Saturday, September 27, 2014

Plus Nine Boys Episode 8 – 1

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000050817_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000065665_thumb[2]

Kwang Soo menemui Da In, dan membatalkan pertemuannya dengan Eun Ji. Tapi seperti biasanya, Da In bersikap dingin pada Kwang Soo. Kwang Soo tetap meminta coffee meski Da In bilang café sudah tutup. Da In akhirnya memberikan pesanan Kwang Soo.

Kwang Soo berbasa-basi bahwa café itu mengingatkannya pada sebuah café yang sering mereka datangi. Tapi Da In tak menanggapi dan berjalan pergi setelah memberikan pesanan Kwang Soo. Kwang Soo kemudian meminta Da In untuk bicara, tapi lagi lagi Da In tak menanggapi dan berjalan pergi. Kwang Soo pun terdiam.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000092759_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000131097_thumb[1]

Beberapa lama kemudian.. Da In menghampiri Kwang Soo, meminta maaf dan memberitahu bahwa anaknya menunggu di pre-school. Kwang Soo tergagap dan meminta maaf, karena dia sudah mengganggu Da In yang harus segera pergi.

Setelah membayar dan menerima kupon, Kwang Soo pamit pergi. Tapi kemudian dia kembali, dan bilang pada Da In kalau dia datang bukan untuk kopi tapi ada sesuatu yang harus dia tanyakan pada Da In.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000217050_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000228294_thumb[1]

“Saat itu..kenapa kau melakukan itu? Apakah aku menyulitkanmu? Aku ingin tahu. Mengapa kau pergi tiba-tiba? Hal bodoh apa yang sudah aku lakukan? Kau mungkin berpikir itu sudah lama, tapi aku..tetap belum bisa meninggalkanmu. Aku pikir aku bisa meninggalkanmu, setelah aku mendengar alasannya.”

Da In yang sedari tadi menunduk menatap Kwang Soo.

***

“Musim gugur ini…kami memutuskan untuk membuat beberapa perubahan. Sebenarnya…kami berubah.”

***

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000246446_thumb[1]

Track 8

Things that Change a Man

***

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000255088_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000257590_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000266232_thumb[1]

Jin Goo dan Go Eun pergi ke sebuah klinik bedah plastik. Jin Goo memperhatikan orang-orang yang berada di klinik itu, mereka yang hendak melakukan operasi dan menutup wajah mereka.

Go Eun menunjukkan hasil surveynya. Ada orang yang mengoperasi wajah agar mirip dengan Do Min Joon dan banyak turis Cina yang datang ke salon untuk membuat rambut mereka sama dengan rambut Jun Ji Hyun. Jin Goo senang mendengarnya, dia pikir rencana paket tur baru mereka akan sukses. Jin Goo bilang dia ingin menunjukkannya pada Ketua Jo.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000305938_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000318451_thumb[1]

Jin Goo merasa tak enak Go Eun menyiapkan semua itu sendirian. Go Eun bilang semalam dia tak bisa tidur. Jin Goo lalu teringat Go Eun yang menciumnya semalam. Jin Goo bertanya kenapa Go Eun tak bisa tidur? Go Eun bilang dia menonton drama Amerika. Mereka pun kemudian membicarakan drama itu.

***

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000335468_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000355054_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000365431_thumb[1]

Sementara itu, Se Young dan Jae Bum pergi ke pasar untuk survey produk baru yang diusulkan Se Young. Mereka melihat makanan yang banyak diminati oleh turis Cina. Ahjumma penjual mengatakan kalau turis Cina sangat menyukai makanan yang sangat pedas, mereka selalu minta ekstra pedas.

Se Young mengajak Jae Bum untuk mencicipi jajanan itu, tapi Se Young tak memaksa jika Jae Bum tak suka makanan pedas. Jae Bum mengelak, dia suka koq makanan pedas, saat dia merasa kesulitan di wajib militer, dia suka makan beberapa buah jalapeno. Jae Bum bahkan memesan yang ekstra pedas.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000423689_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000439839_thumb[1]

Dan hasilnya, di saat Se Young masih menikmati jajanannya, Jae Bum mendinginkan lidahnya yang terbakar dengan menggosokkan es. Se Young bertanya apa Jae Bum baik-baik saja? Jae Bum mengiyakan, itu adalah kegembiraan memakan makanan pedas. Se Young tertawa.

***

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000452051_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000463463_thumb[1]

Go Eun dan Jin Goo langsung berhadapan dengan dokter bedah untuk menanyakan apakah banyak turis Cina yang meminta dioperasi agar mirip dengan artis? Dokter membenarkan, memang banyak yang datang padanya untuk meminta hal itu.

Dokter kemudian mengomentari bibir Jin Goo yang terlalu ke atas. Dokter menebak kalau Jin Goo pasti sering disebut playboy. Jin Goo tak mengerti. Dokter memberikan cermin pada Jin Goo, memintanya bercermin. Lalu dokter memberi penjelasan bahwa sudut bibir Jin Goo 80 derajat dan itu tak baik.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000471804_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000479445_thumb[1]

Menurut dokter itu, sudut bibir 35 derajat milik Kim Soo Hyun sangat diminati sekarang. Dan dokter melihat Go Eun memiliki sudut bibir 35 derajat. Dokter menyuruh Jin Goo melihat senyum tipis Go Eun dan menawarkan Jin Goo jika Jin Goo mau menurunkan sedikit sudut bibirnya. Jin Goo menolak dengan halus. Dokter itu bilang Jin Goo sangat tampan, kecuali bibirnya.

Dengan sopan Jin Goo berterima kasih atas konsultasi dokter itu dan segera pamit.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000514213_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000528227_thumb[1]

Sambil tersenyum Go Eun meneliti bibir Jin Goo. Kemudian Jin Goo meminta pendapat Go Eun, apakah benar bibirnya terlalu ke atas dan harus pergi operasi. Go Eun membenarkan, tapi dia tak setuju Jin Goo operasi.

“Aku suka bibirmu. Senyum jokermu.” Go Eun tersenyum.

“Aku selalu mendapatkan komentar seorang playboy.”

“Lalu kau bukan playboy?”

“Tentu saja tidak! Aku mendengarnya ketika aku jatuh cinta.”

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000554921_thumb[1]

Go Eun lalu mengajak Jin Goo untuk makan siang bersama. Jin Goo setuju. Go Eun menggandengkan Jin Goo dengan manja.

***

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000556923_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000577643_thumb[1]

Kwang Soo mematut diri di depan cermin. Merapikan penampilan, mulai dari rambut hingga pakaian. Kwang Soo kemudian menggosok gigi. Young Hoon yang melihatnya pun penasaran, kenapa Kwang Soo berpakaian seperti itu? Young Hoon bilang Kwang Soo tampak mencurigakan.

“Apa maksudmu, aku selalu berpakaian seperti ini.”

“Tidak mungkin. Sepatu, celana..aku melihatnya. Kau benar-benar berdandan. Jadi, apa yang kau lakukan dengan Eun Ji hari itu?”

Kwang Soo bilang kalau dia tak menemui Eun Ji hari itu. Young Hoon terkejut dan menyebut Kwang Soo gila karena sudah mengabaikan gadis cantik seperti Eun Ji. Lalu untuk apa Kwang Soo berpakaian begitu rapi.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000614413_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000616349_thumb[1]

Young Hoon menyusul Kwang Soo yang keluar dari toilet. Young Hoon akhirnya bisa menebak kalau ini semua karena Da In. Young Hoon meminta Kwang Soo untuk tidak melakukannya lagi karena Kwang Soo akan mendapat masalah besar. Young Hoon bilang Kwang Soo telah melakukan hal yang sangat salah.

“Aku akan memutuskan apakah itu benar atau salah.”

“Ini sangat jelas itu akan menjadi akhir yang menyedihkan. Jangan membuat dirimu masuk ke dalamnya. Kenapa Da In lagi dari semua gadis? Kau mungkin lebih baik melihat penulis naskahmu. Setidaknya dia tidak punya anak.”

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000637770_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000647913_thumb[1]

“Hentikan.” Ujar Kwang Soo dengan kesal.

“Kwang Soo-ya.. Kau masih lajang. Mengapa kau melibatkan diri dengan seorang janda? Dengarkan aku saja. Kau hanya punya kulit nanas. Fiturmu tidak begitu buruk. Kau punya mata, hidung dan mulut. Kau masih punya harapan.”

“Da In dan aku..belum benar-benar putus.”

“Apa? Kau benar-benar gila. Kau akan sadar setelah dibuang lagi.”

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000671804_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000674006_thumb[1]

Kwang Soo segera pergi, meninggalkan Young Hoon yang masih mengoceh. Kwang Soo masuk ke ruangan programnya dengan riang, bahkan memuji topi yang digunakan salah satu staf dan bersenandung. Hal yang tak biasa itu tentu saja membuat semuanya merasa heran.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000698931_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000710042_thumb[1]

Kwang Soo tersenyum sendiri. Dia lalu mengajak semuanya untuk mendiskusikan materi sambil minum kopi. Penulis naskah terkejut dan bertanya sekali untuk meyakinkan jika yang dia dengar adalah benar. Kwang Soo bilang matahari di luar hangat dan bagus. Mereka pun segera bersiap.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000730663_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000731697_thumb[1]

Ke mana Kwang Soo membawa tim? Tentu saja ke café milik Da In. Da In menyambut para staf dengan ramah. Lalu dia melihat Kwang Soo muncul di belakang mereka. Da In menghela nafas.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000759959_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000761861_thumb[1]

Kwang Soo kemudian mempersilahkan timnya masuk dan duduk. Da In memperhatikan mereka dari jauh.

“Tapi...kenapa mengemudi 30 menit hanya karena mau minum kopi? Ada begitu banyak agenda hari ini.” Penulis naskah mengeluh.

“Kue dan kopi disini fantastis. Kalian bisa pesan apapun hari ini.”

Jawaban Kwang Soo tadi cukup membuat semuanya senang dan segera menikmati kue mereka.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000791390_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000824523_thumb[1]

Kwang Soo kemudian memulai rapat. Kwang Soo bilang tren yang berkembang sekarang adalah komunikasi dan empati. Empati yang melibatkan realitas. Kwang Soo merasa mereka perlu untuk memasukkan hal itu. Dengan kata lain, mereka seharusnya tidak hanya menampilkan sesuatu untuk ditertawakan.

Kwang Soo belum selesai bicara, tapi penulis naskah menyela dan menyuruh yang lain menunjukkan item untuk minggu depan pada Kwang Soo. Do Yun (akhirnya tahu nama tim satu persatu) menunjukkan pada Kwang Soo bahwa mereka bisa memukul kepala memakai tangan secara berganti dengan cepat.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000829061_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000834233_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000864630_thumb[1]

Kwang Soo yang merasa risih karena Da In melihatnya segera menghentikan Do Yun. Padahal Da In tersenyum melihatnya. Kwang Soo mengajak tim untuk menyelesaikan rapat di kantor saja. Penulis naskah merasa heran, karena tadi Kwang Soo yang ingin mengadakan rapat sambil minum kopi.

“Aku hanya ingin kalian untuk istirahat. Permudah saja. Pesanlah lebih banyak lagi, beritahu aku jika kau mau sesuatu.” Kwang Soo berkilah.

Tim pun tak melewatkan kesempatan ini. Penulis naskah menyuruh Do Yung memesan semua jenis kue yang ada karena mereka butuh energi. Kwang Soo mempersilahkan mereka.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000889121_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000894693_thumb[1]

Kwang Soo terus tersenyum sambil memandang Da In yang bekerja. Kwang Soo tak terlalu memperhatikan anggota timnya yang makan dan tertawa bersama. (Yahh memang, tujuan Kwang Soo kesana kan memang untuk melihat Da In..dia membawa anggota tim untuk alasan saja.. haha..)

***

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000908374_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000910476_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000912144_thumb[1]

Soo Ah keluar dari tempat les. Dia melihat ke arah pohon tempat Min Goo semalam bersembunyi. Soo Ah berjalan tak melihat ke depan, dia mencari-cari sosok Min Goo. Akhirnya Soo Ah menabrak seseorang. Min Goo.

Min Goo tersenyum dan bertanya apa Soo Ah mencarinya? Soo Ah menyangkal. Ming Goo bilang kalau dia melihat Soo Ah mencarinya. Soo Ah tak menyangkal lagi dan berniat pergi. Tapi Min Goo menghalanginya.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000929194_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000934333_thumb[2]

“Apa kau tidak mau menjawabku?” tanya Min Goo kemudian.

“Jawaban apa?”

“Apa kau tidak ingat? Aku pikir aku sudah bilang aku menyukaimu.” Min Goo tersenyum. “Yah...Kau tidak perlu menjawabnya. Kita buat hari ini menjadi hari pertama kita.”

“Apa?”

“Mulai hari ini...kau pacarku... dan aku pacarmu. Setuju?”

Soo Ah bilang tidak bisa. Min Goo bertanya alasannya, apa keluarga Soo Ah kolot, atau Soo Ah tidak menyukainya. Soo Ah bilang dia pikir mereka tidak cocok. Soo Ah lalu berjalan pergi.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000964296_thumb[1]

Min Goo mengejar Soo Ah dan berjalan disampingnya. Min Goo tak mengerti apa maksud Soo Ah tadi, karena menurutnya mereka cocok. Min Goo bilang Soo Ah bisa berkencan dengannya dulu, dan Soo Ah bisa menjawab pertanyaan itu nanti. Min Goo juga bilang kalau dia pandai membuat kemajuan.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000991790_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_000998397_thumb[1]

Soo Ah tak menjawab dan masuk ke sebuah café. Min Goo tetap mengikutinya. Soo Ah memesan espresso. Min Goo terkejut, karena dia juga suka espresso. Min Goo kemudian memesan espresso juga dan membayar minuman mereka dengan kartu miliknya, errr, tepatnya milik ibunya.

“Aku hanya minum espresso juga. Semua orang pikir itu terlalu pahit. Kita adalah belahan jiwa. Pasangan yang cocok. Benar kan?” Min Goo menyenggol bahu Soo Ah.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001016248_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001020152_thumb[1]

Min Goo membawakan pesanan mereka ke meja. Dan ternyata, Min Goo berbohong. Dia mengikuti gaya Soo Ah minum espresso itu. Mencium aromanya, lalu meminumnya. Dan Min Goo kepahitan. Soo Ah tertawa kecil melihatnya. Walau kepahitan Min Goo masih saja membual, menurutnya pria harus minum hal-hal yang kuat seperti ini.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001045911_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001047646_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001053285_thumb[1]

Soo Ah mengeluarkan buku dan mulai belajar. Min Goo penasaran apa yang akan dipelajari Soo Ah, tapi Soo Ah tak menjawab. Dia malah mendengarkan lagu melalui headset. Min Goo cemberut. Dia lalu mengirim pesan, bertanya apa Soo Ah ingin dia mengantarnya pulang? Soo Ah yang merasa terganggu menutup ponselnya.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001070636_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001084750_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001093926_thumb[1]

Min Goo kemudian menunggui Soo Ah yang belajar dengan bosan. Berganti-ganti posisi, hingga akhirnya dia mendekat dan ikut mendengarkan lagu dari ponsel Soo Ah. Min Goo mengenali lagu itu sebagai milik Blue Paprika. Min Goo bertanya apa Soo Ah suka Blue Paprika juga?

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001167232_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001177209_thumb[1]

Soo Ah tertarik mendengar Min Goo mengenali lagu bang indie. Soo Ah balik bertanya apa Min Goo menyukai band-band indie? Sepertinya Min Goo tak begitu suka, tapi dia mengiyakan. Dia benar-benar menyukai band indie. Tapi saat Soo Ah memintanya menyanyikan sebuah lagu dan menebak siapa penyanyi dari lagu yang diputar Soo Ah, Min Goo tidak bisa dan tak tahu.

Soo Ah bilang itu adalah lagu milik Standing Egg. Soo Ah kecewa, dia pikir Min Go menyukai hal yang sama dengannya. Soo Ah pun pergi.

***

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001197195_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001204036_thumb[1]

Jin Goo makan bersama Go Eun (kalau gak salah makan kulit babi panggang). Melihat cara makan Go Eun, Jin Goo teringat pada Se Young. Jin Goo kemudian bilang kalau dia tidak berpikir Go Eun menyukai makanan seperti itu. Go Eun bilang dia suka, karena makanan itu bagus untuk kulit.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001220786_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001222988_thumb[1]

“Terima kasih padamu, kita selesai lebih cepat dan kita bisa menikmati ini. Saat aku bekerja bersama Se Young…kami selalu menyelesaikannya terlambat karena makan malam.”

Go Eun bilang Se Young pasti menyukai tempat itu. Tapi Jin Goo melarang Go Eun mengajak Se Young, karena jika dia ada disana, mereka tak akan kebagian bahkan satu gigitan. Se Young akan melahap semuanya sebelum sempat dimasak.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001242307_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001257623_thumb[1]

Go Eun kemudian tersenyum, berterima kasih pada ahjumma yang mengantarkan makanan tambahan. Jin Goo bilang Go Eun benar-benar memiliki senyum yang manis. Go Eun bilang senyumnya itu sudah jadi kebiasaan sekarang.

Selepas SMA dia bekerja paruh waktu di departemen store untuk mengumpulkan uang kuliah, yang mengharuskannya selalu tersenyum pada para pelanggan. Mungkin karena itu dia jadi kebiasaan tersenyum dan sekarang itu muncul dengan alami. Go Eun lalu bilang kalau Jin Goo juga punya senyum yang manis.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001279444_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001301967_thumb[1]

Jin Goo dan Go Eun hendak berpisah ke arah rumah masing-masing. Jin Goo menyarankan Go Eun untuk menunda drama dan tidur lebih cepat malam ini. Go Eun mengiyakan. Jin Goo kemudian pamit dan berjalan pergi. Go Eun memanggilnya kembali.

“Aku sebenarnya sudah menyelesaikan drama Amerika itu..bulan lalu.” Go Eun tampak malu. “Aku tidak bisa tertidur ketika aku punya seseorang dipikiranku. Bagaimana perasaanmu?”

“Apa?” Jin Goo tampak tak enak.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001321853_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001327726_thumb[1]

“Sudah sehari. Tidakkah kau merasa kau telah sedikit jatuh cinta padaku? Aku sudah bilang kemarin. Kau akan segera jatuh cinta padaku.”

“Go Eun, sebenarnya aku…”

Go Eun menyela, tak ingin mendengar kelanjutan perkataan Jin Goo yang mungkin akan menolaknya. Go Eun bilang sudah cukup untuk hari ini, mereka akan mulai lagi besok. Jin Goo pun tak bisa mengatakan apapun, hanya tersenyum dan menghela nafas.

***

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001360959_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001385917_thumb[1]

Se Young naik bus bersama Jae Bum. Se Young berkata Jae Bum tak harus mengantarnya pulang. Jae Bum beralasan kalau sudah lama sejak dia naik bus itu. Se Young heran mendengar Jae Bum sudah lama tak naik bus itu.

“Ketika Jin Goo tinggal di dekat rumahmu, aku menaiki bus ini untuk ke tempatnya. Aku belum mengunjungi tempatnya sejak dia pindah.”

“Dia pindah?” Se Young terkejut.

“Kau tidak tahu? Dia pindah ke Ilsan tahun lalu.”

Se Young bingung, karena Jin Goo selalu pulang bersamanya dengan bus itu. Jae Bum heran, apa bus itu menuju Ilsan? Sepertinya tidak.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001398230_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001406805_thumb[1]

Se Young pun mengingat kenangannya bersama Jin Goo selama ini dengan bus itu.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001443775_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001467666_thumb[1]

Sementara itu, Jin Goo di bus yang lain melihat-lihat foto Se Young di ponselnya dan tersenyum.

***

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001479678_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001504336_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001509875_thumb[1]

Dong Goo sedang berlatih dance untuk mengikuti audisi Dancing 9 Kids besok. Ibu bahkan memarahi Kwang Soo yang akan mengganti tayangan di televisi. Min Goo yang ada disana meledek Min Goo.

“Ya ampun.. Sekarang kau ingin dipermalukan di depan seluruh negeri?”

“Aku menari lebih baik daripada Hyung.” Kilah Dong Goo sambil terus menari.

Ibu juga membela Dong Goo. Dong Goo adalah penari yang baik dan dia akan memenangkan tempat pertama di audisi besok.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001555153_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001574940_thumb[1]

Ibu kemudian mendapatkan telpon dari seseorang yang mengaku menculik anaknya ibu. Ibu menghitung anaknya, dan Jin Goo tak ada. Ibu panik dan bertanya dimana Jin Goo pada penculik itu.

Penculik itu meminta uang tebusan. Tapi kemudian Jin Goo pulang. Ibu pun sadar kalau itu penipu.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001588486_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001592457_thumb[1]

Ibu kemudian mengikuti permainan penipu itu. Ibu bilang dia akan memberikan uang itu, tapi ambil saja adiknya, jangan anaknya. Penipu itu bertanya apa dia menakuti ibu.

“Aku tidak takut. Ambil saja si bodoh ini. Bawa dia dalam kapal ke luar negeri dan nikahkan dia. Kirim saja dia ke sebuah tempat.”

“Ah, kau sangat takut, ya?”

“Tidak, aku tidak takut. Jika kau membawanya..aku akan mengirim 5 juta won sekarang juga.”

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001624856_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001628460_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001630395_thumb[1]

Telpon di putus. Ibu mengeluh, kenapa penipu itu menutup telponnya saat permainan akan semakin seru. Min Goo memberi tepuk tangan untuk ibu dan memujinya.

Ibu mengancam ketiga anaknya. Jika mereka tidak bisa menikah seperti paman mereka, maka ibu akan menjual mereka juga.

***

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001652283_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001661226_thumb[1]

Esok hari. Seperti hari sebelumnya, Kwang Soo bersiap pergi ke kantor dan berdandan. Tak lupa bercermin dan memakai minyak wangi.

Ibu juga yang sedang mendandani Dong Goo merasa heran dengan penampilan Kwang Soo. Terutama harum minyak wangi dari tubuh Kwang Soo.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001682447_thumb[1]

Ibu heran apa yang terjadi pada adiknya itu. Bahkan saking herannya, ibu sampai terbalik memakaikan jaket pada Dong Goo.

***

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001691823_thumb[1]

Di tempat audisi. Dong Goo menunggu bersama anak-anak lain yang sudah berdandan seperti idola mereka masing-masing. Ada anak perempuan yang berdandan seperti Crayon Pop dan lain-lain. Ibu memberi nasehat agar Dong Goo tidak gugup dan lakukan sesuai latihan.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001700999_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001702367_thumb[1]

Dong Goo mengangguk. Dia lalu melihat ada anak laki-laki yang diberikan semangat oleh anak perempuan. Dong Goo termenung sesaat, mungkin mengingat Baek Ji. Lalu Dong Goo bertanya pada ibu, dia akan menjadi super populer jika dia memenangkan audisi itu, kan? Ibu membenarkan.

Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001729761_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E08.mp4_001747946_thumb[1]

Panitia lalu memberitahu kalau audisi akan dilakukan dengan sistem gugur dari setiap dua peserta. Dan Dong Goo mendapatkan nomor 9, yang akan bertarung dengan nomor 10. Ibu tampak khawatir mendapatkan nomor 9 untuk Dong Goo. Dong Goo melihat ke meja dimana nomor 10 tergeletak disana tanpa ada orangnya.

***

Bersambung ke bagian 2~

***

Aku penasaran dengan perasaan Se Young sekarang. Akankah dia menyadari kalau Jin Goo benar-benar tulus padanya setelah mengetahui Jin Goo selama ini pulang setiap hari bersamanya, bahkan setelah rumahnya pindah.

2 comments:

  1. Pasti se young mulai merindukan dan merasa kehilangan jin goo uhuyyyy. Tq mba mumu

    ReplyDelete
  2. Senang bgt y ibu Jin Go...bnyk penjaganya..adik n ketiga anak laki2x

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD