KARA Secret Love: Have You Ever Had Coffee with an Angel – Part 2 (end)

[Sebelumnya di Part 1]

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[142] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[246]

Woo Bin membuat kesalahan. Woo Bin bertanggung jawab atas keluarga Direktur dari travel Cina yang datang ke Korea jam 2 siang. Namun ternyata perwakilan itu datang lebih awal, jam 11. Dia mengirim email pada Woo Bin, tapi Woo Bin tak membacanya karena ternyata emailnya masuk ke spam.

Atasan Woo Bin marah, karena berarti perwakilan Cina itu sudah sampai beberapa jam lalu. Direktur itu bertanggung jawab atas 10000 pelanggan baru mereka. Bagaimana bisa Woo Bin lalai.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[336] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[262]

Chun Sa Nam menjadikan itu sebagai sebuah kesempatan. Dengan kekuatannya, dia membuat saluran telpon mati. Sehingga Woo Bin dan yang lain tak bisa melakukan telpon keluar. Tak hanya itu, Chun Sa Nam juga membuat semua ban mobil kempes.

Lalu Chun Sa Nam dengan kekuatannya, bicara melalui speaker bis pada Sun Woo yang sedang memandu wisatawan untuk segera ke bandara menjemput Direktur Cina itu. Tak lupa Chun Sa Nam memberikan petunjuk. Direktur itu bernama Kang Yu Wei, umurnya pertengahan empat puluh. Dia dan istrinya berpergian dengan anaknya yang 6 tahun.

Chun Sa Nam juga bilang jika masalah ini tak segera diatasi, kali ini Kim Woo Bin benar-benar akan kehilangan pekerjaan.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[175] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[27]

Sun Woo pergi ke bandara. Walau sulit untuk menemukan orang yang dimaksud, tapi Sun Woo berhasil menemukannya. Sun Woo meneriakkan nama Kang Yu Wei beberapa kali. Direktur itu marah. Sun Woo melihat anak Direktur itu memegang perutnya karena lapar.

***

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[26] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[108]

Woo Bin sangat cemas. Chun Sa Nam yang berada disana memanas-manasi Woo Bin dengan bilang mungkin Direktur itu akan memutuskan kontrak dengan mereka karena dia sangat kecewa. Bahkan anaknya merasa tak enak badan dan kelaparan tidak makan seharian, tidak cocok dengan makanan Korea.

Saat Woo Bin akan menghungi restoran Cina, Sun Woo datang dengan membawa bubur Cina bernama Congee dan doshirak yang sebenarnya dia bawa untuk Woo Bin. Sun Woo merasa anak Direktur akan menyukai makanan itu. Sun Woo meminta Woo Bin membawanya masuk. Woo Bin berterima kasih.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[42] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[163]

Woo Bin masuk dan memberikan makanan itu pada anak Direktur. Anak itu merasa senang, dan segera memakannya.

Semuanya merasa lega, termasuk Woo Bin dan Sun Woo. Chun Sa Nam memuji Sun Woo.

“Tidak buruk. Akhirnya kau melakukan sesuatu.

***

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[283] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[212]

Malam hari. Chun Sa Nam sedang menonton MV sebuah Girl Band. Sun Woo berganti pakaian untuk pergi menemui Woo Bin yang mengundangnya makan malam. Chun Sa Nam mengomentari pakaian Sun Woo tak layak. Dengan satu jentikkan jari Chun Sa Nam merubah penampilan Sun Woo.

“Sepertinya aku belum mengatakan ini padamu. Tapi... terima kasih atas semuanya.” Ujar Sun Woo sebelum pergi.

Sun Woo keluar setelah mengatakan kalau dia akan melakukan yang terbaik malam itu. Chun Sa Nam tak mengatakan apapun. Tapi wajahnya menunjukkan sesuatu yang lain. Seperti tidak senang Sun Woo akan pergi menemui Woo Bin.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[296] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[69]

Tak berapa lama Sun Woo kembali masuk ke dalam dan memberitahu kalau doshirak yang ada di meja adalah untuk Chun Sa Nam.

Chun Sa Nam melihat doshiraknya, lalu tersenyum.

***

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[349] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[82]

Sun Woo tampak gugup makan malam bersama Woo Bin. Woo Bin menyuruh Sun Woo untuk santai saja menikmati makanannya, karena itu bukan pertama kali mereka bertemu. Tapi Sun Woo mengelak kalau dia merasa gugup, dia bilang kalau dia merasa nyaman.

Woo Bin bilang Nyonya Wei tadi memuji tentang bubur buatan Sun Woo. Woo Bin tak menyangka kalau Sun Woo juga bisa memasak masakan Cina. Sun Woo bilang kalau itu karena dia tahu Woo Bin suka makanan Cina. Sun Woo tahu itu dari Hye Jin pacar Woo Bin saat itu yang merasa bosan karena terus pergi ke restoran Cina untuk makan Jjajangmyun yang disukai Woo Bin.

Woo Bin tersenyum miris, itu bukan karena dia suka, tapi karena makanan itu termurah yang bisa dibelikan untuk Hye Jin. Saat itu bisnis ayah Woo Bin sangat susah, hingga dia dan keluarga beranggota 5 orang harus tinggal bersama di apartemen kecil. Sun Woo meminta maaf, dia tak tahu hal itu. Woo Bin tak masalah, karena itu masa lalu.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[235] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[205]

“Tapi... Sun Woo. Jangan bergantung padaku. Aku ingin diakui oleh perusahaan secepatnya. Aku tidak bisa membuang-buang waktu saat aku jauh-jauh datang ke Jeju. Sun Woo, kau manis dan merupakan rekan junior yang baik. Tapi jujur...Aku fokus pada pekerjaan sekarang. Maaf.”

Sun Woo hanya sedikit mengangguk dan menunduk. Kecewa lagi.

***

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[83] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[61]

Dan di rumah, Chun Sa Nam yang mendengar berita itu mondar mandir dengan kesal membuat Sun Woo pusing melihatnya. Chun Sa Nam kesal, bagaimana bisa Woo Bin bermain-main agar sulit didapatkan. Chun Sa Nam bilang dia tak suka Woo Bin.

“Kudengar keluarga Woo Bin punya agen travel kecil. Jika dia terus membuat keluarganya kesulitan... dia tidak akan punya kebebasan untuk berkencan. Aku... mengerti semuanya.” Ujar Sun Woo lemas.

Chun Sa Nam masih tak mau terima. Dia bilang kalau laki-laki beralasan seperti itu, maka Sun Woo tak boleh melepaskannya.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[72] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[362]

Chun Sa Nam punya ide, mereka harus mengubah metode. Jika Woo Bin hanya bisa berpikir tentang pekerjaan, maka Sun Woo juga harus begitu. Sun Woo harus menunjukkan sesuatu pada Woo Bin di kantor.

“Jangan membicarakan sesuatu yang tidak mungkin. Apa rencanamu? Tidak peduli seberapa keras aku mencoba, kau pikir aku akan menarik perhatiannya?”

Sun Woo kemudian membayangkan dia yang memberikan kopi dan fotokopi dokumen pada Woo Bin dengan gaya tegas. Sun Woo menggeleng kepala. Dia tak mungkin melakukan itu, dia harus melakukan sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan untuk menunjukkan dedikasi.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[245] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[351]

Chun Sa Nam tampak berpikir, lalu dia berteriak senang karena menemukan sebuah ide. Sun Woo pasti berhasil.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[146] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[15]

Dan ide itu adalah Sun Woo harus mengikuti sebuah lomba menulis rencana perjalanan dari perusahaan. Tapi Sun Woo bilang dia belum pernah menulis rencana perjalanan dan ini pertama kalinya dia bekerja di travel. Sun Woo bilang dia tak bisa dan tak akan melakukannya.

Chun Sa Nam menenangkan Sun Woo, karena dia itu seorang malaikat yang bahkan bisa terbang di langit. Jadi hal seperti itu adalah hal yang mudah. Chun Sa Nam akan membantu Sun Woo.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[237] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[43]

Mereka kemudian berjalan mendaki bukit untuk menemukan tempat wisata yang menarik. Sun Woo kepayahan, dia kesal malaikat macam apa yang berjalan kaki untuk bekerja. Mereka harus membuat perjalanan yang akan disukai orang-orang.

“Kau tahu seberapa rumitnya manusia? Dan juga, kalau aku menyenangkan setiap manusia, apakah aku menjadi malaikat sekarang? Aku akan menjadi T-U-H-A-N di langit. Pokoknya, ikuti aku. Kalau kau jatuh, aku tidak akan membantumu.”

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[44] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[157]

Sun Woo yang mengeluh akhirnya tertawa senang begitu sampai di atas. Melihat pemandangan yang indah.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[214] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[140]

Sun Woo dan Chun Sa Nam terus menjelajah ke berbagai tempat, tentunya tempat dengan pemandangan yang indah.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[181] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[278]

Terakhir, mereka kembali menaiki sebuah bukit karang di tepi pantai. Mereka duduk disana.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[230] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[64]

“Kalau kau malaikat pelindung...Apa kau memperhatikanku sejak lahir?”

“Tentu saja! Kenapa kau tanya itu? Dari saat manusia pertama kali menangis kami tidak bisa melepaskan pandangan dari manusia yang ditugaskan untuk kami. Pokoknya mengganggu. Terutama kau, Park Sun Woo...Tak pernah ada yang menarik dalam hidupmu.”

Sun Woo bilang kalau dia mengira malaikat itu seperti bayi yang cantik dan manis. Sun Woo juga menduga kalau malaikat akan muncul di saat tersulit, bukan tiba-tiba. Chun Sa Nam membenarkan, tapi mereka tidak sering menunjukkan diri seperti itu. Tergantung seberapa putus asanya manusia, ada perbedaan dalam hal itu.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[215] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[156]

“Kalau begitu...Kenapa saat itu kau tidak muncul? Aku berdoa dengan putus asa. Saat itu... di... ruang UGD. Aku menunggu lama. Akan lebih baik kalau aku...mati menggantikan orang tuaku. Itu doaku.”

Chun Sa Nam bilang kalau waktu Sun Woo untuk mati masih jauh. Sun Woo kesal, kenapa malaikat ketat pada sesuatu yang sudah diputuskan sejak awal. Malaikat seharusnya melakukan apa sungguh-sungguh yang manusia inginkan.

“Aku juga tidak mengetahui segalanya. Aku harus melindungi manusia... tapi aku tidak tahu kenapa manusia tidak dapat mengendalikan takdirnya. Tapi...Saat itu, orang tuamu mengatakan padaku agar tidak mendengarkan doamu. Tidak apa jika mereka meninggal berkali-kali... Mereka meminta agar kau terus hidup.”

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[217] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[197]

Mereka kemudian melihat matahari tenggelam di tengah-tengah dua batu karang. Sun Woo menangis. Chun Sa Nam heran kenapa Sun Woo menangis. Sun Woo juga tidak tahu dan menghapus air matanya.

Chun Sa Nam merangkul Sun Woo, “Apa yang dilakukan atasanku (Tuhan)...Semuanya memiliki alasan. Meskipun kau tidak mengetahuinya sekarang... kau akan mengetahuinya, suatu hari.”

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[149] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[8]

Chun Sa Nam kemudian memandang wajah Sun Woo yang sedang menatap lurus ke depan hingga akhirnya Sun Woo menyadarinya. Mereka pun canggung, dan Chun Sa Nam melepaskan rangkulannya.

***

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[127] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[240]

Chun Sa Nam duduk memandang Sun Woo yang sedang tidur. Dia bercerita sendiri kalau dia membuat anak laki-laki yang membuat mata Sun Woo hitam saat berumur 11 tahun, jatuh tersandung dan mimisan. Banyak sekali masalah yang dia dapatkan saat itu, hingga dia takut kalau dia akan dimasukkan ke neraka.

“Dan...saat kau berumur 18 tahun. Saat kau menangis di luar ruang UGD... Aku ada di sana. Tapi kenapa aku berharap kau tahu... Aku juga tidak tahu.”

Mungkinkah kau sudah mulai merasakan perasaan lain pada Sun Woo, Chun Sa Nam?

***

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[188] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[117]

Sun Woo yang sedang melihat proposal rencana perjalanan miliknya melihat Woo Bin menyobek proposal miliknya. Woo Bin melakukan itu karena perusahaan lain sudah membuat perjalanan yang sama dengan yang akan dia ajukan. Padahal kalau berhasil, Woo bin berharap bisa masuk ke Tim Pemasaran.

Sun Woo menunjukkan proposal miliknya. Woo Bin heran bagaimana bisa Sun Woo menemukan tempat-tempat itu. Woo Bin terlihat bersemangat melihatnya. Dengan hati-hati Sun Woo bertanya apa Woo Bin menginginkan proposalnya? Jika itu adalah hal yang dibutuhkan agar diakui perusahaan, Sun Woo akan memberikannya. Karena itu hal yang paling penting untuk Woo Bin.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[173] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[267]

“Kau boleh mengambilnya. Karena itu aku kemari.”

“Aku bersyukur...tapi aku akan menemukan caraku sendiri. Akan menggelikan kalau mendapatkan bantuan seperti ini darimu.”

Sun Woo memaksa, dia tak akan mengatakan pada siapapun, jadi Woo Bin bisa memilikinya. Woo Bin sudah memegang Proposal itu, kemudian Chun Sa Nam datang dengan kesal. Dia bilang Sun Woo tak akan pernah tahu sat manusia mengkhianatinya.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[227] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[17]

“Park Sun Woo. Apa ini sesuatu yang sangat tidak penting sampai kau bisa menyerahkannya kepada siapa pun? Aku tidak membantumu demi manusia ini.”

“Membantu Woo Bin untuk sukses sama dengan membantuku. Kau sudah lupa?” Sun Woo tampak kesal.

Woo Bin menghentikan pertengkaran mereka. Dia menyerahkan proposal itu pada Chun Sa Nam, mereka bisa berpura-pura tak ada yang terjadi. Tapi Woo Bin menyebut Chun Sa Nam keterlaluan karena telah bersikap kasar. Chun Sa Nam menyuruh Woo Bin ambil saja proposal itu dan pergi.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[121] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[99]

“Apa mungkin kau...menyukai Sun Woo? Karena itu kau semarah ini?” cibir Woo Bin.

“Aku?” Chun Sa Nam terdiam sesaat. “Tidak. Tidak mungkin. Pokoknya, manusia selalu emosi dan menggunakannya untuk melawan orang lain. Park Sun Woo, dengar baik-baik. Aku marah karena kau menyedihkan. Meskipun kau memberikannya, harusnya kau bilang padaku.”

“Itu...” Sun Woo bingung harus mengatakan apa.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[211] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[323]

“Aku minta maaf atas namanya. Sun Woo tak akan membuat kesalahan seperti ini kalau bukan karenaku. Maafkan aku.” Woo Bin menyodorkan proposal itu pada Chun Sa Nam.

Chun Sa Nam menepisnya hingga membuat tangannya terluka. Chun Sa Nam bingung dengan apa yang terjadi, kenapa tangannya bisa terluka. Harusnya tidak. Chun Sa Nam berusaha menyembuhkannya dengan kekuatannya, tapi tidak berhasil.

***

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[328] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[343]

Chun Sa Nam merapikan gudang. Dia heran karena dia kehabisan nafas setelah mengangkat beberapa kotak, seperti manusia yang menyedihkan. Sun Woo yang kesal datang menemui Chun Sa Nam. Dia bertanya Chun Sa Nam mencoba membantunya atau mengganggunya. Sun Woo melakukan itu (memberikan proposal) agar terlihat baik di depan Woo Bin. Dia mungkin akan menyukainya setelah membaca proposal itu.

“Memangnya aku bilang apa? Kalau dia bilang membutuhkannya, kau akan memberikan ginjalmu juga. Kesempatan semacam itu...Sudah kutahu kau akan memberikan padanya.” Ujar Chun Sa Nam.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[2] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[309]

“Meskipun aku memberikan padanya, tidak berarti aku lupa waktu yang kita habiskan bersama... Barang adalah barang. Kenangan adalah kenangan. Aku tidak memberikan padanya apa yang kita lihat dan rasakan. Aku tidak tahu bagaimana perasaan malaikat... tapi manusia seperti itu. Setidaknya bagiku.”

Chun Sa Nam terdiam mendengar ucapan Sun Woo. Dan setelah Sun Woo pergi, Chun Sa Nam bergumam apa Sun Woo benar-benar manusia. Sun Woo mengusir malaikat dan menariknya kembali. Chun Sa Nam tersenyum.

***

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[161] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[353]

Chun Sa Nam menemani Sun Woo membeli kopi dan kue. Chun Sa Nam melihat bekas luka dijarinya dan teringat pertanyaan Woo Bin, apakah dia suka pada Sun Woo. Chun Sa Nam bergumam, karena itulah dia tak ingin tidak ingin terlibat dengan manusia.

Sun Woo keluar dari café dan melihat para wanita yang ada disana terpesona pada Chun Sa Nam.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[322] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[109]

Sun Woo menghampiri Chun Sa Nam dan bilang dia baru sadar kalau Chun Sa Nam barang keren. Chun Sa Nam menganggap itu sebagai penghinaan.

Sun Woo heran kenapa Chun Sa Nam yang bilang akan membantu malah diam saja, dan sejak kapan Chun Sa Nam minum kopi. Chun Sa Nam bilang kata-kata Sun Woo membuatnya merasa tak enak.

***

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[150] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[63]

Sun Woo membagikan materi yang akan menjadi bahasan dalam rapat. Itu adalah rencana perjalanan yang dia ajukan (baru kayaknya). “Have You Ever Had Coffee With an Angel?” adalah judul paket perjalanan itu. Chun Sa Nam mendelik kesal pada Sun Woo yang menjadikan dirinya sebagai objek.

Woo Bin yang membacanya bingung dengan pernyataan: pemandu wisata personal sudah termasuk paket.

“Hal ini untuk memberikan kesempatan pada pelanggan untuk memilih pemandunya sendiri. Memilih pemandu dari sudut pandang pelanggan dengan sifat atau hobi yang unik untuk beberapa jam atau hingga perjalanan selesai. Dan pemandu wisata itu akan menyusun perjalanan yang sesuai dengan pelanggan mereka. Kurasa program yang kuat akan berhasil. Seperti melihat bunga-bunga liar Jeju atau membuat penanda jejak menunjuk ke mana harus pergi. Berenang di laut terlihat menyenangkan. Dengan 100 orang, bisa tersusun 100 program yang berbeda.” Sun Woo menjelaskan.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[184] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[60]

Woo Bin tampak takjub dengan ide Sun Woo ini. Tapi Chun Sa Nam mempertanyakan maksud dari judul paket itu. Sun Woo bilang mereka akan mencobanya dengan Chun Sa Nam sebagai pemandu. Pelanggan wanita yang menyukai pria tampan akan menikmati kafe dengan pemandangan. Mereka bisa menyebutnya kencan.

Chun Sa Nam kesal karena Sun Woo tak membicarakan dulu hal itu dengannya. Sun Woo bilang dia kita Chun Sa Nam akan mengetahuinya meski dia tidak memberitahu dulu.

Tapi, Woo Bin ragu apa mungkin mereka yang jauh-jauh datang ke Jeju benar-benar mau pergi ke coffee shop. Keraguan itu dijawab oleh salah seorang pegawai wanita mereka yang mengacungkan tangan, kalau dia akan melakukannya. Meskipun hanya beberapa jam bersama Chun Sa Nam, minum teh dan mengobrol. Dia rasa itu akan menciptakan kenangan yang akan berlangsung seumur hidup.

Karena paket itu juga berlaku untuk pegawai, para pegawai wanita berebut mendaftar pada Sun Woo untuk berkencan dengan Chun Sa Nam. Tapi Chun Sa Nam dengan terbata berkata kalau paket itu sedikit mengganggunya.

***

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[179] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[282]

Kantor travel ramai dengan telpon dan pegawai travel mulai menawarkan paket perjalanan itu pada pelanggan.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[66] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[270]

Sun Woo melihat pada Chun Sa Nam yang tampak menikmati waktunya bersama para pelanggan. Sun Woo pun mencibir Chun Sa Nam yang katanya tidak mau ikut, bahkan mungkin akan jadi masalah besar kalau dia tidak memaksanya.

Chun Sa Nam menghampiri Sun Woo dan bertanya tentang tujuan dia dan pelanggan selanjutnya. Sun Woo tak menjawab dan mengatakan yang lain.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[332] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[93]

“Kau tidak pernah tertawa seperti itu denganku. Malaikat pelindung macam apa yang memperlakukan orang lain lebih baik daripada manusianya sendiri? Aku tidak mengerti sama sekali.”

Chun Sa Nam tersenyum, “Apa kau... sedang melakukan apa yang dilakukan wanita untuk menarik perhatian? Cemburu?”

Sun Woo menyangkal dengan keras dan menyuruh Chun Sa Nam untuk cepat dan pindah lokasi. Sun Woo pergi dengan kesal. Chun Sa Nam tertawa, Sun Woo sedang cemburu.

***

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[171] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[295]

Woo Bin memberikan selamat pada Sun Woo karena telah menjadi pegawai tetap dan mereka benar-benar rekan kerja sekarang. Sun Woo membalas jabat tangan Woo Bin dan bilang kalau itu semua berkat dukungan Woo Bin.

“Hari ini kau terlihat lebih cantik dari kemarin. Cukup hingga membuatku tak ingin kehilanganmu.”

“Apa? Maksudmu...” Sun Woo bingung mengartikan perkataan Woo Bin.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[236] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[38]

“Aku ingin mengucapkan selamat hanya berdua denganmu.” Woo Bin menggenggam tangan Sun Woo. “Kau mau makan malam denganku?”

Chun Sa Nam datang dan melihatnya dengan tidak suka. Dia lalu memanggil Sun Woo dan mengatakan kalau Kepala Departemen mencarinya. Sun Woo akan pergi. Woo Bin menahan tangannya dan bilang kalau mereka akan bertemu jam 8 malam. Sun Woo mengangguk dengan tersipu.

Woo Bin berjalan melewati Chun Sa Nam dengan senyum kemenangan. Begitu Woo Bin lewat, Chun Sa Nam menoleh seakan menyadari sesuatu.

***

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[10] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[194]

Chun Sa Nam ikut pergi bersama Sun Woo menemui Woo Bin. Chun Sa Nam memaksa ikut dengan alasan kalau Sun Woo akan lebih membutuhkannya di saat-saat penentuan. Sun Woo meminta Chun Sa Nam berjanji kalau dia akan pergi di saat terakhir. Chun Sa Nam berjanji.

Woo Bin menunggu Sun Woo di dermaga. Jalan menuju meja, dihiasi lilin-lilin dan bunga-bunga. Sun Woo tersenyum senang menyadari Woo Bin menyiapkan itu semua untuknya. Sedangkan Woo Bin melihat tidak senang karena ada Chun Sa Nam disana.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[74] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[331]

Woo Bin tak tahu kalau Sun Woo akan datang bersama Chun Sa Nam. Sun Woo bilang Chun Sa Nam akan segera pergi. Tapi Chun Sa Nam membantah, karena mereka datang bersama, mereka harus pergi bersama.

Woo Bin bilang kalau Sun Woo dan Chun Sa Nam lebih dekat dari yang dia kira. Woo Bin pun bertanya apa mereka lebih dari sekedar teman satu rumah. Sun Woo menyangkal, tapi Chun Sa Nam membenarkan. Dia adalah malaikat pelindung Sun Woo.

Woo Bin mencibir Chun Sa Nam yang kekanakan dengan mengatakan hal itu. Dia menyuruh Chun Sa Nam pergi karena dia membuat itu semua karena ingin berduaan bersama Sun Woo. Chun Sa Nam juga tak ingin disana lebih lama, tapi tak baik jika dia pergi sekarang.

“Apa yang kau inginkan dari Park Sun Woo...dan maksud tersembunyi yang mendorongmu melakukan hal ini... Aku bisa mengetahui semuanya.”

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[88] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[122]

“Maksud tersembunyi? Aku akan membiarkannya...Tapi kau yang memakai alasan kalau kau teman serumah untuk merayu Sun Woo. Begitu kan?”

“Kau akan memberi cincin pada Park Sun Woo, memintanya untuk menikah denganmu.”

Woo Bin bingung bagaimana Chun Sa Nam tahu hal itu. Dan Sun Woo pun nampak tak percaya. Tapi Chun Sa Nam belum selesai bicara.

“Dan… Kau akan memintanya untuk bekerja di agen perjalanan milik ayahmu. Pokoknya, manusia...kadang-kadang ini layak demi melihat mereka terkejut. Memanipulasi situasi dimana wanita tidak dapat menolak lamarannya... dan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Itulah maksud tersembunyinya.”

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[289] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[152]

Sun Woo bertanya pada Woo Bin apakah benar-benar yang dipikirkan Woo Bin. Chun Sa Nam kemudian bersiap pergi, karena Sun Woo lah yang menentukan. Dia tak bisa mengubah perasaan Sun Woo.

“Aku sangat ingin mengubah perasaanmu...tapi aku tidak bisa. Tapi jangan lupa. Untuk melibatkan dirimu demi laki-laki brengsek ini... kau terlalu baik untuk hal itu.” Chun Sa Nam kemudian pergi.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[308] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[319]

Woo Bin mengeluarkan cincinnya dan bilang kalau dia tak ingin memanipulasi perasaan Sun Woo, dan dia juga tak ingin menyembunyikan perasaannya karena kebohongan itu juga.

“Aku sangat bersyukur karena kau terus menyukai selama ini, Sun Woo. Sekarang... aku tidak akan meninggalkanmu sendirian lagi.”

Sun Woo menatap cincin yang diberikan Woo Bin dengan bimbang.

***

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[33] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[202]

Chun Sa Nam meminta pengertian atasannya atas apa yang dia lakukan barusan. Itu bukan berarti dia memberikan hatinya. Dan meminta atasan untuk mempertimbangkannya. Chun Sa Nam lalu berjalan lagi.

Tiba-tiba dari belakang Woo Bin datang dan memukul Sun Woo. Dan saat akan memukul lagi, Chun Sa Nam menyenggol Woo Bin hingga membuatnya terjatuh ke air laut. Chun Sa Nam diam begitu saja, dia bingung dengan apa yang sedang dilakukan Woo Bin.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[268] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[286]

Sun Woo datang dan berteriak agar Chun Sa Nam menyelamatkan Woo Bin karena dia tak bisa berenang. Chun Sa Nam bilang nanti juga ada tim penyelamat, karena dia juga tak bisa berenang. Tapi karena panik, Sun Woo mendorong Chun Sa Nam untuk menyelamatkan Woo Bin karena setidaknya dia bisa mengapung.

Tapi Chun Sa Nam seperti Woo Bin, bergerak tak karuan karena tak bisa berenang. Untuk ada orang yang melihat itu dan segera memanggil tim penyelamat.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[305] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[201]

Sun Woo bingung menyaksikan Chun Sa Nam yang tak menggunakan kekuatannya. Sun Woo pun teringat Chun Sa Nam pernah bilang dia tak akan pernah terluka jika dia tak berbohong, dia juga tak punya setetes darahpun di tubuhnya. Tapi saat Chun Sa Nam bilang dia tak menyukai Sun Woo, tangannya berdarah saat menepis proposal.

Sun Woo juga mengingat perkataan Chun Sa Nam sebelumnya yang bilang kalau Sun Woo terlalu baik untuk mendapatkan laki-laki brengsek seperti Woo Bin. Sun Woo pun menyadari sesuatu.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[183] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[143]

Sun Woo menceburkan diri untuk menyelamatkan Chun Sa Nam yang sudah tenggelam dan tak sadarkan diri.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[348] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[134]

Woo Bin berhasil diselamatkan dan dibawa pergi. Dia menoleh ke arah Sun Woo yang berusaha membangunkan Chun Sa Nam.

Sun Woo terus berusaha membangunkan Chun Sa Nam. Dia menekan dada Chun Sa Nam dan memberikan nafas buatan. Tim penyelamat menarik Sun Woo menjauh dan mendudukkan Chun Sa Nam. Sun Woo kembali menghambur memeluk Chun Sa Nam. Sun Woo meminta Chun Sa Nam kembali, bagaimanapun Chun Sa Nam adalah malaikat. Sun Woo juga bilang kalau dia sudah mengembalikan cincinnya pada Woo Bin.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[144] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[31]

“Jangan begini. Biar aku saja yang mati. Kalau harapannya sungguh-sungguh...Kau bilang kau akan datang.”

Sebuah cahaya menyinari Chun Sa Nam, luka ditangannya menghilang, dan dia kembali sadar. Chun Sa Nam menggenggam tangan Sun Woo dan merangkul pinggangnya.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[85] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[138]

Mereka bertatapan dan tersenyum. Sun Woo lalu memeluk Chun Sa Nam, dengan lega.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[344] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[129]

Mereka kemudian duduk bersama di taman. Chun Sa Nam bertanya apa harapan Sun Woo, bukankah agar dia dan Woo Bin saling jatuh cinta? Sun Woo membenarkan, tapi dia lebih berharap merasakan cinta yang tidak akan pernah dia lupakan.

Chun Sa Nam tersenyum, “Aku sungguh bersyukur. Bahwa aku adalah orang itu.”

“Saat kita bersama...akan menjadi sesuatu yang tidak akan pernah kulupakan. Aku tidak tahu kalau itu adalah cinta.”

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[264] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[45]

Chun Sa Nam menyandarkan kepala Sun Woo ke pundaknya. Sun Woo bertanya, jika harapannya sudah terwujud, apa yang akan terjadi? Apa artinya Chun Sa Nam harus pergi? Chun Sa Nam hanya meminta maaf.

“Bisakah kita... bertemu lagi?” tanya Sun Woo.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[364] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[318]

“Jika aku bisa kembali padamu...akan memakan waktu yang sangat lama. Tapi aku...aku tidak akan memintamu melupakanku. Aku benar-benar malaikat yang jahat.”

“Aku adalah manusia yang pandai dalam hal menunggu.”

Tapi saat itu, Chun Sa Nam blang dia mungkin berada di tempat lain dan dalam bentuk yang lain. Sun Woo bertanya lagi, apa Chun Sa Nam akan mengenalinya meskipun dia tak mengenali Chun Sa Nam nantinya. Chun Sa Nam kan tahu kalau dia benar-benar bodoh. Chun Sa Nam tersenyum kecil dan mengangguk.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[67] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[95]

“Aku mencintaimu.” Ujar Chun Sa Nam lalu mencium Sun Woo.

Sun Woo menangis, dan dalam hati dia memohon pada Tuhan agar membiarkan mereka bertemu lagi. Dan jangan biarkan dia melupakan Chun Sa Nam.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[53] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[223]

Sayap besar keluar dari punggung Chun Sa Nam. Sayap mengepak dan seperti merangkul Sun Woo. Sayap mengepak lagi, dan Chun Sa Nam pun menghilang.

“Aku…mencintaimu.” Ujar Sun Woo lirih.

***

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[90] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[193]

Waktupun berlalu. Sun Woo yang tampak lebih dewasa berjalan sambil membawa bunga dan menelpon temannya. Sun Woo kemudian tertarik pada sebuah stan yang merupakan promosi pembukaan coffee shop bernama Angelic Café.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[154] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[124]

Di stan itu ada seorang pria gemuk yang memperkenalkan dirinya sebagai seorang malaikat untuk menarik perhatian pejalan kaki. Pria itu mengenakan sayap kecil di punggungnya. Sun Woo teringat pada perkataan Chun Sa Nam yang bilang dia ada ditempat dan dalam bentuk lain.

Kata-kata yang diucapkan pria gendut itu pun mirip dengan apa yang pernah diucapkan Chun Sa Nam, gaya bicaranyapun mirip. Sun Woo merasa yakin kalau pria itu adalah Chun Sa Nam.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[165] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[55]

“Kau... sudah kembali?” tanya Sun Woo pada pria itu.

“Bagaimana kau tahu? Aku tadi di sana dan pindah kemari.”

“Kau janji padaku kalau kau akan mengenaliku duluan. Kau lupa padaku?” tanya Sun Woo sedih.

“Bukan, itu...” si pria tampak bingung. “Kau pelanggan setia, kan? Pelanggan setia!”

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[51] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[243]

“Kau keterlaluan. Aku menunggu.”

“Aku? Aku? Benar-benar. K-kenapa?” pria itu makin bingung.

“Pokoknya, manusia...” sebuah suara terdengar dari belakang. Sun Woo berbalik mencari sumber suara.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[259] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[160]

Chun Sa Nam asli pun muncul, masih dalam bentuk yang sama dan tersenyum pada Sun Woo.

“Sudah kuduga, aku tidak bisa mengalihkan pendanganku darimu sebentar saja! Membuatku khawatir. Karena itu kupikir aku harus hidup seperti manusia di sampingmu.” Chun Sa Nam menghampiri Sun Woo yang masih membeku. “Aku harus memahami manusia sepertimu... jadi akan jadi lebih mudah saat lain kali aku jadi malaikat.”

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[177] KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[136]

“Benar-benar...Kau jahat.”

“Dan kau? Kau membuat seorang malaikat sedih.”

Chun Sa Nam memegang wajah Sun Woo dan mencium Sun Woo.

KARASecretLove.CoffeewithanAngel.Par[260]

~Selesai~

***

# Sekali lagi, cinta bisa datang pada siapa saja dan dimana saja. Dan berapa lama kita mencintai seseorang, bukan jaminan jika orang itu adalah cinta sejati kita.

Share on Google Plus

About berbagisinopsis

Hanya seorang penyuka drama korea (meskipun tidak semua drama korea ditonton XD) dan penyuka Park Seo Joon (meskipun tidak sampai berkhayal jadi pacarnya. iyalah, soalnya sudah punya yang lebih ganteng. Dua. XD).
    Blogger Comment
    Facebook Comment

10 comments:

  1. Aaawww,,, aNNa Baru ingt klu Chun Sa Nam itu seja di Empress Ki... ckepznya ga perna ilang.. heehehe

    ReplyDelete
  2. Paling bagus dari 5 kisah cinta yang di mini drama kara ini
    menurut aku
    ''Missing you''

    Yang maen yun woo jin pula :* banyak aktor drama korea yang ganteng , tapi yang punya kharisma dan karakter itu yang menarik , ^^

    Di missing you feelnya dapet , sedih juga ceritanya meskipun endingnya gantung , tp keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju.. aku juga paling suka yang itu.. :)

      Delete
    2. Aku juga suka, sampe terngiang, ngiang kata-katanya, mianne...mianne...... i love spesial drama and short korea drama,
      Dari Syamsiar-Makassar

      Delete
  3. salam kenal mbak, aku slama ni jadi pembaca setianya mbak mumu tapi silence reader aja, ni baru pertama koment :)
    mbak aku mau nanya kara secret love ni termasuk drama atau film? soalnya mu download tapi g tau mau download dimana, mohon mbak mau membagi linknya, pleasee mbak mumu

    ReplyDelete
  4. Ka soundtrack episode 9,10 judulnya apa? Kasih tau ya kak. Pengen banget :( makasih kaka :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mian...aku gak ngikutin OST drama ini... :(

      Delete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD