It’s Okay, That’s Love Episode 16 – 1

~Episode Terakhir~

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000018[1] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000080[2]

Jae Yeol mencuci kaki Kang Woo dengan air dalam baskom. Jae Yeol membasuh semua luka yang ada di kaki Kang Woo. Kang Woo terus memandang Jae Yeol dengan haru.

Selesai mengeringkan kaki Kang Woo dengan handuk, Jae Yeol memakaikan sepatu. Sepatu itu ternyata hadiah dari Hae Soo untuk Kang Woo. Jae Yeol dengan tersenyum berkata bahwa kekasihnya memilih hadiah yang benar-benar sempurna untuk Kang Woo. Kang Woo meneteskan air mata.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000107[2] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000134[1]

“Penulis. Apakah kau tidak...ingin aku datang lagi?” tanya Kang Woo begitu Jae Yeol berdiri.

“Kekasihku, ingin aku memberitahumu, terima kasih.” Jae Yeol tersenyum. “Dia mengatakan kepadaku bahwa jika aku tidak pernah bertemu denganmu... Aku mungkin tidak akan mampu... untuk hidup selama ini karena semua rasa bersalah yang aku rasakan. Dia mengatakan kepadaku bahwa dengan merawatmu, aku sebenarnya merawat diriku sendiri. Terima kasih untuk segalanya, Kang Woo.”

Kang Woo terdiam menatap Jae Yeol yang berusaha menahan tangisnya.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000150[2] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000159[1]

“Setelah bertemu, aku menyadari sesuatu. Meskipun aku mungkin telah bersikap kuat, kekerasan yang aku terima dari ayahku dan hyung-ku, benar-benar membuatku takut, dan melukaiku.” Jae Yeol mulai tampak tak bisa menahan tangisnya.

“Bahkan saat aku menyaksikan pemukulan ibuku aku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa. Anak kecil lemah sepertiku dulu... aku tidak menyadari sampai sekarang betapa aku membencinya. Setiap kali aku melarikan diri dengan berlari melalui jalan bertelanjang kaki, meskipun aku tidak menangis keras-keras, aku menyadari bahwa aku... aku sangat sangat takut.”

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000197[1] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000209[2]

Jae Yeol menangis. Kang Woo berusaha menghibur Jae Yeol dengan berkata kalau sekarang itu semua masa lalu. Jae Yeol menghapus air matanya dan tersenyum, lalu membenarkan perkataan Kang Woo. Dia hanya seorang anak kecil saat itu, dan itu semua masa lalu sekarang. Tapi Jae Yeol juga heran, entah kenapa dia tumbuh menjadi orang dewasa yang cukup baik. Itulah apa yang dia sadari sekarang.

Kang Woo tersenyum, “Bahkan jika... aku datang kembali. Jangan menghiraukanku lagi, oke? Tapi jika sesekali, kau kebetulan memikirkanku, dan merindukanku...maka lihatlah di cermin. Karena kau adalah aku.”

Kang Woo tampak menahan tangisnya. Jae Yeol yang menangis pun mengangguk.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000308[1] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000313[1]

Kang Woo berdiri dan pamit, sekarang waktunya dia pergi. Jae Yeol memeluk Kang Woo sambil menangis tersedu. Jae Yeol juga mengelus kepala dan menepuk pundak Kang Woo. Mereka kemudian saling menatap saling tersenyum dan mengucapkan selamat tinggal.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000325[1] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000333

Kang Woo: “Selamat tinggal, Hang Kang Woo.”

Jae Yeol: “Selamat tinggal, Jang Jae Yeol.”

Mereka berpamitan satu sama lain dengan menyebut nama sendiri, karena mereka adalah satu. Han Kang Woo adalah Jang Jae Yeol, dan Jang Jae Yeol adalah Han Kang Woo.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000353[1] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000367

Setelah mengucapkan selamat tinggal, Kang Woo pun menghilang. Tepatnya, Jae Yeol menghapus Kang Woo dari kehidupannya. Jae Yeol menatap pantulan dirinya dari kaca jendela. Dan di dekat kaki Jae Yeol, ada sepatu yang tadi dipakaikan pada Kang Woo.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000385[1] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000394

Jae Yeol menangis. Benar-benar menangis. Dari luar Hae Soo memperhatikannya.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000428[2] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000433[1]

Jae Yeol terus menangis, dan duduk di kasur. Hae Soo masuk dan menghampiri Jae Yeol. Hae Soo mencium kening Jae Yeol dan mendekapnya, membiarkan Jae Yeol menangis sejadi-jadinya.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000453[1] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000461[1]

Hae Soo yang juga menangis membelai kepala Jae Yeol dan menepuk-nepuk punggungnya.

***

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000471[1] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000490[2]

Dong Min yang mendapatkan kabar gembira mengenai Jae Yeol, tertawa senang di telpon dan memuji Hae Soo akan menjadi dokter yang hebat. Setelah menutup telpon, Dong Min memberitahu Soo Kwang dan So Nyeo yang ternyata sedang makan bersama, bahwa Jae Yeol telah menemukan jalan kembali pada kenyataan. Sekarang dia siap untuk memulai proses pengobatan yang sebenarnya.

Soo Kwang yang mendengarnya jadi kambuh, tapi hanya sebentar. Dia merasa terganggu karena hanya dia yang masih seperti itu. Soo Kwang memukul kepalanya sendiri. Dan mendapat pukulan dari So Nyeo karena Soo Kwang memukul ‘miliknya’.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000493 Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000503

Dong Min juga memarahi Soo Kwang karena emosinya itu. Padahal itu adalah episode pertama yang Soo Kwang alami, jadi seharusnya Soo Kwang menyelamati diri sendiri untuk itu. Dong Min berteriak, kenapa Soo Kwang malah memukul dirinya sendiri, apa Soo Kwang juga ingin dipukul olehnya.

Dong Min memukul Soo Kwang, dan mendapat cubitan dari So Nyeo karena Dong Min berani memukul ‘miliknya’. Dong Min bingung dengan apa yang dilakukan So Nyeo. Soo Kwang tersenyum dan bilang kalau So Nyeo adalah pacarnya.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000523[2] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000524[1]

Soo Kwang dan So Nyeo saling pandang. Dong Min meledek mereka seperti pasangan anak anjing yang di mabuk cinta. Mereka memang di mabuk cinta. Mereka makan satu helai mie dari ujung yang berlawanan, yang kalau diteruskan pasti mereka akan ciuman. Dong Min kesal melihatnya dan memotong mie itu dengan sumpit.

***

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000537[2] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000539[1]

Jae Yeol berjalan-jalan di halaman rumah sakit bersama pasien lain dan para perawat. Jae Yeol melihat seorang siswa SMA, berpakaian seperti Kang Woo sedang berjalan berlawanan arah dan membaca buku. Tapi ternyata itu bukan Kang Woo. Jae Yeol tersenyum.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000562[1] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000566[1]

Lalu dari arah berlawanan juga muncul He Soo dan dua orang intern. Hae Soo menyapa pasien yang berpapasan dengannya di depan Jae Yeol. Dan saat berpapasan dengan Jae Yeol, dia menyentuh tangan Jae Yeol. Jae Yeol juga. Dan mereka sama-sama tersenyum sambil lalu.

***

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000583[2] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000604[2]

Jae Yeol melihat dua orang pasien meributkan tayangan televisi. Yang muda ingin menonton acara pilihannya karena yang tua sudah melakukannya kemarin. Tapi yang tua tidak terima, karena dialah yang lebih tua. Jae Yeol mengambil remote dari tangan pasien yang tua dan mematikan televisi.

Jae Yeol lalu menunjuk aturan pakai televisi yang tertempel di depan. Semua orang diruangan itu memiliki hak untuk menonton televisi. Tanpa memperhatikan usia atau jenis kelamin, semua orang akan bergantian dan tetap adil dalam menonton program pilihan mereka untuk kesenangan.

Jae Yeol memberikan remote pada pasien yang lebih muda. Dan mengingatkan pasien yang tua jika mereka menyebabkan masalah lebih dari sekarang ini, maka mereka akan kehilangan hak menonton TV.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000632[1] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000643[1]

Hae Soo dan beberapa intern masuk ke ruangan itu. Hae Soo melihat raut wajah pasien tua yang ditekuk dan bertanya apa yang terjadi. Pasien itu hendak mengatakan sesuatu, tapi Jae Yeol menepuk pundaknya dan bilang tidak ada apa-apa. Jae Yeol kemudian duduk.

Hae Soo kemudian bertanya pada pasien tadi, apakah dia tidur nyenyak tadi malam? Pasien itu mengiyakan. Tapi langsung dibantah oleh Jae Yeol.

“Tidak, dia tidak tidur dengan sangat baik. Karena kau tidak tidur sangat baik, kau mungkin harus mencari pengobatan untuk itu, hyungnim.”

Pasien tua itu tampak frustrasi dengan sikap Jae Yeol. Hae Soo tertawa, tampaknya Tuan Jang Jae Yeol telah menjadi pemimpin di grup itu. Hae Soo kemudian beralih menanyakan keadaan pasien lain.

***

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000664[2] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000680

Hae Soo duduk bersama Young Jin yang menjelaskan bahwa dia pikir sekarang mereka bisa merendahkan dosis obat Jae Yeol. Young Jin menanyakan pendapat Hae Soo. Hae Soo bilang dia yakin bahwa Young Jin benar.

Young Jin merajuk yang Hae Soo yang tidak mengucapkan terima kasih padanya. Dia bahkan memohon pada komisi disiplin untuk menghentikan masa percobaan Hae Soo. Hae Soo mencandai Young Jin, apakah hal seperti itu diantara mereka.

Ada telpon masuk ke ponsel Hae Soo, tapi Hae Soo tak menjawabnya. Dari ibu.

“Ibumu telah sangat sabar. Berhenti menghindarinya dan bertemu dengannya.” Young Jin mencoba memberikan nasehat.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000703[1] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000707

Dan tanpa di duga, ibu muncul dari arah depan, membuat Young Jin terkejut. Ibu berkata pada Hae Soo bahwa dia tidak berpikir dia bisa menjual restoran karena bisnis sedang berjalan baik. jadi Yoon Soo akan memberikan uang simpanannya untuk membeli rumah, pada Hae Soo.

“Jadi keluar dari pekerjaanmu di rumah sakit dan pergilah untuk studi di luar negeri.”

Hae Soo mengajak ibu untuk membicarakan hal itu di rumah saja.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000733 Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000754[2]

Hae Soo digiring ibu masuk ke dalam taksi. Tak jauh dari sana, Jae Yeol melihatnya.

Juga Hye Jin dan Yoon Chul. Mereka memanggil Hae Soo yang ada di dalam taksi. Yoon Chul melihat Hae Soo tampak kesal. Hye Jin setuju. Lalu Yoon Chul mengajak Hye Jin untuk segera pergi karena mereka kesana untuk menemui Jae Yeol.

***

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000766[1] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000781[2]

Hye Jin dan Yoon Chul menemui Jae Yeol. Hye Jin terus menggenggam tangan Yoon Chul, dan hal itu tak lepas dari pandangan Jae Yeo. Hye Jin bilang kalau dia selalu merasa bersalah pada Yoon Chul. Dia khawatir tentang merusak hidup Yoon Chul dan tentang berapa banyak Yoon Chul harus menderita lagi saat dia kambuh lagi.

“Apa kau pernah berpikir seperti meninggalkan Yoon Chul dan melarikan diri saat kau merasa seperti itu?” tanya Jae Yeol pada Hye Jin.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000803[2] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000811[1]

Hye Jin tertawa malu, “Melarikan diri akan terlalu mudah.” (berarti bisa melakukan hal yang lebih ekstrim)

Yoon Chul ikut tertawa, “Karena itu inilah yang aku katakan. Jika dia merasa menyesal padaku, maka bersabarlah dan memahami bahkan jika dia marah padaku, dan hanya mencintaiku lebih banyak.”

Yoon Chul menambahkan agar Jae Yeol jangan hanya berpikir dan khawatir tentang Hae Soo, karena Jae Yeol juga berhak untuk bahagia. Jae Yel tersenyum dan tampak memikirkan sesuatu.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000846[2] Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000862[1]

Jae Yeol duduk di tepi kasur sambil memandangi ponselnya. Setelah lama berpikir, Jae Yeol memutuskan untuk menghubungi seseorang. Ibu. Jae Yeol menghubungi ibunya Hae Soo.

“Ibu. Aku akan berbicara dengan Hye Soo dan membantu meyakinkan dia untuk pergi. Aku punya permintaan untuk Ibu. Jangan katakan apapun pada Hye Soo, dan hanya menyuruhnya datang menemuiku.”

Ibu mendengarkan Jae Yeol sambil menatap Hae Soo. Jae Yeol memohon, dan sekali lagi berkata kalau dia akan bicara pada Hae Soo dan membantu ibu untuk menyakinkan dirinya. Jae Yeol mohon agar ibu percaya padanya.

Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000896 Its.Okay.Its.Love.E16.END.mp4_000915

Hae Soo mendekat dan duduk di dekat ibu. Hae Soo meminta ibu mengatakan apa yang ingin ibu katakan padanya. Jae Yeol yang masih berada di ujung telpon memanggil ibu, tapi ibu tak mengatakan apapun dan menutup telponnya.

“Jika ibu tidak akan bicara, maka aku duluan. Aku sangat menyesal untuk mengatakan ini. Tetapi bahkan jika ibu dan Yoon Soo memberitahuku bahwa ibu tidak akan pernah melihatku lagi...”

Ibu menyela, “Jae Yeol ingin kau datang menemuinya di rumah sakit sekarang. Pergi temui dia, dan kita bisa bicara lagi setelah itu.”

Hae Soo kemudian berdiri dan berjalan pergi, mengabaikan Yoon Soo yang menegurnya.

***

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_000955654_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_000994727_thumb[1]

Hae Soo menemui Jae Yeol di rumah sakit. Hae Soo masih tak percaya, apa buku Jae Yeol benar-benar laris? Jae Yeol menunjukkan berita tentangnya di internet yang mengatakan bahwa sejak Penulis Jang Jae Yeol diketahui menderita skizofrenia, penjualan semua buku yang pernah ditulisanya meroket. Semua buku online dan offline kembali menduduki penjualan terbaik.

Hae Soo bertanya perasaan Jae Yeol mengenai itu. Jae Yeol tak menjawab, dia memberitahu Hae Soo kalau Tae Yong menelpon sebelumnya dan mengatakan bahwa acara radio yang biasa dia bawakan mengundangnya kembali sebagai tamu. Jae Yeol meminta pendapat Hae Soo.

“Lakukan. Pergilah ke acara itu, dan hancurkan ketidaktahuan orang-orang tak berpendidikan yang bahkan tidak bisa mengatakan perbedaan antara kriminal tak tahu malu tanpa rasa bersalah dan seorang pasien penderita skizofrenia dari kepiluan dan kesakitan.”

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001005337_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001028427_thumb[1]

Jae Yeol mengangguk, “Aku akan memikirkannya. Dan untukmu... Aku ingin kau pergi dalam perjalananmu seperti yang direncanakan.”

Hae Soo menatap Jae Yeol terkejut. Apa Jae Yeol memintanya datang untuk mengatakan itu, untuk menyuruhnya pergi? Jae Yeol tak menyangkal. Hae Soo bertanya lagi, apa mereka putus lagi? Jae Yeol meminta Hae Soo memberikan loyalitas pada ibu. Hae Soo bilang kalau dia sudah memberi ibu banyak uang selama bertahun-tahun.

“Kau tidak pernah bersikap sangat baik pada ibumu, dan melakukan hal ini padanya tidak benar.”

“Aku bisa melakukan apa pun yang aku inginkan dengan hidupku sendiri.”

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001052618_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001086218_thumb[1]

“Bahkan setelah aku keluar dari rumah sakit... aku akan mengikuti semua sesi pengobatanku. Cinta tidak berarti... menyerah pada sesuatu untuk orang lain. Tapi itu berarti untuk mencapai sesuatu. Jangan menyerah pada rencana kehidupan penting telah kau rencanakan, hanya untukku. Dengan kebebasan kedua kakimu sendiri, pergilah sesuai dengan apa yang telah kau rencanakan.”

Jae Yeol menggenggam tangan Hae Soo. Hae Soo masih belum percaya dengan apa yang dia dengar, apa sekarang Jae Yeol sedang serius.

Jae Yeol berkata lagi, “Lakukan semua yang kau bisa untuk melupakanku tahun depan. Tetapi jika kau masih belum bisa melupakan aku... maka kembalilah padaku.”

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001116949_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001129328_thumb[1]

Jae Yeol juga meminta Hae Soo untuk tidak menghubungi. Dia yakin Hae Soo sudah tahu kalau dia tak akan menjawab bahkan jika Hae Soo menghubunginya. Mata Hae Soo mulai berkaca-kaca, menyadari bahwa Jae Yeol memang serius dengan apa yang dikatakannya.

Jae Yeol bilang setelah hari ini, dia akan menolak semua kunjungan dari Hae Soo. Dan jika Hae Soo mencoba menggunakan autoritasnya sebagai dokter untuk datang ke sekitarnya, maka Jae Yeol akan pindah ke rumah sakit lain.

“Apakah...semudah itu bagimu untuk mengusirku seperti ini?” Hae Soo menitikkan air mata.

“Tidak, ini sulit. Tapi aku harus menahan kesulitan ini... sehingga aku bisa menghadapi keluargamu di masa depan, dan mengatakan pada mereka bahwa aku sudah melakukan semua yang aku bisa dengan keyakinan dan tanpa rasa malu.”

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001160225_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001172538_thumb[1]

Hae Soo menunduk sedih, ”Bagaimana jika aku pergi pada perjalanan ini... dan akhirnya bertemu pria lain?”

Jae Yeol tersenyum, “Aku sempurna untukmu. Tapi jika itu terjadi... aku akan menyadari bahwa aku pasti sudah keliru, dan berharap kau bahagia dalam hidup. Aku tidak akan menyerah dalam hal ini. Sama seperti bagaimana aku akhirnya menyadari kebenaran tentang Kang Woo dengan bantuanmu, kau akan pergi dalam perjalanan ini dengan bantuanku dan kembali dengan lebih kuat, dan lebih bijaksana.”

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001218417_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001223655_thumb[1]

Jae Yeol kemudian meminta Hae Soo pergi. Air mata Hae Soo menetes lagi. Hae Soo bertanya untuk meyakinkan bahwa Jae Yeol tak akan berkompromi dalam hal itu. Jae Yeol membenarkan, dia lalu mengusap air mata Hae Soo dan menciumnya. Jae Yeol kembali menyuruh Hae Soo pergi.

“Apakah kau sadar bahwa kau seorang bajingan mengerikan?”

“Ya, aku tahu.” Jae Yeol tersenyum sambil menahan tangisnya.

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001303402_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001314980_thumb[1]

Hae Soo mengangguk dan pamit pergi. Dia berusaha tidak menangis lebih banyak. Setelah Hae Soo keluar, Jae Yeol termenung menatap ke luar jendela. Hae Soo yang tampak bingung pun kemudian berjalan pulang.

***

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001328960_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001353051_thumb[1]

Hae Soo pulang ke rumah. Dia mencium kening ayahnya yang sudah tidur, lalu bicara dengan ibu. Hae Soo memberitahu ibu bahwa besok dia akan mengajukan permintaan cuti dan benar-benar akan segera pergi. Ibu tampak masih tak percaya.

“Berbohong padaku dan menipuku untuk menghubungi satu sama lain di belakang punggungku dan terus bertemu satu sama lain untuk melakukan hal-hal lain... tidak akan ada semua itu, kan?”

Hae Soo menggeleng, “Jika Jae Yeol dan aku selicik itu dan berkomplot, maka kami sudah meninggalkan keluarga kami melarikan diri ke suatu tempat di luar negeri. Ibu tahu seperti apa aku ini.”

Ibu menatap Hae Soo, mencoba untuk percaya.

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001392691_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001405971_thumb[1]

“Setelah aku pergi, aku tidak akan pernah menghubungi Jang Jae Yeol lagi. Karena aku benar-benar sangat mencintai ibu. Sebanyak itu yang bisa aku lakukan, dengan senyuman di wajahku. “

Ibu mengerti, dan mengijinkan Hae Soo pergi. Hae Soo menggenggam tangan ibu. Seperti bagaimana ibu terus percaya padanya sampai sekarang, Hae Soo ingin ibu percaya sekali lagi padanya. Ibu tak mengerti maksud Hae Soo.

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001442774_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001461259_thumb[1]

Hae Soo menjelaskan, percaya pada kenyataan bahwa dia benar-benar seorang dokter yang baik yang bisa membantu menyembuhkan para pasiennya. Dan juga, kenyataan bahwa tak peduli kemalangan apapun yang datang dijalannya, dia tahu bagaimana mengubah kemalangan itu kembali menjadi sukacita dan kebahagiaan.

“Jadi kau mengatakan... Ketika kau kembali, kau dan Jae Yeol..”

“Ibu.” Hae Soo menyela. “Aku mencintaimu. Aku akan sering menelepon ibu. Jaga diri ibu, oke?”

Hae Soo menangis, lalu pamit pergi. Ibu minum, dan menangis. Ibu menyebut Hae Soo benar-benar keras kepala.

***

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001521052_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001525824_thumb[1]

Hae Soo pulang ke rumah, disambut senyuman hangat Dong Min dan Soo Kwang yang menyalakan lilin. Soo Kwang bilang dia akan memastikan lilin Jae Yeol tidak akan pernah padam meski setelah Hae Soo pergi. Hae Soo tersenyum.

***

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001538803_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001560125_thumb[1]

Soo Kwang membawa dua koper milik Hae Soo keluar rumah dan menyuruh Choi Ho untuk membawanya ke dalam mobil. Choi Ho menurut dan pamitan pada Dong Min. Hae Soo keluar rumah dan kaget melihat Choi Ho, apa yang dia lakukan.

“Aku memanggilnya sehingga kita bisa menggunakan dia untuk mobilnya.” Soo Kwang tertawa. “Mengapa kau terlihat begitu terkejut? Kita harus menggunakan dia sebanyak yang kita bisa untuk semua hal buruk yang telah dilakukannya. Ini jauh lebih baik daripada menggunakan taksi. Ini akan menghemat uang untuk perjalananmu.”

Hae Soo tertawa mendengarnya, dia benar-benar suka cara berpikir Soo Kwang. Soo Kwang meminta Hae Soo jaga diri baik-baik dan untuk sering menghubunginya. Dong Min juga mengucapkan selamat tinggal pada Hae Soo, sayonara.

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001572070_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001584583_thumb[1]

“Berbahagialah dan hidup dengan baik ketika istrimu kembali dari Amerika, oke?”

“Pergi saja. Aku tidak ingin Soo Kwang dan aku mulai menangis dari keharusan untuk mengucapkan selamat tinggal kepadamu.”

“Kau selalu saja mengatakan bahwa kau mencintaiku dengan kata-kata.”

Dong Min emosi, “Bagaimana lagi kita bisa mengatakan itu selain dengan kata-kata? Ini tidak seperti kita dapat mengatakan dengan tubuh kita!”

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001591556_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001600732_thumb[1]

Ugh, Hae Soo kesal dengan Dong Min dan mulutnya yang kasar itu. Soo Kwang tertawa. Hae Soo kemudian melambaikan tangan pamit pergi. Soo Kwang dan Dong Min juga melambaikan tangan dan meminta Hae Soo untuk berhati-hati.

Seakan tak ingin pergi, Hae Soo melambaikan tangan dengan berbagai macam gaya, hingga akhirnya benar-benar pergi.

***

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001605437_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001617482_thumb[1]

Hae Soo membuka jendela mobil dan mengeluarkan satu tangannya keluar. Hae Soo merasakan angin yang terasa begitu baik, dan udara yang terasa dingin. Hae Soo tersenyum memandang keluar. Dia sepertinya sedang menyembunyikan kesedihannya.

***

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001634232_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001643575_thumb[1]

Kepala Editor membantu Jae Yeol berganti pakaian, seperti Jae Yeol biasanya. Tae Yong cemberut mendengar Editor memuji Jae Yeol tampak seksi. Editor heran bagaimana Jae Yeol bisa tampak sebaik itu, dan sangat tampan. Jae Yeol tersenyum mendengar pujian itu.

Young Jin masuk dan menanyakan perihal Jae Yeol yang akan pergi keluar malam ini. Jae Yeol membenarkan. Tae Yong ikut menjelaskan kalau Jae Yeol akan melakukan acara radio malam ini.

Young Jin kemudian bertanya, apa Jae Yeol tahu bahwa Hae Soo pergi hari ini? Jae Yeol membenarkan.

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001658256_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001663161_thumb[1]

Dikawal Kepala Editor dan Tae Yong, Jae Yeol pergi ke stasiun SBC. Disana sudah banyak para penggemar yang menyambutnya, berebut meminta tandan tangan. Dan ada seorang siswa SMA yang juga meminta tanda tangannya.

Jae Yeol terkejut mendengar suaranya seperti suara Kang Woo, tapi kemudian tertawa setelah melihat itu bukan Kang Woo, siswa yang sama saat dia lihat di rumah sakit. (Jadi curiga, jangan-jangan Kang Woo berubah wujud, haaha..tapi kayaknya bukan sih, soalnya editor dan Tae Yong juga melihat siswa itu.)

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001674639_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001682714_thumb[1]

Tae Yong menghentikan sesi tanda tangan itu dan mengajak Jae Yeol pergi. Terdengar teriakan para penggemar yang bilang bahwa Jae Yeol tetap tampan seperti biasa, tidak terlihat sakit mental sama sekali. Terdengar lagi yang meragukan sakitnya Jae Yeol, mengira Jae Yeol hanya pura-pura sakit untuk menjual lebih banyak buku.

Langkah Jae Yeol terhenti mendengar hal itu. Tapi kemudian dia melanjutkan langkahnya bersama editor. Hanya Tae Yong yang mendecak kesal sambil melihat ke sumber suara.

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001701933_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001710575_thumb[1]

Jae Yeol sedang mengisi acara radio itu dan membicarakan masalah munculnya ide dalam menulis novel dengan DJ acara itu. PD-nim tersenyum senang melihat Jae Yeol yang melakukan acara itu dengan baik dan percaya diri. Editor bilang Jae Yeol hanya terlihat begitu tampan.

“Aku sadar bahwa saat ini anda tinggal sebagai pasien di rumah sakit? Ini benar-benar bagus untuk melihat anda tampak begitu baik dan bahagia.”

“Terima kasih, sangat senang berada di sini.”

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001726925_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001733898_thumb[2]

DJ kemudian bilang bahwa banyak penggemar Jae Yeol yang mengirim pesan dengan permintaan khusus. Mereka meminta Jae Yeol melakukan ucapan penutup seperti yang biasa dilakukan Jae Yeol di acara radio. DJ tahu bahwa itu mungkin memaksa, tapi bisakah Jae Yeol melakukan itu untuk para penggemar?

Jae Yeol tersenyum dan melihat ke arah editor. Editor mengacungkan jempol tanda setuju. Jae Yeol pun bersedia melakukannya. Jae Yeol bersiap melihat ke kamera dan memperkenalkan diri.

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001743608_thumb[2] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001755854_thumb[1]

“Anyeonghaseyo, ini adalah Jang Jae Yeol.”

Di dalam pesawat, Hae Soo melihat acara Jae Yeol itu. (Kalimat-kalimat yang aku miringkan adalah ucapan Jae Yeol di radio.)

“Seperti yang aku yakin banyak dari kalian mungkin sudah tahu... aku menderita penyakit mental.”

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001760892_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001772704_thumb[1]

“Para dokter mengatakan bahwa penyakitku agak umum dengan sekitar satu dari setiap ratus orang yang menderita penyakit itu, dan bahwa itu bukan penyakit mematikan, tetapi penyakit di mana pengobatan sangat mungkin. Aku percaya pada dokter ini, dan aku berencana untuk melakukan yang terbaik untuk mengatasi hal ini.”

Ibu dan Jae Beom mendengarkan Jae Yeol dari radio.

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001779844_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001783648_thumb[1]

“Karena aku percaya bahwa hal terbaik yang bisa aku lakukan untuk orang-orang yang aku cintai... adalah untuk tidak pernah putus asa tidak peduli apa yang mungkin datang di jalanku.”

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001789554_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001801666_thumb[1]

“Sebagai ucapan selamat malamku, aku ingin mengatakan pada diriku sendiri, bukan untuk para pendengarku di luar sana. Meskipun aku selalu menjadi orang yang bertanya bagaimana yang dilakukan semua orang dan mengucapkan ‘goodnight’ yang tak terhitung jumlahnya pada para pendengarku selama bertahun-tahun…aku telah menyadari bahwa aku belum pernah mengatakan kata-kata itu pada diriku sendiri.”

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001789554_thumb[3] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001801666_thumb[3]

“Untuk malam ini, daripada menanyakan hal itu pada orang lain, beralih ke dirimu sendiri dan bertanya.. 'Apakah kau benar-benar baik-baik saja?'. Tanyakan itu pada dirimu sendiri. Berharap dirimu sendiri hangat dan terhibur dari ‘goodnight’. Jadi untuk malam ini..” Jae Yeol melihat pantulan dirinya di kaca, “Goodnight, Jang Jae Yeol.”

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001852417_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001865897_thumb[1]

Soo Kwang menatap dirinya sendiri di cermin dan tersenyum.

“Goodnight, Park Soo Kwang.”

Soo Kwang mencium dirinya sendiri di cermin, memandangnya lagi, lalu mencumbunya. Haha.

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001868600_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001878109_thumb[1]

Dong Min juga menatap pantulan dirinya di cermin dan tersenyum.

“Goodnight, Jo Dong Min.”

It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001893858_thumb[1] It's.Okay.It's.Love.E16.END.mp4_001919150_thumb[1]

Hae Soo mematikan ponselnya, lalu melihat pantulan dirinya di kaca jendela pesawat.

“Goodnight, Ji Hae Soo.”

Hae Soo kemudian memejamkan matanya yang mulai menangis. Dan pesawat Hae Soo pun berangkat.

***

Bersambung ke bagian 2 ~

***

# Keinginan kuat Jae Yeol untuk sembuh, akhirnya juga memberinya kekuatan untuk melepaskan Kang Woo pergi. Yang berarti juga memaafkan dirinya sendiri yang saat itu memang tak punya kuasa. Intinya, Jae Yeol sudah berdamai dengan hatinya sendiri.

# Gak nyangka, ternyata Jae Yeol yang mengirim Hae Soo pergi. Sungguh bijak dan tak egois. Jae Yeol ingin Hae Soo membahagiakan ibunya dulu dengan mengikuti keinginannya. Dan juga untuk membuktikan, bahwa jika nanti mereka kembali bersama setelah berpisah, setidaknya ibu tak punya alasan lagi untuk tidak merestui. Bahkan mungkin Jae Yeol juga sudah sembuh total.

Comments

  1. ditunggu part.2 nya mb'mumu :)

    ReplyDelete
  2. Aaaaah jang jae yeol sarangeeeeeeee #cipokbasah

    ReplyDelete
  3. Yippi...di tunggu part 2 nya unni^^

    ReplyDelete
  4. Mksih sinopx mb...
    Setelah dibuat mewek2
    Akhirx.....

    Ditunggu part 2 nya..and project selanjutx...

    Smga sehat selalu mb
    Aminnnn...


    Milla«~

    ReplyDelete
  5. Cowok yg bijak,,
    Perfect..
    Dramanya keren.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts