Let’s Eat Season 2 | Episode 6 - 2

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_234430[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_234715[1]

Tak lama setelah Joo Seung keluar, Joo Wan masuk. Ahjumma heran anaknya itu belum pergi les. Dengan sumringah Joo Wan berkata kalau hari ini adalah hari ini harinya mendapatkan uang saku. Joo Wan mengulurkan tangan.

Ahjumma memasukkan sejumlah uang ke dalam amplop dan memberikannya pada Joo Wan. Joo Wan mengintip isi amplop itu. Mata Joo Wan terbelalak senang, menduga ibunya memberikan uang yang banyak untuknya. Ahjumma menjelaskan kalau itu adalah uang untuk gurunya di tempat les. Ahjumma menyuruh Joo Wan memberikannya, dan nanti dia akan memeriksanya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_235309[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_235315[2]

Joo Wan cemberut. Tambah cemberut ketika ahjumma hanya memberinya sedikit uang. Joo Wan minta nambah. Ahjumma kesal.

“Pergi! Apa kau lupa tentang kejadian rokok? Kita memutuskan untuk menahan uang saku, kan? Pergi sana. Cepat pergi.” Tak lupa ahjumma mengingatkan agar Joo Wan menghindari anak yang lebih besar di jalan.

Ahjumma mengeluh. Setiap bulan, sebelum dia bisa mencium aroma uang yang dia terima, uangnya keluar kembali. Ahjumma lalu berpikir akan membayar bunga pinjaman dari uang sewa Soo Ji.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_235629[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150426_235637[2]

Rapat selesai. Sang Woo permisi pergi duluan karena ada janji. Mata Soo Ji mengikuti Sang Woo yang berjalan pergi. Soo Ji menatapnya dengan terpesona. Hingga dia tak menyadari kalau ponselnya bergetar. In Ah menyadarkan Soo Ji dan memberitahu ada telepon masuk.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_001103[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_001529[2]

Soo Ji menjawab telepon. Ternyata itu adalah telemarketing dari bank, menawarkan Soo Ji untuk membuat kartu kredit. Soo Ji buru-buru menolak. Dia tidak bisa membuat kartu. Bukan karena tidak inni, tapi tidak bisa. Soo Ji meminta orang itu untuk jangan pernah menelepon lagi.

In Ah memuji Soo Ji benar-benar terlihat seperti seorang penulis dalam situasi seperti itu dengan pemilihan katanya. In Ah bilang jika dia lain kali mendapatkan telepon yang sama, dia akan menolak dengan cara itu.

“Tapi itu benar. Itu bukan bohongan, itu benar. Aku benar-benar tidak bisa membayar kartu yang lain sekarang.”

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_001609[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_001953

“Kenapa?”

“Itu karena aku seorang pekerja lepas, penghasilanku tidak tentu.”

In Ah masih penasaran, apa Soo Ji tidak bisa membuat kartu meski Soo Ji punya penghasilan? Soo Ji membenarkan. Jika bukan seperti itu, kenapa dia tidak membuat kartu. Sangat baaik untuk memisahkan pembayaran ke dalam beberapa bulan, jadi kenapa dia tidak membuat kartu jika bukan karena itu alasannya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_002637Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_002753[1]

In Ah lalu menawarkan bantuan untuk mencoba mendapatkan kartu untuk Soo Ji dari teman dekatnya yang seorang manajer di perusahaan kartu kredit. Soo Ji menolak, tapi In Ah bersikeras dan langsung menelpon temannya.

In Ah menjelaskan pada temannya bahwa dia mencoba untuk mendapatkan kartu kredit untuk seorang penulis (Soo Ji) yang bekerja bersamanya. In Ah juga menjelaskan kalau Soo Ji seorang pekerja lepas. Tapi karena penghasilan Soo Ji perbulan kurang dari 2.400.000 won, Soo Ji penyewa rumah bulanan, dan Soo Ji tidak punya asset, teman In Ah itu tidak bisa membuatkan kartu kredit.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_003328[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_003053

“Aku kan sudah bilang…” ujar Soo Ji.

In Ah pikir hanya orang dengan piutang buruk yang tidak bisa mendapatkan kartu baru. In Ah bergumam kalau dia kasihan pada Soo Ji. In Ah lalu pamit pergi duluan.

Soo Ji kesal. Dia sudah bilang kalau dia tidak bisa mendapatkan kartu baru, kenapa In Ah harus mencoba membantu dan mengungkapkan kondisi menyedihkannya pada orang asing yang adalah temannya? Soo Ji memberikan tinjunya pada In Ah yang sudah tak ada disana.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_003505[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_004120[2]

Sang Woo ternyata bertemu dengan Dae Young. Dia meminjamkan mobilnya pada Dae Young. Dia tidak bisa membiarkan Dae Young menaiki bus ke Seoul. Sang Woo bahkan menyuruh Dae Young untuk segera pergi karena Dae Young bilang dia sedang sibuk.

Dae Young berterima kasih. Dan karena Sang Woo harus pergi bekerja besok, Dae Young akan segera mengembalikan mobilnya. Tapi Sang Woo bilang Dae Young boleh memakai mobilnya sampai Dae Young mendapatkan bayaran. Sedangkan dia akan menggunakan mobil yang satunya lagi. Mobil dinas. Dan yang dipinjamkan pada Dae Young adalah mobil pribadinya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_004526[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_004630[2]

“Dalam lingkungan sosial, jika kau mengendarai mobil yang lebih baik daripada atasanmu, mereka akan tidak menyukaimu. Lebih dari itu, jika seorang pegawai negeri mengendarai sebuah mobil asing, orang-orang juga akan tidak menyukaimu.”

“Wow, bahkan mobil-mobilmu punya kehidupan ganda.” Canda Dae Young.

Lalu Dae Young bilang kalau dia pikir dia tidak bisa bermain sepak bola di akhir pekan ini karena sudah terisi penuh dengan acara pernikahan. Sang Woo memiting Dae Young, bahkan setelah dia meminjamkan mobil Dae Young tidak bisa bermain. Tapi Sang Woo bilang dia juga tidak bisa, sudah terisi penuh dengan kencan buta. Dia harus pergi ke 3 kencan buta di hari Sabtu.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_061614Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_061700[1]

Dae Young melihat Sang Woo sepertinya ingin menikah, karena Sang Woo rajin sekali pergi kencan buta. Sang Woo menyangkal. Tapi saat wanita itu punya pekerjaan bagus, latar pendidikan bagus, berasal dari keluarga yang baik, dan cantik, Sang Woo tidak punya alasan untuk menolak permintaan mereka.

Dae Young lalu mengajak Sang Woo dan pasangannya untuk bersepeda bersama jika mereka sudah nyaman satu sama lain. Sang Woo setuju dan menyuruh Dae Young mengajak Soo Ji karena Soo Ji sudah membeli sepeda baru. Sang Woo yang memilihnya.

Dae Young pun tahu kenapa Soo Ji ingin meminjam uang. Lalu Dae Young bertanya berapa harga sepeda itu. Dan Dae Young sangat terkejut mendengar harga sepeda itu adalah 1.000.000 won.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_062016[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_062227[2]

Soo Ji menaiki tangga menuju rumahnya. Langkah Soo Ji terhenti begitu melihat ahjumma yang sedang menekan bel pintu rumahnya. Soo Ji mengintip dari bawah. Sedangkah ahjumma merasa aneh pada Soo Ji yang tidak juga membuka pintu padahal dia merasa Soo Ji ada di dalam.

Ahjumma pun bertanya-tanya, apakah Soo Ji pergi ke suatu tempat? Ahjumma mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Soo Ji. Tentu saja ponsel Soo Ji berdering dan ahjumma mendengarnya. Ahjumma menggedor pintu rumah Soo Ji dan berteriak kalau dia tahu Soo Ji ada di dalam.

“Kau harus membayar sewa. Sewa! Penulis!” Ahjumma terus berteriak.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_062538Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_062544[1]

Soo Ji yang buru-buru keluar karena takut ketahuan bertemu Dae Young yang mengendarai mobil Sang Woo. Dae Young bilang dia memang meminjam mobil Sang Woo. Dae Young bertanya apa yang terjadi. Belum sempat Soo Ji menjelaskan, ahjumma keluar dari gedung.

Soo Ji langsung naik ke mobil dan meminta Dae Young menjalankannya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_062555Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_062715[2]

Ahjumma yang tak berhasil menemui Soo Ji kembali ke kantornya. Soo Ji dan Dae Young ternyata parkir tak jauh dari kantor ahjumma. Soo Ji merasa lega melihat ahjumma masuk ke kantornya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_063523Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_063748[1]

Dae Young pun bertanya apakah Soo Ji menghindari ahjumma? Soo Ji membenarkan, karena dia belum membayar sewa. Dae Young heran, bagaimana bisa Soo Ji membeli sepeda seharga 1 juta won saat dia sendiri tidak bisa membayar sewa. Soo Ji terkejut Dae Young mengetahuinya, dan segera sadar kalau Sang Woo yang memberitahu Dae Young.

Dae Young menyuruh Soo Ji segera mengembalikan sepeda itu dan membayar sewa. Soo Ji tidak mau. Sebelumnya dia sulit mengejar kecepatan Sang Woo dengan sepeda yang dia kayuh terakhir kali. Saat itu hanya dia yang tertinggal di belakang. Jadi Soo Jin berpikir dia harus punya sepeda bagus dulu.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_064023[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_064732[1]

“Tukang kayu yang tidak ahli menyalahkan peralatannya? Kau pikir kau tidak bisa menikah hanya karena kau punya sepeda jelek, kan? Pergilah dan kayuh sepeda seharga ribuan atau puluhan ribu. Maksudku adalah..bersikaplah berdasarkan apa yang kau miliki.”

“Apa? Apa kau mengatakan bahwa aku tidak bisa menikah bukan karena sepeda tapi karena aku seorang yang buruk? Hei. Saat aku mencoba bertemu dengan pria yang bukan standarku, bagaimana bisa aku bersikap berdasarkan standarnya.”

“Apa kau harus bertindak sejauh itu untuk menikah? Tapi apa kau seorang ‘gadis doenjang’ yang berhemat dalam keperluan untuk membeli barang mewah?”

“Menyebutkan kiasan semacam itu untuk mengkritik seorang wanita adalah kegemaran pria, kan? Berapa banyak pernikahan yang tidak mempertimbangkan level pasangan? Benar. Jika apa yang aku lakukan dipertimbangkan sebagai menjadi seorang ‘gadis doenjang’, kau benar. Aku sudah mengatakannya padamu saat itu! Satu-satunya hal yang bisa merubah kehidupanku adalah pernikahan!”

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_065404[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_065810

“Bahkan jika kau bicara seperti itu, Sang Woo tidak akan menikahimu, lupakan tentang berkencan denganmu. Sang Woo pergi ke kencan buta akhir minggu ini dengan wanita yang berasal dari keluarga baik, punya pekerjaan bagus, dan punya pendidikan bagus. Pada akhirnya seorang pria dengan spesifikasi bagus terbatas untuk bertemu seorang wanita dengan spesifikasi bagus. Kisah Cinderella hanya terjadi dalam dongeng atau drama. Kau tahu bahwa bahkan Cinderella juga berasalah dari keluarga bangsawan, kan? Jika Cinderella adalah rakyat jelata, dia tidak akan diundang ke pesta dansa.”

“Kau pikir aku tidak tahu?! Itu tidak seperti kau tidak tahu saat kau memutuskan untuk membantuku. Lihat saja. Meskipun dengan rintangan itu, aku akan membuatnya terjadi.”

Soo Ji yang berkaca-kaca lalu keluar dari mobil. Dae Young kesal dan berkata sendiri. Menyuruh Soo Ji melakukan apapun yang dia inginkan. Dia tidak bisa bicara pada Soo Ji karena dia tidak bisa melaluinya.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_071920Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_071147[1]

Hye Rim mengangkut air mineral dari pintu depan ke dekat kasir. Dan ternyata ada Dae Young disana yang sedang minum bir sebelum dibayar. Kemudian Dae Young membantu Hye Rim mengangkut air mineral itu. Hye Rim berbinar, dia bilang akhirnya Dae Young mulai menyukainya. Dan Hye Rim menggunakan kesempatan itu untuk meminta bantuan yang lain pada Dae Young dengan alasan lengannya sakit.

Tapi Dae Young tahu Hye Rim hanya pura-pura. Dae Young sudah bilang kalau hal-hal seperti itu tidak akan berhasil padanya. Dae Young heran kenapa Hye Rim bekerja sendirian, kemana pria-pria yang itu?

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_071320[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_071858[2]

Hye Rim bilang mereka pasti sedang belajar untuk ujian tengah semester jadi mereka pasti sibuk. Dae Young pun bertanya lagi, apakah Hye Rim bisa bekerja paruh waktu tanpa belajar.

“Apa gunanya belajar? Bagaimanapun juga, orang yang lulus dari sekolah di daerah akan mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan. Daripada jadi stress, aku berpikir untuk menikmati hidup dan menjalani hidup seperti itu. Dan jika kau mendapatkan pekerjaaan dengan bayaran 1.500.000 won, maka itu bagus.”

“Apakah kau belum dewasa atau apakah kau tidak punya mimpi…” gumam Dae Young.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_072326Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_072401[2]

Gantian Hye Rim yang bertanya, kenapa Dae Young minum bir di swalayan sendirian, apa Dae Young tidak berkencan?

“Kenapa aku harus berkencan? Kebanyakan wanita mengharapkan pernikahan saat mereka berkencan. Aku tidak punya pemikiran untuk menikah.”

“Kenapa?”

“Kenapa aku ingin membuat seseorang menderita saat kondisiku seperti ini? Daripada dua orang menderita, lebih baik aku menderita sendirian. Benar kan?”

Hye Rim mengangguk dan gantian menyindir, “Apakah kau realistis atau kau tidak punya keinginan…”

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_072927[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_072803[1]

Dae Young menghentikan Hye Rim bicara dan memintanya untuk menghitung apa yang dia beli. Lalu Hye Rim bilang dia akan mentraktir Dae Young makan malam karena Dae Young sudah membantunya. Dae Young bertanya apakah dia boleh makan makanan yang mahal? Tentu tidak. Hye Rim menyuruh Dae Young memilih makanan di dalam swalayan.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_132252Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_132258[1]

Di meja sudah ada beberapa makanan yang Dae Young dan Hye Rim ambil untuk makan malam mereka. Beberapa makanan instan dan ada satu kotak bento dengan 9 makanan didalamnya.

Dae Young bilang makan seperti itu saja sudah enak, tapi mereka bisa mengubah makanan swalayan menjadi sesuatu yang lebih baik. Hye Rim menanyakan bagaimana caranya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133036[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133042

Dae Young menambahkan kimbap segitiga ke dalam tteukbokki instan, mencampurnya dan diberikan keju di atasnya. Lalu dipanggang di dalam microwave. Setelah jadi, Dae Young memberitahu makanan itu telah berubah menjadi risotto tteukbokki.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133056[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133105

Dae Young melelehkan keju, lalu menuangkannya ke atas snack kentang. Jadilah kentang goreng keju Australia. Dae Young menambahkan sosis dan dumpling ke dalam ramen lalu memanaskannya. Jadilah sup sosis dan sup dumpling. (campur-campur makanan swalayan kayak gini tuh ngingetin sama temannya Min Goo di Plus Nine Boys.. tiap makan hobinya gitu..)

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133413[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133419[2]

“Wow.. aku tidak pernah tahu makanan swalayan bisa berubah seperti ini. Shiksa-nim, kau hebat!”

Hye Rim tampak sangat kagum. Dae Young lalu mengajaknya segera makan.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133655Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133701[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133710Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133715[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_134107[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133724[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133733Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133735Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133753[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133755

Dae Young dan Hye Rim makan dengan lahapnya. Bahkan mereka menyeruput habis kuah sup dari gelasnya.

Terakhir Dae Young membuatkan hidangan pencuci mulut untuk mereka berdua dari es krim gelas biasa dengan tambahan sirup dan remahan biscuit di atasnya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_133807Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_134810

Hye Rim kembali kagum, karena es krim itu tampak seperti affogato. Dae Young menyuruh Hye Rim mencicipinya. Hye Rim tidak akan cemburu dengan coffe shop di hotel mewah. Hye Rim pun mencicipinya dan menyukainya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_162151[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_162258

Dae Young kagum pada Hye Rim yang benar-benar kurus padahal dia makan banyak. Dae Young menanyakan berapa yang harus dia bayar untuk makan malam mereka. Hye Rim sudah membayarnya. Dae Young terkejut Hye Rim benar-benar membayarnya.

“Tentu saja. Aku dengar pria kadang-kadang benar-benar jatuh cinta pada gadis yang membayar duluan.”

Dae Young menatap Hye Rim dengan heran. Tapi melihat tatapan Dae Young itu menandakan Dae Young sudah jatuh cinta padanya. Dae Young mendorong jidat Hye Rim, tanda Hye Rim sudah bicara omong kosong. Dae Young lalu berjanji akan mentraktir Hye Rim makanan enak lain kali.

Hye Rim senang mendengarnya. sebenarnya dia membayar makanan mereka dengan poin yang dia punya, tapi dia mendapat kencan dengan Dae Young juga. Dae Young bergumam, jika saja Baek Soo Ji seperti Hye Rim, dia tidak akan khawatir.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_163905[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_163916

Soo Ji sedang membersihkan ban sepedanya. Lalu sebuah pesan masuk, dari ahjumma. Dalam pesan ahjumma bertanya kenapa Soo Ji tidak menjawab telponnya.

“Kau akan membayar sewamu hari ini, kan? Jika terlambat, keadaanmu akaan menjadi sulit. Kau harus membayarnya hari ini!”

Soo Ji menangis. Menyadari tentang kesalahannya membeli sepeda itu. Soo Ji lalu membawa sepeda itu keluar.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_163143Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_163148

Dae Young yang sedang berjalan mendengar suara yang sangat dia kenal dari sebuah toko. Dae Young mundur dan melihat Soo Ji di toko sepeda.

Soo Ji mencoba mengembalikan sepeda itu. Soo Ji mengatakan pada pemilik toko bahwa dia sudah membersihkan sepeda itu sendiri, Soo Ji hanya mengayuhnya satu kali dan bahkan membawanya kesana dengan diangkat.

Pemilik toko kesal, dia sudah berulang kali mengatakan, kecuali ada kerusakan pabrik, meskipun Soo Ji hanya pernah mengayuhnya sekali atau dua kali, sepeda itu tidak bisa dikembalikan.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_163448Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_163706[1]

“Kalau begitu, aku akan menjualnya sebagai sepeda bekas. 900 ribu won?”

“Ah, benar-benar. Kau pikir tokoku adalah pedagang sepeda bekas atau semacamnya?”

Soo Ji masih tidak menyerah dan menurunkan harga hingga 600 ribu won. Tapi pemilik toko tetap tidak mau dan menyuruh Soo Ji keluar, bahkan mengancam akan memanggil polisi. Dae Young yang melihatnya dari luar menyebut Soo Ji bodoh.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_164326[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_164337

In Ah sedang memandangi seorang pemuda yang sedang merapikan buku di perpustakaan. In Ah senyum-senyum sendiri, bahkan tak sadar saat Sang Woo menyapanya dan keceplosan bilang kalau dia suka pemuda itu. Begitu sadar In Ah segera menjelaskan dengan terbata kalau maksud dia adalah menyukai wajah mudanya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_170540[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_170653[2]

Sang Woo tak memperpanjang hal itu. Sang Woo melihat para pemuda itu sepertinya sedang merapikan buku-buku donasi. Sang Woo bilang saat dia masih belajar untuk ujian pegawai negeri, dia biasanya membaca banyak novel untuk mendinginkan kepala. Dan sekarang rasanya dia belum pernah membaca novel satupun.

Sang Woo lalu mengambil satu novel dari keranjang di dekatnya. Itu adalah novel Soo Ji. Sang Woo membuka-buka novel itu.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_170857[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_171115[1]

Soo Ji keluar dari rumah dan menuruni tangga. Tapi kemudian Soo Ji naik lagi dengan cepat dan berbaring ditangga menuju ke atas. Rupanya ahjumma Mi Ran sedang naik dan menuju rumahnya.

Ahjumma memencet bel dan menggedor pintu rumah Soo Ji. Dia berteriak kalau dia tahu Soo Ji ada di dalam dan bertanya apa Soo Ji tidak akan membayar sewa? Ahjumma mengancam, jika Soo Ji tidak membayarnya hari ini dia benar-benar akan mengeluarkan semua barang milik Soo Ji.

Tak mendapat jawaban dari Soo Ji, ahjumma menggedor dan memencet bel lagi. Masih tak ada jawaban, ahjumma pun bertanya-tanya apakah Soo Ji benar-benar tidak ada di dalam dan sudah pergi bekerja? Ahjumma kesal, bagaimana bisa pemilik rumah datang dan memohon-mohon untuk uang sewa. Ahjumma turun. Soo Ji bangun dan mengintip ahjumma.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_171531[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_171607[1]

Ahjumma lalu bertamu ke rumah nenek. Ahjumma berbasa-basi menanyakan keadaan nenek, apa nenek kesepian? Haruskah dia bermain kartu dengan nenek? Ahjumma bahkan mempertanyakan nenek yang sudah lama tidak datang ke kantor dan menggunakan computer. Ahjumma bilang kemampuan nenek akan bertambah jika nenek berlatih.

“Jangan berputar-putar dan langsung pada intinya. Apa yang kau inginkan? Uang?”

Ahjumma tertawa, lalu membenarkan. Sebagai orang yang sudah tua ternyata firasat nenek masih bagus.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_172056Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_172150

Nenek bertanya berapa uang yang ahjumma butuhkan. 300 ribu won. Ahjumma berjanji akan membayar nenek setelah Soo Ji membayar uang sewa. Nenek menyuruh ahjumma masuk karena dia sedang beres-beres. Ahjumma ikut nenek masuk dan menawarkan diri untuk membantu.

Setelah mereka masuk, Soo Ji segera berlari turun.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_173332[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_173829

Joo Wan sedang bermain game di ponsel di kantor ibunya saat Joo Seung masuk. Joo Seung menanyakan ahjumma, tapi Joo Wan bilang dia tidak tahu (menggunakan bahasa informal). Karena ahjumma tidak ada, Joo Seung hendak pergi, tapi tidak jadi.

Joo Seung bertanya kenapa Joo Wan selalu menggunakan bahasa informal padanya. Tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel, Joo Wan beralasan itu karena Joo Seung adalah orang yang menyewa rumah ibunya. Joo Seung kesal dan menjitak kepala Joo Wan.

Joo Wan berteriak kesal kenapa Joo Seung memukul kepalanya dan mengancam akan mengadukan hal itu pada ibunya. Joo Seung mempersilahkan, jika Joo Wan melakukannya dia akan menggunduli Joo Wan.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_175125[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_174822[2]

“Aku juga akan memberitahu ayahku. Ayahku sangat menakutkan!”

“Aku lebih menakutkan. Pernahkah ayahmu membunuh seseorang? Aku pernah. Hati-hatilah.”

Joo Seung lalu pergi setelah sebelumnya menakut-nakuti Joo Wan. Tapi Joo Wan tidak takut, dia malah tersenyum sinis dan berkata kalau dia juga sekarang sudah membunuh lebih dari 300 orang. Dan maksudnya adalah game yang sedang dia mainkan.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_175243[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_175248[1]

Soo Ji berjalan menuju gedung pemerintahan. Kemudian terdengar seseorang memanggil namanya, Baek Soo Ji. Soo Ji menoleh dan tertegun melihat Sang Woo. Sang Woo yang memanggil namanya.

Melihat Soo Ji seperti itu, Sang Woo heran. Soo Ji menjelaskan bahwa itu adalah pertama kalinya Sang Woo memanggil namanya. Sang Woo menyadarinya. Lalu karena mereka masih punya waktu sebelum rapat dimulai, Sang Woo mengajak Soo Ji minum teh bersama.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_175534[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_175718[1]

Saat minum teh di taman, Sang Woo menunjukkan novel Soo Ji yang dia bawa. Sang Woo meminta Soo Ji menandatanganinya. Sang Woo menjelaskan bahwa dia kebetulan melihatnya dan ternyata isi novel itu menyenangkan sehingga dia menyelesaikan semuanya hanya dalam satu kali duduk.

“Saat aku melihatmu, kau terlihat sangat tenang sehingga aku tidak menyadari kau bisa menulis buku yang menarik. Setiap kali aku melihatmu, aku pikir disana selalu ada sesuatu yang berbeda. Seperti saat kita mengayuh sepeda terakhir kali.”

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_180028[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_180606[1]

Sang Woo meminta Soo Ji segera menandatangani novel itu. Soo Ji mengambil pulpen. Butuh beberapa lama untuknya menandatangani novel itu karena itu adalah pertama kalinya.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_180223Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_180238[2]

Sang Woo tampak senang mendapat tanda tangan Soo Ji. Dia bahkan meminta Soo Ji memberitahunya jika Soo Ji menulis novel lagi dan dia meminta ijin untuk meminta tanda tangan Soo Ji lagi. Dengan antusias Soo Ji mengiyakan.

Sang Woo memandangi novel Soo Ji itu dan berkata bahwa dia akan menyimpannya sebagai barang berharga. Sang Woo membahas foto Soo Ji yang nampak berbeda, Soo Ji bilang itu photoshop.

Novel Soo Ji itu berjudul ‘Kupu-kupu’.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_201430[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_201438

Dae Young bertemu Taek Soo di toilet. Awalnya Dae Young hendak menghindari berbicara banyak dengan Taek Soo, tapi kemudian Dae Young memikirkan sesuatu. Dae Young mulai menyebut Taek Soo ynang tak seperti fit dulu lagi. Dae Young menyarankan Taek Soo untuk berolahraga daripada minum sepanjang waktu. Membeli sepeda atau yang lainnya.

Dae Young bilang kalau dia punya kenalan yang menjual sepeda bagus. Apa Taek Soo ingin membelinya? Mendengar harganya 1 juta won, membuat Taek Soo menggeleng.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_201543[1]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_202015[2]

“Hyung, mengayuh sepeda itu sehat untukmu dan karena itu membuatmu hemat uang bensin, itu juga membantumu secara financial. Termasuk biaya gym dan harga bensin, itu tidak mahal sama sekali.”

“Tapi tetap saja 1 juta won itu terlalu mahal.”

Dae Young kembali meyakinkan kalau Taek Soo itu perlu mengayuh sepeda yang bagus. Cara itu sebetulnya membantu Tae Soo berolahraga dan mencegah kecelakaan. Lagipula Tae Soo punya uang yang dia sembunyikan dari istrinya. Jadi kenapa Taek Soo tidak memberikan hadiah kesehatan untuk dirinya sendiri.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_202335[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_202030[1]

Taek Soo tetap tidak mau. Akhirnya Dae Young mengeluarkan jurus terakhirnya. Jika Taek Soo membeli sepeda itu, dia memperbolehkan Tae Soo untuk datang ke rumahnya kapanpun Taek Soo mau dan Dae Young tidak akan kesal karenanya.

Taek Soo sumringah, “Kau serius? Kalau begitu, aku akan membelinya. Berapa kode rumahmu?”

Dengan sedikit tak rela Dae Young memberitahu bahwa kode rumahnya adalah 7504. Taek sungguh senang.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_202902[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_202925

Soo Ji berjalan pulang dengan riang. Dia mendapat telepon dari Dae Young yang ingin mengatakan sesuatu. Soo Ji bilang kalau dia juga ingin mengatakan sesuatu, lalu mengajak Dae Young bertemu.

Soo Ji menunggu Dae Young dengan tak sabar di depan gedung villa. Begitu mobil Dae Young terlihat, Soo Ji langsung mencegat dan menyuruh Dae Young untuk segera turun.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_203042[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_203303

Dengan antusias Soo Ji bercerita kalau dia dan Sang Woo minum teh berdua. Sang Woo juga membaca novelnya. Dan Sang Woo bilang novelnya menyenangkan sehingga dia membacanya dalam sekali duduk, bahkan Sang Woo meminta tanda tangannya. Dae Young mengucapkan selamat.

“Ap yang kau katakan? Kisah Cinderalla tidak akan jadi nyata? Jika ada sepatu kaca untuk Cinderella, maka aku punya novel.”

“Hei, aku juga punya berita bagus. Aku menjualnya, sepedamu.” Dae Young tersenyum senang.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_203554[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_203905[2]

“Benarkah? Wow, aku memang akan menjualnya. Terima kasih. Tapi…Sang Woo menantikan novelku yang berikutnya. Apa yang harus aku lakukan?”

Soo Ji masih berbahagia, sehingga tanggapannya pada Dae Young hanya seperti itu saja. Dae Young menambahkan ceritanya bahwa dia menjual sepeda Soo Ji tanpa mendiskon meski hanya 100 ribu won.

Tapi Soo Ji hanya berterima kasih, lalu membicarakan Sang Woo lagi, bahwa dia akan mencoba menulis lagi untuk Sang Woo. Soo Ji bilang melihat dari sudut pandang pembaca, sepertinya dia menyia-nyiakan tulisannya. Dan dia harus merenungkannya. Dae Young menatap Soo Ji dengan canggung karena diabaikan.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_204417Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_204706[2]

Joo Seung lewat. Dae Young ingin memanggilnya, tapi Joo Seung cuek. Soo Ji lalu meminta uang 50 ribu won pada Dae Young. Saat Dae Young mencoba melihatnya di dompet, Soo Ji langsung mengambilnya sendiri. Soo Ji berterima kasih dan menyuruh Dae Young mengambil gantinya dari uang sepeda. Soo Ji segera berlari menyusul Joo Seung.

“Wah..aku menjual sepedamu, tapi hanya itu semua rekasi yang aku dapatkan? Membuat keributan hanya karena dia membanca novelnya. Ish..”

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_204922Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_205138[1]

Soo Ji mengejar Joo Seung ke atap. Soo Ji mengembalikan uang yang dia pinjam pada Joo Seung. Soo Ji meminta maaf. Meskipun dia tidak punya uang, dia tidak seharusnya meminjam dari Joo Seung.

Joo Seung bilang tidak apa-apa, Soo Ji bisa mengembalikannya pelan-pelan. Joo Seung mengembalikan kelebihan uang yang diberikan Soo Ji. Tapi Soo Ji bilang itu bunganya, Soo Ji menyuruh Joo Seung menggunakan uang itu untuk membeli minuman saat Joo Seung belajar.

“Kumpulkan semua kekuatan untuk impian kita. Semangat.” Soo Ji memberikan semangat.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_205515Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_205520[1]

Setelah Soo Ji turun, Joo Seung membawa uang itu ke dalam kamarnya. Dia menutup korden jendela. Lalu membuka selimut yang menutupi kasur. Ada banyak uang disana! Joo Seung melemparkan uang yang tadi diberikan Soo Ji ke atas tumpukan uang di atas kasur.

Joo Seung memandangi uang itu.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_211058Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_211156

Soo Ji menulis sebuah memo dan menempelkannya di samping layar computer.

“Untuk Sang Woo yang menunggu karyaku.. Semangat.”

Dan dengan semangan itu, Soo Ji mulai menulis sesuatu.

***

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_211302[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_211358

Dae Young pergi ke tempat penyewaan buku. Dae Young menanyakan pada pemilik, apakah ada novel pemenang lomba tahun 2008? Mungkin karena sudah lama jadi tidak ada di toko buku. Pemilik tempat tidak yakin dan mempersilahkan Dae Young mencarinya sendiri di rak buku bagian literature.

Melihat banyaknya buku yang ada disana, Dae Young menciut. Akan sulit mencarinya. Dae Young permisi pergi.

Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_211617[2]Lets.Eat.S2.E06.mkv_20150427_211754[2]

Tapi ternyata, Dae Young kembali dan berhasil menemukan novel Soo Ji. Dae Young membaca novel Soo Ji dan tersenyum.

***

Bersambung ke episode 7~

Komentar:

Bener kan Joo Seung menyembunyikan sesuatu. Uang! Pantes aja dia selalu bayar sewa pakai pecahan uang yang sama. Dari mana ya uang itu? Apalagi yang dia bilang pada Joo Wan kalau dia pernah bunuh orang kayaknya bukan isapan jempol doang deh..

Dan terima kasih, akhirnya Soo Ji sadar kalau dia telah melakukan kesalahan dengan membeli sepeda itu. Hehe..

Comments

  1. Dulu season 1 Dae Young mau bantu pengacara Kim deketin Soo Kyung malah dia kecantol sama Soo Kyung, sekarang di season 2 dia mau bantu Soo Ji deketin Sang Wo malah dia kecantol sama Soo Ji tepok jidat...
    Aku penggemar season 1 jadi kurang sreg kalau Dae Young suka sama Soo Ji kasian Soo Kyung Noona..

    ReplyDelete
  2. Sebenarnya lebih suka yg season 1,,, tp karena ada dujun oppa, tetap harus ditonton ini drama... :D :) <3

    ReplyDelete
  3. Makasih sinopnya Mbak mumu..
    Ita lebih semangat baca yg season 1, kenapa ya?
    Mungkin ceritanya lebih ringan, banyakan makan2nya, dae young nya jg banyak senyum, kliatan jahil dan ceria.
    Entahlah..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts