Pinocchio Episode 10 – 1

Pinocchio.E10.mkv_000006706_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000059167_thumb[1]

Dal Po merenung memandang alat perekam yang ada di tangannya. Dal Po harus segera mengambil keputusan akan diapakan rekaman pengakuan Jae Myung itu. Lalu In Ha datang memegang tangan Dal Po. Sambil menangis In Ha bertanya apakah Dal Po adalah Ki Ha Myung.

“Benarkah..nama aslimu adalah.. Ki Ha Myung?”

Pinocchio.E10.mkv_000098099_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000101517_thumb[1]

Dal Po terkejut bagaimana In Ha bisa tahu hal itu. In Ha lalu berjongkok dan terus menangis sambil meminta maaf pada Dal Po. Dal Po ikut berjongkok dan menggenggam tangan In Ha.

“Setelah air mata In Ha mulai mengalir, mereka tidak berhenti selama lebih dari satu jam. Untuk waktu yang sangat lama, semua yang bisa In Ha katakan adalah dia minta maaf. Dan untuk itu..”

“Maafkan aku! Aku sangat menyesal..”

“Tidak apa-apa. Aku sungguh baik-baik saja.”

“Dal Po-ya…”

“Aku terus mengatakan padanya bahwa itu baik-baik saja. Dan…”

Pinocchio.E10.mkv_000149504_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000184923_thumb[1]

Dal Po menghapus air mata In Ha. Setelah agak tenang In Ha berdiri dan meminta Dal Po untuk menceritakan semua cerita Dal Po. Meski Dal Po bilang itu adalah cerita yang sangat panjang, In Ha tetap meminta Dal Po menceritakannya karena In Ha ingin mendengarnya.

“In Ha mendengarkan cerita panjangku dengan campuran air mata dan kemarahan.”

***

Episode 10 – Anak Yang Berteriak ‘Serigala’

Pinocchio.E10.mkv_000237422_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000245496_thumb[1]

Hari berganti malam. Setelah mendengar semua cerita Dal Po, In Ha pun bertanya-tanya pasti selama ini Dal Po membencinya. Dal Po membenarkan. In Ha mempersilahkan Dal Po untuk membencinya. Karena jika dia diposisi Dal Po, dia bahkan mungkin tidak bisa bertahan melihat dirinya sendiri. Dal Po kembali membenarkan kalau dia benar-benar tidak tahan melihat In Ha.

“Ya, itu lebih dari dimengerti. Aku lebih berhak mendapat itu.” In Ha kembali menangis. “Aku akan pergi jika kau tidak bisa bertahan melihatku. Jika kau ingin aku berhenti menjadi reporter, maka aku akan berhenti.”

Dal Po membuat In Ha menatapnya dengan memegang pipi In Ha. Dal Po meminta In Ha untuk berhenti menangis, karena sangat jelek saat menangis. Lagipula sudah dua jam In Ha menangis, dan Dal Po merasa akan mati beku jika dia harus terus menghibur In Ha. Dal Po membetulkan letak syal In Ha dan mengajaknya masuk ke dalam.

Pinocchio.E10.mkv_000269600_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000285104_thumb[1]

“Dan..saat aku adalah Ki Ha Myung, aku benar-benar membencimu dan ibumu. Dan aku berencana segera prgi setelah kesehatan jiwa ayah kembali.” Dal Po memegang pundak In Ha. “Tapi itu tidak terjadi lagi. Sekarang, aku Choi Dal Po. Dan aku tidak punya niat untuk membuang nama itu di masa depan.”

In Ha mengangguk. In Ha ingin menanyakan sesuatu, tapi tidak jadi dan mengajak Dal Po masuk. Dal Po menahan In Ha, kenapa In Ha berhenti di tengah-tengah pertanyaan? In Ha mengelak, dia tidak punya pertanyaan. Tapi In Ha cegukan. Maka Dal Po kembali bertanya apa yang ingin ditanyakan In Ha.

Pinocchio.E10.mkv_000326115_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000353901_thumb[1]

In Ha pun bertanya mengapa Dal Po tidak memberitahu Jae Myung siapa sebenarnya dirinya dan mengapa Dal Po terus mengatakan kalau Jae Myung berbahaya? In Ha penasaran tentang hal itu.

“Itu…” Dal Po balik bertanya, “Bisakah kau menjaga rahasia?”

“Rahasia?” In Ha menggeleng, “Tidak, jika itu rahasia, maka jangan beritahu aku. Kau tahu bagaimana aku. Aku tidak bisa menyimpan rahasia sebagai Pinocchio. Jadi jangan pernah memberitahu aku apa itu.”

Dal Po meminta maaf karena tidak bisa memberitahu In Ha. Tapi In Ha bilang dialah yang seharusnya minta maaf. Dal Po membetulkan letak jaket dan rambut In Ha.

Pinocchio.E10.mkv_000380494_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000390346_thumb[1]

Mereka kemudian turun ke lantai rumah mereka. Tapi In Ha tidak mau ikut Dal Po pulang ke rumah, dia akan langsung pergi ke kantor polisi. Karena ayah dan kakek akan bertanya apa yang terjadi padanya jika mereka melihat kondisi In Ha sekarang dan karena dia tidak bisa berbohong, In Ha akan memberitahu semuanya. In Ha khawatir dia akan memberitahu mereka cerita tentang Dal Po dan ibu kandung Dal Po.

Dal Po menarik In Ha keluar dari lift dan mengajaknya makan malam di dulu di rumah lalu kembali. In Ha menolak, dia tidak mau ayah dan kakek mengetahui cerita Dal Po. Dal Po mengambil tas In Ha, dan menyuruh In Ha masuk 5 menit dibelakangnya. Dal Po akan bicara pada mereka agar mereka tidak bertanya apapun pada In Ha.

Pinocchio.E10.mkv_000439473_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000464298_thumb[1]

Lima menit kemudian In Ha masuk ke dalam rumah. Dal Po dan yang lain sudah duduk rapi di meja makan. Mereka sedang memanggang daging dan yang lainnya. Kakek menyuruh In Ha duduk dan bergabung. Dal Pyung menyuruh In Ha makan dan dia tak akan menanyakan apapun. In Ha pun mengiyakan sambil melirik Dal Po.

Dal Po mulai makan dan melihat TV yang baru dibeli kakek. Kakek membeli TV untuk melihat penampilan Dal Po dan In Ha jika telah selesai magang. Kakek bahkan menjelaskan spesifikasi TV itu sambil membaca brosurnya. Saat Dal Po bertanya dari mana kakek dapat uang untuk membeli TV yang bagus itu, Dal Po sadar sesuatu…

Pinocchio.E10.mkv_000497655_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000504022_thumb[1]

Dal Po pergi ke kamarnya dan mendapati celengannya yang bernama Yook Soon sudah di bongkar ayah. Dal Po berteriak histeris. In Ha tersenyum kecil. Kakek bilang uang memang dimaksudkan untuk dihabiskan, kan? Tentu saja, ujar Dal Pyung.

***

Pinocchio.E10.mkv_000523580_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000540481_thumb[1]

Dal Po dan In Ha keluar dari gedung apartemen, mereka hendak kembali ke kantor polisi. In Ha penasaran apa yang Dal Po katakan pada ayah dan kakeknya agar mereka tidak menanyakan pertanyaan apapun padanya. Dal Po bilang In Ha tidak perlu tahu, tapi In Ha bersikeras, bagaimana jika nanti mereka menanyakannya pada In Ha.

Dal Po ternyata tak mengatakan banyak hal. Dia hanya bilang kalau In Ha sedang sensitif sekarang karena tamu bulanan, dan menanyakan sesuatu hanya akan menyebabkan masalah. In Ha kesal. Dal Po bilang mereka makan malam, In Ha tidak perlu berbohong, serta kakek dan ayah mempercayainya.

“Bisakah kau memikirkan metode yang lebih baik dari ini?”

“Tidak, aku tidak bisa!” In Ha masih tampak kesal.

“Jika kau tidak bisa, maka ikuti aku.” Dal Po mengulurkan tangan.

“Baik.” In Ha tersenyum dan menyambut tangan Dal Po.

Mereka pun berjalan sambil bergandengan tangan.

Pinocchio.E10.mkv_000556792_thumb[2] Pinocchio.E10.mkv_000558031_thumb[2]

Dal Pyung yang keluar gedung melihatnya. Dal Pyung kesal saat melihat Dal Po memasukkan tangan In Ha ke dalam saku jaketnya. Tapi Dal Pyung melihat raut bahagia dalam senyuman In Ha.

***

Pinocchio.E10.mkv_000586768_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000591278_thumb[1]

Gyo Dong bertanya pada Dal Po yang baru sampai di kantor, apa Dal Po sudah mengembalikan perekam jepitan dasi. Dal Po bilang belum. Gyo Dong ingin mengambil jepit itu dan akan mengembalikannya. Dal Po mengelak, dia akan mengambalikannya sendiri.

Gyo Dong menahan tangan Dal Po dan hendak mengambil jepitan itu, tapi Dal Po menghalanginya. Dia bilang dia akan mengembalikannya sendiri. Gyo Dong sepertinya tahu Dal Po menyembunyikan sesuatu. Dia menepis tangan Dal Po dan mengambil jepitan itu. Dal Po mengikuti Gyo Dong yang berjalan menjauh.

***

Pinocchio.E10.mkv_000611563_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000616985_thumb[1]

Bum Jo dan In Ha berdiri menunggu lift. Bum Jo membaca berita di koran tentang slot berita MSC yang mencapai peringkat atas dalam perolehan rating pemirsa. Bum Jo menyebut Cha Ok sungguh mengesankan.

Dia tidak pernah berpikir kisah Ki Jae Myung itu spesial, tapi Cha Ok menggunakan kisah itu untuk mengambil alih slot rating pemirsa teratas. Menurut Bum Jo itu prestasi yang mengesankan. In Ha hanya menanggapi sekedarnya.

Pinocchio.E10.mkv_000632759_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000634355_thumb[1]

Pintu lift terbuka, di dalamnya ada Cha Ok dan Joo Ho. Bum Jo memberi salam tapi In Ha tidak. Bum Jo masuk ke dalam lift, tapi In Ha tidak. Cha Ok bahkan bertanya apa In Ha tidak akan masuk. In Ha menjawab dengan dingin, tidak.

Bum Jo menahan pintu lift yang hendak tertutup, “Kenapa kau tidak masuk?”

“Karena aku tidak mau.” Jawab In Ha dingin.

Joo Ho menegur mereka berdua, akan masuk atau tidak? Bum Jo akhirnya keluar, mereka akan naik lift yang berikutnya saja. Pintu lift pun tertutup.

Pinocchio.E10.mkv_000648845_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000655738_thumb[1]

Bum Jo melirik In Ha yang menahan kekesalannya. Dari belakang, tanpa In Ha dan Bum Jo tahu, Jae Myung memperhatikan In Ha.

Pinocchio.E10.mkv_000671584_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000679267_thumb[1]

Di dalam lift, Cha Ok teringat saat dia melihat In Ha yang bergegas keluar tanpa mengenakan alas kaki. Cha Ok pun bertanya pada Joo Ho, apa yang Joo Ho katakan pada In Ha sebelumnya di ruang editing. Joo Ho menjelaskan, karena Cha Ok tidak akan mendengarkannya tidak peduli berapa banyak dia mencoba menghentikan Cha Ok. Joo Ho berpikir mungkin Cha Ok akan mendengarkan In Ha yang adalah putrinya. Jadi dia menceritakan semuanya pada In Ha.

Pinocchio.E10.mkv_000708164_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000709548_thumb[1]

“Insiden dengan Ki Jae Myung 13 tahun yang lalu, dan tentang bagaimana berbahaya Ki Jae Myung sekarang. Juga, mengapa Anda berutang sebuah maaf pada Ki Jae Myung... Saya menceritakan semuanya.”

Cha Ok tak percaya Joo Hoo melakukan itu semua. Joo Ho bilang itu karena dia khawatir pada Cha Ok, dan dia punya firasat buruk tentang Ki Jae Myung.

“Mungkin Anda harus bertemu dengan dia dan mancari pengampunan dengan meminta maaf tulus kepadanya. Atau…”

“Diam. Berhenti ikut campur dan menjauh.” Ucap Cha Ok dengan angkuh. Tapi raut wajahnya menunjukkan kekhawatiran.

***

Pinocchio.E10.mkv_000731233_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000749381_thumb[1]

Gyo Dong mendengarkan rekaman suara Jae Myung dari alat perekam. Dengan jelas Gyo Dong mendengar Jae Myung memilih untuk balas dendam. Gyo Dong bilang meski rekaman itu tidak bisa menjadi bukti yang kuat kalau Jae Myung yang membunuh Moon Duk Soo, tapi rekaman itu akan membuat Jae Myung menjadi tersangka kuar.

Gyo Dong yakin polisi akan mulai melakukan penyelidikan pada Jae Myung setelah mendengar rekaman itu. Gyo Dong tahu kalau Dal Po telah memilih untuk mengubur bukti itu. Dal Po pun bertanya, tidak bisakah mereka menguburnya saja. Gyo Dong yang menyuruhnya membuat pilihan setelah menemukan kebenaran. Dan itu adalah pilihannya, mengubur bukti itu.

“Dunia mencintai kakak saya sekarang. Orang senang mendengar cerita kakak saya. Tidak bisakah kita membiarkan semuanya tetap pada tempatnya? Apa yang begitu buruk tentang hal itu?”

Pinocchio.E10.mkv_000788852_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000790133_thumb[1]

“Lalu bagaimana dengan ini?” Gyo Dong menunjukkan alat perekam itu.

“Itu hanya kecurigaan. Jika dibiarkan saja, itu bisa saja memudar dan mati.”

Gyo Dong berpikir sejenak lalu mengembalikan alat perekam itu pada Dal Po. Dal Po sedikit ragu menerimanya.

“Aku tidak memberikannya kembali karena kau benar. Aku hanya menunggu. Mengubur kebenaran tidak membuatnya pergi. Hal itu pasti akan keluar ke dunia dalam beberapa cara, bentuk, atau kondisi. Apakah itu bagus atau keji...kau harus tetap membuat matamu terbuka dan mengamati. Itulah yang dilakukan seorang reporter.”

***

Pinocchio.E10.mkv_000807221_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000811886_thumb[1]

Dal Pyung melamun. Dia teringat saat Dal Po masih kecil dulu. Saat itu Dal Pyung memberitahu bahwa kawannya yang bekerja di stasiun TV menyuruhnya untuk membawa Dal Po ke stasiun TV. Dal Po marah, tidak mau pergi kesana.

Pinocchio.E10.mkv_000821226_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000833805_thumb[1]

Lalu saat Dal Pyung bicara berdua dengan Dal Po (sebelum Dal Po jadi reporter), Dal Pyung bertanya apa Dal Po masih tidak bisa memberitahunya siapa keluarga asli Dal Po. Karena alasan Dal Pyung ragu pada Dal Po bukan karena Dal Po tidak berpendidikan atau tidak memiliki banyak uang, tapi karena dia tidak tahu apapun tentang keluarga Dal Po berasal.

Dal Po tetap tak bisa mengatakannya. Dal Pyung pun mengerti dan dia tidak akan menanyakan hal itu lagi.

Pinocchio.E10.mkv_000858973_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000865285_thumb[1]

Dal Pyung menghela nafas panjang. Kakek datang dan melihat Dal Pyung yang tampak mengkhawatirkan sesuatu. Dal Pyung lalu meminta pendapat pada kakek tentang kekhawatirannya itu.

“Ayah. Apa yang ayah lakukan jika anggota keluarga menjaga rahasia dan tidak akan memberitahu ayah apa rahasia itu? Haruskah aku hanya menutup mata dan berhenti menggali?”

Kakek mengeluarkan selembar uang dari saku celana dan meletakkannya di meja, “Maaf, aku mengambil ini dari dompetmu. Bagaimana kau tahu aku mengambil ini? Kau seperti hantu.”

“Ayah!” teriak Dal Pyung kesal.

***

Pinocchio.E10.mkv_000900372_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000910417_thumb[1]

Yoo Rae bersiaga dengan stetoskop menempel di pintu. Yoo Rae berusaha menguping pembicaraan di dalam sebuah ruangan. Dal Po datang. Yoo Rae meminta Dal Po mendekat untuk sama-sama menguping.

Dalam ruangan itu, Chan Soo melakukan presentasi pada Ketua Tim. Chan Soo bilang dia baru saja menyatukan potongan menakjubkan dari sebuah teka-teki.

Ki Jae Myung kehilangan ayahnya di ledakan pabrik ledakan 13 tahun yang lalu. Moon Duk Soo adalah orang yang memfitnah dan menuduh ayah Jae Myung melakukan kejahatan. Lalu 13 tahun kemudian, Moon Duk Soo ternyata menjadi seorang pembunuh dan pergi bersembunyi. Nomor telpon Jae Myung ada dalam catatan panggilan Moon Duk Soo. Chan Soo merasa semua itu mencurigakan.

“Apa kau mengatakan bahwa Ki Jae Myung meculik Duk Soo atau sesuatu?” tanya Ketua Tim.

“Atau lebih buruk.”

 Pinocchio.E10.mkv_000916073_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000917869_thumb[1]

Di luar Yoo Rae penasaran apa yang dimaksud Chan Soo lebih buruk, mungkinkah Jae Myung melakukan pembunuhan? Raut wajah Dal Po menegang.

 Pinocchio.E10.mkv_000924458_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000925210_thumb[1]

Chan Soo memutuskan untuk menggali Ki Jae Myung. Ketua Tim tidak setuju. Ki Jae Myung adalah pahlawan nasional yang bahkan menerima penghargaan Keberanian Warga kota. Tidak hanya itu, Jae Myung juga akan membunyikan bel tahun baru. Ketua Tim berpendapat Chan Soo akan menemukan diri sendiri dalam air keruh jika mencoba melangkah di kaki pria seperti itu.

“Kau tidak akan mendapatkan apapun dengan bukti itu. Saat kau menemukan bukti yang mendukung, maka kau bisa mulai menggali.”

Chan Soo kecewa mendengar keputusan Ketua Tim.

Pinocchio.E10.mkv_000988593_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_000996239_thumb[1]

Mendengar penjelasan Chan Soo, Yoo Rae menyadari bahwa cerita itu punya sisi lebih gelap daripada yang dia pikirkan. Dal Po bilang dia tidak yakin tentang itu, dan menurutnya Chan Soo salah.

Tapi Yoo Rae tahu waktu itu Gyo Dong memberikan nomor Ki Jae Myung, Yoo Rae bertanya apa hubungan Dal Po dan Jae Myung. Dal Po bilang tidak ada hubungan apapun. Yoo Rae yang penasaran menawarkan kesepakatan, jika Dal Po memberitahu dia akan makan malam dengan Dal Po. Bahkan berfoto bersama. Dal Po tetap menolak dan berjalan pergi meninggalkan Yoo Rae. Yoo Rae malah menganggap Dal Po sedang jual mahal.

Pinocchio.E10.mkv_001005966_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001010476_thumb[1]

Dal Po masuk ke ruang reporter. Merenungkan pernyataan Chan Soo kemungkinan Jae Myung menculik Moon Duk Soo. Pertanyaan Yoo Rae tentang hubungannya dengan Jae Myung, dan pertanyaan Gyo Dong tentang Dal Po yang memilih untuk mengubur bukti rekaman. Dal Po tampak khawatir dan bimbang.

***

Pinocchio.E10.mkv_001049633_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001054597_thumb[1]

In Ha dan Bum Jo bekerja di kantor, mereka tidak lagi bertugas di lapangan. Bum Jo menerima telpon dari orang yang mengaku tembus pandang. Bum Jo kesal, dia lebih memilih bertugas di kantor polisi mencari petunjuk daripada duduk di depan meja dan menjawab telpon konyol. In Ha hanya tersenyum menanggapinya.

Cha Ok datang menanyakan informasi penting yang sudah di dapatkan Bum Jo. Bum Jo bilang hanya ada telpon konyol atau telpon menuntut permintaan maaf atas klip berita yang mereka tidak sukai. Cha Ok menganggap Bum Jo tak memiliki apapun dan berbalik pergi. Tapi pertanyaan In Ha membuatnya berhenti.

Pinocchio.E10.mkv_001078765_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001086606_thumb[1]

“Apakah Anda selalu mengabaikan semua tuntutan permintaan maaf?” In Ha berdiri menghadap ibunya. “Inikah bagaimana Anda mengabaikan permintaan Ki Jae Myung untuk meminta maaf 13 tahun yang lalu, bukan?”

“Aku sudah minta maaf. MSC News menyampaikan permintaan maaf kami untu menunjukkan pertanggungjawaban kami. Apa kau tidak ingat itu?”

In Ha tersenyum sinis, “Ya, saya ingat itu. Saya ingat bagaimana tidak tulusnya permintaan maaf Anda terdengar. Jujur, saya cukup terkejut. Kebencian Ki Jae Myung terhadap Anda pantas dibenarkan.”

Pinocchio.E10.mkv_001121640_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001123155_thumb[1]

Cha Ok mendekat pada In Ha dan bertanya dengan kesal, “Apa yang aku lakukan itu salah?”

“Apakah Anda serius tidak tahu?”

“Apakah kau pikir laporanku tentang kasus Ki Ho Sang itu dibuat secara pribadi?”

“Tidak, itu bukan...” In Ha ingin menjelaskan bukan itu maksudnya, tapi di sela Cha Ok.

“Aku tidak bertanya atas rasa ingin tahuku sendiri. Itu karena orang lain di negara ini ingin tahu! Jadi aku hanya bertanya atas nama mereka. Mengapa aku harus minta maaf untuk itu?” Cha Ok mengeraskan wajah dan berjalan pergi.

Pinocchio.E10.mkv_001149775_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001153143_thumb[1]

In Ha duduk lagi dan mengacak-acak rambutnya. Bum Jo heran kenapa In Ha bersikap seperti itu. In Ha tak menanggapi, dia berkata sendiri kalau kesal karena dia kalah berdebat dan kemampuannya bersilat lidahnya masih jauh tertinggal dari Cha Ok.

Pinocchio.E10.mkv_001161046_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001166590_thumb[1]

Sementara itu Cha Ok duduk dengan kesal di mejanya dan tampak memikirkan sesuatu. Di mejanya tampak ponsel-ponsel yang diberikan Bum Jo padanya. (Sepertinya Cha Ok mulai merasa dekat dengan In Ha yang selama ini begitu memujanya lewat pesan-pesan itu. Dan dia kesal karena In Ha sekarang malah membencinya.

***

Pinocchio.E10.mkv_001179677_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001184452_thumb[1]

Bum Jo berterima kasih pada ibunya yang membawakan dua ponsel miliknya, untuk diberikan pada Cha Ok. Nyonya Ro Sa bertanya apakah ponsel-ponsel itu benar-benar membantu dalam mendamaikan hubungan In Ha dan ibunya? Bum Jo pikir perjalanan masih panjang sampai mereka bisa berdamai.

“Mengapa kau begitu khawatir tentang Choi In Ha dan ibunya?”

“Aku mencuri semua pesan mereka selama tiga belas tahun terakhir. Jika pesan sampai ke orang yang berhak maka mungkin hubungan mereka tidak akan seburuk ini. Aku merasa seperti aku berutang sangat besar pada In Ha.”

Pinocchio.E10.mkv_001210152_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001221835_thumb[1]

“Jadi... Kau mencari dan menemukan In Ha karena kau ingin membayar utang?”

Bum Jo membenarkan. Nyonya Ro Sa merasa lega karena dia sebenarnya khawatir Bum Jo mungkin punya perasaan lain untuk In Ha. Karena In Ha punya seseorang yang dia sukai, Nyonya Ro Sa khawatir putranya yang berharga itu akan menderita sakit hati. Nyonya Ro Sa menepuk pelan pipi Bum Jo.

“Bagaimana jika aku menderita sakit hati? Pada awalnya, itu hanya rasa ingin tahu. Jadi aku baik-baik saja dengan dia menyukai laki-laki lain. Aku pikir aku bisa mendapatkan suatu tempat (dihati In Ha) jika aku mencobanya setelah aku melunasi hutangku...Tapi aku bahkan tidak punya kesempatan.”

Pinocchio.E10.mkv_001238744_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001256184_thumb[1]

“Apa maksudmu kau tidak punya kesempatan? Kau tidak kekurangan apapun.”

“Ini bukan karena aku kurang, tapi sainganku sangat kuat.”

“Bagaimana dia kuat? Choi Dal Po, kan? Anak kurus seperti ikan teri dengan nama norak? Aku dengar dia seorang yatim piatu tanpa uang atau pendidikan yang layak?”

“Tapi dia membuat In Ha tertawa dan menangis. Jadi, dia saingan yang sangat kuat. Itulah sebabnya akhir-akhir ini..aku menderita sedikit sakit hati.”

Bum Jo berusaha tersenyum tegar di depan ibunya. Tapi Nyonya Ro Sa tampak khawatir.

***

Pinocchio.E10.mkv_001289248_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001291140_thumb[1]

Dal Pyung sedang menyapu di depan kantornya. Dal Pyung gugup melihat Nyonya Ro Sa berjalan ke arahnya dan bahkan tersenyum padanya. Nyonya Ro Sa menyapa Dal Pyung, dan bertanya apa Da Pyung ayahnya In Ha? Dengan gugup Dal Pyung membenarkan.

Pinocchio.E10.mkv_001332541_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001333648_thumb[1]

Dal Pyung menyajikan minuman untuk Nyonya Ro Sa dan bertanya apa yang membawanya kesana. Nyonya Ro Sa tersenyum dan meminta Dal Pyung menyebutnya seorang ibu yang campur tangan. Nyonya Ro Sa bertanya apa Dal Pyung sadar bahwa anaknya bekerja di stasiun berita yang sama dengan putrinya Dal Pyung. Dal Pyung membenarkan, dia bertemu Bum Jo sebentar hari itu di kantor polisi.

Nyonya Ro Sa langsung pada intinya bahwa Bum Jo menyukai In Ha. Dal Pyung terkejut karena dia tidak tahu. Nyonya Ro Sa tampak marah mendengarnya dan menyiram Dal Pyung dengan air di cangkir. Nyonya Ro Sa menuduh Da Pyung sengaja menyuruh In Ha merayu Bum Jo untuk mendapatkan uang dan memperluas kantornya.

Pinocchio.E10.mkv_001364236_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001366271_thumb[1]

“Tapi itu tidak akan berhasil. Putraku mungkin polos dan naif, tapi aku sudah berada di bisnis ini selama lebih dari 30 tahun, jadi jangan menipu diri sendiri!”

“Nyonya, maksud saya, Ketua Park. Maafkan saya, tapi itu..”

“Jika kau menyesal, maka akhiri secepatnya.” Nyonya Ro Sa melempar uang ke muka Dal Pyung. “Ambil ini dan menghilanglah. Jangan pernah mendekati putraku lagi.

Pinocchio.E10.mkv_001395517_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001401113_thumb[1]

Dal Pyung tersadar dari lamunannya oleh panggilan Nyonya Ro Sa. Ternyata tadi itu hanya lamunan Dal Pyung. Kenyataannya Nyonya Ro Sa bertanya apakah Dal Pyung tahu putranya menyukai In Ha? Dal Pyung bilang dia tidak tahu. Dia akan bicara pada In Ha agar dia tak mendekati Bum Jo lagi.

“Tidak, Anda tidak bisa melakukan itu! Saya datang untuk meminta Anda untuk melihat dengan baik pada anak saya.”

“Apa yang Anda katakan?” Dal Pyung tak percaya apa yang dikatakan Nyonya Ro Sa berbeda dengan lamunannya.

“Bisakah Anda membantu kami? Bisakah Anda membicarakan putraku pada putri Anda?”

***

Pinocchio.E10.mkv_001422387_thumb[2] Pinocchio.E10.mkv_001424307_thumb[1]

Dal Pyung senyum-senyum sendiri di kamarnya. Dia masih tak percaya kalau putra dari pemilik department store bisa menjadi menantunya. Dal Pyung pikir mungkin keberuntungannya akhirnya mulai berbalik. Dal Pyung tertawa. Tapi dia kemudian teringat In Ha yang tersenyum bahagia bersama Dal Po.

Pinocchio.E10.mkv_001454066_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001458242_thumb[1]

Dal Pyung menghubungi In Ha. In Ha sedang mengerjakan sesuatu bersama Dal Po di ruang reporter. In Ha menjawab telpon dan bertanya ada apa? Dal Pyung bertanya, In Ha tidak menyukai Dal Po, kan?

In Ha menoleh pada Dal Po lalu menjawab, “Ya, aku menyukainya. Aku menyukai Dal Po.”

“Maksudku sebagai pria..”

“Ya..sebagai pria.” Jawab In Ha sambil menatap Dal Po.

Pinocchio.E10.mkv_001481537_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001508457_thumb[1]

Dal Pyung menutup telponnya. Dal Po bertanya apa Dal Pyung sudah tahu tentang mereka? In Ha membenarkan, tapi dia tidak tahu bagaimana ayahnya itu mengetahuinya.

Ponsel Dal Po bergetar. Ada pesan masuk dari Dal Pyung yang mengajaknya bertemu besok. Dal Po memberitahu In Ha tentang hal itu. In Ha melarang Dal Po, dia yang akan pergi menemui ayahnya dan menjelaskan semuanya. In Ha meminta Dal Po tidak khawatir. Dal Po menarik kursi In Ha mendekat.

“Aku akan menemuinya, dan akulah yang akan menjelaskan itu padanya. Jadi tidak perlu bagimu untuk khawatir.”

“Baiklah.” In Ha tersenyum.

***

Pinocchio.E10.mkv_001529162_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001551990_thumb[1]

Dal Pyung makan es krim dengan sangat lahap. Dal Po heran, apakah Dal Pyung kepanasan? Dal Pyung membenarkan, dia terbakar. Dia merasa bagian dalam tubuhnya terbakar. Dal Pyung langsung pada intinya, dia menanyakan Dal Po yang masih tidak bisa memberitahunya tentang keluarga aslinya.

“Aku sudah bilang alasan mengapa aku gugup untuk memilikimu sebagai pasangan In Ha, kan? Aku akan mempertimbangkan kembali kau sebagai pasangan In Ha setelah kau memberitahuku siapa keluarga aslimu. Itu tidak berarti aku akan memberikan izinku. Itu hanya berarti akan memikirkannya. Hanya berpikir.”

“Kami seperti keluargamu, keluarga biasa. Ayahku adalah PNS, dan ibuku tinggal di rumah.”

Pinocchio.E10.mkv_001581701_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001592921_thumb[1]

“Saudara kandung?”

Dal Po menggeleng, “Tidak ada. Aku adalah anak tunggal mereka. Aku kehilangan kedua orang tuaku dalam kecelakaan mobil, dan tidak ada kerabat yang ingin membawaku. Itulah sebabnya aku tidak bisa memberitahumu. Karena aku takut jika aku memberitahumu, maka kau akan mengirimku pada kerabatku.”

Dal Pyung bertanya, apa itu saja? Dal Po membenarkan, itu saja. Dal Pyung bertanya lagi, Dal Po tahu kan kalau In Ha adalah… Dal Po menyela, dia tahu apa yang akan dikatakan Dal Pyung bahwa In Ha adalah putri satu-satunya Dal Pyung yang berharga, dan bahwa dia lebih cantik dan penting dari siapa pun di dunia ini.

Itu sebabnya Dal Pyung tidak ingin melihat dia terluka dan Dal Pyung ingin melihat dia menjalani kehidupan yang baik sambil dimanjakan dan diurus. Dal Po bilang dia tahu semua itu. Dal Pyung bilang bagus selama Dal Po tahu hal itu.

Pinocchio.E10.mkv_001617373_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001624741_thumb[1]

“Dal Po, kau benar-benar perlu tahu sesuatu. Bahwa aku benar-benar…aku benar-benar… aku benar-benar tidak seharusnya membandingkan. Tapi aku hanya…menyerah pada sesuatu yang sangat menakjubkan.” Dal Pyung menyeruput esnya. “Kau tahu itu?” Dal Pyung kesal karena dia harus menolak Bum Jo.

“Terima kasih, ahjussi.” Dal Po tersenyum.

“Jangan tersenyum. Dan jangan berterima kasih. Ini bukan aku memberikanmu izin. Aku hanya memikirkannya.”

“Baiklah.”

Pinocchio.E10.mkv_001644349_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001645960_thumb[1]

Dal Po tersenyum. Lalu melihat berita tentang Jae Myung yang rekaman saat dia menyelamatkan anak SMP itu diputar di CNN News di Amerika. Wajah Dal Po kembali menegang.

“Hadiah untuk berdiam diri tentang kebenaran kakaknya, manis. Kakakku tetap sebagai pahlawan…”

Pinocchio.E10.mkv_001656256_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001660425_thumb[1]

In Ha memeluk Dal Po bahagia di lorong kantor polisi yang sepi.

“..dan aku juga bahagia. Tapi kebahagiaan itu…”

Pinocchio.E10.mkv_001664529_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001667663_thumb[1]

Jae Myung memandangi selebaran seminar Cha Ok di rumahnya. Dalam selebaran itu tercetak tanggal 18 Desember 2013.

“..mulai berakhir tanpa aku sadari.”

***

Pinocchio.E10.mkv_001705884_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001726232_thumb[1]

Tim berita YGN masuk ke sebuah restoran. Mereka sudah memesan tempat, tapi ternyata tempat itu sudah ditempati tim MSC. Pemilik restoran akan memberikan soju sebagai gantinya. Hyun Kyu tidak bisa terima. Tapi Young Tak bilang tidak apa-apa, mereka bisa makan di ruang depan.

Direktur Young mengajak timnya bersulang untuk perolehan tertinggi mereka. Dan tentu saja ini juga untuk memanas-manasi tim YGN.

Manajer Jo juga mengajak Young Tak untuk bersulang. Young Tak menolak, sudah ada seseorang yang cukup norak yang bersulang lagi hari ini. Young Tak mengajak tim untuk hanya minum saja.

Pinocchio.E10.mkv_001739162_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001745599_thumb[1]

Direktur Young kembali mengajak tim untuk minum. Mereka harus berterima kasih pada Cha Ok karena mereka mendapatkan bonus berkat Cha Ok. Gong Joo menuang minuman pada Cha Ok dan berkata kalau rating pemirsa mereka naik setelah Cha Ok bergabung. Gong Joo juga bilang semua orang ingin tahu apa rahasia mereka. Gong Joo sebenarnya menyindir tim YGN.

“Mari kita lihat, rahasianya adalah… penampilanku yang cantik!” Cha Ok tertawa. Disambut tawa tim yang lain.

Tim MSC tertawa bersama.

Pinocchio.E10.mkv_001768663_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001777627_thumb[1]

Young Tak yang mendengarnya bilang kalau tim sebelahnya memang memiliki pembaca berita dengan penampilan yang bagus. Hyun Kyu tak terima, dia berdiri setelah menyimpan gelas dengan kasar. Hyun Kyu berkata sambil menatap ke arah tim MSC.

“Saya tidak yakin. Saya tidak ingin setuju. Saya percaya bahwa penampilan bagus yang berlebihan dari seorang pembaca berita menghapus nada serius dari berita.”

Gyo Dong ikut berdiri, “Saya setuju. Dalam hal ini, saya percaya bahwa Anda contoh terbaik dari pembaca berita yang ditawarkan di negara kita.”

Manajer Jo berdiri dan mengajak semuanya bersulang. Young Tak menyuruh mereka berhenti, karena mereka baru saja membunuhnya lagi. Tim pun duduk kembali.

Pinocchio.E10.mkv_001797605_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001801332_thumb[1]

Direktur Young mendengar Cha Ok akan membeberkan rahasia dibalik lonjakan peringkat MSC News di seminarnya. Cha Ok membenarkan. Il Joo bilang bukankah seharusnya mereka tetap menjaga rahasia mereka tersembunyi?

Il Joo melirik meja tim YGN, “Bagaimana jika saingan kita mendengarkan dan mempelajari rahasia kita?”

“Bukankah itu lebih baik mereka belajar dari kita dan tumbuh bersama? Aku akan sangat jujur kali ini.” Cha Ok merendah dengan sengaja.

Gong Joo berteriak bahwa dia pasti akan datang di acara seminar besok.

Pinocchio.E10.mkv_001812814_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001841429_thumb[1]

Gyo Dong heran, bukankah Young Tak yang selalu melakukan seminar itu. Manajer Jo bilang Young Tak menolak karena terlalu sibuk. Jadi mereka memanggil pengganti. Gyo Dong bilang dia juga berpikir seperti itu. Hyun Kyu membenarkan.

“Mereka bahkan tidak menghubungiku tahun ini.” Ujar Young Tak kesal. “Bagaimana kalau kita mendengarkan seminar Manajer Sung besok? Apakah kalian tidak penasaran untuk mencari tahu apa rahasia mereka?”

Pinocchio.E10.mkv_001852875_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001855727_thumb[1]

Semua menolak. Bahkan Gyo Dong berkata jika menyiarkan berita tentang korupsi senat yang belum di verifikasi sebagai berita utama dan mengabaikan semua isu-isu lain untuk semata-mata fokus pada mengubah seseorang menjadi pahlawan sepanjang minggu hanya untuk mengumpulkan beberapa empati, adalah rahasia kesuksesan MSC. Gyo Dong percaya bahwa dia tidak perlu belajar apapun dari mereka.

Pinocchio.E10.mkv_001876966_thumb[1] Pinocchio.E10.mkv_001880944_thumb[1]

Young Tak memegang tangan Gyo Dong dan membenarkan. Young Tak mengajak semuanya untuk tidak kehilangan fokus dan lakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Young Tak mengajak semuanya bersulang.

***

Bersambung ke bagian 2~

Komentar:

Pertama-tama, saya minta maaf karena saya sangat telat memposting. Bahkan ingkar janji. Seharusnya kemarin, tapi baru bisa saya posting hari ini. Mian….

Dal Po masih belum siap menerima akibat menyakitkan yang mungkin dia terima jika mengungkapkan kebenaran tentang Jae Myung yang berniat balas dendam. Dal Po masih belum siap jika nanti terjadi sesuatu dengan hubungannya dengan In Ha.

Tapi benar kata Mba fanny, terbukti bahwa Dal Pyung tidak bisa melarang In Ha pacaran dengan Dal Po. Bagaimanapun dia hanya mengharapkan putri yang berharganya itu bahagia.

Comments

  1. kereeeeeeeeeweeeennnnn.... hebaaaaaaat bisa bikin sinopnya.... aq suka suka suka.... mksh ya mbaaaaaaak

    ReplyDelete
  2. Waktu dalpo cerita sama dalpyung tentang asal usulnya, kata2 nya itu jdi mengingatkn dgn drama i hear your voice. klo g slh park sooha jg ada bilang klo g ada kerabat yg mau menampung nya ^^hihi

    btw, aku dr kemaren2 bolak balik blog ini nungguin sinopsis nya... akhirnya ada jg, dtunggu part 2 nya mba^^ hwaiting

    ReplyDelete
  3. Gomawo mba mumu..
    padahal baru aja baca sinop episode ini di tempat lain, tapi belum 'sreg' kalo belum baca bikinannya mba mumu ^.^
    semangatt terus mba!!!

    ReplyDelete
  4. Akhirnya Dal Pyung memberikan restu untuk In Ha dan Dal Po meskipun secara tidak langgsung....

    ReplyDelete
  5. terima kasih sinopnya mbak...smangat untuk part 2nya...

    ReplyDelete
  6. akhirnya uda ada,iya ya di ihyv juga begitu
    pokonya sinop dri mmba mumu ttp ditunggu

    ReplyDelete
  7. Akuu sukaaaaa sinopsisnya mbakk... thankz yow

    ReplyDelete
  8. Iih,, pertama waktu eomma nya bum jo nyiram appa nya in ha, aku sempet ga respect lagi sama dia, eh pas tau kalo itu cuma hayalan dal pyung ahjussi, aku ketawa2 sendiri bacanya
    Hhahahahaha, suka deh kalo liat scene hug di drakor ^.^

    ReplyDelete
  9. Ihh aku jadi eneg sama Bum Jo dan Eommanya -,- Ngerasa berlebihan aja gitu walaupun aku tau Bum Jo gak tahu menahu soal ibunya yang ketemu sama ayah In Ha
    Aku cuma ngerasa posisi Dal Po bisa terancam /apalah apalah/

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts