Tuesday, September 08, 2015

Let’s Eat Season 2 | Episode 17 – 2

Lets.Eat.S2.E17.mkv_20150908_082708

Gambar menyusul ya readers… ^^

Bagian 2

Sang Woo bangun esok paginya dan mendapati Soo Ji yang sedang tidur di sofa. Sang Woo membangunkan Soo Ji. Soo Ji meminta maaf karena dia tidur disana. Soo Ji merasa tak enak meninggalkan Sang Woo semalam karena Sang Woo begitu mabuk.

Sang Woo bilang dia akhirnya melihat sisi kejam dari Soo Ji. Dengan Soo Ji mengkhawatirkannya seperti itu, Soo Ji memberina harapan untuk bisa mengembalikan hubungan mereka seperti sebelumnya. Soo Ji meminta maaf. Tapi Sang Woo sudah merasa muak dengan permintaan maaf itu, karena Soo Ji tidak melakukan kesalahan.

“Dae Young sudah punya pacar. Soo Ji.. dia tidak punya perasaan apapun padamu.”

Soo Ji bilang dia tahu itu. Dan semuanya bukan hanya karena Dae Young, tapi karena dirinya sendiri. Soo Ji menemukan dirinya semakin menyedihkan, ketika dia semakin berusaha untuk menjadi wanita yang akan disukai Sang Woo. Hal itu terasa sulit untuk Soo Ji.

Sang Woo menyimpulkan bahwa pada akhirnya dia menyusahkan Soo Ji. Soo Ji menggeleng, Sang Woo tidak melakukan kesalahan. Soo Ji bilang dia mungkin akan merasakan hal yang sama, tak peduli siapapun yang berkencan dengannya. Karena itu Soo Ji memutuskan untuk mengubah cara hidupnya.

Soo Ji memutuskan untuk menulis kembali. Dia harus menumbuhkan rasa percaya dirinya sendiri, sehingga dia juga bisa percaya diri di depan orang lain. Soo Ji ingin fokus pada dirinya sendiri mulai sekarang.

Sang Woo akhirnya bisa tersenyum. Dia bilang dia akan mencari Soo Ji ketika waktu itu tiba. Dia akan mencari penulis terkenal untuk mentraktirnya sesuatu yang mahal. Cita-citanya sekarang adalah untuk bertemu pacar yang baik seperti itu. Soo Ji tersenyum.

***

Dae Young menemui ahjumma dan menjelaskan bahwa dia hendak pindah ke Seoul dan mengosongkan rumah. Ahjumma mengerti, tapi karena kontrak Dae Young adalah 6 bulan, dia tidak bisa mengembalikan uang sewa dan depositnya. Dae Young mengerti, karena itulah dia sudah mendapatkan penghuni pengganti.

Ahjumma lalu bersedih karena sulit untuknya mendapatkan penghuni sebaik Dae Young. Ahjumma lalu mendapat telepon dari putrinya nenek yang mengabarkan bahwa nenek sudah sadar tadi malam.

Ahjumma dan Dae Young bersiap untuk menjenguk nenek. Mereka berpapasan dengan Soo Ji. Ahjumma memberitahu tentang kondisi nenek. Dan Dae Young mengajak Soo Ji ikut menjenguk nenek.

Mereka kemudian menjenguk nenek di RS. Dokter mengatakan pada mereka bahwa suatu keajaiban nenek bisa sadar kembali dengan usianya yang sudah senja. Nenek berterima kasih pada semuanya, dia bisa pulih karena mereka semua mengunjunginya.

Nenek lalu menanyakan Joo Seong. Ahjumma langsung memberitahu bahwa Joo Seong sedang ditahan. Dae Young dan Soo Ji menatap kesal pada Ahjumma. Ahjumma membela diri, bagaimanapun juga nenek akan mengetahuinya nanti.

Nenek khawatir dan bertanya, apakah Joo Seong ditahan karena dia melukai nenek? Nenek menjelaskan bahwa Joo Seong tidak mendorongnya hingga jatuh, dia yang salah langkah. Semua melongo, mengetahui penyebab nenek terluka. Ahjumma lalu bilang bukan karena itu, tapi karena Joo Seong bukanlah Joo Seong.

Nenek tampak semakin khawatir. Ahjumma bertanya, apakah nenek sudah tahu hal itu? Nenek menyangkal, dia hanya tak mengerti apa yang ahjumma katakan. Ahjumma pun mulai menjelaskan.

Hye Rim menerima kabar tentang nenek. Dia senang dan berjanji akan menjenguk nenek setelah selesai kerja. Happy juga itu senang. Kemudian Joo Wan datang dan menyapa Hye Rim. Joo Wan bertanya sejak kapan Hye Rim tinggal di sana, karena dia tidak pernah melihat Hye Rim sebelumnya.

Hye Rim bilang belum lama dia tinggal disana dan dia tinggal bersama nenek. Tapi karena nenek sudah sadar, maka dia akan pergi. Joo Wan melarang Hye Rim pergi dan tinggal di lantai 3 dengan gratis karena villa itu adalah miliknya. Hye Rim mencubit gemas pipi Joo Wan dan menyuruhnya bersikap seperti anak kecil.

Taek Soo muncul. Joo Wan menegurnya dengan kasar. Taek Soo yang akhirnya tahu Joo Wan adalah anak pemilik villa menjelaskan bahwa dia akan segera pindah kesana, dan meminta Joo Wan untuk tidak berkata kasar pada orang dewasa. Tapi Joo Wan terus berkata kasar. Akhirnya Taek Soo bilang kalau dia adalah detektif, dan berhasil membuat Joo Wan ketakutan.

***

Dae Young, ahjumma dan Soo Ji bersiap pulang. Mereka mensyukuri nenek yang bisa pulih kembali dan tidak mengalami syok. Soo Ji lalu mengungkapkan keheranannya, kenapa nenek begitu peduli pada Chan Soo. Ahjumma bilang itu karena Chan Soo mengingatkan nenek pada putranya.

Putra tertua nenek meninggal karena kecelakaan saat dia seusia dengan Chan Soo. Jadi kapanpun nenek melihat Chan Soo, nenek teringat pada putranya dan hatinya terasa pilu. Dae Young lalu bilang kalau dia bisa pergi dengan tenang karena nenek sudah sadar dan persidangan Chan Soo tampaknya tidak akan sulit.

Soo Ji terkejut, Dae Young hendak pergi kemana? Ahjumma menjelaskan bahwa Dae Young pindah kerja dan akan pindah ke Seoul bulan depan. Soo Ji menanyakan kebenarannya pada Dae Young. Dae Young membenarkan. Belum lama ini dia memutuskan, jadi dia belum sempat memberitahu Soo Ji.

Soo Ji bertanya mengapa Dae Young pindah begitu cepat? Dae Young bilang tempat kerjanya yang baru menginginkan dia mulai kerja secepatnya. Dan dia sedikit merasa tidak terbebani karena dia melihat Soo Ji dan Sang Woo sudah semakin baik bersama. Dae Young bertanya, apakah Soo Ji sudah memaafkan dosa masa lalunya sekarang?

Belum sempat Soo Ji menjawab, ahjumma keburu menyela dengan menanyakan penghuni baru pada Dae Young. Ahjumma dan Dae Young berjalan menjauh, meninggalkan Soo Ji yang masih terkejut.

Soo Ji pulang ke rumah dan membayangkan kenangannya masa kecilnya, saat dia berlari mengejar Dae Young yang hendak pindah ke Seoul sambil memegang surat. Soo Ji kecil terjatuh dan menangis.

***

Esok pagi Soo Ji dengan ceria mengajak Soo Ji makan udang bakar seperti yang ada di acara televise semalam. Dae Young setuju dan mengajak Soo Ji pergi ke pantai setelah makan.

Setelah berganti pakaian di laundry, Dae Young pun berangkat dengan Soo Ji. Dia menyesal tidak melihat acara semalam, karena udang bakar pasti enak. Dae Young lalu bertanya kenapa Soo Ji menatapnya. Soo Ji bilang dia hanya sedang berpikir, dengan siapa dia akan makan jika dia menginginkan sesuatu di pagi hari seperti sekarang.

Dae Young mengenang kebersamaannya dengan Soo Ji saat makan bersama. Dae Young lalu menyarankan Soo Ji untuk makan dengan Hye Rim, karena Hye Rim juga suka makan. Soo Ji setuju. Tapi kemudian dia kesal kaena Hye Rim tidak tambah gendut meskipun dia makan semua yang dia inginkan. Soo Ji heran apa yang Hye Rim lalukan di masa lalu hingga mendapat berkat sepert itu.

Dae Young bilang kegendutan Hye Rim bertumpuk di suatu tempat. Soo Ji melihat dadanya. Soo Ji menarik kerah kemeja Dae Young dengan kesal. Dae Young protes, memangnya apa yang Soo Ji pikirkan? Dia kan sedang membicarakan pipinya Hye Rim…

Soo Ji lalu terpesona dengan pohon-pohon yang mulai menghijau. Padahal sebulan yang lalu pohon-pohon itu tidak punya daun. Dae Young lalu mengenang saat dia berkemah dengan Soo Ji. Sepertinya mulai saat itulah Dae Young menyukai Soo Ji.

Soo Ji mengenang saat itu, saat dia dan Dae Young mendaki gunung bersama. Saat Dae Young menjaganya dari gangguan orang mabuk. Mereka pun tersenyum dengan kenangan masing-masing.

Mereka lalu tiba di sebuah restoran dan memesan udang. Soo Ji bilang mungkin rasa udangnya kurang enak karena bukan musimnya. Tapi Dae Young bilang dia mengajak Soo Ji makan disana karena sekarang adalah musim panen garam. Dae Young menjelaskan bahwa garam yang terbentuk secara alami dengan sinar matahari masih mengandung mineral yang baik, jadi rasa udangnya tetap enak dan bernutrisi.

Soo Ji tak peduli dan mulai makan. Dia menunjukkan caranya makan udang dengan memotong kepalanya lalu membersihkan cangkangnya. Tapi Dae Young punya cara lain. Dia langsung makan dengan cangkangnya, dan ini membuatnya lebih cepat makan. Soo Ji protes dan meminta Dae Young makan pelan-pelan.

Tapi bagi Dae Young, waktu itu penting. Siapa yang paling cepat makan, dia yang paling banyak makan. Soo Ji tak mau kalah dan mulai meniru cara makan Dae Young. Selesai makan udang, shabu-shabu gurita datang. Dae Young meminta pemilik restoran untuk menggoreng sisa kepala udang.

(semakin ngerasa salah ngerekap malam-malam. Lapaaaaarrrr… >,<)

Soo Ji dan Dae Young menikmati guritanya. Diam-diam Dae Young menatap Soo Ji yang sedang makan dengan sendu. Lalu pura-pura melihat ke arah lain ketika Soo Ji menoleh. Soo Ji juga diam-diam menatap Dae Young dengan sendu.

Soo Ji lalu minum soju. Dae Young iri, jika dia tidak harus menyetir, dia juga akan minum. Soo Ji meminta maaf, dia yang akan minum untuk Dae Young. Pemilik restoran yang sedang menyajikan mie heran karena Soo Ji tak mengerti maksud Dae Young.

Sekarang Soo Ji yang tak mengerti maksud pemilik restoran. Pemilik restoran bilang kalau Dae Young ingin minum dan istirahat sebentar sebelum pergi. Dia bilang saat dia kencan, dia juga seperti itu. Dia minum dan beristirahat sebelum pergi. Pemilik restoran menawarkan kamar untuk disewa.

“Kami tidak dalam hubungan seperti itu.” ujar Soo Ji dan Dae Young bersamaan.

Pemilik restoran heran, jika bukan dalam hubungan seperti itu kenapa mereka makan disana. Setelah pemilik restoran pergi, Dae Young dan Soo Ji menyelesaikan makan dengan canggung.

***

Selesai makan, mereka berjalan-jalan di tepi pantai. Dan ternyata di dekat sama ad ataman bermain. Dae Young mengajak Soo Ji segera pergi sebelum jalanan semakin ramai. Tapi Soo Ji ingin masuk ke sana. Dae Young kesal, Soo Ji kan sudah besar.

Soo Ji merajuk. Dae Young semakin kesal, kenapa Soo Ji ingin masuk ke sana, Soo Ji bertingkah seperti Soo Ji tidak pernah masuk ke taman bermain. Tapi ternyata Soo Ji memang belum pernah. Saat TK dia tidak pernah ikut acara sekolah karena teman-temannya suka mengejak kalau permainan yang dia naiki akan rusak. Dia juga tidak punya teman. Tapi saat piknik sekolah dia selalu pura-pura sakit.

Dae Young tak tega dan mengabulkan permintaan Soo Ji. Meskipun terasa berat.

Soo Ji memaksa Dae Young menggunakan bandana lucu. Dae Young protes kalau orang-orang akan melihat aneh pada mereka. Kenapa Soo Ji tak melakukannya sendirian? Justru karena aneh, makanya dia mengajak Dae Young serta.

Mereka lalu menaiki beberapa permainan. Mereka bahkan disangka pasangan oleh operator salah satu permaian. Meskipun mereka menyangkal, tapi operator itu tidak percaya karena mereka tampak serasi. Hehe.

Soo Ji merasa sangat senang. Dia tidak percaya akhrinya dia bisa mengalami hal itu. Main di taman hiburan. Soo Ji lalu menantang Dae Young main tembak-tembakan. Dae Young dengan sombongnya bilang kalau dia adalah penembak saat wajib militer, dia seorang ahli menembak.

Soo Ji mengajak Dae Young bertanding, yang kalah harus mengabulkan permintaan yang menang. Dae Young setuju. Dan yang memenangkan pertandingan adalah Soo Ji. Dae Young kesal karena kekalahannya. Apa Soo Ji pernah masuk militer?

Soo Ji meminta Dae Young untuk tidak mengalihkan topic. Dia sudah tahu kalau dia akan menang. Dae Young mengerti dan menanyakan permintaan Soo Ji. Tapi kemudian Soo Ji hanya menatapnya sambil tersenyum.

***

Bersambung ke episode 18 (end)~

Komentar:

Akhirnya Sang Woo mengerti, bahwa keputusan Soo Ji berpisah dengannya bukan semata-mata karena Dae Young, tapi karena diri Soo Ji sendiri. Saya juga sedikit lega mengetahuinya. Karena tidak adil rasanya untuk Sang Woo jika Soo Ji meninggalkannya hanya untuk bisa bersama Dae Young.

3 comments:

  1. Episode 18ny kapan?

    ReplyDelete
  2. Ga sabar nunggu episode berikutnya. Tetep shipperin soo ji - sang woo sebab klo soo ji - dae young kayanya nasibnya bisa sama deh kaya soo kyung...masi penasaran apa alasan dae young putus ma soo kyung

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD