She Was Pretty | Episode 8 - 2

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_085944.538_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_085948.247_thumb

Seorang perempuan menghampiri Sung Joon sambil menangis. Dia mengakui bahwa dia yang telah merusak gaun itu. Karena gaun itu sangat cantik, dia jadi sangat ingin mencobanya. Jadi gaun itu rusak karena ulahnya.

Joo Young mendekat dan bertanya siapa perempuan itu. Dia ternyata adalah model baru dari agensi yang bekerja sama dengan mereka. Perempuan itu terus menangis dan meminta maaf. Joo Young yang kesal memarahinya.

Sung Joon menyuruh perempuan itu segera pergi. Joo Young menanyakan tentang Hye Jin. Tapi Sung Joon menyuruh semuanya untuk pulang.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_085944.538_thumb[1]She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_085948.247_thumb[1]

Shin Hyuk datang. Dia heran melihat suasan ruangan yang sepi dan menanyakannya pada Joon Woo. Apakah pemotretannya sudah berakhir? Tidak. Joon Woo memberitahu bahwa pemotretan di tunda karena gaunnya rusak. Jadi mereka memutuskan untuk melakukan pemotretan setelah gaunnya diperbaiki.

“Apa maksudmu? Apa yang terjadi pada gaunnya?” Shin Hyuk mencari seseorang. “Dimana Jackson?”

***

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_090349.920_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_090410.574_thumb

Ha Ri dalam perjalanan. Dia mencoba menghubungi Sung Joon. Ha Ri bertekad kalau dia yang harus memberitahu Sung Joon dengan mulutnya sendiri. Tapi Sung Joon tidak menjawab teleponnya. Ha Ri frustasi.

Sementara Sung Joon sedang termenung sendirian di ruang pemotretan, dan mengabaikan telepon Ha Ri.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_090614.635_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_090620.084_thumb

Seseorang menelepon Ha Ri. Ha Ri pikir itu Sung Joon. Dia langsung berteriak protes kenapa dia tidak menjawab teleponnya. Tapi ternyata itu adalah Hye Jin.

“Ha Ri-ya.. Aku.. Aku dipecat oleh Ji Sung Joon. Dia memintaku untuk jangan pernah muncul lagi. Dia menyuruhku menghilang.” Hye Jin menangis.

“Apa yang kau bicarakan? Kau dimana sekarang?” Ha Ri terkejut.

***

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_090642.894_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_090650.148_thumb

Hye Jin duduk sendirian di taman. Ha Ri kemudian datang. Hye Jin senang melihat kedatangan Ha Ri dan memintanya datang. Hye Jin curhat.

“Sejenak aku berkhayal. Kami menjadi semakin dekat selama perjalanan bisnis dan aku berpikir dia masih Sung Joon yang sama yang aku kenal dari masa kecil. Aku keliru dengan berpikir bahwa kami bisa kembali seperti dulu. Jadi.. aku hendak mengatakan segalanya, tapi… aku dipecat seperti ini.”

Ha Ri mendengarkan dengan sedih.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_090723.181_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_090713.749_thumb

Hye Jin melanjutkan, “Baginya, aku hanya seseorang yang bisa dia pecat begitu saja. Aku bodoh karena gembira sendiri. Ah! Aku sangat bodoh, kan?”

Ha Ri memeluk Hye Jin, “Maafkan aku.”

Hye Jin bingung kenapa Ha Ri meminta maaf. Ha Ri kemudian menangis. Hye Jin menggenggam tangan Ha Ri, menenangkannya. Ha Ri menangis saat dia diterima di perusahaan dan sekarang Ha Ri menangis lagi karena dia dipecat.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_090808.482_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_090831.460_thumb

Hye Jin menghapus air mata Ha Ri. Hye Jin berusaha melihat kejadian ini dari sisi positif. Setidaknya bagus untuknya tidak harus melihat Sung Joon lagi, karena dia selalu merasa rumit saat bertemu dengannya. Hye Jin meminta Ha Ri untuk berhenti menangis, wajah cantik Ha Ri akan rusak nanti.

Meskipun masih terisak, Ha Ri menghapus air matanya. Ponselnya bergetar. Hye Jin menyuruh Ha R menjawabnya, karena mungkin dari kekasih Ha Ri. Tapi Ha Ri tak mau menjawab dan mematikan ponselnya.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_092053.916_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_092104.949_thumb

Sung Joon menghela nafas karena Ha Ri menolak panggilannya. Sung Joon lalu melihat ke arah meja Hye Jin, dimana masih ada bawang yang tersenyum.

Sung Joon mendatangi meja Hye Jin dan mengambil ID card miliknya. Sung Joon arti ID card itu untuk Hye Jin.

Sementara itu, Ha Ri masih menangis. Dia bertanya dalam hati, apa yang harus dia lakukan? Apa yang harus mereka lakukan?

***

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_092129.443_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_092141.105_thumb

Di ruang Tim Redaksi. Semua orang yang sudah terbiasa dengan Hye Jin menjadi kesulitan. Mereka bingung bagaimana dulu Hye Jin mengerjakan pekerjaan yang begitu banyak. Mereka juga heran apakah memang selalu banyak yang harus mereka kerjakan.

Mereka mengherankan Sung Joon yang terlalu berlebihan dan begitu sensitif terhadap Hye Jin. Dan Sung Joon juga melihat semua keluhan mereka.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_092146.333_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_092549.342_thumb

“Aku merindukan Hye Jin noona. Aku ingin tahu apa yang sedang dia lakukan sekarang.” Ujar Joon Woo.

Shin Hyuk juga merasa kehilangan dan melihat ke arah mejanya Hye Jin.

***

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_093400.685_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_093405.755_thumb

Hye Jin di rumah sedang sibuk mencari pekerjaan baru.

***

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_093547.814_thumb[1]She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_093600.774_thumb[1]

Seorang staff Bagian Logistik memberitahu Kepala Bagian bahwa Hye Jin dipecat dari Tim Redaksi MOST. Dia bertanya, bukankah seharusnya mereka membawa kembali Hye Jin ke bagian mereka?

Tapi Kepala Bagian bilang, saat mereka sudah setuju untuk memindahkan sementara Hye Jin, mereka sudah memberikan kewenangan sepenuhnya pada Tim Redaksi. Jadi meskipun mereka ingin membawa Hye Jin kembali, mereka tidak bisa.

***

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_100008.069_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_100013.516_thumb

Dalam rapat, Sung Joon tampak kecewa dengan usulan-usulan tim. Sung Joon bilang jika mereka memutuskan untuk memakai konsep baru, maka harus ada kemajuan.

“Kalian pikir kira bisa membuat Edisi Ulang Tahun ke-20 seperti ini? Inikah semua yang kalian punya? Tidak ada yang lain? Jika tidak ada yang lain, aku akan—“

“Bagaimana dengan konsep film?” sela Shin Hyuk.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_100016.870_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_100019.139_thumb

Sung Joon kesal karena konsep itu sudah sering digunakan, masa akan digunakan lagi dan untuk edisi ulang tahun? Kemudian Shin Hyuk menjelaskan bahwa maksud dia bukanlah sesuatu yang sudah ratusan kali mereka lakukan, tapi mereka harus melakukan hal yang baru dengan konsep itu.

“Bukan karakter utama, tapi fokus pada karakter pendukung.”

“Karakter pendukung? Bagaimana?” Tanya Joo Young.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_100116.057_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_100121.742_thumb

Shin Hyuk memberi contoh. Dalam musical ‘Wicked’, Penyihir Hijau dari Wizard of Oz adalah karakter utamanya. Tapi dalam pemotretan mereka bisa melakukan sesuatu untuk memberikan fokus pada karakter pendukung. Jadi membuat karakter pendukung sebagai model utama dalam pemotretan.

Ah Reum setuju. Ketika dia menonton Cinderella saat masih kecil, dia merasa kesal pada Cinderella dan merasa paham apa yang dirasakan saudara tirinya. Menurut Ah Reum tidak ada salahnya melihat dari sudut pandang saudara tirinya itu.

Poong Ho juga merasa heran dengan Putri Tidur. Jika ada pria asing yang menciumnya, seharusnya dia memukul pria itu, bukannya malah menerima pria itu tanpa ragu.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_100211.698_thumb[1]She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_100222.509_thumb[1]

Sung Joon menggulung lengan bajunya, tanda kalau dia mulai memikirkan ide itu. Ide berdatangan dari Joon Woo dan Joo Young. Joo Young lalu bertanya pendapat Sung Joon.

“Jangan membatasi diri dengan kisah dongeng, tapi lakukan dalam skala besar. Jika kau mengubah cara pandangmu, dunia akan terlihat berbeda. Jika kau memindahkan pusat perhatian, karakter pendukung bisa menjadi karakter utama. Konsep seperti itu.”

Sung Joon lalu memutuskan konsep itu akan menjadi tema mereka untuk edisi ulang tahun, dan mengajak mereka membahasnya lagi di pertemuan selanjutnya. Sung Joon kemudian keluar. Tim Redaksi senang karena akhirnya mereka menemukan konsep yang pas.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_100332.648_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_100328.382_thumb

Shin Hyuk masuk ke ruangan Sung Joon dan meletakkan sebuah buku dengan sampul berwarna merah muda di meja Sung Joon. Shin Hyuk meminta Sung Joon untuk melihat buku itu. Sung Joon sudah melihat halaman pertama, lalu bertanya buku apa itu? Shin Hyuk meminta Sung Joon untuk membalik halaman.

“Apa hanya kau karakter utamanya? Aku juga karakter utama!”

Buku itu ternyata berisi penjelasan mengenai karakter-karakter pendukung di dalam dongeng. Shin Hyuk bilang bahwa ide yang sebelumnya dia sebutkan bukan miliknya. Itu adalah ide Kim Hye Jin. Jadi jika Sung Joon hendak meneruskan proyek dengan konsep itu, Shin Hyuk pikir Sung Joon harus membawa Hye Jin kembali.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_100416.671_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_100428.568_thumb

Sung Joon mengingatkan bahwa Hye Jin lah yang berkata bahwa dia tidak akan kembali meski sudah diminta. Shin Hyuk bilang itu karena Joo Young yang memintanya kembali.

“Jika orang yang salah paham dan terlalu berlebihan yang meminta padanya, situasi mungkin akan sedikit berbeda.”

“Jadi? Kau menyuruhku untuk meminta maaf dan membawanya kembali? Perusaahaan apa yang akan meminta maaf pada anak magang dan memohon pada mereka untuk kembali?”

Sung Joon tampak keberatan. Dia mengembalikan buku itu dan meminta Shin Hyuk untuk melupakan semuanya. Mereka akan memilih konsep yang lain.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_100519.468_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_100524.796_thumb

Shin Hyuk bingung, apakah dia telah salah menilai Sung Joon. Dia pikir Sung Joon adalah orang yang sangat rasional, tapi dia jadi penasaran mengapa sepertinya rasionalitas itu tidak pernah berlaku untuk Kim Hye Jin. Tampak seperti Sung Joon mempunyai perasaan lain untuknya. Sung Joon hendak menyela, tapi Shin Hyuk terus bicara.

“Aku akan menanyakan satu pertanyaan lagi. Jika asisten lain membuat kesalahan yang sama, akankah kau marah begitu saja dan memecat orang itu langsung ditempat?”

“Jika kau hendak mengatakan hal yang tak berguna, pergilah.” Ujar Sung Joon dingin.

“Aku akan pergi setelah aku mendengar jawabannya. Apa kau benar-benar…tidak punya perasaan lain pada Kim Hye Jin? Saat hatimu berkata O tapi kau ingin mengatakan X, atau saat hatimu berkata X tapi kau ingin mengatakan O, orang bilang itu akan membuatmu ragu. Kau ragu sekarang ini.”

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_101104.325_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_101107.020_thumb

Sung Joon kesal dan menggebrak meja. Dia bahkan berdiri. “Siapa kau hingga berani mengatakan hal seperti itu? Lalu bagaimana denganmu? Siapa kau yang selalu terlibat dalam semua aspek kehidupan wanita itu?”

“Aku menyukainya. Aku bilang aku menyukai Kim Hye Jin. Apakah jawaban itu cukup untukmu?”

Shin Hyuk mengembalikan buku tadi di dekat Sung Joon, lalu pamit pergi. Meninggalkan Sung Joon yang terpaku.

***

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_101307.227_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_101315.435_thumb

Shin Hyuk berdiri di dekat rumah Hye Jin. Saat Hye Jin muncul, dia langsung memanggilnya. Shin Hyuk pura-pura lupa kalau rumah Hye Jin ada disana. Shin Hyuk menjelaskan bahwa dia sedang mencari bahan artikel tentang jalanan indah di Seoul. Ah.. Hye Jin mempersilahkan Shin Hyuk untuk kembali bekerja.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_101448.092_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_101421.561_thumb

Shin Hyuk mencoba bicara pada Hye Jin yang berjalan menjauh. Shin Hyuk meminta Hye Jin untuk kembali. Toh kemarin itu Sung Joon yang salah paham dan terlalu berlebihan. Semua orang sedang menunggu Hye Jin.

“Aku tidak akan kembali. Faktanya, setelah aku keluar, aku merasa lebih damai.”

Hye Jin lalu pamit untuk mencari kerja. Shin Hyuk senang, kebetulan sekali dia juga sedang mencari orang. Dia meminta Hye Jin untuk menjadi asistennya satu hari. Karena Hye Jin punya pengalaman bekerja di majalah, jadi dia menerima Hye Jin.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_101605.579_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_101608.817_thumb

Hye Jin tertawa. Dia meminta Shin Hyuk untuk tidak bercanda karena dia harus pergi mencari kerja. Hye Jin yang hendak pergi berhenti berjalan begitu mendengar Shin Hyuk memutar rekaman itu. Shin Hyuk bilang dia akan menggunakan permintaannya yang kedua.

“Jackson, jadilah asistenku untuk satu hari.”

“Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak ingin pernah terlibat lagi dengan majalah MOST.”

Tapi kemudian Hye Jin setuju begitu Shin Hyuk bilang kalau upahnya besar.

***

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_101920.025_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_101933.584_thumb

Hye Jin pun menemani Shin Hyuk mengambil foto. Hye Jin bahkan membantu Shin Hyuk minum. Lalu Hye Jin kabur saat Shin Hyuk mulai menari tak tentu arah (hehe..).

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_102009.622_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_102011.599_thumb

Mereka tiba di sebuah tangga. Shin Hyun bilang orang yang lewat d tangga itu dengan satu kaki tanpa tersandung maka permintaannya akan terkabul. Hye Jin curiga Shin Hyuk berbohong. Shin Hyuk berdalih kalau dia tidak akan bercanda pada Jackson yang pengangguran. Shin Hyuk juga bilang ada banyak videonya di internet. Apa Hye Jin tidak pernah melihatnya?

“Kau serius?” tanya Hye Jin masih dengan nada curiga.

“Yasudah jangan lakukan. Kau sendiri yang rugi. Ayo pergi.” ujar Shin Hyuk serius.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_102034.445_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_102038.173_thumb

Tanpa babibu Hye Jin langsung menuruni tangga dengan satu kaki dan meneriakkan permintaannya. Ingin pekerjaan. Di belakang Shin Hyuk mengambil foto Hye Jin sambil tertawa. Hye Jin merasa ada keanehan saat orang yang lewat menyebutnya gila.

Diapun menoleh dan melihat Shin Hyuk yang sedang menertawakannya. Ah, Hye Jin kena kejailan Shin Hyuk lagi. Hye Jin yang kesal segera menyerbu Shin Hyuk.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_102201.947_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_102208.208_thumb

Hye Jin bingung Shin Hyuk mengajaknya ke tempat lain disaat Shin Hyuk katanya membuat liputan jalanan Seoul. Shin Hyuk mengajak Hye Jin ke Gyeongido karena tempatnya dekat. Shin Hyuk merasa akan kecewa jika mereka tidak pergi kesana.

Sebuah tempat di Gyeongido yang dimaksud Shin Hyuk adalah semacam taman bunga. Hye Jin dengan senang menghirup udara segar disana.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_102835.580_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_102847.862_thumb

Shin Hyuk lalu mengajak Hye Jin berfoto bersama. Mereka berfoto dengan pose-pose aneh.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_102903.918_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_102901.187_thumb

Hye Jin tertawa melihat hasil foto mereka. Shin Hyuk menatap Hye Jin dari kejauhan dengan serius. Mereka kemudian berjalan bersama sambil mengobrol.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_102951.863_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_102959.137_thumb

Hye Jin mengingatkan Shin Hyuk tentang pertanyaan Shin Hyuk padanya waktu itu: apakah Hye Jin 100% yakin bahwa dia menginginkan Sung Joon hanya sebagai teman. Setelah memikirkannya, Hye Jin mengaku bahwa itu tidak benar.

“Aku pikir aku menganggap Sung Joon sebagai seorang pria. Kau tahu, ada sebuah cermin.. Kau tidak bisa melihat dari luar tapi dari dalam kau bisa melihat semuanya. Bagi kami, aku pikir selalu ada cermin seperti itu diantara kami. Aku bisa melihatnya dengan sangat baik tapi dia tidak bisa melihatku sama sekali.”

Hye Jin juga bilang bahwa ada saat dia berpikir dia harus bersembunyi sehingga dia tidak akan ditemukan, tapi ada saat dia berharap Sung Joon akan mengenalinya lebih dulu. Jadi, itulah mengapa Hye Jin pikir semuanya terasa lebih menyakitkan untuknya. Shin Hyuk mendengarkan curahan hati Hye Jin dengan seksama.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103024.436_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103031.679_thumb

“Berkatmu, aku bertahan selama waktu itu dan juga kehidupan staff redaksi yang tak biasa juga cukup menyenangkan. Hari ini juga.. aku tahu kau datang dengan sengaja untuk menghiburku. Terima kasih. Sungguh.”

“Kalau begitu jika kau berterima kasih, pacaran denganku.” Shin Hyuk tersenyum jail.

Hye Jin kesal karena Shin Hyuk bercanda lagi. Hye Jin bahkan bilang kalau dia menarik lagi kata-kata tadi. Shin Hyuk tertawa. Hye Jin lalu mendapat telepon dari seseorang yang akan dia temui.

***

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103218.823_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103220.190_thumb

Sung Joon membuka kembali buku yang ditinggalkan Shin Hyuk, buku milik Hye.

”Aku hanya menyelamatkan pangeran karena dia pingsan di lau. Aku tidak pernah dengan sengaja berbohong. Dengarkan apa yang harus aku katakan.” Tulis Hye Jin di halaman Mermaid.

“Kau bilang aku penyihir jahat? Itu hanyalah pilihan tak beruntung yang harus aku buat untuk menjaga hutanku.”

Sung Joon tersenyum.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103228.279_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103229.897_thumb

Dia lalu teringat perkataan Shin Hyuk bahwa rasionalitas dirinya tidak pernah berlaku untuk Hye Jin, seperti Sung Joon punya perasaan lain pada Hye Jin. Sung Joon menatap bawang milik Hye Jin.

***

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103740.922_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103745.774_thumb

Hye Jin ternyata menemui Kepala Bagian. Kepala Bagian meminta Hye Jin bersiap untuk bekerja kembali. Bukan di Jinsung, tapi di perusahaan temannya Kepala Bagian. Sebuah perusahaan kecil, tapi sangat sukses.

Sebenarnya temannya Kepala Bagian bilang mereka baru saja menerima pekerja baru, tapi karena Kepala Bagian menjamin kerja keras Hye Jin, Hye in bisa masuk. Hye Jin terkejut dan menanyakan keseriusan Kepala Bagian. Kepala

“Apa kau terus berbohong sepanjang hidupmu? Tentu saja aku serius. Hye Jin-ssi, tidak ada orang lain sepertiku.”

Hye Jin memegang tangan Kepala Bagian dan berterima kasih. Kepala Bagian meminta Hye Jin untuk mentraktirnya permen kapas sebagai ucapan terima kasih.

***

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103802.459_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103809.862_thumb

Hye Jin turun di halte bus, ternyata ada Sung Joon memarkirkan mobilnya. Begitu melihat Hye Jin, Sung Joon turun dari mobil. Seperti hendak memanggil Hye Jin, tapi niatnya urung dilakukan. Dia lalu membuntuti Hye Jin sambil membawa buku bersampul merah muda milik Hye Jin.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103828.670_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103830.082_thumb

Tiba-tiba Hye Jin berhenti berjalan di depan sebuah minimarket. Sung Joon yang panik segera bersembunyi di balik tembok. Hye Jin berbalik dan menyapa anjing yang sedang dirantai disana.

“Gonju, kau disini seperti ini lagi?”

Hye Jin kemudian membetulkan rantai anjing itu yang terlilit. Hye Jin kembali berjalan.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103840.814_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103851.150_thumb

Sung Joon berdiri mematung di belakang Hye Jin yang sedang bermain ayunan. Sung Joon ingin hendak menyapa, tapi kemudian ponsel Hye Jin berdering jadi Sung Joon sembunyi.

Hye Jin menerima telepon dari Kepala Bagian. Kepala Bagian memberitahu bahwa temannya akan menelepon Hye Jin esok pagi. Hye Jin berterima kasih. Dia kemudian berteriak senang. Sung Joon mengintip di tangga perosotan.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103932.585_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103936.176_thumb

Saat Hye Jin turun dari ayunan dan berjalan menjauh, entah apa yang dipikiran Sung Joon, tapi dia pindah bersembunyi di dekat lubang perosotan.

“Kenapa aku sembunyi?” tenyata Sung Joon juga keheranan sendiri.

Sung Joon lalu meregangkan kakinya yang terasa kaku. Tapi bukunya masuk ke perosotan, dan dia pun ikut meluncur. Lalu dengan indahnya mendarat di depan kaki Hye Jin. Hehe.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103942.186_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_103953.195_thumb

Mereka lalu duduk bersama di bangku. Sung Joon memberitahu bahwa dia ingin menggunakan ide Hye Jin yang ada di dalam buku itu sebagai tema majalah edisi ulang tahun.

“Aku senang jika kau kembali.”

“Tidak. Aku tidak punya keinginan untuk kembali ke perusahaanmu. Tapi kau masih bisa menggunakan ideku.” Ujar Hye Jin tanpa menatap Sung Joon.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104012.467_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104020.754_thumb

“Hari itu… aku terlalu sensitif. Aku mengakui bahwa aku telah berlebihan. Aku minta maaf. Kembalilah dan mati bekerja bersama untuk edisi ulang tahun.” Ujar Sung Joon tulus.

“Tidak. Aku tidak akan kembali lagi kesana meskipun untuk kepentinganmu.” Hye Jin tetap menolak. “Sejujurnya, bekerja denganmu sangat tidak nyaman bagiku.”

Sung Joon terkejut mendengar pernyataan terakhir Hye Jin. Hye Jin pun memberitahu bahwa dia telah memutuskan untuk bekerja di perusahaan lain melalui rekomendasi Kepala Bagian Logistik.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104034.665_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104036.580_thumb

“Kim Hye Jin-ssi..” Sung Joon mungkin hendak membujuk lagi.

Tapi Hye Jin kemudian berdiri bersiap pergi, “Bagaimanapun, untuk datang kesini menemuiku secara pribadi, terima kasih.”

Hye Jin lalu pamit dan berjalan pergi. Sung Joon yang bisa memandang punggung Hye Jin yang semakin menjauh.

***

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104351.870_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104354.184_thumb

Sung Joon pergi ke kantor. Dia berhenti di depan meja Hye Jin dan menatap bawang yang sudah mulai tumbuh.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104356.031_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104358.377_thumb

Hye Jin sedang menunggu telepon masuk dari temannya Kepala Bagian. Ponselnya berdering, tapi itu dari Kepala Bagian. Hye Jin pun bilang bahwa dia belum mendapat telepon apapun, padahal semalam Kepala Bagian bilang aka nada yang menelepon.

“Aku tidak tahu bagaimana memberitahumu, tapi dia tidak bisa memberimu pekerjaan.”

“Apa?” Hye Jin terkejut. “Anda bilang itu sudah pasti.”

Kepala Bagian beralasan bahwa di dunia ini ada banyak kejadian tak terduga. Kepala Bagian lalu menutup teleponnya dengan alasan akan makan siang.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104408.047_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104410.660_thumb

Hye Jin teringat dengan permintaan Sung Joon semalam untuk kembali. Hye Jin menggelengkan kepala, dia masih punya harga diri (masa mau menarik kata-katanya sendir..). Hye Jin memutuskan untuk makan lebih dulu lalu mencari pekerjaan lain. Tapi Hye Jin jadi frustasi melihat tempat beras yang kosong.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104449.297_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104522.014_thumb

Hye Jin lalu pulang ke rumah. Hye Jin memanggil ayahnya di ruang kerja. Tapi ayahnya tidak ada. Hye Jin kemudian bersembunyi di balik mesin dengan niat untuk mengejutkannya.

Ayah muncul. Saat Hye Jin hendak mengejutkannya, seseorang datang. Itu adalah pelanggan ayah. Tuan itu mempertanyakan tentang pesanannya yang katanya akan dikirim hari ini, tapi tidak ada. Ayah meminta maaf, mesinnya rusak lagi.

“Aku tidak bisa terus memberikan bisnisku padamu hanya karena hubungan kita di masa lalu.” Tuan itu tampak kecewa.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104458.901_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104505.788_thumb

“Maafkan aku. Aku akan memperbaikinya dan menyelesaikan pesananmu besok. Pasti.”

“Buang (mesin) sampah itu! Atau minta pada putrimu yang kau bangga-banggakan bekerja di perusahaan besar untuk membeli yang baru! Ah! Benar-benar!” Tuan itu pergi dengan marah.

Ayah terus meminta maaf lagi dan berjanji akan menyelesaikannya besok. Hye Jin menatap ayahnya dengan sedih.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104556.209_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104600.044_thumb

Lalu entah bagaimana caranya Hye Jin sudah di luar dan menelepon ayahnya. Ayah tampak senang sekali mendengar suara putrinya itu. Hye Jin meminta ayahnya untuk tidak terus makan Jjajangmyun, tapi makan dengan lauk yang sehat.

“Apakah semuanya berjalan dengan baik?” tanya Hye Jin.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104609.025_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104627.373_thumb

“Tentu saja. Semuanya berjalan dengan baik. Kami baik-baik saja, jadi kau tidak perlu khawatir. Fokus saja pada pekerjaanmu! Omong-omong, kau akan mendapatkan pekerjaan bulan depan, kan?” Maksud ayah adalah Hye Jin diangkat sebagai karyawan tetap.

“Tentu saja! Perusahaan tidak bisa berjalan tanpa aku. Percayalah padaku, Ayah.” Hye Jin tampak sedih.

Ayah senang mendengarnya, karena itu memberinya banyak energi. Ayah berterima kasih. Perkataan ayah ini semakin membuat Hye Jin sedih. Dia lalu menutup teleponnya dengan alasan ada atasannya yang mencari. Hye Jin menyeka wajahnya.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104717.418_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104721.615_thumb

Hye Jin merenung di taman. Hye Jin ragu ingin menelepon Sung Joon. Tapi ketika Hye Jin menguatkan diri, dia teringat dengan ucapannya semalam. Bahwa dia tidak akan mau kembali lagi ke Jin Sung meskipun demi Sung Joon. Hye Jin kesal kenapa dia mengatakan itu semalam.

Hye Jin tak peduli dan menguatkan diri lagi. Tapi dia ingat lagi ucapannya semalam, bahwa dia sangat tidak nyaman bekerja dengan Sung Joon. Hye Jin kembali ragu.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104745.501_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104746.617_thumb

Dalam keraguan itu, Kepala Bagian menelepon lagi. Dia bilang kalau dia menemui temannya setelah makan siang dan menceritakan tentang Hye Jin. Temannya itu bilang dia akan mempekerjakan Hye Jin. Dia akan menelepon Hye Jin sekarang juga, jadi Hye Jin harus menjawab telepon itu meskipun tidak kenal nomornya.

Hye Jin sangat senang dan berterima kasih pada Kepala Bagian.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104806.657_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104808.056_thumb

Kemudian setelah menutup teleponnya, Hye Jin mendapatkan pesan dari Sung Joon. Foto bawangnya yang sedang menangis.

“Menangis karena pemiliknya tidak ada. Kau akan meninggalkannya sendirian seperti ini?”

Hye Jin termenung sambil menatap foto bawang itu. Hye Jin menghela nafas.

***

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104843.391_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104846.055_thumb

Esok pagi. Seperti biasa, Sung Joon berhenti di meja Hye Jin dan menatap bawangnya. Sung Joo lalu masuk ke ruangannya.

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104849.600_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104851.936_thumb

Seorang wanita masuk ke ruangan. Dia memperhatikan kesibukan yang ada. Telepon berdering. Joo Young berteriak agar seseorang menjawabnya. Wanita yang baru saja datang langsung menjawab telepon itu.

“Ya, ini dengan Tim Redaksi MOST Kim Hye Jin.”

She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104858.015_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104900.868_thumbShe.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104910.230_thumb[1]She.Was.Pretty.E08.mkv_20151016_104914.053_thumb[1]

Semua orang menoleh ke arah suara itu dan terpana. Itu adalah Hye Jin dengan penampilan barunya.

***

Bersambung ke episode 9~

Komentar:

Sung Joon nih ingin Hye Jin kembali bukan hanya karena idenya dipakai. Tapi memang karena dia juga sebenarnya kangen sama Hye Jin. Hehe…

Maaf yah gak komen banyak, kemarin udah diborong sih di bagian 1. ^^

Comments

  1. Wua...sung joon mendarat dengan indahnya di depan kaki hye jin....(bak mumu indah yah mengartikannya...)
    Hye jin berharap.bisa dikenali lebih dulu yah...?tapi kata sontreknya noreul ajikdo moreunnabwa.....kamu (sung joon) belum kenal jg ampe epi 8....dan kapsn yah bakaln sadar....galaunya.....
    Hiks2 masih sedih ....udah nonton epi9 dan hrs bergalau. Ria seminggu lagi coz cuma tayang 1 episode minggu ini.....
    Kamsahamnida yah bak mumu....Himneseyo!

    ReplyDelete
  2. Ah, hye jin nya jadi cakeeep hihihi

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts