Wednesday, October 28, 2015

She Was Pretty | Episode 9 - 2

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_112058.584_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_112102.332_thumb

Hye Jin masih mengkhawatirkan kondisi Sung Joon. Dia bingung apa yang harus dia lakukan. Tapi kemudian Joo Young mengirim pesan pada Hye Jin agar Hye Jin segera masuk dan mengurus para tamu. Hye Jin lalu masuk ke dalam aula.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_112107.660_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_112139.521_thumb

Rara masih menjelekkan timnya. Rara bilang timnya semakin kelihatan jelek saat sudah mendekati deadline dengan rambut yang berminyak dan lingkaran hitam pada mata. Rara bilang mereka seperti zombie. Karena penampilan jelek itu Rara berpikir bahwa organism terjelek di dunia berkumpul disana.

“Tapi aneh. Di mataku, meraka tampak indah. Mereka adalah

orang yang bersembunyi di tempat tersembunyi dan berperan sebagai keindahan kegelapan untuk para bintang, sama seperti karakter utama dalam video yang telah kami tunjukkan. Setiap masa deadline, Tim Redaksi kami yang bekerja keras, mempertaruhkan hidup mereka… Aku cinta kalian.”

Tim merasa terharu. Mereka ikut bertepuk tangan dengan para tamu. Ternyata Rara tidak benar-benar menjelekkan tim, justru dia bangga.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_112141.990_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_112130.378_thumb

“Redaktur MOST, Asisten MOST, dan semua staf MOST di dunia, kau mencintai kalian semua. Terima kasih pada kalian semua, MOST menjadi lebih bercahaya. Terima kasih. Aku cinta kalian!”

Sung Joon membuka pintu aula. Hye Jin merasa lega. Begitu pula Sung Joon yang merasa lega karena acara tidak berantakan karena dirinya, bersyukur Rara sudah menggantikan dirinya. Sung Joon tak masuk ke dalam.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_112144.635_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_112148.233_thumb

Sung Joon berdiri di luar menunggu Rara. Rara yang telah selesai berpidato kemudian keluar. Rara langsung bertanya, apakah Sung Joon adalah seseorang yang tidak bertanggung jawab? Sung Joon menunduk dan meminta maaf.

“Kau biasanya bukan orang yang seperti ini. Apa yang terjadi?”

“Aku minta maaf.”

“Jadi kau tidak akan memberikan alasan apapun?”

“Aku minta maaf.”

Sung Joon tak bisa memberikan jawaban yang lain dari pertanyaan-pertanyaan Rara. Rara membenarkan letak dasi Sung Joon dan mengajaknya bicara nanti saja. Rara kelihatannya tidak marah, tapi mungkin dia kecewa. Rara kemudian pergi. Hye Jin melihat kejadian itu dari balik tembok.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_112220.057_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_112250.794_thumb

Sung Joon duduk merenung di lorong. Sung Joon tampak sedih dan kecewa pada dirinya sendiri. Hye Jin menghampiri Sung Joon, dan duduk di dekatnya. Hye Jin terus menatap wajah Sung Joon yang termenung. Tapi sepertinya Sung Joon tidak menyadari kehadiran Hye Jin.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_113425.881_thumb[1]She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_113412.496_thumb[1]

Tim membicarakan Sung Joon yang semalam terlambat datang. Padahal sebelumnya Sung Joon menyindir Ah Reum saat dia terlambat hadir di dalam rapat. Shin Hyuk mencoba mengalihkan pembicaraan dengan mengajak mereka bermain untuk menentukan siapa yang akan membeli kopi.

Tapi usaha Shin Hyuk tak berhasil. Poong Ho mengutarakan keherannya, kenapa Sung Joon tidak mengatakan apapun disaat dia hampir saja mengacaukan acara penting? Apakah dia itu suka memberontak?

“Ugh, dia adalah orang jahat besar. Kita harus mengubah namanya dari Joon Gila menjadi Joon Tak Tahu Malu.” Tambah Han Sul.

Shin Hyuk mencoba mengalihkan pembicaraan dengan mengajak bermain lagi, tapi tetap tak berhasil. Joo Young menyuruh semuanya berhenti mengobrol dan kembali bekerja. Tapi semuanya terus menjelekkan Sung Joon.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_113439.639_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_113434.605_thumb

Hye Jin yang sejak tadi mendengarkan mereka dengan sabar, menjadi tak sabar lagi. Hye Jin menegur mereka.

“Bukankah itu sangat kasar untuk berbicara seperti itu disaat kalian bahkan tidak tahu apapun tentang dia?” tanya Hye Jin.

Sayangnya pertanyaan Hye Jin itu menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru dari yang lain. Tidak tahu apapun tentang dia? Apa maksud Hye Jin? Apa Hye Jin tahu sesuatu yang mereka tidak tahu?

Hye Jin hendak mengatakan sesuatu, tapi kemudian Sung Joon datang dan mengajaknya bicara.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_114606.130_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_114621.021_thumb

Hye Jin dan Sung Joon lalu bicara di luar. Sung Joon mempertanyakan Hye Jin yang sudah bicara terlalu jauh pada tim tentang dirinya. Hye Jin menjelaskan bahwa dia marah mendengar tim melontarkan tuduhan salah pada Sung Joon. Hye Jin semakin marah saat memikirkannya kembali.

“Apa kau tidak mendengar apa yang mereka katakan? Joon tak tahu malu? Lakukan dengan baik? Mereka bahkan tidak tahu apapun. Ah, aku sangat marah.” Ujar Hye Jin menggebu-gebu.

Sung Joon tertawa. Hye Jin heran, bagaimana bisa Sung Joon tertawa mendengar orang lain berkata jelek tentangnya. Sung Joon bilang itu tidak terlalu buruk. Maksudnya adalah reaksi Hye Jin.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_114650.700_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_114701.518_thumb

“Memang sedikit berlebihan, tapi rasanya cukup menyenangkan ada satu orang yang berpihak padaku.”

“Ini bukan waktunya untuk bercanda.” Ujar Hye Jin.

“Itu adalah kesalahanku. Tidak salah jika mereka mengatakan hal buruk tentangku. Perusahaan bukanlah tempat dimana mereka bisa mendengarkan masalah pribadimu. Jika aku membuat persoalan dari masalah pribadiku, apapun alasannya, 100 % itu adalah kesalahanku dan tanggung jawabku.”

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_114723.606_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_114734.901_thumb

Hye Jin ingin menentang prinsip Sung Joon itu. Tapi Sung Joon menyela untuk berterima kasih pada Hye Jin. Sung Joon bilang memberi hadiah untuk Hye Jin ternyata ada gunanya. Dia lalu mengajak Hye Jin masuk ke dalam.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_114837.759_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_114849.567_thumb

Joo Young menawarkan Hye Jin untuk menulis artikel. Karena ide storybook sebelumnya adalah dari Hye Jin, Joo Young meminta Hye Jin untuk mencoba menulis artikel dongeng, entah itu dalam konsep Feature, Fashion, atau Beauty tergantung bagaimana Hye Jin mengeksplorasinya.

Tapi Hye Jin menolak. Dia tidak punya keberanian dan tidak dalam posisi untuk melakukannya. Joo Young bilang dia juga tidak akan menerbitkannya jika artikel itu berada di bawah standar. Joo Young hanya ingin Hye Jin mencobanya. Hye Jin tetap menolak, dia hanya akan mendukung pekerjaan tim.

Joo Young pun tak bisa memaksa jika memang Hye Jin tidak mau melakukannya. Hye Jin berterima kasih pada Joo Young karena telah mengkhawatirkannya dan menawarkan kesempatan itu padanya. Sung Joon melihat dan mendengarkan percakapan mereka tak jauh dari sana.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_114943.718_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_114916.132_thumb

Hye Jin kembali duduk di mejanya. Shin Hyuk menghampiri Hye Jin dan meyakinkan Hye Jin untuk mencoba menulis artikel itu. Tidak ada seorang pun yang bisa bagus sejak awal. Tapi Hye Jin tetap merasa itu tidak mungkin.

Lalu Shin Hyuk dengan usilnya mengangkat tangan Hye Jin dan berteriak pada Joo Young bahwa Hye Jin akan menulis artikel itu. Tapi Joo Young tahu Shin Hyuk melakukannya tanpa persetujuan Hye Jin. Hye Jin juga jadi kesal pada Shin Hyuk.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_115526.268_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_115533.333_thumb

Shin Hyuk bertemu Ha Ri di luar minimarket. Shin Hyuk menanyakan keadaan Ha Ri, apakah Ha Ri sudah lebih baik? Ha Ri bilang dia sudah agak baikan. Shin Hyuk senang mendengarnya dan pamit pergi. Ha Ri menahan Shin Hyuk, dia ingin meminta tolong sesuatu pada Shin Hyuk.

Ternyata Ha Ri meminta Shin Hyuk untuk menemaninya naik motor berkeliling kota (hehe…). Ha Ri meminta Shin Hyuk untuk melajukan motornya dengan kencang. Shin Hyuk setuju. Ha Ri terud berteriak, dia merasa itu menyenangkan. Tapi sepertinya Ha Ri ingin mencoba melepaskan penat.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_143028.022_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_143050.560_thumb

Hye Jin berjalan menuju halte. Dia lalu melihat poster tentang pameran lukisan itu. Hye Jin memandangi poster itu, dan tanpa dia sadari Sung Joon juga menghampiri poster itu. Sung Joon yang lebih dulu menyadari kehadiran Hye Jin.

Hye Jin heran melihat Sung Joon masih minum kopi di larut malam. Sung Joon bilang masih ada pekerjaan yang harus dia kerjakan. Sung Joon tersenyum menatap Hye Jin. Dia lalu bertanya apakah Hye Jin menyukainya? Maksudnya adalah Renoir (pelukis lukisan itu).

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_143055.764_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_143107.561_thumb

“Ah, tidak. Aku tidak tahu banyak tentang dia. Aku hanya merasa senang saat aku melihat lukisan ini.”

“Dia adalah seniman kesukaanku.” Sung Joon memberitahu.

Sung Joon juga mengingatkan Hye Jin bahwa Hye Jin pasti pernah melihat gambar lukisan itu di rumahnya saat Hye Jin memecahkan kotak kaca waktu itu.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_143436.547_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_143443.591_thumb

Sung Joon lalu menjelaskan bahwa Renoir hanya melukis momen bahagia. Renoir bilang ada banyak momen menyedihkan terjadi di dunia, karena itu dia ingin menghargai momen bahagia melalui lukisan. Mungkin itulah sebabnya Hye Jin juga merasa senang saat melihat lukisannya.

Saat menjelaskan itu, Hye Jin melihat Sung Joon kecil yang ada di hadapannya. Tanpa sadar, Hye Jin tertawa. Sung Joon heran, kenapa Hye Jin tiba-tiba tertawa? Hye Jin bilang bukan apa-apa. Dia lalu menyuruh Sung Joon untuk segera masuk, sedangkan dia akan menunggu bis di halte itu. Sung Joon pamit dan berjalan pergi.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_143449.395_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_143451.332_thumb

Hye Jin lalu duduk di halte. Tak berapa lama kemudian, Sung Joon kembali dan duduk bersama Hye Jin. Hye Jin terkejut. Sung Joon bilang dia hanya akan menemani Hye Jin sampai bisnya datang. Sung Joon beralasan kalau dia ingin menghirup udara segar.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_143902.750_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_143842.097_thumb

Setelah beberapa lama dalam keheningan, Sung Joon lalu bertanya, mungkinkah Hye Jin pernah mendengar tentang dewa kesempatan (Caerus)? Tidak, Hye Jin tak pernah mendengarnya. Sung Joon memperlihatkan gambar dewa itu. Yang menarik perhatian Hye Jin adalah dewa itu yang tidak berpakaian (>,<).

Sung Joon meminta Hye Jin memperhatikan wajah dewa itu. Dewa itu hanya punya seikat rambut di bagian depan. Hye Jin menyadarinya, dewa itu botak di kepala bagian belakang.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_143959.945_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_143954.731_thumb

Sung Joon berkata, “Karena dewa kesempatan hanya punya rambut di depan, sehingga saat mendekat sangat mudah untuk memegang rambutnya, tapi saat kau melewatkannya maka akan mustahil untuk memegangnya lagi. Itulah alasan mengapa tidak mungkin untukmu mengambil kesempatan yang sudah berlalu.”

Hye Jin tampak memikirkan perkataan Sung Joon itu. Sung Joon bilang dia hanya mengatakan apa yang muncul di kepalanya. Sung Joon melihat bis yang ditunggu Hye Jin datang. Dia menyuruh Hye Jin naik. Saat Hye Jin sudah naik di dalam bis, Hye Jin sadar, darimana Sung Joon tahu kalau itu adalah bis yang akan dia naiki? (Hye Jin masih tidak tahu Sung Joon pernah mengikutinya saat Hye Jin sakit..)

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_144043.338_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_144034.723_thumb

Shin Hyuk dan Ha Ri kembali ke depan minimarket. Ha Ri terkagum-kagum, ternyata seperti itu rasanya naik motor. Dia bahkan ingin membeli motor juga.

Shin Hyuk mengajak Ha Ri untuk minum lebih dulu karena Ha Ri pasti berkeringat. Tapi Ha Ri menolak, dia harus kembali. Ha Ri berterima kasih pada Shin Hyuk yang telah membantunya mengembalikan mood.

Shin Hyuk lalu meminta tolong agar Ha Ri tidak menceritakan tentang dirinya pada Hye Jin. Shin Hyuk tidak ingin Hye Jin tahu bahwa dia tinggal di hotel selama ini. Ha Ri setuju. Sebagai hotelier memang sudah seharusnya dia menjaga informasi pribadi dari klien. Ha Ri kemudian pamit.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145123.855_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145125.911_thumb

Di rumah, Ha Ri mencoba menulis surat. Untuk Seo Joon. Ha Ri menuliskan bahwa dia merasa tidak akan bisa menjelaskan semuanya jika bicara langsung, jadi dia menulis surat itu. Ha Ri sepertinya ingin menjelaskan pada Sung Joon tentang siapa dirinya dan bagaimana mulanya semua kebohongan itu bisa terjadi.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145127.660_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145131.011_thumb

Sementara itu Hye Jin memikirkan perkataan Sung Joon tentang kesempatan yang tidak akan datang dua kali. Hye Jin membuka kotak yang berisi kenangan masa kecilnya. Disana ada beberapa sertifikat yang Hye Jin peroleh saat kecil dulu dalam kompetisi menulis cerita anak-anak. Hye Jin tersenyum.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145244.672_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145248.681_thumb

Esok harinya di kantor, Hye Jin memberitahu Joo Young bahwa dia akan mencoba membuat artikel itu. Sung Joon yang baru datang tersenyum melihatnya.

Joo Young memberikan bahan untuk Hye Jin. Bahan yang akan membantu Hye Jin membuat konsep artikel. Untungnya Joo Young masih menyimpan bahan itu karena dia merasa Hye Jin pasti akan melakukannya. Hye Jin terharu tapi Joo Young bilang dia akan membuang artikel Hye Jin dengan kejamnya ke tempat sampah jika artikelnya tidak layak. Hye Jin berterima kasih.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145306.653_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145500.162_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145512.843_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145517.874_thumb

Hye Jin duduk di mejanya dan melihat kearah kantor Sung Joon. Sung Joon sedang menatapnya. Hye Jin memegang rambutnya tanda semangat, Sung Joon meniru dengan dua kepalan tangan. Mereka lalu saling melempar senyum.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145535.112_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145539.643_thumb

Hye Jin membawa banyak buku dari perpustakaan sebagai bahan referensi untuk artikelnya. Shin Hyuk datang dan membantu Hye Jin. Shin Hyuk senang mendengar Hye Jin memutuskan untuk mencoba menulis artikel itu.

“Ya. Aku pikir itu adalah kesempatan bagus, jadi aku menerimanya.”

“Jika kau memiliki masalah atau membutuhkan bantuan, mintalah pada Dewa Shin Hyuk kapanpun kau inginkan.”

Shin Hyuk menambahkan bahwa meskipun dia tampak kikuk, dia punya kemampuan, hingga banyak majalah pesaing yang berusaha keras menariknya masuk. Shin Hyuk kemudian terjatuh, tapi dia bilang dia sengaja jatuh agar tidak terlalu kelihatan sempurna dan tampak seperti orang jahat.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145547.890_thumb[1]She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145604.130_thumb[1]

Hye Jin merasa lucu karena pada kenyataannya banyak orang yang jahat juga sembrono. Shin Hyuk terkejut dengan ucapan Hye Jin itu.

“Jackson, kau benar-benar berubah! Kau juga menjadi lebih pandai bicara! Kau benar-benar seperti orang yang berbeda.”

Hye Jin yang kesal meminta Shin Hyuk untuk pergi karena masih banyak yang harus dia lakukan. Setelah mengembalikan buku yang dia bawakan, Shin Hyuk kemudian pergi.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145748.570_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145759.006_thumb

Hye Jin mulai bekerja, membuat konsep artikel dari berbagai macam cerita dongeng. Shin Hyuk mendekat dan mengajak Hye Jin makan tteokbokki. Hye Jin menolak. Tapi Shin Hyuk tetap memaksa. Hye Jin tak terpengaruh.

Hye Jin mengacuhkan Shin Hyuk dan berlari menghampiri Joo Young untuk meminta saran. Shin Hyuk menghela nafas. Dia merasa Hye Jin benar-benar sudah berubah dan tidak lagi menyenangkan.

“Tapi Jackson-ku benar-benar keren.” Shin Hyuk tersenyum melihatnya.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145803.369_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145805.398_thumb

Hye Jin terus mengerjakan proyeknya, dia membuat kliping dan terus mengumpulkan referensi hingga berbagai buku dan dokumen bertumpuk di mejanya. Dan Hye Jin ketiduran.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145816.190_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_145821.210_thumb

Hye Jin terbangun dan melihat kaleng minuman di mejanya. Hye Jin bingung kenapa minuman itu tiba-tiba ada disana, tapi Hye Jin tak peduli dan meminumnya.

Dari balik jendela, Sung Joon, orang yang menyimpan minuman itu, tersenyum melihat Hye Jin.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150605.796_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150615.506_thumb

Joo Young menanyakan kemajuan artikel yang dibuat Hye Jin. Hye Jin pun memberitahu bahwa dia hendak mengumpulkan materi lagi dan bertemu dengan penulis cerita anak-anak yang terkenal. Joo Young senang mendengarnya, karena itu pastiakan sangat membantu untuk Hye Jin.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150624.880_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150647.162_thumb

Sung Joon bertemu dengan Hye Jin di parkiran. Sung Joon heran melihat Hye Jin disana, apa Hye Jin punya mobil baru. Hye Jin menyangkal.

“Aku akan bekerja di luar dan Editor Cha bilang aku akan sampai kesana lebih cepat dengan mobil, dan dia meminjamkan mobilnya.”

Sung Joon pun tahu Hye Jin hendak pergi keluar kota dan ini adalah pekerjaan diluarnya yang pertama sebagai reporter. Sung Joon mengulurkan tangan. Dia dengan tulus mendoakan keberhasilan Hye Jin.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150659.245_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150714.000_thumb

Hye Jin menjabat tangan Sung Joon, “Ya. Aku akan melakukannya dengan baik. Aku akan menemuimu setelah aku kembali.”

Hye Jin kemudian pamit dan berjalan menuju mobil. Sung Joon diam-diam memberikan semangat. Sung Joon tampak ikut senang melihat Hye Jin.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150729.916_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150733.542_thumb

Sung Joon lalu menerima telepon dari Ha Ri. Setelah sekian lama akhirnya Ha Ri menghubungi Sung Joon dan mengajaknya bertemu. Mereka pun janjian di suatu tempat.

Ha Ri memegang surat yang akan dia berikan pada Sung Joon, penjelasan tentang kebohongannya selama ini. Ha Ri tampak sedang menguatkan dirinya sendiri.

***

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150735.571_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150750.144_thumb

Hye Jin mengendarai mobil sambil melatih pertanyaanya untuk penulis itu. Sementara itu Ah Reum kebingungan mencari kunci mobilnya yang menghilang. Shin Hyuk bilang mungkin saja Ah Reum menjatuhkannya di suatu tempat seperti waktu itu.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150929.606_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150922.702_thumb

Ah Reum menyangkal. Setelah menghubungi perusahaan mobil Ah Reum tidak pernah menggunakan mobil itu dan meninggalkannya di parkiran selama tiga hari. Hingga kemudian Joo Young menyadari kalau Hye Jin tidak mengambil kunci mobil miliknya.

Semua akhirnya sadar, Hye Jin salah mengambil kunci mobil Ah Reum. Mereka panik karena mobil itu tidak seharusnya di kendarai, dan kemungkinan terjadi kecelakaan pada Hye Jin.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150935.019_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150945.639_thumb

Shin Hyuk juga tampak khawatir dan segera menghubungi ponsel Hye Jin. Hye Jin yang sedang fokus menyetir dan melatih pertanyaan tidak bisa mendengar getaran ponselnya. Dia juga tidak sadar kalau mobilnya sudah berasap.

Karena Hye Jin tidak menjawab, Joon Woo mulai berpikir macam-macam. Jangan-jangan terjadi sesuatu pada Hye Jin. Poong Ho juga khawatir jika mobil itu berhenti di jalan tenah jalan tol. Semua jadi ikut khawatir. Shin Hyuk segera pergi.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150950.746_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_150952.311_thumb

Sung Joon yang sedang menunggu Ha Ri tiba-tiba teringat harus memeriksa sesuatu. Dia lalu menghubungi Joo Young untuk menanyakan sesuatu, tapi kemudian dia mendengar kekhawatiran tim pada Hye Jin. Sung Joon bertanya apa yang terjadi.

Joo Young memberitahu bahwa Hye Jin salah mengambil mobil Ah Reum yang dia kira sebagai mobil miliknya. Karena mobil Ah Reum rusak, Ah Reum akan membawanya ke bengkel hari ini, tapi ternyata mobilnya terbawa Hye Jin. Dan sekarang mereka tidak bisa menghubungi Hye Jin.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_151013.380_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_151023.783_thumb

Sung Joon lalu melihat berita kecelakaan di tabletnya. Kecelakaan yang terjadi di Paju, tempat yang dituju Hye Jin. Dalam berita disebutkan bahwa ada seorang wanita berusia diakhir 20 tahunan yang terluka. Sung Joon ingat Hye Jin hendak pergi ke Paju. Sung Joon segera berlari keluar. Mengabaikan panggilan Ha Ri yang baru tiba di café itu.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_151026.143_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_151029.068_thumb

Shin Hyuk melajukan motornya dengan kencang menu Hye Jin. Sung Joon pun demikian. Saat hujan turunpun, Sung Joon seakan tak peduli dan terus melaju.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_151037.228_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_151043.686_thumb

“Saat aku pergi ke suatu tempat sendirian, jika aku ingin menulis surat untuk seseorang. Aku akan menulisnya untukmu. Dan jika kau tidak punya siapapun untuk kau hubungi saat kau terdesat membutuhkan uang, kau bisa menghubungiku.”

Sung Joon mengingat perkataan Hye Jin itu saat mereka duduk bersama di pantai. Sung Joon juga teringat dengan kenangan-kenangannya bersama Hye Jin. Kenangan saat dia menjadi begitu perhatian pada Hye Jin.

Sung Joon juga teringat dengan pertanyaan Shin Hyuk, apakah Sung Joon menyukai Hye Jin? Sepertinya Sung Joon sudah punya jawabannya.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_151047.921_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_151059.050_thumb

Sung Joon tiba di tempat kejadian kecelakaan. Dia turun dari mobil. Lalu dengan panik dan tak sabaran dia menanyakan keadaan pengemudi pada petugas yang ada disana. Sung Joon bahkan berteriak.

“Wakil Pimred?” suara Hye Jin menyapa Sung Joon.

She.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_151134.651_thumbShe.Was.Pretty.E09.mkv_20151028_151123.921_thumb

Sung Joon menoleh dan melihat Hye Jin yang sedang memegang payung. Sung Joon menghampiri Hye Jin dan memeluknya. Dengan lega. Hye Jin bingung. Dari jauh tampak sosok Shin Hyuk melihat mereka.

***

Bersambung ke episode 10~

Komentar:

Fiuh.. akhirnya selesai juga, dalam waktu hampit satu minggu. >,<

Sung Joon akhirnya sadar, kalau dia menyukai Hye Jin, bukan hanya karena Hye Jin mirip dengan Hye Jin teman masa kecilnya, tapi karena kepribadian Hye Jin yang sekarang juga.

Bangga pada Ha Ri, akhirnya dia sadar dan akan mengakhiri semuanya. Saya maklum jika Ha Ri akan mengungkapkan semuanya lewat tulisan. Memang terkadang sulit untuk mengakui kesalahan secara lisan.

Duh, bingung mau komen apa lagi.. hehe..

2 comments:

  1. Finally...chakanim......
    Pokoknya ep 9 itu galaunya sampe seminggu....gimana enggak lah tayangnya cuman 1 episode.tp suka bgt akhirnya sung jun benar2 menyadari perasaannya.poor shin hyuk yah?Kenapa shin hyuk baek bgt coba.....hadeuh nasib second lead male.....
    Hari?????no comen dah.
    Kammsahamnida bak mumu.....Himneseyo!

    ReplyDelete
  2. unnie ayo dilanjutkann....i love this drama so much.. makasih makasih... cant wait till wed yaa....

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD