Hyde, Jekyll, Me | Episode 6 – 1

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000064218_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000069484_thumb[1]

“Robin, kau benar-benar... orang yang sangat baik. Dan itulah mengapa... aku menyukaimu. Aku menyukaimu.”

Tanpa sadar Ha Na mengungkapkan perasaannya pada Robin. Robin yang sebenarnya adalah Seo Jin tentu saja merasa kaget dan tercengang dengan pengakuan mendadak itu. Ha Na juga kemudian sadar dengan apa yang dikatakannya dan segera pergi meninggalkan Seo Jin sambil menutupi wajahnya dengan selimut.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000090112_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000102565_thumb[1]

Ha Na memaki dirinya sendiri gila, benar-benar gila. Ha Na tak percaya dirinya mengatakan perasaannya begitu saja.

“Aku pasti sudah gila! Ugh, aku sangat malu! Sangat memalukan!” Ha Na kembali menutup kepalanya dengan selimut dan menghentakkan kaki ke tanah. Sementara itu Seo Jin masih terpaku.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000109690_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000118036_thumb[1]

Ha Na curhat pada si kambing dan anak anjing kalau dia sudah gila. Dan mengatakan bahwa dia benar-benar bukan gadis seperti itu (gampangan). Lalu Ha Na merasakan jantungnya yang berdetak kencang. Ha Na panik, dia takut jantungnya meledak.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000129191_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000132363_thumb[1]

Seo Jin yang masih terpaku juga kemudian memegang dadanya. Jantungnya berdebar kencang. Seo Jin menyuruh jantungnya berhenti berdebar.

“Tidak, berhenti berarti aku akan mati. Kau dilarang berdebar begitu cepat. Aku harus tetap berhati-hati.” Ujar Seo Jin pada jantungnya.

Ha Na dan Seo Jin termenung ditempat mereka masing-masing.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000192439_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000193751_thumb[1]

Hari berganti pagi. Jin Joo membangunkan Ha Na untuk segera pergi. Ha Na yang masih mengantuk teringat pada pengakuannya semalam, lalu menendang-nendang kesal di dalam selimut.

Jin Joo heran melihatnya. Dia menebak Ha Na mengungkapkan perasaan pada Robin tengah malam tadi. Ha Na langsung mengelaknya. Dan Jin Joo paham, artinya Ha Na memang melakukannya. Jin Joo memegang kepalanya yang tak pusing.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000211725_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000213157_thumb[1]

Eun Chang masuk dan memberikan pesan yang ditinggalkan Robin (Seo Jin). Dalam pesan itu Robin memberitahu kalau dia pergi duluan karena ada sesuatu yang harus dia urus. Eun Chang bilang Robin sudah pergi saat dia bangun. Ha Na terdiam memikirkan sesuatu.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000223914_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000225850_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000234759_thumb[1]

Tak berapa lama kemudian dia berlarian di tanah lapang di depan rumah tempat mereka menginap sambil berteriak kencang, tak karuan. Eun Cha bingung melihatnya, apakah Ha Na masih mabuk.

“Tidak, dia baru saja tersentak dengan kenyataan. Aku mengerti sekarang. Ha Na pikir dia adalah seorang pria yang baik, tapi dia sebenarnya bajingan busuk.” Timpal Jin Joo.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000252895_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000286908_thumb[1]

Seo Jin yang sudah dalam perjalanan berganti pakaian di dalam mobil. Dia lalu menanyakan keterangan polisi tentang kejadian semalam. Sekretaris Kwon menjelaskan bahwa polisi meninjau rekaman CCTV di pintu tol, dan sedang menyelidiki perusahaan derek. Karena truk pelakunya jatuh ke tumpukan salju.

“Tapi apakah Anda yakin bahwa Anda tidak tertangkap? Tidak ada yang terjadi tadi malam?”

“Yang terjadi?” Seo Jin teringat pengakuan Ha Na, kemudian dia berkata, “Tidak, tidak ada yang terjadi.”

Tapi kemudian Seo Jin terbatuk-batuk, membuat Sekretaris Kwon berpikir Seo Jin terkena flu.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000303647_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000309995_thumb[1]

Ha Na bersin-bersin di dalam mobil anggota sirkus. Jin Joo bertanya pada Ha Na, Robin pergi duluan sendiri setelah semalam Ha Na mengungkapkan perasaan? Ha Na mengangguk.

Jin Joo bilang itu adalah cara Robin menolak Ha Na. Robin tak bisa berhadapan dengan Ha Na, karena dia hanya tidak ingin menjadi bajingan (yang menolak secara langsung). Ha Na sedih mendengarnya.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000318360_thumb[2] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000325736_thumb[1]

“Itulah bagaimana semua pria sekarang ini!” Jin Joo berteriak. “Tidak satu pun dari mereka yang tahu bagaimana cara menghadapi seorang gadis seperti seorang pria. Pria selalu menghindari konfrontasi, dan beberapa bahkan pergi bersembunyi.”

Jin Joo memeluk Ha Na, membesarkan hatinya. Tapi Ha Na rupanya masih merasa malu dan sangat terhina.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000353538_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000364959_thumb[1]

Rapat yang dihadiri Seo Jin dan ayahnya sudah selesai beberapa saat yang lalu. Di ruangan itu tersisa Seo Jin dan Presdir Goo. Presdir Goo ingin tahu apa yang Seo Jin pikirkan saat memindahkan saksi wanita itu (Ha Na) ke rumahnya. Seo Jin berpikir karena Ha Na satu-satunya orang yang bisa membantunya dengan masalahnya saat ini.

“Apakah kau tahu apa yang ibumu katakan padaku? Bahwa kau telah berubah banyak dalam beberapa tahun terakhir dan bahwa kau tidak akan melakukan apapun yang aku takutkan mungkin kau lakukan.”

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000380256_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000390210_thumb[1]

“Dan apa yang Ayah pikirkan?”

“Aku tidak setuju. Kau masih seorang anak kecil yang lemah, penuh ketakutan dan keraguan.”

“Itu mungkin benar. Tapi.. apakah Ayah lupa? Orang yang menyelamatkan anak kecil yang lemah, yang penuh dengan ketakutan dan keraguan.. Bukan Ayah, tapi aku sendiri.”

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000402689_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000416973_thumb[1]

Seo Jin teringat kejadian di masa kecilnya itu. Seo Jin lalu berkata bahwa sejak hari itu dia belajar untuk mencintai dirinya sendiri lebih daripada Presdir Goo mencintainya. Dan juga belajar untuk menjaga diri lebih baik.

“Aku tidak lagi peduli pada orang lain selain diriku sendiri. Jadi jangan khawatir.” Tutup Seo Jin.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000427882_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000433248_thumb[1]

Tae Joo mendapatkan telpon dari Detektif Na yang memberitahu bahwa penjahatnya sudah diidentifikasi. Polisi mendatangi semua perusahaan derek dan menemukan plat nomor truk itu. Detektif Na menyebutkan sebuah nama yang membuat Tae Joo menjadi gugup. Karena orang yang Detektif Na sebutkan ada di rumahnya. Ahn.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000434608_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000446898_thumb[1]

Tae Joo yang gugup mengalihkan pembicaraan, agar Ahn tidak curiga identitanya sudah diketahui. Beruntung Detektif Na menyadari itu dan memastikan Ahn berada di tempat Tae Joo. Setelah Tae Joo mengiyakan, Detektif Na meminta Tae Joo untuk tetap tenang dan menunggu, dia akan segera menuju tempat Tae Joo.

Detektif Na segera memasang sirine dan di atas mobil dan mempercepat laju mobilnya.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000466341_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000472627_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000491105_thumb[1]

Tae Joo berusaha menenangkan diri. Tapi saat dia berbalik, Ahn sudah berada tepat di belakangnya. Refleks Tae Joo melangkah mundur. Melihat Tae Joo yang tampak gugup, sepertinya Ahn tahu kalau dia sudah ketahuan.

“Sepertinya semuanya sudah berakhir. Benar kan? Tapi…belum berakhir.”
“Tuan Ahn…” ujar Tae Joo gugup.

“Meski bajingan itu dilupakan, aku masih ingat semuanya. Karena semua yang tersisa adalah kenanganku. Pengampunan? Itu seharusnya tidak diperbolehkan, kan?”

Tae Joo masih terbelalak.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000508842_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000533122_thumb[1]

Ahn berlari menuju parkiran dan segera kabur dengan motornya. Ternyata Ahn memukul kepala Tae Joo dengan gelas dan membuat Tae Joo pingsan. Tae Joo yang tersadar segera memberitahu Detektif Na kalau Ahn sudah kabur.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000546716_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000550000_thumb[1]

Detektif Na yang sudah ada di depan gedung rumah Tae Joo melihat motor Ahn dan segera mengejarnya. Lalu terjadi kejar-kejaran antara motor Ahn dengan beberapa mobil polisi.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000573105_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000588542_thumb[1]

Sekretaris Kwon mendapatkan kabar dari Detektif Na tentang Ahn yang melarikan diri. Detektif Na merasa Ahn sedang menuju Wonderland. Sekretaris Kwon serega memberitahukan hal itu pada Seo Jin. Bahwa pelaku sudah diketahui. Namanya Ahn Sung Goon, teknisi CT di Rumah Sakit Hankyeol. Dia kabur dan sekarang sedang menuju Wonderland.

“Dia mungkin datang untuk Jang Ha Na, kan?” tanya Sekretaris Kwon khawatir.

“Di mana Jang Ha Na? Apakah dia sudah kembali?” Seo Jin ikut khawatir.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000608690_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000614723_thumb[1]

Sekretaris Kwon menghubungi Ha Na, tapi tidak diangkat. Sekretaris Kwon lalu menghubungi Jin Joo untuk menanyakan keberadaan Ha Na. Jin Joo memberitahu bahwa Ha Na ada di panggung sirkus.

Sekretaris Kwon menyampaikan apa yang dikatakan Jin Joo pada Seo Jin. Kalau memang seperti itu, kenapa Ha Na tidak menjawab telponnya. Seo Jin segera mengambil mantelnya dan keluar. Mengabaikan Sekretaris Kwon yang berkata dia bisa mencari Ha Na sendiri.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000622635_thumb[3] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000625355_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000631085_thumb[3]

Seo Jin berusaha menghubungi Ha Na, tapi tidak diangkat. Karena ponsel Ha Na ada di meja kantor, sementara Ha Na tak ada disana. Tak sabar menunggu lift, Seo Jin turun menggunakan tangga darurat.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000665263_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000675999_thumb[1]

Ahn sudah sampai di depan Wonderland dan segera berlari masuk. Para polisi mengejarnya dan membagi menjadi dua kelompok untuk mencari Ahn yang sudah berbaur dengan para pengunjung.

Sementara itu Ha Na berada di panggung sirkus, berlatih menggunakan gelembung. Seo Jin sampai disana dan melihat Ha Na.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000712687_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000717206_thumb[1]

“Mengapa kau tidak menjawab telepon mu?” tanya Seo Jin mengalihkan perhataian Ha Na.

“Kenapa? Aku sedang berlatih.” Ujar Ha Na.

“Jawab telponmu, tak peduli apapun yang terjadi. Selalu jawab telpon mu.”

Ha Na tak mengerti dan menanyakan apa yang terjadi. Seo Jin memberitahu bahwa polisi sedang mencoba menangkap pelakunya. Pelakunya belum tertangkap, dan terlalu cepat untuk merasa tenang. Seo Jin mengajak Ha Na pergi.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000732358_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000740085_thumb[1]

Mereka pulang bersama ke rumah. Seo Jin meminta Ha Na untuk tetap tinggal di dalam rumah dan tidak pergi kemanapun sampai pelakunya tertangkap. Ha Na mengerti. Seo Jin juga memberitahu kalau polisi akan memanggil Ha Na jika dibutuhkan. Ha Na mengerti.

Ha Na lalu bilang kalau dia akan segera keluar besok setelah pelakunya tertangkap. Seperti yang Seo Jin minta saat dia pertama kali tinggal ke rumah itu. Seo Jin mengangguk.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000785543_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000806429_thumb[1]

Ha Na kemudian pergi menuju kamarnya. Ha Na melihat gambar yang dibuat Robin di atas meja. Ha Na berkata sendiri kalau kepergiannya adalah hal yang baik, bahkan sebenarnya yang terbaik. Dengan begitu Ha Na tidak perlu menghadapinya (bingung nih maksudnya Seo Jin apa Robin). Ha Na akan pergi secepat mungkin.

Ha Na lalu berusaha mengambil kopernya yang ditaruh di atas lemari oleh Eun Chang. Karena lemari itu lumayan tinggi untuk ukuran Ha Na, Ha Na tak bisa meraihnya.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000828312_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000832953_thumb[1]

Seo Jin masuk ke kamarnya dan melihat tas serta pakaian Robin. Seo Jin memejamkan mata. Lelah. Lalu terdengar suara “gedubrak”. Seo Jin terkejut dan segera ke kamar Ha Na.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000860371_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000861903_thumb[1]

Dia mendapati Ha Na yang terjatuh di lantai. Dia pun bertanya kenapa Ha Na da di bawah seperti itu. Ha Na menunjuk ke atas lemari, dia hendak mengambil kopernya. Ha Na membetulkan letak meja dan mencoba untuk mengambil koper itu lagi. Seo Jin yang tinggi bisa mengambil koper itu dengan mudah. Ha Na berterima kasih dengan canggung, lalu turun dari kursi.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000884410_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000893151_thumb[1]

Seo Jin merasa kamar Ha Na berdebu. Dia menuju jendela dekat meja dan membukanya. Tak diduga, angin masuk dan menerbangkan gambar-gambar Robin yang ada di meja. Ha Na menatap kesal pada Seo Jin, lalu segera berlari keluar.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000914730_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000926861_thumb[1]

Ha Na mengumpulkan kertas-kertas yang berserakan itu sambil bergumam kalau dia benar-benar akan gila. Semuanya tidak berjalan dengan benar. Ha Na juga ragu Robin akan terus menjadi penggambar sketsa untuknya.

Seo Jin keluar dan menanyakan kertas-kertas apa yang sedang Ha Na kumpulkan itu. Ha Na memberitahu bahwa itu adalah sketsa untuk pertunjukan terbaru sirkus. Seo Jin menyarankan agar Han menggambarnya kembali saja. Ha Na tidak bisa.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000941833_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000968799_thumb[1]

“Kenapa tidak bisa?”

“Kebanyakan orang memiliki keadaan yang harus mereka hadapi yang tidak diketahui sebelumnya. Meskipun aku yakin bahwa seseorang sepertimu selalu bisa mendapatkan apa pun yang kau inginkan, tapi orang sepertiku harus berurusan dengan keadaan seperti itu sepanjang waktu.”

Ha Na jongkok kembali dan melanjutkan mengumpulkan kertas-kertas itu. Seo Jin lalu membantu Ha Na.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000980407_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_000996096_thumb[1]

Di kamar Ha Na membersihkan kertas-kertas itu dan mencoba menyusunnya kembali. Seo Jin yang tanpa sengaja melihat isi sketsa itu saat ikut mengumpulkan bertanya, apakah pertunjukan itu tentang seorang penguntit. Karena yang dia lihat semua sketsa itu tentang seorang anak perempuan yang mengintip, menunggu, dan mengikuti anak laki-laki.

“Apakah kau yakin acara ini cocok untuk anak-anak?” Tanya Seo Jin.

“Setiap malam...seorang anak laki-laki datang ke jembatan. Dia berdiri di langkan seolah-olah dia siap untuk melompat, lalu dia hanya berbalik dan turun.”

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001009620_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001024118_thumb[1]

“Apakah Robin yang menggambar sketsa-sketsa itu? Cerita ini, sesuatu yang Robin ceritakan padamu?”

Ha Na meminta Robin untuk tidak menyebut nama Robin. Seo Jin juga sebelumnya meminta untuk tidak menyebut nama Robin. Ha Na bilang dia juga tidak akan menyebut nama Robin lagi.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001030491_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001035242_thumb[1]

Seo Jin menatap Ha Na heran. Lalu teringat pengakuan Ha Na dan pesan yang dia tuliskan sebelum pergi. Seo Jin sepertinya sadar Ha Na sedang ngambek pada Robin. Seo Jin bergumam, Ha Na telah membuat keputusan yang tepat. Seo Jin lalu keluar dari kamar Ha Na.

Ha Na heran dengan apa yang dikatakan Seo Jin tadi, karena yang dia tahu Seo Jin bahkan tidak tahu apapun tentang dia dan Robin. Padahal mah Seo Jin tahu banget… hehe..

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001067717_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001070985_thumb[1]

Seo Jin yang tersenyum senang lalu mendapat telpon dari Sekretaris Kwon. Sekretaris Kwon memberitahu bahwa polisi telah berhasil menangkap pelaku, dan sekarang mereka sedang menanyai dimana keberadaan Dokter Kang.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001078126_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001082322_thumb[1]

Detektif Na keluar dari ruang interogasi dan meminta beberapa orang ikut dengannya. Sekretaris Kwon menghadang dan menanyakan berita tentang Dokter Kang. Detektif Na memberitahu kalau Dokter Kang masih hidup, dan Ahn sudah memberitahu tahu dimana dia ditahan.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001087918_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001115011_thumb[1]

Sekretaris Kwon dengan sumringah menyampaikan berita itu, bahwa Dokter Kang masih hidup.

“Apakah kau yakin? Apakah dia benar-benar masih hidup?” Seo Jin lalu menghela nafas lega. “Di mana dia sekarang? Uljin? Ini mungkin memakan waktu sebelum semuanya diverifikasi.”

Seo Jin lalu menutup telponnya. Dia mengingat perkataan terakhir Dokter Kang bahwa Seo Jin akan benar-benar sembuh dan bebas. Seo Jin tersenyum.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001132453_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001155384_thumb[1]

Sketsa sudah disusun kembali dan dimasukkan ke dalam album. Ha Na melihat kembali memo yang ditinggalkan Robin (Seo Jin), saat Seo Jin pulang duluan. Ha Na lalu mengambil ponsel dan mengirimkan pesan pada Robin.

Seo Jin yang hendak tidur melihat notifikasi pesan dari Ha Na di ponsel Robin. Seo Jin kesal, jika Ha Na menganggap Robin masa lalunya maka seharusnya berakhir, tapi kenapa Ha Na malah mengirim pesan lagi. Seo Jin menaruh kembali ponsel Robin.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001162910_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001192239_thumb[1]

Pesan kembali masuk. Seo Jin menyebut Ha Na cerewet. Seo Jin berusaha tak peduli dengan pesan Ha Na itu. Tapi kemudian dia penasaran dan mencoba membuka passcode ponsel Robin dengan memasukkan beberapa nomor yang mungkin adalah kodenya. Saat sadar dengan apa yang dia lakukan Seo Jin melemparkan ponsel Robin, tak peduli.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001214663_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001238373_thumb[1]

Tapi kemudian dia mencoba mencari tahu passcode Robin dengan melihat dari sidik jari Robin menggunakan lakban dan lampu. Tapi tak berhasil. Seo Jin pun beralih ke ruang CCTV dan mencoba mencari tahu dari rekaman CCTV. Tapi gagal lagi karena terhalang. Sampai akhirnya Seo Jin melihat dengan jelas saat Robin membuka passcode ponselnya ditempat tidur.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001267926_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001270518_thumb[1]

Seo Jin pun mencobanya dan berhasil. Langsung Seo Jin membaca pesan-pesan dari Han.

“Apakah kau kembali dengan selamat? Tadi malam... aku pasti melewati batas setelah minum terlalu banyak. Tapi kali ini, itu bukan salahku, tapi salahmu. Kau yang begitu baik padaku membuatku salah paham.”

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001281980_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001299250_thumb[1]

Seo Jin terus membaca pesan Ha Na. Dan Ha Na dengan gugup menunggu Robin membaca pesan itu.

“Apa ini? Aku bahkan mengakui perasaanku untukmu. Tolong lupakan bahwa itu pernah terjadi. Tolong lupakan semuanya, dan tetap bersikap nyaman satu sama lain.”

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001318696_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001338340_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001356826_thumb[1]

Ha Na memeriksa ponselnya dan melihat kalau Robin sudah membaca semua pesannya. Ha Na pun panik apa yang harus dia lakukan. Dan menunggu Robin membalas pesannya.

Seo Jin menatap pesan-pesan itu beberapa saat. Dia lalu menghapus semua pesan dari Ha Na itu.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001374153_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001377340_thumb[1]

Woo Jung mencari tahu tentang Wonder Sirkus tempat Ha Na bekerja melalui website. Woo Jung menuduh Ha Na memaksa Robin bekerja sebagai penggambar sketsa untuknya.

Woo Jung lalu melihat iklan pencarian pekerja paruh waktu di Wonder Sirkus. Woo Jung bertekad untuk masuk ke sana. Tentu saja agar bisa mengawasi Ha Na dan Robin.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001396265_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001397993_thumb[1]

Seung Yeon memasang pengumuman bohongan di internet menggunakan foto Robin dan Woo Jung. Seung Yeon berbohong dengan mengatakan bahwa dia mencari Woo Jung yang menyelamatkan ibunya yang terjatuh di peron kereta. Tapi Seung Yeon menutupi wajah Robin.

Tak berapa lama kemudian ada sebuah komentar yang mengatakan bahwa Woo Jung adalah teman sekelasnya.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001413920_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001440603_thumb[1]

Woo Jung berlatih cheers. Dia kesal karena teman-temannya tidak bisa mengikuti irama. Woo Jung bilang mereka punya saingan yang sangat tangguh, wanita barunya Robin. Jadi mereka harus lolos audisi agar mereka bisa menjadi anggota sirkus.

Tiba-tiba ada teman Woo Jung yang berlari dari luar menghampirinya dan menunjukkan foto yang dipasang Seung Yeon. Teman Woo Jung menyuruh Woo Jung menelpon orang yang memasang foto itu. Woo Jung pun menelpon Seung Yeon.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001456165_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001458836_thumb[1]

“Kau siapa? Dari mana kau mendapatkan fotoku?”

Seung Yeon tersenyum senang, “Bagaimana jika kau bertemu denganku dan aku akan mengembalikan foto itu? Aku punya sesuatu yang ingin ditanyakan padamu.”

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001468950_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001496927_thumb[1]

Maka Seung Yeon pun datang ke tempat latihan Woo Jung dengan banyak makanan. Seung Yeon memberikan foto itu pada Woo Jung. Dan yang ingin ditanyakan Seung Yeon adalah apakah pria di foto itu pacarnya Woo Jung? Woo Jung tersenyum membenarkan.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001510185_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001514187_thumb[1]

Seung Yeon bertanya lagi sejak kapan Woo Jung kencan dengan pria itu. Woo Jung memberitahu sejak sepuluh tahun yang lalu. Seung Yeon terkejut karena itu artinya sejak Woo Jung masih sekolah SMP. Seung Yeon semakin terkejut mendengar Woo Jung menyebut pria itu dengan nama Robin.

“Dia bahkan memiliki alias? Bahkan aku tidak melakukan itu sebelumnya.” Batin Seung Yeon.

Woo Jung pun bertanya balik kenapa Seung Yeon terus menanyakan tentang Robin. Seung Yeon bilang bukan apa-apa dan menyuruh Woo Jung kembali makan.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001545228_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001560603_thumb[1]

Sebelum terbangun Robin teringat dengan kecelakaan itu dan Ha Na. Sambil turun ke kamarnya, Robin menghubungi Sekretaris Kwon menanyakan keadaan Ha Na. Robin terkejut mendengar Seo Jin pura-pura menjadi dirinya. Lalu Robin tertawa.

“Kau tertawa? Kau pikir itu lucu? Kau tidak tahu betapa dia menderita.”

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001578596_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001580846_thumb[1]

“Ya, aku yakin dia menderita. Itulah mengapa begitu lucu. Dapatkah kau bahkan membayangkan dia melakukan itu? Goo Seo Jin, dengan wajah bekunya, mencoba untuk meniru wajah tersenyumku?” Robin kembali tertawa.

Sekretaris Kwon ikut tertawa. Sekretaris Kwon iri pada Robin. Seo Jin dan dirinya tidak bisa tidur sepanjang malam karena khawatir, tapi Robin begitu bangun malah tertawa. Apa Robin tidak takut Seo Jin ketahuan. Robin yakin Seo Jin tidak ketahuan. Lalu Robin bertanya apa yang mereka khawatirkan.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001613160_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001628778_thumb[1]

Robin yang sudah berganti pakaian pergi ke ruang CCTV masih sambil menelpon. Robin bilang membayangkan Seo Jin yang jadi dirinya, Seo Jin pasti canggung dan dia meraba-raba seluruh kata-katanya.

“Ha Na kemungkinan bertanya-tanya apa yang salah denganku. Itu sebenarnya yang membuatku khawatir. Bagaimana jika dia membuat saya terlihat seperti psiko?“

Robin membuka web tempat dia dan Seo Jin bertukar pesan. Tapi tidak ada pesan masuk. Maka Robin pun tersenyum senang dan menganggap tidak ada yang terjadi.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001643241_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001674524_thumb[1]

Ha Na memeriksa kembali ponselnya, masih tidak ada balasan dari Robin. Ha Na bilang ada tiga saat dalam hidup dimana seorang pria memutuskan komunikasi. Saat berada di penjara, berkabung, dan saat dia tidak peduli pada orang lain.

Ha Na bergulingan di kasur. Dia sekarang memutuskan untuk melupakan Robin. Jika dia memberi kesempatan pada Robin sekali lagi maka dia bukanlah anak ayah. Tapi kemudian Ha Na meminta maaf karena ponselnya berbunyi. Ha Na memeriksa ponselnya dan segera keluar.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001682902_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001695197_thumb[1]

Ha Na berlarian keluar. Kemudian terhenti, karena merasakah detak jantung yang berdebar kencang. Ha Na meminta jantungnya untuk diam, jika tidak Robin akan mendengarnya. Ha Na berjalan kembali menuju garasi.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001720768_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001725171_thumb[1]

Ha Na celingukan dan melihat Robin yang sedang memeriksan mesin mobil. Ha Na memperingatkan dirinya sendiri dalam hati, hati-hati untuk tidak berhenti bernapas, dan hati-hati untuk tidak terlalu bersemangat.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001753425_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001773591_thumb[1]

Robin melihat Ha Na dan Ha Na menghampiri Robin dengan gugup. Robin menyelimuti Ha Na dan mengajak Ha Na duduk di kursi yang sudah dia siapkan di depan perapian. Saat Robin menyelimutinya, terlintas dipikiran Ha Na saat dia menyatakan perasaan. Ha Na pun berpikir mungkinkah Robin mengingatnya.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001793872_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001798074_thumb[1]

Robin bertanya apakah dia membangunkan Ha Na dari tidurnya. Ha Na bilang dia sedang tiduran di kasur hendak tidur saat dia menerima pesan dari Robin. Pesan yang dibaca Ha Na tadi adalah: “Ha Na, kau kembali ke rumah dengan selamat? Aku ada di garasi Seo Jin. Mau keluar sebentar?”

Ha Na bingung melihat ekspresi Robin yang biasa saja. Ha Na bertanya apakah mobil Robin diperbaiki. Robin membenarkan, dan dia datang untuk melihat mobil cadangan milik Seo Jin.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001835573_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001854928_thumb[1]

“Itu hanya alasan.” Robin tersenyum. “Aku ingin tahu apakah kau baik-baik saja, dan aku ingin melihatmu. Apakah aku melakukan kesalahan kemarin?”

“Dia tidak ingat?” batin Ha Na.

Robin memperhatikan ekspresi Ha Na, apakah dia melakukannya? Ha Na balik bertanya apakah Robin ‘black out’ (tidak ingat kejadian apapun saat mabuk).

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001848672_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001854907_thumb[1]

Robin membenarkan, dia kemarin pasti minum banyak. Dalam hati Ha Na masih ragu, apakah Robin benar-benar tidak ingat, lalu bagaimana dengan pesan yang dia kirimkan, kenapa Robin mengabaikan pesan itu.

Robin lalu meminta Ha Na untuk melupakan kejadian kemarin semalam (yang sebenarnya dia tidak tahu apapun). Ha Na bingung, dan dalam hati bertanya-tanya apakah dia harus berpura-pura tidak ada yang terjadi?

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001892683_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001891503_thumb[2]

“Terakhir kali, aku melakukannya untukmu. Ya? Ya?” Robin merayu Ha Na dengan wajah imutnya.

Ha Na bingung, kenapa Robin bersikap seperti itu. Robin kembali meminta Ha Na melupakan kejadian kemarin malam. Maka akhirnya Ha Na mengangguk.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001930885_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001935745_thumb[1]

Robin tersenyum, lalu ikut mendendangkan lagu yang diputar di radio:

“Ketika mata kita pertama kali bertemu... Apakah aku baru saja membuat kesalahan? Dengan senyum menawan mu... Kau membuatku menjadi orang bodoh.”

Robin mendendangkan lagu itu sambil memandang Ha Na dan tersenyum. Semacam merayu.. Ha Na juga memperhatikan ekspresi Robin dan seperti mencari sesuatu di sana. Lalu dalam hati Ha Na menyimpulkan bahwa dia sudah dipermainkan Robin.

***

Bersambung ke bagian 2~

Komentar:

Alasan Seo Jin menghapus pesan-pesan Ha Na untuk Robin, menurutku jelas. Seo Jin tidak mau Ha Na punya perasaan pada Robin. Bukan karena dia cemburu pada Robin atau ingin membuat Ha Na menjauh. Tapi sepertinya Seo Jin lebih mengkhawatirkan Ha Na. Dia tidak mau Ha Na punya perasaan pada Robin yang palsu. Robin yang tidak nyata.

Karena sepertinya orang yang dilukai Robin lima tahun lalu adalah wanita yang juga menyukai Robin. Jadi Seo Jin tidak mau pada akhirnya nanti Ha Na terluka karena Robin. Tebakanku sih gitu… hehehe..

Dan mendengar kata-kata Ahn pada Tae Joo sebelum kabur, sepertinya Ahn berkonsultasi pada Tae Joo tentang kejadian di masa lalunya. Dan mungkin sebelumnya dia berkonsultasi pada Dokter Kang. Lalu bajingan yang Ahn maksud mungkin adalah Robin. Mungkin Ahn adalah orang terdekat wanita yang pernah Robin dilukai itu.

Kasihan Ha Na…dia merasa sudah dipermainkan Robin. Robin sudah menerima pengakuan cintanya. Setelah itu menghilang dan mengabaikan pesannya. Tapi setelah itu Robin kembali, meminta Ha Na melupakan kejadian kemarin malam. Tapi sikap Robin begitu manis pada Ha Na, seperti sedang pendekatan.

Robin yang tidak tahu apa-apa, berpikir kalau kejadian kemarin malam adalah dia melakukan suatu kesalahan, bukan pernyataan cinta Ha Na, makanya dia meminta Ha Na melupakannya saja.

Comments

  1. makasih mba mumu,,,udah diposting ep 6-1 nya.... koment dulu ahh...sebelum baca....hehe...ga sabar lihat reaksi Seo Jin.... salam kenal ya,,,dari Okki.... :)

    ReplyDelete
  2. poor Ha Na.... merasa dipermainkan oleh si cute Robin,,,, aku setuju dengan pendapat mb Mumu,,,mungkin seo jin tidak ingin Ha Na lebih terluka lagi,,,
    dan sepertinya seo jin mulai trlihat sisi pedulinya terhadap orang lain,, terutama pada ha na....
    tetap semangat lanjut part 2 nya ya mba.... gumawo,,,,fighting

    ReplyDelete
  3. ketika kuota sekarat, hanya sinopmu yang kuandalkan mba mumu.. huhu

    ReplyDelete
  4. hahaha kocak bgt deh tuh wktu adegan seo jin berusaha cari tau kodenya robin,,, gayanya itu lho, bner2 kya profesional tpi trnyta ujungnya gagal wkwkwk... untung ad cctv, klau gg ad psti bkal jingkrak2 gg karuan tuh saking penasarannya...

    ReplyDelete
  5. Hyun bin bisa banget yah senyum kaya seo jin beda banget senyumnya ketika jadi robin, meski ratingnya rendah tampaknya gak pengaruh trhdp kualitas akting para castnya...daebak! Thankyu very2 kamsa buat bak mumu...semangat nulisnya bak mumu!

    ReplyDelete
  6. Hyun Bin~
    bisa banget deh... πŸ˜„

    ReplyDelete
  7. saat bertukar posisi setelah bangun tidur...

    seo jin dan robin sisiran dulu kali ya.............

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya?haha bisa aja nih fr ryathy ^^"

      Delete
  8. Maw psang muka serius, muka imut ...
    Hyun bin ttp ganteng dn keren ...

    ReplyDelete
  9. Kyyaaaa.........akhirnya keluar jg ep 6 nya, setelah seminggu bolak balik ke blognya mba Fanny en mba Mumu....akhirnya plonggg, kluar jg.....kyknya Seo Jin mulai suka sama Ha Na, soale jantungnya berdegup kencang pas Hana ngaku suka sama Robin......wkwkwk....go Seo Jin.....

    ReplyDelete
  10. Drama sebagus ini ratting a rendah..
    poor hyun bin drama comeback a dy kesaing banget sama kmhm..
    semoga ga kaya drama comeback a Rain yg bener2 mengecewakan ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. I hope so
      Jadi ngebayangin kalo hyun bin jadi ngambil kmhm apa bakal kayak ji sung juga?sigh...
      Tapi semoga hyun bin memang ga salah pilih dan menyesal ya^^

      Delete
  11. Robinnn.....kira g bakal bisa bca lgi.... sempat di usir dri bloger alx g terdaftr ... padahal cuma tehapus.... huahua...akibat didi pembaca pasih.... tnp jejak....

    ReplyDelete
  12. ada yang tau judul lagu OST nya yg Robin-Hana Theme? Jebal...ttuajusaehaeyeo..

    ReplyDelete
  13. Punten mbak... mw ksih saran sdikit mbak.... klo sy bandingin sm sinops2nya mbak di drama2 sbelumnya, kok sya rsa di drama ini kurang dpet gregetnya mbak... dsini mbak jarang masukkin dialog2 langsung antar tokoh... jd bacanya kurang dpet feelnya, juga pas baca kerasa pasif bget, kurang bisa ngerasain perasaan tkoh2nya mbak, nggak kayak pas mbak nulis sinopsnya the master's sun. Maaf mbak sbelumnya, tapi overall, saya suka tulisan mbak... tq udh buat sinopsnya ya... ^_^ .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibanyakin dialog2 langsung antar tkoh mbakkk .... hhehe

      Delete
    2. Hehe.. emang drama ini kebanyakan ngelamunnya koq, hehe.. aq pasti bikinin dialog kalau percakapannya aku rasa penting.. terima kasih sarannya.. ;)

      Delete
    3. Fighting mbak mumu... (^_^")..

      Delete
  14. Yup betul Seo Jin memang tidak cemburu hanya saja dia udah mulai suka sam Ha Na jadi Seo Jin tidak mau jika nanti Ha Na sakit hati ..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts