Friday, January 15, 2016

Puck! | Episode 1 - 3

Puck!.E01.mkv_20160115_142753.217_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_142742.856_thumb

Joon Man berlatih di lapangan sendirian. Kemudian muncul Sung Sil dan Pelatih Heo. Joon Man menghampiri mereka.

“Maaf. Aku minta maaf karena telah membuat semuanya tidak nyaman. Aku akan mencoba melakukannya dengan benar.”

“Mengapa kau melakukannya dengan tiba-tiba?” tanya Pelatih Heo.

“Kita harus menang jika aku ingin mendapatkan uang itu.” ujar Joon Man.

Sung Sil membisikkan sesuatu pada Pelatih Heo. Kemudian Pelatih Heo mengajak Joon Man untuk bicara berdua.

Puck!.E01.mkv_20160115_142730.572_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_142732.022_thumb

Pelatih Heo membawa papan baduk dan pion baduk (gak tau namanya apa). Pelatih Heo menjelaskan tentang formasi pemain hoki es dengan pion dan papan baduk itu. Daripada mengejar puck, Pelatih Heo memberikan tugas lain pada Joon Man. Pelatih Heo ingin Joon Man menggunakan badannya dalam permainan itu.

“Bagaimana aku menggunakan tubuhku?”

“Body-check. Jika kau mendorong seseorang, tanpa memperhatikan dia punya puck di dekatnya, dan jangan membiarkan dia melakukan apapun, apa yang akan terjadi kemudian?”

Joon Man berpikir, “Apa lagi? Pemain lain bermain sendiri.”

Puck!.E01.mkv_20160115_142728.306_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_142726.160_thumb

Tepat sekali. Pelatih Heo menjelaskan. Sekarang ini tim mereka kesulitan karena Joon Man tidak bisa bermain. Jadi Joon Man juga harus berusaha menarik seseorang dari tim itu agar tidak bisa bermain seperti dirinya. Meskipun mereka tidak punya pemain cadangan, tapi paling tidak permainan di lapangan jadinya 4 lawan 4.

Joon Man mengerti. Pelatih Heo bilang itu baru strategi pertama untuk Joon Man. Strategi kedua tentang pemain paling hebat di tim lawan, tapi Pelatih Heo akan menjelaskannya nanti. Sekarang dia mengajak Joon Man berlatih betulan.

Puck!.E01.mkv_20160115_142630.423_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_142648.459_thumb

Joon Man berlatih berseluncur di lapangan, belajar teknik menjatuhkan lawan, belajar memainkan puck, juga melatih stamina tubuh. Semua itu terus dilakukan Joon Man meskipun badannya sakit dan membuatnya kelelahan.

Puck!.E01.mkv_20160115_142623.022_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_142625.442_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_142555.420_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_142600.965_thumb

Sambil berlatih Joon Man tetap menagih hutang. Dia bahkan makan dengan lahap di rumah Yeo Eun. Hingga akhirnya Joon Man berhasil memasukkan puck ke dalam gawang, bisa menjatuhkan lawan dan semakin lihai berselancar. Bahkan anggota tim yang lain juga merasa takjub karena Joon Man bisa meningkat kemampuannya secepat itu.

***

Puck!.E01.mkv_20160115_142543.747_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_142548.747_thumb

Pak Im berbicara di telepon dengan seseorang. Dia meminta maaf pada orang itu karena dia tidak tahu kalau pemain yang cedera itu akan kembali. Pak Im berjanji akan mengambil tindakan, sehingga tidak akan ada kesalahan.

Begitu Pak Im menutup telepon, Gyung Pil masuk. Pak Im tersenyum.

***

Puck!.E01.mkv_20160115_142510.810_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_142507.390_thumb

Hari pertandingan. Joon Man melakukannya dengan baik. Tapi ada yang aneh dengan Gyung Pil. Dia tampak bermain sendiri dan tidak mau bekerja sama dengan yang lain.

Puck!.E01.mkv_20160115_142427.523_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_142430.189_thumb

Saat istirahat, Pelatih Heo bilang bahwa serangan dan pertahanan tim sudah aman. Mereka tinggal fokus mempertahankan stamina. Teman Hwan Seo mengingatkan Gyung Pil untuk tidak bermain dengan memberatkan yang lain. Gyung Pil tidak terima dan mereka pun adu mulut.

Sebelum kembali bertanding, Pelatih Heo mengingatkan Joon Man bahwa sekarang saatnya Joon Man bermain dengan strategi kedua. Apa strategi kedua itu?

Puck!.E01.mkv_20160115_113556.698_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_113548.240_thumb

Joon Man mencoba memprovokasi pemain tim lawan dengan kata-katanya.

Joon Man menyebut pemain itu baru pertama kali ini bertanding. Pemain itu kesal dan melepas sarung tangannya. Joon Man menggunakan kesempatan itu dan memukulnya. Tapi kemudian Hwan Seo dan Gyung Pul juga berkelahi. Tim mereka pun kalah.

***

Puck!.E01.mkv_20160115_113543.755_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_113537.828_thumb

Selesai bertanding Joon Man yang kesal melabrak Gyung Pil. Dia hendak memukulnya, tapi ditahan oleh yang lain.

“Apa kalian akan membayar uangku? Aku menghalangi orang itu untuk kalian dan lihat apa yang kalian lakukan?” ujar Joon Man kesal.

Gyung Pil berteriak kencang. Lalu keluar. Pelatih Heo hanya diam saja, tak mengatakan apapun.

***

Puck!.E01.mkv_20160115_113524.477_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_113528.634_thumb

Joon Man dan Pelatih Heo bicara berdua di luar. Pelatih Heo bercerita bahwa suatu hari ibunya Gyung Pil menghubunginya dan mengatakan bahwa Gyung Pil akan keluar dari tim hoki. Pelatih Heo pikir Gyung Pil pasti punya alasannya sendiri. Joon Man lalu menanyakan dimana tempat tinggal Gyung Pil.

Puck!.E01.mkv_20160115_113409.533_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_113412.148_thumb

Joon Man pergi ke rumah Gyung Pil. Perabotan di dalam rumahnya telah dilabeli stiker merah, yang artinya barang itu akan disita. Dengan ringkih ibunya Gyung Pul membawakan buah untuk Joon Man. Ibu bilang jika dia tahu Joon Man akan datang, dia mungkin akan menyiapkan makanan yang lain. Joon Man tak masalah dan memakan buahnya.

Puck!.E01.mkv_20160115_113349.181_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_113356.692_thumb

Joon Man lalu bertanya dimana keberadaan Gyung Pil. Ibu memberitahu bahwa Gyung Pil pergi bekerja dan ayahnya di rumah sakit. Ibu merasa sedih. Dia seharusnya membantu Gyung Pil bekerja, tapi karena punggungnya sakit, dia tidak bisa. Ibunya Gyung Pil menangis. Joon Man mengambilkan tisu untuk ibu.

Puck!.E01.mkv_20160115_113320.084_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_113331.548_thumb

Joon Man meminta ijin untuk mengambil minum di dapur. Ada sebuah foto yang menarik perhatian Joon Man saat Joond dia hendak mengambil air dari lemari es. Foto Gyung Pil bersama kedua orang tuanya. Dan ayah Gyung Pil yang ada di rumah sakit adalah pria yang waktu itu terluka oleh Joon Man (jadi ternyata bapak itu tidak meninggal). Joon Man terkejut.

Puck!.E01.mkv_20160115_113306.660_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_113313.919_thumb

Joon Man lalu minum-minum di kedai tempat Gyung Pil bekerja. Tampaknya Joon Man merasa bersalah. Dia menatap Gyung Pil yang tengah melayani pelanggan.

Ketika kedai sepi pelanggan, Gyung Pil mendekati Joon Man dan minum soju dari gelas Joon Man.

Puck!.E01.mkv_20160115_113148.359_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_113215.881_thumb

“Apa kau juga bisa membunuh orang?” tanya Gyung Pil.

“Apa?” Joon Man.

“Tolong bunuh aku..”

“Kenapa?”

“Aku sangat takut. Karena aku tidak tahu kemana tujuan hidup ini. Karena kehidupan ini. Mereka bilang akan memberiku uang, tapi aku menolaknya. Itu tidak banyak. Aku melakukan sebanyak yang ingin aku lakukan.”

Puck!.E01.mkv_20160115_113134.419_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_113147.119_thumb

“Bukankah kau menyukai hoki es?”

“Melakukan hal aku sukai juga sulit. Aku tidak akan latihan lagi. Itu membuatku sedih.”

Joon Man pun tampaknya ikut sedih.

***

Puck!.E01.mkv_20160115_113009.037_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_112954.066_thumb

Esok harinya Joon Man menunggu Gyung Pil di depan gedung apartemennya. Gyung Pil heran kenapa Joon Man menunggunya. Joon Man menyuruh Gyung Pil masuk ke dalam mobil. Kemarin kan Gyung Pil bilang kalau dia ingin mati.

Mereka kemudian berjalan di atas rel kereta. Gyung Pil bingung kenapa mereka pergi ke sana. Joon Man bilang mereka kesana untuk mati. Ketika semalam mendengar Gyung Pil ingin mati, Joon Man memikirkan tempat itu.

Puck!.E01.mkv_20160115_112617.859_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_112610.673_thumb

“Setelah aku memikirkannya, jika kau tidak datang maka tidak akan ada permainan. Lalu aku tidak bisa mendapatkan dan gagal lagi. Tidak.. kali ini nyawaku mungkin berakhir. Sejujurnya, sejak aku menjalani hidup seperti ini, ku pikir aku sebaiknya mati saja. Tapi kemudian, aku punya teman. Jadi, ayo kita mati bersama disini.”

Joon Man tertawa. Gyung Pil juga tertawa, dia mengira Joon Man sedang menakutinya untuk membuatnya berubah pikiran. Joon Man iri pada Gyung Pil yang tidak punya beban yang ditinggalkan, karena dia sendiri punya banyak beban.

Puck!.E01.mkv_20160115_112554.498_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_112539.918_thumb

Joon Man mengeluarkan borgol, lalu mengaitkan borgolnya di rel dan memborgol tangan Gyung Pil juga tangannya sendiri. Gyung Pil bilang Joon Man seharusnya melakukan hal yang lebih dari itu jika ingin menakutinya. Tapi kemudian dari mereka mendengar suara kereta, rel kereta juga bergetar yang menandakan ada kereta yang berjalan di rel itu.

Puck!.E01.mkv_20160115_112325.407_thumbPuck!.E01.mkv_20160115_112259.670_thumb

Gyung Pil panik dan menyuruh Joon Man membuka borgol mereka. Joon Man mengerti. Dia mengeluarkan kunci borgolnya, tapi sayang kuncinya terlempar jauh saat dia mengeluarkannya dari saku jaket. Sekarang Joon Man juga ikut panik karena dia tidak punya kunci cadangan.

Joon Man berusaha mengambil kunci itu dengan kakinya. Tapi kereta terus melaju ke arah mereka. Mereka pun berteriak.

***
Bersambung ke episode 2~

Komentar:

Masih belum jelas apa yang menjadi penyebab sedikit perubahan sikap Joon Man. Apakah karena rasa bersalahnya pada Gyung Pil? Atau dia sudah menemukan dirinya yang dulu lagi? Belum jelas. Karena Joon Man masih menekankan bahwa dia di dalam tim itu untuk mendapatkan uang.

2 comments:

  1. krn dramanya cuman dua episode, jd jong man cpt berubahnya yah bak mumu hehehe....
    kamsaishimnida....

    ReplyDelete
  2. Kren , , lcu bgt pas tngan joon man & gyung pil d borgol , , mana kunci'a klempar , , sumpah ngakak pas bca , , aku bru bka lg blog'a mba mumu , , mkci mba mumu , ,

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD