Friday, May 22, 2015

Let’s Eat Season 2 | Episode 12 - 2

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_045840Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_045843[2]

Joo Seong meletakkan ponsel Hye Rim ke dalam tempat makanan Happy. Happy tak suka dan menyalak, menyuruh Joo Seong mengambilnya kembali. Tapi Joo Seong tak peduli.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_045920Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_052047[1]

Dae Young keluar rumah dengan mood yang tak baik. Dia melirik rumah Soo Ji sekias. Lalu dia bertemu Hye Rim di bawah dan bertanya apa yang sedang Hye Rim lakukan. Hye Rim memberitahu kalau dia kehilangan ponselnya.

Joo Seong mendekat dan mengatakan bahwa diluar tidak ada ponsel Hye Rim. Apa Hye Rim yakin tidak ada di rumah nenek? Hye Rim sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu. Karena di tidak pergi ke luar ponsel itu seharusnya berada di suatu tempat di vila.

Hye Rim meminta tolong Dae Young menghubungi ponselnya.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_052057[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_052143

Dan akhirnya mereka menemukan ponsel Hye Rim di mangkuk Happy dalam keadaan layar yang retak. Joo Seong langsung berkata bahwa pasti Happy yang mengambilnya. Dae Young merasa itu tidak mungkin, bagaimana bisa Happy membawa ponsel dengan wajah kecil seperti itu. Happy mengangguk-angguk.

Joo Seong bilang Happy bukan anjing biasa, dia biasa masuk dan keluar dari lubang susu pintu rumah nenek.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_052346Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_052428[1]

Hye Rim yang pernah melihat Happy menggaruk-garuk lubang pintu itu pun percaya. Hye Rim pun memarah Happy.

Joo Seong menyarankan Hye Rim membeli ponsel yang baru karena ponsel itu rusak. Tapi Hye Rim tidak bisa, karena kontraknya belum habis.

***

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_052647[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_052942[2]

Soo Ji sudah dalam perjalanan menuju Seoul bersama Sang Woo. Mereka mendengarkan lagu opera. Sang Woo bertanya apakah Soo Ji sudah menonton opera. Sang Woo sudah memesan tiker sebuah pertunjukan. Soo Ji mengiyakan, tapi kemudian dia meralat bahwa dia tidak pernah melihatnya sekalipun.

“Ah.. Tapi itu pasti menyenangkan. Ini adalah acara yang terkenal yang semua orang tahu dan isinya tidak sulit untuk dipahami.”

Soo Ji pun berkata kalau dia mengerti. Sang Woo lalu menawarkan Soo Ji untuk berhenti di rest area. Soo Ji setuju.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_054619[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_054621[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_054645[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_054654

Saat Soo Ji akan kembali ke mobil, Soo Ji mencium aroma yang menggoda. Soo Ji mencari asal aroma itu. Soo Ji melihat makanan pasar yang sedang dibakar, dan beberapa orang yang menikatinya. Soo Ji tergoda.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_054822Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_054828[1]

Hingga akhirnya Soo Ji membeli kue bulat (duh, gtw ini namanya apa).

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_055011[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_055157

Soo Ji membawa makanan yang dia beli ke sebuah meja. Soo Ji ingin makan kue itu dengan cepat, sementara Sang Woo akan menganggap Soo Ji masih di kamar mandi. Tapi kuenya masih panas, sehingga Soo Ji tidak bisa langsung memakannya.

Ponsel berdering. Sang Woo menanyakan Soo Ji yang tak kunjung muncul. Soo Ji beralasan bahwa toiletnya penuh, dan dia akan segera kembali. Soo Ji akan membawa kue itu, tapi sayang kuenya jatuh. Soo Ji yang kesal memunguti kue itu untuk dibuang ke tempat sampah.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_055303Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_055306

Kemudian Soo Ji melihat ada satu kue yang tidak menyentuh tanah, bertumpuk di kue yang lain. Soo Ji melihat ke sekitar, aman, lalu dengan cepat memasukkan kue itu ke dalam mulut. Tapi saat Soo Ji sedang menikmatinya, seorang anak muncul.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_055315Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_055318

Anak itu melihat Soo Ji makan kue yang terjatuh. Dia menunjuk Soo Ji sambil memanggil ibunya dan menyebut Soo Ji sebagai pengemis. Soo Ji menoleh, melihat tatapan menjijikkan dari ibu dan anak itu. Soo Ji segera pergi.

***

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_055615[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_063648[2]

Dae Young pergi ke pasar. Dia berjabatan tangan dengan seorang Ahjumma penjual sayuran. Dae Young heran kenapa tangan ahjumma itu dingin. Sambil memegang tangan ahjumma itu, Dae Young bilang itu terjadi karena ahjumma memiliki sirkulasi yang buruk. Dae Young juga merasa kalau ahjumma tidak seperti ini sebelumnya.

Ternyata ada ahjumma Mi Ran disana. Dia membeli tauge pada ahjumma penjulan sayur.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_064005[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_064012

Ahjumma Mi Ran heran apa yang dilakukan Dae Young disana. Lalu dia bilang kalau dia tahu Dae Young berteman dengan orang-orang untuk berbisnis, tapi untuk Dae Young memegang tangan orang yang berusia itu terlihat agak aneh. Bahkan ahjumma penjual sayur lebih tua darinya. Dae Young hanya bisa tersenyum masam.

“Ada apa dengan ekspresi itu? Itu berarti bahwa aku mengganggu, kan?”

“Tidak, itu adalah kata-kata dari senior dalam bisnis.” Jadi tidak mungkin mengganggu.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_090150[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_090321[2]

Ahjumma tertawa, dipuji seperti itu. Ahjumma lalu mempertanyakan Dae Young yang belum membayar sewa. Ah, Dae Young lupa. Dae Young meminta maaf. Ahjumma heran apa yang sangat dipikirkan Dae Young hingga lupa tentang sewa. Karena ini adalah pertama kalinya, ahjumma akan membiarkannya tapi lain kali, itu akan sulit.

Dae Young mengerti, dia akan segera membayar saat sudah pulang ke rumah.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_090329[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_090445[1]

Ahjumma penjual sayur datang dan memberikan tauge-nya pada ahjumma Mi Ran. Ahjumma Mi Ran protes, tauge yang dia belum 1000 won itu terlalu sedikit. Tapi ahjumma penjual sayur bilang dia sudah memberikan banyak. Ahjumma Mi Ran tetap tak terima dan mengambil sayuran lain yang dijajakan disana, lalu berlari.

“Sangat memalukan.” Ujar Joo Wan yang tadi ikut bersama ibunya.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_090649[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_095501[2]

“Hei. Kau tidak seharusnya mengatakan itu. Dia menyimpan uang seperti itu untuk memberi makan dan mendidikmu.”

Joo Wan tak peduli dan malah mencibir Dae Young. Dae Young kesal dengan ekspresi Joo Wan itu, yang seolah dia telah mengganggu Joo Wan. Dae Young lalu berjalan di belakang ibu dan anak itu.

Joo Wan minta dibelikan donut. Tapi ahjumma bilang lebih baik makan di rumah daripada makan hal itu.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_095751[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_100231[1]

“Apa? Hal itu?” Dae Young terbelalak. Diikuti dengan suara ledakan dari mesin pembuat popcorn (kayaknya sih..)

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_100308Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_100310Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_100650Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_100652Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_100655[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_100720[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_100723Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101241[2]

Dae Young mulai menjelaskan dengan menggebu-gebu, bahwa makanan pasar bukan ‘hal itu’. Tapi makanan pasar bisa menjadi camilan ketika lapar saat berbelanja. Bagi orang-orang yang kekurangan uang, makanan pasar juga bisa dijadikan lauk. Pasar makanan bisa mengingatkan tentang masa kecil dan kenangan.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101244[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101326

Ahjumma melongo, “Kau benar-benar membuat pidato panjang untuk mengatakan bahwa kau ingin makan pancake sayuran.”

Dae Young lalu mengajak ahjumma makan bersama, dan dia yang akan membayarnya. Ahjumma langsung tersenyum lebar.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101437[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101441Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101452[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101455[2]

Mereka pun makan bersama di sebuah angkringan. Pertama mereka menikmati pancake sayuran. Dae Young makan pancake yang masih lembek, ahjumma makan pancake yang garing.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101506[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101509[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101517[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101526

Joo Wan juga menikmatinya. Pancake yang lebih enak daripada buatan ibunya.

Ahjumma bertanya apakah Dae Young kenal tempat itu. Dae Young membenarkan. Dia selalu datang ke tempat itu.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101859Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101907[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101913[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101916

Dae Young mulai makan ddeokbokki. Dan gorengan. Ahjumma menambahkan saus ke sosis jumbo (gak tau apaan, sebut aja sosis jumbo, heu..) untuk Joo Wan. Ahjumma bilang pada zaman dia kecil dulu bahkan tidak bisa bermimpi makan itu. Dunia benar-benar menjadi lebih baik.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101935Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101938[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_101944[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_102007Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_102953[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_102956[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_103007[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_103015[1]

Makanan masih banyak yang menunggu untuk dilahap. Mereka pun terus makan.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_103030[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_103047[1]

Selesai makan, Dae Young memotret piring kosong untuk blognya, seperti biasa. Ahjumma heran melihatnya, kenapa Dae Young tidak memotret piring dengan makanannya. Dae Young bilang piring kosong lebih populer sekarang ini.

***

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_110835[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_110846[2]

Soo Ji dan Sang Woo sudah sampai di gedung pertunjukkan opera. Sebagai orang yang pertama kali kesana, Soo Ji mengedarkan pandangan ke sekeliling. Sang Woo lalu permisi sebentar untuk menjawab telepon dan mempersilahkan Soo JI masuk duluan.

Sebelum masuk Soo Ji melihat nomor kursi yang tertera di tiket. P. Soo Ji rasa itu bukan bagian VVIP, jadi dia bisa melihatnya tanpa terlalu terbebani. Soo Ji lalu dibantu petugas menuju kursinya. Dan Soo Ji sedikit bingung melihat kursinya.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_111019[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_111236[1]

Soo Ji bilang pada petugas, bahwa dia sepertinya salah menunjukkan kursinya. Bukan kursi yang terlalu bagus, tapi bagian P. Petugas membenarkan, itu memang bagian P.

Setelah petugas itu pergi, Soo Ji langsung mencari tentang bagian P di internet. Bagian P adalah singkatan untuk bagian Presidential, lebih tinggi dari bagian VVIP. Harga per-kursi adalah 400 ribu won.

Soo Ji berteriak karena terkejut, membuat yang lain menoleh ke arahnya. Soo Ji meminta maaf pada semuanya. Soo Ji pun terbelalak menyadari dua kursi berarti seharga 800 ribu won. Soo Ji akhirnya duduk dengan tak nyaman.

***

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_113743[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_113742

Nenek pergi ke kantor ahjumma dan bertemu Joo Seong di luar. Nenek mulai memarahi Joo Seong yang sudah kelihatan bisa hidup sekarang. Nenek menyuruh Joo Seon untuk berhenti minum mulai sekarang. Joo Seong juga tidak belajar akhir-akhir ini. Menurut nenek, sejak Joo Seong sering keluar seperti itu, Joo Seong jadi sakit.

Joo Seong hanya mengiyakan dengan malas. Lalu berjalan pergi. Nenek kesal dengan sikap Joo Seong itu. Nenek bilang dia mengatakan itu semua untuk kebaikan Joo Seong.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_122937[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_123152

Nenek lalu masuk ke dalam kantor dan mendapati ahjumma yang sedang menghitung uang tunai. Nenek yang kesal dengan sikap Joo Seong bertanya pada ahjumma, apa ahjumma menyuruh Joo Seong melakukan sesuatu? Tidak, hari ini adalah hari pembayaran.

“Dia membayar tunai?” Tanya nenek melihat uang di tangan ahjumma.

“Ya, dia selalu membayar tunai.” Ujar ahjumma.

“Selalu?”

“Ya.”

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_123349Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_123352[2]

Nenek heran, seharusnya menyimpan uang dibank, karena pasti merepotkan. Ahjumma bilang dia tidak tahu tentang itu. Tapi dia tahu nenek ke kantor untuk menggunakan komputer. Jadi ahjumma menitipkan kantor pada nenek, sementara dia akan pergi ke bank.

Nenek tersenyum senang dan mempersilahkan ahjumma untuk ke bank dengan nyaman. Nenek senang karena sebenarnya dia tidak berniat meminjam komputer. Nenek pun segera pergi ke meja komputer.

***

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_123703[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_123712[1]

Pertunjukan opera selesai. Soo Ji menyembunyikan kantuknya dari Sang Woo. Sang Woo menanyakan pendapat Soo Ji tentang pertunjukan itu. Soo Ji bilang itu menyenangkan. Sang Woo memastikan Soo Ji menyadari kemiripan pertunjukan opera itu. Tapi Soo Ji tak mengerti.

“Dengan tulisanmu. Gadis utama dari ceritamu dan opera Susan Na. Tentu saja era dan situasinya berbeda, tapi kedua peran karakter mirip satu sama lain.”

“Oh, seperti itu.”

“Karena itu, aku ingin menonton opera ini denganmu.”

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_142449Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_142827[1]

Soo Ji pun baru mengerti tujuan Sang Woo mengajaknya kesana. Kemudian terdengar suara perut Soo Ji. Membuat Soo Ji langsung memegang perutnya, dan mereka pun canggung. Sang Woo mengajak Soo Ji makan, karena sebenarnya dia sudah memesan tempat di sebuah restoran. Soo Ji tertarik mendengarnya.

Sang Woo bilang karena Soo Ji suka makan, jadi dia merasa tak enak. Karena selama mereka berkencan dia tidak pernah menawari Soo Ji untuk makan. Sang Woo meminta Soo Ji memperhatikannya mulai sekarang. Soo Ji tersenyum senang.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_151710[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_151718[1]

Soo Ji dan Sang Woo sudah ada di restoran. Sebuah restoran mewah. Soo Ji memperhatikan Sang Woo dan mengikuti Sang Woo menaruh kain dip aha (agar makanan tumpah tidak terkena baju). Soo Ji lalu bilang bahwa ini adalah pertama kalinya dia di restoran mewah seperti itu, dan pertama kalinya di makan makanan Perancis.

“Oh, benarkah? Ini seharusnya sesuai dengan seleramu.” Ujar Sang Woo. Soo Ji tersenyum.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_143207[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_143229[1]

Makanan datang. Sang Woo mempersilahkan Soo Ji memakannya. Soo Ji melihat Sang Woo makan sedikit. Lalu Soo Ji mengambil semua bulatan yang ada dipiring dan memakannya. Sang Woo sedikit terkejut melihatnya.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_143403[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_143458

“Soo Ji, tampaknya kau benar-benar lapar. Kau mungkin tidak punya waktu untuk mencicipi jamur dan kaviar.”

Soo Ji menelan makanannya, “Jamur dan kaviar? Ini?”

“Oh, itu tidak seperti bentuk jamur, kan? Ini disebut keahlian memasak mikro. Ini ditemukan di Spanyol. Ini jenis makanan di mana bahan-bahan yang didekonstruksi dan kemudian secara ilmiah direkonstruksi.”

Soo Ji menutup mulutnya yang terbuka, “Oh, keahlian memasak mikro.”

“Soo Ji, makanan berikutnya, coba untuk mecicipinya pelan-pelan, oke?”

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_143816Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_143824

Soo Ji mengiyakan. Sang Woo lalu menawarkan sampanye, Soo Ji kembali mengiyakan. Mereka pun bersulang. Dan cara minum sampanye pun berbeda. Sang Woo mencium aromanya dulu, sedangkan Soo Ji langsung meminumnya.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_143829[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_143838[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_143843[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_143907[2]

Makanan kedua datang. Foiegras, ubi, dan busa (telur kayaknya..). Sang menunjukkan caranya memakannya pada Soo Ji. Soo Ji mengikutinya.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_144116Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_144124[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_144127[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_144134[1]

Makanan berikutnya. Sepertinya ikan panggang, ditambah kaviar. Soo Ji tampak menikmati. Rasanya berbeda dengan kelihatannya.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_144152Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_144159Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_144206[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_144213[1]

Makanan berikutnya. Seperti mie, berwarna putih, kuning dan hitam (tapi koq kliatannya kayak agar ya?). Dicampur lalu dimakan.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_144404[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_144405[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_144413Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_144415[2]

Makanan penutup. Tampak seperti apel. Tapi ternyata itu adalah apel yang dibentuk dari karamel. Begitu dipecahkan, didalamnya ada serbuk yang jika dimakan terasa segar, dan asam.

Selesai makan, Sang Woo mengajak Soo Ji untuk pulang. Sang Woo menuju kasir. Soo Ji berkata dalam hati, karena Sang Woo sudah membayar tiket opera, maka dia akan membayar makan malam.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_144644Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_144743[1]

Soo Ji menyusul Sang Woo bersamaan dengan Sang Woo menyerahkan kertas tagihan. Soo Ji hendak mengatakan akan membayar, tapi belum selesai, karena dia terkejut mendengar kasir menyebutkan harga yang harus dibayar. 560 ribu won.

Sang Woo bertanya apa yang tadi ingin dikatakan Soo Ji. Soo Ji mengurungkan niatnya, dia bilang pada Sang Woo bahwa dia tadi hanya ingin bilang kalau dia makan dengan baik. Sang Woo pun lega mendengarnya.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_145042[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_145148[2]

Di dalam mobil Soo Ji melamunkan biaya kencan hari ini, 1.360.000 won. Sang Woo beberapa kali memanggil Soo Ji hingga akhirnya Soo Ji tersadar dari lamunannya. Sang Woo memberitahu bahwa dia akan mengisi tangki bensin.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_145211Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_145358

Di tempat pengisian bensin, Sang Woo meminta petugas untuk mengisi sebanyak 100 ribu won. Saat Sang Woo akan memberikan kartunya, Soo Ji menahannya. Soo Ji ingin membayarnya. Soo Ji berterima kasih karena berkata Sang Woo dia bisa menonton pertunjukkan bagus dan makan malam yang enak. Jadi setidaknya Soo Ji harus membayar bensin.

Sang Woo sebenarnya melarang, tapi Soo Ji sudah memberikan kartunya. Akhirnya Sang Woo hanya bisa berterima kasih. Soo Ji tersenyum, itu bukan apa-apa. Tapi kemudian dia menghitung. Uang deposit 1 juta won yang dia peroleh dari ahjumma sekarang hanya tersisa 17.620 won. Soo Ji kesal sendiri.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_145547[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_145640[1]

Sang Woo permisi ke toilet. Setelah Sang Woo pergi, Soo Ji mengeluarkan ponsel, melihat update terbaru dari blog Dae Young. Soo Ji tampak tergoda dengan postingan Dae Young dan mulai menebak-nebak makanan apa yang telah dimakan Dae Young itu. Kemudian Soo Ji melihat ada dua piring difoto, Soo Ji pun menebak Dae Young pergi dengan pacarnya.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_145831[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_145836[1]

Sang Woo kembali dan bertanya apa yang Soo Ji liat. Soo Ji spontan bilang kalau dia hanya melihat berita internet. Lalu Soo Ji bertanya-tanya dalam hari, “Kenapa aku berbohong?”

***

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_152210Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_152214

Joo Seong pergi ke toko ponsel. Dia bilang pada petugas bahwa dia akan membeli dua ponsel. Ponsel mana saja yang paling banyak laris dan layak untuk dipakai. Satu ponsel ingin diaktifkan, dan satu lagi tidak.

Jika Joo Seong ingin mengaktifkan, petugas meminta Joo Seong mengisi formulir dan meminta kartu identitasnya. Joo Seong memberikan kartu itu. Tapi petugas meminta Joo Seong menunjukkan kartu identitasnya lagi. Joo Seong terdiam, panik. Ternyata Joo Seong memberikan kartu yang salah, itu adalah kartu transportasinya.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_152355Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_152356[1]

Joo Seong mengganti kartunya dengan kartu yang lain. Setelah meminta KTP itu, petugas sepertinya menyadari bahwa fotonya berbeda dengan Joo Seong. Maka petugas pun bertanya apakah itu benar-benar KTP milik Joo Seong.

Tentu saja, Joo Seong langsung mengambil kembali KTP itu.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_152459Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_152504

Petugas bertanya lagi, apa Joo Seong hendak menggunakan kedua ponsel itu? Petugas menebak Joo Seong seorang pebisnis. Tapi Joo Seong menyangkal, itu untuk pacarnya. Joo Seong menanyakan berapa yang harus dia bayar.

Petugas menyebutkan angka. Joo Seong membayar dengan uang tunai. Petugas merasa heran karena sekarang ini tidak banyak yang membayar tunai. Joo Seong langsung mengambil ponselnya dan pergi.

***

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_153249Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_153404[1]

Hye Rim yang sedang melamun tiba-tiba mendengar nada dering ponselnya. Hye Rim mencari-cari ponselnya. Melihat seseorang yang menjawab telepon, Hye Rim pun sadar kalau itu bukan ponselnya. Ponselnya dia marikan karena rusak. Hye Rim bingung, bagaimana dia bisa bertahan tanpa ponsel.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_153521Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_153730[2]

Hye Rim lalu mengantarkan pesanan ke meja nomor dua. Hye Rim mendengar pelanggan membicarakan sebuah gossip, Hye Rim mencuri pandang ke ponsel pelanggan. Yang kemudian mendapatkan tatapan tak suka dari pelanggan. Hye Rim tersenyum dan segera mundur.

Hye Rim kesal karena penasaran, “Aku tidak tahu itu akan sulit ini karena aku tidak bisa menggunakan ponselku.”

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_153750Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_153754[1]

Lalu Joo Seong datang dan memanggil Hye Rim keluar. Hye Rim menanyakan maksud Joo Seong, dia sedang sibuk karena sudah waktunya makan malam. Joo Seong menyodorkan sebuah ponsel.

“Kau membeli ini untuk memberikannya padaku, Oppa?”

“Ya, ponselmu pecah. Karena aku sudah membayarnya, yang harus kau lakukan adalah mengaktifkannya.”

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_153757[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_154107

Hye Rim tersenyum senang, karena itu baru pasti harganya benar-benar mahal. Hye Rim lalu bilang kalau dia hanya akan memperbaiki miliknya dan menggunakannya lagi. Joo Seong pun memberitahu kalau dia juga membeli satu untuknya.

“Karena aku punya ponsel juga, telepon aku setelah selesai bekerja. Aku akan datang dan menjemputmu.”

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_154232[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_154314[1]

Hye Rim tersenyum. Kemudian ahjumma pemilik restoran memanggil Hye Rim. Hye Rim lalu pamit pada Joo Seong, dia harus pergi. Joo Seong mempersilahkan.

“Oya. Terima kasih, oppa.” Hye Rim lalu mencium pipi Joo Seong.

Joo Seong terpana. Lalu tersenyum memegang pipinya dan ber-yes, beberapa kali.

***

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_154356[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_154357[2]

Sang Woo membukakan pintu mobil untuk Soo Ji. Mereka berpandangan beberapa saat. Lalu Sang Woo mencium kening Soo Ji. Sang Woo bilang dia punya waktu yang benar-benar menyenangkan hari ini. Soo Ji tersenyum dan meminta Sang Woo hati-hati di jalan.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_154632Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_161824

Sang Woo pun pamit pergi, dan Soo Ji berjalan menuju vila. Setelah mobil Sang Woo menjauh, Soo Ji keluar lagi dari vila. Soo Ji kelaparan. Dia pergi ke sebuah kedai, tapi tutup. Soo Ji putus asa, dia lapar.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_154645Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_154737[1]

Soo Ji lalu melihat Dae Young sedang makan dari warung mobil di pinggir jalan. Soo Ji senang melihatnya. Dia memanggil Dae Young dan berlari menyeberang jalan.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_154744Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_155328[2]

Soo Ji langsung menyambar ddeokbokki (kue beras pedas) milik Dae Young. Dae Young heran, apakah Soo Ji tidak makan lagi saat kencan. Tentu saja makan, tapi itu adalah makanan mikro yang sangat mahal harganya. Dae Young bilang Soo Ji makan makanan yang baik.

“Gastronomi mikro, apaan. Koki harus memasak dan ilmuwan harus mempelajari ilmu. Makanan sedikit itu.. Semua makanan adalah makanan pembuka. Rasanya bahkan seperti aku tidak makan.”

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_155429[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_155532

Soo Ji terus makan ddeokbokki sambil bercerita kalau dia menjadi lapar setelah melihat blog Dae Young yang menampilkan makanan jalanan. Soo Ji lebih memilih makanan jalanan daripada makanan mikro. Dae Young yang sedari tadi heran melihat Soo Ji akhirnya angkat bicara.

“Kau..”

“Apa?”

“Apa kau baru saja makan kue beras pedas?”

“Tidak, aku benci itu.”

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_155530[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_155616[2]

Soo Ji menjawab dengan mantap. Tapi kemudian terdiam menyadari sesuatu. Bahwa yang baru saja dia masukkan ke dalam mulut adalah ddeokbokki. Soo Ji bergumam, itu tidak mungkin.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_155923Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_155949

“Lalu, apakah itu memiliki kaki? Kemana semua itu pergi? Wah.. Baek Soo Ji, semua yang kau bicarakan tentang tidak bisa makan ddeokbokki adalah kebohongan.”

“Tidak, itu benar. Ketika memakannya, aku biasanya mual dan muntah.”

“Karena trauma yang aku sebabkan, kau tidak bisa makan ddeokbokki?” Dae Young masih tak percaya.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_160101Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_160144

“Itu benar. Memang seperti itu. Karena aku merasa lapar, aku tidak bisa melihat dengan benar.”

“Jangan membuatku tertawa.”

“Aku bilang itu benar!”

“Penipu.”

“Aku? Kau? Kau. Aku tidak pernah melakukan itu.”

“Penipu, penipu!”

***

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_160356Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_160420

Joo Seong naik ke atap. Dia berkata sendiri. Ternyata untuk mendapatkan ponsel tidak ada masalah, dia tidak seharusnya menghindarinya. Joo Seong lalu mendapat kiriman foto dari Hye Rim yang berterima kasih. Joo Seong pun tersenyum senang.

Joo Seong melihat pintu kamarnya terbuka. Dia segera masuk dan mendapati nenek sedang duduk. Joo Seong bertanya apa yang sedang nenek lakukan disana. Karena dia sudah bilang pada nenek agar tidak masuk saat dia sedang tidak ada.

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_160531[2]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_160601[1]

Nenek bilang dia hanya datang untuk membersihkan kamar Joo Seong. Tapi… Nenek mengangkat kasur.

“Apa semua ini?”

Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_160622[1]Lets.Eat.S2.E12.mkv_20150521_160640[2]

Joo Seong tak bisa menjawab dan menghindari tatapan nenek. Nenek kembali bertanya. Joo Seong masih tak bisa menjawab, lalu menatap nenek dengan tajam.

***

Bersambung ke episode 13~

Komentar:

Tuh kan.. Soo Ji memaksakan diri lagi.

1 comment:

  1. Sooji ga bisa jujur... dia bener2 ga bisa jadi dirinya sendiri ya? Apa emg rata2 cewe yg pacaran, pgn kliatan perfect di mata cowo nya? Benerin suara, enggan kalo bilang laper, ga boleh diliat kl blm dandan. Tp... utk sangwoo sendiri, dia harus lebih mengenal sooji jg sih harusnya. Ya keduanya deh. Entahlah, aku ngerasa sang woo & soo ji doesnt mean to be together. Palingan soo ji nanti sm dae young. Huffft. Yaudahlah ya:(

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD