Thursday, January 14, 2016

Puck! | Episode 1 - 2

Puck!.E01.mkv_20160112_100256.956_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_100313.851_thumb

Pak Im mengumumkan di depan anggota tim hockey yang tersisa bahwa dia harus membubarkan tim karena kurangnya pemain. Pemain yang tersisa hanya ada 5 orang. Kemudian Pelatih Heo mendapatkan telepon dari seseorang.

Puck!.E01.mkv_20160112_100330.292_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_100453.171_thumb

Pelatih Heo bergegas keluar untuk menemui orang itu. Seorang mahasiswa. Tapi saat Pelatih Heo menegurnya, ternyata itu adalah Joon Man. Joon Man menawarkan diri untuk berpura-pura sebagai Dong Jin, pemain yang cedera. Dong Jin yang sudah sembuh dan bergegas datang setelah menerima telepon dari Pelatih Heo. Lagipula Pak Im juga tidak tahu wajah Dong Jin yang asli.

“Kau kira aku melakukan ini karena aku mau? Kau bilang ini satu-satunya caramu untuk membayar hutang. Kita butuh ice hockey ini.” Joon Man berusaha meyakinkan Pelatih Heo yang kurang setuju.

Puck!.E01.mkv_20160112_100520.956_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_100534.835_thumb

Mereka lalu menemui Pak Im. Pak Im menatap Joon Man dari bawah sampai atas. Dia tidak yakin kalau Joon Man adalah mahasiswanya karena Joon Man tampak lebih tua. Apa Joon Man mahasiswa S2?

Joon Man mengaku kalau dia satu atau dua tahun lebih tua dari anggota tim yang lain karena dia menunda kuliah beberapa tahun. Tapi Pak Im masih kurang yakin karena sebelumnya Pelatih Heo bilang kalau pemulihan Dong Jin masih butuh waktu. Karena itu Pak Im ingin melihat Dong Jin langsung memukul bola hoki es (namanya puck).

Puck!.E01.mkv_20160112_100628.646_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_100635.864_thumb

Semuanya beralih ke lapangan. Joon Man tampak tegang. Dia berhasil memukul bola, tapi dengan arah yang tidak jelas dan terjatuh. Pak In menyuruh Joon Man untuk melakukan pemulihan fisik lebih dulu. Pelatih Heo pun memastikan jika mereka akan tetap bertanding. Pak Im tidak yakin dengan kondisi Dong Jin (Joon Man) yang seperti itu.

“Mari ubah kesulitan menjadi keuntungan kita! Kesulitan dirubah menjadi kesempatan! Anda ingin kami meneruskan kompetisi kan, Pak Im?” tanya Sung Sil.

Pak Im pun tak bisa membantah dan memberikan selamat karena tim tidak jadi bubar. Pak Im lalu berusaha keluar dari lapangan dengan susah payah dibantu oleh asistennya.

Puck!.E01.mkv_20160112_100916.140_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_100929.666_thumb

Satu masalah sudah diatasi, tim tidak jadi dibubarkan. Tapi Joon Man yang masih bersikap kasar pada anggota tim lain tidak membuatnya diterima begitu saja. Kemudian Joon Man yang sama sekali tidak bisa bermain hoki juga malah membuat masalah baru, karena dia tidak bisa bermain artinya anggota tim saja harus bermain dengan 5 orang saja.

Joon Man mungkin tidak bisa membantu seperti yang diharapkan, tapi Pelatih Heo bilang selama mereka tidak ketahuan maka tidak masalah. Tetap saja anggota tim yang lain tidak senang dengan kehadiran Joon Man yang seorang preman di tim mereka. Meskipun Noori bilang kalau kondisi mereka saat ini tidak memungkinkan mereka untuk memilih, tapi tetap ada masalah lain. Pak Im akan datang untuk melihat pertandingan mereka di pertandingan persahabatan besok.

***

Puck!.E01.mkv_20160112_100944.966_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_101012.262_thumb

Joon Man masuk ke lapangan dengan seragam Dong Jin. Joon Man harus berlatih. Dengan malas Dong Jin bertanya apakah dia benar-benar harus melakukannya?

Sung Sil mendekat, “Tentu saja kita harus melakukannya, kita tidak mau mereka curiga.”

Puck!.E01.mkv_20160112_101200.994_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_101230.532_thumb

Sung Sil lalu meminta Joon Man untuk berseluncur mengikuti garis yang ada di lapangan. Joon Man kesal pada Sung Sil yang dia anggap tidak sopan bicara padanya. Sung Sil juga kesal. Karena Joon Man sudah bisa berseluncur, maka dia akan langsung pada latihan.

Sung Sil menjauh dari Joon Man, lalu mendekat sambil berlari ke arah Joon Man, dan menabraknya. Joon Man kesal pada Sung Sil yang meledeknya dan berusaha untuk mengejar. Tapi sayang, Sung Sil lebih lihai dari Joon Man.

***

Puck!.E01.mkv_20160112_101300.002_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_101303.568_thumb

Tiba waktunya pertandingan persahabatan. Joon Man heran melihat lawan mereka yang tampak tidak biasa (tim lawan berbadan besar dan sepertinya lebih tua). Pelatih Heo mengingatkan anggota tim bahwa lawan mereka adalah pemenang tim amatir. Karena tim mereka sendiri tidak punya pemain cadangan, maka Pelatih Heo meminta tim untuk bermain dengan sunggug-sungguh.

Karena Joon Man baru bermain, Pelatih Heo menyuruh Joon Man untuk mengikuti puck.

Puck!.E01.mkv_20160112_101323.180_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_101420.088_thumb

Namun saat pertandinga, mengikuti puck ternyata tak semudah yang diucapkan. Beberapa kali Joon Man di dorong ke dinding oleh pemain lawan. Hingga akhirnya Joon Man memutuskan menunggu di dekat gawang. Tapi Noori, sang penjaga gawang mengingatkan bahwa itu tidak boleh dan Joon Man harus mengikuti puck.

Puck!.E01.mkv_20160112_101533.560_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_101612.217_thumb

Joon Man maju ke tengah. Dengan optimis menunggu puck yang meluncur ke arahnya. Tapi dia tidak berhasil menahan laju puck. Puck meluncur ke belakang dan berhasil di masukkan ke gawang oleh pemain lawan.

Lalu dalam satu kesempatan, puck meluncur ke arahnya. Joon Man beruntung karena tidak ada siapapun di dekatnya. Kemudian pemain lawan meluncur ke arahnya. Joon Man bersiap memukul. Tapi bukan puck yang dia pukul, melainkan pemain itu. Akhirnya, mereka kalah.

***

Puck!.E01.mkv_20160112_101703.767_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_101731.821_thumb

Selesai pertandingan, anggota tim tampak lesu. Pelatih Heo meminta anggota untuk mulai memperhatikan stamina mulai sekarang. Tapi Gyung Pil bilang itu tidak akan ada yang berubah dengan mereka melakukan itu. Menurutnya dari awal sudah terlalu berlebihan.

Joon Man yang paham kalau Gyung Pil kesal dengan kekalahan mereka, tidak mau disalahkan. Dia menegaskan bahwa kekalahan tadi bukan kesalahannya. Anggota tim tidak menanggapi dan memilih keluar.

Puck!.E01.mkv_20160112_101814.866_thumb[1]Puck!.E01.mkv_20160112_101821.819_thumb

Sung Sil membentak Joon Man. Jika bukan karena Joon Man, mereka tidak akan kalah telak. Paling tidak ada yang bisa mereka lakukan. Karena Joon Man mereka kehilangan keseimbangan. Jadi kekalahan itu salah Joon Man.

“Jadi kau ingin aku melakukan apa? Yang harus aku lakukan hanya mendapatkan uang.” Joon Man tak terima.

Sung Sil mendorong Joon Man dengan kesal, “Karena kau tidak akan ada kesempatan untuk mendapatkan uang itu.

***

Puck!.E01.mkv_20160112_101842.421_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_101905.504_thumb

Hujan turun saat Joon Man keluar dari apotek. Joon Man lalu melihat wanita itu. Wanita yang memberinya makan saat dia menagih hutang. Joon Man memperhatikan wanita itu yang baru keluar dari sebuah ruko (restoran? Tempat kerja? Entah..).

Puck!.E01.mkv_20160112_101942.523_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_102025.029_thumb

Joon Man mengikuti wanita itu berjalan sampai ke lingkungan tempat tinggalnya. Joon Man juga melihat wanita itu memungut bunga kering yang dibuang orang di tempat sampah.

***

Puck!.E01.mkv_20160112_102120.149_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_102139.685_thumb

Joon Man melapor pada Sang Soo bahwa tidak ada kemungkinan mereka bisa mendapatkan uang mereka kembali dari Pelatih Heo karena bahwa saat dia sudah bergabung dengan tim, tidak ada yang berubah karena dia tidak bisa bermain hoki.

Sang Soo tidak mau menerima alasan itu. Dia menyuruh Joon Man bekerja keras dan membuat tim berhasil. Dia percaya pada Joon Man. Joon Man pun tak bisa membantah.

***

Puck!.E01.mkv_20160112_102221.069_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_102232.640_thumb

Sung Sil frustasi dengan masa depan timnya. Dia lalu melihat video hoki es di ponselnya. Dari tiap video yang dia lihat, pasti ada pemain yang mendorong pemain lain. Sung Sil lalu melakukan pencarian tentang ‘fighter’ di lapangan es. Sung Sil sepertinya puny aide.

***

Puck!.E01.mkv_20160112_102319.462_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_102321.661_thumb

Joon Man kembali ke rumah wanita itu. Tidak seperti sebelumnya yang langsung menerobos masuk, Joon Man mengamati keadaan rumah dari pagar. Lalu mengetuk pintu pagar dengan sopan, dan tersenyum saat wanita itu muncul membukakan pintu.

Puck!.E01.mkv_20160112_102334.188_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_102354.879_thumb

Melihat Joon Man, wanita itu langsung berlari masuk. Joon Man menunggu di teras sambil melihat bunga kering yang waktu itu diambil wanita itu. Kemudian wanita itu keluar dengan membawa makanan seperti terakhir kali.

Wanita itu menyodorkan sendok dan garpu. Joon Man menerimanya.

Puck!.E01.mkv_20160112_102525.606_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_102549.085_thumb

“Namamu Yeo Eun?” tanya Joon Man.

Wanita itu hanya tersenyum, lalu makan. Joon Man lalu merasa pertanyaannya tadi aneh, karena dia menanyakan hal itu pada orang yang sedang dia tagih. (Ya…masa gak tahu namanya.. hehe..)

Joon Man lalu mulai makan. Joon Man lalu bertanya lagi, mengapa Yeo Eung meminjam uang? Yoe Eun hanya berkata bahwa dia akan memberikan uangnya setelah Joon Man makan. Joon Man mencoba meluruskan, maksudnya bertanya bukan menanyakan uangnya.

Puck!.E01.mkv_20160112_102617.039_thumbPuck!.E01.mkv_20160112_102648.888_thumb

Yeo Eun kemudian tampak memegang lehernya (entah kesakitan atau gatal). Joon Man mengulurkan tangan untuk membantu. Refleks Yeo Eun mundur ketakutan. Joon Man jadi merasa tak enak.

“Aku bahkan tidak tahu lagi apa yang aku lakukan. Aku gila. Aku bahkan tidak punya uang untuk itu. Bagaimana aku bisa melakukannya?” Joon Man menerawang.

Joon Man lalu pamitan pada Yeo Eun untuk menagih uang di tempat lain.

***

Bersambung ke bagian 3~

Note: Maaf ya aku bagi 3, biar bisa cepet diposting. ^^

3 comments:

  1. D tunggu mba part 3'a , , ttp smngat mba, shat sllu , , mkci , , ;)

    ReplyDelete
  2. Enggk papa lah mb..
    Yng penting tetep dilnjut ajah sinopx..
    Semga mb mumu sehat selalu
    Aminnn☺☺☺

    ReplyDelete
  3. iya mbak mumu....gpp....kamsahamnida.ih. lee kwang soo.....

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD