Monday, January 11, 2016

Puck! | Episode 1 - 1

Episode 1

Puck!.E01.mkv_20160111_184637.943_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_184641.268_thumb

“Itu bukan sesuatu yang disebut harapan. Aku hanya ingin hidup.”

Seorang pria mengendarai mobil dengan kondisi wajah babak belur. Dia adalah Jo Joon Man.

***

Puck!.E01.mkv_20160111_184721.988_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_184730.074_thumb

Joon Man adalah seorang rentenir berdarah dingin dan kejam. Dia memukuli seorang pria yang berhutang di depan istrinya hingga babak belur. Joon Man juga bersikap acuh saat anak dari pria itu melemparnya dengan batu.

Puck!.E01.mkv_20160111_184735.429_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_184740.950_thumb

Joon Man juga menagih hutang seseorang hingga ke tempat kerjanya. Joon Man menagih hutang seorang karyawan asuransi. Saking kejamnya, Joon Man menendang pria itu dari tangga hingga bergulingan ke bawah. Pria itu memohon waktu tambahan, tapi Joon Man kembali menendangnya.

Puck!.E01.mkv_20160111_184751.351_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_184757.338_thumb

Setelah terjatuh untuk yang kedua kalinya, pria itu tidak bangun lagi. Joon Man menghampirinya. Dan ternyata pria itu meninggal dunia, kepalanya terbentur dinding dan mengeluarkan banyak darah. Joon Man telah membunuh pria itu.

Puck!.E01.mkv_20160111_184801.903_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_184812.593_thumb

Karena kejadian itu Joon Man dimarahi bosnya, Gye Sang Soo. Sang Soo kesal karena dia jadi mengeluarkan uang untuk mengurus masalah yang ditimbulkan Joon Man itu. Sang Soo juga kesal karena Joon Man tidak mendengarnya, bahwa dia menyuruh Joon Man menagih dengan hati bukan dengan tinju.

“Apa kau tahu kenapa aku masih menahanmu disini? Apa karena hutangmu? Atau karena kau bisa berkelahi? Bukan karena semua itu. itu karena kau setia seperti anjing. Dan jika anjung itu tidak lagi patuh, dia harus disingkirkan.”

Itu adalah ancaman. Sang Soo meminta Joon Man untuk terus melapor padanya dimanapun dia berada. Dan juga meminta Joon Man untuk bekerja dengan benar.

***

Puck!.E01.mkv_20160111_194029.082_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194032.295_thumb

Pelatih Heo diberitahu pihak universitas, Pak Im Wan Yong untuk membubakan tim hockey yang dibinanya. Pihak universitas berjanji akan mecarikan pekerjaan baru sebagai pelatih di tempat lain. Tapi Pelatih Heo tidak tertarik. Dia meminta Pak Im untuk mengingatkan Presdir bahwa jika tim satu kali saja menang dalam sisa permainan, makan tim tidak akan dibubarkan.

Puck!.E01.mkv_20160111_194037.067_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194052.163_thumb

Tekanan yang di dapat Pelatih Heo bukan hanya dari pihak universitas, tapi juga dari beberapa anak asuhnya yang merasa kelelahan. Mereka ingin menyerah karena tidak mungkin bagi mereka yang hanya berjumlah 12 orang, jika dibandingkan dengan tim lain yang berjumlah 30. Jadi, tim mereka kekurangan pemain dan kelelahan.

***

Puck!.E01.mkv_20160111_194100.517_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194125.950_thumb

Joon Man berpapasan dengan Nam Sung Sil (sepertinya manajer tim), Hwang Gyung Pil dan beberapa pemain. Dia menanyakan keberadaan Pelatih Heo. Saat ditanya apa kepentingannya, Joon Man hanya meludah dan berlalu pergi.

Puck!.E01.mkv_20160111_194152.336_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194207.162_thumb

Joon Man ternyata datang untuk menagih hutang pada Pelatih Heo. Dia membuat pelatih Heo mengambil posisi push-up. Pelatih Heo memberitahu bahwa dia hanya bisa membayar hutang dari uang yang dibayarkan orang tua dan murid baru. Tapi hanya jika tim mereka memenangkan permainan dan tim tidak dibubarkan.

Puck!.E01.mkv_20160111_194223.335_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194229.178_thumb

Joon Man mengajak Pelatih Heo mencari jalan lain. Joon Man mengajak Pelatih Heo ke rentenir lain untuk mendapatkan pinjaman. Tapi berdasarkan riwayat Pelatih Heo, rentenir itu hanya bisa memeberikan pinjaman yang tidak banyak.

***

Puck!.E01.mkv_20160111_194239.251_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194243.690_thumb

Joon Man memberikan 200 ribu won yang dia dapatkan pada Sang Soo. Tapi Sang Soo kecewa karena itu adalah jumlah uang yang sedikit. Sang Soo menyuruh Joon Man untuk bersikap manis saat menagih hutang, maka nanti dia akan mendapatkan hasil yang bagus. Sama seperti Sang Soo ketika menggoda perempuan.

***

Puck!.E01.mkv_20160111_194344.929_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194350.752_thumb

Pak Im memanggil salah satu pemain terbaik tim hockey. Dia memberitahu bahwa tim hockey akan dibubarkan. Meskipun yayasan belum memberitahu orang tua mahasiswa, tapi keputusan itu telah dibuat dan tidak bisa dihindarkan.

Pak Im meminta pemain itu untuk tidak ikut latihan agar tim bisa dibubarkan. Pak Im menjanjikan dukungan sampai pemain itu bisa menjadi atlet. Dan selain pemain itu, sudah ada 5 pemain yang setuju dengan kesepakatan itu.

***

Puck!.E01.mkv_20160111_194402.679_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194412.500_thumb

Tim hockey yang tersisa mengunjungi salah satu pemain yang cedera, Dong Jin. Dong Jin baru bisa keluar musim semi mendatang. Teman-temannya mengharapkan dia cepat pulih karena sekarang ini mereka kewalahan.

Mereka lalu membahas separuh pemain yang tidak datang latihan lagi dan kabar bahwa tim mereka akan dibubarkan. Ada yang cemas dan ada juga yang optimis.

***

Puck!.E01.mkv_20160111_194425.404_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194430.358_thumb

Joon Man mendatangi sebuah rumah, dan membuka pintu dengan kasar. Dia juga menendang sebuah kotak (kotak sampah, sepertinya) hingga isinya berhamburan. Ada seorang wanita disana. Joon Man menagih uangnya. Wanita itu tak menjawab.

“Apa kau tuli? Dimana uangnya?!!” Joon Man berteriak.

Wanita itu tersenyum, “Tunggu sebentar. Hampir siap.”

Puck!.E01.mkv_20160111_194436.649_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194438.464_thumb

Wanita itu kemudian masuk ke dalam rumah. Joon Man menunggunya sambil berbaring. Tak berapa lama kemudian wanita itu keluar dengan membawa meja penuh makanan. Dia mengajak Joon Man makan. Bahkan menyodorkan sendoknya. Tapi karena Joon Man tak menggubris, dia pun makan sendiri.

Joon Man lalu melihat kaleng bekas sarden. Dia melihat panci masakan wanita itu, ada sup sarden disana. Ingatan Joon Man kembali ke waktu itu.

[kilas balik]

Puck!.E01.mkv_20160111_194444.610_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194445.994_thumb

Joon Man mengacak-acak isi lemari dan menemukan barang-barang mahal disana. Joon Man berteriak pada istrinya, menanyakan barang-barang itu. Joon Man juga menendang meja makanana.

“Kau pikir ini cocok dengan keadaan kita sekarang? Kau tidak tahu untuk apa uang itu?!” Joon Man marah.

“Aku tahu! Aku tahu! Tapi, aku ingin hidup sesuai kehendakku mulai sekarang.” Jawab istrinya sambil menangis.

Joon Man kesal, darimana mereka akan membayar kembali uangnya. Seharusnya istrinya itu tahu posisi mereka sekarang. Istri Joon Man sepertinya berhutang pada rentenir untuk membeli barang-barang mahal itu. Joon Man bilang kalau dia hanya ingin hidup setiap hari dengan damai.

Puck!.E01.mkv_20160111_194449.334_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194455.453_thumb

Istri Joon Man bilang kalau Joon Man yang hanya seorang buruh tak berpendidikan dan tidak punya kemampuan tidak bisa dia andalkan. Dia tidak meminta Joon Man untuk membayar hutangnya. Dia bisa bekerja di bar dan menjual diri. Joon Man menampar istrinya. Dan makanan yang dia tending tadi adalah sup sarden.

[kilas balik selesai]

Puck!.E01.mkv_20160111_194456.806_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194502.208_thumb

Wanita itu bilang kalau dia akan memberikan uangnya pada Joon Man setelah dia makan. Joon Man menghela nafas, dia tahu kalau wanita itu tidak punya uang.

***

Puck!.E01.mkv_20160111_194507.613_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194509.423_thumb

Joon Man lalu menemui Pelatih Heo yang tadi menghubunginya. Joon Man marah karena Pelatih Heo bilang kalau dia tidak bisa membayar hutangnya.

“Jika kau ingin aku mati, aku akan mati.” Ujar Pelatih Heo kemudian mengajak Joon Man minum soju.

Joon Man menyebut Pelatih Heo gila dan akan menyeretnya keluar. Tapi kemudian masuk anggota tim hockey.

Puck!.E01.mkv_20160111_194512.983_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194515.867_thumb

Gyung Pil dengan emosi menanyakan maksud pihak universitas yang akan mengumpulkan orang tua mereka. Pelatih Heo menjelaskan bahwa mereka akan dikumpulkan untuk diberi pengumuman. Pelatih Heo meminta maaf.

Seorang pemain meminta penjelasan kenapa Pelatih tidak memberitahu mereka, dan kenapa ada pemain yang tidak ikut latihan. Pelatih Heo menebak mereka yang punya talenta (yang tidak ikut latihan) telah di yakinkan.

“Semua yang bisa aku lakukan hanya hockey. Jika tim dibubarkan, kemana aku harus pergi?” tanya seorang pemain.

Puck!.E01.mkv_20160111_194522.629_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194524.176_thumb

Temannya bilang bahwa pihak universitas secara tidak langsung menyuruh mereka untuk mengurus masalahnya sendiri. Dia tidak mau diam saja dan akan mengajukan tuntutan.

Pelatih Heo tidak peduli. Dia tidak mengatakan tentang pembubaran tim karena dia ingin mengambil keuntungan dari mereka semua untuk membayar hutang. Hutang yang diambil untuk menyelamatkan istrinya, tapi istrinya itu sudah meninggal dan dia hidup dalam lilitan hutan.

Gyung Pil kesal dan memukul Pelatih Heo. Joon Man bahkan heran melihat seorang siswa yang memukul gurunya. Joon Man juga jadi ingin memukul Gyung Pil. Tapi tak dia lakukan.

Puck!.E01.mkv_20160111_194529.580_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194543.505_thumb

Anggota tim lalu saling berteriak, berusaha mencari solusi. Salah seorang pemain ingin mereka tetap berlatih dengan 5 orang tersisa ditambah Dong Jin. Tapi Dong Jin tak bisa karena masih cedera.

Maka pemain itu mengusulkan untuk membawa seseorang ke tim mereka, siapapun orangnya tidak masalah karena bahkan Ketua Yayasan tidak mengenal wajah mereka. Sung Sil setuju, tapi siapa orang yang mau melakukan itu untuk mereka.

***

Puck!.E01.mkv_20160111_194648.306_thumbPuck!.E01.mkv_20160111_194556.549_thumb[1]

Joon Man melapor pada Sang Soo tentang kejadian itu. Bahwa untuk mendapatkan uang dari Pelatih Heo, maka tim tidak boleh dibubarkan dan dibutuhkan seseorang untuk masuk ke dalam tim untuk menyelamatkan tim itu.

Sang Soo menyuruh Joon Man melakukannya karena Joon Man pernah bilang kalau dia bisa bermain skating. Joon Man tidak mau, bagaimana bisa mereka melakukan itu. Sang Soo mengingatkan bahwa Joon Man sendiri yang bilang kalau itu adalah satu-satunya cara.

Joon Man bersikeras bahwa itu bukan sesuatu yang bisa dirubah hanya dengan terlibatannya. Joon Man mengusulkan agar mereka tetap menggunakan cara lama dengan kekerasan dan ancaman. Tapi Sang Soo tetap pada pendiriannya. Dia menyuruh Joon Man bergabung dengan tim itu.

***

Bersambung ke bagian 2~

Komentar:

Suka sekali dengan aktingnya Kwang Soo. Kwang Soo dengan image konyolnya di Running Man, bisa memainkan peran sosok Joon Man yang serius dan dingin.

Jadi Joon Man ini bergabung di rentenir setelah dia tidak bisa membayar hutang istrinya. Jadi dia bekerja disana untuk menebus hutangnya. Tidak diceritakan kemana istrinya sekarang ini.

7 comments:

  1. Kwang Soo!!! Saya tak mengenalinya dalam capture awal Mbak Mumu. Aih, pendapat Mbak Mumu benar. Kwang Soo lekat dengan imej konyol dan ceria. Hm, meski saya tak menonton langsung film ini, semoga bisa mengikuti rekapan Mbak Mumu. Bersemangat, Mbak!

    ReplyDelete
  2. Akhirx ada sinop baru lgi dimb mumu..
    Hehehehehe
    Berpa eps ini mb...
    Smga sehat selalu mb mumu
    Aminnnn☺☺☺

    ReplyDelete
  3. @all: ini drama spesial, cuma 2 episode. Mudah2an hari ini bisa saya posting lanjutannya ya.. 😊

    ReplyDelete
  4. Lee kwang soo oppa jadi rentenir keren bangeeettttt......

    Beda banget klau dia lgi di running man dia pasti di bully tpi sekrang dia yg bully org

    hahahahahaaa
    #ngakak smbil koprol
    #tolong abaikan lw kta2ku kasar

    ReplyDelete
  5. Kyaa~ ini drama aku tunggu2 banget mbak mu.. Pas udh nnton gk nyangka kalau Kwangsoo bisa keren begini >.< mana sadis banget lagi..

    ReplyDelete
  6. chua.....tepuk tepuk tangan bak mumu aktif nulis rekapan baru....asyik.
    sambil nunggu jung kyung ho nongol di tipi......kamsahamnida bak mumu.....pastinya si lepi gak sakit lagi yah, coz bak mumu udah update, HIM !

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD