Monday, April 06, 2015

Angry Mom | Episode 1 s/d 4

fullsizephoto575624
Sssttt… ini bukan sinopsis. XD

Ada beberapa tingkatan yang menentukan kekuatan seseorang. Yang pertama adalah usia, orang yang usianya lebih tua akan menang melawan yang lebih muda. Kedua adalah pukulan, meski kau berusia lebih tua tapi jika kau tidak bisa membalas pukulan maka kau yang akan kalah. Ketiga adalah kekuatan bicara, orang yang bicara lebih keras (berteriak) akan selalu menang. Keempat adalah uang, tidak ada seorangpun didunia ini yang akan menang melawan uang.

Tak peduli berapa usiamu, betapa kuatnya dirimu, dan berapa banyak uang yang kau punya, ada sebuah hubungan yang bisa membuatmu kalah. Orang yang lebih mencintai selalu menjadi yang terlemah. Dan bagi seorang ibu seperti Kang Ja (juga aku), hal itu berlaku pada putrinya. Seorang ibu yang akan merasa kenyang jika anaknya sudah kenyang (tapi kalau aku tetep aja lapaaar.. hehehe…).
Kang Ja adalah seorang ibu yang apa adanya. Penampilannya terkesan cuek. Dia biasa saja memakai pakaian olah raga bekas putrinya. Kang Ja juga tipe orang yang tidak menyusahkan orang lain. Saat suaminya menolak membantu Kang Ja menjemput Ah Ran (putrinya), maka Kang Ja akan langsung berangkat sendiri.

Kang Ja heran dengan sikap Ah Ran yang belakangan ini selalu menghindar padanya. Tidak bicara padanya dan bahkan selalu mengunci pintu kamar. Bahkan saat Kang Ja menjemput Ah Ran di tempat bimbel sambil membawa paying, Ah Ran tidak mau temannya melihat Kang Ja. Kang Ja semakin heran. Ah Ran bilang masalahnya adalah Kang Ja adalah ibunya. Kang Ja merasa terluka dengan perlakuan Ah Ran.

Saat pulang, Kang Ja menemukan sesuatu yang lebih membuatnya terluka. Tubuh Ah Ran penuh luka lebam. Ah Ran mengaku kalau dia terjatuh saat pelajaran olah raga. Tapi seorang ibu tahu kalau anaknya sedang berbohong. Kang Ja pun begitu. Dia tahu Ah Ran dipukuli orang lain hanya melihat dari lebam itu.

Kang Ja mendiskusikan hal itu dengan suaminya. Bahwa putri mereka di-bully, dan mereka harus segera pergi ke sekolah melaporkan hal itu. Tapi suami Kang Ja menolak. Dia bilang pelaku tidak akan mengaku begitu saja, dan bahkan jika mereka menggunakan hukum, mereka tidak akan menang. Jika mereka tidak punya uang dan kekuatan, hukum tidak akan berpihak pada mereka. Sedangkan di sekolah Ah Ran banyak murid yang berasal dari keluarga kaya.

Ah Ran meminta Kang Ja untuk tidak melakukan apapun, karena itu tidak akan membantunya sama sekali. Meski begitu Kang Ja tetap pergi ke sekolah dan menemui wali kelas Ah Ran untuk melaporkan hal itu. Tapi itu tidak membuahkan hasil, tidak ada anak yang mengaku dan malah Kang Ja disarankan untuk memindahkan Ah Ran dari sekolah itu.

Tak terima Kang Ja hendak membawa perkara itu ke jalur hukum. Tapi ternyata hukum juga tidak bisa menghentikan bullying. Malah setelah diproses hukum bullying semakin menjadi, bahkan ada korban yang akhinya malah bunuh diri. Kang Ja pun menjadi tak percaya pada hukum.

Dan memang benar, setelah laporan Kang Ja. Ah Ran diburu oleh Bok Dong, seorang siswa yang dikenal sebagai preman di sekolah. Dia mengancam Ah Ran dengan pisau. Dia memperingatkan Ah Ran untuk tidak membuka mulutnya pada siapapun, jika tidak ibu Ah Ran dan Yi Kyung akan mati. Ah Ran pulang dengan banyak luka di tangan dan kakinya. Meskipun luka itu bukan dari Bok Dong, tapi Ah Ran terluka karena memanjat tembok untuk menghindari Bok Dong. Yang lebih parah, Ah Ran syok akibat ancaman Bok Dong. Belum jelas ada apa sebenarnya dengan Yi Kyung.

Ah Ran tidak masuk sekolah beberapa hari, kondisinya pun semakin parah. Dia bahkan menggunting rambutnya sendiri. Melihat kondisi anaknya seperti itu, Kang Ja memutuskan merawat Ah Ran di rumah sakit. Ah Ran tidak mau berbicara sama sekali, dan hanya melamun saja. Kang Ja mencari temannya Princess Han, untuk membantunya menyamar menjadi anak sekolah. Kang Ja bertekad untuk menemukan siapa yang menyakiti anaknya.

Oya, Ah Ran ini bukan anak Kang Ja dari suaminya. Pada suami dan mertuanya Kang Ja mengaku Ah Ran adalah anak kakaknya yang sudah meninggal. Ternyata hal ini juga membuat Ah Ran terluka, dia menganggap ibunya malu mengakui anaknya sendiri. Dan hal ini menguatkan tekad Kang Ja untuk membuktikan diri sebagai ibu yang baik.

Kang Ja menyamar menjadi siswa pindahan dengan nama Jo Bang Wool. Tidak ada yang mengira kalau dia adalah ahjumma. Semua orang percaya Kang Ja adalah siswa SMA yang cuti sekolah satu tahun karena sakit. Guru No Ah, wali kelasnya pun percaya. Oya, Guru No Ah adalah wali kelas baru. Wali kelas sebelumnya mengundurkan diri, karena diancam oleh Princess Han. Oya Princess Han ini pimpinan gangster. Hehe…

Di sekolah Kang Ja mendapatkan info bahwa diantara para siswa ada tingkatan. Yang menduduki peringkat atas berdasarkan kekuatan (suka berkelahi) adalah Go Bok Dong. Tapi diatas Bok Dong ada Hwang Sang Tae. Dia adalah ketua kelas dan tidak jago berkelahi, tapi Bok Dong pun bahkan kalah pada Sang Tae. Bukan karena Sang Tae pintar, tapi Sang Tae adalah anak dari pimpinan yayasan sekolah.

Tapi berdasarkan info dari Wang Jeong Hee (ketua geng cewe yang akhirnya kalah oleh Kang Ja), karena Sang Tae menyukai Ah Ran, tidak mungkin Bok Dong yang melukai Ah Ran. Lalu siapa yang memukuli Ah Ran?

Kang Ja yang penasaran dengan Bok Dong terus mengikuti Bok Dong dan mendesaknya untuk mengaku. Hingga akhirnya Kang Ja melihat Bok Dong sedang bersama dengan Ahn Dong Chil. Tentu saja karena Dong Chil atasan Bok Dong. Jadi Bok Dong ini dilatih menjadi preman oleh Dong Chil. Bok Dong juga tinggal bersama Dong Chil, karena kakaknya dipenjara. Kayaknya kakaknya juga preman.

Melihat Dong Chil, Kang Ja terhenyak dan teringat pada masa lalunya. Dulu saat SMA Kang Ja adalah preman wanita dengan peringkat tertinggi. Dia punya kekasih bernama Ahn Beom. Berbeda dengan Kang Ja, Beom adalah anak yang pintar. Dan Beom adalah adiknya Dong Chil. Suatu hari Dong Chil kembali ke desa dan mendapati Beom yang pacaran dengan Kang Ja. Dong Chil tidak suka karena Kang Ja itu preman yang katanya bisa merusak masa depan Dong Chil.

Salah satu teman Kang Ja, Joo Ae Yeon, menghasut Dong Chil bahwa nilai Beom turun setelah bergaul dengan Kang Ja. Dong Chil melaran Kang Ja bertemu lagi dengan Beom dan menjauhi Boem. Tapi Kang Ja tidak mau, dia malah menuduh Dong Chil yang bisa merusak masa depan Beom. Terjadi pertarungan. Dong Chil ini tidak segan memukuli Kang Ja yang seorang wanita. Hingga akhirnya Kang Ja mengeluarkan pisau. Tapi itu tidak berpengaruh. Dong Chil semakin marah dan berusaha memperkosa Kang Ja.

Princess Han melihat hal itu dan langsung mencari Beom. Beom lalu mendapati Kang Ja yang mengacungkan pisau pada Dong Chil. Tidak jelas apakah Dong Chil berhasil menodai Kang Ja atau tidak. Dong Chil merebut pisau dari tangan Kang Ja dan akan melukainya. Beom berusaha menghentikan mereka. Dan berakhir dengan pisau yang mengenai perut Beom. Beom pun meninggal.
Tapi entah bagaimana, yang dihukum adalah Kang Ja. Di persidangan Kang Jae menangis, sedih dengan kepergian Beom, dia bahkan tidak menyimak dengan serius hukuman yang dijatuhkan padanya. Dong Chil yang berada di ruang sidang tidak terima dengan hukuman yang diberikan hakim dan mencoba mencekik Kang Ja.

Rupanya, Kang Ja sampai sekarang trauma dengan kejadian di masa lalunya itu. Princess Han juga tidak berani menanyakan masalah itu pada Kang Ja, dia menunggu Kang Ja yang bercerita lebih dulu.
Menyadari Dong Chil yang berada di belakang Bok Dong dan menyadari betapa berbahayanya Dong Chil, dan atas saran Princess Han, Kang Ja memikirkan kembali niatnya untuk mencari orang yang memukuli Ah Ah Ran.

Nah, Ah Ran dipukuli waktu itu dan diancam Bok Dong karena Ah Ran berusaha melindungi Yi Kyung. Lalu kenapa Yi Kyung diburu? Yi Kyung ini ternyata adalah korban bully di sekolah. Dia pernah di tolong oleh Guru Do. Lalu menjadi akrab dengan Guru Do, bahkan terlihat seperti sepasang kekasih. Namun setelah Guru Do mendapatkan kesucian Yi Kyung, Yi Kyung dicampakkan. Yi Kyung juga diancam untuk tidak mengatakan pada orang lain tentang hubungannya yang lalu dengan Guru Do.

Yi Kyung bahkan di desak pindah sekolah. Untuk mendesak dan mengancam Yi Kyung, Guru Do meminta bantuan Dong Chil. Sebut saja Dong Chil ini seorang preman yang dekat dengan Ketua Hwang, pemilik yayasan sekolah. Alasan Guru Do menutup mulut Yi Kyung adalah karena dia akan dipromosikan menjadi Direktur Yayasan. Selain itu, tentu saja hubungan murid-guru terlarang. Apalagi Yi Kyung di bawah umur, ini bisa menyebabkan Guru Do diproses hukum.

Nah, Yi Kyung sepertinya menceritakan tentang hal itu pada Yi Kyung. Ah Ran yang berteman baik dengan Yi Kyung pun mencoba melindungi Yi Kyung, dan terkena imbasnya. Tapi sepertinya Guru Do tidak tahu Ah Ran sudah tahu tentang hal itu. Jadi dia hanya tahu Ah Ran ini membela Yi Kyung dari bullying.

Tentang Guru Do. Guru Do ini adalah anak diluar nikah dari Menteri Pendidikan yang akan mencalonkan diri jadi Presiden. Dia bekerja di Yayasan milik Ketua Hwang di sekolah, Yayasan Myung Seong. Guru Do tampaknya berambisi mendapatkan posisi di Yayasan. Kemudian dia ditunjuk oleh Ketua Hwang untuk menjadi Kepala Perencanaan Yayasan, tapi sebenarnya dia ditugaskan untuk mengurus pencucian uang. Jadi, di balik nama Yayasan, Ketua Hwang ini melakukan pencucian uang dari tokoh-tokoh politik. Ketua Hwang bahkan punya brankas rahasia di sekolah, yang terdapat di perpustakaan.

Yi Kyung yang sudah mengetahui kondisi Ah Ran, mencoba mencari cara untuk menolong Ah Ran. Meskipun Ah Ran yang akhirnya mau bicara saat bertemu Yi Kyung mengingatkan Yi Kyung untut tidak membuka mulut, tapi Yi Kyung malah semakin bertekad untuk melindungi Ah Ran.

Yi Kyung yang tahu tentang brankas di perpustakaan mengancam Guru Do dengan itu, agar tidak mengganggu Ah Ran lagi dan membiarkannya tetap sekolah disana. Yi Kyung juga menggertak Guru Do dengan mengirimkan laporan pelecehan seksual di sekolah, tapi tanpa nama. Guru Do kelabakan dan meminta Dong Chil untuk melenyapkan Yi Kyung.

Lalu malam itu, Yi Kyung pergi ke perpustakaan untuk mengambil gambar brankas rahasia sebagai barang bukti. Sayangnya, Guru Do sudah memperkirakan rencana Yi Kyung. Dia sudah ada di perpustakaan itu dan mengejutkan Yi Kyung. Yi Kyung yang ketakutan segera berlari, sambil memegang ponselnya yang masih menyala. Guru Do mengejar Yi Kyung hingga ke atap gedung. Dong Chil juga ada di sekolah, terlihat sedang bersiap mengenakan sarung tangan.

Lalu Bok Dong yang habis makan bersama Kang Ja berlari menuju sekolah. Dia pergi ke atap gedung.

Besoknya, Yi Kyung ditemukan meninggal. Dan di duga melakukan bunuh diri. Bok Dong di tangkap karena dalam surat bunuh diri, Bok Dong disebut. Bok Dong syok, dia menatap Kang Ja saat dibawa oleh polisi.

Bok Dong ini sebelumnya diminta membunuh oleh Dong Chil. Karena menurut hukum, jika anak dibawah umur membunuh, hukumannya paling lama adalah 2 tahun. Beda dengan orang dewasa yang melakukan pembunuhan. Dan ternyata inilah maksud Dong Chil, dia mengkambinghitamkan Bok Dong.

Kasihannya, ternyata Yi Kyung sedang mengandung empat bulan.

Errgghh.. tampaknya tokoh jahatnya sudah di perlihatkan di awal episode, sehingga nantinya drama ini akan memperlihatkan bagaimana proses mengungkapkan kejahatan itu. Meski begitu, masih ada teka-teki yang belum terjawab. Seperti siapakah ayah dari Ah Ran? Aku punya firasat bukan Dong Chil, sepertinya Dong Chil tidak berhasil menodai Kang Ja. Tapi Kang Ja mengandung anaknya Beom. Tapi tebakanku bisa salah, bisa jadi Ah Ran anak Dong Chil, atau mungkin anak orang lain. Hehe…

Banyak yang bilang drama ini temanya berat, bullying, money laundering, murdered. Fiuh.. Tapi aku suka.. ketimbang intrik politik, bikin kepala mumet. Hehe…

































11 comments:

  1. Betul tuh mbak,waktu itu penasaran sama drakor Angry Mom,dan seru setelah nontonnya karena temanya berat,keren lihat seorang ahjumma bisa menyamar jdi murid SMA,apalgi Ji Hyun Woo disana cuteee hihihi

    ReplyDelete
  2. mbak mumuuuuu >.<
    mbak bukan angry mom kan? hihihi dibanding dua ahjumma sebelah, adeknya mbak lebih muda soalnya :P
    makasih banyak ya mbak udah ngeshare ini, kangen sinopnya mbak mumu (tonight!^^)
    btw itu intrik poitik nggak nyinggung apa-apa kan? LOL *kabur

    ReplyDelete
  3. Kirain ini drama temanya komedi. Eh ternyata...

    ReplyDelete
  4. suka drama ini, banyak intriknya dan alurnya termasuk cepat juga, semoga mbak bisa bikin sinopnya sampe selese...fighting!!!

    ReplyDelete
  5. Suka drama ini... <3
    tema drama nya mmg berat tp unsur2 komedi nya jg ada...
    sebel bgt liat guru do ini... dibalik wajah licik dia ada kelicikan yg lebih dlm lgi--

    btw, mba mumu bkal buat sinopsis drama ini ga....

    ReplyDelete
  6. Setelah membaca tulisan Mbak Mumu ini, sepertinya memang bener kalo tema drama ini berat banget. Ini bukan sinopsis, jadi Mbak Mumu gak bakal buat sinopsis drama ini??

    ReplyDelete
  7. Udah baca review singkat dari mbak mumu, jadi pingin baca sinopsisnya. Penasaran :)

    ReplyDelete
  8. Beratttt n cepet poll rasanya

    ReplyDelete
  9. Nggak begitu berat kok mbak, Kim Hee Sun aktingnya kocak banget. Pokoknya gak bakal kebanyakan mengernyitkan dahi, ketawanya juga banyak.

    ReplyDelete
  10. Drama ini bikn penasrn.. luat di youtube sush gk da sub indo nya. Smg mbk mumu mau bikn sinopsis nya. Klw aq sih pengn liat acting baro di angry mom^^

    ReplyDelete
  11. Q suka drama ini. Gak berat juga temanya, gak flat juga kyk drama bertema sekulah lainnya. Ngarepnya nanti ada loveline na antara kangja noah bokdong.
    Udah nonton ampe ep 7, tp q tetep ngira klu ahran emg anknya kaka na kangja. Gak kepikiran jg klu diadegan ma dongchil itu bukan hny pukul mukul tp ada asusila jg. Baru ngeh setelah baca review dr u mbk mumu. Hehe

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD