Tuesday, April 14, 2015

Let’s Eat Season 2 | Episode 2 - 2

Let's.Eat.2.E02.mkv_001820636_thumb[1]Let's.Eat.2.E02.mkv_001844429_thumb[1]

Di dalam mobil, Dae Young tampak canggung. Dia sepertinya sadar Nenek menghindari penjelasan asuransinya. Dae Young menyalakan radio, mencoba mencairkan suasana dengan ikut bersenandung. Tapi Nenek menyuruh Dae Young mematikan radio, dan mengemudi dengan tenang. Karena musik yang kencang, nenek bilang kepalanya sakit.

“Lee Jeom Yi-ssi. Apakah ada sesuatu yang membuatmu kesal padaku?”

“Tidak. Kenapa?”

“Nenek memperlakukanku sedikit berbeda daripada sebelumnya.”

Let's.Eat.2.E02.mkv_001850500_thumb[1]Let's.Eat.2.E02.mkv_001854430_thumb[2]

Nenek pun lalu bilang kalau Soo Ji memberitahunya bahwa Dae Young mencoba menjual asuransi padanya, jadi Soo Ji memintanya untuk berhati-hati. Dae Young mengelak. Nenek bilang dia paham kalau pria muda ingin melakukan pekerjaannya. Tapi nenek tidak akan membeli asuransi.

Let's.Eat.2.E02.mkv_001892841_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_001900836_thumb

Saat turun di depan gedung latihan dansa, Nenek meminta Dae Young untuk turun juga. Nenek bilang kelas akan segera dimulai. Dae Young bingung.

“Aigo, apa kau tahu berapa banyak orang tua di dalam pusat kebudayaan? Jika kau hendak melakukan bisnis asuransi, ini tempat yang subur.”

“Aku pikir nenek akan membenciku karena aku mendekati nenek dengan niat buruk.”

Tapi nenek mengerti, anak muda ingin bekerja dengan baik dan itu mudah untuk dilakukan. Nenek menyuruh Dae Young untuk segera turun. Dae Young tersenyum lega. Ternyata nenek tidak marah, malam membuka peluang untuknya.

Let's.Eat.2.E02.mkv_001938408_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_001949866_thumb

Nenek membawa Dae Young masuk ke ruang latihan dansa. Nenek memanggil teman-temannya dan memperkenalkan Dae Young sebagai pria muda yang akan meminjamkan tangannya pada mereka.

Dae Young lalu memanggil nenek dengan kesal. Nenek bingung, apa Dae Young tidak mau berdansa dengan para nenek? Dae Young mengelak, bukan begitu. Tidak ada nenek di Korea. Jika lebih tua, maka mereka adalah noona, jika lebih muda maka mereka adalah dongsaeng.

Let's.Eat.2.E02.mkv_001957500_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_001975401_thumb

Dae Yeong tersenyum lebar dan merentangkan tangan, “Para Noona! Bolehkah kita menari?”

Yaaaa..tentu saja para nenek langsung menyerbu Dae Young.

***

Let's.Eat.2.E02.mkv_001994829_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002003762_thumb

Masih dalam rapat. Tiba-tiba perut Soo Ji berbunyi. Saking kagetnya, mulut Soo Ji menganga. In Ah yang mendengarnya heran, bagaimana bisa suara perut seperti itu muncul dari perut seorang wanita. Sang Woo lalu mengajak mereka makan.

Let's.Eat.2.E02.mkv_002032826_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002034710_thumb

Soo Ji merasa malu karena Sang Woo jadi repot seperti itu. Soo Ji beranjak dari duduknya dan mengambil tas. Tapi ternyata maksud Sang Woo mengajak makan adalah makan snack dan minuman yang dia punya. Soo Ji pun duduk kembali.

Soo Ji tertawa canggung, dia baru tahu Sang Woo makan snack seperti itu saat lapar. Tapi In Ah bilang itu snack diet. In Ah pun bertanya apakah Sang Woo sedang diet? Tidak. Sang Woo hanya malas makan, jadi dia makan snack seperti itu.

“Aku tidak tahu mengapa tidak ada kapsul untuk menggantikan makanan yang kita makan.”

Let's.Eat.2.E02.mkv_002048063_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002055163_thumb

“Kapsul?” Soo Ji terbelalak. “Ada makanan enak yang tak terbatas jumlahnya di seluruh dunia. Bagaimana dengan kesenangan yang kau dapatkan saat makan?”

“Ah.. aku tidak pernah punya pikiran bahwa makanan bisa seenak itu. Sepanjang hidup, aku tidak pernah benar-benar mengharapkan apapun.”

Sang Woo lalu menyuruh Soo Ji untuk segera makan, karena Soo Ji tampak kelaparan.

***

Let's.Eat.2.E02.mkv_002092389_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002114282_thumb

“Dumpling. Barbecue. Ayam bumbu. Aku ingin makan kalian semua tapi aku tidak bisa, karena aku sudah makan snack diet.”

Soo Ji menatap makanan-makanan yang ada di swalayan. Soo Ji kesal. Dia tidak percaya kalau dia makan snack diet untuk makannya hari ini. Soo Ji lalu punya ide untuk pura-pura belum makan. Tapi kemudian dia batalkan. Tidak bisa, karena Soo Ji belum menurunkan berat badan yang bertambah kemarin. Soo Ji menyuruh dirinya sendiri untuk hanya minum air putih.

Let's.Eat.2.E02.mkv_002131642_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002138038_thumb

Soo Ji hendak membayar air putih yang dia beli di kasir. Hye Rim, menyuruh seorang pria untuk melayani Soo Ji. Soo Ji menatap Hye Rim yang sedang ber-selfie ria.

***

Let's.Eat.2.E02.mkv_002152419_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002173522_thumb

Taek Soo membantu Dae Young menempelkan koyo di pundaknya. Dae Young bilang ‘no pain no gain’. Badannya memang merasa sakit, tapi dia berhasil mendapatkan banyak kontrak asuransi di tempat latihan dansa bersama nenek.

Taek Soo bilang hanya ada satu obat untuk menyembuhkan rasa sakit Dae Young. Alcohol. Taek Soo mengingatkan bahwa dia seharusnya datang ke rumah Dae Young hari ini untuk perayaan pindah rumah. Taek Soo memperdengarkan ucapan Dae Young yang dia rekam.

Let's.Eat.2.E02.mkv_002197593_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002202824_thumb

Dae Young bilang dia benar-benar lelah hari ini, tidak bisakah Taek Soo datang lain kali. Tidak bisa, Taek Soo bilang dia sudah lama menunggu untuk datang ke rumah Dae Young. Taek Soo berkata lebay, kalau dia tidak bisa tidur karena menunggu sangat lama. Dae Young tak percaya, bagaimana bisa Tae Soo tidak bisa tidur hanya karena perayaan pindah rumah.

“Hei, ini bukan hanya perayaan pindah rumah. Bagiku, perayaan pindah rumah seperti hujan di dalam hidupku yang keras.”

Kalau begitu Dae Young mengajak Taek Soo pergi ke restoran saja, jangan ke rumahnya. Lagipula tujuan Taek Soo bukannya perayaan pindah rumah, tapi menggunakan perayaan pindah rumah sebagai alasan minum alkohol. Dae Young bilang dia tahu tempat yang cocok untuk Taek Soo.

Let's.Eat.2.E02.mkv_002232134_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002234177_thumb

Dan disinilah mereka sekarang. Restoran yang menyediakan segala makanan yang mengandung tiram. Dae Young bilang karena Taek Soo tinggal sendirian, Taek Soo pasti tidak makan dengan baik. Jadi Taek Soo harus menambah tenaganya. Bukan di musim panas, tapi Tae Soo harus menambah stamina di musim semi.

Mereka pun mulai makan…

Let's.Eat.2.E02.mkv_002226032_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002249647_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002270459_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002308921_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002341121_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002351232_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002363261_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002377968_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002394378_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002396919_thumb

Nasi herbal tiram, tiram rebus dengan saus, sup tiram dengan nasi, tiram bumbu, pancake tiram…

Let's.Eat.2.E02.mkv_002413408_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002432556_thumb

Selesai makan, Taek Soo merasa energi meledak keluar dari tubuhnya. Dae Young bilang tiram memiliki rasa yang kaya dan besar. Dae Young lalu mengeluarkan ponselnya dan mulai memotret piring dan mangkuk kosong.

Taek Soo lalu mengajak Dae Young ke ronde kedua. Dae Young kesal, kenapa Taek Soo membuang-buang energi yang baru di dapatkan untuk minum alcohol.

Let's.Eat.2.E02.mkv_002436777_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002446824_thumb

“Apa hyung pikir aku mentraktirmu agar hyung bisa menghabiskan energi itu dengan minum-minum?”

“Apa yang bisa aku lakukan untuk menghabiskan energi ini? Aku bahkan belum menikah. Kau harus bertanggung jawab. Tanggung jawab untuk energi di malam panjang ini.”

Taek Soo tetap mengajak Dae Young ke ronde 2. Dae Young pun tak bisa menolak lagi dan mereka pergi untuk ronde 2.

***

Let's.Eat.2.E02.mkv_002465164_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002500029_thumb

Dae Young memapah Taek Soo yang sudah mabuk. Meski begitu dia tetap meminta ronde 3. Dae Young mengajaknya pulang ke rumah. Taek Soo tidak mau karena di rumah dia merasa sepi. Jika Dae Young tidak membawanya ke ronde 3, dia akan pergi ke rumah Dae Young.

Dae Young pun bertanya apa Taek Soo akan pergi ke rumahnya dengan tangan kosong? Perayaan pindah rumah apa itu.. (Di Korea jika ada perayaan pindah rumah, tamu biasanya membawa hadiah untuk penghuni rumah). Taek Soo kesal, dia sudah menyiapkan sesuatu untuk Dae Young. Taek Soo menunjukkan sebuah flashdisk. Dan ternyata itu adalah video xxx. Hahaha.

Let's.Eat.2.E02.mkv_002555775_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002592523_thumb

Dae Young membawa Taek Soo ke swalayan dekat rumah. Setelah mendudukkan Taek Soo di kursi depan, Dae Yong masuk ke dalam untuk membeli beberapa makanan. Dae Young menanyakan cumi-cumi kering yang sudah tak ada di rak pada Hye Rim.

Hye Rim meminta seorang pria yang ada disana untuk mengambilnya dari gudang (wooo…ini pria ketiga). Dae Young menatap pria itu. Dia lalu bertanya pada Hye Rim, apakah ada banyak pekerja paruh waktu disana.

“Tidak. Aku satu-satunya pekerja paruh waktu disini.”

Let's.Eat.2.E02.mkv_002616156_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002618145_thumb

Hye Rim menyebutkan angka yang harus dibayar Dae Young. Karena penasaran Dae Young bertanya apa yang sedang dilakukan pria itu. Hye Rim menjawab pria itu sedang membantunya. Dae Young bertanya lagi, apa siswa yang tadi pagi juga membantu Hye Rim? Hye Rim menjawab, pria tadi pagi adalah pasangan tidak jelasnya, dan yang sekarang adalah pria yang menarik perhatiannya.

Let's.Eat.2.E02.mkv_002640999_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002646164_thumb

Taek Soo masuk dan menggoda Hye Rim. Dae Young langsung membawanya keluar.

***

Let's.Eat.2.E02.mkv_002685624_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002689452_thumb

Soo Ji menonton acara makan-makan di televisi sambil makan rumput laut dan minum air putih. Soo Ji penasaran pada pada wanita yang ada di televisi, bagaimana bisa pinggulnya sebesar paha Soo Ji padahal wanita itu makan dengan banyak. Soo Ji merasa itu mustahil. Mungkin wanita itu melaparkan diri setelah makan sebanyak itu dan banyak berolahraga juga.

“Dia menghasilkan banyak uang, jadi mungkin saja dia menghabiskan uangnya untuk peralatan mahal. Jika aku menghabiskan uang sebanyak itu, aku juga mungkin akan setipis stik itu.”

Let's.Eat.2.E02.mkv_002706539_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002732752_thumb

Soo Ji memegang perutnya. Bahkan dalam kecantikan, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Maksudnya yang gemuk tetap gemuk, yang kurus tetap saja kurus. Soo Ji merasa kesal. Dia lalu naik ke treadmill. Tapi kemudian dia mendengar suara dari luar.

Let's.Eat.2.E02.mkv_002768518_thumb[1]Let's.Eat.2.E02.mkv_002777110_thumb

Dae Young membuka pintu kamar, sementara Taek Sook terus meracau. Dae Young bilang Taek Soo benar-benar mabuk dan perlu berhenti minum. Dae Young akan mengantar Taek Soo pulang setelah sedikit sadar.

Yang diajak bicara malah buang air kecil ke dinding. Dae Young terkejut dan berusaha menghentikannya, tapi malah dia malah akan terkena air itu. Soo Ji membuka pintu memanggil nama Dae Young. Dae Young menghalangi Soo Ji agar tidak keluar.

Let's.Eat.2.E02.mkv_002802703_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002808147_thumb

Tapi kemudian Soo Ji berhasil keluar setelah Taek Soo selesai buang air. Soo Ji merasa kesal dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia meminta Dae Young segera membersihkannya. Soo Ji menutup hidungnya karena tak tahan dengan baunya. Dae Young masuk membawa Taek Soo setelah berjanji akan membersihkan lantai. Soo Ji juga kemudian masuk.

Let's.Eat.2.E02.mkv_002853705_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002906342_thumb[1]

Taek Soo terjatuh di lantai. Dae Young menyuruhnya naik ke atas kasur. Taek Soo mengingau. Dia tidak mau naik. Dia tidak mau pergi ke Seoul, karena dia harus mengumpulkan uang. Taek Soo bilang Dae Young tidak mengerti.

“Bagaimana bisa aku mengerti saat aku tidak tahu apa yang aku lakukan dalam hidupku?” Dae Young ikut mengeluh.

Dae Young mengganjal kepala Taek Soo dengan bantal, juga menyelimutinya. Dan dia ikut tiduran sebentar di kasur karena lelah.

***

Let's.Eat.2.E02.mkv_002919660_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002924143_thumb

Esok pagi, Dae Young terbangun dengan Taek Soo yang memeluk tubuhnya dan tak mengenakan celana. Ha. Dae Young berteriak kaget. Menyebut Taek Soo gila karena tidak memakai apapun. Taek Soo bilang mungkin karena semalam dia buang air kecil, jadi semua celananya basah. Dia tidak bisa tidur dengan celana basah.

Let's.Eat.2.E02.mkv_002962554_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002967012_thumb

Dae Young bangun dan mengambil minum dari kulkas. Tiba-tiba saja Ahjumma Mi Ran masuk ke rumah Dae Young. Dae Young kaget, ada apa Ahjumma datang pagi-pagi sekali bahkan tanpa memencet bel. Ahjumma bilang dia memakai kunci master dan ingin memeriksa sesuatu.

Ahjumma menuju kamar Dae Young, dan terkejut melihat ke dalam. Dae Young pun kaget dan segera mendekati Ahjumma. Dae Young lega karena Ahjumma tidak melihat hal yang tak seharusnya dilihat. Taek Soo sudah bergulung dalam selimut.

Ahjumma Mi Ran kesal karena Dae Young membawa tamu, dan bahkan buang air kecil di lorong. Ahjumma bilang Dae Young membuatnya dalam posisi yang canggung.

Let's.Eat.2.E02.mkv_002987145_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_002999111_thumb

Dae Young lalu beralasan kalau temannya itu sewa rumahnya hampir berakhir. Karena ruangan 301 dan 302 kosong, Dae Young berpikir akan bagus untuk menunjukkannya pada temannya itu. Dae Young meminta maaf.

Mendengar hal itu Ahjumma Mi Ran melunak. Dia tidak tahu kalau kejadian sebenarnya seperti itu. Ahjumma meminta Dae Young lebih berhati-hati jika lain kali Dae Young pulang ke rumah sambil mabuk. Karena penghuni lain mungkin mengatakan sesuatu.

Dae Young pun berjanji akan lebih berhati-hati. Ahjumma juga meminta maaf karena mencari Dae Young pagi-pagi sekali. Ahjumma lalu pamit.

Let's.Eat.2.E02.mkv_003036272_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003043809_thumb

Taek Soo kesal dengan Ahjumma. Meskipun Ahjumma Mi Ran adalah pemilik tempat itu, bagaimana bisa dia masuk kapanpun dia inginkan. Taek Soo merasa kalau itu tidak benar.

“Orang yang ingin aku teriaki adalah kau.” Ujar Dae Young kesal.

Let's.Eat.2.E02.mkv_003059098_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003074317_thumb

Taek Soo bilang Dae Young lah yang membawanya kesini. Taek Soo kesal pada Ahjumma, jika dia tidak menutupi tubuhnya, maka Ahjumma mungkin melihat semuanya. Dae Young lebih kesal lagi, karena dia harus berbohong pada Ahjumma kalau dia menunjukkan villa pada Taek Soo.

Dae Young yang kesal mengambil jaket bersiap keluar untuk membersihkan lorong. Tapi Taek Soo malah memintanya membelikan sup penghilang mabuk.

***

Let's.Eat.2.E02.mkv_003089901_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003097548_thumb

Dae Young mengepel lantai. Soo Ji keluar dan tak percaya Dae Young baru membersihkannya.

“Aku kecewa.” Ujar Dae Young. “Tidakkah balas dendam yang kau rencanakan selama dua puluh tahu itu sedikit lemah. Aku menunggu balas dendam itu, tapi apa ini? Membocorkan rahasia pada Ahjumma?”

Soo Ji tak menanggapi dan hanya berdecak.

Let's.Eat.2.E02.mkv_003108656_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003114525_thumb

Dae Young lalu memberitahu bahwa nanti malam akan ada makan malam bersama dengan teman sekelas mereka di sekolah dasar. Dae Young mengajak Soo Ji pergi bersama.

Soo Ji menolak. Dia tidak ingin pergi dan mengingat kenangan mengerikan itu. Soo Ji juga memperingatkan agar Dae Young tidak membicarakannya disana.

***

Let's.Eat.2.E02.mkv_003129984_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003150935_thumb

Di reuni, Dae Young memberikan brosur asuransi dan menjelaskannya. Salah seorang teman Dae Young, Jun Ho, kesal karena Dae Young mengumpulkan mereka untuk menjual asuransi. Dae Young mengelak, dia merindukan mereka setelah mengetahui Soo Ji yang menjadi tetangganya.

Teman-teman Dae Young lupa siapa itu Baek Soo Ji. Dae Young mengingatkan dengan namanya yang lain, Baek Dwae Ji. Mereka pun baru mengingatnya sebagai anak paling gendut di kelas.

Let's.Eat.2.E02.mkv_003170755_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003175861_thumb

Dae Young menjelaskan bahwa Soo Ji telah menurunkan berat badannya dan berubah menjadi orang yang baru. Dae Young hampir tidak mengenalinya.

Jun Ho bertanya kenapa Soo Ji tidak datang bersama Dae Young jika mereka memang tetanggaan. Dae Young bilang bersamaan dengan penampilan, kepribadian Soo Ji juga berubah. Kalau dulu dia baik, tapi sekarang Soo Ji sangat judes.

Jun Ho bilang waktu kecil juga Soo Ji begitu, dia pernah dilempar pot dan hampir mati. Dae Young penasaran kenapa Soo Ji melemparnya dengan pot. Jun Ho pun bercerita.

Let's.Eat.2.E02.mkv_003196100_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003208712_thumb[1]Let's.Eat.2.E02.mkv_003211996_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003221224_thumb[1]

Karena Soo Ji sangat gendut, maka dia tumbuh lebih cepat daripada anak-anak lain. Jun Ho pikir Soo Ji adalah yang pertama dari seluruh sekolah yang menggunakan bra. Jadi para anak laki-laki bergantian menarik bra Soo Ji dari belakang sambil meledeknya. Akhirnya saat Jun Ho yang menarik bra Soo Ji, Soo Ji menjadi marah dan melemparkan pot bunga padanya.

Jun Ho menangis. Dan Soo Ji dimarahi ibu guru tanpa bisa menjelaskan bahwa Jun Ho yang mengganggunya duluan.

Let's.Eat.2.E02.mkv_003229511_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003231374_thumb

Jun Ho bilang dia kesakitan dilempar pot oleh Soo Ji. Dae Young memukul kepalanya. Jun Ho pantas mendapatkan sakit yang lebih lagi, bagaimana bisa dia bercanda dengan hal-hal seperti itu.

Jun Ho ditertawakan teman-teman yang lain.

Let's.Eat.2.E02.mkv_003253357_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003258714_thumb

Seorang teman wanita datang terlambat. Dia meminta maaf. Dia lalu bertanya hal menarik apa yang dibicarakan mereka sebelumnya, hingga suara mereka terdengar ke pintu masuk. Jun Ho memberitahu bahwa Soo Ji sekarang bertetangga dengan Dae Young.

“Baek Dwae Ji? Apa kau membicarakan Soo Ji? Dia tidak mati?” Tanya teman wanita itu terkejut.

Let's.Eat.2.E02.mkv_003289076_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003297936_thumb

Dae Young dan yang lain juga terkejut dengan pertanyaan teman wanita itu. Teman wanita itu bilang kalau dia mendengar Soo Ji menderita depresi beberapa tahun yang lalu. Jun Ho bilang rumor seperti itu bermula karena Soo Ji tidak pernah keluar dari rumah.

Mereka lalu bersulang dan tidak lagi membicarakan Soo Ji. Tapi Dae Young tampaknya memikirkan Soo Ji setelah mendengar cerita tadi.

***

Let's.Eat.2.E02.mkv_003310763_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003314598_thumb

Soo Ji memberi makan anjing kecil itu. Anjing kecil itu dia panggil Happy. Sambil menatap Happy yang sedang makan, Soo Ji mendesah. Saat wanita lain menyiapkan makan malam untuk suami mereka, dia sendiri malah memberi makan seekor anjing.

Soo Ji bertanya pada Happy, apakah makanannya enak. Happy langsung pindah posisi membelakangi Soo Ji, seakan takut makanannya akan direbut. Soo Ji sedikit kesal.

Let's.Eat.2.E02.mkv_003327414_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003329727_thumb

“Hei, aku tidak akan mengambilnya. Tak peduli seberapa banyak aku menyukai makan, aku tidak akan mengambil makananmu.”

Tapi Soo Ji tetap berdecak, sedikit tergoda karena Happy makan dengan lahapnya. Soo Ji lalu berjalan pergi.

Let's.Eat.2.E02.mkv_003355020_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003366714_thumb

Dae Young pulang dari reuni makan malam. Dia teringat perkataan teman wanitanya tadi tentang Soo Ji. Juga perkataan Soo Ji bahwa dia pernah depresi hingga berat badannya mencapai 100 kg, karena trauma yang diberikan Dae Young hingga dia tidak percaya pada siapapun dan menutup diri dari dunia.

“Karena kau, masa remaja dan 20 tahun-ku terisi dengan depresi!”

Let's.Eat.2.E02.mkv_003412000_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003437699_thumb

Dae Young turun dari taksi agak jauh dari rumah. Saat berjalan pulang, Dae Young melihat Soo Ji yang sedang joging di lapangan. Dae Young ikut jogging dan berlari disamping Soo Ji.

Dae Young memberitahu kalau dia dari reuni dan bertanya apakah Soo Ji ingat dengan Jun Ho? Soo Ji menjawab dengan kesal. Tentu saja dia ingat. Jun Ho adalah orang yang selalu mengganggunya karena dia gendut. Jika Jun Ho tidak seperti itu, dia tidak akan melempar pot pada Jun Ho.

Dae Young memberi tahu bahwa Jun Ho akan menikah minggu depan dan dia mengundang Soo Ji. Soo Ji terkejut mendengarnya dan sangat marah. Jun Ho adalah orang yang menindasnya. Soo Ji melempar pot padanya tapi guru hanya memarahinya. Soo Ji tak percaya, orang seperti Jun Ho menikah, dan dia sendiri masih belum menikah.

Let's.Eat.2.E02.mkv_003449767_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003469539_thumb

“Kenapa menikah menjadi sesuatu yang sangat hebat? Kapanpun kau bicara, kau selalu membicarakan pernikahan.”

“Ya, benar. Kau mungkin tidak akan mengerti aku. Kau terlahir dengan kemampuan untuk berteman dan mempunyai banyak teman. Jika kau berusaha, akan mudah untukmu berkencan. Tapi, aku selalu sendirian. Sekarang aku benci sendirian. Aku ingin bersama dengan seseorang.”

“Semua orang merasa kesepian, tapi orang tidak mengejar pernikahan seperti yang kau lakukan.”

Let's.Eat.2.E02.mkv_003491279_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003502654_thumb

“Apa kau pikir itu hanya karena aku kesepian? Kau pikir aku berlangganan koran untuk membacanya, kan?” tanya Soo Ji.

“Tentu saja. Lalu untuk apa?”

Soo Ji menunjukkan jarinya, “Koran seperti jari telunjukku. Memeriksa apakah aku bernafas atau tidak. Memberitahu dunia apakah aku masih hidup atau mati. Jika kebetulan sesuatu terjadi padaku di malam hari, koran seperti tanda untuk seseorang masuk ke dalam, jadi mereka bisa memeriksa apakah aku masih hidup atau sudah mati. Itulah sebabnya aku berlangganan koran.”

Dae Young heran kenapa Soo Ji hanya menilai kehidupannya berdasarkan kekurangan Soo Ji saja. Soo Ji sudah kurus dan menjadi penulis, bukankah itu sudah cukup bagus untuk sebuah kehidupan.

Let's.Eat.2.E02.mkv_003562392_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003574268_thumb

Soo Ji tersenyum getir. Penulis apanya… menulis satu buku tidak membuatnya menjadi seorang penulis. Dia hampir tidak menulis dengan dibayar per kontrak.

“Jadi kau bilang aku mengejar pernikahan? Kau pikir apa satu-satunya cara untuk melarikan diri dari kehidupan yang menyedihkan? Bertemu pria baik dan menikah. Apa ada cara yang lebih baik? Karena itulah kenyataannya.”

Soo Ji kemudian meninggalkan Dae Young dan kembali berlari. Dae Young termenung mendengar isi hati Soo Ji itu. Dia kemudian menghadang Soo Jin.

Let's.Eat.2.E02.mkv_003611890_thumbLet's.Eat.2.E02.mkv_003625035_thumb

“Oke, baiklah. Aku akan membantumu menikahi Sang Woo.”

“Apa?” Soo Ji masih bingung.

“Sebagai gantinya kau akan menolongku berhubungan dengan pekerja pemerintah.”

Soo Ji mengulurkan tangan, dan bahkan mengambil tangan Dae Young untuk bersalaman dengannya. “Oke, itu kesepakatannya.”

***

 

Dengan hati riang Soo Ji kembali ke rumahnya. Saat Soo Ji mengeluarkan kunci dari saku celana, lampu di tangga lantai 3 menyala. Nyala lampu biasanya menandakan ada seseorang atau sesuatu yang lewat. Soo Ji memanggil Happy sambil melihat ke atas. Lalu lampu kembali padam.

 

Soo Ji ketakutan dan segera masuk ke rumahnya. Lalu Soo Ji mengintip ke luar melalui lubang pintu. Gelap. Artinya tidak ada siapapun di luar. Soo Ji lega. Dia heran, bagaimana bisa dia takut hanya karena lampu yang menyala. Soo Ji merasa itu karena dia tinggal sendirian. Soo Ji yakin dia harus menikah.

 

Dan ternyata di luar ada seorang pria yang berdiri di depan kamar Soo Ji sambil menempelkan jarinya ke lubang pintu Soo Ji. Sehingga tadi Soo Ji mengira di luar tidak ada orang.

***

Bersambung ke episode 3~

Komentar:

Soo Ji ini suka ngomong sendiri. Kadang merajuk, merengak, dan bahkan kadang memarahi dirinya sendiri. Jadi aku suka bingung kalau mau nulis perkataan dia pas lagi sendiri. Hehe..

Ternyata, alasan Soo Ji ngebet nikah itu untuk keluar dari kehidupannya yang sekarang. Dia sudah bosan sendiri, dia ingin ada seseorang yang dia perhatikan dan memperhatikannya. Dae Young tampaknya memang merasa bersalah pada Soo Ji, karena dia Soo Ji mengalami fase kehidupan yang menyedihkan.

Dae Young juga sih..pas kecil dia baik-baikin Soo Ji biar Soo Ji beli makanan di toko ibunya. Trus Dae Young rela pindah sekolah untuk nyari pelanggan baru untuk toko ibunya. Jelas aja Soo Ji kecil merasa kecewa, trauma, dan tidak percaya pada orang lain.

1 comment:

  1. agak terharu mbak sama cerita mereka...

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD