Sunday, October 12, 2014

Plus Nine Boys Episode 12 – 1

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000055622_thu Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000084284_thu

Jin Goo hendak mencium Se Young, tapi sayang bunyi bel pintu menghentikannya. Jin Goo heran, apa Se Young memesan makanan lagi? Tidak. Se Young lalu berteriak bertanya siapa yang ada di luar. Jae Bum! Se Young panik apa yang harus mereka lakukan. Dia berteriak agar Jae Bum menunggu sebentar.

Jin Goo bilang dia akan keluar dan mengurusnya. Tapi Se Young meminta Jin Goo untuk tidak keluar.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000096863_thu Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000104671_thu

Se Young keluar dan bicara dengan Jae Bum di depan pintu. Ternyata Jae Bum datang untuk memberikan obat herbal, karena Se Young sebelumnya bilang tak enak badan dan tak bisa makan banyak. Se Young ingin mengatakan sesuatu. Tapi Jae Bum menyela dan meletakkan herbal itu di tangan Se Young. Jae Bum kemudian beranjak pergi.

Se Young memanggil Jae Bum, dia ingin mengatakan sesuatu. Tapi Jae Bum kembali menyela dan bilang kalau itu bukan masalah besar. Pamannya bekera di obat herbal itu. Jae Bum kemudian pergi.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000155755_thu Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000167934_thu

Se Young turun ke bawah dan menatap punggung Jae Bum yang menjauh dengan rasa bersalah. Begitu juga Jin Goo yang menatap kepergian Jae Bum dari kamar Se Young.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000190390_thu Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000239572_thu

Se Young kembali ke rumah dengan sedih. Jin Goo merentangkan tangan untuk memeluk Se Young. Se Young tidak mau, dia sedang tidak mood. Tapi Jin Goo memaksa dan memeluk Se Young. Jin Goo tahu perasaan Se Young, dia ingin membuat nyaman Se Young. Jin Goo bilang kalau dialah yang akan menjadi orang jahatnya.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000281547_thu

“Jika kau tidak bisa menyelam dalam cinta, kau tidak berhak mendapat cinta.”

***

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000287854_thu

Track 12

Lean On Me

***

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000323756_thu Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000327293_thu

Soo Ah memanggil nama Min Go dan memintanya duduk. Tapi Min Goo hanya berdiri di tempatnya. Soo Ah pun mendekat dan bertanya apa Min Goo melarikan diri? Min Goo tergagap menjawab kalau bukan seperti itu.

“Maaf. Aku tidak bermaksud untuk membodohimu sejak awal. Aku mencoba memberitahumu beberapa kali. Tapi sudah sangat terlambat saat aku benar-benar ingin memberitahumu.”

Min Goo terdiam lalu pamit pergi.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000367967_thu Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000370837_thu

Soo Ah kembali bicara, “Kau sendiri yang menciptakan khayalan. Apakah aku memintamu untuk menyukaiku? Kau terus mengikutiku. Mengapa sekarang kau melarikan diri?”

Min Goo berbalik, “Aku tidak melarikan diri. Aku seorang atlet, jadi aku sangat sederhana. Aku hanya bisa berpikir satu hal di satu waktu. Sekarang, aku hanya bisa berurusan dengan pikiran bahwa kau menipuku. Jadi..aku akan pulang sekarang dan memikirkannya.”

Min Goo kemudian berjalan pergi. Soo Ah menatapnya dengan sedih.

***

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000398798_thu Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000418818_thu

Ibu mengikuti Kwang Soo ke kamar, meminta penjelasan atas apa yang dia lihat barusan. Kwang Soo mengakui bahwa dia berkencan dengan Da In, kan kakaknya itu yang menyuruhnya berkencan. Ibu bilang kalau dia sudah melarang Kwang Soo pacaran dengan ibu tunggal, tapi Kwang Soo tak pernah mendengarkannya. Ibu menyuruh Kwang Soo putus sebelum perasaannya semakin besar.

Kwang Soo kemudian memberitahu kalau hubungannya dengan Da In tidaklah seperti yang dipikirkan kakaknya itu. Da In adalah Joo Da In. Ibu pun terkejut dan menyebutnya sebagai takdir buruk. Ibu tahu siapa Joo Da In, yaitu gadis yang mencampakkan Kwang Soo.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000489889_thu Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000495728_thu

“Apa yang terjadi setelah kau putus? Aku menangis hingga matamu keluar dan kau masih lajang! Aku tidak mau gadis yang melakukan itu pada adikku!”

“Noona..jika kau benar-benar peduli padaku, tidak bisakah kau hanya percaya padaku?”

Ibu tetap tak bergeming. Dia memikirkannya dengan pikiran jelas. Ibu menyuruh Kwang Soo melupakan Da In. Kwang Soo termenung, jelas kecewa dengan sikap kakaknya. Kwang Soo lalu menghubungi Da In.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000555688_thu Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000561160_thu

Kwang Soo bertanya apa Da In sudah tidur? Belum. Eun Suh? Sudah. Da In lalu menggigit kuku jempolnya. Kwang Soo bertanya apa Da In sekarang sedang menggigit jari? Da In terkejut dan melepas jarinya. Dan Kwang Soo juga tahu kalau Da In sudah melepas jarinya dari mulut.

“Kau selalu menggigitnya kapanpun kau khawatir. Kau..terkejut sebelumnya, kan?”

“Tidak, aku tak apa-apa.”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000576909_thu

“Ayolah, aku bisa mendengar suaramu bergetar. Da In-ah…ayo kita buat sebuah janji. Jangan melepaskan tanganku di masa depan…tak peduli apapun yang terjadi. Aku selalu menyesal kehilanganmu. Aku tidak akan pernah melepaskan tanganmu lagi, seperti hari ini. Jadi kau juga tidak seharusnya melepaskannya. Percaya saja padaku.”

Da In tak menjawab apapun. Kwang Soo kemudian menutup telponnya. Da In juga. Dan termenung dengan pikiran masing-masing.

***

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000650182_thu Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000652284_thu

Jin Goo mematikan alarm pagi itu dan mengirim pesan pada Se Young.

“Apa kau sudah bangun, pemalas? Aku merindukanmu.”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000666499_thu

Tak lama, ada pesan masuk. Tapi ternyata dari grup. Jae Bum memberitahu bahwa Ketua Jo hari ini pergi ke China. Semuanya merasa senang, termasuk Jin Goo.

Ada pesan masuk lagi. Di grup. Dari Se Young. Yang sebenarnya dia tujukan pada Jin Goo.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000698097_thu Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000701200_thu

“Aku juga merindukanmu, moron. Sampai jumpa.”

Se Young bahkan mengirim fotonya juga yang baru bangun tidur. Se Young rupanya salah ‘kamar’.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000704170_thu Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000708841_thu

Jin Goo kesal dan berteriak menyembunyikan wajah di bantal. Se Young juga menyadari kesalahannya, dan menyebut dirinya sendiri gila.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000736602_thu Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000739805_thu

Di kantor, terjadi kehebohan. Manajer Kim bertanya pada Jae Bum, apa Jae Bum tahu sesuatu tentang pesan yang dikirimkan Se Young. Jae Bum tidak tahu. Begitu juga Go Eun, yang kemudian ditanya Manajer Kim.

Jin Goo was-was. Sementara itu Boo Sun tampak ingin mengatakan sesuatu yang tak bisa dia tahan. Jin Goo memberikan kode agar sunbae-nya itu diam. Manajer Kim lalu bertanya pada Jin Goo, apa Jin Goo tahu sesuatu mengenai si ‘moron’ yang dia duga sebagai pacarnya Se Young. Boo Sun kembali bertingkah, dia bilang kalau mulutnya gatal.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000771170_thu Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000772872_thu

Se Young datang dengan sikap biasa saja, pura-pura tak terjadi sesuatu yang gawat. Maka Manajer Kim pun langsung menanyakan hal itu pada Se Young. Se Young bilang kalau dia bermaksud mengirim pesan tadi pagi ke temannya. Se Young terus tertawa dan menyangkal kalau itu untuk pacarnya.

“Kau tidak sedang dalam hubungan kantor, kan?”

“Tidak mungkin. Tidak.” Se Young tertawa.

Manajer Kim melihat Se Young bersikap terlalu berlebihan. Manajer Kim bilang itu mencurigakan. Se Young kemudian mengalihkan pembicaraan dengan membicarakan makanan. Di saat Se Young masih disibukkan dengan Manajer Kim. Jin Goo mendapat pesan dari Jae Bum yang mengajaknya minum kopi.

***

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000852184_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000864897_thumb[1]

Jin Goo dan Jae Bum minum kopi di atap. Jae Bum bilang kalau dia penasaran siapa itu ‘moron’ yang dimaksud Se Young di pesannya, apakah itu benar-benar pacarnya atau bukan.

“Sebenarnya aku merasa drop karena Se Young semalam. Dia bersikap aneh. Dia menghindari kontak mata. Mungkin itulah sebabnya (Se Young punya pacar). Cinta sebelah pihak bisa membuatmu menyedihkan. Tapi, apa kau tidak tahu apapun?”

Jin Goo tampak kesulitan menjawab. Tapi saat dia hendak mengatakan sesuatu ponselnya berdering. Se Young menelpon dan mengajaknya bertemu di tempat biasa. Jin Goo lalu pamit pada Jae Bum.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000892658_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000907906_thumb[1]

Se Young memukul tembok dengan kepalanya sendiri. Saat Jin Goo datang Se Young meminta Jin Goo untuk tidak mengirim pesan di pagi hari, Jin Goo telpon saja jika ada yang ingin dikatakan. Jin Goo berkata dia kan sudah bilang mereka harus memberitahu yang lain, maka mereka tak akan khawatir seperti itu. Se Young tidak mau.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000922855_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000933832_thumb[1]

Pintu dibuka. Jin Goo langsung lari ke atas, sementara Se Young menghadap tembok. Yang masuk ternyata adalah petugas kebersihan. Dia heran, tapi lalu turun ke bawah. Jin Goo turun lagi, dan bertanya dengan kesal kapan mereka akan terus seperti itu.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000947413_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_000982681_thumb[1]

“Ayo kota beritahu saja Jae Bum. Aku tidak bisa melakukan ini padanya. Aku sedang mencoba memberitahunya.”

“Tidak, tidak. Nanti saja.”

“Semakin lama kau menyembunyikannya, semakin lama kau berbohong.”

Se Young tampak berpikir, lalu dia setuju. Kalau begitu Jin Goo akan memberitahu Jae Bum hari ini. Tapi Se Young tampak khawatir dan menawar besok saja, atau minggu depan saja. Tapi Jin Goo tetap teguh, dia akan memberitahu Jae Bum hari ini.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001007506_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001052084_thumb[1]

Jae Bum memanggil Se Young yang baru masuk dan bertanya apa Se Young ada waktu hari ini. Se Young belum menjawab, keburu Jin Goo datang dan mengajak Jae Bum untuk minum, lengkap dengan Tim Miss Piggy. Jae Bum setuju. Jin Goo dan Se Young tampak tegang. Lalu Go Eun pun menyatakan keikutsertaannya.

***

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001070169_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001080212_thumb[1]

Min Goo tak fokus dalam latihan. Dia mendapatkan pukulan dari pelatih karena mengabaikan aba-abanya. Bahkan Ki Chan dan Chang Hee pun hampir kena pukul pelatih karena khawatir pada keadaan sahabat mereka itu.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001095394_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001110509_thumb[1]

Di swalayan, Chang Hee menyambut kedatangan Min Goo ke dunia jomblo. Min Goo kesal, dia dan Soo Ah belum putus. Ki Chan memberikan makanan pada Min Goo, tapi Min Goo masih tak selera. Ki Chan pun bertanya apa yang akan Min Goo lakukan sekarang.

“Putus saja.” Chang Hee memberi saran. “Aku tidak menyukainya sejak dia berbohong tentang namanya.” Chang Hee kemudian mengolok nama Bong Sook.

Ki Chan seperti biasanya berperan kebalikan, “Aku yakin dia tidak ingin berbohong. Min Goo terus mengganggunya. Aku yakin itulah sebabnya dia melakukannya. Aku bilang kalau dia tak bersalah. Ini salahmu karena bisa dibodohi.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001140339_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001146979_thumb[1]

Ki Chan kemudian membandingkan Soo Ah berfoto dengan pose preman dengan Min Goo yang poop saat pertandingan, yang menurutnya tak ada perbedaan. Chang Hee kemudian bertanya jika Min Goo akan terus berkencan, apa Min Goo akan memanggilnya ‘noona’? Tapi Ki Chan memberi saran agar Min Goo menyebut nama saja seperti American style.

Chang Hee kembali memberi saran yang menyakitkan. Chang Hee menyuruh Min Goo putus saja, nanti di universitas akan ada lebih banyak mahasiswi cantik. Ki Chan kesal dengan saran Chang Hee yang malah menjatuhkan Min Goo. Mereka bertengkar. Min Goo yang sedang tidak mood, menyuruh mereka diam.

***

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001175474_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001181780_thumb[1]

Soo Ah ternyata juga sedang menggalau. Soo Ah memegang gelang harapan yang diberikan Min Goo padanya.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001202668_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001208006_thumb[1]

Teman-teman Soo Ah datang dan mengajaknya pergi ke klub menaikkan mood Soo Ah. Tapi Soo Ah tidak mau.

Teman Soo Ah bilang Soo Ah harus mengganti anak sekolahan dengan mahasiswa atau pekerja kantoran. Soo Ah malah bilang kalau mereka akan gagal ujian lagi jika bersenang-senang terus seperti itu dan menyuruh mereka untuk belajar. Teman-teman Soo Ah heran dengan wajah tak semangat Soo Ah. Mereka mengira Soo Ah pasti benar-benar menyukai Min Goo. Soo Ah kemudian pergi meninggalkan mereka.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001235767_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001245444_thumb[1]

Soo Ah keluar dari tempat les. Dia melihat ke arah pohon tempat Min Goo biasa bersembunyi. Soo Ah mengharapkan Min Goo ada disana. Tapi Min Goo tak ada. Ada raut kekecewaan di wajah Soo Ah.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001278577_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001310208_thumb[1]

Sementara itu Min Goo juga berjalan di taman sendirian dan menghela nafas. Soo Ah pun kembali melihat gelang pemberian Min Goon. Dan Min Goo termenung di dalam bis.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001327025_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001335834_thumb[1]

Soo Ah terus berjalan hingga menaiki sebuah tangga, perpustakaan sepertinya. Langkahnya terhenti karena melihat Min Goo yang menunggunya di tengah tangga. Soo Ah menatap Min Goo.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001364996_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001375107_thumb[1]

“Bong Sook-ah. Biarkan aku menanyakan satu pertanyaan. Apakah kau…menyukaiku?”

Setelah beberapa Soo Ah terdiam dan tampak berpikir, Soo Ah pun menjawab.

“Sejujurnya…aku tidak pernah menyesal menjadi gadis buruk. Tapi…aku menyesalinya untuk pertama kali setelah bertemu denganmu. Aku tidak ingin mengecewakanmu.”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001394359_thumb[2] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001427993_thumb[1]

Min Goo pun tersenyum dan memanggil Soo Ah seperti biasa.

“Han Bong Sook. Mulai sekarang kita…ayo berkencan kembali.”

Min Goo mendekat dan mengulurkan tangan. Soo Ah tertawa kecil dan menyambut uluran tangan Soo Ah. Tapi..Soo Ah bertanya apa Min Goo akan terus memanggilnya dengan nama. Min Goo tergagap dan bilang kalau dia tetap akan memanggil nama. Soo Ah meminta Min Goo memanggilnya ‘noona’.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001454386_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001463395_thumb[1]

“Tidak mau. Aku tidak akan pernah memanggilmu begitu. Aku akan memanggilmu Bong Sook. Bong Sook-ah.”

Soo Ah tersenyum. “Kalau begitu aku juga tidak akan memanggilmu ‘oppa’, Kang Min Goo.”

Min Goo menawar, dia meminta Soo Ah memanggilnya ‘Oppang’. Tapi Soo Ah tidak mau, dia tetap akan memanggil Min Goo dengan Kang Min Goo, Min Goo-ya. Min Goo tak memaksa lagi dan mengajak Soo Ah pergi makan.

***

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001512510_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001535600_thumb[1]

Kwang Soo berkencan dengan Da In di sebuah taman. Kwang Soo kemudian mengajari Da In menaiki sepeda. Lalu mereka bersepeda bersama dengan sepeda pasangan. Mereka tersenyum menikmati kebersamaan mereka.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001583114_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001601199_thumb[1]

Setelah bersepeda, Da In menerima panggilan dari guru Eun Suh. Mereka pun pergi ke sekolah Eun Suh. Rupanya Eun Suh terluka karena terjatuh saat bermain. Eun Suh terus menangis mencari ibunya. Guru juga sudah menelpon Da In berkali-kali tapi tak mendapat jawaban. Da In meminta maaf dan berterima kasih.

Melihat Da In yang tampak khawatir, Kwang Soo pun meminta maaf pada Da In. Seharusnya dia tak mengajak Da In keluar. Sepertinya pas guru menelpon, Da In sedang bersepeda sehingga tak menyadari ponselnya bergetar.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001643975_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001647912_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001649781_thumb[1]

Eun Suh di gendong Da In dan Kwang Soo membawakan tas mereka. Mereka sudah sampai di depan gedung apartemen. Kemudian tetangga Da In di lantai 10 (ibunya So Jin kalau gak salah) menyapa mereka. Ahjumma itu menyebut Kwang Soo sebagai pria yang baik karena mau berteman baik dengan tetangga baru dan bahkan membawakan tas.

“Orang-orang akan salah paham. Kau sudah tua, tap kau tidak pernah menikah sebelumnya. Kau tidak akan bisa menikah dengan beredarnya rumor aneh. Sangat mudah bagi orang lain untuk salah paham jika kau membawa hal semacam itu (tas wanita).”

“Ini bukan sebuah kesalahpahaman, tapi aku tak peduli.”

Kwang Soo lalau mengajak Da In untuk segera pergi. Ahjumma itu pun terkejut kalau apa yang dia lihat adalah kebenaran (Kwang Soo pacaran dengan Da In).

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001666364_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001718183_thumb[1]

Da In masih terdiam dan tampak tak nyaman. Kwang Soo lalu bertanya dia sudah melakukan tindakan yang bagus kan? Kwang Soo bilang kalau dia sudah memberitahu Da In agar percaya padanya.

Da In memencet tombol lantai 9 agar Kwang Soo bisa segera pulang. Tapi Kwang Soo tidak mau, dia akan mengantar Da In ke lantai 10. Begitu sampai dia lantai 10, Da In meminta Kwang Soo untuk segera pergi. Kwang Soo menyuruh Da In menghubunginya jika Da In membutuhkannya. Dia akan segera naik ke apartemen Da In.

Da In hanya tersenyum tipis. Setelah menerima tas dari Kwang Soo, Da In pun berjalan masuk. Kwang Soo melambaikan tangan pada Eun Suh.

***

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001728326_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001767665_thumb[1]

Da In sedang menemani Eun Suh menonton tv. Kemudian terdengar bel berbunyi. Da In melihat dari interkom, yang datang adalah ibu. Da In pun kemudian membuka pintu. Ibu membawakan masakan ikan untuk Da In dan Eun Suh. Tapi sebenarnya ibu punya maksud lain.

Ibu duduk berhadapan dengan Da In dan membicarakan Kwang Soo. Ibu tampak gugup mengatakannya.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001860091_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001872103_thumb[1]

“Kau tahu aku sangat menyukaimu, kan? Aku tahu aku tidak seharusnya mengatakan ini. Tapi Kwang Soo…aku benar-benar peduli padanya. Aku mendengar tentang hubungan kalian berdua. Tapi jika hubungan tidak berjalan dengan baik antara kalian berdua sebelumnya..itu juga tidak akan lebih lancar di masa depan. Jika kau mengelem piring yang pecah, itu tidak akan benar-benar menempel kembali dengan baik. Kwang Soo terlambat menikah. Jadi aku ingin dia bertemu dengan seseorang yang serupa dengannya.”

Da In menunduk terdiam. Ibu buru-buru bilang kalau itu bukan karena ibu tidak menyukai Da In. Da In mengerti. Ibu kemudian meminta maaf dan permisi pulang. Da In mengantar ibu keluar meski ibu bilang tidak usah. Ibu tidak memberikan kesempatan pada Da In untuk bicara. Tapi Ibu pun terlihat sulit untuk mengatakan itu semua.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001910241_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001939404_thumb[1]

Da In membelai Eun Suh yang sudah tidur. Da In kemudian menangis. Da In menangis dalam keheningan.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001936367_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001962593_thumb[1]

Sementara itu Kwang Soo sedang tersenyum memandang cincin yang akan dia gunakan untuk melamar Da In.

***

Bersambung ke Bagian 2~

***

Ibu…kenapa malah menghalangi Kwang Soo yang sudah menemukan cintanya kembali? Ibu kan gak tahu kalau saat perpisahan dulu, bukan sepenuhnya salah Da In, tapi Kwang Soo juga.. wajar sih ibu bersikap seperti itu, apalagi ibu tahu betapa menderitanya Kwang Soo saat dulu dicampakkan begitu saja oleh Da In. Pasti ada rasa kekhawatiran akan terjadi hal yang sama.

Ibu tidak berbohong kalau dia tidak membenci Da In. Tampak jelas dari suara ibu bicara, sebenarnya ibu pun tak mau bicara seperti itu. Tapi dia sayang adiknya, dia tak ingin Kwang Soo terluka lagi nantinya.

Da In yang menangis.. aku rasa bukan hanya karena kesedihan akibat ibu yang tidak merestui mereka. Tapi lebih ke perasaan bersalah yang dirasakan Da In pada Eun Suh. Da In mungkin merasa dia terlalu menikmati kebahagiaannya sendiri, dan lupa kalau dia punya Eun Suh.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD