Sunday, October 18, 2015

She Was Pretty | Episode 9 - 1

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_083326.784_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_083345.995_thumb

Hye Jin pergi ke salon. Ahjumma yang akan melayani Hye Jin merasa takjub dengan rambut Hye Jin. Bagaimana bisa Hye Jin hidup selama ini dengan penampilannya seperti itu?

“Bisakah kau benar-benar menghilangkan semua jejak rambut keritingku?”

“Yah, aku kira itu akan sulit tapi selama kau meminta bantuanku, aku akan mengurusnya.”

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_083755.482_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_083801.375_thumb

Hye Jin lalu menanyakan biayanya. Biaya dasar untuk meluruskan rambut adalah 300 ribu won, tapi karena Hye Jin punya perawatan nutrisi maka semuanya 400 ribu won. Hye Jin terkejut dan hendak pergi. Tapi melihat kembali penampilannya di cermin, Hye Jin kembali duduk.

“Ya, tolong lakukan! Aku ingin memulai awal yang baru!”

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_083848.791_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_083901.259_thumb

Hye Jin pergi ke mall dan melihat sepasang pakaian yang digunakan manekin. Hye Jin menyukai pakaian itu dan membelinya, lalu memakainya.

Hye Jin lalu melihat event make over. Di saat host meminta orang-orang yang ingin di-make over mengacungkan tangan, Hye Jin malah langsung duduk di depan dan memaksa untuk di-make over.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_083933.839_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_083927.376_thumb

Hye Jin melangkah masuk ke gedung perusahaan dengan penampilan barunya. Kepala Bagian yang juga baru masuk gedung terpana melihat Hye Jin melintas. Dia merasa heran, kenapa perempuan asing punya aroma seperti Hye Jin.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_083954.678_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084000.155_thumb

Hye Jin masuk ke ruangan tepat dengan bunyi telepon yang berdering dan Joo Young meminta seseorang untuk menjawabnya. Hye Jin menjawab telepon itu. Semua orang menoleh dan terkejut.

“Jackson?” Shin Hyuk memastikan.

“Kau Hye Jin?” Ah Reum ikut memastikan. “Oh, melihat tas itu, itu memang seperti dia.”

“Ya! Aku kembali! Mohon maaf karena telah membuat khawatir. Aku minta maaf.” Hye Jin membungkuk pada semua orang.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084019.599_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084032.421_thumb

Joon Woo langsung berlari memeluk Hye Jin, dia sangat merindukan Hye Jin. Shin Hyuk protes. Han Sul juga langsung menarik Joon Woo. Semuanya merasa senang dan memuji tentang penampilan barunya Hye Jin. Hye Jin berterima kasih. Sung Joon melihatnya dari dalam ruangan dan tersenyum.

Joo Young menegur mereka, apa akan terus menyambut kedatangan kembali Hye Jin? Joo Young menyuruh semuanya kembali bekerja. Tapi Joo Young juga tampak senang dengan kedatangan Hye Jin dan tersenyum padanya.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084114.967_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084118.782_thumb

Shin Hyuk menghampiri Hye Jin yang sudah duduk kembali di mejanya.

“Apa yang kau lakukan pada rambutmu?” tanya Shin Hyuk heran. “Tunggu. Apa kau menggunakan make up? Aku tidak bisa melihat bintik-bintik di wajahmu. Hamburan biji wijen di tulang pipimu adalah keistimewaan terbesar Jackson. Ah, ini tidak cocok denganmu. Tidak cocok! Jackson yang lama lebih cantik!” Shin Hyuk protes.

“Kenapa? Semua orang bilang aku menjadi lebih cantik.” Hye Jin mendorong kursi Shin Hyuk. menyuruhnya kembali bekerja.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084135.406_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084140.201_thumb

Han Sul mendekat dan memuji penampilan Hye Jin. Han Sul juga menyebut Hye Jin ‘unni’, tak seperti bisanya. Hye Jin terkejut dengan panggilan itu, kenapa Unni? Han Sul berkilah, apakah dia harus menyebut Hye Jin ‘oppa’?

Han Sul kemudian pergi. Ternyata dia merasa bersalah pada Hye Jin, karena dia pikir Hye Jin dipecat karena dirinya. Waktu itu kan Han Sul yang menyuruh Hye Jin pergi ke parkiran mengambil mobilnya dan meninggalkan gaunnya.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084153.602_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084156.467_thumb

Hye Jin lalu melihat bawangnya yang sudah makin panjang rambutnya. Hye Jin menebak bahwa seseoarng mengganti airnya saat dia tidak ada. Hye Jin mengangkat gelas bawang dan melihat bekas gambar bawang yang menangis yang dikirimkan Sung Joon.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084208.974_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084210.199_thumb

Hye Jin pun teringat pada Sung Joon dan menoleh ke arah ruangannya. Hye Jin berdiri dan membungkuk. Tak lupa Hye Jin juga tersenyum, dan Sung Joon yang balik tersenyum. Hye Jin lalu pergi karena mendapat pekerjaan dari Joo Young.

 

Hye Jin menyapa Rara. Rara melihat Hye Jin dengan tatapan asing, siapa Hye Jin? Hye Jin mengingatkan Rara tentang dirinya. Rara pun baru sadar. Dia mempersilahkan Hye Jin untuk kembali melakukan aktifitasnya. Tapi kemudian dia memanggil Hye Jin lagi.

“Kau terlihat sangat Most-like. Brava, brava.”

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084401.798_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084406.668_thumb

Hye Jin tersenyum senang dan berterima kasih. Shin Hyuk kemudian datang dan mengajak Hye Jin makan malam bersama. Tapi kemudian Shin Hyuk merubah tawarannya dan mengajak Hye Jin makan es sekarang juga.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084415.898_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_084409.432_thumb

Ternyata Shin Hyuk hanya ingin mengobrol dengan Hye Jin. Mereka duduk bersama. Hye Jin bercerita kalau Sung Joon menemuinya.

“Kalau begitu kau datang karena Wakil Pimred yang tidak membiarkanmu pergi?”

“Tidak. Aku punya tujuan baru sekarang, sehingga aku kembali.”

“Tujuanmu adalah menjadi pekerja tetap.”

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_085124.396_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_085132.709_thumb

“Selain itu, ada tujuan yang sekarang berada tepat di depan mataku. Aku ingin mengganti mesin cetak ayahku. Aku memutuskan untukku sendiri dan untuk ayahku. Aku tidak akan protes lagi dan hanya bekerja dengan keras.”

“Kalau begitu kau butuh penembak jitu di sampingmu.” Ujar Shin Hyuk serius.

Hye Jin bingung apa maksud Shin Hyuk. Tapi kemudian Shin Hyuk bilang penembak jitu contohnya adalah dirinya. Shin Hyuk tertawa. (Aku juga bingung maksudnya. Mungkin maksud Shin Hyuk, supaya Hye Jin bisa jadi pegawai tetap, butuh dirinya yang adalah pewaris Jin Sung).

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_085557.304_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_085600.151_thumb

Ha Ri mendapatkan telepon dari Sung Joon. Sung Joon menghela nafas lega karena akhirnya Ha Ri menjawab teleponnya. Sung Joon heran kenapa sulit sekali bicara dengan Ha Ri di telepon. Dia bahkan hendak mencari Ha Ri ke hotel jika hari ini Ha Ri tidak juga menjawab telepon.

“Pokoknya, luangkan waktu untukku hari ini. Jika kau sibuk, aku akan datang ke hotel.”

“Tidak. Jangan datang. Jangan pernah datang ke hotel.” Ha Ri berkata dengan keras.

Ha Ri lalu bilang kalau dia sudah lama di hotel, jadi dia bosan. Dia mengajak Sung Joon bertemu di luar saja. Mereka pun janjian bertemu. Setelah menutup telepon, Ha Ri merasa kesakitan lagi di perutnya.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_090737.532_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_090740.058_thumb

Rapat perayaan ulang tahun MOST. Dalam acara perayaan ulang tahun akan hadir perwakilan dari tiap negara MOST, artis asing, dan banyak figur negara mereka dari industri fashion, kecantikan, dan kebudayaan. Karena itu Joo Young merasa mereka harus menggunakan biaya besar dan lebih dramatis.

Ah Reum setuju, mereka paling tidak harus mengadakan pesta kapal. Dan membuatnya semewah dan semenarik mungkin. Poong Ho bahkan menyarankan untuk mengundang Super Junior (#eaaa) dan membuat mereka melakukan penampilan. Mereka juga bisa menyalakan kembang api.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_090743.652_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_090801.757_thumb

Shin Hyuk bahkan menyarankan untuk menyewa sebuah resort di Pulau Jeju. Semua merasa senang. Tapi tidak dengan Sung Joon yang menghela nafas panjang, juga Hye Jin. Joo Young yang merasa heran pun bertanya pada mereka.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_090759.026_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_090848.334_thumb

“Aku tidak yakin tapi hanya karena ulang tahun ke-20 melakukan sesuatu yang keren tampaknya terlalu berlebihan. Itu tidak tidak cocok untuk konsep acara ulang tahun. Itulah yang aku pikirkan…” Hye Jin mengutarakan pendapatnya.

Sung Joon setuju dengan pendapat Hye Jin. Konsep mereka adalah bagaimana berbedanya dunia terlihat jika kita mengubah pandanan kita, jadi melakukan sesuatu yang keren tampaknya tidak cocok. Sung Joon berpikir mereka harus melakukan sesuatu yang berbeda.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_090920.404_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_090929.006_thumb

Joo Young menanyakan contohnya. Sung Joon kemudian berpikir. Tapi sebelum Sung Joon mengeluarkan pendapatnya, Hye Jin mengeluarkan pendapatnya lebih dulu.

Hye Jin berpikir untuk melakukan sesuatu yang berlawanan. Sung Joon menyambung ide Hye Jin, yaitu dengan membalik lampu sorot. Misalnya, agar model cantik bisa berjalan di panggung dalam peragaan busana, ada artis dan personil acara. Atau ahli pijat eksklusif untuk seorang atlit terkenal dunia. Sung Joon berpikir untuk menyorot orang-orang seperti itu.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_090957.378_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091003.381_thumb

“Kalau begitu, kita adalah salah satu dari orang-orang seperti itu. Sebuah majalah yang tampak menarik, untuk menerbitkannya ada banyak orang yang kehilangan waktu tidur untuk itu dan bahkan tidak punya waktu untuk mandi.” Joo Young mulai paham.

Semuanya mengangguk. Han Sul bahkan bergumam kalau mereka bekerja seperti hewan.

“Bintang bersinar paling terang dalam kegelapan.. jadi intinya adalah bukan menyorot bintang tapi kegelapannya. Seperti itu?” tambah Poong Ho.

Shin Hyuk bahkan memberi judul ‘The Beauty of Shadow’ untuk acara mereka, alias Keindahan Kegelapan. Sung Joon pun memutuskan utnuk menggunakan konsep itu dan meminta pendapat anggota timnya. Semua setuju.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091013.999_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091017.372_thumb

Shin Hyuk lalu berkata bahwa ide itu awalnya diungkapkan Hye Jin. Jadi dia meminta semuanya memberi tepuk tangan untuk Hye Jin. Hye Jin berterima kasih. Sung Joon tersenyum.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091502.581_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091143.935_thumb

Hye Jin masuk ke ruangan Sung Joon untuk memberikan notulen rapat. Saat Hye Jin hendak pergi, Sung Joon memanggilnya kembali. Dia bertanya apa yang harus dia lakukan? Haruskan dia membeli tiket undian? Hye Jin tak mengerti.

Rupanya maksud Sung Joon adalah buku milik Hye Jin. Di dalamnya tertulis, siapapun yang mengembalikan buku itu akan mendapatkan banyak keberuntungan. Dan sekarang Sung Joon mengembalikan buku itu. Hye Jin tersenyum.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091154.117_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091158.432_thumb

“Aku tahu itu tidak sopan, tapi aku membacanya dari halaman depan sampai belakang. Aku menambahkan beberapa ide yang aku dapatkan saat membacanya.”

Hye Jin membuka bukunya. Memang ada beberapa tempelan memo. Sung Joon berkata, entah karena dia memandang Hye Jin yang masih pemula, atau karena Hye Jin punya pandangan yang berbeda tentang sesuatu hal, tapi pandangan Hye Jin itu menyenangkan. Maksud Sung Joon adalah ide Hye Jin saat mereka melakukan perjalanan bisnis, ide untuk edisi ulang tahun dan dalam buku itu.

“Bagaimanapun, pandanganmu menyegarkan. Aku berharap kau bisa menunjukkan lebih pada kami di masa mendatang.” Ujar Sung Joon tulus.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091217.159_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091220.179_thumb

Hye Jin mengerti dan berbalik hendak pergi. Sung Joon memanggilnya kembali. Dia memberikan sebuah kotak hadiah untuk Hye Jin dan meminta Hye Jin membukanya. Itu adalah kalung tempat menyimpan ID card, beserta ID card Hye Jin yang baru. Sung Joon berpesan agar Hye Jin tidak menghilangkan kartu itu dan menggunakannya untuk waktu yang lama.

“Itu adalah hadiah selamat datang dariku sebagai rekan kerjamu.”

“Rekan kerja?” Hye Jin tersenyum.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091235.274_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091326.773_thumb

Hye Jin menggunakan hadiah itu dan menanyakan pendapat Sung Joon. Sung Joon mengacungkan jempol.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091252.918_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091257.494_thumb

Lalu untuk ketiga kalinya Sung Joon memanggil kembali Hye Jin yang hendak pergi.

“Sepertinya aku lupa mengatakan hal yang paling penting. Senang melihatmu kembali. Selamat datang.” Sung Joon tersenyum.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091614.364_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091619.558_thumb

Ha Ri melihat Sung Joon yang sedang menunggunya dari luar café. Ha Ri menghela nafas. Ha Ri lalu menghubungi Sung Joon dan memberitahu bahwa ada hal penting yang tiba-tiba terjadi dan mengharuskannya pergi ke luar negeri.

Sung Joon kecewa, tapi dia mengerti kalau Ha Ri sibuk. Dia meminta Ha Ri menghubunginya kembali saat Ha Ri punya jadwal kosong. Ha Ri kemudian pergi setelah sekali lagi menatap Sung Joon.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091639.769_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091649.891_thumb

Seperti biasanya Shin Hyuk duduk di depan mini market menunggu ramen instannya matang. Tenyata di dalam mini market ada Ha Ri yang hendak membeli minuman. Hari memegang perutnya yang sakit, lalu pingsan. Shin Hyuk melihatnya.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091641.900_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091814.944_thumb

Shin Hyuk membawa Ha Ri ke rumah sakit. Dokter menjelaskan bahwa Ha Ri mengalami kejang perut akibat tekanan batin (stress). Selama ini dia pasti sangat kesakitan. Shin Hyuk teringat pernah melihat Ha Ri memegang perutnya yang sakit saat di hotel.

Dokter menambahkan bahwa ada tanda dehidrasi dan kekurangan nutrisi. Sepertinya Ha Ri tidak makan atau tidur beberapa hari belakangan. Ha Ri sepertinya benar-benar sedang mengalami stress hebat.

Ha Ri kemudian membuka mata. Shin Hyuk langsung bertanya apakah Ha Ri ingat apa yang terjadi? Ha Ri tak mengatakan apapun, lalu duduk.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091833.412_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091846.265_thumb

“Kau tidak bisa menanganinya dan berakhir dengan sakit.” Shin Hyuk berdecak. “Dengan melihatnya, kau bukan tipe orang yang bisa melakukan hal seperti itu dan berurusan dengan konsekuensinya. Semakin lama kau menunggu, kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri.”

“Aku pikir itu akan berakhir setelah satu hari. Hanya satu hari lagi. Aku jadi serakah. Banyak waktu, maksudku, ratusan kali aku mencoba untuk berhenti, tapi…”

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091912.421_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_091921.192_thumb

Shin Hyuk menyela, “Kau adalah teman terdekat Hye Jin. Kau tahu dengan bauk bahwa mereka berdua adalah cinta pertama masing-masing.”

“Sama juga denganku. Untukku, dia adalah cinta pertamaku.” Ha Ri mulai menangis. “Menyukai seseorang sebanyak ini, juga pertama kalinya untukku.”

Ha Ri semakin terisak. Dan begitu tahu isi hati Ha Ri yang sesungguhnya, Shin Hyuk pun tak bisa mengatakan apapun lagi.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_092022.270_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_092028.113_thumb

Ha Ri terbangun dari tidurnya. Wajahnya pucat. Ha Ri mendengar suara dari luar. Dia pun keluar dari kamar dan melihat Hye Jin yang sedang sibuk membuat makanan di dapur. Ha Ri memanggil Hye Jin.

“Oh, Ha Ri-ya. Kau baik-baik saja? Wajahmu masih terlihat pucat.” Hye Jin menghampiri Ha Ri. “Kau tidak tahu betapa takutnya aku saat kau pulang kerja, dan kau merintih saat tidur.”

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_092039.086_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_092045.346_thumb

Hye Jin kembali ke dapur karena masakannya mendidih. Hye Jin bilang kalau dia melihat obat Ha Ri, dan obat itu sepertinya obat sakit perut. Hye Jin bertanya, apa Ha Ri sedang stress? Karena saat stress, Ha Ri selalu sakit perut.

Ha Ri menatap Hye Jin dan teringat dengan masa lalunya.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_092135.642_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_092140.983_thumb

[Kilas balik]

Saat itu Ha Ri sedang sakit. Nyonya Na, ibu tirinya, menyuruh Ha Ri untuk pergi membeli obat dan memakannya. Sedangkan dia sendiri ada pertemuan, jadi dia harus pergi. Tampak jelas Nyonya Na tidak merawat Ha Ri dengan tulus. Mungkin karena itulah hingga sekarang Ha Ri memusuhi Nyonya Na.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_092142.905_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_092150.605_thumb

Ha Ri yang kesakitan dibangunkan oleh Hye Jin. Hye Jin membawa bubur untuk Ha Ri. Hye Jin yang tahu Ha Ri belum makan apapun sejak pagi membuatkan bubur untuknya. Hye Jin meminta Ha Ri untuk makan.

“Saat kau sakit dan tidak punya nafsu makan, kau tetap makan bubur yang dibuatkan ibumu. Rasanya tidak sama. Tapi aku mencoba yang terbaik untuk membuatnya mirip.”

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_092157.750_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_092202.024_thumb

Hye Jin lalu menyuapi Ha Ri. Ha Ri menangis. Hye Jin bertanya, apakah rasanya begitu enak hingga Ha Ri menangis?

“Terima kasih, Hye Jin-ah.” Ujar Ha Ri lirih. Ha Ri lalu memeluk Hye Jin, “Terima kasih, Hye Jin-ah. Terima kasih banyak karena selalu ada di sekitarku. Aku akan menjalani hidupku bersamamu sepanjang sisa hidupku. Aku akan memperlakukanmu dengan benar-benar baik.”

[Kilas balik selesai]

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111242.612_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111247.399_thumb

Sambil mengurus masakannya, Hye Jin terus bicara. Dia meminta Ha Ri untuk makan jika masakannya sudah selesai. Dia juga mengajak Ha Ri tidur bersama malam ini, karena mereka tidak tahu kapan Ha Ri akan sakit perut lagi.

Ha Ri menghampiri Hye Jin dan memeluknya dari belakang. Hye Jin gugup, ada apa dengan ‘backhug’ itu. Ha Ri bilang Hye Jin adalah obat, dia tidak merasa sakit sama sekali (setelah memeluk Hye Jin). Hye Jin lalu membanggakan diri sebagai obat mujarab untuk segala penyakit.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111305.975_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111308.290_thumb

“Hye Jin-ah. Apa aku sudah mengatakannya padamu? Bahwa aku benar-benar menyukaimu dengan segenap hatiku.” Ha Ri menangis.

Hye Jin melepaskan pelukan Ha Ri. “Ada apa? Apa kau bertengkar dengan pacarmu? Atau sesuatu terjadi di hotel?”

Ha Ri memeluk Hye Jin lagi. “Tidak, tidak ada yang terjadi. Aku benar-benar baik-baik saja. Sungguh baik-baik saja.”

Hye Jin membalas pelukan Ha Ri tanpa bertanya apapun lagi.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111424.626_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111429.417_thumb

Hye Jin menyapa orang-orang yang ada di kantor begitu sampai. Poong Ho memuji selera berpakaian Hye Jin yang telah sangat meningkat. Hye Jin bilang bahwa dia sudah luamayan lama berada di tim itu, jadi dia mendapatkan sedikit selera fashion. Meskipun pakaian yang dia gunakan tidaklah mahal.

“Benar, fashion bukan hanya sekedar masalah uang. Itu adalah tentang membuat lebih banyak perhatian.” Ujar Joo Young.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111438.946_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111444.083_thumb

“Tapi, mengapa kau hidup seperti itu begitu lama, saat kau bis hidup seperti ini?” Han Sul penasaran.

“Aku harus membayar pinjaman sekolah. Tolong terima kebulatan tekadku untuk terlihat lebih MOST-like.”

Joo Young, Pong Hoo dan Joon Woo bertepuk tangan.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111658.056_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111700.772_thumb

Sung Joon mengakhiri rapat. Kemudian Joo Young menginterupsi. Dia menanyakan tentang pidato pembukaan. Poong Ho bilang seharusnya Pimred yang melakukannya, tapi mereka tidak punya Pimred yang seperti itu.

Han Sul mengingatkan bahwa akan ada banyak tamu dari luar negeri. Jadi tidakkah seharusnya mereka melakukan pidato pembukaan dengan Bahasa Inggris? Kalau begitu, Sung Joon bilang dia yang akan melakukannya.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111718.630_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111733.734_thumb

Saat Sung Joon hendak keluar ruang rapat, Ah Reum masuk. Dia meminta maaf terlambat datang. Mobilnya tiba-tiba berhenti dalam perjalanannya ke kantor. Shin Hyuk bilang Ah Reum bisa kecelakaan jika berhenti di persimpangan. Beruntung mobilnya bisa menyala lagi, dan Ah Reum menggunakannya sampai kantor.

“Dari A, B, C, D, bukankah A yang paling penting? Itu adalah dasar dari yang paling dasar. Aku tidak tahu tentang yang lain, tapi tolong lebih jelas.” Ujar Sung Joon dingin.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111746.901_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111737.985_thumb

Ah Reum kembali meminta maaf. Setelah Sung Joon keluar, barulah Ah Reum mengeluh. Dia tidak melakukannya dengan sengaja. Poong Ho melarang Ah Reum membawa mobilnya ke bengkel, tapi memanggil mobil Derek. Karena Ah Reum akan terlibat kecelakaan jika mobilnya berhenti lagi di tengah jalan.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111750.475_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111813.843_thumb[1]

Shin Hyuk melihat tempat ID card baru milik Hye Jin, dan lumayan terkejut dibuatnya.

“Kau bahkan punya tempat baru untuk ID card? Dimana Jackson yang dulu? Kenapa kau selalu berubah?” Shin Hyuk masih saja protes.

“Aku menerima ini dari Wakil Pimred.” Ujar Hye Jin tersenyum senang.

“Apa? Mengapa dia memberikannya padamu?” Shin Hyuk semakin terkejut.

Hye Jin memberitahu bahwa itu adalah hadiah selamat datang. Hye Jin pikir kalau dia dan Sung Joon sekarang benar-benar bisa seperti rekan kerja sesungguhnya, jadi dia menerima hadiah itu dengan nyaman. Shin Hyuk tak pecaya mendengarnya dan terus mencela.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111850.399_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111843.115_thumb

Hye Jin sedang dalam bus perjalanan pulang. Hye Jin lalu mendengar ribut-ribut para penumpang lain tentang seorang pria diluar yang melakukan hal berbahaya. Hye Jin akhirnya keluar dan melihat Shin Hyuk. Shin Hyuk dengan motornya mencoba berjalan sejajar dengan bus.

Hye Jin berteriak kalau itu berbahaya. Tapi Shin Hyuk malah tersenyum senang dan meneriakkan nama Hye Jin.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111900.017_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111903.793_thumb

Hye Jin turun dari bus. Shin Hyuk sudah sampai duluan di halte. Hye Jin menegur Shin Hyuk yang melakukan hal berbahaya. Shin Hyuk tak peduli, dia mengeluarkan tas dari kotak yang dia bawa dan memberikannya pada Hye Jin.

“Ini, ambillah. Ini adalah hadiah selamat datang.”

“Apa? Apa maksudmu? Tadi kau bilang kau merinding. Mengapa aku harus menerima hadiah seperti ini?” Hye Jin mengembalikan tasnya.

“Aku sudah bilang itu adalah hadiah selamat datang. Aku dengan hangat menyambut kedatanganmu kembali. Jadi terimalah. Dengan nyaman.”

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111906.284_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111908.240_thumb

Shin Hyuk menambahkan bahwa dia membelinya saat diskon 90%. Shin Hyuk lalu membandingkan tempat ID card yang diberikan Sung Joon dengan tas yang diberikannya. Shin Hyuk senang karena hadiahnya lebih besar daripada hadiah Sung Joon.

Hye Jin menolak tas itu dan menyuruh Shin Hyuk mengembalikannya. Tapi Shin Hyuk bilang dia akan membuangnya jika Hye Jin tak mau. Hye Jin bilang buang saja. Shin Hyuk akan membuangnya, dia akan memberikannya pada anjing.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111917.120_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111919.451_thumb

Kebetulan ada anjing yang lewat bersama pemiliknya. Shin Hyuk benar-benar memberikannya pada anjing itu. Menyuruh anjing itu untuk mengendusnya. Hye Jin menghentikan Shin Hyuk. Dia minta maaf pada pemilik anjing dan menjelaskan bahwa Shin Hyuk lebih tidak normal dari kelihatannya. Hye Jin memakai tas itu, dia pun terpaksa menerimanya.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111936.144_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_111942.010_thumb

“Kau puas?” tanya Hye Jin kesal.

“Yah, bagus, bagus. Ah, benar-benar cocok denganmu. Kau harus menggunakannya setiap hari.”

Shin Hyuk yang senang lalu mengajak Hye Jin makan bersama. Tapi Hye Jin tidak mau.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112459.360_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112512.019_thumb

Sung Joon bersiap dan mengenakan pakaian resmi. Setelah itu dia menghafalkan kembali pidato pembukaan acara ulang tahun yang akan dia bawakan.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112517.497_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112520.166_thumb

Sementara itu di tempat pelaksanaan acara, tim sedang sibuk mempersiapkan semuanya. Tak lama kemudian para tamu berdatangan. Hye Jin bertugas di depan pintu masuk untuk memberikan brosur pada para tamu.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112535.534_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112540.301_thumb

Shin Hyuk pamer pada teman-temannya. Bahwa dia berhasil berfoto bersama Lagerfeld, Giselle BUnchen, John Cusack dan Liu Wen. Poong Ho memuji Shin Hyuk.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112550.010_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112552.064_thumb

Joo Young kemudian datang dan menanyakan tentang Sung Joon pada Han Sul. Kenapa Sung Joon belum datang? Padahal sebentar lagi acara akan dimulai. Han Sul terkejut mendengar Sung Joon belum datang. Joo Young menyuruh Han Sul mengeceknya lagi. Hye Jin mendengar kehebohan itu.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112601.767_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112603.644_thumb

Joon Woo lalu meminta tolong Hye Jin untuk menyambut kedatangan MC. Hye Jin segera keluar. MC meminta maaf. Dia biasanya tidak terlambat, tapi diluar hujan dan mobilnya terjebak macet. Hye Jin terkejut mendengar ada hujan diluar dan memastikannya kembali pada MC itu.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112607.672_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112612.308_thumb

Han Sul memberi tahu tim bahwa Sung Joon tidak menjawab telepon. Ah Reum bingung, acara akan dimulai 3 menit lagi, jadi bagaimana dengan pidato pembukaannya?

Joo Young lalu meminta Joon Woo memberitahu kru untuk menunda pidato pembukaan. Joon Woo bergegas memberitahu kru untuk menunda pembukaan. Kru memberitahu MC untuk menunda acara, tapi MC yang tidak terlalu jelas mendengar dan tidak paham dengan ucapan kru malah langsung memulai acaranya.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112622.006_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112623.871_thumb

Tim bingung. Disaat mereka meminta untuk penundaan, kenapa malah jadi lebih cepat. MC mulai membuka acara.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112626.924_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112630.640_thumb

Hye Jin berlari keluar untuk memastikan hujan itu. Hye Jin teringat cerita Sung Joon saat perjalanan bisnis, bahwa karena ibunya meninggal dalam kecelakaan di hari hujan, mulai hari itu dia selalu bermasalah mengendarai mobil saat hujan.

“Mungkinkah.. tidak ada yang terjadi padanya, kan?” Hye Jin sangat khawatir.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112648.346_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112655.889_thumb

Sementara itu di ruangan mulai di putar video dokumenter yang memperlihatkan tim redaksi di balik layar. Tim terharu melihat tayangan itu. Tapi kemudian mereka panik karena pidato pembukaan akan segera dimulai. Joo Young meminta Shin Hyuk untuk melakukan pidato menggantikan Sung Joon.

Video telah selesai ditayangkan, semua orang terdiam menanti orang yang akan berpidato. Shin Hyuk tak mau tampil karena dia belum mempersiapkan apapun, tapi tim mendesaknya. Saat Shin Hyuk akhirnya bersedia dan hendak menuju panggung, seseorang sudah ada disana.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112700.121_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112709.027_thumb

Kim Rara. Kim Rara berdiri di atas panggung dan memperkenalkan diri. Tim terkejut melihat Rara. Apalagi saat Rara mencela acara pembukaan itu. Bahwa semuanya membosankan, jelek, tidak bagus, tidak indah, dan tidak mencirikan MOST sama sekali. Rara juga menyebutnya timnya gila.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112721.458_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151018_112714.823_thumb

Sementara itu, Sun Joon terperangkap dalam hujan. Dia berhenti di pinggir jalan dan menangis. Tak sanggup untuk terus melanjutkan perjalanan.

***

Bersambung ke bagian 2~

Komentar:

Duh, jadi gak bisa benci sama Ha Ri. Ha Ri bukannya tidak memikirkan perasaan Hye Jin, tapi dia juga punya perasaan. Bahkan perasaannya banyak, dia memikirkan semua orang. Dia memikirkan perasaan dirinya sendiri yang baru merasakan cinta, dia memikirkan rasa bersalahnya karena membohongi Sung Joon. Dia juga memikirkan Hye Jin. Karena itu dia jadi stress.

Bahkan Ha Ri juga sudah mulai menjauhi Sung Joon. Itu karena dia memikirkan Hye Jin dan Sung Joon.

2 comments:

  1. Hik hik hik...gitu yah dari sudut pandang Hari...sung joon cinta pertamanya juga....
    Jd perasaannya yah....seperti hye jin jg....poor....
    (tp ttp salah boongnya....)
    Yg paling lucu itu waktu shin hyuk mencibir hadiah sung joon utk hye jin...."welcome sunmul busun"......
    Berasa bgt aura cemburunya.....hahaha.....
    Kamsahamnida bak mumu......

    ReplyDelete
  2. Udah Ha ri sm shin hyuk ajaaah,,
    Ga sabar gimana Sung Joon mengaku suka sama Hye Jin tanpa mengetahui Hye jin itu tmn kecilnya...Ga berharap Sung joon marah ke Hye Jin karena sudah membohonginya...

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD