang tidur dengan nyaman. Hae Soo lalu bangun menuju kamar mandi.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000471037_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000504337_thumb[1]

Sebuah pesan masuk ke ponsel Jae Yeol. Dari Jae Beom. Jae Beom meminta Jae Yeol untuk datang menemuinya di rumah masa lalu mereka, rumah mengerikan yang pernah mereka dan ibu tinggali bersama. Kemudian Jae Yeol menjawab telpon masuk dari Kang Woo dengan mata terpejam.

Sepertinya dalam khayalan Jae Yeol, Kang Woo minta bertemu. Tapi Jae Yeol menolak, dia tidak bisa karena ada Hae Soo disana dan dia berencana bertemu Jae Beom. Namun kemudian Jae Yeol terkejut mendengar jawaban Kang Woo.

“Apa yang kau bicarakan? Untuk terakhir kalinya?”

***

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000537770_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000545578_thumb[1]

Hae Soo memandang lukisan unta di kamar mandi. Yoon Soo menelpon lagi, dan kali ini Hae Soo menjawabnya. Yoon Soo berteriak marah bertanya dimana Hae Soo sekarang. Hae Soo heran ada apa kakaknya seperti itu di tengah malam.

“Aku mendengar dari So Nyeo. Jang Jae Yeol gila!” Yoon Soo menangis sambil berteriak.

Soo Kwang merebut ponsel Yoon Soo dan berteriak kalau Jae Yeol tidak gila, tapi sakit. Yoon Soo menangis meminta ponselnya dikembalikan. Soo Kwang memeluk Yoon Soo menenangkannya.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000593092_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000602668_thumb[1]

Hae Soo mendengar itu semua. Dia memutus telpon, lalu mengirim alamat rumah Jae Yeol pada Young Jin. Hae Soo juga menelpon Young Jin. Hae Soo bilang kalau dia sudah mengirim alamat rumah Jae Yeol.

Hae Soo menyalakan kran air, membiarkan air mengalir agar suara tangisannya tak terdengar Jae Yeol dari luar.

“Datanglah dengan ambulance.” Ujar Hae Soo disela isak tangisnya.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000606706_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000631464_thumb[1]

“Akankah baik-baik saja bagiku untuk datang sekarang? Atau aku harus menunggu sedikit lebih lama? Apakah kau ingin tinggal bersamanya sebentar lagi?” Young Jin tampaknya mengerti apa yang Hae Soo rasakan sekarang ini.

Hae Soo berkata sambil menangis, “Jang Jae Yeol.. tidur nyenyak di tempat tidur untuk pertama kalinya. Aku ingin membiarkan dia tidur seperti itu untuk sedikit lebih lama, tapi….” Hae Soo tak bisa melanjutkan kata-katanya.

Young Jin mengerti, dia akan datang 30 menit lagi. Masih sambil menangis Hae Soo meminta tolong agar Young Jin menyiapkan obat penenang, untuk membius Jae Yeol yang sedang tidur. Jadi mereka bisa membawa Jae Yeol ke rumah sakit tanpa menyadari apapun.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000661794_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000674907_thumb[1]

Hae Soo menangis semakin tersedu, dia tak sanggup bicara lagi dan menyimpan ponselnya. Hae Soo meluapkan semua kesedihannya.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000688988_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000700332_thumb[1]

Setelah tenang, Hae Soo keluar kamar mandi. Dia terkejut melihat Jae Yeol sudah tak ada di kasur, tak ada di rumah. Hae Soo melihat tanggal yang dilingkari di kalender. Hae Soo tampak panik.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000713846_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000720286_thumb[1]

Dan ternyata bukan hanya Hae Soo, Dong Min dan Tae Yong juga sedang panik di dalam mobil. Mereka baru menyadari kalau Jae Beom sudah bebas. Tae Yong menelpon Kepala Editor memintanya segera ke Paju menemui Ibu.

Dong Min yang sedang mencoba menelpon Hae Soo mengingatkan Tae Yong yang panik agar mengendara dengan tenang. Dong Min berhasil menghubungi Hae Soo dan menanyakan Jae Yeol, apakah Hae Soo sedang bersama dengannya.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000726525_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000741640_thumb[1]

Hae Soo mengabaikan pertanyaan Dong Min karena melihat memo yang ditinggalkan Jae Yeol di meja.

“Hae Soo, aku minta maaf, tapi aku khawatir tentang Kang Woo. Aku rasa aku harus pergi menemuinya. Dia berkata bahwa dia menelepon untuk terakhir kalinya, dan tentang sesuatu yang menggangguku. Dan Hyung-ku sudah dibebaskan. Aku akan melihat Kang Woo dan bertemu Hyung-ku, lalu kembali.”

Hae Soo memutar otak dan melihat ke sekitar ruangan mencari petunjuk. Hae Soo lalu melihat artikel tentang Jalan 16 Yangsoori yang akan Jae Yeol tunjukkan pada Kang Woo. Hae Soo pun kemudian memberitahu Dong Min kalau Jae Yeol pergi ke Jalan 16 daerah Yangsoori.

Dengan tangan gemetaran, setelah menutup telpon Dong Min, Hae Soo menghubungi Jae Yeol. Dan dimanakah Jang Jae Yeol berada?

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000760793_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000773672_thumb[2]

Jae Yeol yang tampak cemas mengendarai mobilnya dengan cepat menuju Yangsoori. Dia memutus panggilan Hae Soo dan mencoba menghubungi Kang Woo.

Jae Yeol lalu teringat saat Kang Woo bilang padanya kalau dia memilih mati jika tak memenangkan kompetisi menulis. Dia pikir kalau dia kecelakaan, asuransi akan membayar dan dia akan memberikan uang itu untuk ibunya.

Jae Yeol memutus telpon pada Kang Woo karena Kang Woo tak kunjung menjawab. Telpon Hae Soo masuk lagi. Jae Yeol menjawabnya.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000790422_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000802935_thumb[1]

Hae Soo yang sekarang berada di dalam taksi bertanya dengan hati-hati dimana Jae Yeol sekarang.

“Kang Woo, kau lihat, Kang Woo... Hae Soo, aku akan..” Jae Yeol menjawab dengan tergagap. “Akankah baik-baik saja jika aku menelepon kembali sebentar lagi?”

“Katakan saja di mana kau berada, Jang Jae Yeol. Hanya di mana kau berada.” Hae Soo masih berusaha tenang.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000814180_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000826325_thumb[1]

“Aku sedang dalam perjalanan ke rumah Kang Woo.” Jae Yeol menoleh ke samping melihat petunjuk jalan. “Aku hampir—“ Jae Yeol banting setir ke kanan dan ke kiri menghindari dua mobil yang melaju ke arahnya. Jae Yeol hampir saja tabrakan.

Ponsel Jae Yeol yang disimpan di depan, terlempar ke kursi. Hae Soo yang mendengar decitan ban dan suara klakson, dengan panik memanggil-manggil Jae Yeol.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000831363_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000835267_thumb[1]

Young Jin berada di dalam ambulance, meminta perawat untuk menyiapkan obat penenang.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000841574_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000859258_thumb[1]

Hae Soo masih mencoba menghubungi Jae Yeol. Dia dijemput Tae Yong dan Dong Min di pinggir jalan. Hae Soo terus mencoba menghubungi Jae Yeol. Walau terlihat tenang, Hae Soo sebenarnya cemas dan panik. Terlihat dari keringatnya yang bercucuran.

***

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000869134_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000882781_thumb[1]

Jae Beom berjalan dipinggir jalan raya, sepertinya Jalan 16 Yangsoori juga. Karena dia kan akan menemui Jae Yeol di rumah mereka yang dulu. Jae Beom menerima telpon dari Jae Yeol. Dia bilang kalau dia sedang dalam perjalanan. Jae Yeol meminta ijin Jae Beom untuk sedikit terlambat.

Sebuah mobil menuju ke arah Jae Beom dari belakang dan hampir menyerempet. Jae Beom dengan kesal memaki mobil itu. Jae Beom lalu bertanya kenapa Jae Yeol akan terlambat.

“Kau datang dengan mobil dan aku berjalan. Kenapa kau takut? Untuk bertemu dengan aku?”

“Mengapa aku harus takut bertemu denganmu, Hyung? Berpikir bisa minum denganmu saja, aku sangat senang.” Ujar Jae Yeol sambil terus menoleh ke samping.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000897830_thumb[3] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000912344_thumb[1]

Kemudian masuk panggilan dari Kang Woo, tentu saja hanya khayalan Jae Yeol. Jae Yeol meminta Jae Beom menunggu sebentar, lalu menjawab telpon Kang Woo.

“Kang Woo, di mana kau sekarang?!”

Kang Woo sedang duduk di sepedanya. Dia menatap ke arah ibu yang sedang disiksa ayah tirinya. Kang Woo sedih dan berbalik, melajukan sepedanya menjauh.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000922388_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000930896_thumb[1]

“Aku sedang dalam perjalanan pulang setelah sekolah. Aku tidak bisa di telepon untuk waktu yang lama. Ibu sedang membereskan barang dan bersiap untuk pindah, jadi aku harus cepat pergi untuk membantu.” Ujar Kang Woo berbohong.

“Kang Woo-ya, pergilah setelah bertemu denganku. Jangan pergi seperti ini. Dimana kau?” Jae Yeol panik.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000936001_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000939905_thumb[1]

Kang Woo melewati Jae Beom yang sedang berjalan kaki.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000962695_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_000971870_thumb[1]

“Selama ini, aku benar-benar senang karena kau, Penulis. Kau selalu merawatku, yang tidak bernilai. Menyukaiku, ketika tidak ada orang lain di dunia ini melakukannya.” Kang Woo menangis. “Dengan memenangkan kompetisi, seperti yang kau lakukan untuk ibumu, aku ingin menjadi baik untuk ibuku.”

Jae Yeol mendengarkan Kang Woo dengan ekspresi tegang.

“Penulis, kau tahu, kan? Bahwa aku benar-benar bersyukur.”

“Jangan katakan salam perpisahan, Kang Woo-ya.” Jae Yeol memotong. “Belum, jangan katakan dulu. Maafkan aku. Jujur, aku terbebani olehmu. Jadi meskipun aku tahu kau akan melalui masa sulit, aku tidak datang menemuimu. Maafkan aku. Aku tidak akan melakukannya lagi, Kang Woo. Kang Woo?”

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001011210_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001014713_thumb[1]

Kang Woo tak menjawab. Jae Yeol lalu melihat Kang Woo yang bersepeda di depannya. Mereka berpapasan. Jae Yeol melihat Kang Woo, tapi Kang Woo tidak melihat Jae Yeol.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001022888_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001023956_thumb[1]

Setelah Kang Woo lewat, Jae Yeol melihat Kang Woo dari spion. Kang Woo tertabrak mobil. Kang Woo membentur mobil dan terlempar. Sepeda Kang Woo hancur.

“Tidak!” Jae Yeol berteriak histeris.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001033632_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001062928_thumb[1]

Dia melihat Kang Woo terjatuh di aspal dengan darah bercucuran dan menatap ke arahnya. Tanpa pikir panjang, Jae Yeol membanting setir ke kiri menghadang mobil yang menabrak Kang Woo. Tabrakan pun tak terelakkan. Jae Beom yang berada tak jauh dari sana berjalan mendekat.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001095194_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001097496_thumb[1]

Jae Yeol yang terluka turun dari mobilnya, dan berjalan ke arah Kang Woo tergeletak dengan tertatih. Terdengar suara sirine ambulance dan mobil polisi mendekat. Jae Yeol kemudian terduduk bersimpuh karena lemas. Jae Yeol melihat ke arah Kang Woo yang menangis. Jae Yeol dengan susah payah berusaha memanggil Kang Woo.

“Kang… Kang…”

Jae Beom semakin mendekat untuk melihat siapa yang sedang berjalan di depannya.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001132598_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001143041_thumb[1]

Young Jin turun dari ambulance bersama dokter lain dan perawat. Mereka menghampiri Jae Yeol dan menyuntikkan obat penenang. Jae Yeol berusaha memberitahu mereka tentang Kang Woo. Jae Yeol menujuk ke arah Kang Woo.

“Disana… disana… Kang… disana…”

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001182314_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001185250_thumb[1]

Mobil yang membawa Hae Soo datang. Hae Soo berlari menghampiri Jae Yeol. Hae Soo memegang wajah Jae Yeol, lalu memeluknya sambil menangis.

“Disana…Kang Woo..lakukan sesuatu.” ujar Jae Yeol susah payah pada Hae Soo sambil menunjuk ke arah Kang Woo yang kini memejamkan mata.

Hae Soo menoleh ke arah yang ditunjukkan Jae Yeol, tapi tak ada siapapun disana. Hae Soo semakin menangis tersedu.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001196528_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001200399_thumb[1]

Semua orang berdiri di dekat mereka dan menatap dengan sedih. Jae Beom juga masih berdiri ditempatnya.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001212477_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001216214_thumb[1]

“Aku..aku baik-baik saja. Kang… Kang Woo.. lakukan sesuatu. Lakukan sesuatu.”

Jae Yeol menangis sedih. Hae Soo yang juga menangis terus memeluk Jae Yeol dan mengusap punggungnya.

***

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001230529_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001235200_thumb[1]

Di rumah sakit, Jae Yeol yang belum pulih dari luka kecelakaan, kaki dan tangannya diikat ke ranjang. Jae Yeol berontak.

Dalam bayangannya, Kang Woo terbatuk-batuk meringkuk disudut ruangan dengan penuh luka yang berdarah dan kaki serta tangan yang kaku.

“Penyakit Lou Gehrig-nya adalah gangguan nyeri delusi yang dibuat tanpa sadar dan dibagi antara dia dan Han Kang Woo. Ini adalah contoh yang menunjukkan kelemahan dari pikiran yang mengendalikan tubuh.” Terdengar penjelasan Dong Min.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001254920_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001256388_thumb[1]

Young Jin melihat Jae Yeol yang terbatuk dan kaki serta tangannya yang kaku. Young Jin memberikan perawat perintah untuk memberikan obat penenang. Jae Yeol perlahan-lahan menjadi tenang.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001278677_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001287953_thumb[1]

Hae Soo menunggu di luar dengan cemas.

Young Jin memasangkan sebuah alat ke tubuh dan kepala Jae Yeol. Seperti disetrum, karena tubuh Jae Yeol tampak bergetar. Mungkin salah satu terapi yang harus dilakukan.

***

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001300265_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001302901_thumb[1]

Jae Yeol sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001319251_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001326191_thumb[1]

Hae Soo berbaring di sofa ruang prakteknya. Soo Kwang ada disana. Dia bilang kalau So Nyeo berkata bahwa dia ingin menjadi dokter setelah melihat betapa menakjubkannya Hae Soo untuk tidak putus dengan Jang Jae Yeol.

“Wow, Ji Hae Soo, kau menakjubkan!” Soo Kwang tertawa.

Tapi, Hae Soo tak senang mendengarnya.

Soo Kwang menyadarinya, dia membetulkan letak poni Hae Soo. Soo Kwang berkata dia menggantikan Hae Soo dan menyuruh So Nyeo untuk menutup mulutnya. Soo Kwang lalu menyuruh Hae Soo tidur. Sedangkan dia sendiri beranjak pergi.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001351817_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001360292_thumb[1]

Dong Min yang menjelaskan keadaan Jae Yeol pada tim dokter. Selanjutnya, yang dalam tanda petik adalah narasi suara Dong Min yang sedang memberikan penjelasan, disertai beberapa adegan.

“Menyusun semua situasi sampai sekarang, uji realitas Jang Jae Yeol benar-benar hancur. Mungkin, Pasien Jang Jae Yeol, segera setelah ia menerima luka setelah saudaranya dibebaskan tiga tahun lalu, tanpa sadar menyadari bahwa kebencian saudaranya tidak akan pernah pudar kecuali ia meninggal. “

Jae Yeol tampak seperti orang linglung. Menerima injeksi obat di kantong infusnya. Dia melihat Kang Woo datang. Kang Woo menatapnya dengan sedih. Kang Woo menyentuh tangannya.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001369334_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001372637_thumb[1]

“Saat itulah ia pertama kali berhalusinasi Kang Woo. Kemudian alam bawah sadarnya mulai menulis skenario yang akan, pada akhirnya, menyebabkan kematiannya menggunakan Kang Woo. Sekarat saat menyelamatkan Kang Woo.”

Kang Woo menangis.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001381513_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001384249_thumb[1]

“Alam bawah sadarnya memilih kecelakaan daripada bunuh diri, karena kecelakaan akan menyebabkan sedikit rasa sakit untuk ibunya, yang ia cintai. Dan dia mungkin berpikir bahwa itu akan menjadi cara terbaik untuk mengkompensasi saudaranya yang tidak adil tinggal di penjara selama empat belas tahun.”

Jae Yeol menoleh pada Kang Woo yang ada disampingnya. Terlihat Jae Beom melongok ke dalam ruangan dimana Jae Yeol sedang menjalani terapi.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001391590_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001404035_thumb[1]

“Selain itu, itu adalah skenario yang sempurna untuk menjaga ibunya dalam keadaan disosiasi selamanya.”

Ibu terus mengepel lantai yang sudah bersih, dengan ditemani Tae Yong.

***

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001418083_thumb[1]

Pengacara Kang menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya dalam kasus kematian ayah tiri pada Jae Beom di klinik Dong Min. Pengacara Kang bilang dia tidak tahu apa dia melakukannya dengan baik dengan mengatakan semuanya pada Jae Beom. Dong Min bilang bagaimanapun itu sudah terjadi.

Dong Min dan Tae Yong berterima kasih. Pengacara Kang pun pamit.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001448280_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001467299_thumb[1]

Di dalam Jae Beom sedang melihat-lihat foto barang bukti kejadian di masa lalu, dan membolak-balik surat penyerahan harta kekayaan Jae Yeol pada Jae Beom.

Dong Min masuk. Jae Beom bergumam kalau Jae Yeol punya hati nurani dengan memberikan semua kekayaannya padanya. Jae Beom menyebut Jae Yeol bajingan lucu. Jae Beom kemudian berjalan pergi.

Jae Beom berbalik dan berkata pada Dong Min, “Kau beritahu ibuku bahwa dia yang membunuhnya. Obati dia. Beri dia amytal.”

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001478476_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001485984_thumb[1]

“Seseorang yang berbohong mengatakan kebenaran ketika disuntikkan dengan amytal, tapi seseorang yang dalam keadaan disosiasi, tidak memiliki memori. Sehingga amytal tidak akan berpengaruh. Jika kau ingin menyembuhkannya, kau saja yang melakukannya.”

“Apa aku seorang dokter?”

“Itu..daripada seorang dokter, seorang punk sepertimu akan melakukannya dengan lebih baik. Pergilah sekarang ke ibumu, dan mengungkapkan kebenaran yang tidak dapat diambil kembali. Jika dia masih tidak ingat, kemudian ungkapkan dan ungkapkan, lagi dan lagi, dan siksa dia. Tidak ada dasar medis, tapi siapa yang tahu?”

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001510175_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001532197_thumb[1]

Jae Beom mendekat, “Apakah itu sesuatu yang harus dikatakan seorang dokter?”

“Itu masalah keluarga, punk. Itu masalah adik dan ibumu. Pilihan harus dibuat oleh putra sulung dari keluarga, yang adalah kau. Adikmu terkunci di rumah sakit karena skizofrenia yang disebabkan oleh rasa bersalah, dan ibumu hidup sepanjang hidupnya mendapatkan pukulan. Sekarang di sampingnya, hanya ada kau, yang seorang penjahat. Balas dendammu. Bukankah itu cukup? Seorang anak yang menyadari rasa sakitnya sendiri, tapi tidak mengakui penderitaan orang lain. Berusia tiga tahun yang rambutnya berwarna putih. Seorang bayi kecil.”

Jae Beom tak terima dikatai seperti itu. Dia menonjok wajah Dong Min. Dia bilang jika bukan karena CCTV, maka Dong Min sudah mati sekarang. Jae Beom kemudian keluar dengan marah. (Aku rasa Dong Min memang sengaja mengatakan semua itu agar Jae Yeol sadar.)

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001561059_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001562727_thumb[1]

Tae Yong dengan panik masuk ke dalam, Jae Beom tidak boleh pergi seperti itu. Tae Yong meminta Dong Min menghentikannya.

Dong Min menyuruh Tae Yong pergi menemui Ibu Jae Yeol sekarang juga dan dengarkan dengan cermat apa yang Jae Beom katakan pada ibu. Lalu Tae Yong bisa melaporkan hal itu padanya. Tae Yong menurut.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001577676_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001588720_thumb[1]

Jae Beom berjalan dengan kesal. Aku rasa Jae Beom menyadari maksud dari semua perkataan Dong Min tadi. Kemudian Jae Beom menerima telpon dari ibu. Ibu bertanya apa Jae Beom sudah makan.

“Kau menangis setiap hari karena Jae Yeol, kemudian kau yang penasaran apakah aku makan atau tidak sekarang?” tanya Jae Beom balik dengan setengah berteriak.

“Jae Yeol di rumah sakit, jadi dia akan segera membaik. Para dokter mengatakannya, dan aku percaya itu.”

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001613645_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001619417_thumb[1]

Ibu lalu bilang kalau dia memasak sup pasta kedelai malam ini. Ibu bertanya apa dia harus menambahkan kerang atau daging. Jae Beom terdiam. Ibu meminta Jae Beom memberitahunya, suka daging atau kerang?

“Kerang, kerang, kerang!” Jae Beom berteriak kesal.

Setelah menutup telpon, Jae Beom melampiaskan kekesalannya pada kantong-kantong sampah yang berada tak jauh dari sana.

(Jae Beom tampaknya kesal pada dirinya sendiri. Dia sepertinya tak akan bisa menyalahkan ibunya atas ketidakadilan yang menimpa dirinya, karena ibu tak mengingat kejadian itu. Dan lagi, selama ini Ibu menunjukkan rasa sayangnya pada Jae Beom.)

***

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001641906_thumb[1]

Para intern membicarakan Hae Soo yang kini tidak menangani pasien rawat inap untuk saat ini karena Jae Yeol. Hae Soo hanya mengurus layanan rawat jalan. Seorang intern memberitahu bahwa sejak kemarin tampaknya gejala aktif Jae Yeol sudah tenang. Seorang intern lagi bilang karena ini sudah hampir dua minggu, jadi memang sudah waktunya.

“Tapi Dokter Ji benar-benar menakjubkan. Kalau itu aku, aku tidak berpikir aku akan mampu untuk mengobati pasien.” Ujar intern kacamata.

***

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001656654_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001661726_thumb[1]

Hae Soo sedang melayani konsultasi seorang pasien. Pasien itu mengalami kesulitan makan dan tidur. Hae Soo bertanya kenapa pasien berpikir untuk datang ke psikiater atas penyakitnya itu. Hae Soo menilai cara berpikir pasien sangat progresif.

Pasien itu tersenyum, dia bilang kalau dia sudah pergi ke bagian penyakit dalam dan bedah umum. Dikatakan bahwa dia punya masalah, tapi itu terus terjadi.

Hae Soo pun kemudian sejak kapan masalah sulit makan dan tidur itu di mulai.

***

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001676207_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001687152_thumb[1]

Hae Soo sedang makan bersama Young Jin di ruangannya. Young Jin bertanya pada Hae Soo yang tidak ingin jauh dengan Jae Yeol, bukankah tidak nyaman bagi Hae Soo tidur di sofa. Hae Soo bilang selama magang dan residensi dia tinggal di asrama bersama, dan ruangannya itu seperti sebuah hotel bintang lima.

Hae Soo balik bertanya, kenapa Young Jin menanyakan hal itu, apakah orang-orang membicarakannya. Young Jin bilang kalau mereka hanya khawatir. Young Jin kemudian memberitahu kalau dia memeriksa pasien Hae Soo. Pihak rumah sakit yang memintanya, jadi dia berharap Hae Soo mengerti.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001703802_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001716681_thumb[1]

“Aku ingin bertemu Jang Jae Yeol, jadi sekitar kaan kau akan mengizinkan kunjungan?”

“Tunggu sampai dia masuk ke dalam keadaan stabil. Tidak hanya kau, namun ibunya atau saudaranya. Tidak ada yang bisa melihatnya sekarang. Kami akan menunjukkan kepadanya rekaman CCTV hari ini.”

***

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001738403_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001744742_thumb[1]

Jae Yeol melihat layar besar di depannya, dimana rekaman CCTV saat dia berkelahi sendiri diputar. Dong Min duduk di samping Jae Yeol, dan dibelakang pada dokter serta perawat ikut menyaksikan.

Lalu diputar juga rekaman CCTV saat dia kecelakaan dan Hae Soo yang menangis memeluknya.

It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001776374_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E14.mp4_001778743_thumb[1]

“Alasan mengapa kami memasukkan paksa kau (ke RS), apakah kau mengerti sekarang? Karena kau terus terluka, tidak ada cara lain.”

Jae Yeol tak menjawab, hanya melihat pada layar yang menunjukkan Hae Soo yang menangis.

***

Bersambung ke bagian 2~

***

# Bersyukur ternyata penyakit Lou Gehrig yang diduga diderita Jae Yeol dan Kang Woo bukanlah kenyataan, tapi bagian dari halusinasinya. Seperti yang Mba Fanny katakan sebelumnya, pikiran Jae Yeol menguasai tubuhnya dengan berpikir kalau dia menderita penyakit itu.

Berarti, ada kemungkinan happy ending! Yeay~

# Dan memang benar juga, ternyata rasa bersalah Jae Yeol yang terpendam, keluar begitu saja saat Jae Beom keluar dari penjara setelah dipenjara 11 tahun dan marah padanya. Di alam bawah sadar, Jae Yeol merasa hanya dengan kematiannyalah dia bisa mengkompensasi kakaknya.

Sungguh menyedihkan, karena besarnya luka dan rasa bersalah yang dia rasakan, dan dia yang tak bisa memaafkan dirinya sendiri, alam bawah sadarnya merencanakan kematian.

Comments

  1. Makasih mba sudah dibuatkan sinopsisnya, dari ep 13 sampai 14 aku nangis terus lihat hae soo dan jae yeol, semoga happy ending

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih juga lho baca blog q tengah malam.. ^^

      Delete
  2. Mksh ya mbk buat sinopsis nya ... wlpn udah nonton video nya tp ngk lega klo blm baca sonopsisnyA.
    di tunggu part 2 ^^

    ReplyDelete
  3. Huhuhu... Sedh amt sich... Poor jae yeol... Di tunggu part 2ny sist, G sreg klo g bc sinop di tmpt mbk mumu n mbk fany... Thx a lot y sist... ^^

    ReplyDelete
  4. To episode tak bisa komentar apa2 hanya air mata yg menceritakannya#lebai, bener2 sedih
    Poor jae yol semoga kakaknny a jae bom & hae soo bisa mulihkan keadaan jae yol
    To mbak M.U makasi

    ReplyDelete
  5. Hanya bisa ucapkan selamat buat si penulis yg sudah sukses mengaduk-aduk perasaan penonton.Paling menyentuh saat Hae Soo bilang cinta ke Jae yeol dan tatapan mata Jae Yeol Ke Hae Soo itu loh.........benar2 sudah mewakili perasaanya.

    ReplyDelete
  6. Ok fix. episode 13 dan 14 nie udh bkin air mataku brcucuran,,bintitan hasilny. Ah smga happy ending deeh,,dan untuk pnulis trimakasih bnyak yaaa :) dtnggu part 2.a,,hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts