Hyde, Jekyll, Me | Episode 6 – 2

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001971984_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_001978606_thumb[1]

Sekretaris Kwon memberitahu kalau pernyataan Ahn sebelumnya yang mengatakan bahwa Dokter Kang ada di Ulsan adalah bohong. Seo Jin pun bingung bagaimana mereka tahu kalau Dokter Kang masih hidup. Sekretaris Kwon bilang berdasarkan pengalamannya Detektif Na menjamin keterangan Ahn kalau Dokter Kang masih hidup adalah benar.

Sekretaris Kwon juga bilang tampaknya Ahn memiliki masalah psikologis, jadi penyelidikan mungkin akan memakan waktu lebih lama. Dan untuk mendapatkan surat perintah, polisi membutuhkan saksi. Polisi ingin Ha Na datang ke kantor polisi sebagai saksi.

Seo Jin bertanya apakah Ha Na sudah tahu tentang pemanggilan itu. Sekretaris Kwon mengiyakan. Tapi dia pikir Ha Na sedang flu, karena terlihat tidak begitu baik.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002030149_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002036309_thumb[1]

Di dalam mobil, Ha Na terbatuk. Sekretaris Kwon lalu memberikan kotak obat darurat milik Seo Jin. Ha Na membuka kotak itu dan bingung obat mana yang dia butuhkan karena begitu banyak botol obat di kotak itu.

Seo Jin berinisiatif keadaan Ha Na. Tenggorokan sakit? Hidung berair? Demam? Batuk? Setelah mendapatkan jawaban dari Ha Na, Seo Jin mengambilkan obat yang sesuai dengan kondisi Ha Na. Diam-diam Sekretaris Kwon tersenyum melihat sikap Seo Jin.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002048546_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002063800_thumb[1]

Seo Jin memberikan obat itu dan juga air minumnya. Tapi Ha Na hanya memasukkan botol obat itu ke dalam tas dan tak meminumnya. Ha Na bilang dia akan meminumnya setelah pulang dari kantor polisi, karena mungkin dia akan pusing jika minum obatnya sekarang.

Seo Jin memandangi Ha Na. Saat Ha Na menoleh Seo Jin memalingkan wajah.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002072749_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002075917_thumb[1]

Ahn berada di ruang interogasi dengan seorang detektif. Dia memandang ke arah kaca (kaca yang biasa ada di ruang interogasi, terlihat seperti cermin, tapi sebenarnya tembus pandang ke ruangan yang disebelahnya.). Di ruangan sebelah sudah ada Ha Na, Tae Joo, Detektif Na, dan juga Seo Jin.

Ha Na memegang kedua tangannya dengan gugup. Seo Jin melihat hal itu. Kemudian Detektif Na memberitahu bahwa Ahn tidak bisa melihat Ha Na, jadi Ha Na tak perlu khawatir dan santai saja.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002104718_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002113884_thumb[1]

Ha Na menghela nafas, lalu perlahan mulai melihat wajah Ahn. Ha Na mengingat wajah yang dia lihat di atas panggung ruang Venetia.

“Itu dia. Dia orangnya. Dia berada di sana.” ujar Ha Na.

Ha Na melihat kembali ke arah Ahn. Dan Ahn juga melihat ke arah Ha Na, seolah-olah dia bisa melihat Ha Na. Tae Joo memberi isyarat pada Detektif Na. Detektif Na lalu menyuruh anak buahnya yang bersama Ahn untuk segera membawa Ahn keluar.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002157596_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002152003_thumb[1]

Detektif itu membawa Ahn keluar. Tapi Ahn tidak bergerak. Ahn lalu bergerak ke arah kaca dan dengan marah memukul kaca. Ha Na terkejut dan ketakutan. Ha Na berteriak lalu menutup telinganya. Takut-takut Ha Na melihat kembali ke arah Ahn, dan kembali ketakutan.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002163302_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002168252_thumb[1]

Tae Joo lalu menutup mata Ha Na dan memegang pundaknya dari belakang, seperti yang dia lakukan di sesi hipnoterapi. Seo Jin pun nampak khawatir. Dia mengangkat tangan dan hendak menanyakan keadaan Ha Na, tapi Tae Joo keburu memapah Ha Na keluar. Jadi tangan dan kata-kata Seo Jin terhenti, mengambang di udara.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002227382_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002232013_thumb[1]

Seo Jin keluar ruangan bersama Detektif Na. Detektif Na bilang mereka sedang melacak keberadaan Ahn di hari menghilangnya Dokter Kang. Seo Jin meminta Detektif Na melakukannya dengan cepat. Mereka kemudian melihat ke arah Ha Na yang sedang berbincang dengan Tae Joo.

“Kau tidak akan menyusahkan Jang Ha Na lagi, kan?” tanya Detektif Na. “Aku menyadari betapa kurang santun nya dirimu. Dia saksi. Kau harus baik padanya. Mengapa kau begitu kurang sopan? Orang perlu tahu bagaimana untuk mengendalikan amarah mereka. Kau selalu kehilangan kendali amarah mu. Apa kau punya masalah?”

Sekretaris Kwon tertawa mendengar Seo Jin diceramahi Detektif Na seperti itu.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002247477_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002255011_thumb[1]

Detektif Na menghela nafas. Dia meminta Seo Jin bersikap baik pada Ha Na, karena Ha Na adalah gadis yang baik. Detektif Na lalu pergi, tak memberikan kesempatan Seo Jin untuk membantah.

Seo Jin melihat Sekretaris Kwon yang masih tertawa, dan menatapnya tajam. Tawa Sekretaris Kwon pun menghilang. Seo Jin melihat ke arah Ha Na dan Tae Joo. Dia heran, kenapa Ha Na dan Tae Joo bicara begitu lama. Seo Jin lalu berjalan mendekat, tak terlalu dekat, tapi cukup jelas untuk mendengarkan pembicaraan mereka.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002271591_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002274555_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002280893_thumb[1]

Tae Joo meminta Ha Na untuk menghubunginya kapanpun Ha Na membutuhkan. Ha Na mengiyakan, dan meyakinkan bahwa dia baik-baik saja. Tapi menurut Tae Joo Ha Na tidak baik-baik saja. Jika Ha Na terus berkata seperti itu, Tae Joo akan membuat diagnosis. Gangguan kepribadian yang ditandai oleh perilaku antisosial, psikopati. Ha Na tertawa mendengar candaan Tae Joo.

“Pasti sulit bagi mu. Terapi seharusnya dilakukan sebelum menemukan pelakunya. Tapi kau tidak bisa melakukan itu.” ujar Tae Joo.

Ha Na pun terdiam. Dan Seo Jin sepertinya baru sadar kalau Ha Na selama ini takut dengan kejadian itu.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002294178_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002295704_thumb[1]

Seung Yeon memanggil Detektif Na dengan sumringah. Detektif Na heran apa yang membuat Seung Yeon datang kesana. Seung Yeon menanyakan tentang Dokter Kang, dan menyebutnya dengan akrab. Membuat Detektif Na semakin heran, apakah Seung Yeon dekat dengan Seo Jin.

Seung Yeon bilang mereka mungkin tidak memiliki hubungan darah, tapi Seo Jin adalah keluarganya. Dan Dokter Kang adalah dokter pribadi Seo Jin.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002312445_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002315720_thumb[1]

“Seo Jin kami mengalami kesulitan karena pengobatannya dihentikan. Catatan medisnya…”

“Ah..Itukah apa yang kau butuhkan?”

“Ya.”

“Benar kah?”

“Ya.”

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002322805_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002325244_thumb[1]

“Kau pasti sangat membutuhkannya.”

“Ya.” Wajah Seung Yeon penuh pengharapan.

“Tunggu..” Detektif Na merogoh saku. “Aku tidak punya.” Ujar Detektif Na sambil menjentikkan jari. “Aku mengirimkannya pada Dokter Yoon Tae Joo.”

Seung Yeon pun bertanya siapakah Dokter Yoon Tae Joo itu. Sambil lalu Detektif Na memberitahu kalau itu adalah muridnya Dokter Kang.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002332745_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002341455_thumb[1]

Ha Na dan Seo Jin dalam perjalanan ke Wonderland. Ha Na menatap keluar mobil sambil menghela nafas. Tampak di wajahnya, Ha Na masih syok dengan kejadian tadi.

Tiba-tiba Seo Jin berkata agar Sekretaris Kwon mencari seorang terapis. Seseorang yang hebat dalam psikoterapi. Sekretaris Kwon menyebut nama Tae Joo, tapi Seo Jin tidak mau Tae Joo dan meminta mencari orang lain (ehem, cemburu kah?). Sekretaris Kwon mengiyakan, meski masih bingung.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002350787_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002356498_thumb[1]

“Kau harus mendapatkan perawatan. Aku akan membayarnya. Kau seharusnya mengatakan padaku bahwa kau membutuhkannya.” Ujar Seo Jin pada Ha Na.

“Kau akan mendengarkan jika kau memberitahumu?” sindir Ha Na.

“Kau bahkan tidak mencobanya.” Seo Jin memalingkan wajah.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002362151_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002377035_thumb[1]

“Lupakan saja. Aku akan segera pindah begitu kami mendapatkan rumah.”

Tapi Seo Jin bilang semuanya belum berakhir. Ha Na tidak bisa meninggalkan rumahnya atau meninggalkan kasus itu sampai Dokter Kang ditemukan.

Ha Na berkata dalam hati bahwa Seo Jin dan Robin pasti benar-benar bersaudara. Sama-sama plin-plan, mempermainkan emosi orang lain. Benar-benar playboy.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002390023_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002404772_thumb[1]

Ha Na mendapatkan telpon dari sekretaris Seung Yeon, yang meminta Ha Na untuk datang ke kantornya. Seo Jin penasaran kenapa Seung Yeon memanggil Ha Na. Ha Na bilang pasti ada rencana pertunjukan di hotel. Seo Jin tampak curiga, karena sepertinya Seo Jin tahu Seung Yeon bukan tipe orang yang akan membuat pertunjukan di hotel.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002429030_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002434841_thumb[1]

Ha Na masuk ke ruangan Seung Yeon. Seung Yeon mempersilahkan Ha Na duduk. Seung Yeon lalu bilang kalau dia mendengar Ha Na adalah saksi dari kasus menghilangnya Dokter Kang. Ha Na bingung, dari mana Seung Yeon mengetahui hal itu. Seung Yeon berbohong dengan mengatakan kalau dia tahu itu dari Seo Jin, adik sepupunya. Ha Na baru mengetahui hal itu.

“Terima kasih atas bantuannya. Aku berterima kasih untuk Seo Jin. Dia tidak pernah mengatakan terima kasih, kan? Dia tidak tahu bagaimana caranya mengucapkan hal seperti itu.”

Ha Na mengangguk-angguk dan tersenyum kecut.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002456684_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002461911_thumb[1]

“Tapi.. Apa kau mengenal Robin?” tanya Seung Yeon kemudian.

Sesaat Ha Na tampak berpikir. Tapi kemudian Ha Na berkata kalau dia tidak mengenal Robin. Entah apa alasan Ha Na berbohong. Ha Na lalu menanyakan alasan Seung Yeon memanggilnya, apakah untuk mengetahui hal itu? Karena sekretaris Seung Yeon bilang Seung Yeon ingin membicarakan tentang pertunjukan dengannya.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002481614_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002484078_thumb[1]

Seung Yeon bersikap seolah baru sadar kalau dia memanggil Ha Na untuk membicarakan pertunjukan. Seung Yeon bilang dia mendengar Ha Na dari Las Vegas. Seung Yeon berpikir untuk mengadakan sebuah pertunjukan di hotel. Dia secepatnya ingin melihat presentasi Ha Na.

Ha Na mengiyakan, dia akan segera mempersiapkannya. Dan untuk sekarang Ha Na akan menunjukkan beberapa file yang dia bawa. Ha Na mengeluarkan notebook. Seung Yeon mengajak Ha Na untuk melihatnya di layar lebar dan mempersilahkan Ha Na untuk pergi ke ruangan sebelah bersamanya.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002498944_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002500100_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002501189_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002503966_thumb[1]

Ha Na berdiri dan berjalan bersama Seung Yeon. Seung Yeong menaruh tangannya di belakang Ha Na, seolah merangkul, tapi tangannya tidak benar-benar menyentuh pundak Ha Na.

Tiba-tiba Seo Jin masuk ke ruangan Seung Yeon dan melihat tangan Seung Yeon yang ada di dekat bahu Ha Na dengan kesal. Ha Na yang tak mengerti pun melihat ke arah pandang Seo Jin.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002506369_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002509694_thumb[1]

Seo Hee juga masuk memanggil Seung Yeon, dan terkejut melihat Seo Jin disana. Seo Hee hendak keluar, tapi langkahnya terhenti karena melihat tangan Seung Yeon di dekat bahu Ha Na. Seo Hee terbelalak.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002512925_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002519916_thumb[1]

“Urusan apa yang membawamu kemari, Direktur Goo?” tanya Seung Yeon.

“Urusan apa yang kau punya dengan gadis-ku?” tanya Seo Jin balik.

Semuanya terkejut dengan ucapan Seo Jin. Ha Na bahkan merasa malu mendengar Seo Jin menyebutnya demikian.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002524874_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002542290_thumb[1]

“Sirkus merupakan bagian dari Wonderland. Mereka sudah bersama kami selama 40 tahun sejak 1975. Sejak awal didirikannya Wonderland.” Seo Jin menyatakan alasan kenapa dia menyebut Ha Na sebagai gadisnya.

Seo Jin lalu menarik tangan Ha Na, mengajaknya pergi. Ha Na menolak, dia disana untuk membicarakan pertunjukan yang akan diadakan di hotel. Tapi Seo Jin bilang Ha Na harus bicara lebih dulu dengannya. Seo Jin menarik Ha Na keluar. Seung Yeon pun bingung melihatnya.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002558441_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002563832_thumb[1]

Seo Hee melipat tangan dan menanyakan apa yang dilakukan Seung Yeon dengan Ha Na tadi. Seung Yeon mengindahkan pertanyaan itu dan berkata bahwa dia melihat sepertinya Ha Na mengenal Robin. Tapi sepertinya Seo Jin menyukai Ha Na.

Seo Hee bertanya lagi apa maksud dari perkataan Seung Yeon. Seung Yeon tak menjelaskan dan hanya meminta maaf. Seung Yeon lalu meminta Seo Hee untuk menjadwalkan pertemuan dengan Yoon Tae Joo.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002574324_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002577720_thumb[1]

Ha Na menarik tangannya, “Gadis-ku? Mengapa kau bersikap seperti orang lain?”

“Apa yang kau bicarakan?”

“Lupakan. Kenapa aku gadis-mu? Sejak kapan?”

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002592290_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002593940_thumb[1]

Seo Jin teringat pernyataan cinta Ha Na pada Robin. Seo Jin lalu bilang Ha Na sudah menjadi gadisnya sejak 1975 (maksudnya sirkus Ha Na kan sudah dikontrak Seo Jin. Ha Na bagian dari sirkus, jadi Ha Na juda miliknya..hehe).

Ha Na meminta Seo Jin membiarkannya mengadakan pertunjukan di hotel. Tapi Seo Jin bilang Seung Yeon tidak memanggil Ha Na untuk membicarakan pertunjukan. Ha Na tak mengerti maksud Seo Jin.

“Dia memanggilmu karena aku. Dia punya banyak ketertarikan padaku. Jangan kembali kesana kecuali kau ingin diperalat.”

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002607000_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002611045_thumb[1]

“Maafkan aku, tapi aku bisa memutuskan sendiri apakah aku diperalat atau tidak. Aku bukan seorang gadis kecil.”

“Jika kau ingin mengotori tanganmu dan mencari tahu sendiri, pergilah.” Ujar Seo Jin lalu pergi meninggalkan Ha Na.

Ha Na heran dengan apa yang terjadi pada mereka berdua. Heran dengan Seo Jin yang tidak akur dengan sepupu dan bahkan saudara kembarnya.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002635157_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002636124_thumb[1]

Woo Jung melakukan pertunjukan cheers bersama teman-temannya di depan pengurus sirkus yang menjadi juri. Woo Jung tampaknya serius dengan tekadnya untuk masuk ke sirkus. Penampilan Woo Jung dan teman-temannya mendapatkan tepuk tangan meriah.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002677920_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002706421_thumb[1]

Ahjussi teman ayahnya Ha Na (belum tahu namanya) bertanya apakah ada hal lain yang bisa dilakukan Woo Jung. Woo Jung bilang ada, tapi dia butuh seseorang untuk membantunya. Maka Eun Chang ditugaskan untuk membantu Woo Jung.

Eun Chang berdiri agak jauh dari Woo Jung. Woo Jung lalu berlari menyerang Eun Chang dan menjatuhkannya dengan kaki. Eun Chang kesakitan.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002712785_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002714112_thumb[1]

Tapi kemudian dia tersenyum begitu melihat Woo Jung tersenyum. Ehm, Eun Chang kayaknya bakalan suka sama Woo Jung deh..

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002729709_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002736239_thumb[1]

Ha Na masuk ke dalam kantornya dan terkejut melihat Woo Jung. Woo Jung menyapa Ha Na. Ha Na pun akhirnya tahu Woo Jung adalah pekerja paruh waktu yang baru saja dipekerjakan. Ha Na memberikan kontrak yang harus ditandatangani Woo Jung.

Ha Na meminta Woo Jung untuk mulai bekerja besok. Karena mereka membutuhkan anggota untuk acara Hari Valentine minggu ini. Woo Jung tidak ingin hanya disebut sebagai anggota, Woo Jung ingin disebut sebagai maskot. Woo Jung bahkan sampai menunjukkan wajah imutnya. Ha Na hanya tersenyum kecut dan meminta Woo Jung menandatangani kontraknya.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002750587_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002757339_thumb[1]

“Kapan Robin datang? Dia datang setiap hari?” tanya Woo Jung sambil tandatangan. “Dia tidak datang?” tanya Woo Jung lagi setelah Ha Na tak kunjung menjawab.

“Aku tidak tahu.”

“Kenapa? Apa dia menghilang lagi?”

“Menghilang?”

“Dia sering menghilang tanpa kabar. Aku kira dia masih belum berubah.”

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002783549_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002786332_thumb[1]

Ha Na lalu bertanya kenapa Woo Jung menyukai Robin. Woo Jung yakin hanya merasakan hal yang sama dengannya. Tapi Woo Jung menyarankan agar Ha Na jangan terlalu menyukai Robin. Seperti yang Ha Na tahu, Robin suka menyelamatkan orang lain.

“Itulah yang membuatku gila. Dia tiba-tiba muncul dan menyelamatkanmu.. lalu dia bilang itu hanya kepribadiannya. Ya Tuhan.. dia paling hebat dalam mempermainkan hati para gadis. Aku memperingatkanmu karena kau seperti kakakku. Sadarkan dirimu kecuali kau ingin menjadi seorang budak sepertiku. Dia tipe orang yang suka mematahkan hati pada gadis.”

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002814178_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002817253_thumb[1]

Woo Jung lalu keluar dan Ha Na tampak memikirkan kata-kata Woo Jung itu. Yang tak Ha Na tahu, bahwa Woo Jung sebenarnya hanya mereka-reka, seolah Robin adalah seorang playboy, agar Ha Na tak menyukai Robin lagi. Karena di luar diam-diam Woo Jung tersenyum senang, berhasil mempengaruhi Ha Na.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002830206_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002831920_thumb[1]

Jin Joo masuk ke kantor dengan pakaian badutnya. Tak lama terdengar suara teriakan Ha Na. Woo Jung yang masih ada di depan pun akhirnya mengintip dari jendela dan menguping.

Jin Joo heran, ada apa lagi dengan Ha Na yang sekarang berteriak dan memukuli kepala kostum Jin Joo dengan kesal. Jin Joo kesal kenapa Ha Na marah-marah pada kostumnya. Apa kostumnya ini menyatakan perasaan pada Ha Na, dan mempermainkan Ha Na? Woo Jung tercengang mendengarnya. Dan Ha Na meminta Woo Jung untuk tidak menyebut hal itu lagi.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002847863_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002852287_thumb[1]

“Alkohol yang harus disalahkan. Kau tidak seharusnya mengakui perasaanmu saat kau mabuk. Itulah mengapa dia pergi dengan hanya meninggalkan sebuah memo keesokan harinya.”

“Hentikan!” Ha Na tak mau mendengar lagi dan menutup telinganya.

Di luar Woo Jung tersenyum senang mendengar hal itu. Bahwa Robin menolak Ha Na. Dia pun lalu pergi.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002872837_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002881312_thumb

Seo Jin termenung sambil menunduk di kantornya. Mengingat Ha Na yang ketakutan saat memberi kesaksian di kantor polisi.

“Jika semenakutkan itu, kau seharusnya bilang padaku! Aku tidak tahu seburuk itu.” ujar Seo Jin yang sebenarnya ditujukan pada Ha Na.

Tapi..ternyata ada Sekretaris Kwon disana yang bingung dengan maksud Seo Jin, “Ya..tapi aku tidak padamu.”

Seo Jin tak membahas hal itu dan menanyakan tujuan Sekretaris Kwon menemuinya.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002897961_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002900402_thumb[1]

Seung Yeon benar-benar menemui Tae Joo. Tidak menanyakan secara langsung tentang catatan medis Seo Jin atau menanyakan keadaannya. Tapi dengan pura-pura mempunya sikap dan sifat seperti Seo Jin, setidaknya seperti yang Seung Yeon lihat.

Seung Yeon bilang pada Tae Joo kalau dia orangnya agak sensitif. Selalu merasa terganggu karena sesuatu, temperamen, dan pesimis. Suka mengucapkan kata ‘Aku benci ini!’ dan' Tidak!'. Dan juga ada orang yang mengaku telah melihat dirinya bersikap tidak seperti dirinya yang biasa. Tersenyum, sopan, santu, bahkan menyelamatkan orang seperti Superman.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002927213_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002929118_thumb[1]

“Apa yang salah denganku?” tanya Seung Yeon seolah itu memang masalahnya.

“Itu hal yang bagus. Mengapa anda khawatir?” Tae Joo tersenyum.

“Aku suka diriku yang normal.”

“Sensitif, temperamen, dan pesimis?” tanya Tae Joo ragu.

“Mengapa aku melakukan hal-hal sialan itu, yang tidak pernah aku lakukan sebelumnya?” Seung Yeon keukeuh ingin jawaban.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002957023_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_002974408_thumb[1]

Tae Joo pun bertanya apakah Seung Yeon mengingat hal-hal sialan yang dia lakukan itu. Karena tergantung dari Seung Yeon ingat atau tidak, diagnosis bisa apa saja mulai dari BDP (Borderline Personality Disorder, semacam Bipolar atau ketidakstabilan emosi) sampai DID (Dissociate Identity Disorder, kepribadian ganda seperti yang dialami Seo Jin).

Seung Yeon bertanya apa yang terjadi pada dirinya. Tae Joo bilang kebanyakan penyakit psikologis berasal dari pengalaman di masa lalu. Kenangan sangat buruk dari masa kanak-kanak atau kecelakaan tragis.

“Itu benar.” Ujar Seung Yeon keras. “Saat masih kecil, aku pernah diculik.” (ooh..jadi Seo Jin yang diculik…)

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003002274_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003005455_thumb[1]

“Pasti sangat sulit. Anda bahkan tidak bisa pergi ke luar untuk beberapa tahun pertama. Anda menderita gangguan kecemasan sosial dan insomnia. Jika semakin buruk, anda akan mulai memisahkan kenangan mengerikan itu.”

“Memisahkan?”

Tae Joo mengangguk, “Anda akan menciptakan diri yang lain yang tidak pernah mengalami tragedi tersebut. Itulah si alter ego.”

Seung Yeon tampak serius memikirkan keterangan Tae Joo. Mungkin dia mulai memikirkan hubungan Seo Jin dengan Robin.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003039037_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003043741_thumb[1]

Tepat jam 8 malam. Saat Robin terbangun, ponselnya berbunyi. Woo Jung yang menelpon, Woo Jung yang hanya satu dan sat-satunya untuk Robin. Robin menyebut Woo Jung mabuk, karena berkata seperti itu. Woo Jung meminta Robin berhenti berpura-pura, bagaimanapun dia selalu menjadi satu-satunya untuk Robin, kan? Robin masih belum sepenuhnya bangun tak mengerti apa maksud Woo Jung.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003052449_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003059914_thumb[1]

Woo Jung sedang membantu ayahnya di café. Woo Jung pamer pada Ahjussi Min bahwa seorang pria menyadari perasaannya pada Woo Jung karena orang lain. Pria itu menyadari hanya ada cukup ruang untuk Woo Jung dan tidak ada orang lain di dalam hatinya.

Ahjussi Min penasaran siapa pria itu, apakah Eun Chang yang sekarang sedang duduk di café itu? Bukan. Woo Jung menunjuk ke pintu. Pria yang Woo Jung maksud adalah dia. Dan dia adalah Robin. Robin segera menghampiri Woo Jung.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003076879_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003082025_thumb[1]

“Apa maksudmu dengan itu? Siapa yang menyatakan cinta? Ha Na mengaku padaku? Siapa yang menolak siapa? Aku menolak Ha Na?”

“Aktingmu sangat buruk. Tidak buruk sampai kau berlari masuk. Haruskah kita mulai dari ketika kau datang?” ujar Woo Jung dengan tersenyum.

“Katakan dengan jelas apa maksudmu. Katakan perlahan dan jangan meninggalkan apapun.”

Robin serius, tak ingin bercanda. Woo Jung pun bingung kenapa Robin seperti itu. Mereka kemudian bicara di atas. Di rumah Woo Jung.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003101941_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003104306_thumb[1]

Woo Jung menjelaskan apa yang dia dengar tadi siang. Ha Na mengaku pada Robin kalau dia menyukai Robin. Tapi Robin meninggalkan pesan, dan pergi tanpa mengatakan apapun.

“Oppa, kau tidak seharusnya melakukan hal itu pada seorang gadis. Itu sangat menyakitkan. Meskipun aku yakin kau melakukannya untukku.”

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003121865_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003125592_thumb[1]

Robin pun berpikir, karena saat itu Seo Jin yang pura-pura menjadi dirinya, mungkinkah Seo Jin sengaja melakukan hal itu. Robin juga teringat kejadian semalam, saat Ha Na bertanya apakah Robin mengalami ‘black out’ dan saat Ha Na mengiyakan ketika Robin meminta Ha Na melupakan kejadian di malam sebelumnya.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003137820_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003142962_thumb[1]

Melihat Robin yang hanya melamun Woo Jung pun heran, “Ada apa? Kau tidak mengingat apapun? Unni itu mengaku padamu, tapi kau tidak mengingatnya? Dia pasti sangat terluka. Aku kasihan padanya.”

Ahjussi mengingatkan Woo Jung agar jangan berkata seperti itu. Tapi Woo Jung merasa tidak salah. Karena sebelumnya dia mengira Ha Na yang ditolak, tapi beda masalahnya jika ternyata Robin yang lupa dengan pengakuan itu. Itu lebih buruk.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003149668_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003163629_thumb[1]

[Kilas balik] Ha Na yang mabuk berkata pada Woo Jung. Daripada menjadi wanita yang membuat orang lain tertawa, dia ingin menjadi wanita yang tertawa. Dan Robin membuatnya tertawa.

“Dia membuatku tertawa.”

Robin mendengarkan perkataan Ha Na itu.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003182985_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003191526_thumb[1]

Mengingat hal itu Robin langsung berlari pergi. Robin sekarang mengerti apa yang dimaksud Ha Na malam itu. Robin mencari Ha Na ke kamarnya, tapi tidak ada. Ke kantor sirkus juga tidak ada. Robin juga mencoba menghubungi Ha Na, tapi tidak ada jawaban.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003207227_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003209474_thumb[1]

Robin berlarian di luar mencari Ha Na. Lalu dia pun melihat Ha Na yang sedang duduk di taman. Ha Na melihat Robin. Tapi Ha Na sepertinya tak mau berurusan lagi dengan Robin. Ha Na berdiri dan hendak pergi.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003249012_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003270137_thumb[1]

“Aku mengingatnya sekarang.” Ujar Robin menghentikan langkah Ha Na. “Aku ingat apa yang tidak bisa aku ingat. Maafkan aku. Untuk pergi seperti itu.. Dan untuk apa yang aku lakukan di garasi kemarin. Aku pasti tampak seperti bajingan. Kau seharusnya memakiku. Tapi aku benar-benar tidak ingat saat itu. Aku tidak pura-pura tidak tahu. Aku tahu aku masih terlihat seperti bajingan untukmu. Tapi tolong percayalah padaku, Ha Na.”

“Aku juga ingin percaya padamu. Aku percaya padamu, aku bersandar padamu, dan.. itulah bagaimana akhirnya aku menyukaimu. Itulah mengapa aku pikir aku salah. Bahwa kita merasakan hal yang sama satu sama lain.”

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003300681_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003307042_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003355239_thumb[1]

Ha Na kembali berjalan meninggalkan Robin. Tapi Robin kemudian menahan tangan Ha Na.

“Siapa bilang kau salah? Kau tidak salah. Dan..maafkan aku. Untuk tidak mengingatnya. Maafkan aku.”

Ha Na berbalik, melepaskan tangan Robin yang memegangnya. Ha Na lalu menanyakan tentang pesan yang dia kirimkan. Katakan saja Robin memang tidak ingat, tapi Robin paling tidak seharusnya membalas pesannya. Maka Ha Na tidak akan bereaksi berlebihan atau salah paham, dan Ha Na tidak akan menunggu Robin. Jika saja Robin membalas pesannya.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003377724_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003389793_thumb[1]

Robin bingung pesan mana yang Ha Na maksud, apa Ha Na mengirim pesan padanya. Robin bingung dan bertanya karena dia benar-benar tidak tahu. Robin mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pada Ha Na bahwa tidak ada pesan yang Ha Na maksud.

“Apa kau menghapusnya?” tanya Ha Na. “Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu yang sebenarnya. Apa yang harus aku percaya?”

Robin kembali bingung. Dia merasa tak menghapus apapun.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003419399_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003422368_thumb[1]

“Tidak, tidak apa-apa. Aku sudah berkata pada diriku sendiri untuk melupakanmu. Aku sudah melalui beberapa kesulitan. Merasa lemah, aku hanya ingin bersandar pada seseorang... Tapi aku pasti sangat keliru. Maafkan aku. Untuk membebani mu, dan membuat mu merasa tidak nyaman.”

Ha Na kemudian pergi. Benar-benar pergi meninggalkan Robin yang masih bingung.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003443043_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003454926_thumb[1]

Ha Na berhenti sejenak di tangga. Sedangkan Robin sudah mengerti apa yang sebenar-benarnya terjadi. Robin tampak marah dan menggenggam ponselnya dengan erat.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003503609_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003487038_thumb[1]

Robin pergi ke ruang CCTV dan segera merekam pesan untuk Seo Jin. Robin menghela nafas.

“Ya, itu terjadi saat kau menjadi aku. Aku bisa membiarkannya sekarang. Aku yakin kau terkejut. Aku mengerti, tapi..yang lainnya berbeda. Mengapa kau menghapus pesan?”

Seo Jin yang sudah kembali dan membuka pesan itu menjawab, dia tidak tahu. Kemudian diperlihatkan Seo Jin yang menanggapi semua perkataan Robin.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003496188_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003497549_thumb[1]

Robin: “Kau melakukannya dengan sengaja untuk mengacaukan aku.”

Seo Jin: “Kau tahu dengan baik.”

Robin: “Kau.. Kau harus bersyukur bahwa kita berbagi tubuh yang sama. Jika tidak, aku sudah akan membunuhmu.”

Seo Jin: “Kedengarannya seperti apa yang pernah aku katakan padamu.

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003507788_thumb[1] Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003512813_thumb[1]

Robin: “Kenapa kau tidak memberitahuku? Kau seharusnya memberitahuku bahwa telah terjadi sesuatu. Aku tidak akan membiarkan hal ini, minta maaflah. Minta maaf sekarang!” Robin berteriak kesal.

“A-ku-min-ta-ma-af sekarang.” Ledek Seo Jin.

***

Hyde.Jekyll.Me.E06.mkv_003521090_thumb[1]

Bersambung ke episode 7~

Komentar:

Hmm..sepertinya sebelumnya Seo Jin tidak bermaksud menolak Ha Na atau pergi begitu saja. Tapi karena dia memang benar-benar harus pergi menghadiri rapat, makanya dia pergi duluan. Seo Jin tak menyangka kalau Ha Na menganggap itu penolakan. Tapi saat tahu Ha Na menganggapnya seperti itu, maka Seo Jin melanjutkan dengan menghapus pesan Ha Na.

Dengan perkataan Robin pada Ha Na bahwa Ha Na tidak salah, berarti Robin mengakui kalau dia juga menyukai Ha Na ya.. tapi tetap Ha Na tak percaya, karena lebih dari pada pengakuannya waktu itu yang mungkin saja Robin bisa lupa, tapi kan ada pesan yang jelas-jelas tercantum di situ bahwa Ha Na semalam mengaku. Jadi Ha Na tetap tak percaya dan menganggap Robin sedang mempermainkannya.

Oya,,ternyata kilasan masa lalu Seo Jin itu, bukan Seo Jin melihat seseorang diculik, tapi dia yang diculik. Atau mungkin dua-duanya ya.. Sepertinya kejadian itu yang membuat Seo Jin kecil selalu ingin mengakhiri hidupnya sebelum Robin muncul.

Parah ya Seo Jin, dia pura-pura memiliki kepribadian seperti Seo Jin untuk mencari tahu penyakit apa yang diderita Seo Jin hingga begitu bergantung pada Dokter Kang. Sayangnya Seo Jin tidak mau melanjutkan sementara konsultasinya dengan Tae Joo, jadi Tae Joo tak bisa mengantisipasi orang lain yang ingin tahu tentang penyakitnya.

Satu lagi, sudah pada ngerasa kan ada perubahan sikap Seo Jin? Tapi yang aku rasa hanya pada Ha Na.

 

NB: Gak terlalu telat kan minggu ini? Hehe.. Mian ya,, seharusnya sabtu kemarin sudah selesai. Tapi karena meriang, jadi tertunda dua hari. Satu harinya karena ada suamiku. Hehe.. Semoga minggu depan bisa selesai di hari Sabtu..

Comments

  1. Ngga apa2, yg penting mumu sehat dulu^^ and family comes first ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju sma mbak fanny, skrng emng lgi musimnya orng sakit mbak...jdi kesehatan diri sndiri nd keluarga yg hrus didulukan, smngat mbak mumj dn smga sehat selalu..

      Delete
    2. iya.. hehe.. makasih ya mba fan dan anonym.. XD

      Delete
  2. nggak apa2 mba,kesehatan nmr satu..hmm penyakit ganda ini memang aneh..lucu juga Robin marah2 dgb Seo jin..hahaha

    ReplyDelete
  3. Gws ya mbaa. Semangat terus buat sinopsisnyaa..

    ReplyDelete
  4. Ekspresi seo jin waktu ngeledek minta maaf ke robin ngeselin ngeselin unyu :D
    sebenernya agak was2 klo robin beneran marah sm seojin takut trjadi hal2 yg ga diinginkan -_- tp robin kan baik banget kepribadian nya iya kan? jd minim kemungkinan buat ngelukai seojin, tp g mnutup kemungkinan terburuk jga sih -_-

    ReplyDelete
  5. Ekspresi seo jin waktu ngeledek minta maaf ke robin ngeselin ngeselin unyu :D
    sebenernya agak was2 klo robin beneran marah sm seojin takut trjadi hal2 yg ga diinginkan -_- tp robin kan baik banget kepribadian nya iya kan? jd minim kemungkinan buat ngelukai seojin, tp g mnutup kemungkinan terburuk jga sih -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo melukai sih kayaknya engga ya.. kan tubuh Seo Jin tbuhnya Robin juga.. hehe..

      Delete
  6. setelah di episode 5 seo jin 'dipermainkan' robin, di episode ini seo jin balas dendam habis2an....
    tapi bukan 'mereka' yang jadi korban, melainkan ha na.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awww,thank you^^
      Saya jadi sadar kalo mereka hanya belum cukup dewasa untuk membuat ha na nyaman di samping mereka berdua :p

      Delete
  7. Seung yun kaya sekretaris park (secret garden) dech, pengen tauuuu aja,
    bahkan trik yang digunakan untuk mengetahui penyakit seo jin juga sama,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju....jd inget sek.park yg kepo abis ttg Kim jo won waktu itu....ha ha ha sampai bela belain konsultasi ke Dr pribadinya jo won. Bak mumu keep healty yah....Gumapshimnida jeongmal kamsahamnida.....

      Delete
  8. =Gangguan kepribadian ditandai dengan perilaku antisosial, psikopati=

    emmmm...mungkin aku juga memilikinya.......
    aku sama sekali tidak suka berada ditengah orang banyak, antisosial banget....

    ReplyDelete
  9. Eh btw itu yang di komennya mbak mumu typokah?seung yeon jadi seung jin,dokter kang jadi dokter park :p
    No problemo mbak mumu ><
    FIGHTING!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaaaa... Seung Jin kan Seung Jin Grup di KMHM.. Dokter Park juga seniornya Ri Jin. Hahaha.. ketuker.. udah di perbaiki ya.. tengkyuu...

      Delete
    2. seneng bisa membantu...
      Tapi itu komennya masih ada yang typokah?(seo jin pura-pura blablabla seo jin?)haha biarlah mbak anggap saja mbak mumu kmhm mode on sedang menguasai pikiran ^^"
      Ada juga soalnya di atas tapi ga sampe ketuker nama kayak yang sebelumnya :p
      Terimakasih kembali mbak mumu :)

      Delete
  10. haha.. seo jin balas dendam ^-^.
    btw itu tulisan apa yah di akhir episodenya,

    ReplyDelete
  11. eh coba-coba koment pake google accountku ternyata bisa tho,,, alhamdulillah,,dari kemarin mau koment pake namaku sendiri kok susah,,, jadi kadang pake anonim,,,hehe,,
    salam kenal ya mb mumu,,,
    makasih udah di update selalu sinopnya... selalu menunggu,,,
    gumawo,,,semoga sehat selalu,,,,a min..
    maaf ya klu kepanjangan... ^_^....

    ReplyDelete
  12. episode ini bru aku rza alur'y lmbat... LoLa yah mba..hehhe Zmngat buat mba mumu zma mba fanny..

    ReplyDelete
  13. Udah jelas itu mah Seo Jin udah Falling In Love aja gitu sam Ha Na .. Hahaha

    Cie cie Seo jin rebutan Ha Na sama Robin .. Wkwwk

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts