Friday, March 13, 2015

Kill Me, Heal Me | Episode 19 - 1

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000020930_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000031129_thumb

Sekretaris Ahn mondar-mandir di depan kantor Do Hyun, menunggu Do Hyun yang tak kunjung keluar. Setelah melihat jam di tangan, Sekretaris Ahn masuk untuk mengajak Do Hyun segera berangkat. Dan terkejutnya dia melihat Ri Jin dan Do Hyun berpelukan. Mereka pun segera melepaskan diri.

“Apa yang sedang kau lakukan? Ini adalah perusahaan! Kau harus bekerja. Pimpinan Rapat Umum Pemegang Saham benar-benar berbeda dari Wakil Presiden yang hanya bermain-main.” Sekretaris Ahn ngomel.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000047145_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000053095_thumb

Do Hyun membela diri, kapan dia bermain-main? Saat itu juga dia bekerja keras. Sekretaris Ahn menyela pembelaan diri Do Hyun, bahwa rapat pemegang saham nanti akan menjadi pertarungan tanpa senjata. Jadi Do Hyun tidak bisa menunjukkan titik kelemahan ataupun celah dari diri Do Hyun sendiri.

“Kau harus membaca langkah pertama lawan, dan sepenuhnya mempersiapkan diri terhadap serangan.” Ujar Sekretaris Ahn dengan menggebu-gebu.

Do Hyun mengiyakan dengan lembut. Sekretaris Ahn lalu mengajak Do Hyun segera pergi dan menyuruh Ri Jin untuk menunggu di rumah.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000086538_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000093453_thumb

Ri Jin bingung, karena dia adalah psikiater rahasia Do Hyun dan sekretaris yang menyamar. Sekretaris Ahn menjelaskan bahwa mempekerjakan Ri Jin sebagai dokter rahasia adalah kebijaksanaan Do Hyun, tetapi untuk mempekerjakan Ri Jin sebagai sekretaris ada di bawah otoritas nya.

“Wah… Tunggu, kau... mengerahkan otoritas atas aku sekarang?” Ri Jin tak percaya dengan apa yang dia dengar.

“Aku kira kau pasti lupa, tapi ini adalah Seung Jin Group. Dan ada banyak mata yang berbahaya di sini. Ini semua untuk kepentinganmu, Oh Ri Jin-ssi.” Sekretaris Ahn tersenyum kecil.

Sekrtaris Ahn ini kelihatannya cemburu, hehe. Ri Jin menoleh pada Do Hyun. Do Hyun tersenyum, meminta Ri Jin untuk mengikuti perkataan Sekretaris Ahn.

***

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000119551_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000122966_thumb

Ri Jin berjalan di lorong sambil menunduk, sepertinya untuk menghindari orang lain melihatnya. Tapi Ki Joon yang baru saja keluar dari lift memanggilnya.

“Sekretaris Oh?” Tanya Ki Joon. Lalu saat Ri Jin menoleh Ki Joon berkata, “Oh, itu kau, Oh Ri Ji-ssi.”

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000131012_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000135661_thumb

Mereka kemudian duduk bersama sambil minum kopi.

“Sejujurnya, aku benar-benar tertarik padamu, Oh Ri Jin.”

Ri Jin menumpahkan minuman yang ada di mulutnya karena terkejut dengan apa yang dia dengar barusan. Ri Jin segera meminta maaf. Ki Joon juga meminta maaf, karena ketertarikannya pada Ri Jin bukan jenis ketertarikan yang Ri Jin pikirkan. Tapi yang dia maksud adalah sesuatu yang lain.

“Apa maksudnya yang aku pikirkan, dan apa maksudnya yang kau pikirkan, Presdir?”

“Maksudku, aku tidak tertarik pada kau sebagai seorang pria. Yah, belum. Karena kau tidak pernah tahu bagaimana hal-hal akan berubah antara seorang pria dan seorang wanita.”

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000168874_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000192426_thumb

Jika Ki Joon hanya akan membuat lelucon dan bermain-main, Ri Jin pamit pergi dan hendak bangun. Tapi Ki Joon bilang dia tahu Ri Jin adalah seorang psikiater. Ri Jin terkejut. Ki Joon mengingatkan bahwa mereka pernah ditakdirkan bertemu saat tak sengaja bertubrukan di rumah sakit.

Ki Joon berkata bahwa sejujurnya dia sedikit terkejut melihat Ri Jin di rumah sakit. Karena tidak wajar bagi seorang psikiater untuk menjadi sekretaris. Dan dia jadi tertarik karena hal itu. Tapi baru-baru ini dia tertarik pada sesuatu yang lain.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000217089_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000222077_thumb

Ri Jin tak mengerti dengan sesuatu yang lain itu. Ri Jin juga tidak punya tebakan tentang hal itu. Lalu Ki Joon bilang Rapat pemegang saham yang akan datang akan menjadi kejutan untuk Ri Jin.

“Apa rapat pemegang saham ada hubungannya dengan aku?”

“Aku punya rencana untuk mengadakan pesta kejutan pada rapat pemegang saham berikutnya. Ketika pesta itu berakhir, kau akan menjadi orang yang sangat kaya, Oh Ri Jin-ssi.”

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000235341_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000244905_thumb

Ri Jin tertawa, “Itu bagus hanya untuk mendengarnya. Aku tebak... kaya seperti Bill Gates?”

“Kaya, seperti pewaris langsung pemegang saham utama? Tapi hanya jika kau berpihak padaku.”

“Bagaimana ya? Aku benci memihak. Aku juga benar-benar tidak mengerti apa yang kau katakan karena kau bicara dengan bertele-tele.”

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000265251_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000275259_thumb

Ri Jin berdiri hendak pergi. Ki Joon masih belum menyerah dan berkata kala ada sesuatu yang masih ingin dia katakan.

Dengan tegas Ri Jin berkata bahwa dia sudah keluar dari perusahaan dan mereka tidak punya kepentingan satu sama lain untuk bertemu di luar perusahaan. Jadi dia bisa pergi kapanpun dia mau. Ri Jin pun pamit pergi.

***

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000290110_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000300194_thumb

Sekretaris Choi mencari-cari loker dari kunci yang dikirimkan Alex. Dia melapor pada Ki Joon sudah mencari ke sekitar daerah dimana surat itu di cap, tapi dia merasa seperti mencari jarum di padang pasir. Dia berpendapat Alex hanya mengacaukan mereka, dan mungkin juga dia mengirim surat dari tempat lain.

Menurut Ki Joon kunci loker yang dikirimkan itu adalah umpan. Hanya agar mereka mencicipi dan jika sesuai selera, mereka harus mengirimkan uang. Pasti lokernya ada di tempat yang mudah ditemukan.

***

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000308748_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000337699_thumb

Alex yang tidur terbangun karena ada yang membuka tirai jendela. Alex terperanjat, menduga itu adalah Se Gi, dan ternyata adalah Do Hyun. Do Hyun memberikan Alex minuman penghilang mabuk.

Alex menanyakan kabar Do Hyun yang sebelumnya bersikap seperti akan pernah kembali ke Korea. Do Hyun tak menjawab dan malah berkata bahwa dia sepertinya melakukan kesalahan besar terhadap Alex.

Alex membahas Se Gi. Alex bilang Se Gi masih sama dengan emosinya yang besar. Do Hyun kembali tak menanggapi dan berkata kalau dia tidak seharusnya berbagi rahasianya dengan Alex.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000353962_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000368658_thumb

Mendengar perkataan Do Hyun itu, Alex pun berkata dengan serius bahwa sepertinya Do Hyun akhirnya ingin melakukan bisnis dengannya sekarang. Maksud Alex adalah Do Hyun akan memberinya uang tutup mulut.

Sambil menatap keluar jendela, Do Hyun berkata:

“Saat kau mengancam aku untuk pertama kalinya, aku seharusnya tidak memberi mu uang. Aku tidak tahu bahwa itu akan menjadi harga untuk ganja, kokain, dan harga untuk perjudian. Maafkan aku. Aku menghancurkanmu.”

“Kau masih berpura-pura baik.” Ujar Alex dengan sinis.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000384782_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000388468_thumb

“Jika aku tidak ingin membuatmu menjadi temanku saat itu, tidak mengungkapkan rahasiaku karena aku melihatmu sebagai teman, dan tidak memintamu untuk menjaga rahasiaku, maka kita tidak akan memiliki alasan untuk bertemu seperti ini, kan?”

Alex meninggikan suara meminta Do Hyun menyebutkan jumlah uang yang akan dia tawarkan.

Tapi Do Hyun tetap tidak memperdulikan Alex dan terus mengungkapkan isi hatinya. Do Hyun bilang dia tidak seharusnya takut rahasianya akan terbongkar karena Alex. Seharusnya dia punya keberanian untuk mengatasinya jika rahasia terbongkar.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000409081_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000425666_thumb

“Bajingan. Aku seorang bajingan karena percaya padamu. Aku seharusnya hanya meninjumu sekali dan mengakhirinya.”

“Aku mendengarkan nasehatmu dengan sangat baik. Jadi berapa banyak yang kau ingin tawarkan?” Alex tampak kesal.

Do Hyun menghadap Alex, “Tidak ada kesepakatan. Aku akan kembali lagi jika rahasiaku terbongkar melalui mulut mu. Untuk meninjumu. Karena kau masih temanku.”

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000448449_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000456313_thumb

Do Hyun keluar dari kamar Alex, menemui Sekretaris Ahn yang menunggunya. Mereka berjalan bersama di lorong menuju pintu keluar. Lalu Sekretaris Ahn memastikan apakah semuanya akan baik-baik saja dengan yang Do Hyun lakukan tadi.

Rasanya seperti tidak menyingkirkan timer bom waktu (jadi bom masih berjalan). Sekretaris Ahn bilang tidak banyak waktu tersisa sampai rapat pemegang saham, jadi Do Hyun harus memastikan mulutnya pasti tertutup dan mencoba untuk menyelesaikannya lagi.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000475645_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000484255_thumb

Do Hyun malah menanyakan tentang hutang judi Alex, apa Sekretaris Ahn sudah mengurusnya. Sesuai perintah Do Hyun, Sekretaris Ahn sudah mengurus hal-hal yang mendesak saja.

Do Hyun kemudian meminta Sekretaris Ahn untuk mempersiapkan tiket ke Amerika Serikat, biaya perjalanan, apartemen sementara, dan mendaftarkan Alex di sebuah pusat perawatan rehabilitasi narkoba. Do Hyun juga meminta Sekretaris Ahn menyiapkan seseorang untuk mengawal Alex, karena mungkin dia akan kabur ke tempat lain.

“Bukankah kau bilang tidak ada kesepakatan apapun?” Sekretaris Ahn bingung dengan semua perminta Do Hyun untuk Alex itu.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000495623_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000500894_thumb

Do Hyun berhenti melangkah, “Ini bukan kesepakatan, ini penebusan dosa dan simpati.”

“Apa yang kau maksud dengan penebusan dosa dan simpati?”

“Penebusan untuk menjalani hidupku secara pengecut saat itu. Simpati yang ingin membiarkan dia memulai lagi seperti yang kulakukan.” Jawab Do Hyun dengan tulus.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000510107_thumb[1]Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000520640_thumb[1]

Di dalam kamar, Alex yang merasa kesal melemparkan botol minuman yang diberikan Do Hyun. Alex mengumpat Do Hyun agar tidak bersikap seperti orang hebat.

Alex mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang. Dia bilang pada orang itu bahwa dia akan memberitahu lokasi loker itu.

***

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000534409_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000544575_thumb

Sekretaris Choi berteriak kegirangan karena dia menemukan loker itu, masih sambil menelepon Ki Joon. Sekretaris Choi mencoba kuncinya, dan cocok. Ki Joon meminta Sekretaris Choi memeriksa isi loker itu. Sekretaris Choi pun membuka loker itu dan terkejut melihat isinya.

Kosong. Isi loker itu kosong. Ki Joon pun merasa kesal.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000563347_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000566561_thumb

Sementara itu, Sekretaris Ahn menyerahkan isi loker itu pada Do Hyun. Rupanya orang yang Alex hubungi tadi adalah Sekretaris Ahn. Dan isi loker itu adalah beberapa kaset film tentang gangguan kepribadian ganda.

Sekretaris Ahn bilang Alex berencana untuk memberikan semua itu kepada Ki Joon sebagai umpan. Tapi Alex berubah pikiran pada saat terakhir. Alex juga ingin Sekretaris Ahn memberitahu Do Hyun bahwa dia menyesal.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000584916_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000589285_thumb

“Jika mereka sedang mempersiapkan untuk meluncurkan serangan balasan, tidakkah kau berpikir kita juga harus mempersiapkan sesuatu untuk menyerang mereka?” Tanya Sekretaris Ahn.

“Aku sudah mengumumkan bahwa rapat pemegang saham ini akan dilakukan dengan transparan dan jelas.”

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000594667_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000603128_thumb

Menurut Sekretaris Ahn itu tidak akan berhasil. Tapi Do Hyun sudah mengatakan tentang hal itu pada Ketua Seo, bahwa untuk rapat pemegang saham kali ini dia akan melakukannya dengan caranya sendiri, bukan dengan cara Ketua Seo.

Sekretaris Ahn tetap berpikir prioritas yang mendesak sekarang ini adalah merebut kartu untuk mengalahkan mereka dalam rapat pemegang saham.

Sekretaris Ahn lalu menerima telpon dari timnya. Sepertinya sangat penting, karena Sekretaris Ahn berjanji akan segera datang.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000644693_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000658302_thumb

Sekretaris Ahn dan Do Hyun menemui seorang pria paruh baya. Do Hyun bertanya pada pria itu, apa bukti yang dia miliki sehingga mengatakan bahwa kecelakaan itu mungkin bukan kecelakaan sederhana. Kecelakaan yang dibahas disini adalah kecelakaan yang menimpa Gun Ho dan Min Seo Yeon.

Pria itu mengatakan bahwa sopir Ketua Cha Gun Ho adalah sopir yang baru. Sopir yang asli tiba-tiba menderita radang usus, dan dirawat di rumah sakit. Sopir yang baru itu membawa Gun Ho dan Seo Yeon ke bandara. Tapi anehnya, tempat kecelakaan bukan jalan menuju bandara, tapi di suatu tempat di pinggiran kota.

“Orang-orang yang mendesak membeli tiket pesawat, tidak ada alasan bagi mereka untuk sengaja mengambil rute yang lebih panjang. Selain itu ada banyak hal yang mencurigakan di sana-sini, tapi penyelidikan diakhiri sebagai kecelakaan sederhana yang disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk.”

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000679984_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000698530_thumb

Dalam perjalanan kembali, Do Hyun merenungkan perkataan pria itu. Sekretaris Ahn yang melihat Do Hyun melamun memintanya untuk tidak percaya pada pria itu 100%. Karena sama seperti lalat mengelilingi daging busuk, dalam dunia keluarga konglomerat, akan selalu ada rumor berikut sekitar.

“Jika, pada waktu itu, kontrak antara Ketua Cha Ketua Gun Ho dan Presdir Min Seo Yeon dihentikan, menurutmu siapa yang paling diuntungkan? Atau..siapa yang paling membenci mereka berdua?” Tanya Do Hyun.

***

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000718569_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000727447_thumb

Nyonya Shin menemui suaminya yang masih terbaring. Nyonya Shin meminta maaf karena dia memanfaatkan suaminya itu, tapi untungnya Do Hyun berubah pikiran dan kembali ke perusahaan. Dan Nyonya Shin merasa itu semua berkat suaminya.

“Bangunlah jika kau merasa tidak adil, huh? Bangun dan berdiri di sisi Do Hyun.”

***

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000743705_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000758459_thumb

Do Hyun menemui Ketua Seo di sebuah restoran. Tapi sepertinya Ketua Seo yang memanggilnya. Dan Do Hyun menggunakan kesempatan itu untuk menanyakan kecelakaan Gun Ho dan Seo Yeon. Ketua Seo bertanya apa alasan Do Hyun tiba-tiba membahas kecelakaan itu.

“Jika aku tidak ingin tercekik oleh pihak lain, aku harus tahu kebenaran tentang semua kecurigaanku.” Do Hyun menyebutkan alasannya.

“Pada saat itu, ada banyak mulut yang mengelilingku, menggempurku, menertawakan aku. Ada desas-desus bahwa aku cemburu pada hubungan antara suami dan menantuku. Aku menyingkirkan mereka berdua, untuk membuat anakku menjadi Ketua, itu sebabnya aku menyelidiki kecelakaan mobil itu. Semua itu rumor kotor yang aku sendiri bahkan tidak bisa mengatakannya dari mulutku sendiri.”

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000770565_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000777541_thumb

“Kalau begitu, Ketua, kau mengatakan bahwa kau bukan dalang dari kecelakaan mobil yang terjadi hari itu?”

“Ketidakpercayaanmu padaku lebih dalam daripada yang aku pikirkan.” Ketua Seo tertawa tak percaya Do Hyun masih mencurigainya.

“Kau menuai apa yang kau tabur.” ujar Do Hyun.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000789041_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000802925_thumb

“Tidak peduli apa yang kau pikirkan, itu bukan aku. Jangan buang waktumu pada hal-hal yang tidak penting. Ambil kartu yang bisa membantu dalam rapat pemegang saham.”

Kemudian pintu ruangan di ketuk. Ketua Seo satu kartu yang berguna akan masuk. Pintu terbuka, dan itu adalah Chae Yeon. Do Hyun terkejut. Tapi Chae Yeon tersenyum menyapa Do Hyun. Do Hyun menatap Ketua Seo sekilas, mencoba menebak apa rencana Ketua Seo.

***

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000819548_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000823386_thumb

Ki Joon mendapatkan fax dari Perusahaan BACK di Amerika. Sekretaris Choi menjelaskan bahwa yang mereka kirimkan adalah dokumen yang berhubungan dengan Alex Kang dan Cha Do Hyun.

Ki Joon membaca dokumen itu dan terkejut akan sesuatu.

***

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000847479_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000857447_thumb

Chae Yeon menyebut Do Hyun menakutkan karena Do Hyun duduk di hadapannya tanpa ekspresi. Chae Yeon meminta Do Hyun mencoba untuk mengekspresikan emosi. Apakah itu Do Hyun terkejut, bingung, lelah, atau gila. Chae Yeon juga meminta Do Hyun untuk tidak perlu khawatir karena Ki Joon Oppa lagi.

“Aku sudah memberikan hatiku kepada orang lain.”

“Aku mengatakan bahwa untuk rapat pemegang saham ini, aku akan meminjamkan kekuatanku untukmu. Aku ingin menebus rasa sakit yang aku sebabkan padamu selama waktu itu. Aku ingin memiliki kau, bahkan jika itu melalui cara ini.”

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000878744_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000882021_thumb

“Aku tidak bisa mengambil kembali hati yang sudah kuberikan kepadanya. Ini hanyalah sebuah obsesi, dan keinginan yang kuat untuk menang. Itu bukan cinta.” Maksud Do Hyun adalah perasaan Chae Yeon padanya sekarang.

Chae Yeon kesal, kalau begitu Do Hyun tidak seharusnya mengacau dirinya. Dengan begitu dia tidak akan goyah ataupun gila.

Do Hyun bilang sepertinya sudah saat bagi dia memberitahu Chae Yeon. Chae Yeon tak mengerti maksud Do Hyun, apa yang akan Do Hyun beritahu.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000896317_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000905023_thumb

“Alasan mengapa aku menyerah padamu saat itu, alasan aku mengguncangmu lagi, dan alasan mengapa aku menolak seperti ini setelah aku melakukan itu.”

“Jika kau hanya akan memberi aku beberapa alasan konyol, maka hentikan saja.”

“Ini tidak lama. Satu kata saja cukup.”

***

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000913257_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000928499_thumb

Yang membuat Ki Joon terkejut dari dokumen itu adalah pernyataan tentang Do Hun yang didiagnosis menderita DID di RS John Hopkins. Ki Joon memikirkannya. Dia tampak tak percaya, Do Hyun yang berkepribadian baik itu memiliki gangguan kepribadian ganda.

***

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000940135_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000963011_thumb

Chae Yeon menuruni tangga dengan sangat terpukul. Dia bahkan terlihat tak cukup kuat untuk melangkah dan berdiri.

“Reaksi dari orang-orang yang mengetahui rahasiaku bervariasi. Mereka ketakutan, atau mereka merasa senang karena aku mengungkapkan kepada mereka, atau merasa lega karena mereka normal, atau memanfaatkan aku, atau bersimpati denganku, atau memperlakukan aku sebagai seorang monster. Bagaimana kau akan bereaksi? Akankah kau masih menginginkan aku bahkan setelah kau tahu rahasiaku?”

Do Hyun termenung di ruangan itu.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000982535_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_000987105_thumb

Ri Jin yang sedang membersihkan kamar mendapat telpon dari Do Hyun. Ri Jin pura-pura tidak senang mendapat telpon Do Hyun karena dia sudah bilang kalau dia akan datang besok. Ri Jin pun bertanya dengan jahil apa Do Hyun sudah mulai merindukannya.

Do Hyun meminta Do Hyun mengatakannya lagi. Bahwa Ri Jin menyukainya. Ri Jin kesal. Dia adalah seorang wanita, tapi Do Hyun selalu memintanya melakukan hal-hal seperti itu. Do Hyun tersenyum.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001000812_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001014139_thumb

“Kau tidak menyukaiku?”

“Bukan begitu.” Ri Jin tersenyum. “Aku menyukaimu. Aku sangat amat menyukai Cha Do Hyun.”

“Aku merindukanmu.” Ujar Do Hyun.

Ri Jin pun tersenyum.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001030427_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001041942_thumb

Dan maksud Do Hyun dengan rindu adalah meminta Ri Jin kembali ke rumahnya. Ri Jin diantar keluarganya ke depan rumah dan kembali membawa koper. Ayah kesal pada pria tua yang mempekerjakan Ri Jin (ayah belum tahu itu adalah Do Hyun), dan mengatainya sudah pikun. Ayah bilang seharusnya pria itu memanggil Ri Jin saat siang.

Ibu berkata pada Ri Jin bahwa dia akan suka jika Ri Jin tidak pergi ke sana. Ibu merasakan sesuatu yang tidak benar. Ibu juga berharap Ri Jin akan keluar dari pekerjaan itu. Ri Jin tampak kebingungan ingin menjelaskan sesuatu. Ayah meminta Ri Jin untuk tidak memikirkan perkataan ibu.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001050926_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001067298_thumb

Ri Jin tersenyum pada ayah yang bertanya dimana dia harus meletakkan barang milik Ri Jin. Ri Jin meminta ayah meletakkannya di kursi belakang. Ri Jin lalu berkata pada ibu.

“Aku pikir aku orang yang benar-benar bahagia, Ibu. Base camp di mana aku dapat kembali ke setiap kali aku mengalami waktu yang sulit, itu kuat.” Ri Jin mengacungkan jempol pada ibu. Base camp yang Ri Jin maksud tidak lain adalah rumah ibu, ayah, dan Ri On.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001079417_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001080155_thumb

Ri Jin memeluk ibu yang masih tampak tak tenang. Ri Jin juga memeluk ayah. Ri Jin memeluk mereka dengan tersenyum lebar. Ri On memperhatikan mereka dari spion mobil. Ri On melihat kebah

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001086813_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001100313_thumb

Di perjalanan, Ri Jin yang tahu Ri On juga tak menyukai kepergiaannya, terus menatap Ri On. Hingga Ri On memintanya menghadap ke depan karena dia merasa terganggu. Ri On menghela nafas dengan berat.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001120275_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001125522_thumb

Mereka sampai di dekat rumah Do Hyun. Ri Jin tersenyum melihat Do Hyun menunggunya di luar, seperti saat itu. Berbeda dengan Ri Jin yang langsung turun dari mobil, Ri On kembali menghela nafas dengan berat, mencoba menguatkan diri.

Ri Jin menghampiri Do Hyun, dan Do Hyun berdiri menyambut Ri Jin. Ri Jin bilang Do Hyun harus membeli dan menempatkan bangku di depan rumah. Do Hyun tersenyum.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001151072_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001154302_thumb[1]

Ri On menghampiri mereka dengan koper Ri Jin. Ri Jin berterima kasih pada Ri On. Lalu tanpa menatap Do Hyun, Ri On pamit pulang pada Ri Jin. Do Hyun memanggil Ri On dan mengajaknya minum bersama.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001159959_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001187873_thumb

Mereka lalu minum bersama di sebuah restoran. Ri On minum beberapa gelas, bahkan Do Hyun menuangkan minuman untuk Ri On.

“Maafkan aku. Aku tidak bisa memenuhi permintaanmu untuk memutus hubungan ku dengan dia.”

“Siapa yang bisa aku salahkan? Ketika adikku adalah kaki tanganmu.” Maksudnya Ri Jin juga berperan serta.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001210067_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001213351_thumb

Do Hyun kembali meminta maaf. Lalu Ri On mengingatkan Do Hyun tentang apa yang pernah dia katakan pada Do Hyun, saat mereka pertama kali bertemu dengan identitas penulis Omega. Saat itu Do Hyun berpikir mereka punya nasib yang aneh, dan Ri On berharap nasib itu akan menjadi nasib yang baik.

“Apakah kita berdua.. Tidak, kita bertiga.. Apakah itu benar-benar nasib baik?”

“Oh Ri On-ssi..”

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001251507_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001263398_thumb

“Cobalah untuk berpikir tentang hal itu sesekali. Jika saja Ri Jin ditinggal sendirian untuk tinggal bersama ibunya di Amerika... Tidak, jika Seung Jin Grup menerima Ri Jin sebagai keluarga dengan hati yang baik, entah bagaimana, bukan Ri Jin dan aku, kau dan Ri Jin bisa tumbuh sebagai anak kembar sebagai gantinya. Jika itu akan terjadi, bukan kau, aku bisa menjadi seorang pria untuknya.”

Do Hyun menatap Ri On yang mengungkapkan perasaannya sambil menatap lurus ke depan, menghindari tatapan Do Hyun.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001318940_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001324620_thumb

Ri On melanjutkan, “Setelah mengalami itu, aku terus berpikir, dalam posisi apa aku harus berada untuk Ri Jin? Posisi apa yang harus aku pilih? Dan.. aku membuat keputusan dengan susah payah. Bahwa aku akan menjadi Oppa terbaik di dunia untuk Ri Jin. Itulah mengapa...tolong lindungi Ri Jin dengan baik. Tolong jangan biarkan dia terluka lagi.”

Ri On tersenyum menatap Do Hyun. Lalu tanpa menunggu ucapan apapun dari Do Hyun, Ri On pamit pergi. Do Hyun tersenyum.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001351132_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001365617_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001374210_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001384042_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001388010_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001389300_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001391376_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001393588_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001405024_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001417522_thumb

Ri On berjalan di luar dengan hati yang sesungguhnya terluka. Ri On mengenang semua kebersamaannya dengan Ri Jin. Sejak masih kecil hingga semua yang terjadi belakangan ini. Ri On lalu menjawab dalam hati kata-kata Ri Jin waktu itu, saat Ri On melarang Ri Jin menjadi adiknya jika Ri Jin hanya bisa menangis.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001434249_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001451845_thumb

Ri Jin: “Jangan seperti ini. Apakah kau tahu berapa banyak aku bergantung padamu? Apakah kau tahu berapa banyak aku menjadi lebih kuat karenamu? Aku orang yang tidak takut ketika aku berpikir bahwa kau berada di belakangku. Aku salah. aku tidak akan melakukannya lagi.”

Ri On: “Tentu saja, kau melakukan kesalahan. Kau... melakukan kesalahan besar terhadapku.”

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001459415_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001464458_thumb

Ri Jin: “Jadi.. Jangan katakan bahwa kau tidak akan menjadi kakakku. Sejak aku masih kecil, itulah kata-kata yang paling aku takutkan.”

Ri On: “Oke. Aku akan melakukannya. Aku akan menjadi kakakmu. Aku tidak akan melakukan apa-apa lagi. Aku hanya akan menjadi kakakmu.”

Ri On terlihat berusaha keras menahan air matanya agar tidak keluar. (Dan aku…ikut merasakan kesedihanmu Ri On-ah…. T.T)

***

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001508345_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001519058_thumb

Ri Jin menunggu Do Hyun di luar rumah sambil duduk dan menatap langit. Kemudian Do Hyun datang dan membuat Ri Jin terkejut. Do Hyun duduk di bawah, disamping Ri Jin.

Ri Jin menatap Do Hyun. Dia menatap Do Hyun dan menebak kalau Do Hyun banyak minum. Do Hyun membenarkan dengan bahasa banmal, tidak seperti biasanya.

“Ada apa ini? Suaramu adalah Cha Do Hyun, tapi kau berbicara seperti Shin Se Gi. Mengapa tiba-tiba berbicara informal?”

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001528751_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001532990_thumb

“Kita berteman saat itu.”

“Jadi kau mengatakan kita harus berbicara informal?”

“Bagaimanapun cara kata-kata itu keluar. Apapun yang digunakan. Berdasarkan apa yang kita rasakan hari itu.”

Ri Jin curiga ada sesuatu yang terjadi. Ri Jin bertanya apakah Ri On mengatakan sesuatu. Tapi Do Hyun tak menjawab dan menatap Ri Jin. Ri Jin pun bertanya lagi, apakah ada sesuatu di wajahnya.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001563560_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001573507_thumb

“Aku merindukanmu.”

“Tapi kau sedang menatapku sekarang.”

“Tapi aku masih merindukanmu.”

“Itu adalah lirik dari lagu populer.” Canda Ri Jin.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001597247_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001614959_thumb

“Kita.. harus bahagia.” Ujar Do Hyun sungguh-sungguh.

Ri Jin mengangguk pasti. Lalu Ri Jin menyandarkan kepalanya ke bahu Do Hyun. Do Hyun juga menyandarkan kepalanya ke kepala Ri Jin. Mereka berdua menatap langit.

***

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001627866_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001640881_thumb

Ri Jin dan Do Hyun menemui Dokter Suk menceritakan semua tentang mereka. Bahwa mereka ternyata memang terhubung di masa lalu.

Do Hyun sudah ingat rasa sakit dan kenangan yang menyebabkan pemisahan kepribadian, dan mereka secara kasar mengetahui latar belakang bagaimana setiap kepribadian muncul. Jika mereka meyakinkan setiap kepribadian dan mendapatkan kerjasama mereka, Dokter Suk bilang itu bisa menjadi pertanda baik untuk pengobatan gabungan.

“Hampir semua kenanganku juga telah kembali. Aku pikir apa yang tersisa bagiku adalah untuk mengatasinya.” Ujar Do Hyun sambil menggenggam tangan Ri Jin.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001653615_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001679059_thumb

“Jika kita ingin mengakses kenanganmu secara lebih mendalam, kita mungkin harus menggunakan hipnotis atau terapi Amytal. Dan juuga, jika kita ingin mengobati kesakitan psikologis mu secara jangka panjang, kita mungkin harus menggunakan juga terapi EMDR (Eye Movement Desensitisasi dan Reprocessing adalah salah satu bentuk psikoterapi untuk mengatasi gangguan stress pasca trauma).” Saran Dokter Suk.

Do Hyun menolak, untuk sekarang mereka berdua ingin melakukannya sendiri. Do Hyun juga bilang dia memiliki seorang psikiater yang sangat hebat bersamanya.

Ri Jin menambahkan, “Antara orang-orang yang berbagi masa lalu dan memiliki luka yang sama, jika kamu mencocokkan setiap bagian dari puzzle kenangan kami satu per satu, dan membangun kembali bagian yang pecah, maka kenangan yang mengerikan pada satu waktu secara bertahap akan menjadi berkurang rasa sakitnya.”

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001703729_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001711522_thumb

Dokter Suk membenarkan ucapan Ri Jin, karena mereka berdua saling terkait maka itu bisa menjadi pengobatan terkuat untuk mereka berdua. Dokter Suk lalu menyindir Do Hyun yang terang-terangan menggenggam tangan Ri Jin di hadapannya. Dokter Suk bilang itu seperti dia harus mengucapkan sesuatu, seperti memimpin pernikahan atau sesuatu.

Ri Jin menarik tangannya lalu mereka berdua tersenyum.

Dokter Suk bilang dia tidak bisa mengatakan apapun jika murid dan pasiennya yang dia kenal selama bertahun-tahun mengatakan bahwa mereka akan berkencan secara rahasia.

Kill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001732398_thumbKill.Me.Heal.Me.E19.mkv_001744279_thumb

Meskipun dia ingin menegur Ri Jin, apakah Ri Jin menyadari dirinya sebagai dokter (dokter gak boleh jatuh cinta pada pasien). Tapi mereka berdua tidak memiliki nasib yang normal, jadi tak ada yang bisa dia lakukan.

“Apa yang bisa aku lakukan? Aku hanya harus memberikan restuku. Aku berharap dua Do Hyun bisa melewatinya dengan baik bersama-sama.”

“Ya. Terima kasih.” Ujar dua Do Hyun berbarengan.

***

Bersambung ke bagian 2~

Komentar:

Woo.. Ki Joon sudah mulai bergerak mendekati Ri Jin. Dia dengan jelas mengatakan akan membuat Ri Jin menjadi kaya seperti pewaris pemegang saham terbesar. Ki Joon belum tahu kalau Ri Jin sudah tahu identitasnya yang sebenarnya. Sayang sekali, Ri Jin tidak tertarik sama sekali dengan perusahaan Seung Jin Grup.

Dugaanku sepertinya salah kalau Ketua Seo berada di balik kematian Gun Ho dan Seo Yeon. Karena Ketua Seo sendiri yang bilang. Dan aku ragu kalau Ketua Seo berbohong. Dugaan sekarang beralih pada Nyonya Shin. Dia yang menginginkan Do Hyun mewarisi perusahaan, dan benci pada Seo Yeon yang dicintai suaminya.

Waktu itu saja dia berani memerintahkan anak buahnya untuk menculik Ri Jin dan memukuli Do Hyun (meski dia tidak tahu kalau yang menyusul adalah Do Hyun). Pasti sebelumnya dia juga pernah melakukan hal yang sama.

Dan dugaanku juga harapanku pada Ri On menjadi kenyataan. Ri On tidak mungkin akan mengkhianati Ri On dan menuruti keinginannya sendiri. Ri On tidak serakah, dia sudah cukup untuk dicintai Ri Jin sebagai kakaknya. Jikalau Ri On memaksakan perasaannya, mungkin Ri Jin malah akan menjauh. Mencintai tidak harus memiliki kan… Sama seperti aku yang mencintai Seo Joon.. (Eaaa.. mulai lagi. Hahaha..)

17 comments:

  1. Nyeseekkkk liat Ri on nangis.....ikut mewek jg deh...

    ReplyDelete
  2. Makasih mba mumu fightiiiiing di tunggu part2 nya

    ReplyDelete
  3. Sedih liat Ri On. Ia memilih tetap menjadi kakak yang terbaik di dunia. Saya juga mau satu kakak seperti itu.

    Dan seperti biasa selalu saja ada moment yang bikin kita tersenyum. Itu lo saat dokter Suk meyindir Ri Jin dan Do Hyun. "Aku serasa memimpin sebuah pernikahan."

    ReplyDelete
  4. Hem keren bgt, di tunggu part 2nya mbk.!
    Semangat terus mbk.!

    ReplyDelete
  5. Hem keren bgt, di tunggu part 2nya mbk.!
    Semangat terus mbk.!

    ReplyDelete
  6. hemmm. makin seru aja. dan do hyun dia udah mau membuka diri dengan mengatakan kalau dia itu DID. demi ri jin apa sih yang engga. hahhhahah. trimakasih mba mumu. ditunggu part 2nya.

    ReplyDelete
  7. Wuah....cinta sama seo Jon??????
    Iling bak Mumu...ada oppa saranghae tuh (h@h@h@)....
    Gumapshimnida bak Mumu...
    Episode ini dimanjain dg sweet moments (chie...) duo do hyun...

    ReplyDelete
  8. Lihat adegan CDY dan Ri Jin d kantor yg d pergoki sekretaris ahn lucu sampe ketawa sendiri, lihat Ri On sedih jadi ikut nangis, trus waktu lihat CDY dan Ri Jin duduk berdua emang bener kalo cinta meski uda bertemu rasanya masih tetap kangen. D tunggu part 2nya.

    ReplyDelete
  9. akhirnya Ki Joon tau juga rahasia Do Hyun .. >°< .. jadi penasaran apa nanti Ki Joon bakalan membongkar Rahasia Do Hyun apa engga ya ???!!

    ReplyDelete
  10. akhirnya Ki Joon tau juga rahasia Do Hyun .. >°< .. jadi penasaran apa nanti Ki Joon bakalan membongkar Rahasia Do Hyun apa engga ya ???!!

    ReplyDelete
  11. hore udh ada ep 19 tnggal part 2 n ep 20 smgtttt mbaa^^

    ReplyDelete
  12. haha cinta oh cinta yang ditulis ri on melulu^^"
    itu ri on tidak mungkin menghianati ri on mbak? :P

    ReplyDelete
  13. Aku bersedia kok jadi iparnya ri jin #plak. Hoho. Oh Ri On ini emang idaman bgt sih, baik sbg kakak dan pasangan kayaknya, suka bgt sama karakternya. Siapa sih yg bisa ngatur mau jatuh cinta sama siapa, tapi ri on ini hati sama otaknya selaras dan baik jadi ga menimbulkan konflik yg ga perlu buat ri jin dan do hyun.

    ReplyDelete
  14. Wow,. Dramatis kisah Ri on and Ri jin,,, sediihhh nangis senduuu,.semangat ya mba 1 episode lagiiii,...

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD