Saturday, March 28, 2015

Hyde, Jekyll, Me | Episode 19 - 2

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_001813307_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_001822664_thumb

Ha Na dan Robin menginap di sebuah penginapan rumahan. Ahjumma pemilik penginapan mengingatkan mereka untuk tidak melewatkan sarapan dan menyuruh mereka memanggilnya jika membutuhkan sesuatu. Setelah Ahjumma pergi, Robin menyuruh Ha Na berganti pakaian nyaman dan dia akan keluar membeli minuman dan makanan.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_001855763_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_001866140_thumb[4]

Keluar dari minimarket, Robin berdiri ditempat sambil memperhatikan orang yang lalu lalang di depannya. Robin berkata dalam hati kalau dia harus melakukannya.

Robin kembali ke penginapan. Sebelum membuka pintu kamar, Robin kembali berkata dalam hati:

“Aku harus memberitahu dia. Itulah tujuan utama perjalanan ini.”

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_001909756_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_001932580_thumb

Tapi begitu Robin membuka pintu, Ha Na ternyata sudah tertidur. Robin meletakkan plastik belanjaannya pelan-pelan agar suaranya tak membangunkan Ha Na. Robin berjalan perlahan mendekati Ha Na. Robin memastikan Ha Na benar-benar sudah tidur. Karena tak ada jawaban dari Ha Na, maka Robin yakin Ha Na sudah tidur.

“Kau akan terus melanjutkan hidupmu, kan?” Tanya Robin pada Ha Na yang tertidur. “Kenanganku akan memudar, kan? Dengan aku yang tidak lagi ada.”

Tiba-tiba Ha Na membuka mata, “Apa yang kau katakan?”

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_001951562_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_001953262_thumb

Robin pun terkejut ternyata Ha Na belum benar-benar tidur. Ha Na duduk dan kembali menanyakan apa yang tadi dikatakan Robin, karena dia tidak benar-benar mendengar apa yang Robin katakan. Dengan gugup Robin berkata kalau dia sudah lupa.

Tapi Ha Na yakin dia mendengar sesuatu tentang tidak lagi ada. Robin mengelak, dia tidak mengatakan hal itu. Ha Na bilang dia sedikit marah. Ha Na bertanya apa Robin selalu memikirkan tentang dirinya sendiri. Robin beralasan, yang dia maksud adalah kalau mereka kan tidak bisa selalu bersama sehari 24 jam.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_001973378_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_001975391_thumb

“Apa kau yakin?” selidik Ha Na.

Robin mengangguk.

“Jangan lupa bahwa kita dalam perjalanan ini untuk menghilangkan pikiran-pikiran seperti itu.”

Robin mengangguk.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_001979553_thumb

“Berhenti memikirkan pemikiran yang tidak berguna itu, dan bersembunyi dalam ketakutan. Jangan pernah mencoba untuk membicarakan hal itu denganku lagi!”

Robin pun tersenyum. Ha Na mendapat info dari Woo Jung bahwa Robin punya kebiasaan bersikap seolah sewaktu-waktu dia akan menghilang. Robin kesal karena Woo Jung bermulut besar. Ha Na memperingatkan bahwa Robin tidak boleh seperti itu lagi dan dia akan memperbaiki kebiasaan buruk Robin itu.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002007485_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002026051_thumb

Esok pagi, Robin begitu bersemangat mengajak Ha Na ke suatu tempat. Ha Na memastikan semalaman Robin tidak tidur. Robin bilang dia baik-baik saja, dan perjalanan itu sangat penting untuknya. Jadi dia tidak bisa membuang-buang waktunya dengan tidur. Ha Na menawarkan diri untuk menyetir, tapi Robin menolak karena Ha Na pasti tidak hafal jalan di desa itu.

Ha Na pun bertanya tempat apa sebenarnya yang ingin ditunjukkan Robin dengan begitu bersemangat. Robin hanya tersenyum.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002038676_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002041456_thumb

Mereka sampai di tempat itu. Rumah yang kemarin Robin tunjukkan pada Ha Na. Ha Na tampak bingung kenapa mereka kesana lagi. Tapi Ha Na tak menanyakan apapun.

Lalu Robin mulai bercerita kalau itu adalah rumah dimana dia dilahirkan dan dibesarkan. Dan seterusnya. Sama persis dengan yang dia katakan kemarin pada Ha Na. Sampai Robin bilang kalau ibunya selalu punya cara agar dia membiarkan ibunya pergi.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002082578_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002086332_thumb

Meski bingung Ha Na lalu bertanya, “Bagaimana dia melakukannya?”

“Dia memberikan aku uang koin 100 won. Lalu aku membawa koin itu..”

Ha Na yang bingung menghentikan cerita Robin, dia pamit pergi untuk mengambil sesuatu yang tertinggal di dalam mobil.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002139676_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002150730_thumb

Begitu keluar dari rumah itu, Ha Na menghubungi Dokter Kang. Ha Na memberitahu Dokter Kang bahwa Robin tidak mengingat semua kejadian yang terjadi kemarin. Dokter Kang terkejut bahwa hal itu sudah terjadi. Ha Na kembali bingung dengan maksud perkataan Dokter Kang.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002168566_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002178680_thumb

Dokter Kang pun bertanya apa robin masih belum memberitahu Ha Na? Kemudian Dokter Kang sepertinya menjelaskan semuanya pada Ha Na. Perihal Robin yang perlahan akan kehilangan ingatannya. Ha Na tampak syok. Dia berjalan dengan linglung menjauh dari rumah itu.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002197133_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002207246_thumb

Ha Na pergi ke pohon yang mereka datangi kemarin. Sambil menangis Ha Na menggali dan mengeluarkan kapsul waktu milik Robin. Ha Na membaca surat yang ditulis Robin kemarin.

“Ha Na, saat kau membaca ini, aku mungkin tidak lagi ada disini. Kita mungkin sudah mengucapkan salam perpisahan, dan meskipun begitu..aku yakin kau disini sekarang untuk menemukan jejak bahwa kita pernah bersama. Dalam seminggu terakhir ini, aku membawakan sebuah acara radio, mengadakan wawancara, dan bahkan membuat penampilan publik. Aku berpikir semua itu adalah untukku sendiri, tapi aku sangat senang menyadari sekarang bahwa itu semua untukmu. Sehingga beberapa jejakku akan selalu ada.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002243040_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002252476_thumb

Ha Na..ada satu kenangan spesial yang tidak pernah ingin aku hilangkan, atau lupakan. Bagaimana gugupnya dirimu malam itu.. dan bagaimana kau membantuku menghilangkan kegugupanku. Kenangan yang aku miliki malam itu sebagai Robin..aku ingin mengingatnya selamanya. Dan sebelum kenangan itu menghilang..aku ingin menghilang selagi aku masih sebagai Robin.”

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002274332_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002313251_thumb

Ha Na menangis sejadi-jadinya sambil memeluk surat itu. Lalu Ha Na berlari kembali ke rumah itu.

Sesampainya disana, bukan Robin yang ia temukan, tapi Seo Jin. Melihat Ha Na yang menangis Seo Jin bertanya apa yang terjadi.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002336203_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002353287_thumb

“Itu..belum terjadi, kan? Dia..belum menghilang, kan? Katakan padaku dia belum menghilang.”

“Tidak, aku pikir…belum.”

“Kau tahu. Kalian berdua tahu..tapi kalian merahasiakannya dariku. Katakan sesuatu! Bagaimana bisa kalian berdua melakukan ini padaku?” Ha Na menangis tersedu.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002383434_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002426412_thumb

Seo Jin menatap Ha Na agak lama. Lalu dia berkata bahwa dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mereka berdua tidak tahu. Karena semua yang bisa Seo Jin pikirkan adalah bagaimana menemukan cara untuk mengatasinya (agar Robin tidak menghilang).

Ha Na terus menangis. Robin bilang padanya bahwa dia ingin hidup dan tidak ingin menghilang. Seo Jin menghampiri Ha Na menenangkannya.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002438871_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002464591_thumb

Setelah tenang, Ha Na duduk bersama Seo Jin. Seo Jin tampak sedih setelah membaca surat Robin.

Ha Na bertanya apakah karena dia mengungkapkan identitas Robin ke publik yang membuat Robin mulai menghilang. Tapi menurut Seo Jin berkat hal itu Robin bisa menjalani hidup sebagai dirinya sendiri meskipun hanya beberapa hari.

“Kau melakukan sesuatu untuknya yang tidak bisa dilakukan orang lain.”

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002488670_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002524202_thumb

Ha Na bercerita bahwa Robin mengatakan kalau itu adalah rumahnya. Robin ingat kalau dia dibesarkan di rumah itu bersama dengan ibu, hyung dan noona-nya. Mendengar cerita itu, Seo Jin mengedarkan pandangan ke sekitar rumah.

Ha Na dan Seo Jin lalu sama-sama memandang ke langit.

***

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002548100_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002566959_thumb

Seo Jin jalan sendirian keluar dari rumah itu dan memperhatikan keadaan sekitar. Lalu dia mendapatkan pesan dari Robin. Seo Jin menepi, bersandar pada pagar sebuah rumah dan memutar pesan video itu.

Dalam video itu, Robin berkata bahwa dia sangat berharap bisa bertemu dengan Robin tapi sepertinya tidak ada cara untuk melakukan itu.

(note: yang pegang ponsel merah adalah Seo Jin, ponsel hitam adalah Robin XD)

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002595246_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002597958_thumb

Rupanya sebelum Robin tertidur dan terbangun sebagai Seo Jin, Robin merekam pesan untuk Seo Jin sambil menunggu Ha Na yang mengambil barang di mobil.

“Apa yang katakan tentang membiarkanku bersamamu sepanjang sisa hidupmu.. sama seperti bagaimana kau memutuskan hal itu sendiri.. aku juga memutuskan sendiri untuk meninggalkanmu. Aku punya satu minggu tersisa. Aku akan pergi saat kenangan tentang kebersamaan Ha Na dan aku masih ada. Dan juga..ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu. Hal-hal yang bisa kau lakukan, dan cara-cara agar kau bisa membuat Ha Na bahagia.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002606971_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002615232_thumb

Pertama…kau benar-benar tidak punya selera humor. Ha Na menyukai pria yang bisa membuatnya tertawa. Aku tahu itu akan terasa canggung, tapi kau tetap harus berusaha. Dan juga.. pekerjaan yang Ha Na lakukan adalah membuat orang lain tertawa, dan bersenang-senang bahkan dalam peringatan kematian ayahnya. Jadi puji dia, dan hormati apa yang dia kerjakan.

Lihat matanya saat kau bicaranya dengannya. Dan genggam tangannya saat kau berjalan bersama. Dan saat dia akan masuk ke dalam mobil, bukakan pintu untuknya. Aku tahu itu akan terasa canggung dan memalukan pada awalnya. Tapi bahkan momen sederhana seperti..pastikan dia tahu bahwa kau melindunginya dengan setiap sikapmu.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002674379_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002691291_thumb

Dan..hibur dia. Seminggu lagi..saat Ha Na benar-benar terluka. Aku tahu perasaanmu untuknya adalah tulus. Aku yakin kau yang menjadi orang yang setulus aku, adalah yang membuatku pudar dan menghilang. Itulah sebabnya, Ha Na juga pasti jatuh cinta padamu.. sehingga kehilanganku tidak lagi terasa sangat tidak adil.”

Robin merekam video itu sambil menahan tangis. Setelah selesai, Robin menghela nafas.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002739972_thumb

Dan setelah Seo Jin membaca pesan Robin itu, dia langsung membalas dengan merekam videonya sendiri.

“Baik. Aku mendengar semuanya yang kau katakan. Tapi setidaknya dalam waktumu yang tersisa..aku ingin kau memberikan semua cinta yang pantas dia terima.”

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002769350_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002801150_thumb

Sementara itu, Ha Na menyusuri jejak kebersamaannya dengan Robin. Ha Na kembali ke dinding dimana Robin menuliskan kebersamaan mereka. Ha Na menangis tersedu.

Dia lalu menerima telpon dari Robin dan menjawabnya sambil menangis. Bertanya apakah itu benar Robin yang menelponnya. Robin balik bertanya dimana Ha Na.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002840604_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002848412_thumb

Langit sudah gelap. Ha Na berlarian mencari Robin. Ha Na melihat Robin berdiri di pinggir danau. Kembang api meledak di udara. Ha Na berlari menghampiri Robin dan memeluknya dari belakang sambil menangis.

“Robin…aku belum siap. Aku belum siap untuk semua ini!” Ha Na menangis di punggung Robin.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002873527_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002887833_thumb

Robin berbalik dan menghapus air mata di pipi Ha Na. “Tidak ada seorang pun yang siap untuk sesuatu seperti ini, Ha Na.”

“Tetap saja..satu minggu waktu yang terlalu singkat. Bagaimana bisa..bagaimana bisa cukup satu minggu? Bagaimana bisa satu minggu cukup untuk mengucapkan salam perpisahan kita?”

“Karena jika aku tinggal lebih lama..maka aku hanya akan pudar, dan menghilang.”

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002898128_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002914954_thumb

“Apa…maksudmu?”

“Bahkan jika tangan ini menghilang, aku masih Robin. Bahkan jika kaki ini menghilang, aku masih Robin. Tapi.. sekali ingatanku menghilang.. maka aku bukan lagi Robin. Lalu apa artinya bersama? Aku tidak bisa melihatmu..dan bertanya siapa dirimu, lalu pergi begitu saja meninggalkanmu seperti itu.”

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002937370_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002941080_thumb

Ha Na menangis.

Robin berusaha menahan tangisnya. “Ingatan yang aku punya saat kita berjalan bersama menunjukkan diri ke dunia.. biarkan aku pergi dengan ingatan itu. Sehingga aku tidak akan pernah lupa ingatan itu.”

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002976324_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_002980441_thumb

Lalu Robin merasakan sakit di kepalanya. Dan ingatan itu..saat mereka berdua muncul di depan publik bersama untuk pertama kalinya, perlahan memudar. Robin memegang kedua kepalanya, berusaha mencegah kenangan itu hilang. Tapi.. kenangan itupun menghilang.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003038697_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003043043_thumb

Robin tercengang. “Menghilang. Hari itu.. baru saja menghilang. Itu..menghilang.”

Robin menangis tersedu-sedu dan memukuli kepalanya. Ha Na memeluk Robin sambil menangis.

***

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003087173_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003095750_thumb

Woo Jung dan Eun Chang lagi manja-manjaan di kantor sirkus. Eun Chang duduk menyandarkan kepalanya ke bahu Woo Jung. Woo Jung mengelus-elus kepala Eun Chang. Dan akhirnya, mereka saling mendekat hendak berciuman. Tapi tiba-tiba pintu terbuka.

Mereka segera bangkit. Ternyata Ha Na yang datang. Woo Jung heran melihat ekspresi Ha Na yang tampak sedih. Woo Jung pun bertanya apa yang terjadi.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003115134_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003145481_thumb

Mereka kemudian bicara berdua di tangga. Ha Na menceritakan semuanya pada Woo Jung. Woo Jung tidak percaya itu bisa terjadi.

“Tidak bisakah dia tetap tinggal? Haruskah dia menghilang? Katakana padanya untuk tidak pergi! Katakan padanya bahwa kau tidak bisa membiarkan dia pergi!”

“Woo Jung-ah. Robin, yang masih mengingatmu.. dan Robin, yang masih kenal siapa dirimu. Jika kau mengucapkan salam perpisahan pada Robin itu, maka dia akan bisa mengucapkan salam perpisahannya sendiri. Mari kita biarkan di pergi saat dia masih Robin yang sama. Ayo lakukan itu untuknya, Woo Jung-ah.”

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003147849_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003155041_thumb

Woo Jung kembali menangis. Ha Na pun masih menitikkan air mata, tapi tampaknya dia sudah mulai bisa menerima keputusan Robin.

***

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003160584_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003171538_thumb

Ha Na termenung sendirian. Teringat pada surat Robin yang mengatakan bahwa dia ingin menghilang sambil masih mengingat kenangan mereka bersama saat itu. Tapi kemudian kenangan itu menghilang.

Ha Na memutuskan untuk melakukan sesuatu.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003181659_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003184697_thumb

Woo Jung yang diberitahu Ha Na tentang apa yang akan dia lakukan, kemudian memberitahu ayahnya dang eng sirkus. Semuanya terkejut Ha Na meminta mereka melakukan sesuatu.

Woo Jung lalu memberikan kertas tugas pada mereka.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003200951_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003211016_thumb

Mereka kemudian bergotong royong memasang karpet merah, karangan bungan yang bergambar robin dan yang lainnya.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003214215_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003216734_thumb

Sekretaris Kwon masuk ke sebuah ruangan dimana beberapa permain orchestra sedang berlatih.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003224038_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003232597_thumb

Jin Joo dan Woo Jung juga membeli bunga. Sementara Ahjussi Min menulis sesuatu dan menghafalnya.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003240107_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003243495_thumb

Ha Na yang bergaun putih dan cantik, mengajak Robin yang bersetelan rapi ke sebuah gedung. Mereka berdiri di depan lift. Robin bertanya apa yang akan mereka lakukan disana. Robin bilang meskipun kenangan itu menghilang, di masih ingat alasan mereka datang kesana waktu itu.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003250777_thumb[1]Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003267863_thumb[1]

“Kalau begitu..apa kau masih ingat bagaimana gugupnya aku?” Tanya Ha Na.

“Itu…” Robin menggeleng.

Robin lalu melihat Ha Na yang gugup memainkan tangannya sendiri. Robin menggenggam tangan Ha Na, menenangkannya. Mereka pun tersenyum.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003274249_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003306807_thumb

Mereka lalu menaiki lift, dan didalam mereka mengeratkan genggaman tangan. Begitu sampai di atas, suasananya sama persis dengan hari itu. Bedanya, tidak ada seorang pun disana. Hanya karpet merah dan rangkaian bunga.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003317569_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003321761_thumb

Robin ingin mengatakan sesuatu, tapi Ha Na menghentikannya dengan menggengam tangannya. Mereka lalu berjalan bersama.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003330637_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003355916_thumb

Sekretaris Kwon lalu muncul dari sebuah ruangan di dekat sana. Dia menghampiri Robin, dan menaruh rangkaian bunga kecil ke saku jasnya. Robin tampak bingung. Sekretaris Kwon mempersilakan mereka untuk mengikutinya ke sebuah ruangan.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003391507_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003393159_thumb

Pintu ruangan terbuka. Mereka pun masuk ke dalam ruangan. Di dalam sudah ada orang-orang terdekat mereka yang menanti. Pemain orchestra memainkan musik romantis. Woo Jung dan Eun Chang memotret mereka. Lalu Ahjussi Min sudah berdiri di mimbar.

Itu adalah ruangan pernikahan. Tapi Robin masih tampak bingung dengan maksud semua itu. Diapun menoleh pada Ha Na.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003466848_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003471081_thumb

“Kenangan paling berharga itu…belum menghilang. Kenangan paling berharga itu…aku akan menciptakannya untukmu sekarang. Tidak. Akankah kau membantuku menciptakannya. Menikahlah denganku.”

Ha Na mengulurkan tangannya pada Robin. Dan Robin menyambutnya.

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003493962_thumbHyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003497141_thumb

Mereka pun berjalan bersama menuju altar. Diiringi tepuk tangan orang-orang terdekat.

Ha Na dan Robin saling memandang, lalu tersenyum.

***

Hyde.Jekyll.Me.E19.mkv_003508212_thumb

“Tidak seorangpun tahu apa yang menunggu mereka di akhir. Semua yang aku tahu adalah bahwa aku memilikimu disisiku.”

***

Bersambung ke episode 20 (end)~

Komentar:

Heu, sinopsisnya pendek, tapi bikinnya lama. Maklumlah.. XD

Aish.. siapa yang nangis hayooo? Kenapa ya, drama ini hanya menarik di 2 episode akhir? Hehe..

Tidak ada pilihan lain untuk Seo Jin dan Ha Na. Meski Seo Jin ingin Robin tidak menghilang, Robin tetap akan menghilang karena dirinya yang sepenuhnya menerima Robin adalah obat dari penyakitnya, dan penyakitnya adalah Robin. Begitupun Ha Na, meski dia menahannya sampai Robin tidak mengenalnya, Robin tetap akan menghilang.

Memang lebih baik melepaskan Robin pergi selama dia masih mengenali mereka. Toh sedihnya akan tetap sama.

Pssstt…yang udah nonton episode 20, dilarang spoiler yaaa… kasian yang belum nonton dan yang hanya bisa baca, ntar kurang gregetnya. Dan hargai mba fanny yang baru bisa menulisnya hari senin. Soalnya mba fanny lagi sakit. Oke oke! Kita doakan semoga mba fanny cepat sehat ya.. Get well soon mba! #hug ^^

7 comments:

  1. Mbak.. Makasih ya sinopsisnya, ceritanya seru ^^

    ReplyDelete
  2. Ya jadi ikutan nangis. Meski terasa berat toh hana harus rela robin pergi. Makasih sinopnya y mbak.

    ReplyDelete
  3. Emang akting hyun bin sama han ji won topbgt berhasil bikin aku nangis. Sedihnya plusplus nih karna dramanya udah abis, bakal kangen berat nih sama oppa hyunbin:-( gomawo mba buat sinopnya. Gws to mba fanny.

    ReplyDelete
  4. Mungkin 20 eps terlalu panjang untuk drama ini, krn jalan ceritanya jadi agak aneh. Dari episode hana yg mulai mencintai robin, sy mulai bingung.ko bisa robin & seojin tukar kepribadian secara teratur yah.12 jam 12 jam, trs kpn dong tubuh nya seo jin bnr2 tidur utk istirahat? Wahaha sdkt ngelantur sy, krn sy sedih liat hyun bin didrama ini.

    ReplyDelete
  5. Wah ini sama kyak di Rooftop Prince. Berasa dejavu :)

    ReplyDelete
  6. Dan pernikahan ini mengingatkan sy pada luka lama di Rooftop Prince dimana Ha Na menikah dengan Yoo Chun dan akhirnya Yoo Chun menghilang .. Wkwwk

    Tragis sekali nasib Ha Na .. Wkwkw

    By the way .. Terima kasih mba Muzi atas kerja keras nya membuat sinop ini Maaf sy baca nya telat dan seperti yg kemarin sy bilang jika mba Muzi ga bikin giveaway semangat ini mungkin sy tidak akan membaca sinop ini .. Dan sy menyesal tidak sebelumnya sy membaca drama ini karena Overall drama ini menarik plus senyum Hyun Bin yg membuat sy betah buat membacanya .. Wkwkwwk

    Sekali lagi Terima Kasih mba Muzi ^^

    Selalu ditunggu project sinop selanjut nya biarpun sy tidak koment tapi saya selalu hadir .. Wkwwk

    #soalnya tiap buka blog pasti lewat Opera dan Di Opera sulit untuk berkomentar ..

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD