Plus Nine Boys Episode 12 – 2

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001982547_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_001985016_thumb[1]

Jin Goo, Se Young, Go Eun dan Jae Bum, masih makan bersama. Jin Goo mengirim pesan pada Se Young bahwa dia akan memberitahu mereka sekarang. Tapi Se Young bilang setelah satu kali minum. Jin Goo kesal karena sebelumnya Se Young juga bilang begitu. Se Young masih membujuk, satu kali lagi.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002017682_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002020084_thumb[1]

Go Eun melihat Se Young sibuk dengan ponsel, dia menduga kalau si moron mengirim pesan pada Se Young. Go Eun penasaran siapa si moron, Go Eun bahkan menebak apakah itu Jae Bum? Se Young mengalihkan pembicaraan dengan mengajak mereka minum.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002044008_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002057388_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002059924_thumb[1]

Lalu, Jae Bum bertanya pada Jin Goo. Jae Bum menanyakan alasan Jin Goo selama ini naik bis yang sama dengan Se Young. Jin Goo bingung menjawabnya. Tapi saat dia akan mengatakan yang sebenarnya, Se Young menyela dan mengatakan kalau Jin Goo ikut kelas bahasa China level atas. Jin Goo pun terpaksa membenarkan.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002105603_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002107738_thumb[1]

Setelah memberikan kode, Jin Goo dan Se Young bertemu di luar restoran. Jin Goo bertanya dengan kesal pada Se Young, kapan dia akan berhenti menghalanginya memberitahu mereka. Se Young malah bilang kalau dia pikir hari ini tidak bagus, Se Young mengajak Jin Goo untuk memberitahu mereka besok saja. Jin Goo tidak mau, dia tetap akan memberitahu hari ini.

Tapi Jin Goo tetap tak bisa, karena Se Young terus menyela dan menghalanginya untuk bicara. Hingga Jin Goo kesal dan tak peduli lagi. Bahkan sampai mereka pulang.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002233664_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002236400_thumb[1]

Jin Goo keluar restoran setelah membayar tagihan. Di luar hanya ada Go Eun yang menunggunya. Jin Goo bertanya dimana yang lain. Go Eun bilang mereka sudah pulang. Jin Goo terkejut.

“Jae Bum sunbae ingin mengantar Se Young unnie pulang ke rumah.”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002244842_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002254852_thumb[1]

Jin Goo kemudian pamit, tapi Go Eun menahannya. Go Eun mengajak Jin Goo untuk pergi restoran lain, restoran yang menjual kulit babi panggang yang dia tahu. Jin Goo melepas pegangan tangan Go Eun dan meminta maaf karena dia harus pergi. Jin Goo mengajak Go Eun untuk pergi ke sana lain kali.

Jin Goo berbalik pergi, dan Go Eun memanggilnya lagi.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002273604_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002275539_thumb[1]

“Sunbae. Apakah kau si moron itu? Se Young unnie tidak mengirim pesan padamu, kan?”

Jin Goo terdiam, “Maafkan aku.” Jin Goo lalu berlari pergi.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002296961_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002323087_thumb[1]

Jin Goo berlari mencari Se Young. Sementara itu Jae Bum menghentikan taksi untuk Se Young. Se Young bilang dia baik-baik saja, tapi Jae Bum memaksa dan membuat Se Young akhirnya masuk.

Jin Goo sampai dan menarik Se Young keluar. Jin Goo berdiri menghadap Jae Bum. Jae Bum yang heran bertanya kenapa Jin Goo seperti itu.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002337702_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002340805_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002346544_thumb[1]

“Jae Bum-ah. Aku benar-benar minta maaf. Tapi aku menyukai Se Young.”

“Apa?” Jae Bum tertawa kecil, tak percaya dengan yang di dengar. Lalu menatap Se Young yang tak memberikan respon apapun dan menunduk seolah membenarkan. Jae Bum menatap Jin Goo lagi.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002360057_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002364228_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002368466_thumb[1]

Jin Goo meraih tangan Se Young dan menggenggamnya. Jin Goo kemudian bilang kalau dia pacaran dengan Se Young.

“Maafkan aku. Hanya itu semua yang bisa aku katakan.”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002394291_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002401766_thumb[1]

Jae Bum menatap Jin Goo dan Se Young bergantian. Lalu tanpa mengatakan apapun, dia berbalik pergi. Menjauh dari mereka. Meski Jin Goo memanggilnya, Jae Bum tetap pergi.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002417515_thumb[1]

“29. Begitu banyak alasan untukku tidak memilih...tapi aku memilih cinta.”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002447545_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002448779_thumb[1]

Jin Goo memeluk Se Young yang menangis sedih. Se Young sedih karena dia sudah membuat Jae Bum terluka. Itulah alasan dia tak ingin memberitahu Jae Bum.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002464728_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002471635_thumb[1]

Di tempat lain, Go Eun juga menangis menyadari kalau Jin Goo adalah pacar Se Young. Sementara itu, Jae Bum juga terus termenung di dalam taksi.

***

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002501966_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002510374_thumb[1]

Da In membuat kopi, dia menuangkan air ke dalam gelas. Dia termenung mengingat permintaan halus ibu agar Da In tak berhubungan dengan Kwang Soo. Hingga Da In tak sadar bahwa gelasnya sudah penuh dan tumpah. Beruntung pegawainya mengingatkannya.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002538068_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002568031_thumb[1]

Da In kemudian mendapat pesan dari Kwang Soo yang memintanya keluar sebentar. Da In keluar dan bilang kalau dia sedang sibuk. Kwang Soo bilang dia hanya sebentar saja. Kemudian Kwang Soo menarik Da In masuk ke dalam mobil.

Kwang Soo menunjukkan foto-foto yang temannya kirimkan dari perjalanannya. Peru. Kwang Soo mengajak Da In pergi kesana bersama Eun Suh. Eun Suh pasti suka. Kwang Soo bilang dia akan mengambil cuti di musim dingin, dan disana tidak dingin sama sekali. Dan mereka akan mendapat diskon jika memesan lebih cepat, jadi Kwang Soo sudah memesan 3 tempat.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002599596_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002619649_thumb[1]

Da In mengiyakan tapi tampak kalau dia sepertinya tidak tertarik.

Da In hendak mengatakan sesuatu. Kwang Soo mengira Da In akan berkata bahwa Eun Suh belum punya passport. Maka Kwang Soo pun mengajak Da In segera membuatnya. Tapi Da In bilang nanti saja. Kemudian Kwang Soo melihat Da In yang tampak tak tertarik dengan perjalan itu dan mengajaknya ke Laos saja. Tapi bukan itu yang menjadi pikiran Da In.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002648245_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002663594_thumb[1]

“Oppa..aku mengingatnya.”

“Mengingat apa?”

“Mengapa saat itu sangat sulit untukku. Aku pikir aku merasa kesepian. Seperti sekarang. Aku merasa kesepian bersamamu…karena aku tidak bisa menunjukkan perasaanku.”

“Da In-ah. Kau tidak akan merasa kesepian lagi.”

“Aku pikir aku kuat saat hanya ada Eun Suh dan aku. Aku pikir tidak ada yang bisa membuatku kesepian. Tapi sejak bertemu denganmu lagi…aku ingin mengandalkanmu. Aku takut akan hal itu.”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002699329_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002703600_thumb[1]

“Da In-ah. Aku sebaliknya. Aku suka.. bagaimana perasaanku sekarang. Aku ingin menjadi orang yang dapat diandalkan hingga kau bisa bersandar. Da In-ah. Kau bisa bersandar padaku.”

Da In tak merespon, dia hanya meminta maaf karena dia harus segera kembali. Da In pun keluar dari mobil. Kwang Soo ikut turun dari mobil dan memandang Da In yang berjalan masuk ke café.

***

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002756019_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002762092_thumb[1]

Min Goo berpakaian seperti orang dewasa. Dengan kemeja dan celana bahan. Bahkan Min Goo juga mengubah tatanan rambutnya. Chang Hee dan Ki Chan yang melihatnya pun merasa heran.

Chang Hee bertanya, “Hei, Kang Min Goo. Pamanmu tidak pergi kerja hari ini? Mengapa kau mencuri pakaiannya?”

“Hei, kau benar-benar tidak paham tentang fashion. Ini adalah penampilan tredy anak kuliahan.”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002774605_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002779943_thumb[1]

Wooah… Ki Chan bilang mereka harus berterima kasih pada Soo Ah karena Min Goo jadi terlihat dewasa. Ki Chan menyebut Min Goo seorang pria. Min Goo tersenyum, lalu pamitan.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002820584_thumb[1]  Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002824922_thumb[1]

Min Goo dan Soo Ah makan daging panggang (apa kulit panggang ya?). Min Goo memanggang daging untuk Soo Ah dan menyuruh Soo Ah makan yang banyak, karena pasti sulit bagi Soo Ah belajar untuk ujian ketiga kalinya.

Soo Ah kemudian bilang kalau makanan di tempat itu sepertinya mahal. Min Goo meminta Soo Ah untuk tidak khawatir, karena dia punya uang. Soo Ah meledek, apa kartu itu? Bukan kartu ibu, tapi kartunya sendiri. Soo Ah tersenyum geli.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002848378_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002851915_thumb[1]

Min Goo bersikap gentle dengan tidak membiarkan Soo Ah ikut memanggang, Soo Ah makan saja. Bahkan Min Goo berani memakan daging yang belum matang sempurna. Dia bilang tak masalah makan daging yang masih ada darahnya, dia kan pria. Lagi-lagi Soo Ah tersenyum.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002868165_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002879042_thumb[1]

Kemudian perhatian Soo Ah tertuju pada meja di belakang Min Goo. Soo Ah sepertinya ingin minum soju juga seperti orang-orang di meja itu. Min Goo melihatnya dan bilang pada Soo Ah, seharusnya Soo Ah bilang padanya apa yang dia inginkan. Soo Ah bilang tidak usah. Tapi Min Goo kemudian memesan untuk Soo Ah. Tak cukup sampai disitu, Min Goo juga mengajak Soo Ah menonton film di bioskop.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002912109_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002918448_thumb[1]

Tapi sayang, mereka tak bisa menonton karena Min Goo tidak punya KTP. Film yang akan mereka tonton adalah film dengan rated R (film dewasa), jadi petugas meminta KTP. Walau Min Goo beralasan KTP nya tertinggal tapi petugas tetap tak bisa mengijinkan dia masuk. Min Goo pun tak enak hati.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002938869_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002944641_thumb[1]

Soo Ah meminta maaf karena dia tidak berpikir sampai kesana (pemeriksaan KTP) saat memilih judul film.

“Apa kau marah?” tanya Soo Ah sambil hendak membelai kepala Min Goo. “Maafkan aku.”

Min Goo menepis tangan Soo Ah, “Jangan memperlakukan aku seperti bayi. Aku tidak marah.”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002963961_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002966263_thumb[1]

Soo Ah mengerti dan menurunkan tangannya. Min Goo kemudian mengajak Soo Ah pulang, dia akan mengantar Soo Ah. Mereka pun berjalan, dengan Min Goo yang merangkul Soo Ah. Tiba-tiba ada yang memanggilnya dari belakang.

Ternyata itu adalah senior Min Goo di Judo. Soo Ah menyembunyikan wajah, dia sepertinya mengenal senior Min Goo. Senior itu bilang Min Goo harus menangkan medali dan masuk ke Yongin di bawah mereka. Min Goo bilang dia sedang latihan.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002980844_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_002987084_thumb[1]

Senior itu kemudian melihat Soo Ah dan bertanya apa itu pacar Min Goo? Min Goo membenarkan. Lalu senior itu mengenali Soo Ah dan menyebutnya Bong Sook noona. Senior itu bahkan membungkukkan badan tanda hormat. Senior itu bilang Bong Sook cantik seperti biasanya.

“Apa kau mengenalnya?” tanya Min Goo heran pada seniornya.

“Dia adalah legenda Jungbalsan. Level-nya berbeda darimu.” Ujar senior itu, lalu bertanya pada Soo Ah, “Noona, kau sekarang pacaran dengannya?”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003024788_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003029593_thumb[1]

Soo Ah tersenyum canggung dan membenarkan. Senior itu tertawa, Min Goo memang cute. Dia lalu meminta Soo Ah memberitahunya jika Min Goo tak mau mendengar Soo Ah, nanti dia akan memberi pelajaran pada Min Goo. Senior itu juga mengingatkan Min Goo untuk memperlakukan Soo Ah dengan baik. Min Goo mengiyakan.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003048845_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003058555_thumb[1]

Senior itu pamit pergi, tapi kemudian berbalik dan berkata pada Min Goo, “Aku dengar kau pup saat pertandingan! Hei, jangan pup lagi. Ok?!” Senior itu tertawa dan menepuk pantat Min Goo.

Sudah jelas Min Goo tak nyaman dengan perlakukan itu. Begitu juga Soo Ah.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003079443_thumb[1]

Min Goo berjalan dalam diam. Tampak jelas Min Goo masih terganggu dengan kejadian tadi. Sudah tidak bisa menonton, dipermalukan seniornya pula di depan Soo Ah. Soo Ah bertanya apa Min Goo marah.

“Dia hanya pria yang pernah aku kenal. Jangan salah paham padaku.”

“Tidak.”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003105535_thumb[1]

“Mengapa kau sangat lesu? Aku kira itu karena kau tidak bisa menonton film. Tunggu saja beberapa bulan lagi. Kau bisa menonton apa saja setelah kau menginjak 20.”

“Bukan itu.” ujar Min Goo kesal.

“Lalu ada masalah apa? Kau terlihat sangat dongkol.” Ujar Soo Ah sambil berdiri di depan Min Goo.

“Aku tidak dongkol!”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003115345_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003119382_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003133563_thumb[1]

Soo Ah tertawa, “Min Goong manis saat kau dongkol. Manis.” Soo Ah mencubit pipi Min Goo.

Soo Ah tersenyum, dia mengerti. Soo Ah bilang kalau dia juga tak masalah dengan apa yang terjadi saat pertandingan. Min Goo menyela dan berkata dengan nada tinggi, kenapa Soo Ah membawa masalah itu, apa Soo Ah hendak mengoloknya? Dia juga akan mengolok Soo Ah dengan foto kelulusan.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003154184_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003156987_thumb[1]

“Kang Min Goo. Kau pikir aku sedang mencoba mengolokmu? Aku sedang mencoba untuk menghiburmu. Kau bersikap seperti seorang pria macho. Aku lihat kau masih seperti bayi. Kau benar-benar seorang anak sekolahan.” Soo Ah lalu pamit dan berjalan meninggalkan Min Goo.

Sementara itu Min Goo tampak menyesal sudah berkata keras pada Soo Ah.

***

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003181111_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003188351_thumb[1]

Jin Goo masuk kantor dan bertemu Go Eun. Jin Goo menyapa Go Eun seperti biasanya, tapi Go Eun hanya mengangguk lalu berjalan pergi. Jin Goo lalu melihat meja Jae Bum yang kosong.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003247744_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003255619_thumb[1]

Pada hari itu, ternyata ada pengenalan Direktur Eksekutif yang baru. Dan orang itu adalah Jae Bum. Semua orang terkejut, kecuali Jin Goo tentunya yang sudah tahu kalau Jae Bum adalah anak dari pemilik perusahaan. Bahkan Ketua Jo pun segan pada Jae Bum.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003290120_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003320417_thumb[1]

Se Young dan Jin Goo duduk berdua di tempat biasa. Mereka sama-sama memainkan jari. Mereka berdua sama-sama syok. Se Young karena baru tahu kalau Jae Bum ternyata adalah anak pemilik perusahaan. Sedangkan Jin Goo syok karena Jae Bum dulu bilang dia ingin menggunakan koneksi untuk kenaikan jabatannya.

Mereka menghela nafas. Se Young merasa akan lebih baik jika semalam mereka bilang kalau Jae Bum sedang dikerjai. Jin Goo juga tak menyangkan kalau hal itu akan membuat jarak yang sangat jauh. Se Young lalu bilang kalau dia juga khawatir pada Go Eun.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003365395_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003368431_thumb[1]

Jin Goo membelai kepala Se Young, “Maafkan aku, Se Young.”

“Untuk apa?”

“Semuanya. Ini semua terjadi karena aku.”

“Kalau begitu aku akan merasa lebih bersalah.”

“Ma Se Young. Kau sangat menyukaiku, kan?”

Se Young tersenyum malu.

***

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003381277_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003409572_thumb[1]

Ketua Jo menerima telpon dari Jae Bum. Ketua Jo bahkan sampai berdiri menjawabnya. Ketua Jo tampak stress karena Jae Bum menjadi atasannya. Jae Bum meminta di bawakan sebuah dokumen. Ketua Joo menyuruh Boo Sun menyerahkan dokumen itu ke ruangan Jae Bum, tapi Boo Sun juga enggan.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003436065_thumb[1]

Jin Goo datang dan menawarkan diri. Karena dia juga yang merancang program itu, maka Jin Goo bisa langsung menjawab jika ada pertanyaan. Boo Sun langsung memberikan dokumen itu pada Jin Goo. Ketua Jo juga mempersilahkan.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003451114_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003452248_thumb[1]

Se Young menatap Jin Goo dengan cemas. Jin Goo tersenyum menenangkannya. Jin Goo punya maksud lain untuk menemui Jae Bum.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003475338_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003500530_thumb[1]

Setelah berdiri beberapa saat di depan ruangan, Jin Goo akhirnya masuk ke ruangan Jae Bum. Jin Goo bilang kalau dia membawakan dokumen. Jae Bum meminta Jin Goo meletakkannya di meja, tanpa menatap Jin Goo. Jin Goo hendak pergi, tapi kemudian berbalik dan memanggil Jae Bum.

“Jae Bum-ah. Apa kau baik-baik saja?”

Jae Bum menatap Jin Goo, lalu meneliti dokumen lagi.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003516880_thumb[1] Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003524220_thumb[1]

“Tidak ada yang bisa aku katakan. Kau tahu. Ini bukan seperti aku tidak ingin memberitahumu. Aku juga..”

“Kang Jin Goo-ssi. Maaf..tapi apa kau pikir kita bisa tetap sama?” ujar Jae Bum dingin. (maksudnya, mereka sudah beda jabatan sekarang, tapi Jin Goo harus lebih hormat padanya)

Jin Goo terdiam mendengat teguran Jae Bum itu.

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003538635_thumb[1]

“Cinta tidak selalu berjalan seperti yang direncanakan.”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003545041_thumb[1]

“Kau bisa mengalami rintangan yang tak diduga-duga.”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003551781_thumb[1]

“Atau kau bisa terjebak dalam perangkap baru.”

Plus.Nine.Boys.E12.mp4_003559555_thumb[1]

“Itulah mengapa cinta selalu sulit.”

***

Bersambung ke episode 13~

***

Poor Min Goo… Di saat dia ingin menjadi lebih dewasa untuk Soo Ah, dia malah terjebak dengan keadaannya sendiri. Keadaannya yang masih berumur 19, dan kenyataan kalau dia berkencan dengan seorang noona. Pastilah Min Goo kesal, apalagi dia diolok seniornya. Sehingga Soo Ah yang bermaksud menghibur pun dia kira sedang mengolok.

Wow, Jae Bum langsung berubah. Aku rasa dia bukan marah karena Jin Goo merebut Se Young, toh Se Young bukan pacarnya dan Se Young juga tidak suka Jae Bum. Aku rasa Jae Bum marah karena Jin Goo tak memberitahunya kalau dia juga suka pada Se Young. Lebih tepatnya kecewa.

Comments

Popular Posts