Let’s Eat Season 2 | Episode 10 - 1

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1535092Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1535262

Joo Seong keluar dari vila dengan membawa koper hitam besar. Happy menyalak pada Joo Seong yang lewat di depannya. Joo Seong menghentakkan kaki, membuat Happy ketakutan dan segera berlari.

***

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_153906Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1539072

Pagi-pagi, Soo Ji bertamu ke rumah Dae Young dan mengajaknya makan Gob Chang (usus). Soo Ji ingin makan Gob Chang tapi tidak mau makan sendirian. Ternyata Dae Young juga ingin makan Gob Chang setelah menonton acara TV semalam, sama dengan Soo Ji. Bahkan Dae Young mencari restoran Gob Chang yang buka 24 jam semalam.

Dae Young meminta waktu untuk membersihkan diri. Soo Ji memberi waktu 10 menit, dan dia akan menunggu di luar. Tapi ternyata, membersihkan diri ala Dae Young hanyalah membersihkan wajah dengan tisu. Ha!

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_162343Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1629212

Dae Young dan Soo Ji sudah ada di restoran usus. Mereka sedang memanggang ususnya. Dae Young senang karena apinya bagus. Sedangkan Soo Ji senang sekali mendengar suara berdecik usus yang dipanggang. Tapi bukan Soo Ji dan Dae Young namanya jika mereka makan tanpa berdebat tentang gaya menikmati makanan.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1832361Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1834401

Dae Young suka meletakkan sayuran di atas panggangan agar usus dan sayuran bisa dimakan dengan harmonis. Kedua rasa bisa didapatkan dan juga mendapatkan kedua nutrisinya. Itu seperti mengambil daging dan memakannya di sayuran. Soo Ji tidak melakukan seperti yang Dae Young sebutkan. Soo Ji bilang ketika daging yang dimakan tidak cukup untuk memuaskan, maka sayuran digunakan agar merasa kenyang.

Soo Ji berkeras kalau di panggangan hanya boleh ada daging, bawang ataupun sayuran terlarang untuk masuk ke dana. Sedangkan Dae Young berkeras, kedua bahan saling mendukung untuk rasa yang enak.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1905112Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1905302

Dan akhirnya, Soo Ji memutuskan untuk membuat batas di atas panggangan. Setengah untuk Dae Young, setengah untuk Soo Ji. Aturannya, jika sayuran Dae Young masuk ke area Soo Ji maka Soo Ji akan membuangnya. Dan jika usus milik Soo Ji melewati batas maka Dae Young akan mengambilnya.

Tapi ternyata mereka punya kesamaan tentang nasi. Mereka sama-sama ingin langsung makan nasi dengan daging. Lalu, acara makan-makan pun dimulai.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1849401Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1850052Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_185024Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1850391Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_185051Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1851242Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1851331Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1851551Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_185218Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1852262Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1852362Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_185253Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_185330Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_185345

Dan berakhir dengan Soo Ji yang tersenyum puas karena dia sudah merasakan semua yang dia inginkan.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1913561Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1914031

Ah, ternyata belum selesai, Soo Ji masih menikmati sisa-sisa nasi yang ada di panggangan. Dae Young yang merasa heran dengan Soo Ji yang tiba-tiba makan dengan bebasnya bertanya, apakah Soo Ji sekarang makan apapun yang dia inginkan karena telah berhasil menangkap ikan? Soo Ji tak mengerti maksud Dae Young.

“Kau bilang kau diet ketika kau menyukai Sang Woo, tapi sekarang setelah kau berkencan, kau bisa makan apa pun yang kau inginkan?”

“Apa yang kau bicarakan? Aku masih diet! Tapi, aku tidak bisa makan ketika aku bertemu Sang Woo, jadi aku makan terlebih dahulu.”

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1916111Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1929402

Dae Young semakin heran kenapa Soo Ji tidak makan saat bersama Sang Woo. Seperti yang Dae Young tahu, Sang Woo tidak banyak makan jadi Soo Ji pikir Sang Woo juga tidak cepat lapar. Dae Young tak percaya, apa Soo Ji pikir orang tidak bisa makan hanya karena nafsu makan yang kecil? Jadi apakah Soo Ji tidak pernah makan saat kencan?

Soo Ji mengangguk. Dae Young semakin tak percaya, dia mengira Sang Woo itu tipe pria yang gentle, tapi ternyata tidak.

“Pikirkan urusanmu sendiri. Tidak masalah jika aku kelaparan!” Soo Ji kesal Dae Young mengatai kekasihnya. “Kehadiran Sang Woo sendiri membuatku kenyang.”

“Baiklah kalau begitu. Kau beruntung bertemu orang yang mengagumkan.”

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1922332Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_192323

Dae Young tak mau berdebat. Dia lalu mengajak Soo Ji pulang. Soo Ji sedikit kesal karena dia belum selesai makan. Tapi Dae Young sudah menuju kasir. Soo Ji menyusul Dae Young ke kasir, Soo Ji bilang dia yang akan membayar. Dae Young menolak, Soo Ji membelikan dia makanan lain yang lebih enak. Tapi Soo Ji bersikeras. Dae Young lalu menyebut Soo Ji pelit.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_193244Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1932521

Melihat Soo Ji dan Dae Young yang berdebat, sang kasir menebak kalau mereka pasti sedang berbulan madu. Soo Ji dan Dae Young terkejut mendengarnya. Kasir bilang dia bisa menebak hanya dengan melihatnya saja, bahwa mereka berdua datang untuk makan gobchang setelah malam yang panjang dan melelahkan.

“Itu adalah waktu yang baik dalam kehidupan. Aku cemburu.” Ujar si kasir.

Soo Ji dengan cepat menyangkal, mereka hanya teman. Bahkan Soo Ji menjelaskan kalau dia sudah punya kekasih yang seorang pegawai negeri.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_193520Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1935311

“Tuan, lelucon anda terlalu kasar. Apakah anda mencoba untuk menghambat prospek perkawinanku?” ujar Dae Young kesal.

Dae Young lalu keluar duluan, dia merasa bau daging dan ingin segera membersihkan badan. Si kasir meminta maaf pada Soo Ji saat mengembalikan kartu milik Soo Ji.

***

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1939001Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_194238

Joo Seong sedang membersihkan diri di pemandian umum (atau sauna?). Joo Seong menggosok seluruh badannya dengan sangat kasar, seperti ingin membersihkan kotoran yang benar-benar kotor dari badannya.

Sementara itu di televisi diberitakan bahwa ditemukan sebuah koper besar bersisi tubuh terpotong-potong di Joongang, dan polisi sedang memulai penyelidikan. Identitas korban tidak diketahui, tapi korban yang seorang wanita itu diperkirakan berumur sekitar 20 tahun-an.

***

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1946031Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_1946151

Nenek belanja di swalayan bersama Ahjumma dan Joo Wan. Ahjumma bertanya pada Joo Wan apa yang Joo Wan inginkan untuk hadiah Hari Anak. Ahjumma membolehkan Joo Wan memilih apapun yang dia inginkan. Tapi tidak ponsel baru karena Joo Wan sudah punya satu sekarang, tidak juga buku komik atau uang tunai. Ahjumma akan memberikan apapun kecuali yang disebutkan tadi.

Nenek menyindir, Ahjumma bilang Joo Wan boleh memilih apapun tapi Ahjumma juga bilang tidak untuk semuanya. Tapi Joo Wan bilang dia juga tidak menginginkan hal-hal tadi dan tidak menginginkan uang tunai.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150510_194824Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_201507

Ahjumma tertawa senang, “Kau dengar itu? Anak kami jelas berbeda dari yang lain! Dia sudah begitu dewasa! Aigo..apa yang kau inginkan, anakku?”

“Libur satu hari. Dapatkah aku bolos bimbingan selama sehari?”

Tentu saja Ahjumma menentang dengan keras. Nenek heran les tetap buka bahkan pada Hari Anak. Ahjumma bilang tidak ada hari libur untuk belajar, dan mereka akan kehilangan banyak uang jika bolos meskipun satu hari.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_201711Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_201830

Joo Wan nawar, dia minta ijin untuk bolos saat pelajaran Bahasa Inggris saja. Tapi Ahjumma tetap menentang. Karena Joo Wan berteriak marah, Ahjumma akhirnya memberikan beberapa lembar uang pada Joo Wan dan menyuruhnya untuk membeli apapun yang dia inginkan. Tapi Joo Wan harus pergi les.

Joo Wan pergi dengan cemberut. Tapi setelah ibunya tak kelihatan, Joo Wan tertawa senang. Ternyata tadi hanya rencananya untuk mendapatkan uang dan membeli apapun yang dia inginkan.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_2019372Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_201946

Ahjumma dan nenek kembali berjalan. Nenek lalu melihat Joo Seong di bagian pembersih lantai. Nenek heran apa yang sedang dilakukan Joo Seong disana. Ahjumma bilang mungkin Joo Seong ingin membeli sesuatu. Ahjumma lalu pergi ke area yang sedang memberikan diskon.

“Ini menghilangkan bau dalam satu kali percobaan.” Joo Seong membaca keterangan yang ada di botol pembersih.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_2021531Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_2023261

Nenek menyapa Joo Seong dan menanyakan apa yang Joo Seong beli. Joo Seong bilang dia berencana untuk membersihkan kontainer. Joo Seong segera pergi sebelum nenek menanyakan hal lain. Nenek berteriak kenapa Joo Seong membeli semua itu untuk membersihkan kontainer yang ukurannya kecil. Nenek juga heran Joo Seong membeli semua itu ketika dia tidak punya uang.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_2044492Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_204457

Joo Seong lalu menyikat kamar mandi sepenuh tenaga. Kemudian dia tersenyum menyeringai.

***

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_2112222Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_211215

Saat rapat, In Ah terus memperhatikan Sang Woo dengan tatapan kecurigaan (apa kemarahan ya? Hehe..). Sang Woo memberitahu Soo Ji bahwa chef China akan melihat hasil kerja Soo Ji. Dia juga memberikan berkas tentang permintaan Kimchi yang dikirim ke Inggris, dan berkas tentang perubahan budaya makanan selama periode Tiga Kerajaan. Sang Woo meminta Soo Ji dan In Ah melihatnya dengan cermat dan memberikan pendapatnya.

Berbeda dengan In Ah, Soo Ji menatap Sang Woo dengan hati berbunga-bunga. Sang Woo lalu menerima telepon yang mengharuskannya bertemu dengan Direktur Park. Sang Woo pun permisi sebentar.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_211653Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_2144022

Setelah Sang Woo keluar, In Ah mencibir bahwa Sang Woo sedang berusaha keras untuk pulang lebih cepat. In Ah bilang Sang Woo mungkin memiliki kencan karena besok adalah hari libur. Soo Ji pura-pura tak mengerti.

“Petugas administrasi memiliki pacar.” Ujar In Ah kesal. “Karena dia memiliki pacar, dia berhenti bertemu adikku. Ini konyol...”

Soo Ji membuka mulutnya membentuk huruf O. Dia akhirnya tahu, Sang Woo menolak adiknya In Ah hanya untuk dirinya. In Ah lalu menyuruh Soo Ji untuk menghentikan cinta sepihaknya dan move on.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_2144141Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_214521

“Jadi... Seperti apa wanita itu?” Soo Ji iseng bertanya. “Jika wanita itu berkencan dengannya dia seharusnya seorang wanita yang benar-benar hebat.”

“Aku rasa…” In Ah berpikir. “Aku tidak tahu apa-apa, tapi dia seharusnya memiliki spesifikasi yang lebih baik (status) dari adikku. Itu sebabnya dia menolak adikku.”

Soo Ji bilang mereka tidak tahu pasti karena ada lebih banyak dalam kehidupan daripada hanya sebuah status. In Ah bilang dia suka melihat ketidakdewasaan naif Soo Ji dari waktu ke waktu. In Ah sebenarnya mengejek. Soo Ji membalas, kalau dia juga menyukainya.

***

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_2151152Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_2154061

Sepulang dari kantor, Soo Ji melipir di samping gedung sambil bertelepon dengan Sang Woo. Soo Ji berbisik di telepon menanyakan keberadaan Sang Woo. Tapi Sang Woo tidak bisa mendengar Soo Ji karena suara mobil. Soo Ji pun memperbesar suaranya. Sang Woo tertanya berada tak jauh dari sana.

Soo Ji melihat mobil Sang Woo dan segera masuk ke dalam mobil Sang Woo. Sayangnya, sepatu Soo Ji terjatuh. Mobil yang sudah berjalan pun terpaksa mundur kembali untuk mengambil sepatu Soo Ji. Soo Ji mengambil sepatunya dengan kaki.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_2158311Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_215835

Sang Woo tertawa bahagia. Karena ketika dia bersama Soo Ji begitu banyak hal yang menyenangkan selalu terjadi. Sang Woo lalu menayakan sepatu Soo Ji, apakah baik-baik saja? Soo Ji mengiyakan.

“Sangat menyenangkan bagiku, tetapi apakah itu membuatmu frustasi? Karena kita terus berkencan di dalam mobil.”

Soo Ji mengelak, dia sudak berkencan di dalam mobil. Sang Woo lalu mengajak Soo Ji untuk bersepeda. Soo Ji setuju. Tapi saat Sang Woo hendak menyebutkan tempat mereka bersepeda sebelumnya, Soo Ji berteriak menolak.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_2159591Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_2203391

“Wow. Ini adalah pertama kalinya kita mengatakan tidak untuk sesuatu yang aku katakan...” Sang Woo sedikit terkejut.

Soo Ji menjelaskan karena itu Hari Anak, maka banyak keluarga yang akan keluar hari ini. Dan ada kemungkinan mereka akan bertemu dengan orang yang mereka kenal. Sang Woo membenarkan, karena sebelumnya juga mereka bertemu dengan Hye Rim.

Soo Ji berkata kalau daripada tempat itu dia tahu tempat di mana mereka tidak akan bertemu siapa pun. Dekat dengan tempat Soo Ji dibesarkan, ada alun-alun di mana hanya penduduk lokal yang pergi kesana. Sang Woo setuju.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_220716[1]Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_220720

Dae Young pergi bersama Taek Soo. Taek Soo menunjuk ke seberang jalan dan menanyakan pendapat Dae Young. Dae Young melihat wanita yang sedang berdiri memegang boneka. Dae Young bilang kalau dia tidak tertarik karena wanita itu bukan tipenya.

Tapi bukan wanita itu yang dimaksud Taek Soo, melainkan sebuah boneka. Taek Soo ingin membeli boneka itu sebagai hadiah Hari Anak untuk putrinya, Ye Rim.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_221054[1]Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_221056

Dae Young tak percaya, berapa usia Ye Rim hingga Taek Soo berpikir untuk membelikan hadiah, dan kenapa boneka?

“Apa yang salah dengan boneka?” Tanya Taek Soo polos.

“Ye Rim di SMA, kau seharusnya memberikan riasan atau pakaian. Sebuah hadiah yang diinginkan seorang wanita.”

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150511_221234[2]Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_053214[1]

Taek Soo baru mengerti. Lalu dia bilang kalau besok dia tidak punya waktu untuk bermain dengan Dae Young. Dae Young meminta Taek Soo untuk tidak khawatir, karena dia juga bahkan tidak akan menelepon Taek Soo.

Taek Soo bilang Dae Young katakan saja sejujurnya jika dia merasa sedih. Karena tak enak Taek Soo akan mentraktir Dae Young makan. Tapi kemudian Taek Soo merasa mereka harus pergi ke suatu tempat karena Hye Rim tidak ada di restoran itu. Bahkan tidak banyak pria yang mengantri disana.

***

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_053742Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_053745

Soo Ji melepaskan masker yang telah dia pakai. Lalu memilih-milih baju yang akan dia kenakan besok. Soo Ji mengambil baju berwarna biru, dan kemudian dia teringat kejadian memalukan saat itu. Soo Ji langsung melempar baju itu, dia tidak akan mengenakan baju biru karena mengingatkannya akan kejadian itu.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_054208[2]Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_054221

Soo Ji mengambil dress, tapi kemudian dia berpikir tidak mungkin bersepeda mengenakan drees. Lalu Soo Ji baru sadar, kalau dia sudah menjual sepedanya. Soo Ji bingung, apakah dia harus meminta Dae Young untuk mengembalikan sepedanya? Tidak, Dae Young pasti ngomel-ngomel.

Soo Ji memutuskan untuk membeli lagi. Sekarang dia punya alasan kuat, karena dia dan Sang Woo berkencan. Saking bahagianya Soo Ji mengulang kata ‘kencan’ berkali-kali.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_054416Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_054425[1]

Soo Ji pun pergi ke toko sepeda itu dan membeli sepeda yang sama dengan menunjukkan fotonya. Kali ini Soo Ji membelinya dengan kartu kredit, pembayaran setiap bulan.

***

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_054849[2]Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_055153[2]

Keesokan harinya, Soo Ji dan Sang Woo pun pergi ke tempat yang telah disetujui. Sang Woo cukup puas dengan tempat yang direkomendasikan Soo Ji itu. Sang Woo lalu membantu Soo Ji menurunkan sepedanya. Sang Woo tercengang melihat Soo Ji yang merawat sepedanya dengan sehingga sepeda itu tampak seperti baru.

Soo Ji tegang, dia membenarkan kalau dia terbiasa menggunakan barang dengan cukup bersih. Lalu Sang Woo menurunkan sepedanya, dan mereka pun mulai bersepeda bersama.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_055427[2]Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_055444[2]Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_055433Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_055446[1]

Mereka berdua tampak senang. Senyuman tampak di bibir Soo Ji dan juga Sang Woo. Mereka lalu balapan, yang kalah harus membelikan es kopi.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_055730[1]Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_060204[2]

Tak lama pengacau pun datang. In Ah. Dia berlari menghampiri Sang Woo sambil memanggilnya. Sudah pasti In Ah juga mengenali Soo Ji. Sang Woo bertanya apa yang In Ah lakukan disana.

In Ah bilang dia datang untuk melihat property karena suaminya memberikan uang 100 juta won untuk dihabiskan. Setelah melihat-lihat, dia pun jalan-jalan sebentar karena pemandangannya bagus. Gantian In Ah yang bertanya, apa yang sedang mereka lakukan disana?

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_060212Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_060505

Soo Ji dan Sang Woo saling berpandangan. Sang Woo kemudian berkata, “Sebenarnya, kami…”

Soo Ji menyela dan berkata kalau sebenarnya Dae Young dan Sang Woo yang berencana bersepeda bersama. Soo Ji ikut bergabung karena merasa bosan. Sang Woo pun akhirnya membenarkan.

In Ah mencari-cari sosok Dae Young. Soo Ji menjelaskan bahwa Dae Young sedang pergi ke toilet. In Ah lalu tertawa senang karen tak sengaja bertemu dengan mereka berdua di saat dia merasa kesepian berjalan-jalan sendiri. Sang Woo lalu permisi pergi ke toilet.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_060622[2]Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_061156

“Penulis, kau masih belum menyerah padanya?” sindir In Ah. “Benar-benar, kau mengganggu ketika Dae Yeong dan Administrator bersepeda bersama-sama. Kau begitu menyedihkan. Sangat menyedihkan.”

Soo Ji hanya bisa tersenyum masam.

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_061423Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_061652[1]

Dae Young sedang bermain permainan sepak bola saat Sang Woo menghubunginya. Sang Woo menanyakan keberadaan Dae Young dan memintanya untuk keluar sebentar. Dae Young heran, bukankah Sang Woo sedang berkencan. Sang Woo pun memberitahu kalau mereka bertemu dengan In Ah dan mengatakan padanya kalau mereka sedang bersepeda bertiga.

“Mengapa kau mengatakan itu? Katakan saja kau berkencan.”

Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_061958[2]Lets.Eat.S2.E10.mkv_20150512_062003

“Aku tahu, aku akan memberitahu, tapi Soo Ji mengatakan itu sebelum aku bisa bicara. Aku pikir itu benar untuk kita mengungkapkan hal itu ketika Soo Ji sendiri yang ingin mengungkapkannya. Jadi, bantulah aku.”

Dae Young tidak mau dan menyuruh mereka memecahkan masalah itu sendiri. Akhirnya Sang Woo membujuk Dae Young dengan berjanji akan membeli asuransi. Dae Young tentu saja langsung bangun dan menanyakan tempat dimana Sang Woo berada sekarang.

Let's.Eat.S2.E10.mkv_20150514_194630.885_thumbLet's.Eat.S2.E10.mkv_20150514_195000.326_thumb

Dae Young turun ke bawah dan bertemu Taek Soo. Dae Young heran, apa Taek Soo tidak pergi ke Seoul? Taek Soo bilang apa gunanya dia pulang ke Seoul ketika tidak ada siapapun di rumahnya. Semua anak-anaknya pergi keluar.

Dae Young baru tahu ternyata Taek Soo bersemangat pulang tanpa mengetahui jadwal mereka lebih dulu. Taek Soo pikir anak-anaknya akan menunggunya karena itu adalah hari anak. Istrinya bahkan menyuruh Taek Soo untuk tidak datang, karena anak-anak pergi keluar, dia bilang dia tidak harus memasak, dan Taek Soo hanya mulut lain untuk makan. (Kasihaaann..)

Let's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_024648.107_thumbLet's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_024850.827_thumb

Taek Soo datang untuk mengajak Dae Young minum, tapi Dae Young tidak bisa. Dia harus pergi ke suatu tempat. Dae Young meminta maaf, dan juga meminjam sepeda. Dae Young menyuruh Taek Soo masuk ke rumahnya dan minum duluan.

“Aku tidak mau! Kau pikir aku tipe orang yang minum sendirian di rumah seseorang?” Taek Soo berjalan pulang.

***

Let's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_025456.998_thumbLet's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_025847.679_thumb

Soo Ji masih menunggu Sang Woo dan Dae Young bersama In Ah. Soo Ji bertanya apa In Ah tidak sibuk hari ini dan tidak harus pergi? In Ah bilang suaminya mengijinkan dia menghabiskan satu hari untuk dirinya sendiri.

Sang Woo dan Dae Young pun tiba. Dae Young menyapa Soo Ji. Dengan cepat In Ah menyadari sepeda Dae Young dan Soo Ji sama. Dia tertawa dan mengatakan kalau Soo Ji dan Dae Young cocok berpasangan.

Let's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_030413.449_thumbLet's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_030427.982_thumb

Soo Ji mengirim pesan pada Dae Young agar Dae Young mencoba menjual asuransi pada In Ah agar dia pergi. Dae Young kesal, tapi dia mengikuti keinginan Soo Ji. Dae Young pun mulai menawarkan asuransinya, asuransi janin yang harus In Ah miliki sebelum hamil.

“Benarkah? Tapi kita tidak berencana memiliki anak-anak. Suamiku terlalu mencintaiku sehingga kita ingin hidup berdua saja.”

Dae Young lalu menawarkan asuransi masa tua, karena jika In Ah tidak punya anak dan sesuatu yang buruk terjadi, In Ah tidak punya wali. Jika itu terjadi asuransi akan menjadi seperti wali meyakinkan. In Ah kembali menolak. Mereka punya uang, yang ketika dia tua uang itu akan bertindak seperti anak berbakti.

Let's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_031048.625_thumbLet's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_031051.327_thumb

In Ah malah menyindir kalau Dae Young dan Soo Ji yang harusnya khawatir tentang masa tua ketika tidak ada anak dan uang. In Ah kembali berkata bahwa mereka berdua cocok, dan kali ini meminta pendapat Sang Woo. Maka dengan terpaksa Sang Woo mengatakan meereka berdua cocok.

Sang Woo lalu mengajak In Ah untuk meninggalkan Dae Young dan Soo Ji sendirian. In Ah setuju, mereka memang harus punya waktu kencan bersama. In Ah bahkan memberikan selamat sebelum berjalan menjauh. Dae Young dan Soo Ji sama-sama memanggil Sang Woo kembali dengan suara perlahan.

Let's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_031755.407_thumb[1]Let's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_031634.168_thumb

Soo Ji kesal atas kedatangan Dae Young. Dae Young tak terima, dia menyalahkan Sang Woo yang meneleponnya. Soo Ji bilang Dae Young tidak pengertian.

Lalu Soo Ji menerima pesan dari Sang Woo. Sang Woo bilang dia akan menyingkirkan In Ah dan menghubungi Soo Ji lagi. Soo Ji tersenyum, Sang Woo bagaikan lautan untuknya. Dae Young juga menerima pesan dari Sang Woo, dia meminta Dae Young tinggal bersama Soo Ji sampai dia kembali.

“Mengapa kalian menggunakan aku seperti ini?” Dae Young kesal.

Let's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_031947.984_thumbLet's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_031951.328_thumb

Dae Yong lalu menanyakan sepeda yang Soo Ji bawa, apa Soo Ji membelinya lagi? Dae Young bilang di meminjam sepeda yang Soo Ji jual waktu itu. Dan kenapa Soo Ji membeli sepeda lain saat di bisa meminta Dae Young untuk mengembalikannya?

Soo Ji tidak terima dimarahi seperti itu, memang Dae Young ayahnya atau siapa? Dae Young kecewa mendapatkan kata-kata itu, siapa juga yang memintanya untuk membantu. Soo Ji menyebut Soo Ji bermulut kasar.

Let's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_033126.750_thumbLet's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_051829.600_thumb

Sang Woo sampai di mobilnya dan menyimpan sepeda. In Ah bilang cuacanya bagus, dia merasa sayang jika pergi begitu saja seperti itu. Sang Woo bilang tidak. In Ah mengajak makan, Sang Woo bilang tidak lapar. In Ah mengajak minum teh, Sang Woo bilang tidak haus.

“Apakah kau menjadi seperti ini karena apa yang Min Ah lakukan? Adikku hanya seperti itu, jangan terlalu memikirkannya. Seorang pria dan seorang wanita dapat bertemu dan juga berpisah sepanjang waktu. Aku tidak berpikiran sempit!”

Let's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_052112.271_thumbLet's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_052424.684_thumb

“Tidakkah seharusnya kau pergi ke Seoul lebih awal jika ingin datang ke kantor lebih awal?” Sang Woo mulai beraksi. “Dan kapan kau akan mengembalikan materi yang aku berikan padamu terakhir kali? Aku harus memilikinya segera besok pagi. Aku bisa mendapatkannya saat itu, kan?”

Jurus Sang Woo ternyata ampuh, In Ah langsung melihat jamnya dan pamit pulang. Setelah In Ah menjauh, betapa susahnya menyingkirkan In Ah. Sang Woo menurunkan kembali sepeda dan mengayuhnya untuk kembali ke tempat tadi.

Let's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_060108.905_thumbLet's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_060241.136_thumb

Sementara itu Soo Ji dan Dae Young bermain permainan petarung di game center. Soo Ji sangat senang karena dia menang. Dae Young beralasan bahwa sudah lama sekali dia tidak main, jadi tangannya belum panas. Ketika SD, Dae Young yang memecahkan semua rekor terbaru. Tapi Soo Ji bilang dia yang memecahkan rekor setelah Dae Young pindah.

“Kau tidak bisa mengalahkan aku. Apa kau tahu mengapa?”

“Kenapa?”

“Setiap kali bermain, aku memikirkan semua karakter musuh sebagai dirimu.”

Let's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_060637.376_thumbLet's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_060839.941_thumb

Sang Woo lalu menghubungi Soo Ji. Soo Ji menjawab telepon Sang Woo dengan manisnya. Dia bilang dia sedang minum kopi. Dae Young berkata agar Sang Woo mendengarnya bahwa Soo Ji sedang berada di game center. Soo Ji langsung menutup mulut Dae Young.

Soo Ji meminta Soo Ji untuk tidak terburu-buru dan berhati-hati. Setelah Soo Ji menutup telepon, Dae Young bertanya apa yang Soo Ji lakukan. Soo Ji bilang kan Dae Young yang menyuruhnya bersikap manis.

Let's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_060908.077_thumbLet's.Eat.S2.E10.mkv_20150515_060959.168_thumb

Kalau begitu, Dae Young permisi pergi karena tugasnya sudah berakhir. Tapi Soo Ji menahan tangan Dae Young. Bagaimana jika mereka bertemu dengan pegawai negeri yang lain? Dae Young kesal, tidak seharusnya dia datang. Tapi kemudian dia member Soo Ji uang untuk membeli koin lagi. Soo Ji pun tersenyum senang.

***

Bersambung ke bagian 2~

Komentar:

Wah Soo Ji.. Padahal kan Sang Woo udah mau ngaku tuh pacaran sama Soo Ji, tapi malah Soo Ji yang menghalangi. Soo Ji sepertinya masih memikirkan image Sang Woo di depan para pegawai negeri lainnya.

Comments

  1. the miss sailormoonMarch 31, 2017 at 6:32 PM

    Sang woo sngat hensem dan comel bila bercouple dgn baek so ji.#less east 2 is awesome...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts