Wednesday, April 29, 2015

Let’s Eat Season 2 | Episode 6 - 1

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_075214[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_082250

Dae Young dimarahi oleh seorang klien yang tak terima dengan kelalaian Dae Young. Dae Young meminta maaf berkali-kali dan berjanji hal itu tak akan terulang lagi. Dae Young juga akan mengganti kerugian klien, bahkan harus rela menukar mobilnya sementara dengan klien itu.

Klien itu ternyata adalah klien asuransi mobil. Dae Young tidak memberitahu klien itu bahwa asuransi mobilnya berakhir, jadi klien itu tidak tahu dan dia mengalami kecelakaan tanpa asuransi.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_082414[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_083106[2]

Taek Soo melihat kerusakan mobil klien itu yang cukup besar. Tapi yang Dae Young khawatirkan bukan itu. Klien itu adalah kliennya sejak lama, dan sekarang Dae Young takut klien itu akan pindah ke perusahaan asuransi lain.

“Hei..apa yang terjadi padamu? Kau biasanya tidak akan membuat kesalahan seperti ini.”

“Aku tidak tahu. Aku tidak bisa berpikir lurus setelah aku pindah ke tempat ini.”

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_083517[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_083535[2]

Taek Soo lalu menduga Dae Young punya pacar. Taek Soo bilang Dae Young bisa menyerap lingkungan manapun dalam satu detik seperti spon. Jadi Dae Young tidak akan bingung karena beradaptasi dengan tempat asing. Melihat hasil kerja sebulan ini, tampaknya Dae Young tidak bekerja keras.

“Jawabannya jelas. Saat kau berkencan, kau tidak bisa berpikir lurus. Apa dia cantik? Huh?”

Dae Young menyangkal, bukan seperti itu. Taek Soo pun menduga itu karena Dae Young menggunakan semua energinya pada kontrak yang dibuatnya dengan Soo Ji. Taek Soo bilang Dae Young selalu mengesampingkan dirinya karena kontrak itu. Taek Soo pun bertanya kontrak apa yang Dae Young buat dengan Soo Ji.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_083951[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_084420

Dae Young yang sedang pusing tak mau lebih pusing lagi menjelaskan. Tapi Taek Soo berterima kasih pada Soo Ji. Karena Soo Ji membuat Dae Young menjauh dari menjadi Raja Asuransi. Itu artinya Dae Young tidak akan bisa kembali ke Seoul.

Taek Soo mengajak Dae Young untuk bertahan di Sejong, dan menggunakan kesempatan itu untuk tinggal bersama. Taek Soo memeluk Dae Young sambil berkata kalau dia mencintainya. Dae Young mendorong Taek Soo.

Dae Young lalu menghampiri mobil klien yang rusak bagian depannya. Dae Young mengeluh, biaya perbaikannya pasti sangat mahal. Taek Soo bilang tidak akan mahal, hanya mengembalikan bemper ke tempatnya. Lalu Dae Young bilang, itu mudah dalam kata-kata. (bahasanya kitanya: ngomong doang mah gampang….)

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_092050Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_092447[2]

Soo Ji tiduran di atas bola karet. Masih terngiang ucapan Dae Young bahwa Sang Woo menganggap Soo Ji menyenangkan. Soo Ji menutup matanya malu dan senang, hingga dia terjatuh ke lantai. Tapi bukannya kesakitan, Soo Ji masih saja tersenyum.

Lalu Soo Ji bertanya-tanya apa maksud Sang Woo mengatakan dia menyenangkan? Maksudnya hal yang bagus, kan? Soo Ji tak mau pusing. Bagaimanapun itu artinya Sang Woo tertarik padanya. Soo Ji kembali tersenyum kegirangan. Soo Ji lalu keluar kamar untuk mencari Dae Young.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_092751[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_093044

Soo Ji menunggu Dae Young di depan gedung sambil lompat tali. Begitu dilihatnya Dae Young datang, Soo Ji langsung menghampiri sambil menyebut nama Dae Young dengan gembira. Sayang, Taek Soo yang datang bersama Dae Young menghadang Soo Ji.

Taek Soo memberitahu bahwa dengan kondisinya, Dae Young tidak bisa berurusan dengan Soo Ji sekarang. Soo Ji bilang urusannya mendesak, dan Taek Soo yang datang untuk minum alcohol di tengah hari. Jadi Taek Soo yang mengganggu Dae Young bukan dia.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_093122[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_093233[2]

“Aku datang kesini agar Dae Young bisa melepaskan stressnya, tapi kau selalu menunggu untuk mendapatkan sesuatu dari Dae Young setiap kali aku datang.”

Soo Ji membela diri. Dae Young sedang membayar hutang padanya. Taek Soo bilang dia tidak tahu hutang apa itu, tapi karena Dae Young sibuk membantu Soo Ji, dia tidak melakukan pekerjaan dengan benar dan terancam kehilangan gelarnya sebagai Raja Asuransi. Bahkan mobil Dae Young juga diambil.

Soo Ji terkejut. Taek Soo melanjutkan, Dae Young jadi ditagih (oleh orang lain) karena membayar hutang pada Soo Ji.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_093917[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_094002[2]

Dae Young meminta Taek Soo berhenti. Dae Young bilang pada Soo Ji kalau Tae Soo hanya bersikap berlebihan. Dae Young juga bilang pada Taek Soo bahwa dia harus bicara pada Soo Ji sekarang, jadi Taek Soo bisa masuk duluan. Taek Soo sebenarnya tidak mau, tapi Dae Young memaksa. Akhirnya Taek Soo menyerah dengan hanya member waktu 3 menit pada Soo Ji.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_094943Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_095238[1]

“Baek Soo Ji, aku pikir..aku akan sedikit sibuk.”

Soo Ji mengangkat tangan, isyarat agar Dae Young tidak melanjutkan. Soo Ji mengerti apa maksud Dae Young. Soo Ji bilang dia menyuruh Dae Young membuatnya menikah, tapi dari awal itu hanya omong kosong.

“Ini sebuah keajaiban bahwa aku bisa sejauh ini dengan Sang Woo. Terima kasih. Mulai sekarang, aku akan mencobanya sendiri.”

“Benarkah?”

“Ya. Kadang-kadang aku bisa meminta nasehatmu, kan?”

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_095748Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_095839

Dae Young bilang tentu saja. Lalu dengan antusias Soo Ji mengatakan bahwa dia akan membeli sepeda dan mencobanya sebagai hobi bersama Sang Woo. Soo Ji menanyakan pendapat Dae Young.

Dae Young bilang itu bagus. Dia juga menyarankan Soo Ji untuk bertanya pada Sang Woo sepeda apa yang sebaiknya Soo Ji beli. Karena pria biasanya suka saat ditanya tentang hal yang mereka sukai. Soo Ji mengerti.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_095947[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_100024

Tiba-tiba Taek Soo menginterupsi. Dia memberitahu waktu Soo Ji sudah habis, lalu menarik Dae Young. Soo Ji kesal, apa dia ini seorang pendosa. Taek Soo membenarkan. Lalu pergi.

Soo Ji kesal. Soo Ji benar-benar tidak suka Tae Soo sejak dia bertemu dengannya. Soo Ji menyebut Taek Soo sebagai pria pipis (hehe). Soo Ji lompat tali lagi. Tak lama kemudian dia merasa lapar. Soo Ji pun bingung apa yang harus dia makan hari ini.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_104459Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_104554[2]

Nenek sedang memasak di dapur, bersama Joo Seung yang menemaninya. Soo Ji melewati rumah nenek yang pintunya terbuka. Tapi kemudian Soo Ji mencium sesuatu yang membuatnya menoleh ke dalam. Soo Ji melihat nenek yang sedang menyiapkan makanan di meja.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_105019Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_105023[2]

Soo Ji tergoda melihat banyak makanan itu. Joo Seung memberitahu nenek, ada Soo Ji di depan. Nenek pun memanggil Soo Ji dan mengajaknya makan bersama. Soo Ji berkata tidak usah sambil berjalan masuk.

Joo Seung pun menegur Soo Ji, tadi bilang tidak usah tapi kenapa masuk. Padahal maksud Soo Ji tadi basa-basi saja. Nenek menepuk pundak Joo Seung. Nenek bilang Joo Seung hanya bercanda. Soo Ji pun masuk dengan sedikit kesal.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110445Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110447[1]

Soo Ji sudah duduk di depan meja makan dan mencium aroma sup yang ada di depannya. Nenek lalu merasa perlu mengundang Dae Young dan menyuruh Joo Seung memanggilnya. Joo Seung tampak malas. Kemudian Soo Ji memberitahu kalau Dae Young sedang bersama Taek Soo. Joo Seung tersenyum lega.

Mereka pun mulai makan.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110514Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110529[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110541[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110556[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110606[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110625Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110631[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110646[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110659[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110700[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110719Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110728[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110730Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110738[1]

Soo Ji menyukai sup buatan nenek. Nenek juga menyukai masakan buatannya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_110952[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_111110[2]

Selesai makan, Soo Ji dan Joo Seung mengucapkan terima kasih. Soo Ji bilang semua makanan nenek di bumbui dengan pas. Nenek kagum bagaimana bisa wanita muda seperti Soo Ji tahu itu semua. Mungkin karena Soo Ji penulis, tapi nenek merasa Soo Ji berbeda.

Joo Seung baru tahu kalau Soo Ji seorang penulis. Joo Seung lalu bertanya apa yang Soo Ji tulis. Novel. Tapi Soo Ji merasa sedikit malu untuk menunjukkannya pada Joo Seung.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_111226[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_111342[1]

Nenek lalu meminta Soo Ji untuk menuliskan kisah hidupnya yang tidak bisa dibandingkan dengan ‘Jang Bo-ri is Here’ ke dalam novel. Soo Ji penasaran dengan kisah hidup nenek itu.

Nenek bercerita saat berusia 16 tahun, nenek dipaksa untuk menikah. Lalu dihari pertama setelah pernikahan, nenek menyadari suaminya itu memiliki wajah yang berbintik (mungkin jelek kali ya maksud nenek). Tapi tak ada yang bisa nenek lakukan, dia harus hidup dengannya.

Tak hanya itu, suami nenek punya hubungan dengan wanita dari toko minuman. Itu membuat nenek sedih. Nenek mengikuti suaminya itu dan menjambak rambutnya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_111509[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_111646[1]

Mendengar cerita itu Soo Ji manggut-manggut. Ternyata cerita nenek biasa saja. Tapi Soo Ji hanya bisa tersenyum saat nenek menanyakan pendapat Soo Ji tentang kisahnya itu.

“Terdengar sangat normal. Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan hidupku.” Gumam Joo Seung.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_111753[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_111802

Nenek dan Soo Ji menoleh. Nenek juga bertanya apa maksud Joo Seung. Tapi Joo Seung bilang bukan apa-apa, dan dia segera pamit untuk naik. Soo Ji juga segera pamit. Dan di luar rumah nenek Soo Ji bergumam sendiri.

“Apa maksudmu penulis? Sudah lama sejak aku menulis novel.” Soo Ji lalu naik ke atas.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_111927Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_111929[1]

Saat nenek sedang membereskan meja. Happy datang dan menunjukkan wajah di bulatan di bawah pintu. Nenek tertawa menghampiri Happy. Nenek lupa belum memberi Happy makan. Nenek mengerti dan akan segera membawakan makanan untuk Happy. Happy pun turun.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_132228[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_132229[1]

Di kantor pemerintahan. Setelah membagikan daftar tugas pekerja, In Ah bertanya apakah Sang Woo sibuk akhir pekan ini? In Ah bilang adiknya sudah menyelesaikan PhD-nya dan kembali ke Korea. In Ah menanyakan ketertarikan Sang Woo untuk kencan buta.

Soo Ji waspada dengan jawaban Sang Woo, tapi Sang Woo tak memberikan jawaban pasti. Soo Ji menggunakan kesempatan itu untuk pamer.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_132445Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_132720

Soo Ji mengingatkan Sang Woo pada restoran Gae Gook sup. Soo Ji menyerahkan ringkasan dari restoran itu, dan meminta Sang Woo memeriksanya. In Ah pun penasaran, apa mereka berdua bertemu hanya berdua saja?

Soo Ji menjelaskan, tidak benar-benar seperti itu. Lalu sambil menatap Sang Woo, Soo Ji berkata betapa menyenangkannya mengayuh sepeda mereka diantara cherry blossoms. Jadi tidak hanya informasi tentang restoran yang Soo Ji tulis, tapi juga tempat-tempat yang bisa dikunjungi orang-orang di sekitarnya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_133040[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_133248[1]

“Melihat cherry blossoms dan bahkan mengayuh sepeda bersama? Apa aku tidak tahu kalian berdua punya sesuatu satu sama lain?”

Soo Ji tersipu, dan mencoba menjelaskan bahwa bukan seperti itu maksudnya. Kemudian Sang Woo menyela.

“Tidak, tapi kami hanya kebetulan bertemu karena lingkungan disini kecil.”

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_133658Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_133727

In Ah tampak senang mendengarnya. Dia bilang dia sudah tahu kalau Soo Ji bukanlah tipe Sang Woo. Sang Woo meminta In Ah untuk berhenti mengobrol dan meneliti dokumen. Soo Ji menatap kecewa pada Sang Woo.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_134323[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_134603[1]

Rapat selesai. Sang Woo bilang mereka akan menyelesaikan pembicaraan mereka hari ini di pertemuan sebelumnya. In Ah segera pergi setelah pamitan.

Soo Ji lalu memberanikan diri untuk bicara pada Sang Woo. Soo Ji berkata pada Sang Woo kalau dia hendak membeli sepeda. Soo Ji bertanya bisakah Sang Woo merekomendasikan sepeda untuknya. Tak mendapat reaksi, Soo Ji meminta maaf. Mungkin Sang Woo sibuk, jadi dia akan melihat di internet saja.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_134646Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_134804[2]

Sang Woo melihat jam tangannya. Lalu mengajak Soo Ji bertemu di toko sepeda dimana dia biasanya membeli setelah pulang bekerja. Sang Woo bahkan memberikan alamatnya. Sang Woo pikir akan lebih baik menjelaskan pada Soo Ji secara langsung sambil melihat sepedanya.

Sang Woo memastikan Soo Ji tidak keberatan. Soo Ji tentu saja tidak keberatan. Sang Woo tersenyum dan mengajak Soo Ji bertemu disana. Sang Woo kemudian pergi. Dan Soo Ji tertawa kegirangan.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_135138[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_135515

Soo Ji dan Sang Woo pun bertemu di toko sepeda. Sang Woo memilihkan satu sepeda yang termasuk paling popular. Pelayan toko bilang harganya murah, hanya 3.400.000 won. Soo Ji tercengang sendiri mendengar harganya yang sangat mahal untuknya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_135647[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_135812

Tapi kemudian Sang Woo bilang sepeda itu tidak cocok untuk pemula. Soo Ji tertawa kecil, dan berkata sepeda itu memang terlihat seperti sepeda professional. Soo Ji menanyakan sepeda untuk pemula pada pelayan toko.

Sang Woo melihat satu sepeda. Kebetulan itu memang sepeda untuk pemula, dan harganya paling murah di toko itu, 1.000.000 won. Soo Ji masih tercengang karena itu juga termasuk mahal untuknya. Sang Woo lalu bilang sepeda itu bagus. Sang Woo pikir sepeda itu tidak akan bagus dijalanan untuk pemula seperti Soo Ji.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_140146Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_140148[1]

Sang Woo lalu menjelaskan panjang lebar tentang spesifikasi sepeda itu. Soo Ji terpana mendengarnya.

“Ini pertama kalinya aku melihatmu bicara begitu banyak.”

Soo Ji bicara tanpa sadar. Sang Woo pun tak mengerti maksud Soo Ji. Soo Ji segera sadar, dan berkata sepertinya sepeda itu bagus. Sang Woo bertanya apa Soo Ji akan membeli sepeda yang itu? Soo Ji membenarkan. Lalu seperti menyesal.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_140446Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_140625[2]

Soo Ji ke kasir, tersenyum pada Sang Woo yang tersenyum padanya. Tapi begitu berbalik Soo Ji tampak tak senang. Soo Ji membayar dengan kartu. Tak lama kemudian notifikasi masuk, memberitahukan bahwa ada penarikan 1 juta won dan uang yang tersisa di rekening adalah 73.200 won. Soo Ji menahan pedih. (uang terkuras habiiisss…hiks..)

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_140954Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_141036

Selesai makan Jajangmyun di atap, Joo Seung turun ke bawah untuk membuang sampah dan bertemu Dae Young. Dari sampah yang dibuang Joo Seung, Dae Young tahu Joo Seung habis makan Jajangmyun. Dae Young memberitahu bahwa Jajangmyun terlalu berminyak dan tidak bagus untuk tubuh.

Dae Young bilang dia akan memberitahu tempat yang bagus untuk membeli makan. Tapi Joo Seung bilang tidak perlu.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_143934Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_144117[2]

Dae Young merangkul Joo Seung yang berjalan. Dae Young merasa senang karena ada pria seumuran yang tinggal di dekatnya. Dae Young bahkan mengajak Joo Seung untuk berteman dekat. Joo Seung menepis tangan Dae Young, dan bilang kalau dia tidak mau.

“Kau malu, kan? Dasar! Apa kau suka sepak bola? Jika kau suka, maukah datang bermain untuk sepak bola pagi?”

“Pikirkan urusanmu sendiri.” Ujar Joo Seung dingin.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_144726[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_144930[2]

Nenek yang hendak pergi ke pusat kebudayaan menghampiri mereka. Nenek merasa senng melihat mereka berdua. Nenek bahkan menggenggamkan tangan mereka dan berkata bahwa mereka harus memperlakukan satu sama lain seperti saudara dan bergaul dengan baik.

“Dia bukan hyung-ku.” Ujar Joo Seung dengan nada tak suka.

Dae Young menjelaskan bahwa dia 31 tahun lahir tahun 1985. Joo Seung bilang dia lahir di awal tahun 1986, dan Dae Young bukan hyung-nya. Joo Seung langsung pergi.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_145133[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_145209[2]

Nenek memberikan pengertian pada Dae Young kalau Joo Seung bersikap seperti itu karena dia belum dewasa. Dengan nada sedih Dae Young bilang kalau dia ingin berteman dengan Joo Seung.

“Aku tahu itu! Tapi apa yang bisa kau lakukan? Hyung yang lebih tua satu tahun harus mengerti.”

Dae Young tersenyum. Nenek juga bilang kalau dia akan memarahi Joo Seung.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_151134Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_151129

Soo Ji berjalan sambil menuntun sepeda yang baru dibelinya. Soo Ji bertanya-tanya, bagaimana bisa dia membeli sepeda yang harganya lebih besar daripada gaji rata-ratanya dalam sebulan. Soo Ji meyakinkan diri, itu bukan semata-mata harga sebuah sepeda. Tapi dia menjadi lebih dekat dengan Sang Woo. Jadi tidak bisa dikatakan mahal.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_152622[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_153614

Ahjumma Mi Ran keluar dari kantornya, dan memanggil Soo Ji yang ternyata sedang berjalan di depannya. Soo Ji menyembunyikan rasa kesalnya. Di depan Ahjumma Soo Ji tersenyum. Ahjumma Mi Ran mengingatkan Soo Ji kalau besok adalah waktunya Soo Ji membayar sewa. Dia tidak ingin Soo Ji lupa seperti sebelumnya.

“Karena itulah aku memintamu untuk memasang transfer otomatis.”

“Jangan khawatir. Aku tidak lupa.” Ujar Soo Ji.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_152925[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_153429

Ahjumma senang mendengarnya. Besok dia juga harus membayar banyak hal. Biaya les privat anaknya, kebutuhan hidup, dan membayar pekerja. Ahjumma bilang dia tidak bisa hidup karena banyak yang harus dibayar. Jadi Soo Ji harus memastikan kalau dia besok akan membayar.

Setelah ahjumma masuk kembali ke kantor, Soo Ji bergumam sendiri kalau dialah yang akan mati. Soo Ji bertanya-tanya bagaimana bisa pemilik rumah membuat situasi lebih buruk daripada rentenir. Soo Ji mendesah, jika kali ini dia terlambat satu hari saja, ahjumma akan menganggunya sampai mati. Soo Ji bingung, apa yang harus dia lakukan?

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_153823[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_155045

Soo Ji membawa sepedanya ke depan rumahnya. Soo Ji menatap ke arah rumah Dae Young, lalu memutuskan untuk bertemu Dae Young. Dae Young yang sedang menjawab telepon membuka pintu dan mempersilahkan Soo Ji masuk.

Begitu masuk, Soo Ji berbinar melihat uang yang banyak di meja Dae Young tersusun dengan rapi. Soo Ji mengambil beberapa lembar uang itu, dia kaget Dae Young tahu kalau dia sedang butuh uang.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_155134[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_155355

Buru-buru Dae Young memperingatkan Soo Ji untuk tidak menyentuhnya, nanti dia bingung. Ternyata Dae Young sudah memisahkan uang-uang itu berdasarkan peringkat kliennya. Orang yang beli satu asuransi 50 ribu won, jika menikah dan dua-duanya beli asuransi 100 ribu won, jika seluruh keluarganya beli asuransi yang artinya klien VVIP maka 200 ribu won.

Soo Ji heran, semua uang itu untuk diberikan pada orang lain. Dae Young bilang sekarang adalah musim pernikahan. Setiap minggu, ada 3 sampai 4 pernikahan. Semua itu adalah investasi untuk menjadi Raja Asuransi, jadi Dae Young harus melakukannya.

“Lalu bagaimana dengan uang untuk dipinjamkan?” Tanya Soo Ji hopeless.

Tidak ada. Dengan uang sumbangan, bunga pinjaman, biaya hidup dan uang sewa, tidak ada lagi uang tersisa. Soo Ji pun mendesah.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_155543Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_160512

Soo Ji lalu terpana melihat ke sekitar rumah Dae Young. Bukan karena kotor, tapi karena bersih. Dae Young bingung, rumahnya kan kotor.

“Wallpaper-nya lebih bersih daripada tempatku. Bahkan tempat cuci piring. AC dan mesin cuci juga semuanya baru.” Soo Ji terbelalak. “Berapa biaya sewa bulanan mu? 400 ribu won? 500 ribu won?”

“320 ribu won.”

Soo Ji pun mengira Dae Young membayar deposit dalam jumlah besar. Dae Young bilang depositnya 5 juta won.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_160150[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_160316

Soo Ji terkejut. Sama seperti Dae Young dia membayar 320 ribu won setiap bulan dan deposit 5 juta won. Tapi bagaimana bisa Dae Young punya mesin cuci bukaan depan dan wallpaper yang baru. Tapi Dae Young juga tidak tahu.

Soo Ji kemudian tersenyum. Mendapatkan ide, dia akan mencoba menurunkan uang sewa dengan menggunakan kesempatan itu. Soo Ji merasa ahjumma tidak akan bisa mengatakan apapun.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_165442[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_165930

Soo Ji melancarkan protesnya. Tapi tanpa diduga Soo Ji, ahjumma merasa tidak melakukan kesalahan. Saat Soo Ji pindah kedua apartemen punya biaya sewa yang sama. Belakangan ini, banyak apartemen bagus yang dibangun, jadi villa tidak laku di sewa. Karena itulah tiga bulan yang lalu ahjumma menaruh container di atap dan merenovasi semua tempat.

“Kalau begitu kau seharusnya merenovasi tempatku saat kau melakukannya. Mengapa kau tidak melakukannya?”

“Itu karena kau sudah menandatangani kontrak.”

Soo Ji terngaga. Tapi Ahjumma bilang jika Soo Ji benar-benar tidak menyukainya, maka pindah saja. Ahjumma juga menawarkan jika Soo Ji ingin pindah ke lantai 3 yang juga sudah di renovasi, tapi uang sewanya 400 ribu won. Soo Ji kesal, itu tidak masuk akal.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_170830[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_170947[1]

“Lalu apa kau pikir itu masuk akal untukmu bersikap seperti ini saat kau sudah tanda tangan kontrak?”

“Kalau begitu, turunkan harga sewaku. Ini aneh, bagaimana tetanggaku hidup dengan kondisi yang lebih baik, tapi kamu membayar sewa yang sama!”

Ahjumma tertawa. Dia bilang dia akan menaikkan harga sewa Dae Young. Ahjumma bahkan meminta Soo Ji memanggil Dae Young. Tapi Ahjumma akan mengatakan pada Dae Young bahwa Soo Ji yang menginginkan harga sewa Dae Young dinaikkan. Soo Ji sangat kesal.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_171137[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_171506[2]

Soo Ji menemui Dae Young. Soo Ji langsung bertanya Dae Young belum membayar uang sewa, kan? Soo Ji mengajak Dae Young bersama-sama menunjukkan kekuatan penyewa pada ahjumma yang Soo Ji sebut sebagai pemilik rumah jahat. Sampai ahjumma memenuhi permintaan mereka, mereka jangan membayar sewa. CCTV, mesin cuci, AC, memperbaiki kondisi tempat tinggal para penghuni.

“Kau biasanya agresif, ya? Toh, aku hanya akan tinggal disini selama enam bulan. Kenapa aku perlu untuk memboikot.”

“Apa?” Soo Ji terkejut.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_171720Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_172049

“Kau tidak seharusnya seperti ini. Tidak ada hal baik akan muncul dengan mencari masalah dengan pemilik rumah. Bagaimanapun juga, jika aku melakukannya, apa aku tidak akan rugi?”

Soo Ji kecewa dengan jawaban Dae Young. Dia tahu Dae Young membayar sewa yang sama dan bisa tinggal di ruangan yang lebih baik. Soo Ji menyebut Dae Young tidak loyal, akankah kebiasaan Dae Young itu menghilang? Soo Ji menyebut dirinya sendiri gila karena mencari Dae Young.

“Dimanapun kau berada, makan dan hidup dengan baiklah sendirian!”

Soo Ji kemudian pergi ke rumahnya. Dae Young menghela nafas panjang, mungkin tak menduga Soo Ji akan semarah itu.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_172543[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_172551[2]

Soo Ji minum untuk menenangkan diri. Lalu bertanya-tanya haruskah dia pergi menemui nenek? Tapi nenek pasti sedang bersama Joo Seung, dan nenek pasti ada di pihak ahjumma.

Soo Ji lalu tersenyum. Sebuah ide lain terlintas di pikirannya. Soo Ji pergi ke balkon, mengambil beberapa pakaian yang sedang dijemur dan dimasukkan ke dalam keranjang. Soo Ji bangga pada dirinya sendiri karena punya ide itu. Soo Ji segera keluar. Apa ide itu?

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_174313Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_174534[1]

Soo Ji menemui Joo Seung. Soo Ji meminta ijin menjemur pakaian disana, karena sinar mataharinya bagus. Joo Seung menyuruh Soo Ji melakukan apapun yang Soo Ji inginkan, karena dia bukan pemilik atap. Soo Ji lalu bertanya apakah dia mengganggu Joo Seung yang sedang belajar? Tidak. Joo Seung memang akan istirahat.

“Tapi bukankah tidak nyaman tinggal di dalam sebuah container? Panas di musim padas dan dingin di musim dingin. Berapa uang sewa bulanan mu?”

“Dua ratus.”

Soo Ji terkejut. Menurutnya 200 ribu dolar terlalu mahal hanya untuk menyewa container kecil itu. Soo Ji menyuruh Joo Seung meminta penurunan harga.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_174756[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_175009

Tapi menurut Joo Seung itu tidak mahal. Asrama siswa tanpa jendela juga harganya sama.

“Tapi selama kau bersembunyi, kau adalah korban. Dengan meminta dia mempertimbangkan kerugian, mintalah harga rendah untuk sewa. Jika itu karena kau takut pada pemilik, jangan khawatir. Aku akan membantumu.”

“Tidak apa-apa. Sementara aku disini, aku harus membayar sewa.” Joo Seung kembali masuk ke kamarnya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_180058[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_180103[1]

Soo Ji kesal dan mengumpat Joo Seung. Soo Ji tidak tahu kenapa semua penyewa seperti itu (tidak mau membantunya melawan ahjumma). Soo Ji lalu berjalan pergi.

Tak lama Joo Seung keluar lagi dari kamarnya dan memanggil Soo Ji. Joo Seung bertanya apakah Soo Ji butuh uang? Soo Ji yang matanya berbinar melihat uang yang dipegang Joo Seung, menyangkal.

Joo Seung bilang ahjumma bahkan menggedor-gedor pintu rumah Soo Ji bulan lalu. Soo Ji merasa malu, apa Joo Seung mendengarnya? Joo Seung mengangguk. Besok adalah tanggal bayar sewa dan Soo Ji memintanya untuk berdebat dengan ahjumma. Joo Seung menebak Soo Ji tidak punya uang untuk membayar sewa.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_180527Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_180534

Joo Seung mengulurkan uangnya, menawarkan pinjaman. Dengan tak enak hati Soo Ji pun meminjam 50 ribu dolar. Joo Seung memberikan uang itu. Soo Ji berterima kasih dan berjanji akan segera mengembalikannya. Tapi setelah Joo Seung pergi, Soo Ji memarahi dirinya sendiri yang meminjam uang dari Joo Seung.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_181224[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_181235

Joo Seung pergi ke kantor ahjumma. Ahjumma kesal melihat Joo Seung. Ahjumma kesal karena Joo Seung membuat dalam situasi sulit. Karena Joo Seung muncul di depan penghuni lain, masalah kebakaran yang seharusnya selesai dengan cepat jadi lebih rumit.

Joo Seung tak menanggapi ahjumma dan menyerahkan sejumlah uang. Wajah ahjumma yang awalnya kusut menjadi licin, ditambah dengan senyuman. Ahjumma menghitung uang itu.

Ahjumma bilang Joo Seung selalu membayarnya dengan uang pecahan 10 ribu won, tidak ada 50 ribu won ataupun cek. Joo Seung beralasan, itu karena ahjumma senang menghitung uang (jadi biar lebih banyak). Ahjumma tertawa.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_181534[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_181543[2]

Ahjumma lalu menyelipkan uang di saku jaket Joo Seung. Joo Seung bertanya untuk apa uang itu? Apakah sensor rusak dan dia harus menggantinya? Membersihkan tangga? Mengganti wallpaper? Membersihkan lantai?

Ahjumma mengelak. Ahjumma bilang jika seseorang mendengarnya, mereka pasti mengira ahjumma selalu menyuruh Joo Seung bekerja. Joo Seung bilang ahjumma memang selalu menyuruhnya bekerja. Ahjumma tertawa mengelak, kapan dia melakukannya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_181601[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_181606

Ahjumma lalu memastikan bahwa Joo Seung belum membuat laporan tentang tempat tinggalnya. Joo Seung memang belum melakukannya. Karena itu ahjumma meminta Joo Seung untuk jangan melapor dulu tapi katakan sudah pada orang lain.

Joo Seung mengerti. Ahjumma senang mendengarnya dan menyuruh Joo Seung kembali belajar.

***

Bersambung ke bagian 2~

Komentar:

Akh Soo Ji… tapi emang betul sih, apapun rela dilakukan asal bisa deket sama gebetan. Hehe…

Sayangnya Soo Ji tidak berpikir panjang untuk masalah ini. Padahal aku rasa Soo Ji bisa saja batal membeli sepeda itu. Kasih aja alasan mau pikir-pikir dulu atau lihat di tempat lain. Jangan langsung beli padahal uang gak cukup. Kan jadinya untuk bayar sewa rumah kurang.

Trus gak sukanya kenapa Soo Ji malah ngajak-ngajak penghuni lain untuk protes bareng dia ke ahjumma. Padahal yang lain gak ada masalah dan alasan Soo Ji sebenarnya agar dia bisa menunda bayar sewa. Jadi kayak ngajakin orang lain susah untuk kepentingannya sendiri. Gak suka sama sikap Soo Ji yang ini…

Tapi kata Irfa, Soo Ji ini sifatnya masih kekanak-kanakan, masih hidup di dunia dongeng. Soalnya kelamaan tinggal sendiri. Kalau kayak gini sih, baiklah, aku memahaminya. Hehe…

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD