Sunday, December 21, 2014

Pinocchio Episode 12 – 1

Pinocchio.E12.mkv_000024102_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000031658_thumb[1]

Tim News YGN dan MSC sama-sama bersiap untuk mengudara. Dia ruang ganti MSC, Jae Myung sudah berpakaian rapi mengenakan setelan jas dan dasi. Il Joo memberinya daftar pertanyaan yang akan ditanyakan Cha Ok.

Pinocchio.E12.mkv_000033496_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000084375_thumb[1]

Sementara di ruang audio YGN, Dal Po sedang bersiap untuk membacakan narasi dari liputan kasus Jae Myung. Dal Po sejenak memejamkan mata. Dia teringat saat dia mengetahui bahwa informannya adalah Jae Myung sendiri.

Setelah mengaku sebagai informan Dal Po, Jae Myung berkata bahwa dia menyerahkan diri pada Dal Po. Jae Myung menyerahkan balas dendam mereka di tangan Dal Po dan meminta Dal Po melakukannya dengan hebat. Jae Myung berkata pada Dal Po dengan mata berkaca-kaca. Begitupun Dal Po yang meneteskan air mata haru campur sedih.

***

Episode 12 – Suling Ajaib

Pinocchio.E12.mkv_000125635_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000127479_thumb[1]

Yoo Rae dan Ho Chul mengintip Dal Po yang berada di ruang audio. Yoo Rae iri pada Dal Po yang lebih dulu melakukan laporan daripada dia, dan berita pertama Dal Po juga bagus. Ho Chul menenangkan, Yoo Rae juga nanti akan melakukannya.

“Tapi berita Dal Po ada di slot nomor enam, dan beritaku di slot sembilan belas. Ibuku akan ketiduran saat menungguku muncul.” Keluar Yoo Rae.

“Bagaimana dengan ibuku?” tanya Ho Chul yang sepertinya slot beritanya lebih jauh dibanding Yoo Rae.

Pinocchio.E12.mkv_000142919_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000154903_thumb[1]

Kakek Choi sibuk mencari cara untuk membuat TV menampilkan dua layar stasiun. Kakek ingin melihat Dal Po dan In Ha secara bersamaan di dalam TV. Tapi Dal Pyung bilang kakek dibodohi, In Ha tidak akan masuk TV. Bahkan Dal Pyung ragu In Ha akan muncul di TV sebelum mereka lunas membayar cicilan TV itu.

Kakek menimpuk Dal Pyung dengan bantak, karena Dal Pyung malah berharap In Ha tidak muncul di TV.

Pinocchio.E12.mkv_000169973_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000189893_thumb[1]

Berita pun dimulai. Gong Joo memantau di kantor bersama Il Joo. Dia kelihatannya sedang senang. Mungkin tak sabar menanti penampilan Cha Ok yang akhirnya berhasil mewawancarai Jae Myung.

Di kantor YGN, Manajer Jo dan Gyo Dong juga memantau. Manajer Jo berkata pada Gyo Dong bahwa dia merasa terlalu kejam membiarkan Dal Po (yang adalah adiknya Jae Myung) mengambil laporan berita itu. Tapi Gyo Dong bilang itu adalah keinginan Dal Po sendiri.

Pinocchio.E12.mkv_000198324_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000202024_thumb[2]

Bum Jo masuk ke ruang siaran dan mendekati In Ha yang sudah lebih dulu ada disana. Bum Jo ingin tahu apa In Ha kesana karena khawatir apa yang mungkin akan dilakukan Jae Myung? In Ha membenarkan.

Pinocchio.E12.mkv_000221410_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000235192_thumb[1]

Tiba saatnya wawancara. Jae Myung masuk dan duduk di kursi samping Cha Ok. Saat segmen Issue People (wawancara dengan tokoh yang sedang ramai diperbincangkan), Cha Ok memperkenalkan Jae Myung sebagai tamunya minggu ini. Yaitu orang yang mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan nyawa seorang anak kecil dari supir yang mabuk.

Cha Ok menyapa Jae Myung.

Pinocchio.E12.mkv_000255503_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000265751_thumb[1]

Cha Ok lalu berkata diketahui kalau Jae Myung be adalah korban dari kebakaran pabrik di 13 tahun yang lalu dan karenanya mendapatkan lebih perhatian dari warga kota. Cha Ok mengingatkan Jae Myung bahwa mereka pernah bertemu di tempat yang sama 13 tahun yang lalu.

Jae Myung membenarkan. Saat itu dia meminta Cha Ok mewawancarainya agar dia menyatakan bahwa ayahnya tidak bersalah.

Cha Ok mengatakan MCS satu-satunya stasiun berita yang mengetahui ketidakadilan yang diterima Jae Myung. MSC menyimpan rekaman itu karena mereka tahu bahwa suatu hari akan datang dimana mereka harus membaginya dengan dunia. Lalu rekaman itu diputar.

Pinocchio.E12.mkv_000288573_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000291376_thumb[1]

Dalam rekaman diperlihatkan Jae Myung yang membawa tropi penghargaan yang di dapatkan Ki Ho Sang. Jae Myung menyebutkan jumlah kebakaran dan orang yang telah diselamatkan ayahnya setelah bekerja 21 tahun sebagai pemadam kebakaran.

Jae Myung bilang bahwa ayahnya bukanlah tipe orang yang akan meninggalkan orang lain di belakang dan bukan orang yang akan mengabaikan keluarganya untuk bersembunyi. Jae Myung lebih baik mati daripada percaya bahwa ayahnya telah tiada, tapi sebagai seorang anak dia tahu ayahnya tidak bersalah.

Pinocchio.E12.mkv_000334394_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000351639_thumb[1]

Jae Myung tampak masih merasakan perasaan yang dia rasakan saat itu. Cha Ok lalu bertanya apakah Jae Myung masih ingat wawancara itu? Jae Myung membenarkan, dia ingat setiap kata yang dia ucapkan. Dan..dia juga ingat dengan sangat jelas bagaimana Cha Ok memerintahkan agar wawancara itu di edit. Jae Myung menatap Cha Ok.

“Dalam wawancara itu, anda bilang bahwa bagian yang hanya anda butuhkan dari wawancara itu adalah adegan dimana saya berteriak bahwa yang hanya saya pedulikan adalah ayah saya masih hidup.” Jae Myung menghadap kamera. “Tapi wawancara yang baru saja anda tunjukkan nampaknya kehilangan bagian itu.”

Pinocchio.E12.mkv_000398611_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000401260_thumb[1]

Cha Ok pun teringat wawancara 13 tahun lalu itu. Dan dia bilang pada Joo Hoo bahwa yang mereka butuhkan hanyalah bagian dimana Jae Myung berteriak tentang dia yang menunggu kabar bahwa ayahnya masih hidup. Joo Ho mengingatkan itu terlalu berlebihan dan itu bukanlah inti dari wawancaranya. Tapi Cha Ok bilang itulah yang penting untuk dia.

Pinocchio.E12.mkv_000411661_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000421897_thumb[1]

Jae Myung masih menatap Cha Ok. Cha Ok mengalihkan pandangan ke kamera dan akan mengajukan pertanyaan selanjutnya. Tapi Jae Myung menyela.

“Ini menarik. Tergantung pada bagaimana sesuatu di edit, seseorang bisa menjadi iblis atau seorang pahlawan. Melalui cara anda mengedit rekaman anda mengubah ayahku menjadi seorang iblis 13 tahun yang lalu.” Jae Myung menatap tajam Cha Ok.

Pinocchio.E12.mkv_000447219_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000456401_thumb[1]

Cha Ok tampak gugup tapi masih berusaha tersenyum, “Kasus itu..13 tahun yang lalu. Tolong mempertimbangkan kenyataan bahwa kemampuan saya belum matang saat itu.”

“Lalu apa yang anda katakan adalah..tidak seperti anda di masa lalu, anda sudah matang?”

“Ya, tentu saja. Meskipun telah melalui banyak waktu, bukankah MSC News juga memberi penerangan dalam ketidakadilan yang telah dilakukan pada ayah anda? Dan juga membuat anda menjadi seorang pahlawan.”

Pinocchio.E12.mkv_000482939_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000500780_thumb[1]

“Tidak, saya tidak setuju dengan itu. Karena saat ini anda melakukan hal yang sama yang telah anda lakukan 13 tahun yang lalu.” Jae Myung kembali menatap tajam Cha Ok. “Seperti bagaimana anda mengubah ayah saya yang seperti pahlawan menjadi iblis, anda sekarang telah mengubah seorang pembunuh seperti saya menjadi seorang pahlawan.”

Cha Ok tersentak, apa maksud Jae Myung dengan seorang pembunuh? Jae Myung menghadap kamera dan mengaku bahwa dia telah membunuh orang. Jika pemirsa tidak percaya, Jae Myung menyarankan mereka untuk berganti saluran ke YGN News untuk mencari tahu.

In Ha dan Bum Jo yang berada di studio saling berpandangan.

Pinocchio.E12.mkv_000512362_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000513956_thumb[1]

Jae Myung kembali menatap Cha Ok dengan penuh kebencian.

Pinocchio.E12.mkv_000540540_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000542904_thumb[1]

Beberapa jam sebelumnya. Dal Po berada di tempat kejadian dimana Moon Duk Soo dikubur hidup-hidup oleh Jae Myung. Moon Duk Soo sudah meninggal dan jenazahnya diangkat ke atas. Dal Po lalu bersiap merekam laporan dari tempat kejadian.

Pinocchio.E12.mkv_000557973_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000580175_thumb[1]

Sekarang di TV, Young Tak mulai menyiarkan berita eksklusif mereka. Tentang Ki Jae Myung seorang pahlawan yang menyelamatkan nyawa anak kecil, dan menyatakan bahwa dia adalah seorang pembunuh. Jae Myung mengaku pada salah satu reporter YGN (yang adalah Dal Po) bahwa dia telah membunuh tiga orang.

Rekaman liputan disiarkan, dan terdengar suara Dal Po memberikan narasi. Tubuh tak bernyawa Moon Duk Soo yang diduga sebagai tersangka kebakaran kontainer sebulan yang lalu ditemukan di lubang got daerah pinggiran Seoul jam 6 sore tadi.

Pinocchio.E12.mkv_000585653_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000588856_thumb[1]

Ketua Tim memberikan penjelasan bahwa tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban dan diperlukan otopsi yang lebih detail untuk mengetahui penyebab kematian yang sebenarnya.

Chan Soo melihat tayangan berita itu di TV dalam mobil polisi bersama Ketua Tim. Chan Soo lalu teringat saat Dal Po mendatanginya dan memberikan sebuah alamat sore tadi. Alamat itu adalah dimana tubuh Moon Duk Soo berada.

Pinocchio.E12.mkv_000603422_thumb Pinocchio.E12.mkv_000607067_thumb

[Flashback] Chan Soo bertanya bagaimana Dal Po bisa tahu tubuh Moon Duk Soo ada disana? Dal Po bilang bahwa pembunuhnya yang memberi informasi.

“Siapa pembunuhnya?” tanya Chan Soo lagi.

Ki Jae Myung, jawab Dal Po. Chan Soo merasa senang mendengarnya karena dia sudah menduga dan merasakannya. Tapi Chan Soo kemudian penasaran kenapa Jae Myung memberi informasi itu pada Dal Po?

“Ki Jae Myung adalah kakakku.” Jawab Dal Po mantap. Membuat Chan Soo tak bisa berkata-kata lagi.  [End]

Pinocchio.E12.mkv_000629299_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000637757_thumb[1]

Chan Soo bergumam sendiri mengumpat Dal Po yang melaporkan kakaknya sendiri. Chan Soo bahkan menyebut Dal Po berhati dingin.

Kembali ke siaran, Dal Po menyubutkan bahwa Jae Myung yang memberitahu dimana mereka bisa menemukan tubuh Moon Duk Soo. Jae Myung juga mengungkapkan bahwa dia tidak hanya membunuh Moon Duk Soo tapi juga membunuh korban kebakaran kontainer dan memberikan bukti kejahatannya sendiri.

Pinocchio.E12.mkv_000646063_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000648623_thumb[1]

Teman-teman Dal Po di YGN menyaksikan berita itu dengan prihatin.

Jae Myung memberikan pernyataan. “Saya marah sekali pada para pria itu yang menuduh ayah saya berbuat kejahatan 13 tahun yang lalu. Dan saya telah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya saya lakukan.”

Pinocchio.E12.mkv_000660362_thumb[2] Pinocchio.E12.mkv_000679270_thumb[1]

Dalam rekaman Dal Po melaporkan dari tempat kejadian. Polisi akan melanjutkan penyelidikan berdasarkan pernyataan Jae Myung.

Dal Po keluar dari gedung YGN dan melintasi layar yang sedang menampilkan dirinya memberi laporan. In Ha dan Bum Jo melihat layar yang menampilkan berita Dal Po di gedung MSC.

“Tuan Ki menyadari bahwa apa yang digambarkan pada masyarakat bukanlah jati dirinya yang sebenarnya dan mengakui kejahatannya dalam upayanya untuk berhenti menipu masyarakat. YGN News…Ki Ha Myung melaporkan.” Tutup Dal Po dalam laporannya.

Pinocchio.E12.mkv_000685134_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000692584_thumb[1]

“Dal Po-ya…” In Ha terkejut Dal Po begitu cepat mengungkapkan jati dirinya.

Dal Pyung menjatuhkan jeruk yang dipegangnya karena terkejut. Kakek Choi juga sangat terkejut.

“Bagaimana bisa dia mengatakan…bukan Choi Dal Po, tapi Ki Ha Myung?”

Pinocchio.E12.mkv_000714642_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000717503_thumb[1]

Cha Ok syok dan menyendiri di ruang siaran yang sudah gelap. Cha Ok emosi dan melempar kertas-kertas yang ada di hadapannya.

Pinocchio.E12.mkv_000730281_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000737334_thumb[1]

Dal Po menunggu Jae Myung di depan gedung MSC. Tapi dia tak sendirian, beberapa mobil polisi juga sedang menunggu Jae Myung. Lalu Jae Myung keluar dari dalam gedung. Dal Po… tidak, Ha Myung menghampiri kakaknya itu dengan mata berkaca-kaca.

Pinocchio.E12.mkv_000755768_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000760418_thumb[1]

“Apa kau membuat laporannya?” tanya Jae Myung.

Ha Myung mengangguk.

“Aku juga memberikan tamparan keras di wajah Reporter Sung Cha Ok.” Jae Myung tersenyum.

Ha Myung tersenyum dan mengangguk. Dia memuji Jae Myung yang sudah melakukannya dengan baik. Ha Myung menangis. Jae Myung melihat para polisi yang sudah menunggunya.

Pinocchio.E12.mkv_000778568_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000779677_thumb[1]

Ketua Tim bergerak hendak menghampiri atau menangkap Jae Myung, tapi Chan Soo menahannya. Chan Soo menggeleng. Dia ingin memberikan waktu bagi Ha Myung dan Jae Myung.

Pinocchio.E12.mkv_000793847_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000795972_thumb[1]

“Kita sudah berpisah sangat lama…dan kita akan segera berpisah lagi. Akan sangat menyenangkan jika kita bertemu lagi secepatnya.”

“Maafkan aku, Hyung. Aku sangat menyesal.” Ha Myung tertunduk.

Pinocchio.E12.mkv_000818759_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000824224_thumb[1]

Jae Myung memegang wajah Ha Myung agar menatapnya. Jae Myung bilang itu baru permulaan, dan mulai saat itu Ha Myung harus menghadapi Sung Cha Ok sendirian.

“Tunjukan pada Reporter Sung Cha Ok dan aku..seperti apa seharusnya seorang reporter sebenarnya.”

Ha Myung mengangguk dan semakin terisak. Jae Myung berkata dia menaruh kepercayaannya pada Ha Myung. Jae Myung tersenyum dan mengajak Ha Myung untuk berjanji mengikat jari mereka.

Pinocchio.E12.mkv_000855489_thumb[2] Pinocchio.E12.mkv_000866698_thumb[1]

“Janji…Stempel…Salin.” Jae Myung menggenggam tangan Ha Myung dan mengacak rambut Ha Myung. “Sudah distempel dan disalin.”

Pinocchio.E12.mkv_000884946_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000888421_thumb[1]

“Hyung….” Ha Myung masih terisak dan menyandarkan kepalanya ke bahu Jae Myung.

Pinocchio.E12.mkv_000892829_thumb[2] Pinocchio.E12.mkv_000897154_thumb[1]

Jae Myung memeluk Ha Myung. Dia akhirnya tak bisa menahan kesedihannya lagi dan menangis. Jae Myung menyerahkan balas dendam mereka di tangan Ha Myung.

(Ah…masih nyesek aja liat adegan ini…)

***

Pinocchio.E12.mkv_000959448_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_000985738_thumb[1]

Setelah memberi penghormatan, Dal Po duduk di hadapan kakek. Kakek bertanya apa Dal Po sudah mendapatkan tempat untuk tinggal? Sudah, Dal Po akan tinggal di rumah dimana Jae Myung biasa tinggal.

“Tidak bisakah kau.. tidak bisakah kau terus tinggal disini saja? Tidak masalah untukku apa kisahmu. Kau adalah putraku, Choi Dal Po. Ya, itu kau.” Ujar kakek tanpa menatap Dal Po.

“Maafkan aku..” Dal Po menolak.

Pinocchio.E12.mkv_000989795_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001005205_thumb[1]

“Apakah tinggal disini bersama kami semenyakitkan itu untukmu?”

“Ya. Itu..” Dal Po terbata-bata. “Itu menyakitkan untukku.”

“Tidak, aku bahagia. Aku sangat bahagia..hingga aku merasa bersalah pada Jae Myung.”

Pinocchio.E12.mkv_001033279_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001038390_thumb[1]

Kakek Choi menyadari tentu saja menyakitkan bagi Dal Po. menjaga kejadian tragis itu sebagai rahasia dan berjuang melewatinya sendirian. Pasti menyakitkan untuk Dal Po. Kakek pun mengerti.

“Aku..ingin mengambil kembali nama lahirku.”

“Apa yang kau katakan?” akhirnya kakek menatap Dal Po.

Pinocchio.E12.mkv_001076367_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001081586_thumb[1]

“Agar aku bisa melakukannya, ayah harus membatalkan adopsiku.” Dal Po meneteskan air mata.

Kakek syok, tak hanya pergi dari rumah, tapi Dal Po memintanya untuk membatalkan adopsi, “Bagaimana bisa kau mengatakan itu padaku? Bagaimana bisa kau mengharapkan aku untuk melakukan itu? Bagaimana..bagaimana aku bisa melakukan itu?”

Kakek mengguncang tangan Dal Po dan menangis sedih. Dal Po juga ikut menangis.

“Maafkan aku ayah. Tapi aku pikir..aku tidak seharusnya merasakan kebahagiaan lagi.”

Pinocchio.E12.mkv_001096518_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001116918_thumb[1]

Dal Po mengemas pakaiannya ke dalam koper. Dal Pyung masuk ke kamar dan berkelakar kalau kamar Dal Po akan menjadi kamarnya sekarang. Di usia lebih dari 50, akhirnya dia bisa mendapatkan kamarnya sendiri. Dal Po diam tak menanggapi Dal Pyung.

Lalu Dal Pyung bertanya apa yang akan terjadi pada Dal Po dan In Ha? Dal Po memberi tahu bahwa dia sudah mengakhiri semuanya diantara mereka, jadi Dal Pyung tidak perlu khawatir lagi tentang hal itu.

Pinocchio.E12.mkv_001142539_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001144577_thumb[1]

“Jangan pergi.” Ujar Dal Pyung tiba-tiba membuat Dal Po sejenak mematung. “Semua kata-kata menyakitkan yang pernah aku ucapkan padamu..aku ambil kembali semuanya. Maafkan aku. Jadi jangan pergi.”

“Maafkan aku…” Dal Po memberi jawaban.

“Jika aku menjalani kehidupan yang bahagia..maka itu akan membuat kakakku sangat menyedihkan.”

Pinocchio.E12.mkv_001171870_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001191964_thumb[1]

Dal Po keluar kamar. Di luar, Dal Po mengucapkan terima kasih pada Dal Pyung atas semuanya selama ini dan memberikan hormat. Dal Po juga berpesan agar Dal Pyung menjaga diri. Dal Pyung tampak sedih.

Dan terdengar tangisan kakek Choi di dalam kamar yang terus menyebut nama Dal Po adalah Choi Dal Po. Dal Pyung berteriak memanggil Kakek. Juga In Ha yang masih di dalam kamar. Apa In Ha tidak akan melepas kepergian Dal Po? Dal Po langsung keluar rumah.

Pinocchio.E12.mkv_001205291_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001210669_thumb[1]

Seperti kakek yang menangisi Dal Po, In Ha juga terisak menangisi Dal Po.

Pinocchio.E12.mkv_001238611_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001241743_thumb[1]

Di dalam lift Dal Po sedikit limbung dan menyandarkan diri ke dinding lift. Dal Po memejamkan mata dan mengingat perkataannya pada Jae Myung bahwa dia ingin membalas dendam yang sebenarnya pada Cha Ok, dan karena itu dia memutuskan hubungan dengan In Ha.

Pinocchio.E12.mkv_001274844_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001313817_thumb[1]

In Ha masuk ke kamar Dal Po yang sudah kosong. Dal Po meninggalkan fotonya bersama keluarga Choi. In Ha teringat saat dia memutuskan untuk pergi dari Dal Po. Saat itu In Ha meminta Dal Po untuk tidak khawatir karena dia akan segera melupakan perasaannya pada Dal Po. In Ha juga meminta Dal Pi untuk tidak mengkhawatirkannya dan ragu-ragu karena dirinya, dan lakukan pertarungan yang hebat dengan ibunya.

“Tidak apa-apa untukmu marah dan membencinya sebanyak yang kau mau.”

In Ha memeluk foto itu.

Pinocchio.E12.mkv_001338822_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001363310_thumb[1]

Dal Po pergi ke rumah Jae Myung. Dia mengambil fotonya berdua bersama Jae Myung (kapan difotonya ya?hehe) dan teringat pada perkataan Jae Myung bahwa saat ini adalah awal dimana dia harus menghadapi Cha Ok sendirian.

“Tunjukkan pada Reporter Sung Cha Ok dan aku.. seperti apa seharusnya seorang reporter sebenarnya.”

Dal Po mengambil foto keluarganya di meja lain dan meletakkannya bersama dengan fotonya dengan Jae Myung di meja komputer.

Pinocchio.E12.mkv_001382316_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001406010_thumb[1]

Di meja itu Dal Po menemukan pulpen yang dibelikan Jae Myung untuknya sebagai hadiah. Di pulpen itu tertulis: “Untuk adikku, Ha Myung.”

Dal Po tak bisa menahan haru serta kesedihannya dan terisak.

(ingat kan saat Jae Myung makan pizza dengan Ha Myung dia meminjam pulpen Ha Myung yang hanya pulpen biasa. Jae Myung lalu pergi ke sebuah toko membeli sesuatu. Dan itu ternyata adalah pulpen untuk Ha Myung. Sweet banget gak sih…)

***

Pinocchio.E12.mkv_001432576_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001447639_thumb[1]

Dal Po mengunjungi Jae Myung di tahanan. Dal Po menanyakan keadaan kakaknya itu, apa kakaknya mengalami kesulitan atau membutuhkan sesuatu. Jae Myung bilang dia baik-baik saja.

“Aku senang karena aku mendengarkanmu. Jika aku tidak menyerahkan diri dan meneruskan balas dendan..” Jae Myung mendekatkan badannya. “Maka aku tidak akan bisa sering-sering melihat wajah lucumu.”

Jae Myung tersenyum dan mengetuk kaca pembatas, menunjuk wajah Dal Po.

Pinocchio.E12.mkv_001476155_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001488188_thumb[1]

Besok adalah reka ulang di tempat kejadian perkara. Jae Myung meminta Dal Po untuk membawakan pakaian yang nyaman untuknya, karena akan terlalu berlebihan jika dia tampil di TKP dengan pakaiannya sekarang. Dal Po mengerti.

Jae Myung juga meminta Dal Po untuk memastikan kehadirannya di TKP besok. Meskipun Dal Po akan melihat hal yang mengerikan, tapi itu tetap akan menjadi kesempatan terakhir bagi mereka untuk bertemu di luar ruangan. Dal Po setuju.

***

Pinocchio.E12.mkv_001504910_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001511029_thumb[1]

Ketua Tim membaca koran mengenai kasus Jae Myung. Dia menilai Dal Po benar-benar tidak punya hati. Karena Dal Po meyakinkan kakaknya sendiri untuk menyerahkan diri agar Dal Po bisa mendapatkan berita eksklusif tentang kasusnya.

Chan Soo kesal mendengarnya, “Akankah anda ingin menangkap anggota keluarga anda sendiri agar anda mendapatkan promosi?”

“Hei, kau pikir aku sangat rendah untuk melakukan hal seperti itu?” ujar Ketua Tim balik kesal.

Pinocchio.E12.mkv_001517099_thumb[2] Pinocchio.E12.mkv_001519464_thumb[1]

“Ketua Tim, tingkatan cara anda berpikir….” Chan Soo akan mengatakan sesuatu, tapi terhenti karena teringat saat dulu dia menyebar rumor tentang Dal Po yang mencuri soal tes.

Pinocchio.E12.mkv_001534132_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001540151_thumb[1]

Karena Chan Soo berhenti di tengah perkataannya, Ketua Tim menanyakan kelanjutannya. Tingkatan apa yang dimaksud Chan Soo?

“Tingkatan cara anda berpikir sama dengan tingkatan saya.”

“Dalam tingkatan apa kau berada?”

“Belum dewasa, tidak bijaksana, dan sangat dangkal.”

Chan Soo langsung keluar kamar tanpa mempedulikan teriakan Ketua Tim yang ingin protes.

Pinocchio.E12.mkv_001564840_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001569183_thumb[1]

Di lorong Chan Soo bertemu Dal Po yang baru saja menemui Jae Myung. Dal Po menanyakan tentang reka ulang di TKP. Chan Soo meminta maaf pada Dal Po karena dia tidak bisa membuatnya tertutup meski dia sudah mencobanya. Dal Po meminta Chan Soo untuk menjaga kakaknya. Chan Soo mengiyakan dan meminta Dal Po untuk tidak khawatir.

Pinocchio.E12.mkv_001588974_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001595303_thumb[1]

Esok harinya di TKP. Banyak reporter dan cameramen berkumpul disana. Dal Po berdiri agak jauh dari mereka. Il Joo melihat Dal Po dan mengenalinya sebagai adik Jae Myung. Dia mengajak Joo Ho untuk mengambil gambar Dal Po. Joo Ho ragu gambar itu akan berguna, tapi dia tetap mengangkat kameranya.

“Adik kandung Ki Jae Myung sendiri yang melaporkannya menjadi seorang pembunuh. Tidakkah anda pikir kita mungkin bisa membuat sesuatu dari itu?” ujar Il Joo.

Pinocchio.E12.mkv_001606980_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001611016_thumb[1]

Dan tara! Hyun Kyu yang sejak tadi mendengar perkataan Il Joo menghadang kamera Joo Ho agar tidak mengambil gambar Dal Po. Hyun Kyu berkata pada Il Joo kalau dia tidak yakin gambar Dal Po bisa dibuat sesuatu.

Jae Hwn ikut muncul, “Hei, apa kau disini untuk meliput reka ulang atau kau disini untuk membuat tabloid murahan?”

Il Joo kesal karena mereka menghadang dan menyuruh mereka menyingkir, tapi Jae Hwan dan Hyun Kyu tidak mau. Hingga akhirnya rombongan polisi yang membawa Jae Myung tiba di tempat.

Pinocchio.E12.mkv_001642574_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001643400_thumb[1]

Mereka dan reporter lain segera memburu Jae Myung yang baru turun dari mobil. Jae Myung diberondong beberapa pertanyaan.

“Apa ada korban lain?”

“Apa menyelamatkan anak itu hanya untuk pertunjukan?”

“Apa anda ingin mengatakan sesuatu pada keluarga korban?”

“Apa anda berharap status pahlawan anda akan tetap membuat kejahatan anda terkubur?”

Pinocchio.E12.mkv_001660604_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001665399_thumb[1]

Dal Po sedih melihat Jae Myung. Jae Myung berhenti dan teringat saat 13 tahun yang lalu dia juga dikerubungi oleh para wartawan. Chan Soo bilang Jae Myung tidak perlu menjawab pertanyaan para reporter itu dan fokus saja pada reka ulang. Chan Soo juga meminta para reporter diam karena sudah mengganggu pekerjaan mereka.

Pinocchio.E12.mkv_001678705_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001680048_thumb[1]

Jae Myung melihat ke sekeliling, mencari keberadaan Ha Myung. Jae Myung menangkap sosok Ha Myung dan mengangguk ke arahnya. Ha Myung balas mengangguk. Jae Myung lalu dibawa kembali oleh polisi.

Pinocchio.E12.mkv_001717525_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001727804_thumb[1]

Dal Po kembali ke kantor polisi. Dal Po tak kuat menahan kesedihan dan bersandar di pintu masuk. Dal Po menenangkan diri. Dia lalu melihat In Ha yang berdiri tak jauh darinya, menatapnya dengan khawatir.

Pinocchio.E12.mkv_001750462_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001759269_thumb[1]

Dal Po berjalan masuk, tak mempedulikan In Ha. In Ha menyusul dan memegangi Dal Po yang hendak terjatuh. In Ha menanyakan keadaan Dal Po, karena dia melihat Dal Po sangat pucat sekarang. Dal Po melepaskan tangan In Ha yang memegangnya dan berkata bahwa dia baik-baik saja, jadi In Ha tak perlu melakukan apapun dan tetap menjauh.

Pinocchio.E12.mkv_001784337_thumb[1] Pinocchio.E12.mkv_001794346_thumb[1]

Dal Po masuk ke dalam lift. In Ha menahan pintu lift.

“Dal Po-ya…”

“Jangan memanggilku dengan nama itu. Aku baik-baik saja, jadi kau tidak perlu mengkhawatirkanku dan juga jangan mencoba untuk menghiburku. Sehingga aku tidak hancur dan jatuh..sehingga aku tidak goyah..tolong jangan melakukan apapun, dan tetap menjauh.”

***

Bersambung ke bagian 2~

Komentar:

Sungguh mengharukan. Bahkan Dal Pyung pun tidak ingin Dal Po pergi. Berarti dia pun sesungguhnya menyayangi Dal Po, terlepas darimana dia berasal dan siapa jati dirinya yang sebenarnya. Tapi tekad Dal Po sudah kuat. Dia sekarang benar-benar ingin menjadi Ki Ha Myung, menjadi adik yang bisa diandalkan Jae Myung.

Dal Po melaporkan Jae Myung bukan karena dia ingin mendapatkan laporan eksklusif ataupun promosi seperti yang dituduhkan Ketua Tim. Dal Po hanya tidak ingin Jae Myung terjerumus lebih dalam ke dalam lubang kejahatan dan hidupnya semakin hancur. Dal Po melakukannya karena Dal Po mencintai kakaknya itu.

Cool Chan Soo. Dia yang mengenal Dal Po berani membelanya di depan Ketua Tim, dan Chan Soo bahkan sekarang mengakui kesalahannya di masa lalu pada dirinya sendiri.

Jong Suk akting nangisnya keren juga, pas di IHYV perasaan gak banyak adegan nangis soalnya….

14 comments:

  1. ahh jae myung oppa emang baik... :(

    gomawo mba mumu.. ditunggu part-2nya. semangatt!!

    ReplyDelete
  2. episode yg menguras air mata........hiks,,,
    makasih mba mumu

    ReplyDelete
    Replies
    1. yep... malahan 2 episode yg menguras air mata,
      tapi untuk episode 12 memasuki pertengahan dan ending episodenya, malah jadi episode pencerahan, dgn jae myung yg menyerahkan diri dan segala hal yang sudah menuju kebenaran....

      Delete
  3. SETUJU MBAK MUMU.... akting jong suk nangis didrama ini JJANG dech.....

    ReplyDelete
  4. gomawoyo haraboji.....
    terus lah mencintai dan menyayangi urri oppa dal po....

    ReplyDelete
  5. Baca sinopnya ad dah bikin nagis bombay... Gnn klo nonoton yaaaaa

    ReplyDelete
  6. jongsuk banyak nangis tuh di doctor stranger. aku ngefans sama jongsuk bukan cuma karena dia ganteng. tp ekspresinya banyak dan bagus. ekspresinya yoon kyunsang juga bagus.
    gemes kalo liat ekspresi mereka. rasanya pengen meluk. ahahaha XDD

    Joongki cepatlah beresin wamilnyaaa.. nanti bisa2 aku bener2 berpaling ke jongsuk nih. XDD

    ReplyDelete
  7. Jong suk butuh bahu sandaran u.u episode kali ini paling nyesek kak

    ReplyDelete
  8. Hahahha sama mbg diszhuu, aq jg klo oppa lma keluar wamil ny bs2 aq beralih ke jong suk oppa, tpi ngk pp klo suka 22 ny kan :D
    Abs berawal dri dokter stranger trs school apa tu trs ke ihyv lgi aq jdi suka oppa tpi ttp oppa joongki ttp the best hahha
    Mudah2han bener klo bulan mei tahun dpn oppa bkl keluar wamilnya, trs bs blik lgi ke rm please trs main lgi sm unggi-yah (hhh lupa nama korea ny siapa :D)

    Drama ini? Ngk sbr nntn dvd nyaaaa

    ReplyDelete
  9. Hiiiks,, nangis iih baca sinopnya, lanjut part 2

    ReplyDelete
  10. Mataku sembab gara2 episode ini...gak tega lihat kakeknya nangisnya smpe bgitu..makasih ya krn sinop ini aq jd lbh ngrti jalan ceritanya

    ReplyDelete
  11. Gara gara eps in mta ku jdi kya mata panda haru dan sedih makasih sinopsis y.

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD